Anda di halaman 1dari 5

BAB I

ANALISIS SITUASI

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 55 unit PW-
121 bertempat di Dusun Beran dan Winongsari, Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten
Purworejo, Jawa Tengah. KKN ini diadakan mulai tanggal 31 Juli 2017 sampai dengan 31
Agustus 2017. Kecamatan Bener merupakan kecamatan yang terletak di Kabupaten Purworejo
sebelah timur Laut, berbatasan dengan Kecamatan Loano dan Kecamatan Gebang, dan
berbatasan juga dengan Kabupaten Magelang dan Kabupaten Wonosobo.

Desa Wadas merupakan desa yang berada di kaki bukit, sehingga udaranya sejuk, dan
berkabut saat pagi. Untuk mencapai Desa Wadas dari Yogyakarta terdapat beberapa jalur.
Untuk jalur motor dan mobil dapat ditempuh dengan rute Jalam Magelang- Jalan Magelang-
Purworejo-Jl. Raya Salaman-Borobudur-Bener-Wadas. Rute tersebut dapat dilalui oleh
kendaraan bermotor maupun mobil.

Gambar 1.1 Peta Akses Jarak Menuju Desa Wadas dari Kampus Terpadu UII

Desa Wadas terdiri dari sebelas dusun yaitu Kaliancar I, Kaliancar II, Karang, Krajan,
Kalimanggis, Gowok, Kaligendol, Randuparang, Winongsari, Beran, Kaliawis. Dusun Beran
dan Winongsari merupakan wilayah kerja KKN unit PW-121 dalam melaksanakan program-
programnya.
1.1 Kegiatan Pra Pelaksanaan
1.1.1 Observasi
Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan yang ada di
Dusun Beran dan Winongsari, Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten
Purworejo, Jawa Tengah. Dengan adanya observasi diharapkan penyusun
mendapatkan informasi yang pada nantinya akan muncul suatu masalah ataupun
kekurangan yang ada di Dusun Beran dan Winongsari. Sasaran observasi penyusun
dilakukan pada seluruh elemen yang ada di Dusun Beran dan Dusun Winongsari
baik itu pejabat pemerintahan dusun, tokoh pemuda masyarakat hingga ke
masyarakat biasa. Masa observasi dimulai pada tanggal 31 Juli 2017 sampai dengan
6 Agustus 2017 pada masa observasi penyusun melakukan pengamatan,
mengumpulkan data, mengidentifikasi masalah, dan merencanakan kerja tindak
lanjut. Hasil observasi kemudian akan dijadikan landasan dari program yang
dijalankan.

Sumber Metode Jumlah


No Tanggal/Jam Lokasi Jam
Informasi Penelitian

Senin, 31 Juli 2017 Bapak Asruri Wawancara Rumah 2 jam


1. 15.00 - 17.00 Bapak Asruri
(Beran)
Selasa, 1 Agst 2017 Bapak Saefudin Wawancara, Rumah 5 jam
08.30 - 10.00 Bapak Khabib diskusi dan bapak
10.00 - 10.50 Ibu Muslikah observasi Saefudin
10.50 11.30 Dusun Beran
2. 15.30 17.30
Bapak Sudiman Rumah
Bapak
Sudiman
(Winongsari)
Rabu, 2 Agst 2017 Bapak Slamet Wawancara Rumah 2 jam
11.30 13.00 Bapak
9.
Slamet
(Winongsari)
13.15 14.15 Bapak Sodi Rumah 2 jam
Bapak Sodi
(Beran)
Jumlah jam 11 jam

Tabel 1.1 Rincian Kegiatan Observasi


Rincian dari hasil observasi adalah sebagai berikut:
1. Kondisi Alam dan Potensi Fisik
Desa Wadas merupakan desa yang terletak di kaki Bukit sehingga cuacanya
dingin saat pagi hari. Pada daerah seperti ini terdapat banyak tumbuhan dan tanaman
yang bisa ditanam untuk dikonsumsi sehari-hari. Selain itu di daerah dusun yang
landai, terdapat hamparan sawah warga. Disekitar desa Wadas terdapat banyak pohon
kelapa, pohon bambu, pohon pisang, temulawak, dll.
Karena berada di daerah kaki bukit dan struktur tanah yang tidak rata, maka di
daerah Desa Wadas rawan terjadi tanah longsor, tetapi hal tersebut sangat jarang. Di
Desa Wadas juga masih sangat minim lampu-lampu penerangan jalan, sehingga untuk
perjalanan malam sangat tidak disarankan.
Semua dusun di Desa Wadas memiliki kondisi alam yang sama. Di Desa wadas
ini rata-rata hampir semua dusun tidak memiliki kekayaan alam yang dapat dijadikan
tempat wisata. Kecuali dusun Kaliancar II yang memiliki potensi lahan yang dapat
dijadikan Bumi Perkemahan dan Dusun Kaliawis yang terdapat embung serta
pemandangan yang indah saat melihat matahari terbenam karena letak dusun tersebut
di puncak bukit.

2. Kondisi Perekonomian
Mata pencaharian sebagian besar penduduk Dusun Beran dan Dusun
Winongsari adalah bertani dan berkebun. selain itu ada yang membuka warung
kelontong ataupun bengkel. Namun hampir semua warga Dusun Beran dan Dusun
Winongsari membuat besek dan baki di waktu luang mereka setelah bertani atau
berkebun. Ada beberapa juga yang mempunyai warung.
Karena di daerah Dusun Winongsari terdapat banyak lahan sawah maka warga
Dusun Beran yang bersampingan dengan Dusun Winongsari memiliki lahan di daerah
tersebut, sehingga hampir sebagian besar mata pencaharian utama penduduknya
adalah bertani dan berkebun. Tetapi saat waktu luang selepas bertani warga dusun
Beran dan Dusun Winongsari memanfaatkan tumbuhan bambu yang sangat banyak
di daerah tersebut dan dijadikan ibu-ibu sebagai bahan utama membuat besek dan
bapak-bapak untuk membuat baki. Mayoritas warga membuat besek karena ada
pengepul yang datang ke Dusun Beran dan Dusun Winongsari untuk mengambil
besek yang telah jadi. Besek dipatok oleh pengepul dengan harga Rp. 1.100
sedangkan baki Rp. 3.250 Mayoritas warga Dusun Beran dan Dusun Winongsari
takut untuk melakukan perubahan dalam hal ekonomi. Dimana sebenarnya bambu
bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih berkualitas sehingga nilai jualnya juga lebih
tinggi dan masyarakatpun dapat menghasilkan pendapatan yang lebih banyak.
Masyarakat takut berinovasi karena mereka takut barang yang dihasilkan selain besek
atau baki, akan terjual dalam waktu lama dan tidak pasti. Hal ini disebabkan karena
saat warga Dusun Beran dan Dusun Winongsari membuat besek mereka tidak perlu
berusaha menjualkan besek tersebut karena ada pengepul yang menjemput hasil
besek yang teah jadi. Dari situlah warga kurang memiliki kemauan untuk berusaha
menghasilkan sesuatu yang lebih.
3. Kondisi Sosial Masyarakat
a. Agama
Penduduk di Dusun Beran dan Dusun Winongsari hampir semuanya
beragama islam. Sejumlah sarana ibadah yang dimiliki Dusun Winongsari adalah
masjid yang berukuran sedang dan di samping Masjid Winongsari terdapat
bangunan yang dijadikan madrasah untuk anak-anak Dusun Beran dan Dusun
Winongsari belajar agama seperti mengaji, doa-doa dan pelajaran agama setiap
hari Minggu, Rabu dan Jumat pukul 14.00-16.00 WIB.
Di Dusun Winongsari rutin diadakan tahlilan khusus untuk bapak-bapak
setiap malam Jumat, sedangkan untuk ibu-ibu rutin mengadakan Berjanjen setiap
hari Minggu siang. Sedangkan di Dusun Beran bapak-bapak rutin mengadakan
tahilan setiap malam Jumat di mana tahlilan tersebut diadakan bergiliran di
rumah-rumah warga Beran. Sedangan ibu-ibu Dusun Beran rutin mengadakan
Berjanjen setiap hari Senin siang dua minggu sekali.

b. Pendidikan
Di Dusun Beran dan Dusun Winongsari kebanyakan anak-anak remaja
merantau ke luar desa untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Jadi
mayoritas penduduk Dusun Beran dan Dusun Winongsari berumur 35 keatas dan
anak anak Sekolah Dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP). Anak-
anak yang beranjak SMA merantau untuk mendapatkan pendidikan yang lebih
baik dan langsung melanjutkan baik kuliah ataupun bekerja di luar desa.
c. Olahraga
Sarana olahraga yang terdapat di Dusun Winongsari yaitu lapangan voli.
1.1.2 Sosialisasi
Sosialisasi dimaksudkan untuk memberi informasi kepada masyarakat Dusun
Kebohan, khususnya para sasaran program, tentang program-program yang akan
dilaksanakan. Sosialisasi dilakukan setelah masa observasi dan penyusunan
program kegiatan.
Tabel 1.2 Rincian kegiatan sosialisasi
No Hari/Tanggal/Jam Rincian Kegiatan Tempat Jumlah
kegiatan jam

1. Jumat, 04 Agst 2017 Rapat koordinasi desa Balai Desa 3 jam


10.00 12.30 dan sosialisasi program
kerja unit dan individu
skala Desa
2. Minggu, 5 Feb 2017 Sosialisasi Program Door to 4 jam
13.00 15.30 Individu secara langsung door
16.00 17.30 ke sasaran program rumah
warga
Dusun
Beran
Jumlah Jam 6,5 jam