Anda di halaman 1dari 3

REFERAT KULIT PSORIASIS VULGARIS.

docx
Published by Alim Broonity Duizend Kleuren
dan pemanjangan papil dermis. Sel epidermodermal bertambah luas, lipatan di lapisan bawah stratumspinosum
bertambah banyak.Proses ini menyebabkan pertumbuhan kulit lebih cepat dan masa pertukaran kulit menjadi
lebih pendek dari normal, dari 28 hari menjadi 3-4 hari. Stratum granulosum tidak terbentuk dan
di dalamstratum korneum terjadi parakeratosis.

REFERATPSORIASIS VULGARIS
OLEH :MUH. ALIM AL-FATH RIANSEK
1A109015
BAGIAN SMF KULIT DAN KELAMIN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS HALUOLEO
2013

BAB I
PENDAHULUAN

Kasus psoriasis makin sering dijumpai. Meskipun penyakit ini tidak menyebabkan kematian,tetapi menyebabkan
gangguan kosmetik, terlebih lagi mengingat bahwa perjalananya menahun danresidif.Insiden pada orang kulit
putih lebih tinggi dari pada penduduk kulit bewarna. Di Eropadilaporkan sebanyak 3-7% di Amerika Serikat 1-
2%, sedangkan di jepang 0,6%. Pada bangsa berkulithitam, misalnya di Afrika, jarang dilaporkan, demikian pula
bangsa Indian di Amerika.Insiden pada pria agak lebih banyak dari pada wanita, psoriasis terdapat pada semua
usia. Tetapiumumnya pada orang dewasa.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.DEFINISI
Psoriasis adalah penyakit yang penyebabnya autoimun, bersifat kronik dan residif, ditandaidengan adanya bercak
bercak eritema berbatas tegas dengan skuama yang kasar, berlapis lapis dantransparan disertai fenomena tetesan
lilin, autpitz dan kobner. Psoriasis Vulgaris ialah yang lazim terdapatkarena itu disebut vulgaris, dinamakan pula
tipe plak karena lesi lesinya umunya berbentuk plak. 1

B.SINONIM
Psoriasis juga disebut psoriasis vulgaris berarti psoriasis yang biasa, karena ada psoriasi lainmisalnya pustulosa.

C.ETIOLOGI
Penyebab psoriasis vulgaris belum jelas tetapi yang pasti adalah pembentukan epidermis yang di percepat.
Faktor faktor lain yang diduga menimbulkan penyakit ini antara lain genetic, imunologi,
dan beberapa faktor pencetus (stress psikis, obat, gangguan metabolik) sangat berperan.2,3,4

D.PATOGENESIS
Perubahan morfologik dan kerusakan sel epidermis akan menimbulkan akumulasi sel monositdan limfosit pada
puncak papil dermis dan di dalam stratum basalis sehingga menyebabkan pembesaran
E.GEJALA KLINIS
Keadaan umum tidak di pengaruhi, kecuali pada psoriasis yang menjadi eritroderma. Sebagian penderita
mengeluh gatal ringan. Tempat predileksi pada scalp, perbatasan daerah tersebut dengan
muka,ekstremitas bagian ekstensor terutama bagian siku serta lutut, dan daerah lumbosakral.Kelainan kulit terdiri
atas bercak bercak eritema yang meninggi (plak) dengan skuama diatasnya.Eritema sirkumstrip dan merata, tetapi
pada stadium penyembuhan sering eritema yang ditengah menghilang dan hanya terdapat di pinggir. Skuama
berlapis lapis, kasar dan berwarna putih seperti mikadan transparan.Besar kelainan bervariasi, lentikuler,
nummular atau plakat, dapat berklofuensi. Jika seluruhnyaatau sebagian besar lentikuler disebut psoriasis gutata,
biasanya pada anak-anak dan dewasa muda danterjadi setelah infeksi akut oleh Streptococcus Pada
psoriasis terdapat fenomena tetesan lilin, autpitz dan kobner. Kedua fenomena yang disebutterlebih dahulu
dianggap khas, sedangkan yang terakhir tidak khas, hanya kira kira 47% yang positif dandidapati pula pada
penyakit lain, misalnya liken planus dan veruka plana juvenilis.Fenomena tetesan lilin ialah skuama yang berubah
warnanya menjadi putih pada goresan, seperti lilin yang digores, disebabkan oleh berubahnya indeks bias. Cara
menggores dapat dengan pinggir gelasalas. Pada fenomena auspitz tampak serum atau darah berbintik bintik yang
disebabkan oleh papilomatosis. Psoriasis juga dapat menyebabkan kelainan kuku, yakni sebanyak kira-kira
50% yang agak khasialah yang disebut pitting Nail atau nail pit berupa lekukan-lekukan milliar. Kelainan
yang tak khas ialahkuku yang keruh, tebal, bagian distalnya terangkat karena terdapat lapisan tanduk
dibawahnya(hyperkeratosis subungual), dan onikolosis.Di samping menimbulkan kelainan pada kulit dan kuku,
penyakit ini dapat pula menyebabkankelainan pada sendi (atritis psoriatik), terdapat pada 10-15% pasien psoriasis.
Umumnya pada sendi distal interfalang. Umumnya bersifat poliartikular. Tempat predileksinya pada sendi
interfalangs distal,terbanyak pada usia 30-50 tahun. Sendi membesar, kemudian terjadi ankilosis dan lesi
subkorteks.Kelainan pada mukosa jarang ditemukan sehingga tidak penting untuk di bicarakan.Pada Psoriasis
terdapat berbagai bentuk klinis.

1.Psoriasis Vulgaris Bentuk ini ialah yang lazim terdapat karena itu disebut vulgaris, dinamakan pula tipe
plak karena lesi lesinya umumnya berbentuk plak.

2.Psoriasis Gutata Diameter kelainanya biasanya tidak melebihi 1 cm. timbulnya mendadak dan
diseminata,umumnya setelah infeksi Streptococcus di saluran nafas bagian atas sehabis influenza ataumorbili,
terutama pada anak dan dewasa muda. Selain itu juga dapat timbul setelah infeksiyang lain, baik bakterial maupun
viral.

3.Psoriasi Inversa (Psoriasis fleksural)Mempunyai tempat predileksi pada daerah fleksor sesuai dengan namanya.

4.Psoriasis EksudativaBentuk tersebut sangat jarang. Biasanya kelainan psoriasis kering, tetapi pada bentuk
inikelainanya berbentuk eksudatif seperti dermatitis akut.

5.Psoriasis Seboroik (seboriasis) Gambaran klinis psoriasis seboroik merupakan gabungan antara psoriasis dan
dermatitisseboroik, skuama yang biasanya kering menjadi agak berminyak dan agak lunak. Selain berlokasi
pada tempat yang lazim, juga terdapat pada tempat seboroik.

6.Psoriasis Pustulosa Terdapat 2 bentuk psoriasis pustulosa, bentuk lokalisata dan bentuk generalisata.
Bentuk lokalisata, contohnya psoriasis pustulosa palmo-plantar (Barber). Bersifat kronik residif
danmengenai telapak tangan atau telapak kaki atau keduanya. Berupa pustule yang berkelompok diatas kulit yang
eritematosa disertai gatal. Sedangkan bentuk generalisata , contohnya psoriasis pustulosa generalisata akut
(Von Zumbusch). Penyebab tersering karena penghentian penggunaan kortikosteroid sistemik.

7.Eritroderma psoriaticDisebabkan oleh penggunaan topikal yang terlalu kuat atau oleh penyakitnya sendiri
yangmeluas. Biasanya lesi yang khas untuk psoriasis tidak tampak lagi Karena eritema danskuama yang tebal dan
universal. Ada kalanya lesi psoriasis masih tampak samar samar,yakni lebih eritematosa dan kulitnya meninggi.

F.CARA PEMERIKSAAN

1. Karsvlek phenomena
(phenomena bercak lilin) yaitu skuama psoriasis dikerok akan terlihatwarna keruh seperti kerokan lilin.
2.Auspitz sign
yaitu bila cara mengerok tadi diteruskan akan terlihat titik titik perdarahan olehkarena terkena papilla dermis pada
ujung ujung yang memanjang.
3.Kobner phenomena
yaitu bila pada kulit masih normal terkena trauma atau garukan makaakan timbul lesi baru yang bersifat sama
dengan yang telah ada. Sifat seperti ini jugaditemukan pada liken planus, liken nitidus, veruka plana dan
eksematoid dermatitis.

G.HISTOPATOLOGI
Psoriasis memberi gambaran histopatologik yang khas, yakni parakeratosis dan akantosis. Padastratum spinosum
terdapat kelompok leukosit yang disebut abses Munro. Serta terdapat pula papilomatosis dan vasodilatasi di
subepidermis.

H.DIAGNOSISDiagnosis dapat ditegakkan secara :


1.Klinis
2.HistopatologiI.

DIAGNOSIS BANDING
1.M.H. tipe T
2.Lues Stadium II
3.Pitiriasis rosea

DAFTAR PUSTAKA
Djuanda, dkk. Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta(2002).
Siregar, R. S. Atlas Bewarna Saripati Penyakit Kulit. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta (1996).
Sularsito, Sri Adi. Dkk. Dermatologi Praktis. Perkumpulan Ahli Dermato Venereologi Indonesia, Jakarta(1986)
Wirya Duarsa. Dkk. Pedoman Diagnosis Dan Terapi Penyakit Kulit Kelamin RSUP Denpasar. Lab/ SMFIlmu
Penyakit Kulit Dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar(2000)Murtiastutik, D. Penyakit
Kulit Dan Kelamin Edisi 2. Airlangga University Press (2011) Surabaya.