Anda di halaman 1dari 34

MAKALAH

OBAT KELENJAR ENDOKRIN (HORMON)

Disusun Oleh :

MITRYA MAYA MINTJE

EMELIA KOMALIG

JESIKA TUWONAUNG

IMELDA MANOPPO

RIDWAN ADANG

Kelompok 3

D3/1B

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN

POLTEKKES KEMENKES
MANADO

2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena atas
penyertaan-Nya sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah
ini berisi tentang OBAT KELENJAR ENDOKRIN.

Dalam penyusunan makalah ini, penulis banyak mendapat tantangan dan


hambatan, akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan


masih memiliki banyak kekurangan terutama dari segi penulisan,dan kata-kata.
Maka dari itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk
penyempurnaan makalah ini selanjutnya.

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.

Penulis

Kelompok 3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................2
DAFTAR ISI............................................................................................................3

BAB I.......................................................................................................................4
PENDAHULUAN...................................................................................................4
1.1 Latar belakang...........................................................................................4
1.2 Rumusan masalah......................................................................................5
1.3 Tujuan........................................................................................................5
1.4 Manfaat......................................................................................................5
BAB II......................................................................................................................7
PEMBAHASAN......................................................................................................7
2.1 Gambaran umum sistem endokrin.............................................................7
2.2 Jenis-jenis kelenjar dalam sistem endokrin...............................................8
2.3 Obat Gangguan Endokrin........................................................................16
2.4 Obat Antidiabetik Oral............................................................................18
2.5 Hormon....................................................................................................18
2.6 Hormon Pada Wanita...............................................................................20
2.7 Hormon Pada Pria...................................................................................20
2.8 Kontrasepsi..............................................................................................21
BAB III..................................................................................................................30
PENUTUP..............................................................................................................30
3.1 Kesimpulan..............................................................................................30
3.2 Saran........................................................................................................31
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................31
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Kelenjar endokrin atau kelenjar buntu adalah kelenjar yang nengirimkan


hasil sekresinya langsung ke dalam darah ang beredar dalam jaringan kelenjar
tanpa melewati duktus atau saluran dan hasil sekresinya disebut hormon.
Secara umum sistem endokrin adalah sistem yang berfungsi untuk
memproduksi hormon yang mengatur aktivitas tubuh. Terdiri atas kelenjar tiroid,
kelenjar hipofisa/putuitari, kelenjar pankreas, kelenjar kelamin, kelenjar
suprarenal, kelenjar paratiroid dan kelenjar buntu. Beberapa dari organ endokrin
ada yang menghasilkan satu macam hormon (hormon tunggal) disamping itu juga
ada yang menghasilkan lebih dari satu macam hormon atau hormon ganda
misalnya kelenjar hipofise sebagai pengatur kelenjar yang lain.
Sistem endokrin, dalam kaitannya dengan sistem saraf, mengontrol dan
memadukan fungsi tubuh. Kedua sistem ini bersama-sama bekerja untuk
mempertahankan homeostasis tubuh. Fungsi mereka satu sama lain saling
berhubungan, namun dapat dibedakan dengan karakteristik tertentu. Misalnya,
medulla adrenal dan kelenjar hipofise posterior yang mempunyai asal dari saraf
(neural). Jika keduanya dihancurkan atau diangkat, maka fungsi dari kedua
kelenjar ini sebagian diambil alih oleh sistem saraf. Bila sistem endokrin
umumnya bekerja melalui hormon, maka sistem saraf bekerja melalui
neurotransmiter yang dihasilkan oleh ujung-ujung saraf.
Kelenjar endokrin melepaskan sekresinya langsung ke dalam darah .
Kelenjar endokrin ini termasuk hepar, pancreas (kelenjar eksokrin dan endokrin),
payudara, dan kelenjar lakrimalis untuk air mata. Sebaliknya, Kelenjar eksokrin
melepaskan sekresinya kedalam duktus pada permukaan tubuh, sepertikulit, atau
organ internal, seperti lapisan traktusintestinal.
Jika kelenjar endokrin mengalami kelainan fungsi, maka kadar hormon
di dalam darah bisa menjadi tinggi atau rendah, sehingga mengganggu fungsi
tubuh.
Untuk mengendalikan fungsi endokrin, maka pelepasan setiap hormon harus
diatur dalam batas-batas yang tepat. Tubuh perlu merasakan dari waktu ke waktu
apakah diperlukan lebih banyak atau lebih sedikit hormon.
1.2 Rumusan masalah

Dengan memperhatikan ulasan singkat latar belakang di atas, maka dapat


disusunlah rumusan masalah sebagai berikut:

1. Apakah yang dimaksud dengan sistem endokrin ?

2. Mana saja yang merupakan bagian dari sistem endokrin ?

3. Apa saja jenis kelenjar yang termasuk dalam sistem endokrin ?

4. Apa fungsi dari sistem endokrin ?

5. Bagaimana cara kerja sistem endokrin dalam tubuh normal ?

6. Bagaimana jika sistem endokrin mengalami kerusakan ?

1.3 Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah :

1. Untuk memenuhi tugas perbaikan nilai Mata kulaih Ilmu Biomedik Dasar.

2. Untuk mengetahui apakah yang dimaksud dengan sistem endokrin.

3. Untuk mengetahui dan memahami mana saja yang merupakan bagian dari
sistem endokrin.

4. Untuk mengetahui apa saja jenis kelenjar yang termasuk dalam sistem
endokrin.

5. Untuk mengetahui fungsi dari sistem endokrin.

6. Untuk mengetahui sebenarnya bagaimana cara kerja sistem endokrin


dalam tubuh normal.

7. Untuk mengetahui bagaimana jika sistem endokrin mengalami kerusakan.

1.4 Manfaat

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah :

1. Mahasiswa mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan sistem


endokrin.
2. Mahasiswa mengetahui dan memahami juga dapat menunjukkan mana
saja yang merupakan bagian dari sistem endokrin.

3. mahasiswa mengetahui apa saja jenis kelenjar yang termasuk dalam sistem
endokrin.

4. mahasiswa mengetahui dan memahami fungsi dari sistem endokrin.

5. mahasiswa dapat mengetahui sebenarnya bagaimana cara kerja sistem


endokrin dalam tubuh normal.

6. mahasiswa dapat mengetahui bagaimana jika sistem endokrin mengalami


kerusakan
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Gambaran umum sistem endokrin

Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf untuk mengatur dan


mengkoordinasi aktivitas tubuh. Pengendalian endokrin di perantarai oleh
pembawa pesan kimia yang disebut hormon, hormon ini dilepas oleh kelenjar
endokrin ke dalam cairan tubuh, diabsorbsi ke dalam aliran darah, dan di bawah
melalui sistem sirkulasi menuju jaringan atau sel target.

Hormon mempengaruhi sel target melalui reseptor hormon, yaitu molekul


protein yang memiliki sifat pengikat untuk hormon tertentu. Respon hormonal
tubuh biasanya lebih lambat, durasi lebih lama, dan distribusinya lebih luas dari
pada respons langsung otot dan kelenjar terhadap stimulus sistem saraf.

Kelenjar endokrin tidak memiliki duktus. Kelenjar ini mengsekresi


langsung ke dalam cairan jaringan di sekitar sel-selnya. Kelenjar endokrin
biasanya mengsekresi lebih dari satu jenis hormon (kelenjar paratiroid yang hanya
mengsekresi hormon para tiroid merupakan suatu pengecualian). Dalam tubuh
manusia telah diidentifikasi sekitar 40 sampai 50 jenis hormon. Hormon-hormon
baru ditemukan di berbagai bagian tubuh termasuk di saluran gastrointestinal,
sistem saraf pusat, dan saraf perifer.

Konsentrasi hormon dalam sirkulasi rendah. Hormon yang bersirkulasi


dalam aliran darah hanya sedikit jika di bandingkan dengan zat aktif biologis
lainnya, seperti glukkosa dan kolesterol. Walaupun hormon dapat mencapai
sebagian besar sel tubuh, hanya sel target tertentu yang memiliki reseptor spesifik
yang dapat di pengaruhi.

Kelenjar endokrin memiliki persediaan pembuluh darah yang baik. Secara


mikrobiologis, kelenjar tersebut terdiri dari korda atau sejumlah sel sektori yang
dikelilingi banyak kapiler dan di topang jaringan ikat.

Sekresi diurnal adalah pola yang naik dan turun dalam periode 24 jam.
Kortisol adalah contoh hormon diurnal. Kadar kortisol meningkat pada pagi hari
dan turun pada malam hari. Pola sekresi hormonal pulsatif dan siklik naik turun
sepanjang waktu tertentu, seperti bulanan. Estrogen adalah non siklik dengan
puncak dan lembahnya menyebabkan siklus menstruasi. Tipe sekresi hormonal
yang ketiga adalah variabel dan tergantung pada kadar subtrat lainnya. Hormon
paratiroid disekresi dalam berespons terhadap kadar kalsium serum.
Hormon bekerja dalam sistem umpan balik, yang memungkinkan tubuh
untuk dipertahankan dalam situasi lingkungan optimal. Hormon mengontrol laju
aktivitas selular.Hormon tidak mengawali perubahan biokimia, hormon hanya
mempengaruhi sel-sel yang mengandung reseptor yang sesuai, yang melakukan
fungsi spesifik.
Hormon mempunyai fungsi dependen dan interdependen. Pelepasan
hormon dari satu kelenjar sering merangsang pelepasan hormon dari kelenjar
lainnya. Hormon secara konstan di reactivated oleh hepar atau mekanisme lain
dan diekskresi oleh ginjal.

2.2 Jenis-jenis kelenjar dalam sistem endokrin

1. Kelenjar hipofisis anterior dan posterior

Hipofisis disebut juga kelenjar pituitary. Hipofisis merupakan kelenjar


kecil di rongga bertulang terletak di dasar otak dibawah hipotalamus sekitar 2cm.
Dihubungkan ke hipolalamus oleh tangkai kecil (infundibulum). Kelenjar
hipofisis disebut master gland karena dapat menghasilkan hormon dan hormon
yang dihasilkan oleh hipofisis dapat merangsang kelenjar lain untuk menghasilkan
hormon lain.

a) Kelenjar hipofisis posterior


Secara embriologis kelenjar hipofisis posterior berasal dari pertumbuhan
otak yang terdiri dari jaringan saraf (neurohipofisis). Hipofisis posterior di
hubungkan ke hipotalamus mealuil jalur saraf. Hipofise posterior membentuk
sistem neurosekresi yang mengeluarkan vasopresin dan oksitosin. Pengeluaran
hormon dari hipofise posterior dikontrol oleh hipotalamus.

Hipofisis posterior terdiri dari hormon oxytosin yang berfungsi untuk


regulasi kontraksi rahim dan membantu dalam proses pengeluaran asi setelah
melahirkan, hormon relaxin yang berfungsi membukanya simphisis pubis, dan
ADH (Anti Diuretika Hormon) atau pitressin atua vasopressin yang berfungsi
untuk mencegah agar urin yang keluar tidak terlalu banyak ( in put = out put).

b) Kelenjar hipofisis anterior

Kelenjar hipofisis anterior terdiri dari jaringan epitel kelenjar yang berasal dari
penonjolan atap mulut yang disebut adenohipofisis. Hipofisis anterior di
hubungkan melalui pembuluh darah. Pengeluaran hormon dari anterior dikontrol
oleh hipotalamus. Hormon yg dikeluarkan hipofise anterior yaitu:

1) hormon pertumbuhan ( growth hormon atau GH )

Hormon ini bekerja pada tulang, otot, tulang rawan, kulitdan bekerjanya
sangat terbatas. Pada pria sejak lahir sampai dengan 21 tahun dan pertmbuhan
drastisnya terjadi pada usia 13 sampai 16 tahun. Pada wanita sejak lahir hingga
usia 18 tahun, dan pertumbuhan drastisnya terjadi saat usia 9 sampai 12 tahun.

GH ini sangat dipengaruhi oleh kadar glukosa dalam darah contohnya bila
selesai makan kadar gula dlm darah akan meningkat, dan GH tidak bekerja. Bila
kadar gula dalam darah menurun, GH bekerja secara maksimal. Bila GH bekerja
normal maka tubuh akan normal. Bila hipersekresi maka tubuh manusia akan
menjadi raksasa (giant). Bila hiposekresi maka tubuh manusia akan menjadi
kerdil/cebol.

2) Thyroid stimulating hormon ( TSH atau tirotropin)

Hormon ini mempengaruhi kelenjar thyroid. Hormon ini menghasilkan


thyroksin (t4), liotironin (t3) dan kalsitonin.

3) Hormon Adrenokortikotropik ( ACTH)


Hormon ini dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu Glukokortikoid
sebagai penghasil gula, Mineralokortikoid fungsinya mengatur keseimbangan ion
Na dan ion K, dan Gonadokortikoid. Gonadokortiroid untuk wanita adalah
hormon estrone & progesterone, sedangkan untuk pria adalah hormon
testosterone.

4) Prolaktin (PRL)

Hormon ini berfungsi pada saat persiapan produksi air susu ibu (asi).

5) Gonadotropin hormon (GTH)

Hormon ini menghasilkan FSH (follicle stimulating hormon) dan LH


(luteinizing hormon) atau ICSH (interstitial cell stimulating hormon). Pada wanita
FSH berfungsi untuk mematangkan sel telur sedangkan LH berfungsi menebalkan
dinding rahim dan mempertahankan implantasi janin. Sedangkan pada pria FSH
berfungsi mematangkan spermatogonium yang akan menjadi
spermatozoasedangkan LH atau ICSH akan menghasilkan sel leydig yang
memproduksi hormon testosterone.

Hormon pelepas (releasing) dan penghambat (inhibiting) hipotalamus


disalurkan ke hipofise melalui sistem porta hipotalamus - hipofisis untuk
mengontrol sekresi hormon hipofise anterior . Hormon pengatur hipotalamus
mencapai hipofise anterior melalui jalur vaskuler khusus ke sistem porta
hipotalamus hipofise. Sekresi hormon anterior dirangsang atau dihambat oleh 7
hormon hipofisiotropik yang terdiri dari Thyrotropin releasing hormon (TRH),
Cortikotropin releasing hormon (CRH), Gonadotropin releasing hormon (GNRH),
Growth hormon releasing hormon (GHRH), Prolacting releasing hormon (PRH)
hormon ini menghambat, Prolactin -relasing hormon (PRH) mengeluarkan,
menghambat, dan Prolakting inhibiting hormon (menghambat).

2. Kelenjar Tiroid

Terdiri atas 2 buah lobus yang terletak disebelah kanan dari trakea diikat
bersama oleh jaringan tiroid yang menyatu di bagian tengah oleh bagian sempit
kelenjar yang berbentuk seperti dasi kupu-kupu dan yang melintasi trakea di
sebelah depan. Merupakan kelenjar yang terdapat di dalam leher bagian depan
bawah, letaknya berada di atas trakea, tepat dibawah laring.

Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid. Hormon tiroid ini dibagi menjadi 2
jenis yaitu yang mengandung tiroksin (t4 ) dan triioditironin ( t3 ). Di luar tiroid
sebagian besar t4 yg disekresikan diubah jadi t3. Sebagian besar t3 dan t4
diangkut di darah dalam keadaan terikat ke protein plasma tertentu.

Sel sekretorik utama hormon tiroid tersusun membentuk gelembung berongga


berisi koloid yang membentuk unit fungsional yaitu folikel dan menjadi sel
folikel. Di ruang interstisium diantara folikel terdapat sel sekretorik ( sel c) yang
menghasilkan hormon kalsitonin. Sel folikel memfagosit koloid berisi tiroglobulin
untuk melakukan sekresi hormon tiroid.

Atas pengaruh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofise lobus anterior,
kelenjar tiroid ini dapat memproduksi hormon tiroksin. Adapun fungsi dari
hormon tiroksin yaitu mengatur metabolisme tubuh baik metabolisme karbohidrat,
protein dan lipid. Hormon Liotironin yang merupakan bahan baku thyroksin
dengan syarat harus ada ion iodium yang terdapat di dekat laut atau hasil dari laut
seperti ikan, garam yang beriodium. Hormon Kalsitonin yang merupakan bahan
baku pembentukkan parathormon yang juga disekresikan oleh kelenjar
parathyroid dan berfungsi untuk mengatur kadar kalsium (ion Ca2+) dalam darah.

Struktur kelenjar tiroid terdiri atas sejumlah besar vesikel-vesikel yang


dibatasi oleh epitelium silinder, disatukan oleh jaringan ikat. Sel-selnya
mengeluarkan sera, cairan yang bersifat lekat yaitu Koloidae tiroid yang me-
ngandung zat senyawa yodium dan dinamakan hormon tiroksin.

Fungsi kelenjar tiroid, terdiri dari:

a. Bekerja sebagai perangsang proses oksidasi.

b. Mengatur penggunaan oksidasi.

c. Mengatur pengeluaran karbondioksida.

d. Metabolik dalam hal pengaturan susunan kimia dalam jaringan.

e. Pada anak mempengaruhi perkembangan fisik dan mental.


3. Kelanjar Paratiroid

Terletak disetiap sisi kelenjar tiroid yang terdapat di dalam leher, kelenjar ini
bedumlah 4 buah yang tersusun berpasangan yang menghasilkan para hormon
atau hormon para tiroksin. Masing-masing melekat pada bagian belakang kelenjar
tiroid, kelenjar paratiroid menghasilkan hormon yang berfungsi mengatur kadar
kalsium dan fosfor di dalam tubuh. Kelenjar paratiroid memiliki panjang kira-kira
6 mm, lebar 3 mm, dan tebal 2 mm. Jika dilihat secara mikroskopik kelenjar ini
terlihat seperti lemak berwarna coklat kehitam-hitaman. Kelenjar ini sulit
ditemukan karena tampak seperti lobus kelenjar tiroid. Fungsi paratiroid adalah
Mengatur metabolisme fospor dan Mengatur kadar kalsium darah.

Hipofungsi, mengakibatkan penyakit tetani. Contohnya pada keadaan


Hipoparatiroidisme terjadi kekurangan kalsium di dalam darah atau hipokalsemia
mengakibatkan keadaan yang disebut tetani, dengan gejala khas kejang khususnya
pada tangan dan kaki disebut karpopedal spasmus, gejala-gejala ini dapat
diringankan dengan pemberian kalsium.

Hiperfungsi, mengakibatkan kelainan-kelainan seperti kelemahan pada otot-


otot, sakit pada tulang, kadar kalsium dalam darah meningkat begitu juga dalam
urin, dekolsifikasi dan deformitas, dapat juga terjadi patah tulang spontan.
Contohnya pada keadaan Hiperparatiroidisme biasanya ada sangkut pautnya de-
ngan pembesaran (tumor) kelenjar. Keseimbangan distribusi kalsium terganggu,
kalsium dikeluarkan kembali dari tulang dan dimasukkan kembali ke serum darah.
Akibatnya terjadi penyakit tulang dengan tanda-tanda khas beberapa bagian
kropos. disebut osteomielitis fibrosa sistika karena terbentuk kristal pada tulang,
kalsiumnya diedarkan di dalam ginjal dan dapat menyebabkan batu ginjal dan
kegagalan ginjal. Kelainan-kelainan di atas dapat juga terjadi pada tumor kelenjar
paratiroid.

4. Kelenjar adrenal

Merupakan kelenjar suprarenal yang jumlahnya ada 2, terdapat pada bagian


atas dari ginjal kiri dan kanan. Ukurannya berbeda-beda, beratnya rata-rata 5
sampai dengan 9 gram. Secar struktural dan fungsional kelenjar adrenal terdiri
dari 2 kelenjar endokrin yg menyatu yaitu bagian korteks dan medulla. Kelenjar
suprarenal ini terbagi atas 2 bagian yaitu:
a. Bagian luar yang berwarna kekuningan yang menghasilkan kortisol yang
disebut korteks. Korteks adrenal ini secara histologis terdiri dari 3 lapisan
(zona), yaitu Zona glomerulosa yang menghasilkan mineralokortikoid (95
% aldosteron) yang berfungsi untuk keseimbangan elektrolit dan
homeostasis tekanan darah, Zona fasikulata ( menghasilkan
glukokortikoid) yang memiliki efek metabolik , berperan dalam adaptasi
thd stress, dan Zona retikularis (glukokortikoid) dan hormon kelamin /
seks (gonadokortikoid).

b. Bagian medula yang menghasilkan adrenalin (epinefrin) dan nor adrenalin


(nor epinefrin). Medula adrenal ini terdiri dari sel-sel kromafin
( modifikasi neuron simpatis) yg bergerombol di sekitar kapiler darah dan
sinusoid. Bagian ini Mensekresi katekolamin ( neuron pascaganglion yg
mengalami modifikasi ) yaitu Epinefrin yang merangsang jantung, saraf
simpatis dan aktifitas metabolik dan Norepinefrin yang mempengaruhi
vasokonstriksi perifer dan tek darah.

Zat-zat ini disekresikan dibawah pengendalian sistem persarafan simpatis.


Sekresinya bertambah dalam keadaan emosi seperti marah dan takut, serta dalam
keadaan asfiksia dan kelaparan. Peningkatan jumlah zat menaikkan tekanan darah
guna melawan shok. Sedangkan Noradrenalin menaikan tekanan darah dengan
jalan merangsang serabut otot didalam dinding pembuluh darah untuk
berkontraksi, adrenalin membantu metabolisme kar-bohidrat dengan jalan
menambah pengeluaran glukosa dari hati.

Beberapa hormon terpenting yang disekresikan oleh korteks adrenal adalah


Hidrokortison, Aldosteron dan Kortikosteron. Semuanya bertalian erat dengan
metabolisme, pertumbuhan fungsi ginjal dan kondisi otot.

Fungsi kelenjar supra renalis bagian korteks yaitu Mengatur keseimbangan air,
elektrolit dan garam, Mengatur/mempengaruhi metabolisme lemak, hidrat arang
dan protein, dan Mempengaruhi aktifitas jaringan limfoid. Fungsi kelenjar
suprarenalis bagian medula terdiri dari Vaso konstriksi pembuluh darah perifer
dan Relaksasi bronkus.

Hipofungsi, menyebabkan penyakit addison. sedangkan Kelainan-kelainan


yang timbul akibat hiperfungsi mirip dengan tumor suprarenal bagian korteks
dengan gejala-gejala pada wanita biasa, terjadinya gangguan pertumbuhan seks
sekunder.

5. Pankreas

Terdapat pada belakang lambung di depan vertebra lumbalis I dan II terdiri


dari sel-sel alpa dan beta. Sel alpa menghasilkan hormon glukagon sedangkan sel-
sel beta menghasilkan hormon insulin. Hormon yang diberikan untuk pengobatan
diabetes, insulin merupakan sebuah protein yang dapat turut dicernakan oleh
enzim-enzim pencernaan protein. Fungsi hormon insulin adalah mengendalikan
kadar glukosa dan bila digunakan sebagai pengobatan, memperbaiki kemampuan
sel tubuh untuk mengobservasi dan menggunakan glukosa dan lemak.

Pulau Langerhans, Pulau-pulau langerhans berbentuk oval tersebar di seluruh


pankreas dan terbanyak pada bagian kedua pankreas.Dalam tubuh manusia
terdapat 1-2 juta pulau-pulau langerhans, sel dalam pulau ini dapat dibedakan atas
dasar granulasi dan pewarnaannya separuh dari sel ini mensekresi insulin, yang
lainnya menghasilkan polipeptida dari pankreas diturunkan pada bagian eksokrin
pankreas.

Fungsi kepulauan Langerhans adalah Sebagai unit sekresi dalam pengeluaran


homeostatik nutrisi, rnenghambat sekresi insulin, glikogen dan polipeptida
pankreas serta mengnambat sekresi glikogen. Pulau Langerhans ini mengeluarkan
Sel alfa yang mensekresi hormon Glukagon untuk meningkatkan kadar gula
darah, Sel beta yang mensekresi hormon Insulin yang fungsinya untuk
menurunkan kadar gula darah, Sel delta mensekresi hormon Somatostatin yang
fungsinya menghambat pelepasan insulin dan glucagon, dan Sel f yang
menghasilkan polipeptida pankreatik dan fungsinya untuk mengatur fungsi
eksokrin pancreas.

6. Kelenjar Pineal

Kelenjar ini terdapat di dalam otak, di dalam ventrikel berbentuk kecil merah
seperti sebuah Gemara. Terletak dekat korpus. Fungsinya belum diketahui dengan
jelas, kelenjar ini menghasilkan sekresi interns dalam membantu pankreas dan
kelenjar kelamin. Hormon yang dihasilkan adalah hormon melatonin yang
fungsinya untuk mengatasi jet lag atau perbedaan waktu antara negara bagi yg
bepergian. Melatonin ini paling banyak di produksi pada malam hari, dan paling
rendah pada jam 12 siang .

7. Kelenjar Timus

Kelenjar ini terletak di dalarn mediastinum di belakang os sternum, kelenjar


timus ini hanya dijumpai pada anak-anak di bawah 18 tahun. Kelenjar timus
terletak di dalam toraks kira-kira setinggi bifurkasi trakea, warnanya kemerah-
merahan dan terdiri atas 2 lobus. Pada bayi baru lahir sangat kecil dan beratnya
kira-kira 10grarn atau lebih sedikit. Ukurannya bertambah pada masa remaja dari
30-40 gram kemudian berkerut lagi. Kelenjar timus ini merupakan penghasil
hormon peptida yaitu timosin dan timopietin yang berfungsi dalam
perkembangan normal lymfosit dan respon imun tubuh. Hormon yang dihasilkan
kelenjar timus berfungsi untuk mengaktifkan pertumbuhan badan dan mengurangi
aktifitas kelenjar kelamin.

8. Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin ini terdiri dari kelenjar Testika yang terdapat pada pria.
Letaknya di skrotum dan menghasilkan hormon testosteron. Fungsi hormon
testosterone adalah menentukan sifat kejantanan, misalnya adanya jenggot, kumis,
jakun dan lain-lain, menghasilkan sel mani (spermatozoid) serta mengontrol
pekerjaan seks sekunder pada laki-laki. Dan kelenjar ovarika yang terdapat pada
wanita dan terletak pada ovarium di samping kiri dan kanan uterus. Kelenjar ini
menghasilkan hormon progesteron dan estrogen, hormon ini dapat mempengaruhi
pekerjaan uterus serta memberikan sifat kewanitaan, misalnya pinggul yang besar,
bahu sempit dan lain-lain.

Struktur endokrin lain penghasil hormone

Jantung, faktor atrial natriuretic yang menyebabkan urine bergaram.

Gaster, yang menghasilkan gastrin dan berfungsi untuk membantu dalam


proses gerak peristaltik yang teratur pada lambung, membentuk makanan
yang padat menjadi lunak atau dalam bentuk cair (chime) sehingga mudah
dicerna oleh usus halus.

Plasenta, hormon estrogen dan hormon progesteron, HCG ( tes


kehamilan).

Ginjal, hormon eritropoietin yang produksi eritrosit.

Kulit, kolekalsiferol yang menyebabkan Vitamin D tidak aktif dan sinar


matahari yang diaktifkan di ginjal membuat vit d3 lalu absorpsi ion Ca
dari usus.

2.3 Obat Gangguan Endokrin

Gangguan endokrin bisa terjadi kapan saja dan untuk cara pengobatannya
anda cukup dengan mengkonsumsi ace maxs secara rutin makan gangguan pada
endokrin anda akan sembuh dengan ace maxs yang terbuat dari perpaduan kulit
manggis dan daun sirsak ini sangat membantu untuk mengobati berbagai macam
penyakit ,(Obat Gangguan Endokrin).

Dengan Ace Maxs Obat Gangguan Endokrin

Ace maxs terbuat dari perpaduan kulit manggis dan daun sirsak yang
sangat baik untuk mengobati berbagai macam penyakit serta penyakit gangguan
endokrin dan ace maxs ini sangat ampuh mengobati penyakit tumor serta kanker
hal ini sudah terbukti . Ace Maxs memiliki kandungan Zat Xanthone (super
antioksidan tinggi yang dihasilkan dari kulit manggis) yang berkhasiat untuk
menangkal radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menghilangkan
toksin atau racun dalam tubuh, memperbaiki fungsi dan kerusakan organ dalam
tubuh, menyembuhkan peradangan dan infeksi, serta membunuh virus, bakteri,
jamur, parasit, dan protozoa penyebab penyakit. Selain itu Ace Maxs juga
memiliki kandungan Zat AntiKanker yang dihasilkan dari daun sirsak dan telah
terbukti 10.000 kali lebih efektif dalam melawan kanker dibandingkan kemoterapi
atau operasi. Zat AntiKanker dalam Ace Maxs berkhasiat untuk membunuh sel-sel
jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, menghambat penyebaran kanker,
melenyapkan tumor, kista, mioma, dan benjolan/tiroid baik di leher, di ketiak, di
payudara, serta di selangkangan paha,(Obat Gangguan Endokrin).

Manfaat Ace Maxs :

Konsumsi malam hari membuat tidur lebih nyenyak

Konsumsi pagi hari menambah energi dan vitalitas

Membantu mencegah penuaan dini (anti aging)

Membantu meningkatkan hormon pada pria dan wanita

Membantu mengatasi penyakit degeneratif (jantung, kanker, stroke,


diabetes, Alzheimer, HIV/AIDS) dan berbagai penyakit lainnya. Fungsi
Pencegahan & Pengobatan (preventive dan curative).
Pengertian Gangguan Endokrin

Sistem endokrin terdiri dari sekelompok organ (kadang disebut sebagai kelenjar
sekresi internal), yang fungsi utamanya adalah menghasilkan dan melepaskan
hormon-hormon secara langsung ke dalam aliran darah. Hormon berperan sebagai
pembawa pesan untuk mengkoordinasikan kegiatan berbagai organ tubuh.
Gangguan kelenjar endokrin bisa menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari
malnutrisi, gondok, diabetes, gangguan jantung, hipertensi, hingga tumor ganas
pada sistem pencernaan. Gangguan kelenjar endokrin umumnya disebabkan
perubahan gaya hidup yang cenderung meninggalkan pola sehat.

Hormon endokrin memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

Diproduksi dan disekresikan ke dalam darah oleh sel kelenjar endokrin


dalam jumlah yang sangat sedikit.

Diangkut oleh darah menuju ke sel/jaringan target.

Mengadakan interaksi dengan reseptor khusus yang terdapat di sel target.

Mempunyai pengaruh mengaktifkan enzim khusus.

Mempunyai pengaruh tidak hanya terhadap satu sel target tetapi dapat juga
mempengaruhi beberapa sel target yang berlainan.

2.4 Obat Antidiabetik Oral


Obat antidiabetik oral digunakan untuk pengobatan diabetes melitus tipe 2
(non-insulin dependent diabetes melitus, NIDDM). Obatobat ini hanya
digunakan jika pasien gagal memberikan respon terhadap setidaknya 3 bulan diet
rendah karbohidrat dan energi disertai aktivitas fisik yang dianjurkan. Obat
tersebut sebaiknya digunakan untuk meningkatkan efek diet dan aktivitas fisik
yang cukup, bukan menggantikannya.

Untuk pasien yang tidak cukup terkontrol dengan diet dan obat hipoglikemik
oral, insulin dapat ditambahkan pada dosis pengobatan atau sebagai pengganti
terapi oral. Jika insulin ditambahkan pada terapi oral, insulin biasanya diberikan
pada waktu akan tidur sebagai insulin isophane; tetapi jika insulin menggantikan
obat oral, biasanya diberikan sebagai injeksi insulin bifasik dua kali sehari (atau
insulin isophane dicampur dengan insulin soluble). Peningkatan berat badan dan
dapat menjadi komplikasi terapi insulin, tetapi peningkatan berat badan mungkin
dapat dikurangi jika insulin diberikan dalam kombinasi dengan metformin.

2.5 Hormon

Hormom adalah zat kimiawi yang dihasilkan tubuh secara alami. Begitu
dikeluakan, hormon akan dialirkan oleh dara menuju berbagai jaringan sel dan
menimbulkan efek tertentu sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Contoh efek hormon pada tubuh manusia :

Perubahan Fisik : yang ditandai dengan tumbuhnya rambut di daerah


tertentu dan bentuk tubuh yang khas pada pria dan wanita (payudara
membesar, lekuk tubuh feminin pada wanita dan bentuk tubuh maskulin
pada pria).

Perubahan Psikologis : Perilaku feminin dan maskulin, sensivitas,


mood/suasana hati.

Perubahan Sistem Reproduksi : Pematangan organ reproduksi, produksi


organ seksual (estrogen oleh ovarium dan testosteron oleh testis).

Di balik fungsinya yang mengagumkan, hormon kadang jadi biang keladi


berbagai masalah. Misalnya siklus haid yang tidak teratur atau jerawat yang
tumbuh membabi buta di wajah. Hormon pula yang kadang membuat kita senang
atau malah sedih tanpa sebab. Semua orang pasti pernah mengalami hal ini,
terutama saat pubertas.Yang pasti, setiap hormon memiliki fungsi yang sangat
spesifik pada masing-masing sel sasarannya. Tak heran, satu macam hormon bisa
memiliki aksi yang berbeda-beda sesuai sel yang menerimanya saat dialirkan oleh
darah.

Pada dasarnya hormon bisa dibagi menurut komposisi kandungannya yang


berbeda-beda sebagai berikut:

Hormon yang mengandung asam amino (epinefrin, norepinefrin, tiroksin


dan triodtironin).

Hormon yang mengandung lipid (testosteron, progesteron, estrogen,


aldosteron, dan kortisol).

Hormon yang mengandung protein (insulin, prolaktin, vasopresin,


oksitosin, hormon pertumbuhan (growth hormone).

Hormon-hormon ini bisa dibuat secara sintetis. Di antaranya adalah hormon


wanita yaitu estrogen dan progesteron yang dibuat dalam bentuk pil. Pil ini
merupakan bentuk utama kontrasepsi yang digunakan wanita seluruh dunia untuk
memudahkan mereka menentukan saat yang tepat: kapan harus mempunyai anak
dan jarak usia tiap anak.

2.6 Hormon Pada Wanita

Hormon wanita terutama dibentuk di ovarium (hormon pria dibentuk di testis).


Baik pria maupun wanita, pada dasarnya memiliki jenis hormon yang relatif sama.
Hanya kadarnya yang berbeda. Hormon seksual wanita antara lain progesteron
dan estrogen. Hormon seksual pria antara lain androstenidion dan testosteron
(androgen). Pada wanita, hormon seksual kewanitaannya lebih banyak ketimbang
pria. Begitu pula sebaliknya.

Estrogen

Estrogen merupakan bentukan dari androstenidion (hormon seksual pria yang


utama) yang dihasilkan ovarium. Selain androstenidion, ovarium juga
mengeluarkan testosteron dan dehidroepiandrosteron, tapi dalam jumlah yang
sedikit.

Hormon Progesteron

Hormon ini merupakan bentukan dari pregnenolon yang dihasilkan oleh


kelenjar dan berasal dari kolesterol darah.

Testosteron Dan Dehidroepiandrosteron

Hormon ini yang juga diproduksi oleh ovarium tetapi dalam jumlah yang
sangat sedikit. Hormon ini dibutuhkan oleh wanita karena berhubungan dengan
daya tahan tubuh dan libido (gairah seksual).

2.7 Hormon Pada Pria

Proses spermatogenesis distimulasi oleh sejumlah hormon, yaitu testoteron,


LH (Luteinizing Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen dan
hormon pertumbuhan.

Testoteron

Testoteron disekresi oleh sel-sel Leydig yang terdapat di antara tubulus


seminiferus. Hormon ini penting bagi tahap pembelahan sel-sel germinal untuk
membentuk sperma, terutama pembelahan meiosis untuk membentuk spermatosit
sekunder.

LH (Luteinizing Hormone)

LH disekresi oleh kelenjar hipofisis anterior. LH berfungsi menstimulasi sel-


sel Leydig untuk mensekresi testoteron.

FSH (Follicle Stimulating Hormone)

FSH juga disekresi oleh sel-sel kelenjar hipofisis anterior dan berfungsi
menstimulasi sel-sel sertoli. Tanpa stimulasi ini, pengubahan spermatid menjadi
sperma (spermiasi) tidak akan terjadi.

Estrogen

Estrogen dibentuk oleh sel-sel sertoli ketika distimulasi oleh FSH. Sel-sel
sertoli juga mensekresi suatu protein pengikat androgen yang mengikat testoteron
dan estrogen serta membawa keduanya ke dalam cairan pada tubulus seminiferus.
Kedua hormon ini tersedia untuk pematangan sperma.

Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan diperlukan untuk mengatur fungsi metabolisme testis.
Hormon pertumbuhan secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada
spermatogenesis.

2.8 Kontrasepsi

Kontrasepsi adalah metode atau alat yang digunakan untuk mencegah


kehamilan. Ada berbagai jenis kontrasepsi, masing-masing dengan manfaat dan
kekurangannya masing-masing. Mempelajari semua jenisnya membuat Anda
dapat menentukan mana yang paling tepat untuk Anda.

Kontrasepsi yang bersifat sementara ini bertujuan menunda kehamilan atau


mengatur jarak antarkehamilan. Jenis kontrasepsi ini dapat digunakan jika Anda
belum ingin memiliki anak dalam jangka waktu tertentu, dan dilepas jika Anda
telah siap memiliki anak kembali.

Metode ini dapat diterapkan dalam berbagai bentuk, yaitu:

A. Pil Keluarga Berencana (KB)

Kontrasepsi berbentuk pil ini bekerja menggunakan hormon progestin dengan


atau tanpa hormon estrogen, untuk mencegah ovulasi. Kontrasepsi ini berfungsi
dengan efektif jika dikonsumsi secara teratur. Penelitian telah menunjukkan
bahwa penggunaan pil KB sama sekali tidak berdampak buruk pada kesuburan
wanita di masa yang akan datang.

Terdapat dua jenis pil KB:

1. Pil kombinasi:

Merupakan pil yang mengandung hormon estrogen dan progesteron.

Pil ini 99% efektif jika dikonsumsi dengan tepat.


Contoh pil kombinasi yaitu Diane 35, Yasmin dan Marvelon. Diane 35
umumnya digunakan untuk mengobati jerawat, tapi juga berfungsi sebagai
kontrasepsi.

Kelebihan:

Mengurangi kram saat haid dan membuat haid lebih teratur.

Tidak mengganggu hubungan seks itu sendiri.

Mengurangi risiko kanker ovari, usus dan rahim.

Kekurangan:

Dapat menyebabkan efek samping seperti tekanan darah tinggi, payudara


nyeri, bercak darah, dan kenaikan berat badan.

Tidak melindungi dari infeksi menular seksual (IMS).

Perlu kecermatan dalam pemakaiannya yang mana per 28 hari, pil


dikonsumsi setiap hari untuk 21 hari dan tidak dikonsumsi untuk 7 hari.

Sebaiknya dijauhi wanita di atas 35 tahun yang merokok karena berisiko


mengalami penggumpalan darah.

2. Pil progesteron:

Hanya mengandung hormon progesteron.

Dikonsumsi setiap hari tanpa jeda

Pil ini juga 99% efektif jika dikonsumsi dengan tepat.

Kelebihan:

Dapat dikonsumsi oleh wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi


mengandung estrogen karena mengidap tekanan darah tinggi atau
kegemukan.
Dapat dikonsumsi wanita perokok berusia lebih dari 35 tahun tanpa
menyebabkan penggumpalan darah.

Kekurangan:

Harus dikonsumsi setiap hari pada jam yang sama.

Dapat menyebabkan menstruasi berhenti, tidak teratur, atau lebih sedikit.

Tidak melindungi dari IMS.

B. Koyo (patch) Ortho Evra

Koyo yang ditempelkan pada kulit ini melepaskan aliran estrogen dan
progestin. Biasanya koyo yang ditempelkan pada perut bagian bawah, bokong,
atau lengan ini digunakan sepanjang satu minggu selama 3 minggu.

Kelebihan:

Tidak perlu rutin mengonsumsi pil dan membuat haid lebih teratur.

Dapat digunakan di kolam renang, saat berolahraga, atau di kamar mandi.

Mengurangi rasa sakit saat datang bulan.

Metode ini 99% efektif jika digunakan dengan tepat.

Kekurangan:

Dapat menyebabkan iritasi kulit atau efek samping lain yang serupa
dengan dampak pil KB.

Dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan sakit kepala.

Tidak tepat digunakan wanita perokok dan yang berusia lebih dari 35
tahun, atau yang berat badannya lebih dari 90 kg.

Tidak melindungi dari IMS.

C. Implan/susuk
Kontrasepsi ini berupa jarum kecil seukuran batang korek api (40 mm) yang
dimasukkan ke bagian bawah kulit, umumnya pada lengan bagian atas. Implan ini
secara perlahan-lahan mengeluarkan hormon progestin yang berfungsi mencegah
kehamilan. Metode ini tepat untuk wanita yang ingin menunda kehamilan dalam
jangka pendek.

Kelebihan:

Dapat bekerja efektif hingga jangka waktu 3 tahun.

Tidak nampak di permukaan kulit.

Cocok bagi mereka yang sering lupa minum pil KB.

Tidak perlu menggunakan kondom.

Aman digunakan ibu menyusui.

Kontrasepsi ini juga berguna untuk wanita yang tidak bisa menggunakan
kontrasepsi yang mengandung estrogen.

Dapat segera dilepas bila terjadi efek samping.

99% efektif jika digunakan dengan tepat.

Biaya implan (200.000-300.000 per 3 tahun) lebih murah dibandingkan pil


KB (60.000-80.000 per bulan).

Kekurangan:

Pemakai implan tidak terlindungi dari penyakit seperti bagaimana kondom


mencegah penularan infeksi menular seksual (IMS).

Berisiko menimbulkan efek samping seperti pendarahan yang tidak


normal.

Bagian kulit di sekitar implan terasa nyeri, bengkak, dan terbakar.


Masa menstruasi berpotensi menjadi tidak teratur dalam setahun awal
masa pemakaian.

Tidak tepat digunakan oleh pengidap penyakit tertentu seperti: migrain,


diabetes, sirosis, osteoporosis, gangguan hati.

D. Cincin vagina

Cincin vagina ditempatkan di dalam vagina selama tiga minggu, di luar masa
menstruasi. Alat ini bekerja dengan melepaskan hormon progestin dan estrogen ke
dinding vagina.

Kelebihan:

Cara pemakaian mudah, ringan, dan bahkan Anda tidak akan merasa
sedang memakainya.

Hanya diganti satu kali dalam sebulan dibanding pil KB yang perlu
diminum setiap hari.

Efektif lebih dari 99%.

Tetap bekerja jika Anda mengalami diare atau muntah.

Dapat meringankan nyeri haid.

Kekurangan:

Dibanding dengan implan yang bertahan 3 tahun, alat kontrasepsi ini perlu
diganti setiap bulan.

Tidak melindungi dari risiko IMS

Berpotensi menyebabkan iritasi dan efek-efek samping lain yang serupa


dengan dampak penggunaan koyo atau pil.

Harga alat ini rata-rata dua kali lebih mahal dibanding pil KB.
Dapat berefek samping pada beberapa wanita, seperti menyebabkan sakit
kepala, gangguan pada vagina, dan nyeri payudara.

E. Suntikan (Depo Provera)

Hormon progestin disuntikkan umumnya pada bagian bokong atau lengan


untuk mencegah kehamilan dan efeknya bertahan hingga 3 bulan.

Kelebihan:

Efektif dan cukup disuntikkan tiap 3 bulan sekali.

Harga relatif terjangkau, kurang lebih Rp 25.000-Rp 30.000 per suntikan.

Dapat digunakan oleh wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi


mengandung estrogen.

Tidak terpengaruh oleh obat-obatan.

Tidak perlu dikonsumsi tiap hari.

Kekurangan:

Tidak melindungi pasien dari penyakit kelamin yang menular melalui seks.

Mempunyai efek samping yang hampir sama dengan pil KB seperti mual,
kenaikan berat badan dan nyeri pada payudara.

Dapat menurunkan keinginan untuk berhubungan intim.

F. Kontrasepsi spons

Kontrasepsi spons adalah spons sekali pakai yang mengandung spermisida.


Spons ini diletakkan jauh di dalam vagina, dekat leher rahim, 24 jam sebelum
melakukan hubungan seksual.

Kelebihan:

Dapat digunakan tanpa resep atau bantuan dokter.


Pasangan pria tidak perlu memakai kondom.

Tidak merepotkan seperti pil KB yang perlu diingat untuk dikonsumsi


setiap hari.

Kekurangan:

Di samping cukup sulit untuk digunakan dengan tepat, alat ini tidak dapat
digunakan pada masa menstruasi.

Kontrasepsi spons juga tidak melindungi pemakainya dari IMS.

G. Intrauterine devices (IUDs)

IUD adalah plastik berbentuk huruf T yang diletakkan di dalam rahim yang
berguna untuk menghadang sperma agar tidak membuahi sel telur. Ada 2 jenis
utama IUD:

IUD yang terbuat dari tembaga, seperti ParaGard, dapat bertahan lamanya
hingga 10 tahun.

IUD yang mengandung hormon, seperti Mirena, perlu diganti tiap 5 tahun
sekali.

Kelebihan:

Tidak memerlukan perawatan rumit.

Waktu pemakaian sekali untuk jangka panjang.

Risiko infeksi dalam 20 hari setelah pemakaian IUD sangat kecil.

Anda dapat segera kembali subur setelah IUD dilepas oleh dokter.

Kekurangan:

Berpotensi menyebabkan efek samping seperti kram.

Memerlukan biaya untuk pemasangan awal.


Letaknya dapat bergeser.

ParaGard bisa mengakibatkan siklus menstruasi tidak teratur dan volume


haid yang lebih banyak.

Ada risiko tubuh akan menolak IUD tersebut.

Dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

H. Spermisida

Spermisida dapat berbentuk busa, jeli, atau krim yang berfungsi membunuh
sel sperma. Bahan ini ditempatkan dalam vagina sebelum berhubungan seksual,
beberapa di antaranya dilakukan 30 menit sebelumnya.

Kelebihan:

Mudah digunakan dan harganya relatif terjangkau.

Spermisida juga paling sering digunakan bersamaan dengan metode


kontrasepsi lain.

Kekurangan:

Dapat meningkatkan risiko IMS dan infeksi serta iritasi.

Kondom pria

Kontrasepsi yang terbuat dari karet ini mencegah sperma agar tidak masuk ke
dalam tubuh wanita.

Kelebihan:

Dapat dibeli di banyak tempat.

98% efektif mencegah kehamilan.

Harga terjangkau.

Melindungi pemakainya dari IMS.


Kekurangan:

Hanya sekali pakai.

Hanya efektif jika dipasang dengan tepat.

Dapat lepas saat berhubungan seks.

Produk berbahan dasar losion dapat membuat kondom menjadi tidak


efektif.

Kondom wanita

Kondom wanita umumnya diletakkan pada mulut vagina delapan jam sebelum
melakukan hubungan seksual.

Kelebihan:

Ada perlindungan untuk pemakainya dari penyakit kelamin yang menular.

Jika digunakan dengan tepat, memberikan perlindungan efektif 95%.

Kekurangan:

Lebih tidak umum dibanding kondom pria.

Hanya dapat digunakan sekali.

Sekitar 1 dari 5 pemakaian kondom wanita gagal sehingga menyebabkan


kehamilan.

Dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada organ kelamin wanita.

I. Diafragma

Diafragma adalah kontrasepsi menyerupai kubah yang diletakkan pada mulut


rahim sebelum berhubungan seksual. Kontrasepsi yang terbuat dari karet ini
digunakan bersamaan dengan spermisida. Alat ini harus tetap dipakai sampai
setidaknya enam jam setelah berhubungan seksual.
Kelebihan:

Bebas hormon.

Harganya relatif terjangkau

Dapat dipakai ulang setelah dicuci.

Efektif mencegah kehamilan hingga 92 96%.

Kekurangan:

Spermisida yang digunakan bersamaan dengan diafragma dapat


menimbulkan iritasi jaringan vagina.

Pengguna memerlukan waktu sebelum tahu cara menggunakan diafragma


dengan efektif.

Tidak melindungi penggunanya dari infeksi menular seksual (IMS).

J. Cervical cap

Cervical cap atau biasa dikenal dengan TheFemCap berbentuk lebih kecil,
namun menyerupai diafragma dan juga digunakan beserta dengan spermisida.
Kontrasepsi ini diletakkan pada mulut rahim sehingga menutup jalan menuju
rahim.

Kelebihan:

Hanya perlu digunakan saat berhubungan intim

Jika digunakan dengan tepat, dapat mencegah kehamilan hingga 92-96%.

Tidak berisiko menimbulkan masalah kesehatan serius.

Kekurangan:

Hanya bertahan selama 2 hari.


Tidak melindungi penggunanya dari IMS 100 persen dan tidak dapat
digunakan selama masa menstruasi.

Selain itu pemasangannya harus dilakukan oleh dokter.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Endokrin berasal dari bahasa Yunani yang artinya sekret ke dalam.


Kelenjar buntu menghasilkan sekret tidak melalui saluran tertentu , akan
tetapi langsung masuk sirkulasi ke dalam darah yaitu hormon ( merangsang).

Kelenjar endokrin bukanlah kelenjar buangan, kelenjar endokrin memiliki


efek sekresi yang artinya setelah di keluarkan akan di proses dan di gunakan
kembali. Sekresi tersebut menghasilkan hormon yang akan di sekresikan
melalui peredaran darah lalu sampai pada target sel. Kelenjar endokrin ini
bekerja dengan mekanisme feed back yang artinya pasti akan ada timbal balik
dari organ tujuan tadi yang berupa efek.

Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf untuk mengatur dan


mengkoordinasi aktivitas tubuh. Pengendalian endokrin di perantarai oleh
pembawa pesan kimia yang disebut hormon, hormon ini dilepas oleh kelenjar
endokrin ke dalam cairan tubuh, di absorbsi ke dalam aliran darah, dan di
bawa melalui sistem sirkulasi menuju jaringan atau sel target.
Sistem endokrin memiliki fungsi untuk mempertahankan hemoestatis,
membatu mensekresikan hormon-hormon yang bekerja dalam sistem
persyarafan, pengaturan pertumbuhan dan perkembangan dan kontrol
perkembangan seksual dan reproduksi.

Hormon mempengaruhi sel target melalui reseptor hormon, yaitu molekul


protein yang memiliki sifat pengikat untuk hormon tertentu. Respon hormonal
tubuh biasanya lebih lambat, durasi lebih lama, dan distribusinya lebih luas
dari pada respons langsung otot dan kelenjar terhadap stimulus sistem saraf.

3.2 Saran

Pada sistem endokrin ditemukan berbagai macam gangguan dan kelainan, baik
karena bawaan maupun karena faktor luar, seperti virus atau kesalahan
mengkonsumsi makanan. Untuk itu jagalah kesehatan anda agar selalu dapat
beraktivitas dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Anatomy & Physiology for nurse by Evelyn pearce diindonesia oleh Sri Yuliana
Handoyono Diperiksa kembali oleh dr.Kartono Mohamad

http://dianasrinurse.blogspot.co.id/2015/03/makalah-sistem-endokrin.html

https://obatgangguanendokrin.wordpress.com

http://uciiaissyiah.blogspot.co.id/2012/06/hormon-yang-berhubungan-
dengan.html

http://rinikamal23.blogspot.co.id/2013/10/sistem-endokrin-asuhan-
keperawatan.html

http://keperawatanhaerilanwar.blogspot.co.id/2012/08/sistem-endokrin.html
http://kumpulan-askep-ari.blogspot.co.id/2012/03/askep-gangguan-sistem-
endokrin.html