Anda di halaman 1dari 12

ANALISIS JURNAL PENGARUH MENGUNYAH PERMEN KARET

TERHADAP MOTILITAS USUS PADA PASIEN-PASIEN


PASCA OPERASI

Disusun guna memenuhi tugas pada Program Profesi Ners


Stase Keperawatan Bedah

oleh:
Kelompok 02
Devis Yulia Rohmana, S.Kep (152311101276)
Pravita Dwi Ariyani, S.Kep (152311101325)
Wanda Yudhi Putra, S.Kep (092311101056)

PROGRAM PROFESI NERS


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2017
PRAKATA

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan
anugerah dan berkah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan analisa jurnal
yang berjudul Pengaruh Mengunyah Permen Karet Terhadap Motilitas usus Pada
Paien Pasca operasi. Analisa jurnal disusun untuk memenuhi tugas pada Program
Profesi Ners Stase Keperawatan Medikal Bedah.
Analisa jurnal dapat penulis selesaikan atas bimbingan dan bantuan dari
beberapa pihak. Oleh karena itu, penulis ucapkan terima kasih kepada:
1. H. Mustakim, S.Kep.,Ns.M.Kep selaku Pembimbing Klinik di Instalasi Bedah
Sentral (IBS) RSD dr. Soebandi Jember;
2. Ns. Mulia Hakam, M.Kep.Sp.Kep.MB selaku Pembimbing Akademik Program
Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember; dan
3. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan analisa jurnal ini.
Analisa jurnal ini diharapkan dapat membantu dalam pelaksanaan asuhan
keperawatan pada pasien pasca operasi. Penulis mengharapkan adanya kritik dan
saran yang membangun agar hasil analisa jurnal ini lebih sempurna. Semoga
analisa jurnal ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu keperawatan
selanjutnya.

Jember, Juni 2017

Penulis
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Motilitas usus adalah suatu keadaan dimana terjadi kontraksi otot yang
mencampur dan mendorong isi saluran pencernaan di dinding saluran pencernaan
secara terus menerus. Hambatan dalam kembalinya motilitas usus ke keadaan
semula setelah dilakukan pembedahan adalah sesuatu yang fisiologis pada
pembedahan abdomen. Secara fisiologis motilitas usus halus kembali dalam
keadaan normal dalam waktu 0 24 jam pasca pembedahan abdomen, selanjutnya
diikuti oleh pergerakan dari usus besar pada 12-24 jam berikutnya. Kembalinya
keseluruhan fungsi saluran pencernaan pasca pembedahan berlangsung dalam
waktu 3 hari (Marwah., Singla &Tinna, 2012). Konsekuensi klinis yang harus
ditanggung pasien yang mengalami kejadian hambatan motilitas usus adalah
menyebabkan ketidaknyamanan pada abdomen, timbulnya rasa nyeri pada area
abdomen, terjadinya ram pada abdomen, kembung, terjadinya mual, serta tidak
jarang sampai terjadi muntah (Lord & Sillin, 2011).
Berbagai macam pengobatan dilaporkan telah digunakan dalam mencegah
terjadinya hambatan motilitas usus. Berbagai macam obat yang dilaporkan telah
digunakan adalah metoclorpramide, cisapride, erythromycin, laxative, opiate
antagonist, neostigine (prostigin), alvimopan (entereg) (Johnson & Walsh, 2009).
Menurut US Food and Drug Administrasi dilaporkan belum ada pengobatan yang
pasti dan aman untuk mencegah terjadinya postoperative ileus (Marwah., Singla.,
Tinna, 2012).
Beberapa treatment saat ini telah dilakukan untuk mempersingkat terjadinya
hambatan motilitas usus, salah satunya adalah penggunaan NGT bertujuan untuk
mengurangi distensi dari abdomen pasca pembedahan, mencegah terjadinya
aspirasi apabila terjadi muntah (Sindell., Causey., Bradley., Poss., Moonka., et al,
2012). Pemberian nutrisi baik secara oral maupun enteral sedini mungkin,
melakukan mobilisasi secara dini (Johnson & Walsh, 2009). Treatment
memberikan nutrisi secara oral maupun enteral pada saat bising usus mulai
terdengar merupakan memiliki kelemahan dimana dilaporkan bahwa pada
intervensi ini kejadian kembung, mual dan muntah paling banyak dialami oleh
pasien yang tidak toleran terhadap adanya makanan dalam lambungnya (Johnson
& Walsh, 2009).
Mengunyah permen karet bebas gula adalah suatu treatment yang dipercaya
memberikan hasil dalam menstimulasi usus halus untuk kembali bekerja normal
kembali pasca pembedahan. Mengunyah permen karet adalah suatu proses seperti
makan dimana ada massa di dalam mulut, ada proses mengunyah. Dengan adanya
mekanisme vagal cholinergic (parasimpatis) menstimulasi saluran pencernaan, hal
ini sama dengan proses makan secara oral, namun secara teori, proses ini lebih
jarang menimbulkan respon muntah pada pasien dan mencegah terjadinya aspirasi
(Basaran & Pitkin, 2009). Metode mengunyah permen karet ini dalam beberapa
tahun terakhir sudah mulai banyak diterapkan. Metode ini diyakini menjadi
metode yang mudah, aman dan murah sehingga sangat efektif untuk
diaplikasikan, oleh karena itu kami tertarik untuk membahas jurnal ini dengan
topic Pengaruh Mengunyah Permen Karet Terhadap Motilitas usus Pada Pasien
Pasca operasi.
.
1.2. Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan gambaran hasil dari
jurnal Pengaruh Mengunyah Permen Karet Terhadap Motilitas usus Pada
Pasien Pasca operasi

1.2.2 Tujuan Khusus


Tujuan khusus penulisan ini antara lain:
a. Mengidentifikasi gambaran analisis jurnal
b. Mengidentifikasi implikasi keperawatan berdasarkan jurnal
c. Mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan jurnal
1.3. Manfaat
1.3.1 Manfaat untuk Mahasiswa
Menambah pengetahuan dan referensi untuk mahasiswa tentang
Pengaruh Mengunyah Permen Karet Terhadap Motilitas usus Pada Pasien
Pasca operasi.
1.3.2 Manfaat untuk Peneliti
Memberikan informasi tentang hasil implementasi yang disarankan
pada jurnal penelitian sehingga dapat menambah pengetahuan dan
keterampilan dalam penanganan pasien pasca operasi.
1.3.3 Manfaat untuk Keperawatan
Memberikan dasar intervensi dan bahan rujukan berdasarkan hasil
penelitian sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan asuhan keperawatan
pada pasien pasca operasi.
BAB 2. ISI JURNAL

1.1 Judul Artikel


Effect of gum chewing on reducing postoperative ileus and recovery after
colorectal surgery: A randomised controlled trial.

1.2 Penulis/Peneliti
1. Sacide Yildizeli Topcu
2. Seher Deniz Oztekin

2.1 Nama Jurnal


Complementary therapies in clinical peactice 23 (2016) 21-25

2.4. Ringkasan Jurnal


Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek mengunyah permen karet
terhadap hambatan motilitas usus pada pasien pasca operasi. Hambatan motilitas
usus adalah suatu keadaan dimana terjadi hambatan dalam kembalinya motilitas
usus ke keadaan semula setelah dilakukan pembedahan. Penelitian ini
menggunakan metode acak dengan jumlah 60 responden (dibagi menjadi
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol) yang mengalami pembedahan pada
bulan November 2011 sampai dengan Desember 2012. Pasien dengan kelompok
eksperimen mendapatkan perlakuan mengunyah permen karet 3 kali sehari.
Peneliti memonitor waktu pertama flatus, defekasi, waktu pertama makan, dan
waktu KRS. Pada kelompok eksperimen, waktu pertama makan lebih cepat (3
hari) dibandingkan dengan kelompok kontrol (4 hari). waktu pertama flatus,
defekasi, dan KRS kelompok eksperimen juga lebih cepat dibandingkan
kelompok kontrol.

BAB 3. PEMBAHASAN
3.1 ANALISIS ISI JURNAL (PICO)
1. Patient and Clinical Problem (P)
Penelitian yang dilakukan oleh Sacide Yildizeli Topcu dan Seher Deniz
Oztekin di salah satu pusat penelitian dan aplikasi kesehatan Universitas
trakya, Turki, meneliti efek mengunyah permen karet terhadap hambatan
motilitas usus dan recovery setelah operasi. Penelitian dilakukan mulai bulan
Desember 2011 sampai November 2012. Pengambilan sampel dilakukan
dengan metode acak pada pasien post operasi kolorektal, sebanyak 60
responden yang di bagi menjadi 2 kelompok yaitu n=30 kelompok
eksperimen (perlakuan) mengunyah permen karet dan n=30 kelompok kontrol
(pembanding).
2. Interventions (I)
Penelitian ini menggunakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol
sebagai pembanding. Pada kelompok eksperimen diberi intervensi
mengunyah permen karet dilakukan mulai 15 menit setelah operasi hingga
pasien tersebut pulang, dilakukan sesuai jadwal makan pasien yaitu 3x sehari,
sedangkan pada kelompok kontrol tidak mengunyah permen karet dan
mendapatkan perawatan rutin seperti pasien post operasi lainnya.
3. Comparator
1) Jurnal The Role of Xylitol Gum Chewing in Restoring Postoperative
Bowel Activity After Cesarean Section yang dilakukan pada tahun
2015 untuk mengevaluasi efek dari mengunyah permen xylitol pada
pemulihan pencernaan setelah operasi caesar.
Kesimpulan : Setelah operasi caesar, mengunyah permen karet
meningkatkan kembali aktivitas usus, yang diukur dengan bising usus
dan flatus.
2) Jurnal Gum chewing enhances early recovery of bowel function
following transperitoneal abdominal aortic surgery pada tahun 2012
untuk menentukan apakah permen karet selama periode pasca operasi
efektif untuk pemulihan fungsi usus setelah operasi aorta abdominal.
Kesimpulan: Mengunyah Permen karet meningkatkan pemulihan
awal dari fungsi usus setelah operasi aorta abdominal transperitoneal.
Selain itu, suara fisiologis, aman, dan murah untuk perawatan pasca
operasi.

3) Jurnal Effect of chewing gum on the postoperative recovery of


gastrointestinal function pada tahun 2015 untuk meningkatkan
mekanisme pemulihan dari disfungsi pencernaan pasca operasi dengan
bantuan permen karet diyakini menstimulasi cephalicvagal pencernaan
yang meningkatkan profitabilitas saraf dan humoral faktor yang
bekerja pada bagian yang berbeda dari saluran pencernaan.
Kesimpulan: penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet
meningkatkan pemulihan awal dari fungsi usus setelah operasi perut.

4. Outcome (O)
Hasil penelitian dari jurnal ini ialah diketahui bahwa terdapat perbedaan
yang signifikan dalam hal waktu pertama makan, tingkat nyeri, waktu
pertama flatus, dan waktu KRS. Pada kelompok permen karet, waktu pertama
makan lebih cepat (3 hari) dibandingkan dengan kelompok kontrol (4 hari).
waktu pertama flatus, defekasi, dan KRS, kelompok permen karet lebih cepat
dibandingkan kelompok kontrol. Waktu pertama flatus 51 jam pada kelompok
permen karet dan 87 jam pada kelompok kontrol. Waktu pertama defekasi 73
jam pada kelompok permen karet dan 137 jam pada kelompok kontrol. Pasien
pada kelompok permen karet KRS pada hari 7 post operasi, sedangkan pada
kelompok kontrol KRS pada hari ke 9 post operasi.

3.2 IMPLIKASI KEPERAWATAN


Hasil penelitian dalam jurnal ini dapat dijadikan tambahan pengetahuan bagi
perawat dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien pasca operasi.
Penanganan pada pasien pasca operasi dengan mengunyah permen karet untuk
menurunkan durasi waktu hambatan motilitas usus.

3.3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN JURNAL


3.3.1 Kelebihan
Dalam penelitian ini memiliki kelebihan jurnal diantaranya, Jurnal ini
merupakan salah salah satu jurnal keperawatan yang bisa di aplikasikan dengan
metode yang mudah, murah dan efektif. Peneliti menjelaskan dengan baik
manfaat mengunyah permen karet mampu mencegah pasien mengalami hambatan
motilitas usus ataupun membantu dalam proses penyembuhan hambatan motilitas
usus itu sendiri pasca pembedahan pada daerah gastrointestinal.
Peneliti juga menjelaskan metode penggunaan metode mengunyah permen
karet dengan jelas, sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami cara
penggunaan metode ini. Peneliti juga melakukan penelitian ini dengan cara
membagi responden penelitian menjadi kelompok kontrol dan kelompok yang
menggunakan metode mengunyah permen karet. Metode ini sudah banyak di
gunakan di Indonesia dan bisa di aplikasikan di rumah sakit di Indonesia.

3.3.2 Kekurangan
Adapun kekurangan dalam penelitian ini adalah peneliti tidak menjelaskan
penggunaan permen karet yang digunakan dalam penelitian ini, jenis dan
kandungan apa saja yang terdapat dalam permen karet. Seperti yag kita ketahui
bahwa di Indonesia memiliki berbagai macam jenis permen karet yang di
konsumsi, sehingga kesalahan dalam pemilihan permen karet dapat menimbulkan
efek samping yang lain. Selain itu penelti tidak menjelaskan bahaya atau dampak
yang terjadi dari kesalahan mengkonsumsi permen karet yang tidak sesuai prsedur
yang di gunakan.

BAB 4. KESIMPULAN
4.1 KESIMPULAN
Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh mengunyah
permen karet terhadap waktu pertama makan, tingkat nyeri, waktu pertama
flatus,defekasi dan waktu KRS pada pasien post operasi colorectal. Kelompok
yang mengunyah permen karet memiliki waktu yang lebih singkat untuk flatus
dan defekasi dibanding dengan kelompok kotrol. Pada kelompok permen karet,
waktu pertama makan lebih cepat (3 hari) dibandingkan dengan kelompok kontrol
(4 hari). Waktu pertama flatus, defekasi, dan KRS, kelompok permen karet lebih
cepat dibandingkan kelompok kontrol. Waktu pertama flatus 51 jam pada
kelompok permen karet dan 87 jam pada kelompok kontrol. Waktu pertama
defekasi 73 jam pada kelompok permen karet dan 137 jam pada kelompok
kontrol. Pasien pada kelompok permen karet KRS pada hari 7 post operasi,
sedangkan pada kelompok kontrol KRS pada hari ke 9 post operasi dan pada
Perbedaan nyeri terlihat pada hari ke 3-5 post operasi, dimana secara statistik
tingkat nyeri pada kelompok permen karet lebih rendah.

4.2 SARAN
a. Bagi Penelitian
Pembahasan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai
Pengaruh Mengunyah Permen Karet Terhadap Motilitas usus Pada Pasien
Pasca operasi.
b. Bagi Profesi Keperawatan
Menjadikan bahan pembelajaran penangan pada pasien pasca operasi
untuk menurunkan durasi waktu Motilitas usus dengan menggunakan teknik
mengunyah permen karet.
c. Bagi Instansi Kesehatan
Pelayanan kesehatan di instansi kesehatan dapat meningkatkan pelayanan
kesehatan pada pasien pasca operasi dengan menjadikan salah satu intervensi
mengunyah permen karet untuk mengurangi durasi waktu Motilitas usus.
d. Bagi Klien dan keluarga
Klien dan masyarakat diharapkan mengetahui manfaat mengunyah permen
karet untuk mengurangi durasi waktu Motilitas usus pada pasien pasca
operasi.

DAFTAR PUSTAKA
Hardono, Helwiyah Ropi, Irman Somantri. 2015. Pengaruh Mengunyah Permen
Karet Terhadap Durasi Waktu Postoperative Ileus Pasca Bedah Abdomen.
Vol. II Nomor 1 Maret 2015 Jurnal Keperawatan Respati. ISSN : 2088
8872.
Hongkai Shang, Yang Yang, Xiaowen Tong, Lijun Zhang, Aiming Fang, Ling
Hong. 2010. Gum chewing slightly enhances early recovery from
postoperative ileus after cesarean section: results of a prospective,
randomized,controlled trial.http://www.pubfacts.com/detail/20013603/Gum-
chewing-slightly-enhances-earlyrecovery- from-postoperative-ileus-after-
cesarean-section-results. Di akses Tanggal 20 Mei 2017.
http://www.surgeryencyclopedia.com/Ce-Fi/Colorectal-Surgery.html
Kazuyoshi Takagi, Hideki Teshim, Koichi Arinag, Kazuhiro Yoshikawa. 2012.
Gum chewing enhances early recovery of bowel function following
transperitoneal abdominal aortic surgery.
http://link.springer.com/article/10.1007%2Fs00595- 012-0180-2. Di akses
Tanggal 20 Mei 2017.
Marwah S. Singla S. Tinna P. 2012. Role of gum chewing on the duration of
postoperative ileus following ileostomy closure done for typhoid ileal
perforation. The Saudi journal of gastroenterology.
Nainggolan, Annita. 2006. Efektivitas mengunyah permen karet terhadap motilitas
saluran cerna pada ibu post seksio sesaria dengan anestesi spinal di Rumah
Sakit Umum daerah Koja. Tesis; Program Pascasarjana Fakultas Ilmu
Keperawatan Universitas Indoesia; Jakarta
Sindell, S., Causey, M. W., Bradley, T., Poss, M., Moonka, R., & Thirlby, R.
(2012). Expediting return of bowel function after colorectal surgery. The
American Journal of Surgery.