Anda di halaman 1dari 2

Malaria

Malaria merupakan sebuah penyakit yang dapat mengancam kehidupan manusia, penyakit ini
disebabkan oleh parasit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.
Setengah dari populasi penduduk dunia memiliki resiko terkena malaria. Menurut WHO
malaria masih menjadi masalah kesehatan utama sebagian besar Negara di Dunia, dalam
buku The World Malaria Report 2012, diketahui terdapat 219 juta kasus malaria dengan
angka kematian sebesar 660.000 jiwa ditahun 2010. Di Indonesia Malaria telah menjadi
masalah kesehatan sejak lama. Prevalensi malaria di Indonesia masih tinggi, mencapai
417.819 kasus positif pada tahun 2012. Syarat sebuah daerah bebas malaria adalah Annual
Parasite Incident (API) atau insiden tahunan dibawah satu per 1.000 penduduk dan tidak
terdapat kasus malaria pada penduduk lokal selama tiga tahun berturut-turut. Namun faktanya
di Indonesia angka Annual Parasite Incident (API) masih berkisar di angka 1,69 per 1.000
penduduk di tahun 2012, hal ini tentunya menggindikasikan bahwa Indonesia belum terbebas
dari malaria.
Strategi Global untuk menggendalikan penyakit malaria di tekankan pada deteksi dini kasus
malaria. Deteksi dini bertujuan mendeteksi gejala malaria sejak dini agar dapat dilakukan
pertolongan secepat mungkin sebelum malaria memasuki fase lanjutan yang bisa berujung
pada kematian. Sistem surveilans malaria merupakan suatu upaya untuk melakukan deteksi
dini gejala dan kasus malaria. Sistem surveilans dilakukan dari tingkat akar rumput sampai
ketingkat pusat, mengumpulkan data-data dan mengolah serta menganalisisnya menjadi
sebuah informasi sebagai dasar pengambilan keputusan penanggulangan malaria.
Adanya mekanisme hiraki dalam pelaporam dari level akar rumput sampai ketingkat
pusat, membuat sering terjadi keterlambatan penyampain informasi ke level yang lebih
tinggi, sehingga informasi yang seharusnya dianalisis sebagai dasar pengambilah keputusan
tidak bermakna lagi. Hal tentunya memberikan efek yang sangat besar terhadap upaya
penanggulangan malaria, dimana bisa saja terjadi salah intervensi akibatnya buruknya
informasi yang didapat.
Dari hal tersebut maka diperlukan sebuah sistem yang mampu dengan cepat dan
efektif dalam penyampain informasi dari tingkat akar rumput samapi kepusat. Dengan hal
tersebut maka perlu adanya pengembangan dan implementasi sistem berbasis teknologi
informasi kesehatan untuk mengumpulkan informasi mengenai malaria dari petugas
kesehatan mulai dari tingkat akar rumput dengan menggunakan telepon seluler, menyimpan
data pada server database, menghasilakan laporan analisis dan grafik secara online dan
mampu menggambarakan sebaran kasus dalam bentuk peta dengan menggunakan sistem
informasi geografis (GIS)

Kerangka Konsep

Angka kasus malaria menurun

Informasi secara realtime


Pengembangan Sistem
Informasi Surveilance untuk
Performa program Malaria membantu monitoring dan
Pengembangan sistem deteksi dini kasus malaria
dengan metode rapid
application development
prototyping