Anda di halaman 1dari 249

BORANG PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER GIGI SPESIALIS

KONSERVASI GIGI

IDENTITAS PROGRAM PENDIDIKAN

Fakultas : Kedokteran Gigi

Perguruan Tinggi : Universitas Padjadjaran

Nomor SK Pendirian PS (*) : Ditjen Dikti No. 141 / Dikti / Kep. / 1984

Tanggal SK Pendirian PS : 8 Desember 1984

Pejabat Penandatangan
SK Pendirian PS : Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
Sukadji Ranuwihardjo
Bulan & Tahun Dimulainya
Penyelenggaraan PS : September 1999

Nomor SK Izin Operasional (*) : Ditjen Dikti No. 141 / Dikti / Kep. / 1984

Tanggal SK Izin Operasional : 8 Desember 1994

Tanggal SK Perpanjangan : 9 Maret 2011

No. SK. Perpanjangan Ijin PS : 5819/D/T/K-N/2011

Pejabat Penandatangan
SK Ijin Perpanjangan : Prof. Dr.Ir. Ganjar Kurnia DEA

Alamat PS : Jl. Sekeloa Selatan No. 1 ,


Bandung 40132.

Nomor Telepon PS : 022-2504985

Nomor Faksimili PS : 022-2532805

E-mail PS : fkg@unpad.ac.id,
konservasi@fkg.unpad.ac.id

(*) : Lampirkan fotokopi SK terakhir

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 1


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Bagi PS yang dibina oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebutkan nama dosen RS Pendidikan Utama
institusi yang terdaftar sebagai dosen di RS Pendidikan Utama PS berdasarkan SK 034/DIKTI/Kep/2002, dalam tabel di
bawah ini.

Pendidikan S-1, S-2, Bidang Keahlian


Nama Dosen di RS Gelar
No NIDN** Tgl. Lahir Jabatan Akademik Sp, S-3 dan Asal untuk Setiap
Pendidikan Utama Akademik
Perguruan Tinggi Jenjang Pendidikan

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)


drg. UNPAD
Sp.KG. UNPAD
Setiawan
1 0028074001 28-07-1940 Guru Besar Madya Dr. UNPAD Endo-Resto
Natasasmita
Prof. UNPAD
(K). KOLEGIUM
drg. UNPAD
Sp.KG. UNPAD
2 Richata Fadil 0012104202 12-10-1942 Guru Besar Madya Dr. UNPAD Endo-Resto
Prof. UNPAD
(K). KOLEGIUM
drg. UNPAD
Grace Virginia
3 0001125001 1-12-1950 Lektor Sp.KG. UNPAD Endo-Resto
Gumuruh
MM. UNPAD
drg. UNPAD
4 Milly Armilia 0003105102 03-10-1951 Lektor Kepala Sp.KG. UNPAD Endo-Resto
(K). KOLEGIUM
drg. UNPAD
5 Endang Sukartini 0023055101 23-05-1951 Lektor Kepala Sp.KG. UNPAD Endo -Resto
(K). KOLEGIUM
drg. UNPAD
Hendra Dian Adhita Sp.KG. UI
6 0005036402 05-03-1964 Lektor Endo-Resto
Dharsono Dr. UNPAD
(K) KOLEGIUM

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 2
Gigi Universitas Padjadjaran
drg. UNPAD
Sp.KG. UNPAD
7 Irmaleny Satifil 0029076602 29-07-1966 Lektor Kepala Endo-Resto
Dr. UI
(K) KOLEGIUM
drg. UNPAD
8 Ayu Trisna Hayati 0008026801 08-02-1968 Lektor Endo-Resto
Sp.KG. UNPAD
drg. UNPAD
Sp.KG. UNPAD
9 Dudi Aripin 0022117201 22-11-1972 Lektor Kepala Endo-Resto
Dr. UNPAD
(K) KOLEGIUM
drg. UNPAD
10 Taofik Hidayat 0028037002 28-03-1970 Lektor Endo-Resto
Sp.KG. UNPAD
drg. UNPAD
11 Rahmi Alma Farah 0020057705 20-05-1977 Lektor Sp.KG. UI Endo-Resto
(K) KOLEGIUM
drg. UNPAD
Sp.KG. UI Endo-Resto-
12 Diani Prisinda 0017018302 17-01-1983 Lektor
MARS. UI Administrasi RS
(K) KOLEGIUM
drg. UNPAD
13 Anna Muryani 0013067906 13-06-1979 Lektor Sp.KG. UNPAD Endo-Resto
(K) KOLEGIUM
drg. UNPAD
14 Yolanda 15-08-1988 DTNP Endo-Resto
Sp.KG. UNPAD
** NIDN: Nomor Induk Dosen Nasional

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 3
Gigi Universitas Padjadjaran
IDENTITAS PENGISI BORANG PROGRAM PENDIDIKAN
DOKTER GIGI SPESIALIS KONSERVASI GIGI

Nama : Dr. drg. Hendra Dian Adhita Dharsono, Sp.KG. (K)


NIDN : 0005036402
Jabatan : Kepala Program Studi
Tanggal Pengisian : 15-12-2015
Tanda Tangan :

Nama : drg. Rahmi Alma Farah, Sp.KG.(K)


NIDN : 0020057705
Jabatan : Sekretaris Program Studi
Tanggal Pengisian : 15-12-2015
Tanda Tangan :

Nama : drg. Ayu Trisna Hayati, Sp.KG.


NIDN : 0008026801
Jabatan : Staf Pengajar Konservasi Gigi
Tanggal Pengisian : 15-12-2015
Tanda Tangan :

Nama : drg. Anna Muryani, Sp.KG. (K)


NIDN : 0013067906
Jabatan : Staf pengajar Konservasi Gigi
Tanggal Pengisian : 15-12-2015
Tanda Tangan :

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 4


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Nama : drg. Diani Prisinda, Sp.KG., MARS. (K)
NIDN : 0017018302
Jabatan : Staf Pengajar Konservasi Gigi
Tanggal Pengisian : 15-12-2015
Tanda Tangan :

Nama : drg. Yolanda, Sp.KG.


NIDN : 0013067906
Jabatan : Staf pengajar Konservasi Gigi
Tanggal Pengisian : 15-12-2015
Tanda tangan :

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 5


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
STANDAR 1

VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN SERTA STRATEGI PENCAPAIAN

1.1 Visi, Misi, Tujuan, dan Sasaran serta Strategi Pencapaian

1.1.1 Jelaskan mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran


program Pendidikan, serta pihak-pihak yang dilibatkan.

Perumusan visi dan misi PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad


mengacu kepada visi dan misi Universitas dan Fakultas. Unpad
menetapkan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Bina Mulia Hukum dan
Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional sebagai pijakan
untuk meneguhkan Visi dan misi agar menjadi panduan bagi civitas
akademika dalam mencapai Visi dan Misi Unpad, sebagai berikut:

VISI UNIVERSITAS PADJADJARAN:


Menjadi Universitas Unggul dalam Penyelenggaraan Pendidikan Kelas
Dunia Tahun 2026

MISI UNIVERSITAS PADJADJARAN:


1. Menyelenggarakan pendidikan (pengajaran, penelitian dan
pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada
masyarakat), yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat
pengguna jasa pendidikan tinggi.
2. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berdaya saing
internasional dan relevan dengan tuntutan pengguna jasa
pendidikan tinggi dalam memajukan perkembangan intelektual dan
kesejahteraan masyarakat.
3. Menyelenggarakan pengelolaan pendidikan yang profesional dan
akuntabel untuk meningkatkan citra perguruan tinggi;
4. Membentuk insan akademik yang menjunjung tinggi keluhuran
budaya lokal dan budaya nasional dalam keragaman budaya dunia

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 6


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
VISI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
Menjadikan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran menjadi
lembaga pendidikan tinggi yang unggul, mempunyai daya saing dalam
pendidikan, penelitian, pelayanan serta ikut serta dalam pengendalian
penyakit dan kelainan sistem stomatognatik yang bertaraf internasional
pada tahun 2026.

MISI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


1. Menyelenggarakan proses pembelajaran ilmu kedokteran gigi yang
berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang profesional dan
beretika, memiliki komiteman terhadap pengembangan bina mulia
hukum dan lingkungan.
2. Melaksanakan program penelitian, pengabdian masyarakat untuk
mengembangankan kompetensi lulusan dalam pengendalian
penyakit dan kelainan sistem stomatognatik.

SASARAN FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


1. Terwujudnya FKG Unpad sebagai institusi/lembaga pendidikan
dokter gigi yang bertaraf nasional dan internasional serta mampu
memecahkan masalah penyakit dan kelainan sistem stomatognatik
melalui kurikulum berbasis kompetensi yang efisien, kondusif dan
terintegrasi, menggunakan metode pembelajaran Student Centered
Learning dengan penguatan ilmu pengetahuan dan teknologi
kedokteran gigi.
2. Terselenggaranya penelitian yang unggul, produktif dan berkualitas
serta mampu melakukan program pelayanan kesehatan gigi dan
mulut kepada masyarakat melalui penyediaan fasilitas pendidikan
dan penelitian serta sumber daya manusia yang mampu mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan teknologi kedokteran gigi.
3. Terkelolanya program studi kedokteran gigi secara kredibel,
transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil melalui
peraturan dan prosedur yang jelas.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 7


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Dekan Fakultas Kedokteran Gigi mengeluarkan surat keputusan
bagi tim penyusun visi dan misi PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad
yang bertugas melaksanakan tahapan penyusunan visi dan misi
PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad. Penyusunan visi dan misi
PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad dilakukan dengan mengacu pada
buku SPM-PT Dikti tahun 2010 tentang identitas perguruan tinggi dan
mengacu pada visi, misi dan sasaran FKG Unpad.
Berdasarkan buku SPM-PT Dikti tahun 2010, penyusunan visi, misi,
tujuan dan sasaran terbagi ke dalam 3 tahap, yaitu:
1. Tahap uji normatif, yaitu tahap merujuk pada peraturan-peraturan
yang berlaku tentang pendirian perguruan tinggi/prodi.
2. Tahap uji SWOT, yaitu tahap penentuan kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman yang dimiliki oleh satu perguruan
tinggi/prodi.
3. Tahap uji publik, yaitu tahap sosialisasi draft visi, misi, tujuan dan
sasaran di depan stake holder untuk mendapatkan masukan-
masukan.
Dari studi normatif diketahui bahwa identitas perguruan tinggi,
walaupun secara implisit, diatur di dalam Peraturan Pemerintah No. 60
tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi, dan Keputusan Menteri
Pendidikan Nasional No. 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian
Perguruan Tinggi. Dalam kedua peraturan ini, khususnya pada bab
tentang syarat dan tata cara pendirian perguruan tinggi, ditemukan
elemen-elemen yang membentuk jati diri atau identitas setiap perguruan
tinggi. Tim perumus Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
mengacu aturan normatif di atas di dalam merumuskan identitas
Prodinya. Pasal dalam peraturan perundang-undangan yang relevan
dengan perumusan identitas Prodi adalah sebagai berikut:
1. Pasal 2 dari PP No. 60 tahun 1999 menyebutkan bahwa: (1).
Tujuan pendidikan tinggi adalah:

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 8


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
1) Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang
memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang
dapat menerapkan, mengembangkan, dan/atau memperkaya
khasanah ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau kesenian;
2) Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan
teknologi, dan/atau kesenian serta mengupayakan
penggunaannya;
3) Meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya
kebudayaan nasional.
2. Penyelenggaraan kegiatan untuk mencapai tujuan sebagaimana
dimaksud dalam ayat (1) berpedoman pada:
1) Tujuan pendidikan nasional
2) Kaidah, moral, dan etika ilmu pengetahuan
3) Kepentingan masyarakat, serta
4) Memperhatikan minat, kemampuan, dan prakarsa pribadi.
Penyusunan visi dan misi Program Pendidikan Dokter Gigi
Spesialis Konservasi Gigi FKG Unpad dimulai dengan melakukan uji
normatif, analisis SWOT (Strenghts, Weaknesses, Opportunities and
Threats) dan uji publik serta mengacu pada visi, misi, tujuan dan
sasaran serta Rencana Strategis Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Padjadjaran. Uji normatif merupakan tahapan untuk penentuan dasar
peraturan-peraturan pemerintah yang berlaku untuk pendirian
perguruan tinggiprodi.
Penyusunan rumusan visi misi dilaksanakan dengan melibatkan
berbagai elemen diantaranya adalah dengan pemangku kepentingan
(stakeholder) internal dan eksternal yang berasal dari sektor
bisnis/usaha, Kolegium Konservasi Gigi, Ikatan Konservasi Gigi
(IKORGI), pengguna lulusan, dosen, tenaga kependidikan, orang tua
serta mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan spesialis. Para
pemangku kepentingan ini diundang pada pertemuan-pertemuan yang
dilakukan oleh PPDGS dan diberi kesempatan untuk memberikan

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 9


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
masukan-masukan atau saran-saran yang berkaitan dengan visi, misi,
tujuan dan sasaran PPDGS. Cara lain yang juga dilakukan oleh
PPDGS dalam rangka merumuskan visi, misi, tujuan dan sasaran
adalah dengan melakukan studi pelacakan (tracer study) secara
periodik untuk mendeteksi dan mengidentifikasi kebutuhan.
Analisis faktor internal ditekankan untuk menentukan kekuatan
yang dimiliki oleh PPDGS yang akan lebih ditonjolkan serta melihat
kelemahan PPDGS yang harus dikurangi. Faktor internal ini meliputi
unit-unit fungsional yang meliputi sumber daya manusia, produk dan
jasa yang dihasilkan. Faktor eksternal difokuskan dengan melihat
kesempatan (opportunities) dan ancaman (threats) yang meliputi
persaingan dari PPDGS dari PPDGS di IPDG (Institusi Pendidikan
Dokter Gigi) lain, perkembangan IPTEK, keadaan makro ekonomi dan
perubahan peraturan perundang-undangan. Inventarisasi data-data
tentang kekuatan, kelemahan, kesempatan dan ancaman yang didapat,
dijadikan bahan untuk merumuskan pernyataan visi, misi, tujuan dan
sasaran PPDGS. Penetapan kekuatan, kelemahan, kesempatan dan
ancaman ini dilakukan secara cermat dan teliti dengan melibatkan
semua pihak yang berpotensi sehingga arah pencapain visi, misi,
tujuan dan sasaran dapat dilaksanakan secara optimal, akurat.
Mekanisme penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran Program
Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi FKG UNPAD
mengacu pada visi, misi, tujuan dan sasaran serta Rencana Strategis
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. Visi, misi, tujuan dan
sasaran Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi
FKG UNPAD disahkan oleh Senat Fakultas Kedokeran Gigi Universitas
Padjadjaran dengan mempertimbangkan masukan dan saran dari
Stakeholder terkait yaitu Kolegium Konservasi Gigi, Ikatan Konservasi
Gigi (IKORGI), pengguna lulusan, dosen, tenaga kependidikan serta
mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan Spesialis Konservasi
Gigi. Penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran juga telah

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 10


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
mempertimbangkan needs dan demand masyarakat terhadap
perawatan gigi kasus khusus, perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi kedokteran gigi, dengan melibatkan alumni konservasi gigi,
tenaga pendidik, serta mahasiswa PPDGS. Acara uji publik, sosialisasi
dan pengesahan visi misi diadakan pada tanggal 7 Oktober 2016.

Gambar 1. Uji Publik Visi Dan Misi PPDGS

Visi program Pendidikan

Mewujudkan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis


Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran yang
unggul di bidang estetik kompleks dan bedah endodontik bertaraf
internasional pada 2026.

Misi program Pendidikan

1. Melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada


masyarakat, untuk mewujudkan visi PPDGS Konservasi Gigi FKG
UNPAD serta menghasilkan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi
yang beriman dan bertaqwa, serta unggul di bidang estetik

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 11


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
kompleks dan bedah endodontik.
2. Mendidik mahasiswa PPDGS Konservasi Gigi dengan
memberikan inovasi-inovasi terbaru berkaitan dengan konservasi
gigi di bidang estetik kompleks dan bedah endodontik untuk
mencapai kompetensi yang dapat meningkatkan efektifitas
pelayanan serta mengatasi masalah-masalah kesehatan gigi
sesuai perkembangan IPTEK melalui penelitian ilmiah.
3. Mempersiapkan mahasiswa PPDGS Konservasi Gigi untuk
meningkatkan kemampuan akademik di bidang estetik kompleks
dan bedah endodontik secara terus menerus dengan mengikuti
Pendidikan dan Pelatihan Profesionalisme Kedokteran Gigi
Berkelanjutan di dalam dan luar negeri, sehingga menghasilkan
lulusan yang berdaya saing internasional.
4. Mengembangkan program pendidikan berwawasan global melalui
aktivitas penelitian yang memiliki keunggulan profesional sesuai
kemajuan IPTEK sehingga dapat memberikan pengabdian serta
pelayanan kesehatan yang terbaik dan terkini kepada masyarakat,
negara dan profesi dalam kasus Konservasi Gigi terutama estetika
kompleks dan bedah endodontik.
5. Mendidik mahasiswa PPDGS Konservasi Gigi di bidang estetik
kompleks dan bedah endodontik berbasis IPTEK sehingga
berdaya saing internasional didalam mengerjakan kasus-kasus
estetik kompleks dan bedah endodontik.
6. Meningkatkan kualitas penelitian-penelitian di bidang estetik
kompleks dan bedah endodontik yang berdaya saing internasional.

Tujuan program Pendidikan

1. Meningkatkan lulusan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi di


bidang estetik kompleks dan bedah endodontik yang memiliki
sikap dan perilaku yang sesuai dengan etika profesi Konservasi

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 12


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Gigi.
2. Menjamin terselenggaranya transfer ilmu pengetahuan yang luas
tentang teknologi alat, bahan dan teknik terkini berkaitan dengan
Konservasi Gigi di bidang estetik kompleks dan bedah endodontik.
3. Meningkatkan kemampuan lulusan di dalam membangun
kerjasama dan bekerja di dalam tim untuk memberikan pelayanan
kesehatan gigi di bidang estetik kompleks dan bedah endodontik.
4. Menjamin terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada
masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan pendidikan dan
penelitian di bidang Konservasi Gigi khususnya estetik kompleks
dan bedah endodontik.
5. Meningkatkan kualitas hasil penelitian berbasis IPTEK yang layak
dipublikasikan secara internasional.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 13


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
1.1.2. Sasaran yang merupakan target terukur, strategi pencapaian, dan
kemampuan pelaksanaan.

Sasaran PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad adalah sebagai berikut:


1. Terwujudnya Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi
Gigi yang bertaraf internasional melalui kurikulum berbasis
kompetensi yang efisien, kondusif dan terintegrasi menggunakan
metode pembelajaran dengan penguatan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi (IPTEK) gigi yang terkini
2. Tersedianya strategi pencapaian kualitas lulusan Dokter Gigi
Spesialis Konservasi Gigi di bidang estetik kompleks dan bedah
endodotik sesuai standar yang ditentukan oleh Kolegium
Konservasi Gigi.
3. Terciptanya kerjasama dengan pihak-pihak dari berbagai cabang
ilmu di dalam dan di luar negri untuk meningkatkan pelayanan
kesehatan gigi yang memerlukan tindakan estetik kompleks dan
bedah endodontik secara komprehensif.
4. Terpublikasikannya hasil-hasil kegiatan, penelitian dan pengabdian
yang dilaksanakan secara terintegrasi pada jurnal internasional.
5. Tersedianya dana yang memadai untuk melakukan penelitian yang
berkualitas dan bertaraf internasional.
6. Terlaksananya inovasi-inovasi metode pembelajaran yang
mendorong peserta didik untuk belajar sepanjang hayat dalam
mengemban profesinya sesuai perkembangan Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi (IPTEK) sehingga dapat berdaya saing secara
internasional.
7. Terselenggaranya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang
terintegrasi dengan kegiatan pendidikan dan penelitian di bidang
estetik kompleks dan bedah endodontik yang melibatkan peserta
didik.
8. Tersedianya kode etik mahasiswa Program Pendidikan Dokter Gigi
Spesialis dan dosen yang menjadi panduan bagi para peserta didik

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 14


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
untuk bersikap dan berperilaku yang sesuai dengan etika di dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan
tindakan Konservasi Gigi.
9. Tersedianya sarana prasarana penelitian yang berkualitas sesuai
perkembangan IPTEK di bidang estetik kompleks dan bedah
endodontik sehingga pelayanan kesehatan gigi mulut khususnya di
bidang estetik kompleks dan bedah endodontik dapat meningkat.
10. Tersedianya dokumen-dokumen kurikulum yang disusun
berdasarkan Standar Kompetensi Konservasi Gigi yang
terkonsentrasi pada estetik kompleks dan bedah endodontik
sehingga peserta didik dapat mampu melakukan pendekatan
interdisiplin terhadap berbagai aspek kelainan kelainan estetik
kompleks dan bedah endodontik.
11. Tersedianya struktur organisasi PPDGS Konservasi Gigi
berdasarkan Renstra FKG Unpad tahun 2014 sehingga program
studi dapat dikelola secara kredibel, transparan, akuntabel,
bertanggungjawab dan adil melalui peraturan dan prosedur yang
jelas.

Strategi Pencapaian:
Indikator pencapaian
No Kegiatan yang telah dilaksanakan
2013 2014 2015 2016 2017
Program studi menyelenggarakan 10
pelatihan-pelatihan untuk prop 10
1. meningkatkan kompetensi dosen dan osal prop 15 15 5
mahasiswa PPDGS dalam melakukan penel osal
penelitian yang berkualitas. itian
Prodi membuat kode etik dosen dan 1
2. mahasiswa, buku panduan dan tata ekse 1 1 1 1
tertib. mplar
Prodi menetapkan implementasi
inovasi-inovasi metode pembelajaran 24 24 24 24 39
3. SOP SOP SOP SOP SOP
yang memotivasi peserta didik untuk
belajar sepanjang hayat.
Prodi menetapkan struktur organisasi
dan tata kelola Program Studi
4. berdasarkan Permenristek Dikti No. 44
1 SK 1 SK 1 SK 1 SK 1 SK

tahun 2015.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 15


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Prodi menetapkan tim penyusun dan
pengembang dokumen-dokumen
5. kurikulum sesuai standar kompetensi 2 2 30 54 54
dan Permenristek Dikti no. 44 tahun
2015.
Prodi menyelenggarakan pelatihan-
pelatihan untuk dosen agar mampu
6. menulis karya ilmiah yang layak
0 0 0 0 0

publikasi pada jurnal internasional.


Prodi menetapkan peningkatan jumlah
7. proposal penelitian dengan serapan 0 0 4 4 7
dana penelitian yang besar.
Prodi meningkatkan kerjasama
dengan berbagai pihak di dalam dan
8. luar negri yang memberi kesempatan 1 1 4 5 5
kepada peserta didik untuk ikut terlibat
di dalamnya.
Prodi meningkatkan penyelenggaraan
pengabdian kepada masyarakat yang
terintegrasi dengan kegiatan
9. pendidikan dan penelitian di bidang
1 3 9 9 1

estetik kompleks dan bedah


endodontik.
Prodi memberdayakan sarana dan
prasarana yang tersedia secara efektif
10. 3 3 4 7 7
dan efisien agar penelitian yang
berkualitas dapat dilaksanakan.

Kemampuan Pelaksanaan :
1. Tersedianya standar kompetensi yang disusun oleh kolegium dan
kurikulum yang terdokumentasi dengan baik berdasarkan standar
tersebut, Prodi dapat meningkatkan kompetensi lulusan sesuai
harapan dan dapat mencapai visi dan misi Program Studi.
2. Tersedianya dosen-dosen yang berkompeten di bidang penelitian
sebagai hasil dari kegiatan pelatihan-pelatihan memungkinkan
Prodi dapat meningkatkan kualitas penelitian dengan hasilnya
yang layak dipublikasikan secara internasional pada jurnal
terindeksi scopus.
3. Sarana dan prasarana penelitian yang tersedia dengan kualitas
yang memadai memungkin para dosen dapat melakukan
penelitian yang bertaraf internasional.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 16


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
4. Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Sistem Organisasi Tata
Kelola (SOTK) Program Studi dapat dibuat sesuai Permenristek
Dikti No. 44 tahun 2015
5. Dokumen kode etik dosen dan mahasiswa PPDGS, buku panduan
dan tata tertib memungkinkan Prodi dapat meningkatkan sikap
dan perilaku peserta didik yang secara keilmuan penuh tanggung
jawab.
6. Adanya dana Universitas untuk pelatihan-pelatihan
memungkinkan Prodi memiliki dosen-dosen yang mempunyai
kompetensi menulis karya ilmiah berkualitas dan layak
dipublikasikan secara internasional.
7. Adanya kerjasama yang terjalin antara Program Studi dengan
pihak-pihak dari berbagai cabang keilmuan di dalam dan di luar
negri memungkinkan Program Studi dapat membentuk satu tim
kerja yang dapat melibatkan peserta didik sehingga
kemampuannya untuk bekerja di dalam tim.
8. Adanya penawaran hibah-hibah penelitian baik dari Unpad
maupun dari Menristek Dikti yang cukup banyak memungkinkan
Prodi untuk melaksanakan penelitian-penelitian yang berkualitas
dan bertaraf internasional.
9. Adanya penawaran hibah-hibah pengabdian kepada masyarakat
baik dari Unpad maupun dari Menristek Dikti yang cukup banyak
memungkinkan Program Studi untuk melaksanakan pengabdian
masyarakat yang berkaiatan dengan estetik kompleks dan bedah
endodontik.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 17


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
1.2 Sosialisasi

Uraikan upaya penyebaran/sosialisasi visi, misi dan tujuan program


Pendidikan serta pemahaman sivitas akademika (dosen dan peserta didik)
dan tenaga kependidikan.

Sosialisasi visi, misi, tujuan ditujukan kepada seluruh sivitas


akademika dan tenaga kependidikan melalui rapat kerja, lokakarya, dan
pertemuan-pertemuan. Selain itu diinformasikan melalui website FKG
Unpad, buku pedoman, dan ditempel di seluruh departemen FKG
Unpad serta tempat-tempat lain yang strategis. Tujuan sosialisasi ini
adalah untuk meningkatkan pemahaman sivitas akademika dan tenaga
kependidikan tentang visi, misi dan tujuan dan sasaran program studi.
Melalui sosialisasi ini, visi, misi dan tujuan program studi pendidikan
dokter gigi di FKG Unpad diharapkan mampu dipahami dan
dilaksanakan oleh sivitas akademika dan tenaga kependidikan.
Keberhasilan sosialisasi visi, misi dan tujuan program studi pendidikan
dokter gigi di FKG UNPAD dapat terlihat dari pemahaman sivitas
akademika dan tenaga kependidikan akan visi, misi dan tujuan tersebut
dengan selalu menjadikannya sebagai acuan aktivitas memperbaiki diri
dan meningkatkan prestasinya secara terus menerus.
Pemahaman sivitas akademika dan tenaga kependidikan akan visi
dan misi program studi pendidikan dokter gigi FKG UNPAD telah
membuat mereka selalu berupaya menempatkan diri sebagai sumber
daya manusia di salah satu perguruan tinggi unggulan di Indonesia dan
tingkat internasional yang sadar akan tugasnya untuk mendukung dan
mewujudkan target program studi yang telah ditetapkan. Pada tahun
2012 Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi FKG
UNPAD mendapat sertifikat akreditasi dari Kolegium Konservasi Gigi no
67/SK.Kol./ X/2012 dengan peringkat Akreditasi A. Peringkat
Akreditasi A menunjukkan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
Konservasi Gigi FKG UNPAD diakui sebagai lembaga pendidikan
kedokteran gigi bertaraf nasional. Capaian ini menunjukkan bahwa

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 18


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
sivitas akademika dan tenaga kependidikan program studi pendidikan
kedokteran gigi UNPAD telah memahami visi, misi dan tujuan program
studi dengan baik, hal ini sekaligus juga menunjukan bahwa program
sosialisasi visi, misi dan tujuan program studi telah berhasil.
Tingkat pemahaman visi dan misi prodi pendidikan dokter gigi FKG
UNPAD di kalangan tenaga pengajar dapat terlihat dari upaya mereka
untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar secara terus
menerus serta meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat. Hal ini dapat terlihat dari banyaknya proposal
penelitian dan pengabdian masyarakat yang mendukung unggulan
program studi pendidikan dokter gigi yang mendapat hibah di tingkat
nasional dan internasional, publikasi tingkat nasional dan internasional
serta diperolehnya hak kekayaan intelektual (HAKI). Pemahaman dan
capaian ini menunjukkan keberhasilan sosialisasi visi, misi dan tujuan
program studi FKG UNPAD.
Melalui sosialisasi visi, misi, tujuan dan sasaran Program
Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi FKG UNPAD
diharapkan mampu dipahami dan dilaksanakan oleh sivitas akademika
dan tenaga kependidikan. Visi, misi, tujuan dan sasaran ini senantiasa
dijadikan arah perilaku seluruh sivitas akademika dan tenaga
kependidikan untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan
prestasinya.
Tingkat pemahaman visi, misi, tujuan dan arahan PPDGS
Konservasi Gigi FKG UNPAD oleh tenaga pengajar juga dapat terlihat
dari upaya yang dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan
proses belajar mengajar serta kualitas penelitian dan pengabdian
kepada masyarakat.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 19


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
STANDAR 2

TATA PAMONG, KEPEMIMPINAN, SISTEM PENGELOLAAN DAN


PENJAMINAN MUTU

2.1 Sistem Tata Pamong

Sistem tata pamong berjalan secara efektif melalui mekanisme yang


disepakati bersama, serta dapat memelihara dan mengakomodasi semua
unsur, fungsi, dan peran dalam program Pendidikan. Tata pamong
didukung dengan budaya organisasi yang dicerminkan dengan tegaknya
aturan, etika dosen, etika peserta didik, etika karyawan, sistem
penghargaan dan sanksi serta pedoman dan prosedur pelayanan
(administrasi, perpustakaan, dan laboratorium). Sistem tata pamong
(masukan, proses, keluaran dan hasil serta lingkungan eksternal yang
menjamin terlaksananya tata pamong yang baik) harus diformulasikan,
disosialisasikan, dilaksanakan, dipantau dan dievaluasi dengan peraturan
dan prosedur yang jelas.

Uraikan secara ringkas sistem dan pelaksanaan tata pamong di program


Pendidikan untuk memilih pemimpin dan membangun sistem tata pamong
yang kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil. Uraikan
pula tugas dari seluruh fungsionaris dalam organisasi program
Pendidikan.

Sistem tata pamong diwujudkan oleh PPDGS untuk menjamin


terwujudnya visi, terlaksanakannya misi, tercapainya tujuan,
berhasilnya sasaran dengan strategi yang digunakan melalui
pengelolaan PPDGS secara profesional dengan menempatkan dosen
FKG Unpad di Departemen Konservasi Gigi sebagai pejabat
pengelola/pamong PPDGS yang mampu menjalankan tugasnya secara
kredibel, transparan, akuntabel, bertanggung jawab dan adil.
Pelaksanaan sistem tata pamong pada PPDGS tercermin dari struktur
organisasi dan mekanisme kerja di setiap unit organisasi yang didukung
oleh budaya organisasi yang berlaku di Unpad, dikenal dengan istilah
RESPECT (Responsibility, Excellence, Scientific, Professionalism,
Encouragement, Creative dan Trust). Tata pamong PPDGS mengacu
kepada Peraturan Rektor UNPAD Nomor Nomor 70 Tahun 2015
Tentang Organisasi dan Tata Kerja Pengelola Universitas berdasarkan:

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 16


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil
Negara (Lembaran Negara Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 5494);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang
Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan
Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500)
3. Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2014 tentang Penetapan
Universitas Padjadjaran Sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan
Hukum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor
301);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2015 tentang Statuta
Universitas Padjadjaran (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2015 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Nomor
5720);
Penentuan Ketua Prodi diangkat dengan mengikuti syarat-syarat :
1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME ;
2. Memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas dan kemampuan memimpin
serta tidak tercela baik dalam kegiatan akademik maupun non
akademik ;
3. Mempunyai pengalaman mengajar di lingkungan Unpad sekurang-
kurangnya 10 (sepuluh) tahun ;
4. Memiliki pengalaman dalam bidang curriculum development ;
5. Memiliki integritas yang tinggi dalam proses curriculum
development dan implementasinya.
Kaprodi yang terpilih mempunyai tugas dan harus menjalankan
fungsinya sesuai dengan Peraturan Menteri Kemenristek DIKTI RI
Nomor 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi
dengan mengacu Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana
Operasional (Renop) FKG Unpad.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 17


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Kredibel
Pelaksanaan PPDGS sampai saat ini berjalan baik karena adanya
kepemimpinan prodi yang sangat kredibel sehingga dapat
menggerakkan dan mengarahkan seluruh unit organisasi prodi untuk
bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya guna mencapai visi dan
misi yang telah ditetapkan. Sistem tata pamong PPDGS Konservasi
Gigi dapat dikatakan kredibel karena terdiri dari staf Departemen
Konservasi Gigi yang berpengalaman di bidang manajerial sehingga
dapat diandalkan dalam menjalankan tugasnya secara operasional
sebagai bagian dari sistem tata pamong PPDGS Konservasi Gigi FKG
Unpad sehingga Program Studi memiliki legitimasi dan kepercayaan
dari masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder).
Staf dosen yang mempunyai posisi di dalam tata pamong telah
mempunyai pemahaman yang baik terhadap visi, misi, tujuan, dan
sasaran sehingga organisasi dapat dijalankan sesuai arahnya guna
mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran PPDGS Konservasi Gigi FKG
Unpad sesuai dengan harapan stake holder utama yaitu peserta didik.
Kredibilitas PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad dibuktikan dengan
diperolehnya Akreditasi A pada Akreditasi internal tahun 2013. Selain
itu, hasil studi pelacakan (tracer study) terhadap pengguna lulusan
menunjukkan adanya kepuasan terhadap kinerja lulusan. Pengakuan
dunia kerja terhadap kinerja lulusan juga ditunjukkan dengan
diterimanya lulusan dibeberapa instansi pemerintah maupun swasta
dengan masa tunggu yang relatif singkat dan cukup banyak lulusan-
lulusan sebelumnya menduduki jabatan-jabatan penting di instansi
pemerintah.

Transparan
Transparansi dalam Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
Konservasi Gigi dapat dilihat dari mekanisme penerimaan mahasiswa
Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis, perkuliahan maupun klinik,
penyusunan dan pembuatan karya tulis akhir, dan pelaksanaan ujian

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 18


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
komprerhensif. PPDGS Konservasi Gigi selama ini melaksanakan
kegiatan secara transparan di segala bidang baik di bidang akademik
maupun non akademik. Transparansi di bidang akademik terlihat sejak
dari proses penerimaan mahasiswa PPDGS yang dilakukan sekali
dalam setahun (semester ganjil) melalui pendaftaran online dengan
persyaratan-persyaratan yang cukup jelas dan dapat diunggah melalui
website Universitas Padjadjaran. Penjaringan peserta Program
Pendidikan Dokter Gigi Spesialis dilaksanakan dengan cara yang cukup
transparan dan adil melaui tes penerimaan mahasiswa baru Program
Pendidikan Dokter Gigi Spesialis melalui tes Seleksi Masuk Universitas
Padjadjaran (SMUP), meliputi tes MMPI, bahsa inggris, ujian teori, ujian
praktikum dan wawancara. Hasil kelulusan diumumkan secara terbuka
melalui website Unpad. Transparansi dalam Program Pendidikan
Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi dapat dilihat dari mekanisme
penerimaan mahasiswa PPDGS, perkuliahan maupun klinik,
penyusunan dan pembuatan karya tulis akhir, dan pelaksanaan ujian
komprerhensif.
Transparansi sistem tata pamong PPDGS Periodonsia FKG Unpad
tercermin dari partisipasi seluruh personel sistem tata pamong dalam
pembuatan kebijakan, pelaksanaan kebijakan, administratif layanan,
dan biaya rincian layanan di dalam Rencana Kegiatan Anggaran
Tahunan (RKAT). Setiap informasi, kebijakan, mapun keputusan selalu
dibahas dan didiskusikan dalam rapat Program Studi. Kebijakan
anggaran disusun dan dilaporkan secara transparan di tingkat Program
Studi maupun di tingkat Fakultas dilengkapi bukti-bukti yang akurat.

Akuntabel
Kaprodi beserta stafnya sampai saat ini telah bekerja dengan
penuh tanggung jawab sesuai dengan job description yang telah
ditetapkan sesuai kesepakatan bersama dan berdasarkan Standar
Nasional Perguruan Tinggi menurut Peraturan Menristek Dikti No. 44
Tahun 2015. Mekanisme kerja Kaprodi beserta staffnya dituangkan di

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 19


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
dalam Prosedur Operasional Baku (POB) yang mengacu pada Standar
Mutu Fakultas, sehingga Kaprodi beserta satffnya dapat menilai
masing-masing pertanggungjawabannya selama melaksanakan
jobdescnya. Transparansi dalam PPDGS Konservasi Gigi dapat dilihat
dari mekanisme Penerimaan mahasiswa PPDGS, perkuliahan maupun
klinik, penyusunan dan pembuatan karya tulis akhir, dan pelaksanaan
ujian komprerhensif. Tidak ada relevansinya dengan kredibilitas
Kepemimpinan KaProdi

Adil
Sistem tata pamong Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
membuat setiap fungsionaris organisasi mempunyai beban tugas yang
secara adil diberikan dan merata berdasarkan peraturan yang berlaku.
Penetapan job description masing-masing fungsionaris dilakukan
berdasarkan PerMenDikBud No. 44 tahun 2015 yang sudah
menetapkan bahwa Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
mempunyai tugas seperti berikut ini:
Menyusun kurikulum
Menyelenggarakan kegiatan akademik
Menciptakan suasana akademik
Membuat data dan pelaporan
Pembagian tugas tata pamong yang dilakukan sesuai aturan akan
menciptakan suasana bekerja yang adil dan merata sehingga setiap
fungsionaris dapat bekerja secara fokus pada jobdesc-nya guna
mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran. Bentuk penerapan keadilan
terwujud dari pengaturan beban kerja dosen (BKD) yang akan
terlaporkan dalam laporan kinerja dosen (LKD) yang pada akhirnya hal
ini akan memberikan implikasi penghargaan yang sesuai melalui sistem
remunerasi.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 20


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Dekan
Unit Penjaminan Mutu

Wakil Dekan I Wakil Dekan II

Manager Manager

Ketua Program Studi Kepala Departemen


Kepala Lab dan Pusdi
Konservasi Gigi Konservasi Gigi

Sekretaris
Program Studi
Konservasi Gigi

Staf Staf
Staf
Fungsional Prodi Fungsional Prodi Staf Fungsional Monev
Bidang Akademik Bidang Kurikulum Fungsional SBP (Penjamin Mutu)

Program Studi Konservasi Gigi dipimpin oleh seorang Ketua


Program Studi dibantu oleh Sekertaris Program Studi, Staf Fungsional
Program Studi Bidang Akademik, Staf Fungsional Program Studi
Bidang Kurikulum, dan Staf Fungsional Sub Bagian Pendidikan yang
membawahi seluruh kegiatan Program Studi Konservasi Gigi Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. Staf Fungsional Bidang
Kurikulum membawahi penanggung jawab pengembangan kurikulum,
monitoring evaluasi (monev) dan student assessment yang bertugas
mengembangkan kurikulum berdasarkan hasil evaluasi yang telah
dilakukan, mengawasi, mengevaluasi proses pembelajaran, serta
merancang dan melaksanakan student assessment.
Tugas dan fungsi fungsionaris dalam dalam Tata Pamong program
Pendidikan.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 21


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
1. Ketua Program Studi
a. Menyususn rencana, program dan anggaran di tingkat Program
Studi
b. Menyelenggarakan dan mengembangkan pembelajaran sesuai
dengan kurikulum
c. Menjamin mutu pendidikan dalam rangka terwujudnya Program
Studi yang unggul dan bereputasi
d. Melaksanakan evaluasi dan monitoring pelaksanaan
pembelajaran untuk menjamin dihasilkannya lulusan unggul
dan studi tepat waktu
e. Mengoordinasikan kegiatan kemahasiswaan bersama manajer
yang berorientasi pada peningkatan prestasi
f. Memberikan pertimbangan penilaian kinerja staf Program Studi
kepada Kepala Subbagian Akademik
g. Melaporkan penyelenggaraan pembelajaran kepada Dekan
melalui Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan,
Inovasi dan Kerja Sama
2. Sekretaris Program Studi
a. Membantu Ketua Program Studi dalam menyusun rencana,
program, dan anggaran di tingkat Program Studi
b. Membantu Ketua Program Studi dalam menyelenggarakan dan
mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kurikulum
c. Membantu Ketua Program Studi dalam menjamin mutu
pendidikan dalam rangka terwujudnya Program Studi yang
unggul dan bereputasi
d. Membantu Ketua Program Studi dalam melaksanakan evaluasi
dan monitoring pelaksanaan pembelajaran untuk menjamin
dihasilkannya lulusan unggul dan studi tepat waktu
e. Membantu Ketua Program Studi dalam melaksanakan kegiatan
penalaran, riset, kompetisi, minat bakat dan pengabdian
kepada masyarakat Mahasiswa yang sesuai dengan
kompetensi utama Program Studi yang berorientasi pada

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 22


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
peningkatan prestasi
f. Melaporkan penyelenggaraan pembelajaran kepada Ketua
Program Studi.
3. Staf fungsional bidang akademik
a. Menyusun rencana, program proses kegiatan pembelajaran
b. Menyelenggarakan dan mengembangkan pembelajaran
c. Melaksanakan rencana dan program penilaian formatif dan
sumatif
d. Memantau kegiatan kemahasiswaan dalam rangka peningkatan
kualitas lulusan
e. Menyusun rencana, program penalaran, riset, kompetisi, minat
bakat dan pengabdian kepada masyarakat Mahasiswa
4. Staf fungsional bidang kurikulum
a. Menyusun dan mengembangkan konsep kurikulum
b. Menyusun dokumen-dokumen kurikulum
c. Menyusun instrumen penilaian akademik sesuai kurikulum
d. Menyusun konsep kurikulum yang terintegrasi antara pendidikan,
riset, dan pengabdian kepada masyarakat
5. Staf fungsional bidang monev
a. Melaksanakan evaluasi, pengendalian dan peningkatan mutu
pendidikan
b. Melaksanakan evaluasi dan monitoring pelaksanaan proses
pembelajaran
c. Memberikan penilaian kinerja staf Program Studi kepada Ketua
Program Studi
6. Sub bagian pendidikan
a. Menyusun jadwal kegiatan proses pembelajaran
b. Membuat DHMD
c. Melakukan arsipasi
d. Menyusun data EPSBED
e. Melaksanakan surat menyurat

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 23


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
2.2 Kepemimpinan

Kepemimpinan efektif mengarahkan dan mempengaruhi perilaku


semua unsur dalam program Pendidikan, mengikuti nilai, norma, etika,
dan budaya organisasi yang disepakati bersama, serta mampu membuat
keputusan yang tepat dan cepat. Kepemimpinan mampu memprediksi
masa depan, merumuskan dan mengartikulasi visi yang realistik, kredibel,
serta mengkomunikasikan visi ke depan, yang menekankan pada
keharmonisan hubungan manusia dan mampu menstimulasi secara
intelektual dan arif bagi anggota untuk mewujudkan visi organisasi, serta
mampu memberikan arahan, tujuan, peran, dan tugas kepada seluruh
unsur dalam perguruan tinggi.

Dalam menjalankan fungsi kepemimpinan dikenal kepemimpinan


operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik.
Kepemimpinan operasional berkaitan dengan kemampuan menjabarkan
visi, misi ke dalam kegiatan operasional program Pendidikan.
Kepemimpinan organisasi berkaitan dengan pemahaman tata kerja antar
unit dalam organisasi perguruan tinggi. Kepemimpinan publik berkaitan
dengan kemampuan menjalin kerjasama dan menjadi rujukan bagi publik.

Seorang Ketua Program Studi (KPS) hendaknya memiliki kualifikasi


yang baik dalam hal tingkat pendidikan, kompetensi profesi Dokter Gigi
Spesialis Konservasi Gigi dan publikasi.

2.2.1 Jelaskan tingkat pendidikan KPS Pendidikan Dokter Gigi Spesialis


Konservasi Gigi

Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi


Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran adalah
Dr. drg. Hendra Dian Adhita Dharsono, Sp.KG.
1982-1989 : Program Sarjana Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran,
Bandung.
Program Profesi Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran,
Bandung.
2003-2006 : Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi,
Universitas Indonesia, Jakarta.
2008-2013 : Program Doktor Universitas Padjadjaran, Bandung.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 24


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
2.2.2 Berikan pengalaman publikasi KPS Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi
Tingkat1
No. Judul Penulis Tahun Nama Jurnal Nasional
Nasional
Internasional Tidak
Terakreditasi
Terakreditasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Antibacterial-activity Potential of Adhita
Journal of Dental
Terpenoid Derived from Dharsono,
1 2016 Research, Special
Myrmecodia pendans sp.Against Dikdik Kurnia,
edition
Enterococcus faecalis Mieke Satari
Conventional
EndodonticTreatment of Chronic S. Yumanta, Federation Dental
2 2016
Periapical Lesion Assoiated with H.D. Adhita International
Traumatized left Maxillary Incisors
Management of Pulp Necrosis E.A.
Federation Dental
3. With Open Apex Using Apical Plug Sapuherni, 2016
International
Mineral Trioxide Aggregate H.D. Adhita
Management of Separated
Endodontic Instrument During N. Nurjanah, Federation Dental
4. 2016
Root Canal Treatment With H.D. Adhita International
Bypass Technique
Management of Maxillary First Zuleika, H.D. Federation Dental
5. 2016
Premolar With Three Root Canal: Adhita International

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 22
Gigi Universitas Padjadjaran
A Case Report 546
Instructure Classical Approach Federation
Hendra D
6 In Managing Advance Pulp 2016 Dental
Adhita,
Inflammation International
Hasanuddin,
Potential of Terpenoid Bioactive K. Sofie
Open Journal of
Compound Isolated from Papua Rifayani,
7 2015 Obstetrics and
Ant Nest as an Alternative Ovarian G. Supriad,
Gynecology
Cancer Treatment Dikdik Kurnia,
D. Adhita
Hasanuddin,
Terpenoid Bioactive Compound Sofie
Isolated From Papua Ant Nest Rifayani, American Journal
8 Induces The Apoptosis Of Human Krisnadi 2015 of Research
Ovarian Cell Lines Skov-3 And Supriadi, Communication
Increasing Caspase-9 Activity Dikdik Kurnia,
HD Adhita D
Kombinasi Perawatan Saluran
Anna Prosiding
Akar Ulang Non Bedah Dan Bedah
9 Muryani, 2015 Bandung
Pada Gigi Insisivus Pertama
H.D Adhita Dentistry
Kanan Rahang Atas

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 23
Gigi Universitas Padjadjaran
Boima
Situmeang,
Triterpenes From Sarang Semut Dikdik Kurnia,
Prosiding
Tuber (Myrmecodia pendans) and Dadan
10 2014 Seminar Nasional
Their Antibacterial Activity Test Sumiarsa,
FMIPA UNPAD
Against Escherichia coli Hendra D
Adhita,
Mieke Satari
Senyawa Antibakteri Dari
Sarang Semut (Myrmecodia Hendra D
11 2015 Poster ALG
Pendens) Terhadap Pathogen Adhita
Gigi
Senyawa Terpenoid Inhibitir
Enzim Mur A Enterococcus
Hendra D
12 Faecalis Dari Sarang Semut 2016 Poster PUPT
Adhita,
(Myrmecodia Pendens) Sebagai
Obat Kumur Antiseptik
Pengaruh Ekstrak Sarang Semut
(Myrmecodia Pendens Merr & Hendra D
13 2016 Dental Journal
Perry) Terhadap Pembentukan Adhita,
Biofilm Porphyromonas

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 24
Gigi Universitas Padjadjaran
Gingivalis (The Influence Of
Sarang Semut Extract
(Myrmecodia Pendens Merr &
Perry) On Biofilm Formation Of
Porphyromonas Gingivalis)
Potential Of Terpenoid Isolated
From Myrmecodia Pendans As International
Hendra D
14 Antibacterial Against 2016 Journal Dental
Adhita,
Streptococcus Mutans Atcc Research
25175
Perawatan Saluran Gigi Molar Hendra D
Prosiding Dies
15 Ke Dua Mandibula Pada Lansia Adhita, 2016
Natalis 57
Dengan Follow Up Crown Pfm
Restorasi Kelas 1 Komposit
Direk Pada Gigi Molar Bawah Hendra D Prosiding Dies
16 2016
Dengan Menggunakan Adhita, Natalis 57
Microbrush Stamp Technique
Perawatan Gigi Molar Pertama
Rahang Kiri Bawah Dengan Lesi Jurnal Lokal
Hendra D
17 Endodontik Primer Dan 2016 ISSN 2477-
Adhita,
Keterlibatan Periodontal 3778
Sekunder

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 25
Gigi Universitas Padjadjaran
Hendra D
Pembekalan Keterampitan Narasumber
18 Adhita, 2016
Restorasi Kelas Ii Komposit Hands-On

1 Beri tanda pada kolom yang sesuai.

Ketua Program Studi PPDGS Konservasi Gigi telah banyak mempublikasikan hasil-hasil penelitiannya pada jurnal
nasional mapun internasional serta atau publikasi secara oral pada forum-forum internasional.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 26
Gigi Universitas Padjadjaran
Gambar 2. Presentasi IADR KaProdi PPDGS Konservasi Gigi di Seoul Korea

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 27
Gigi Universitas Padjadjaran
2.2.3 Jelaskan pola kepemimpinan dalam PS Pendidikan Dokter Gigi
Spesialis Konservasi Gigi yang mencakup informasi tentang
kepemimpinan operasional, organisasi, dan publik.

Pola kepemimpinan yang diterapkan meliputi kepemimpinan


operasional, kepemimpinan organisasi, dan kepemimpinan publik telah
berjalan efektif pada Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.

Kepemimpinan Organisasi
Ketua Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran terlihat bahwa
pemahaman terhadap tata kerja antar unit dalam organisasi Universitas
Padjadjaran sudah dipahami dengan memadai. Tebukti dengan adanya
pembagian tugas dan wewenang antara Ketua Program Studi dengan
jajaran di bawahnya yang jelas, yang bermuara pada tanggung jawab
terhadap pimpinan fakultas.
Selama ini, Pimpinan Program Studi telah mampu menciptakan dan
mendorong personal organisasinya untuk dapat menjalin kerjasama
dalam rangka menjalankan organisasi sesuai dengan tujuan yang
diharapkan, yaitu mewujudkan visi dan misi Program Studi. Selain itu,
Pimpinan Program Studi sudah terlihat mampu menjalin kerjasama
dengan unit di dalam organisasi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Padjadjaran dan di tingkat Universitas. Berdasarkan pola
kepemimpinan organisasi, dapat terlihat bahwa pemahaman tata kerja
antar unit dalam organisasi Program Studi sudah dipahami dengan
memadai. Hal ini dibuktikan dengan adanya pembagian tugas dan
wewenang yang jelas diantara Ketua Program Studi dengan jajaran
dibawahnya yang selanjutnya bertanggung jawab kepada pimpinan
fakultas.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 25


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Kepemimpinan Operasional
Berdasarkan pola kepemimpinan operasional dapat terlihat dari
kemampuan pimpinan Program Studi dalam menjabarkan visi, misi
Program Studi dalam jabaran kurikulum melalui kompetensi dan
menjadikan visi, misi Program Studi sebagai dasar dan acuan
pencapaian tujuan pembelajaran. Untuk mendukung pencapaian visi
dan misi, maka pimpinan Program Studi senantiasa memberikan
arahan dan motivasi agar seluruh pelaksana dapat melaksanakan nilai,
norma, etika, dan budaya organisasi yang telah disepakati bersama
guna mewujudkan visi dan misi.

Kepemimpinan Publik
Berdasarkan pola kepemimpinan publik, Ketua Program Studi
sangat mampu menjalin kerjasama dengan berbagai instansi, baik
swasta maupun pemerintah, diantaranya dengan Pemerintah Daerah,
Kementrian Pertahanan, adalah Kementrian Kesehatan Republik
Indonesia, Direktorat Pendidikan Tinggi, Rumah Sakit Khusus Gigi dan
Mulut, Persatuan Dokter Gigi Indonesia, Ikatan Alumni Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.
Di tingkat nasional Ketua Program Studi juga berkiprah dan turut
serta memberikan kontribusi dalam mengembangkan kurikulum
Konservasi Gigi Indonesia oleh Kolegium Konservasi Gigi Indonesia.
Sebagai anggota Kolegium Konservasi Gigi Indonesia, Ketua Program
Studi berkiprah langsung dalam melaksanakan program pendidikan
Konservasi Gigi Indonesia.

2.3 Sistem Pengelolaan.

Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program pendidikan


mencakup perencanaan, pengorganisasian, penstafan, pengawasan,
pengarahan, representasi, dan penganggaran.

Jelaskan sistem pengelolaan program pendidikan serta dokumen


pendukungnya.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 26


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional program studi
pendidikan dokter gigi mencakup :
1. Perencanaan
Sistem pengelolaan fungsional dan operasional dimulai dari
kegiatan perencanaan baik jangka panjang maupun jangka pendek.
Perencanaan program studi meliputi perencanaan struktur kurikulum
pembelajaran 5 tahun dan perencanaan kegiatan pembelajaran per
tahun semester. Program Studi merencanakan penyusunan kurikulum
dan rencana pembelajaran sesuai dengan struktur kurikulum Program
Studi yang telah ditetapkan.

2. Pengorganisasian
Pengorganisasian Program Studi berinduk pada struktur organisasi
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. Pengorganisasian
Program Studi terdiri dari struktur organisasi PPDGS Konservasi Gigi
FKG Unpad. Pengelolaan Program Studi Konservasi Gigi Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran ditunjang oleh adanya struktur
organisasi prodi Konservasi Gigi sebagai berikut :

3. Pengembangan Staf
Melalui upaya pengembangan staf, sumber daya yang dimiliki oleh
prodi pendidikan dokter gigi dapat dioptimalkan seefisien mungkin guna
mencapai tujuan program kerja prodi. Pengembangan staf diarahkan
kepada peningkatan kapabilitas staf, peningkatan kemampuan
manajerial serta peningkatan koordinasi antar unit organisasi. Untuk
memudahkan koordinasi dan komunikasi antara pimpinan dengan
seluruh unit organisasi telah disediakan fasilitas teknologi dan informasi
di fakultas yang mendorong terciptanya sistem komunikasi paperless
office (PLO-LINK) sehingga memudahkan komunikasi dan koordinasi.
Pengembangan staf juga dilakukan dengan mengikutsertakan staf
dalam berbagai kegiatan pelatihan Revitalisasi Kurikulum KBK,
Pengembangan Kurikulum Skills Lab, Pembuatan Soal ber-vignette

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 27


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
pada Kurikulum Berbasis Kompetensi, Case Development pada
Kurikulum Berbasis Kompetensi, Evaluasi Kognisi, Psikomotor dan
Afektif pada Kurikulum Berbasis Kompetensi, Peningkatan Kualifikasi
Tutor untuk Menunjang Kurikulum Berbasis Kompetensi, Revitalisasi
Kurikulum Tahap Lanjutan I, II dan III serta Pelatihan dan Penyegaran
Pekerti serta Applied Aproach (AA).

4. Pengawasan
Pengendalian dan pengawasan kinerja serta pelaksanaan kegiatan
prodi dilakukan berdasarkan mekanisme monitoring dan evaluasi
(monev) yang mengacu kepada kebijakan atau pedoman dari Sistem
Penjaminan Mutu. Pengawasan proses pembelajaran dilakukan dengan
menyebarkan kuesioner ataupun pengawasan langsung di lapangan.
Kuesioner diedarkan kepada mahasiswa, alumni ataupun tenaga
pendidik dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana tujuan proses
pembelajaran telah tercapai. Demikian pula pengawasan langsung di
lapangan dapat dilakukan pada kegiatan kelas, kegiatan lapangan
ataupun kegiatan akademik lainnya.
Pengawasan eksternal untuk dilaksanakan oleh Badan Pengawas
Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan
(BPK) dan Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional,
sedangkan fungsi pengawasan internal untuk proses pembelajaran
dilaksanakan oleh Sistem Penjaminan Mutu (SPM) Univeresitas
Padjadjaran. Proses administrasi keuangan dilakukan oleh Sistem
Pengawas Internal (SPI) Universitas Padjadjaran.

5. Pengarahan
Ketua Program Studi memberikan arahan kepada staf sesuai
dengan tugas dan fungsi berdasar pada standar operasional prosedur
yang telah ditetapkan. Fungsi pengarahan kepada staf juga ditujukan
untuk memberikan memotivasi staf guna meningkatkan prestasinya
dalam melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 28


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
6. Representasi
Efektivitas pengorganisasian dapat terlihat pada pendistribusian
atau alokasi tugas yang proporsional dan professional, sehingga setiap
fungsi atau satuan kerja dapat bekerja secara sinergis dalam
mendukung pelaksanaan program dan tujuan Program Studi
Konservasi Gigi. Sistem tata pamong Program Studi Konservasi Gigi
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran telah tercermin
dalam bentuk dan struktur organisasi yang telah sesuai dengan
kebutuhan institusi sesuai dengan peraturan yang berlaku serta telah
dilengkapi dengan fungsi dan wewenang yang jelas. Wewenang setiap
unit organisasi dibatasi melalui uraian tugasnya sesuai dengan fungsi
dan kedudukan staf di dalam struktur organisasi. Tipe struktur
organisasi Program Studi berdasarkan wewenang adalah
menggabungkan wewenang lini dan staf yaitu pelimpahan wewenang
dari atas ke bawah dan wewenang yang diberikan kepada staf untuk
membantu melancarkan tugas staf yang memiliki wewenang lini
Struktur organisasi prodi saat ini telah :
1) Menggambarkan adanya pendelegasian wewenang
2) Menggambarkan adanya pembagian kerja
3) Menggambarkan adanya hubungan organisatoris antar seluruh unit
organisasi melalui kegiatan yang dilakukannya

7. Penganggaran
Tata cara proses penganggaran telah mengikuti Standar
Operasional Prosedur (SOP), Program Studi mengisi fomat Rencana
Kerja dan Anggaran Kementerian Lembaga (RKAKL) berdasarkan
kebutuhan Program Studi dan diusulkan ke Fakultas. Fakultas
mengusulkan penerimaan dan belanja ke Univeritas untuk digabungkan
menjadi rencana penerimaan dan belanja Universitas Padjadjaran.
Sejak tahun 2016, Fakultas mengajukan RAB ke Universitas melalui
Sistem Informasi dan Administrasi Terpadu (SIAT) kemudian

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 29


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Universitas mengusulkan rencana penerimaan dan belanja ke
KeMenristek Dikti. Apabila rencana tersebut disetujui maka keluar
Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Apabila rencana tersebut
tidak disetujui maka Universitas harus melakukan revisi anggaran.
Fakultas dapat menggunakan anggaran dan melaksanakan belanja
sesuai dengan rencana fakultas yang telah disusun.

2.4 Penjaminan Mutu.

Jelaskan pelaksanaan penjaminan mutu pada program pendidikan, yang


mencakup ketersediaan dokumen.

Penjaminan mutu pada program studi dilakukan oleh tim monev


prodi yang berkoordinasi dengan Unit Penjaminan mutu (UPM)
Fakultas. Fakultas Kedokteran Gigi Unpad telah menetapkan Unit
Penjamin Mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 51 Tentang
Statuta Universitas Padjadjaran, Pimpinan Fakultas menetapkan Unit
ini dengan menerbitkan SK No.7452/UN6F/KP/2016. UPM FKG Unpad
melaksanakan tugasnya dengan mengacu pada:
1. Undang-undang No.20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan
Nasional,
2. Peraturan Pemerintah No.19 tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan
3. Peraturan Permenristek-Dikti no. 44 tahun 2015 tentang Standar
Nasional Pendidikan Tinggi
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 50 tahun 2014
tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.
5. peraturan pemerintah republik indonesia nomor 51 tahun 2015
tentang statuta Universitas Padjadjaran
Prinsip penerapan penjaminan mutu FKG Unpad mengikuti prinsip
Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Unpad yang secara simultan
dilakukan berlandaskan Pola Ilmiah Pokok Unpad yaitu Bina mulia

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 30


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
hukum dan lingkungan hidup dalam pembangunan nasional, dan
didalam pelaksanaannya dijalankan sesuai budaya kerja Unpad yang
penuh tanggung jawab, unggul, teliti ilmiah, profesional, semangat,
kreatif dan terpercaya. Pelaksanaan penjaminan mutu prodi berpatokan
pada Visi, Misi, sasaran dan tujuan SPMI Unpad sehingga arah
penjaminan mutu terjaga dengan baik dan benar.
Adapun visi misi, sasaran dan tujuan SPMI Unpad adalah sebagai
berikut:
Visi SPMI Unpad
Menjadi pusat rujukan penjaminan mutu tridharma maupun manajemen
kelembagaan perguruan tinggi yang berdaya saing internasional pada
tahun 2030

Misi SPMI Unpad


A. Mengembangkan kerangka acuan penjaminan mutu akademik dan
non akademik Unpad
B. Mengembangkan dan mendorong pelaksanaan sistem penjaminan
mutu akademik dan non akademik di unpad yang berdaya saing
tinggi baik nasional maupun internasional
C. Menyelenggarakan audit internal terhadap fakultas dan program
studi
D. Membentuk keunggulan-keunggulan yang khas di lingkup Unpad
yang menjunjung tinggi dan memiliki keluhuran budaya lokal dan
budaya nasional dalam keragaman budaya dunia.

Tujuan SPMI Unpad


A. Terlaksananya Penetapan pengembangan sistem penjaminan mutu
akademik dan non akademik berdasarkan pemanfaatan organisasi
dan aset SDM
B. Terlaksananya Pemenuhan pengembangan sistem penjaminan
mutu akademik berbasis learning outcome dan non akademik yang
berorientasi stakeholder

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 31


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
C. Terlaksananya pengembangan pedoman dan tata cara evaluasi
internal penjaminan mutu akademik berbasis learning outcome dan
non akademik yang berorientasi stakeholder
D. Terlaksananya inovasi pengembangan instrumen Pengendalian
internal penjaminan mutu akademik dan non akademik yang
berorientasi learning outcome
E. Terlaksananya pengembangan fasilitasi layanan akademik berbasis
learning outcome dan non akademik berdasarkan kebutuhan
stakeholder
F. Terlaksananya Peningkatan mutu layanan akademik berbasis
learning outcome dan non akademik berorientasi stakeholder
G. Terbentuknya keunggulan-keunggulan yang khas di lingkup unpad
yang menjunjung tinggi keluhuran budaya lokal dan budaya
nasional dalam keragaman budaya dunia.
Pelaksanaan penjaminan mutu dapat tercapai dengan baik jika
terdapat dokumen-dokumen yang menjadi panduan pelaksanaan
penjaminan mutu. Berdasarkan Buku Pedoman SPM-PT Dikti 2014,
pelaksanaan penjaminan mutu akademik Program Studi didukung oleh
dokumen-dokumen:
1. Buku/Dokumen KebijakanSPM (KebijakanMutu/QualityPolicy)
Buku/Dokumen Kebijakan SPM adalah dokumen berisi garis besar
tentang bagaimana Fakultas memahami, merancang, dan
mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI)
dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi sehingga terwujud
budaya mutu pada perguruan tinggi tersebut.

2. Buku/Dokumen Manual SPM (ManualMutu/QualityManual)


Buku/Dokumen Manual SPM adalah dokumen berisi petunjuk
teknis tentang cara, langkah, atau prosedur Penetapan,
Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan Standar
Dikti secara berkelanjutan oleh pihak yang bertanggungjawab

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 32


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
dalam pelaksanaan SPM, baik pada aras unit pengelola program
studi maupun pada aras perguruan tinggi.

3. Buku/Dokumen Standar SPM (Standar Mutu/Quality


Standard)
Buku/Dokumen Standar SPM adalah dokumen berisi berbagai
kriteria, ukuran, patokan, atau spesifikasi dari seluruh kegiatan
penyelenggaraan pendidikan tinggi suatu PerguruanTinggi untuk
mewujudkan visi dan misinya sehingga memuaskan para
pemangku kepentingan internal dan eksternal perguruan tinggi.

4. Buku/Dokumen Formulir/SOP
Buku/Dokumen Formulir/SOP adalah dokumen tertulis yang berisi
kumpulan formulir/proforma yang digunakan dalam
mengimplementasikan Standar Dikti dan berfungsi untuk
mencatat/merekam hal atau informasi atau kegiatan tertentu ketika
Standar Dikti diimplementasikan.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 33


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
2.5 Umpan Balik.

Apakah program pendidikan telah melakukan kajian tentang proses pembelajaran berdasar umpan balik dari dosen,
peserta didik, alumni, dan pengguna lulusan mengenai harapan dan persepsi mereka ? Jika Ya, jelaskan isi umpan balik
dan tindak lanjutnya.

Umpan
Isi Umpan Balik Tindak Lanjut
Balik dari

(1) (2) (3)


Dosen 1. Kesesuaian mata kuliah di dalam modul dengan kurikulum 1. Dilakukan penyempurnaan modul sesuai
2. Kesesuaian rencana jumlah tatap muka dengan jumlah sks kurikulum yang berlaku
dalam RPS 2. Disediakan berita acara untuk setiap
3. Kesesuaian pelaksanaan jumlah tatap muka dengan RPS kegiatan proses pembelajaran
4. Kesesuaian learning objektif materi yang diselesaikan 3. Disediakan DHMD
dengan modul 4. Dibuat RPS sesuai dengan kurikulum yang
5. Pelaksanaan proses pembelajaran sudah terjadwal dengan berlaku
baik 5. Dilaksanakan sistem monev yang
6. Ketersediaan fasilitas proses pembelajaran berkelanjutan
7. Kesesuaian sistem penilaian dengan RPS dilakukan 6. Dilakukan peningkatan fasilitas
sesuai aturan dan dapat dapat pembelajaran seperti penambahan ruang
dipertanggungjawabkan tutorial, penambahan LCD, screen, alat-
alat praktikum, dental unit, dan lain-lain.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 30
Gigi Universitas Padjadjaran
8. Profesionalisme tenaga kependidikan dalam 7. Dilakukan pengembangan sistem penilaian
membantu proses pembelajaran sesuai SNPT
8. Dilakukan evaluasi kinerja tenaga
kependidikan secara berkelanjutan.

Peserta 1. Kedisiplinan (kehadiran dan ketepatan waktu) supervisor 1. Penerapan sistem absensi finger print yang
didik klinik. dikonversikan pada sistem remunerasi
2. Kemampuan supervisor klinik membangkitkan minat belajar 2. Dilakukan pelatihan dosen pembimbing
bagi mahasiswa. klinik guna meningkatkan profesionalisme
3. Kesediaan supervisor membantu mahasiswa di luar jam supervisor klinik.
kegiatan. 3. Meningkatkan kompetensi supervisor klinik
4. Peranan Tendik. dengan mengirimnya ke berbagai
5. Kompetensi Tendik. pelatihan-pelatihan di bidang estetik
6. Kedisiplinan Tendik (kehadiran dan ketepatan waktu). kompleks dan bedah endodontik
7. Fasilitas kegiatan pembelajaran. 4. Meningkatkan kompetensi dan
8. Fasilitas kegiatan pelatihan klinik spesialis. profesionalisme tendik dengan
9. Pelayanan dosen, supervisor klinik spesialis, tendik dalam mengadakan pelatihan IT
menunjang kelancaran studi. 5. Meningkatkan fasilitas kegiatan
10. Setelah mengikuti kegiatan klinik pada semester genap pembelajaran. Jumlah ruang tutorial,
kemampuan anda dalam keterampilan klinik. jumlah dental unit sudah ada peningkatan,
dan pengadaan ruang bedah endodontik

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 31
Gigi Universitas Padjadjaran
11. Setelah mengikuti kegiatan klinik pada semester genap yang dilengkapi alat DOM (dental operating
kemampuan anda dalam menganalisis kasus. microscope)
12. Kejelasan kurikulum program studi spesialis. 6. Fasilitas kegiatan pelatihan klinik PPDGS
13. Apakah buku pedoman klinik spesialis perlu disediakan. Konservasi Gigi sedang dalam penjajagan.
14. Apakah ketersediaan modul membantu anda di dalam 7. Mengikutsertakan peserta didik pada
mengerjakan kegiatan klinik spesialis. acara-acara seminar maupun Hands on di
15. Kepatuhan terhadap modul klinik spesialis. bidang estetik kompleks dan bedah
16. Kejelasan modul klinik spesialis. endodontik
17. Kejelasan kompetensi yang akan diperoleh setelah selesai 8. Dilakukan pengembangan modul-modul
kegiatan pembelajaran dan kegiatan pelatihan klinik klinik.
spesialis. 9. Mengadakan revitalisasi kurikulum secara
18. tata cara penilaian sudah baik dan tidak merugikan berkala.
19. Tugas yang diberikan sesuai dengan beban kegiatan. 10. Melengkapi buku-buku pedoman klinik.
11. Mengembangkan tata cara penilaian.
12. Dibuat rancangan tugas sesuai kurikulum
bagi peserta didik

Alumni 1. Ilmu yang diperoleh selama pendidikan dapat diaplikasikan Dilakukan evaluasi, pengendalian dan
di dalam memecahkan masalah kasus estetik kompleks peningkatan standar mutu kompetensi dan
dan bedah endodontik. capaian pembelajaran.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 32
Gigi Universitas Padjadjaran
2. Ilmu yang diperoleh selama pendidikan sudah sesuai
dengan perkembangan IPTEK.
3. Kompetensi lulusan sudah mencukupi untuk bekerja
sebagai Spesialis Konservasi Gigi di bidang estetik
kompleks dan bedah endodontik yang berdaya saing.
4. Proses pembelajaran di Program Studi sudah dapat
memotivasi kegiatan Continuing Dental Education (CDE).

Pengguna Hal-hal yang diinginkan oleh pengguna lulusan : Dilakukan evaluasi, pengendalian dan
lulusan 1. IPK. peningkatan standar mutu lulusan.
2. Keterampilan klinik pada saat mengikuti program.
3. Keterampilan klinik setelah lulus program.
4. Kemampuan IT.
5. Kemampuan berbahasa asing.
6. Soft skill.
7. Kemampuan komunikasi secara profesional.
8. Kemampuan manajerial.
9. Kemampuan wiraswasta.
10. Etika dan moral.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 33
Gigi Universitas Padjadjaran
2.6 Keberlanjutan.

Jelaskan upaya untuk menjamin keberlanjutan program pendidikan ini,


khususnya dalam hal berikut.

a. Upaya peningkatan mutu manajemen.


Upaya menjamin keberlanjutan manajemen Program Studi
dirancang, dilaksanakan, dan ditingkatkan mutunya berkelanjutan
dengan berdasarkan pada model Penetapan, Pelaksanaan,
Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) berdasarkan
buku Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPM-PT) Dikti tahun
2010. Dengan model ini, maka prodi menetapkan terlebih dahulu
tujuan yang ingin dicapai melalui strategi dan serangkaian aktivitas
diikuti dengan penetapan standar manajemen yang sesuai dengan SN-
Dikti. Penetapan standar manajemen diikuti dengan pemenuhan
standar, k emudian dilakukan tahapan evaluasi terhadap pencapaian
tujuan melalui strategi monev pada setiap aktivitas yang dilakukan
secara berkala. Data hasil evaluasi dianalisis dan digunakan sebagai
dasar pelaksanaan perbaikan dan pengembangan manajemen ke arah
yang lebih baik secara berkelanjutan. Pelaksanakan monev dengan
model manajemen PPEPP ini menuntut semua individu yang terlibat
di dalam manajemen prodi untuk selalu bersikap terbuka, kooperatif,
dan siap untuk diaudit atau diperiksa oleh tim Unit Penjaminan Mutu
(UPM) FKG Unpad. Hasil monev dan audit yang dilakukan setiap akhir
tahun akademik akan direkam dan dilaporkan kepada pimpinan
Fakultas untuk kemudian diambil tindakan tertentu berdasarkan hasil
temuan dan rekomendasi dari tim auditor.
Upaya-upaya yang telah dilakukan adalah:
Penetapan tim monev Prodi
Pelaksanakan monev dengan model manajemen PPEPP
Penyempurnaan dokumen-dokumen SPM
Penyusunan POB akademik

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 34


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Penyusunan instruksi kerja
b. Upaya untuk peningkatan mutu lulusan
Standar mutu calon peserta didik PPDGS Konservasi Gigi telah
ditentukan sesuai penetapan yaitu:
Harus memiliki IPK 2,75
Usia maksimal 35
Wajib mengikuti ujian CBT
Wajib mengikuti kegiatan wawancara
Wajib mengikuti aptitude test
Nilai hasil tes minimal mencapai 80

Standar proses pembelajaran guna peningkatan mutu ditentukan sesuai


Permenristek Dikti No. 44 tahun 2015 yaitu
1. Dengan melaksanakan proses pembelajaran yang bersifat
Interaktif
Holistik
Integratif
Saintifik
Kontekstual
Tematik sesuai modul
Efektif
Kolaboratif
Berpusat pada mahasiswa/SCL
2. Proses pembelajaran disusun untuk setiap modul dan disajikan
dalam rencana pembelajaran semester (RPS)
3. RPS dikembangkan oleh Dosen secara mandiri dan/atau bersama
dalam kelompok
4. Peninjauan RPS dilakukan secara berkala
5. Proses pembelajaran dilaksanakan sesuai rencana di dalam RPS
6. Proses pembelajaran yang dilakukan terkait dengan kegiatan
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 35


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
7. Proses pembelajaran dilakukan secara sistematis dan terstruktur
dengan beban belajar yang terukur dalam sks
8. Digunakan metode pembelajaran yang efektif dengan melaksanakan
diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pembelajaran kolaboratif,
pembelajaran berbasis masalah dengan tutorial, seminar, praktikum
dan praktik klinik
9. Meningkatkan kegiatan ekstra kurikuler
Mutu lulusan PPDGS Konservasi Gigi dapat terlihat dari kualifikasi
lulusan sebagai pembicara yang diundang pada berbagai forum ilmiah,
memegang jabatan pada beberapa institusi, go international di bidang
disain busana terlihat pada tabel di bawah ini:
Ilmu Konservasi Gigi Yang
No Nama
Dipresentasikan
1. Opik Taofik Hidayat Estetik
2. Irmaleny Resto
3. Mirza Aryanti Endo
4. Hartanto Endro Wahyudi Endo
Juara I artikel laporan kasus
IPAMAGI IV
Juara I artikel laporan kasus
Gotrasawala FKG UNPAD
5. Anna Muryani
Juara I artikel laporan kasus
IPAMAGI IV
Juara I artikel laporan kasus
3M-Dentamedia Awards
6. Hendra Dian Adhita Endo
7. Ibnu Suryamodjo Endo
8. Martariwansyah Endo-Resto
9. Fadli Azhari Estetik
10. Rudy Djuanda Resto
11. Rahmi Alma Farah Bleaching
12. Diani Prisinda Endo-Resto
13. Ayu Trisna Hayati IKG
14. Endang Sukartini Endo
15. Grace Virginia Gumuruh Endo
16. Badi Soerachman Endo
17. Dudi Aripin Resto
Kepala Departemen Konservasi
18. Mirna Nur Latifah Zakaria,
Gigi FKG Unjani
19. Rudy Djuanda Wakil Dekan II FKG Maranata

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 36


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
20. Hengki Yudhana Kepala Rumah Sakit Pare-Pare
Fashion Show Di Paris Dan
21. Anggia S. Mawardi
Istambul Atas Undangan
Juara Poster I Endo Pada
22. Corry Yusuf
Acara Kongres IKORGI
Selain dari kuriklum pendidikan yang sudah dilaksanakan, peserta
didik diwajibkan untuk mengikuti seminar dan pelatihan dalam bidang
konservasi gigi guna mengikuti perkembangan teknik perawatan dan
material. Peserta didik harus mempresentasikan laporan kasusnya
pada seminar nasional, terutama yang diselenggarakan oleh IKORGI.
Prodi Konservasi Gigi bekerja sama dengan prodi spesialis lainnya
dalam melakukan perawatan gabungan untuk kasus-kasus kompleks,
sehingga seorang lulusan dapat melihat suatu kasus secara holistik dan
dapat mampu bekerjasama dalam menangani suatu kasus.

c. Upaya untuk melaksanakan dan meningkatkan hasil kerjasama


kemitraan
Program Studi Spesialis Konservasi Gigi merupakan program studi
yang berbasis profesi dan kompetensi klinis dalam bidang konservasi
gigi. Dalam pelaksanaannya, porsi terbesar berada pada kegiatan
praktis laboratories dan klinis. Dalam hal ini kemungkinan menjalin
mitra kerja sama sangat terbuka terutama dengan industri kedokteran
gigi. Upaya meningkatkan kerjasama dilakukan oleh Program Studi
dengan melibatkan semua staf dosen dalam kemitraan yang telah
terjalin selama ini, yaitu dengan:
1. Dentsplay, dalam bentuk bantuan pelaksanaan kegiatan pelatihan
dan penyediaan alat di klinik telah dilakukan 6 tahun
2. OHAWE
3. Unilever
4. Sterling.

d. Upaya peningkatan minat


Peminatan dalam bidang konservasi gigi terbagi menjadi 3 aspek
yaitu kariologi, restorasi, dan endodontik. Staf Pengajar Prodi Spesialis

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 37


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Konservasi Gigi terbagi dalam ketiga konsentrasi peminatan tersebut.
Peningkatan peminatan diperkuat dengan mengikuti pelatihan dan
seminar baik di tingkat nasional, regional, dan internasional. Selain itu
peminatan tersebut juga di aplikasikan dalam bentuk penelitian-
penelitian yang dilakukan secara mandiri maupun kelompok serta
penelitian-penelitian yang dilakukan oleh peserta didik dengan
bimbingan staf pengajar, sebagai prasyarat kelulusan.
Upaya PPDGS Konservasi Gigi dalam meningkatkan minat calon
peserta didik dilakukan melalui berbagai kegiatan, yaitu:
a. Sosialisasi melalui Website Unpad
b. Ceramah Ilmiah pada Pertemuan Ilmiah Ilmu Kedokteran Gigi
(IKORGI)
c. Promosi melalui acara Dies Natalis
d. Jurnal kedokteran gigi
e. Pameran pada kegiatan ilmiah konservasi gigi
f. Menyebarkan brosur pendidikan spesialis
g. Rapat dan pertemuan-pertemuan IKORGI dan/atau PDGI

Acara seminar ilmiah dan pertemuan-pertemuan merupakan salah satu


ajang peningkatan minat yang sering digunakan oleh PPDGS
Konservasi Gigi FKG Unpad

Gambar 3. Seminar IKORGI

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 38


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Gambar 4. Pertemuan IKORGI

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 39


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
STANDAR 3

PESERTA DIDIK DAN LULUSAN

3.1 Sistem Rekrutmen Peserta Didik Baru.

Sistem rekrutmen peserta didik baru mencakup: kebijakan rekrutmen


calon peserta didik baru, kriteria seleksi peserta didik baru, sistem
pengambilan keputusan, dan prosedur penerimaan peserta didik baru.

Jelaskan sistem rekrutmen peserta didik baru yang diterapkan pada


program pendidikan ini, termasuk dokumentasi dan konsistensi
pelaksanaannya.

1. Kebijakan Rekrutmen Calon Peserta Didik Baru


Penerimaan calon mahasiswa baru di PPDGS Konservasi Gigi
dilakukan secara terpusat atau (sentralisasi) melalui UPT Seleksi
Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) berdasarkan SK Rektor
1288/UN.6.PR1/PP/SK/2012. Tahap pertama penerimaan mahasiswa
baru PPDGS Konservasi Gigi FKG UNPAD dilakukan secara Online
dengan diawali pembelian pin terlebih dahulu ke Bank. Informasi
mengenai PPDGS Konservasi gigi dapat dilihat di web site
www.smup.unpad.ac.id dan leaflet di sekretariatan PPDGS UNPAD.
Masa pendaftaran dibuka selama 4 bulan, calon mahasiswa
mengirimkan berkas pendaftaran melalui pos ke sekretariatan SMUP
PPDGS Universitas Padjadjaran Fakultas Kedokteran Gigi Univesitas
Padjadjaran di Gedung Pascasarjana UNPAD Lantai II Jl. Sekeloa
Selatan No.1 Bandung telp : 022-2504985, fax : 022-2532805

2. Kriteria Seleksi Peserta Didik Baru


1) Fotokopi Bukti Pembelian PIN dari Bank.
2) Nilai Tes Kemampuan Belajar Advanced (TKBA) dari Fakultas
Psikologi Unpad.
3) Nilai Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) yang dikeluarkan
dari Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Unpad atau Sertifikat
ITP, IBT atau IELTS.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 37


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
4) Hasil pencetakan isian biodata online di kertas ukuran A4 yang
sudah ditempel pas photo berwarna 3 x 4, tanda tangan dan
cap jempol kiri.
5) Surat Permohonan untuk mengikuti Pendidikan Dokter Gigi
Spesialis yang diketik, surat permohonan ditujukan kepada
Rektor melalui Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas
Padjadjaran sebanyak 2 lembar. Formulir lamaran dapat di
download di laman SMUP.
6) Fotokopi ijazah dan transkrip Sarjana Kedokteran Gigi dan
Profesi yang telah dilegalisir IPK Profesi Minimal 2,75 Kecuali
untuk Program Studi IPM tidak dipersyaratkan.
7) Fotokopi Akte Kelahiran.
8) Surat persetujuan Atasan bagi mereka yang masih bekerja
pada perguruan tinggi, instansi pemerintahan atau swasta.
9) Surat pernyataan dari instansi yang memberi beasiswa.
10) Surat persetujuan dari keluarga untuk mengikuti pendidikan
Program Dokter Gigi Spesialis di FKG (Suami/Istri/Orang Tua)
11) Surat Keterangan Kesehatan dari dokter yang mempunyai SIP.
Tidak memiliki keterbatasan fisik dan mental untuk melakukan
tugas tugas profesi, termasuk tidak buta warna.
12) Surat Keterangan Kelakuan baik (SKKB) setingkat kepolisian
Resort Kota (Polresta).
13) Khusus bagi calon pelamar yang berasal dari instansi TNI dan
POLRI surat keterangan Kelakuan Baik (SKKB) dikeluarkan
dari Kesatuan masing-masing yang telah dilegalisir.
14) Foto Copy Surat Tanda Registrasi (STR).
15) Surat Keterangan Bebas NAPZA (Narkotik, Psikotropik dan Zat
Adiktif lain) dari kepolisian, kecuali anggota TNI dari
kesatuannya.
16) Surat Rekomendasi Akademik dari 2 (dua) orang staf pengajar
(kecuali Pimpinan, pengelola Departemen dan pengelola

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 38


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Program Studi). Form Surat Rekomendasi dapat di unduh di
website SMUP.
17) Khusus untuk program studi Bedah Mulut, Ortodontik,
Konservasi Gigi, IKGA (kecuali staf pengajar FKG Unpad) batas
usia pada saat mendaftar maksimal 35 tahun.
18) Fotokopi surat Keterangan Selesai Masa Bakti bagi yang sudah
menyelesikannya.
19) Pelamar yang memilih 2 Program Studi berkas persyaratan di
rangkap 3 dan yang memilih 1 Program Studi berkas
persyaratan hanya 2 rangkap saja.
20) Pas Photo Berwarna Ukuran 4 x 6 sebanyak 3 Lembar.

3. Sistem Pengambilan Keputusan


Hasil seleksi dibahas pada rapat pleno panitia penerimaan peserta
didik oleh tim yang terdiri dari :
1) Ketua PPDGS Konservasi Gigi FKG UNPAD
2) Ketua PPDGS di lingkungan FKG UNPAD
3) Kepala Departemen Konservasi Gigi FKG UNPAD
4) Dekan FKG UNPAD
Keputusan rapat dilaporkan kepada Dekan Fakultas Kedokteran
Gigi UNPAD sebagai penanggung jawab untuk dipertimbangkan dan
diteruskan ke Rektor Universitas Padjadjaran sebagai keputusan akhir.
Bagi calon peserta didik yang lulus seleksi diharuskan :
a. Mendaftar ulang sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditentukan
b. Menyelesaikan persyaratan administrasi
c. Bersedia menaati segala ketentuan yang berlaku di Departemen
Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 39


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
4. Prosedur Penerimaan Peserta Didik Baru
Tata cara penerimaan peserta didik dilakukan dengan cara sebagai
berikut :
Sistem penerimaan peserta didik dilakukan melalui proses seleksi
yang dilaksanakan sekali dalam setahun. Pengumuman pembukaan
penerimaan peserta didik, persyaratan, jadwal pendaftaran dan jadwal
seleksi serta lain-lain dapat diketahui oleh peserta didik melalui
pengumuman yang dimuat di website www.smup.unpad.ac.id.
Penerimaan peserta didik dimulai dari bulan Februari sampai bulan
Juni.
Bagi calon peserta didik yang lulus seleksi diharuskan :
a. Mendaftar ulang sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditentukan
b. Menyelesaikan persyaratan administrasi
c. Bersedia mentaati segala ketentuan yang berlaku di Departemen
Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD
Pada tahun 2016 sistem seleksi PPDGS Konsevasi Gigi mengalami
perubahan, sesuai dengan sistem yang ditetapkan oleh pihak SMUP
Unpad.

Persyaratan Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi


Gigi Tahun 2016
Batas penyerahan/pengiriman berkas ke alamat :
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Gedung Pascasarjana UNPAD Lantai II
Jl. Sekeloa Selatan I Bandung
Telp: 022-2504985, fax: 022-2532805.

Penyelenggaraan Seleksi :
Jenis Seleksi Penyelenggaraa Keterangan
n
TKBI Pusat Bahasa TKBI, ITP, IBT atau
Fakultas Ilmu IELTS

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 40


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Budaya Unpad
TKBA BPIP Fakultas Jadwal terdapat di
Psikologi Unpad web SMUP.
-MMPI Panitia Tanggal Ujian
-Psikotes Ditentukan
Kemudian.

Tes Akademik Prodi masing Tanggal Ujian


Tes Wawancara Masing Ditentukan
Tes Keterampilan Kemudian
Motorik/Aptitude Test
(Prostodonsia,
Ortodonsia, Periodonsia,
Ilmu Kedokteran Gigi
Anak, Konservasi Gigi)

Seleksi di departemen Konservasi Gigi para calon mahasiswa akan


melalui :
1. Tes Akademik dilakukan dengan CBT yang dilakukan di ruangan
Link.
2. Test wawancara yaitu menjawab pertanyaan secara lisan yang
diberikan oleh staf yang bertugas sebagai penguji.
3. Ujian Keterampilan Motorik / Aptitude Test yaitu :
Preparasi akses pada gigi Molar atas
Preparasi kelas II komposit pada gigi Premolar atas
Restorasi onlay pada gigi Molar di phantom latihan
Secara detail, prosedur seleksi dari SMUP tergambar pada gambar di
bawah ini:

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 41


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Gambar 3.1 Prosedur Pembayaran Biaya Seleksi & Pendaftaran SMUP

3.2 Profil Peserta didik dan Lulusan.

3.2.1 Tuliskan data seluruh peserta didik dalam tiga tahun terakhir dengan
mengikuti format tabel berikut.
Jumlah Calon Jumlah
Jumlah
Tahun Daya Peserta didik Total
Peserta
Akademik Tampung Ikut Lulus Peserta
didik Baru
Seleksi(1) Seleksi didik
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
TS-3 12 27 12 12 12
TS-2 12 36 12 12 24
TS-1 10 42 10 10 34
TS 10 14 10 8 42
Jumlah (a)= 119 (b)= 44 (c)= 42 (d)= 112
Catatan: Kolom (1) disesuaikan dengan masa pendidikan di kolegium
masing-masing.
TS:Tahun akademik penuh terakhir saat pengisian borang
Diisi dengan jumlah keseluruhan peserta didik yang ikut seleksi dari
berbagai jenis seleksi.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 42


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
3.2.2 Tuliskan data seluruh lulusan dalam tiga tahun terakhir dengan
mengikuti format tabel berikut.
Jumlah Lulusan dengan IPK :
Tahun Akademik Jumlah Lulusan
2.75-3.49 3.50-3.74 3.75
(1) (2) (3) (4) (5)
2013/2014 8 - 5 3
2014/2015 16 - 2 14
2015/2016 12 1 3 7
Jumlah NA= 1 NB= 10 NC= 24
Catatan: Kolom (1) sampai TS- ?
TS:Tahun akademik penuh terakhir saat pengisian borang

3.2.3 Sebutkan pencapaian prestasi/reputasi peserta didik dalam tiga


tahun terakhir di bidang akademik (misalnya prestasi dalam
penelitian dan lomba karya ilmiah).

Nama peserta didik, Tingkat (Lokal,


No. Kegiatan dan Waktu Wilayah, Nasional, Prestasi yang Dicapai
Penyelenggaraan atau Internasional)
(1) (2) (3) (4)
Martariwansyah
Cosmos Award (SINI Juara 1 Poster
1 Tingkat Nasional
II) Presentation
2015
Yolanda
Juara 2 Asia Ceram X
2 Asia Ceram X Case Tingkat Internasional
Case Contest
Contest 2014-2015
Putra Qadri Fath
3 AAD Photography Tingkat Internasional Best of The Best
Contest 2016
Yolanda
Juara 1 Global Ceram X
4 Global Ceram X Case Tingkat Internasional
Case Contest
Contest 2014-2015
Raissa
Juara 1 Asia Ceram X
5 Asia Ceram X Case Tingkat Internasional
Case Contest
Contest 2015-2016

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 43


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Raissa
Juara 1 Global Ceram X
6 Global Ceram X Case Tingkat Internasional
Case Contest
Contest 2015-2016
Anna Muryani Penghargaan pemenang
7 IPAMAGI Tingkat Nasional TIP IPAMAGI II kategori
2012 laporan kasus terbaik
Penghargaan pemenang
Anna Muryani
lomba penulisan artikel
8 DENTA MEDIA Tingkat Nasional
kedokteran gigi VI (kategori
2014
artikel klinis)
Pemenang Gotrasawala-
Anna Muryani
EGC Awards DIES FKG
9 FKG UNPAD Tingkat Nasional
UNPAD 2016 kategori
2016
laporan kasus terbaik
Dhamayanti
10. Federation Dental Tingkat Internasional Pembicara International
International 2016
Raissa Indiwina
11 Federation Dental Tingkat Internasional Pembicara International
International 2016
Sally Yumanta
12 Federation Dental Tingkat Internasional Pembicara International
International 2016
Erawita Sapuherni
13 Federation Dental Tingkat Internasional Pembicara International
International 2016
Nuni Maharani
14 Federation Dental Tingkat Internasional Pembicara International
International 2016
Ika Destina
15 Federation Dental Tingkat Internasional Pembicara International
International 2016

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 44


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Nana Nurjanah
16 Federation Dental Tingkat Internasional Pembicara International
International 2016
Zuleika
Juara ke 2 Oral
17 Federation Dental Tingkat Internasional
Presentation
International 2016
Elfira Megasari
Mahidol International
18 Tingkat Internasional Presentasi Poster
Endodontics
Symposium (MIES)
Yolanda Dwi Utami
Mahidol International
19 Tingkat Internasional Presentasi Poster
Endodontics
Symposium (MIES)
Arnold Kyoto
Mahidol International
20 Tingkat Internasional Presentasi Poster
Endodontics
Symposium (MIES)
Roy Nalendra
Mahidol International
21 Tingkat Internasional Presentasi Poster
Endodontics
Symposium (MIES)
Dian Soraya Tanjung
22 Prosiding Temu Tingkat Lokal Pembicara
Ilmiah Forum Dies
Hengky Yudhana
23 Prosiding Temu Tingkat Lokal Pembicara
Ilmiah Forum Dies
Ira Buka
24 Prosiding Temu Tingkat Lokal Pembicara
Ilmiah Forum Dies

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 45


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Taufik Ari Wibowo
25 Prosiding Temu Tingkat Lokal Pembicara
Ilmiah Forum Dies
Sheena Lionie
26 Prosiding Temu Tingkat Lokal Pembicara
Ilmiah Forum Dies
Corry Jusuf
27 Prosiding Temu Tingkat Lokal Pembicara
Ilmiah Forum Dies
Oksana Megasari
28 Prosiding Temu Tingkat Lokal Pembicara
Ilmiah Forum Dies
Anita Yuniastuti
Handayani
29 Tingkat Lokal Pembicara
Prosiding Temu
Ilmiah Forum Dies
I Gede Astika Andhi
30 Yasa Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016
Wijoyo Sastro
31 Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016
R Nuni Maharani
32 Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016
Ika Destina
33 Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016
Zuleika
34 Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016
Erawita Agradaria
35 Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016
Nana Nurjanah
36 Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016
Wening Prabandari
37 Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 46


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Sally Yumanta
38 Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016
Raissa Indiwina
39 Tingkat Lokal Pembicara
Gotra Sawala 2016
Danica Anastasia
Jurnal Lokal
40 Jurnal Kedokteran Penulis Utama
ISSN 2477-3778
Raflesia
Danica Anastasia
Jurnal Lokal
41 Padjadjaran Journal Penulis Kedua
ISSN 1979-0201
of Dentistry
Snataka Pribadi
International International
42 Penulis Utama
Committe Military Journal
Medicine
Myrna Nurlatifah International
43 Zakaria Journal Penulis Utama
Journal of Scientific ISSN 1662-9795
I Gede Astika Andhi
Yasa Poster
44 Pembicara Utama
Asean Endodontic Internasional
Congress
Sasia Budi Nurina
Short Lecture
45 Asean Endodontic Pembicara Utama
Internasional
Congress
Lingga Restu
Poster
46 Asean Endodontic Pembicara Utama
Internasional
Congress
Arnold Kyoto
Poster
47 Asean Endodontic Pembicara Utama
Internasional
Congress
Elfira Megasari
Poster
48 Asean Endodontic Pembicara Utama
Internasional
Congress

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 47


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
Banyak peserta didik PPDGS Konservasi Gigi yang telah meraih prestasi
dalam bidang penelitian dan lomba karya ilmiah, salah satunya adalah
seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 5. Pemenang Award Tingkat Nasional

Gambar 6. Pemenang Award Tingkat Internasional

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 48


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
3.2.4 Kohort Peserta didik

Tuliskan data jumlah peserta didik 8 semester terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.
Jumlah Peserta didik per Angkatan pada Tahun * Jumlah
Tahun
Lulusan s.d.
Masuk S-14 S-13 S-12 S-11 S-10 S-9 S-8 S-7 S-6 S-5 S-4 S-3 S-2 S-1 S Semester
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17)
S-14 (a)= 10 10 10 10 10 0 0 0 0 0 0 0 0 (b)= 0 (c)= 10
S-13 - - - - - - - - - - - - - -
S-12 4 4 4 4 4 0 0 0 0 0 0 0 0 4
S-11 - - - - - - - - - - - -
S-10 9 9 9 9 9 0 0 0 0 0 0 9
S-09 - - - - - - - - - -
S-08 10 10 10 10 10 0 0 0 0 10
S-07 - - - - - - - -
S-06 12 12 12 12 12 0 0 12
S-05 - - - - - -
S-04 (d) 12 12 12 12 (e) 0 (f) 12
S-03 - - - -
S-02 12 12 12
S-01 - -
S 10

* Tidak memasukkan peserta didik transfer.


Catatan : huruf-huruf(d), (e), dan (f), sesuai dengan lama Pendidikan pada kolegium masing-masing.
Contoh di atas adalah untuk program dengan lama Pendidikan 5 semester (S-4)

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 49
Gigi Universitas Padjadjaran
3.2.5 Hasil Ujian Peserta didik

Hasil ujian nasional oleh Kolegium dalam tiga tahun terakhir.


First Taker yang
Jumlah Peserta
lulus Nilai Rata-rata Ujian Jumlah Peserta yang Nilai Ujian di Atas
No. Tahun
First Selain First Nasional Rata-rata Nasional
Jumlah %
Taker Taker
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 TS-2 12 - 12 100 80,2 5
2 TS-1 12 - 12 100 81,3 7
3 TS 7 - 7 100 80,6 3
Total a = 31 - b = 31 100 80.7 15

3.3 Layanan kepada Peserta didik.

Lengkapilah tabel berikut untuk setiap jenis pelayanan kepada peserta didik PS.

Jenis Pelayanan
No. kepada Peserta Bentuk kegiatan, Pelaksanaan dan Hasilnya
didik
(1) (2) (3)
o Nama Unit: Tim Pelaksana Bimbingan dan Konseling (TPBK) FKG Unpad.
Bimbingan dan konseling terhadap mahasiswa diberikan sesuai dengan Pedoman Penyelenggaraan
Bimbingan dan
1 Pendidikan Universitas Padjadjaran dilaksanakan melalui penangangan terhadap mahasiswa yang
konseling pendidikan
bermasalah, khususnya yang bersifat non-akademis, dilakukan oleh dosen konselor yang tergabung dalam
TPBK Fakultas atau dapat dirujuk ke TPBK Universitas.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 50
Gigi Universitas Padjadjaran
o Jenis Pelayanan:
Jenis-jenis pelayanan terdiri dari:
Bimbingan Pengembangan Diri.
Bimbingan Akademik.
Bimbingan Karir.
Konseling Akademik.
Konseling Pribadi untuk mahasiswa yang mendapat masalah pribadi.

o Mekanisme pelayanan:
Mekanisme pelayananbimbingan dan konseling adalah sebagai berikut :

1. Mahasiswa dapat mendatangi TPBK Fakultas atas keinginan sendiri.


2. Mahasiswa mendatangi TPBK Fakultas atas anjuran dosen wali; dosen wali akan memberi surat
pengantar untuk ke TPBK.
3. Mahasiswa mendatangi TPBK Fakultas atas anjuran dosen wali; dosen wali akan memberi surat

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 51
Gigi Universitas Padjadjaran
pengantar ke Wakil Dekan I untuk kemudian diteruskan ke TPBK.
Pelayanan mahasiswa di TPBK Universitas hanya diperkenankan atas dasar pertimbangan Pimpinan Fakultas
yang akan memberi surat pengantar, kecuali dalam keadaan tertentu yang dianggap darurat.
Pelayanan bagi mahasiswa yang terkena anjuran alih program studi, berlaku prosedur berikut :
a. Pimpinan fakultas mengirim surat permintaan pemeriksaan psikologi kepada TPBK Universitas dengan
melampirkan transkrip mahasiswa bersangkutan.
b. Apabila hasil pemeriksaan psikologi yang diterima Pimpinan Fakultas menunjukan bahwa mahasiswa yang
bersangkutan memenuhi persyaratan alih program studi, maka pemindahannya ke fakultas/program studi
harus melalui prosedur sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tim bimbingan dan konseling melakukan pendampingan minimal tiga kali per semester, pada awal, tengah,
dan akhir semester dengan pemantauan melalui perwalian oleh dosen wali bagi mahasiswa.
o Nama Unit: Pusat Pengembangan Kegiatan dan Kreativitas Mahasiswa (P2K2M)
Jenis pembinaan soft skills mahasiswa dilakukan melalui kegiatan :
1. Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM), berupa ajang kompetisi mahasiswa dalam menulis artikel dan
berkreasi tingkat lokal regional, dan nasional.
2. TOEFL test yang berguna untuk mengasah dan mengetahui tingkat kemampuan bahasa Inggris

2 Pembinaan soft skills mahasiswa. Fakultas telah memiliki base line data TOEFL mahasiswa yang dilakukan di awal masa
penerimaan mahasiswa dan akan dilakukan kembali pada saat mahasiswa lulus. Hal ini dilakukan untuk
meningkatkan kemampuan soft skill lulusan pada saat menghadapi dunia kerja.
3. Pelatihan penulisan karya tulis ilmiah (mendeley, open papers dan microsoft word)

o Mekanisme Pelayanan:
Mahasiswa melalui lembaga kemahasiswaan memberikan usulan kegiatan untuk kemudian dibimbing dan

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 52
Gigi Universitas Padjadjaran
dibina oleh Tim P2K2M.
o Nama Unit:
Unit Pelaksana Teknis Kesehatan Universitas Padjadjaran (UPT Kesehatan Unpad) dan Rumah Sakit Gigi
dan Mulut Universitas Padjadjaran (RSGM Unpad)

o Jenis Pelayanan:
Memberikan fasilitas keringanan biaya pendaftaran dan perawatan bagi seluruh mahasiswa Unpad yang
memeriksakan kesehatan dan melakukan pengobatan ke UPTKesehatan Unpad. Jenis pelayanan

3 Kesehatan kesehatan berupa jasa dokter umum dan dokter spesialis, dokter gigi dan dokter gigi spesialis, apotek,
laboratorium pemeriksaan, aerobik, Zumba, serta fitness centre. Sementara RSGM FKG Unpad
memberikan fasilitas pelayanan doker gigi dan dokter gigi spesialis khusus mahasiswa FKG Unpad, baik
jenjang sarjana, profesi, maupun spesialis.

o Mekanisme Pelayanan:
Mahasiswa menunjukkan kartu mahasiswa kepada petugas registrasi untuk mendapatkan fasilitas
keringanan biaya pemeriksaan dan pengobatan.

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran 53
Gigi Universitas Padjadjaran
3.4 Partisipasi Alumni

Jelaskan aktivitas dan hasil kegiatan dari alumni untuk kemajuan program
Pendidikan dalam hal : (1) sumbangan fasilitas, (2) keterlibatan dalam
kegiatan akademik dan nonakademik, (3) pengembangan Pendidikan
Afiliasi dan Satelit, dan (4) penyediaan fasilitas.
No Kegiatan Keterangan
Alumni memberikan sumbangan buku-buku
1 Sumbangan fasilitas text book yang bermanfaat bagi pelaksanaan
kegiatan akademik.
Alumni mengadakan kegiatan-kegiatan:
1. Forum ilmiah yang diwajibkan bagi peserta
didik untuk mengikuti forum ilmiah terserbut
guna meningkatkan kemampuan penalaran
dalam keilmuan peserta didik.
2. Alumni memberikan pembimbingan belajar
gratis kepada calon peserta ujian
kompetensi peserta didik Program
Keterlibatan dalam
Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
2 kegiatan akademik dan
Konservasi Gigi FKG Unpad
nonakademik
3. Kegiatan non akademik dilakukan melalui
proses komunikasi tersetruktur maupun
individu dengan alumni yang mempunyai
keahlian tertentu dalam acara-acara
silaturahmi.
Contoh kegiatan akademik salah satunya :
Alumni terpilih menjadi juri pada Asia Ceram
X Case Contest
3 Pengembangan Peserta didik PPDGS Konservasi Gigi diikut
Pendidikan Afiliasi dan sertakan pada acara-acara yang dilakukan
Satelit oleh pusat pendidikan afiliasi atau jejaring
4 Penyediaan fasilitas dari alumni berupa studio
dental fotografi yang dapat digunakan oleh
Penyediaan fasilitas
peserta didik PPDGS Konservasi Gigi FKG
Unpad secara cuma-cuma

LAM-PTKes: Buku III A - Borang Akreditasi - Program Pendidikan Dokter Gigi 54


Spesialis Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran
STANDAR 4

SUMBER DAYA MANUSIA

4.1 Sistem Seleksi dan Pengembangan

Jelaskan sistem seleksi/perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi,


dan pember-hentian dosen dan tenaga kependidikan untuk menjamin
mutu penyelenggaraan program pendidikan. Jelaskan pula keberadaan
pedoman tertulis dan konsistensi pelaksanaannya.

Pedoman Sistem rekrutmen tenaga pengajar/dosen pada Program Studi


PPDGS Konservasi Gigi sudah sangat efektif. Tenaga pengajar/dosen
Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi merupakan dosen
tetap di Universitas Padjadjaran yang telah lulus seleksi sebagai PNS
Universitas Padjadjaran. Perekrutan untuk tenaga pengajar pada PPDGS
Konservasi Gigi ditentukan berdasarkan kesesuaian kompetensi dan
kualifikasi dosen tersebut yang ditunjukkan dengan gelar akademik dan
jabatan akademiknya, sehingga selanjutnya dapat ditugaskan untuk menjadi
tenaga pengajar di PPDGS Konservasi Gigi.
Rekrutmen tenaga pengajar dan kependidikan dilakukan dengan
mengacu pada sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di
lingkungan Universitas Padjadjaran dengan tahapan sebagai berikut:
1. Rekrutmen tenaga pengajar dilakukan dengan terlebih dahulu
mempertimbangkan kebutuhan jumlah dan kompetensi dosen yang
diajukan Program Studi.
2. Proses seleksi administrasi di fakultas dan universitas, dengan tahapan
sebagai berikut :
1) Rektor mengeluarkan surat edaran Permintaan usulan formasi dari
setiap Fakultas.
2) Dekan mengeluarkan surat edaran permintaan usulan formasi dari
Prodi.
3) Ketua Prodi mengajukan usulan formasi dari prodi masing-masing.
4) Dekan mengajukan usulan formasi dari prodi ke Rektor.
5) Universitas melakukan pengumuman penerimaan Tenaga Pendidik.
6) Universitas menerima pendaftaran.

LAM-PTKes: Document1 51
7) Universitas melakukan seleksi administrasi.
8) Universitas melakukan seleksi tertulis.
9) Peserta lolos seleksi tertulis mengikuti seleksi wawancara di tingkat
Fakultas dan Prodi.
10) Universitas mengumumkan hasil kelulusan.
3. Seleksi kompetensi calon tenaga pengajar dilakukan melalui tiga tahapan
yaitu :
1) Tes Potensi Akademik (TPA) yang dilakukan di tingkat universitas.
2) Tes Substansi tingkat fakultas berupa wawancara dengan Dekan dan
para Wakil Dekan.
3) Tes Substansi tingkat Prodi berupa wawancara sesuai dengan
keilmuan masing-masing oleh Tim Seleksi Prodi.
Prosedur rekrutmen dan seleksi tenaga kependidikan juga mengacu pada
sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Universitas
Padjadjaran, dengan tahapan sebagai berikut:
1. Sub Bagian Kepegawaian Fakultas membuat formulir pendaftaran.
2. CPNS mengisi form pendaftaran.
3. CPNS menyerahkan form kepada staf kepegawaian.
4. Staf kepegawaian berkoordinasi dengan departemen tentang jumlah
tenaga kependidikan yang dibutuhkan.
5. Departemen mendata dan meyerahkan data ke staf kepegawaian.
6. Staf kepegawaian menyerahkan kepada Wakil Dekan I.
7. Wakil Dekan I menyerahkan dokumen tersebut ke universitas.
8. Universitas membuat Surat Keputusan Penerimaan CPNS.
Selain itu ada beberapa dosen yang memberikan mata kuliah
praktek/praktikum yang direkrut dari praktisi, dengan mengajukan
permohonan untuk tenaga pengajar. Setelah melalui tahap seleksi (yang
terdiri dari tes tertulis dan wawancara) dan ternyata selaras dengan kebutuhan
Program Studi, maka pelamar tersebut akan diterima menjadi staf pengajar di
PPDGS Konservasi Gigi. Mekanisme rekrutmen tenaga dosen yang berasal
dari praktisi tersebut, selanjutnya diserahkan kepada Pimpinan Fakultas, dan
selanjutnya akan mendapat surat keputusan pengangkatan sebagai tenaga
pengajar tidak tetap pada PPDGS Konservasi Gigi.

LAM-PTKes: Document1 52
Sistem Penempatan
Penempatan dosen dan tenaga kependidikan baru mengacu kepada
rencana pengembangan program studi dengan memperhatikan kompetensi
atau keahlian dari yang bersangkutan. Dalam proses penempatan dosen baru
atau CPNS akan ditempatkan dibawah pembinaan pimpinan program studi
dan dosen pengampu mata kuliah. Penempatan tenaga kependidikan
ditentukan oleh Fakultas dengan memperhatikan pengajuan kebutuhan dari
Program Studi.
Adapun persyaratan dan prosedur penempatan sebagai dosen PPDGS
Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Unpad sebagai berikut :
1. Bagi calon Dosen dari kalangan praktisi disyaratkan telah menjadi praktisi
minimal selama 5 Tahun.
2. Memiliki idealisme, kemampuan akademik dan attitude sebagai seorang
pendidik.
3. Telah mengikuti magang mata kuliah yang akan dibina minimal selama 2
tahun.
4. Direkomedasikan oleh dosen penanggung jawab mata kuliah/koordinator
mata kuliah kepada Ketua Program Studi untuk diangkat menjadi asisten
mata kuliah.
5. Ketua Program studi mengajukan draft S.K. mengajar kepada Dekan
Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran.

Sistem Pengembangan
Pengembangan dosen menduduki peringkat pertama dalam skala
prioritas pembinaan dan pengembangan dalam bidang pendidikan. Program
Studi PPDGS Konservasi Gigi membuka kesempatan yang seluas-luasnya
bagi seluruh dosen untuk mengembangkan diri terutama untuk mengikuti studi
lanjut pada pendidikan strata-3. Kegiatan-kegiatan pengembangan kapasitas
dosen dilakukan melalui pelatihan pekerti, pelatihan AA (Applied Approach),
pengembangan diri melalui ESQ, seminar, dan short course.
Prosedur pengembangan karir dosen mengacu kepada ketentuan
penghitungan angka kredit untuk kenaikan pangkat dan jabatan fungsional,
yakni sebagai berikut:

LAM-PTKes: Document1 53
a. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum melakukan pengecekan Daftar
Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang akan diusulkan kenaikan
pangkat.
b. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum menyiapkan berkas persyaratan
kenaikan pangkat.
c. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum melakukan legalisasi berkas
persyaratan.
d. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum membuat Surat Usulan Kenaikan
Pangkat yang ditandatangani oleh Wakil Dekan II.
e. Berkas persyaratan beserta Surat Usulan Kenaikan Pangkat dikirimkan ke
universitas melalui Kepala Bagian Administrasi Umum.
f. Jika pada tingkat universitas, berkas usulan kenaikan pangkat ada yang
kurang lengkap maka Bagian Kepegawaian Fakultas harus menyiapkan
berkas kekurangan persyaratan.
g. Jika pada tingkat universitas, berkas usulan kenaikan pangkat telah
memenuhi persyaratan maka oleh Kepala Sub Bagian Administrasi Umum
Universitas, usulan tersebut diproses lebih lanjut.
h. Universitas mengeluarkan Surat Keputusan Kenaikan Pangkat kemudian
disampaikan ke Sub Bagian Administrasi Umum tingkat Fakultas.
i. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum memproses Surat Kenaikan
Pangkat ke Sub Bagian Keuangan Fakultas.
j. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum mengarsipkan surat usulan, berkas
persyaratan, dan surat kenaikan pangkat serta mencatatnya dalam buku
agenda ajuan kenaikan pangkat.
Upaya pengembangan kualitas dosen juga dilakukan melalui peningkatan
pendidikan formal pada jenjang S3 serta melalui pengajuan sertifikasi dosen,
pelatihan dan seminar ilmiah.

Pemberhentian tenaga pengajar/dosen


Pemberhentian dosen mengacu kepada aturan kepegawaian yang
berlaku di lingkungan Kementerian Pendidikan Nasional pada umumnya dan
Universitas Padjadjaran khususnya. Dalam hal pemberhentian dosen dalam
keadaan normal (Pensiun) mengacu pada tahapan prosedur sebagai berikut:

LAM-PTKes: Document1 54
a. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum mendata dosen yang akan segera
pension.
b. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum mengeluarkan surat pengantar
pemensiunan diri kepada dosen dengan mencantum kan syarat-syarat
proses pensiun.
c. Wakil Dekan II membuat surat pemberitahuan kepada dosen yang sudah
memasuki masa persiapan pensiun.
d. Kepala Sub Bagian Administrasi Umum membuat dan mengeluarkan
pengajuan SK pensiun kepada Kepala Biro Kepegawaian Universitas.

Tenaga Kependidikan
Acuan untuk sistem rekrutmen tenaga kependidikan diatur berdasarkan
Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 98 Tahun 2000 Tentang Pengadaan Pemerintahan
Pegawai Negeri Sipil. Secara teknis rekrutmen tenaga kependidikan
berdasarkan pada Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 11
Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 98
Tahun 2000 Tentang Pengadaan Pegawai negeri Sipil sebagaimana telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah nomor 11 Tahun 2002.
Tenaga kependidikan pada Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
Konservasi Gigi adalah tenaga kependidikan Fakultas Kedokteran Gigi yang
ditugaskan oleh Fakultas di Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis
Konservasi Gigi Rekrutmen, penempatan, pembinaan, pengembangan dan
pemberhentiannya merupakan kewenangan fakultas.

Seleksi/Perekrutan Tenaga Kependidikan


Tenaga kependidikan sebagai penunjang penjaminan mutu dalam
penyelenggaraan pendidikan di program studi diatur dan ditentukan oleh
Fakultas. Program studi bisa mengajukan usulan, tetapi dalam praktik
biasanya tinggal memilih di antara tenaga kependidikan yang akan ditugaskan
atau menerima saja calon yang ditetapkan oleh Fakultas.

Penempatan Tenaga Kependidikan


Tenaga kependidikan yang telah diterima langsung bertugas melayani
program studi dan mahasiswa tenaga kependidikan ditempatkan berdasarkan

LAM-PTKes: Document1 55
kompetensi. Sebagai contoh, para pegawai pengelola perpustakaan diatur
oleh pustakawan sebagai ketua perpustakaan yang mengkoordinator untuk
bekerja secara bergiliran sesuai dengan jadwal mereka masing-masing.

Pengembangan Tenaga Kependidikan


Tenaga Kependidikan pada Progam Studi PPDGS Konservasi Gigi
mengikuti program-program pengembangan yang diselenggarakan oleh
Fakultas atau Universitas, Tenaga Kependidikan diberi kesempatan mengikuti
studi lanjut, kursus-kursus dan pelatihan : Bahasa Inggris, komputer,
kearsipan, pelayanan prima, pembukuan keuangan, Orientasi Masa Depan
(OMD) dan Protokoler.

Retensi dan Pemberhentian Tenaga Kependidikan


Tenaga Kependidikan biasanya berhenti dan digantikan oleh yang lain
sesuai dengan rotasi Tenaga Kependidikan Universitas Padjadjaran, yang
diatur oleh Universitas atau Fakultas. Untuk PNS yang pensiun maka dasar
hukum yang diberlakukan adalah UU no 11 tahun 1969 Tentang Pensiun
Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai; Peraturan Pemerintah nomor 1
tahun 1994 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun
1979 Tentang Pemberhentian PNS.
Pegawai yang diberhentikan dengan hormat sebagai Pegawai Negeri
berhak menerima pensiun pegawai, jika ia pada saat pemberhentiannya
sebagai pegawai negeri.
Beberapa ketentuan Pensiun Pegawai:
1. Pensiun muda minimal usia 50 tahun dengan masa kerja minimal 20
tahun.
2. Pensiun dikarenakan ada hal khusus: penyederhanaan organisasi;
perubahan susunan pegawai; penertiban aparatur; alasan dinas lainnya
berlaku bagi pegawai yang berusia minimal 50 tahun dan masa kerja
minimal 20 tahun. Bila kurang dari 50 tahun maka pemberian pensiun
kepadanya ditetapkan pada saat yang bersangkutan mencapai batas
usia 50 tahun.
3. Pensiun uzur masa kerja sekurang-kurangnya 4 tahun, dengan
keterangan tidak dalam melaksanakan tugas; tim dokter yang ditunjuk
menyatakan yang bersangkutan tidak dapat bekerja lagi

LAM-PTKes: Document1 56
4. Pensiun memenuhi syarat pensiun
Semua pedoman yang berkaitan dengan sistem seleksi/perekrutan,
penempatan, pengembangan, retensi, dan pemberhentian dosen dan tenaga
kependidikan untuk menjamin mutu penyelenggaraan program akademik
terdokumentasi dengan baik dan telah disosialisasikan dengan baik sehingga
bisa menghasilkan kinerja yang efektif dan bukti-bukti tersedia lengkap.

Tendik diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan : OOTRAD (Olimpiade


Olahraga Tradisional) Universitas Padjadjaran, Pekan Olahraga dan Seni FKG
UNPAD, Malam Keakraban Dies Natalis FKG UNPAD, gathering dan tamasya
Program Studi Konservasi Gigi.

4.2 Monitoring dan Evaluasi

Jelaskan sistem monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja


akademik dosen dan kinerja tenaga kependidikan. Jelaskan pula
keberadaan pedoman tertulis dan konsistensi pelaksanaannya.

Sistem monitoring dan evaluasi serta rekam jejak kinerja dosen


sudah dilaksanakan sesuai dengan pedoman tertulis yang lengkap dan
dilaksanakan secara konsisten. Sistem monitoring dan evaluasi, serta
rekam jejak kinerja akademik dosen dilakukan melalui beberapa cara
seperti berikut:
a. Daftar Hadir Mahasiwa dan Dosen (DHMD)
Monitoring harian sesuai dengan jadwal mengajar dosen dilakukan
melalui daftar hadir dosen yang dikelola oleh tenaga kependidikan
setiap minggu dan pada setiap akhir semester dilakukan evaluasi
melalui DHMD. DHMD digunakan untuk memonitor kehadiran
dosen, DHMD harian di Entry oleh bagian entry kehadiran
mahasiswa dan dosen. Rekap data kehadiran dicetak perdosen
sehingga tiap-tiap dosen dapat dimonitor kehadirannya serta topik
yang dibahasnya.
b. Evaluasi PBM Dosen
Program Studi melakukan evaluasi KBM pada akhir tiap semester,

LAM-PTKes: Document1 57
dengan melakukan survey, yakni menyebarkan angket kepada
mahasiswa di setiap mata kuliah yang diselenggarakan tiap akhir
semester.

c. Absen jari (finger print)


Kehadiran akan dimonitor setiap hari oleh bagian perkuliahan di
bawah bidang akademik, dan direkap per bulan, yang kemudian
akan disampaikan kepada Bagian Keuangan untuk dijadikan dasar
dalam penyesuaian pemberian kompensasi (uang transport). Selain
itu dengan daftar hadir elektronik ini dapat memonitor kesesuaian
jadwal mengajar setiap dosen dengan kehadiran dosen itu sendiri
dalam setiap bulannya.
d. Bagi dosen yang sudah sertifikasi harus mengisi beban kerja dosen
(BKD) secara online dan offline di bidang pendidikan dan
pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan
Manajemen/penunjang lainnya.
e. Penilaian pimpinan prodi melalui DP3
Bentuk lain evaluasi kinerja tenaga pendidik adalah pengisian
borang DP3 oleh ketua program studi. Pada umumnya penilaian
bersifat agak subyektif, dan hampir selalu terjadi peningkatan nilai.
Seluruh kinerja dosen juga dimonitoring oleh atasannya masing-
masing yang penilaiannya diwujudkan melalui pengisian Daftar
Penilaian Prestasi Pegawai ( DP3 ).
a) Beban kerja dosen sebanyak 12 sks per semester wajib
dijalankan oleh seorang dosen yang terdistribusi untuk kegiatan
(1) pengajaran, (2) penelitian, (3) pengabdian kepada
masyarakat, dan (4) penunjang yang lain.
b) Kegiatan pengajaran dosen harus sesuai dengan bidang ilmu,
dan kegiatan penelitian dosen harus sesuai dengan kepakaran
dosen. Jenis penelitian berupa karya penelitian, terjemahan/
saduran buku ilmiah, suntingan karya ilmiah dan atau karya

LAM-PTKes: Document1 58
teknologi.
c) Formula distribusi beban 12 sks: min. 4 sks pengajaran (30% x
12 sks) + 5 sks penelitian (40% x 12 sks) dan sisanya 4 sks
untuk pengabdian pada masyarakat dan kegiatan penunjang.
d) SK Dirjen Dikti 48/D3/Kep/1983 tentang Beban Tugas Tenaga
Pengajar pada Perguruan Tinggi. Pasal 1 (3):
e) Beban tugas tenaga pengajar PTN dinyatakan dengan
Ekivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP) yang setara
dengan 40 jam kerja/ minggu, yaitu jam kerja wajib seorang
Pegawai Negeri sebagai imbalan terhadap gaji dan lain-lain.
EWMP seorang tenaga pengajar biasa ditetapkan 12 sks yang dapat
disebar ke dalam tugas-tugas institusional sebagai berikut:
No Tugas Beban
1 Pendidikan 2 8 sks
2 Penelitian dan Pengembangan Ilmu 2 6 sks
3 Pengabdian Kepada Masyarakat 1 6 sks
4 Pembinaan sivitas akademika 1 4 sks
5 Administrasi dan Manajemen 0 3 sks
Dari hasil monitoring tersebut, Pimpinan Program Pendidikan Dokter
Gigi Spesialis Konservas Gigi dapat melakukan evaluasi terhadap
kinerja Dosen dengan melakukan: analisis tingkat kehadiran dosen
pada saat proses belajar mengajar kemudian dilakukan rapat prodi
untuk membahas hasil rekapitulasi dan analisis tingkat kehadiran dosen
tersebut.
Hasil evaluasi dari kedua item di atas, dijadikan bahan untuk
melakukan peningkatan kualitas dosen mata kuliah di semester
berikutnya, dengan adanya reward (insentif dan ucapan terima kasih)
dan punishment (teguran dari pimpinan fakultas bila kinerja dosen
kurang optimal). Selain itu bagi Prodi, hasil evaluasi tersebut dapat
dijadikan umpan balik dalam melakukan program peningkatan kualitas
dosen seperti difasilitasi dalam pelatihan pekerti, AA, TOT, e-learning,
dan pelatihan kompetensi dosen sesuai dengan mata kuliah yang

LAM-PTKes: Document1 59
diampunya.
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi kinerja dosen di bidang
pendidikan, penelitian, PkM dilakukan setiap enam bulan sekali dosen
harus mengisi beban kerja dosen dan laporan kinerja dosen.

Beban Kerja Dosen


Beban kerja dosen terbagi ke dalam beberapa kegiatan berikut:
1. Tugas pendidikan dan penelitian dosen paling sedikit 9 SKS yang
dilaksanakan di perguruan tinggi
2. Tugas pengabdian kepada masyarakat dapat dilaksanakan melalui
kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan
oleh perguruan tinggi yang bersangkutan atau melalui lembaga lain
sesuai dengan peraturan perundangan undangan;
3. Tugas penunjang tridharma perguruan tinggi dapat diperhitungkan
sks-nya sesuai dengan peraturan perundang undangan
4. Tugas melakukan pengabdian kepada masyarakat dan tugas
penunjang paling sedikit 3 (tiga) SKS
5. Tugas melaksanakan kewajiban khusus bagi professor sekurang-
kurangnya 3 sks setiap tahun

Tugas di Bidang Pendidikan


Dalam bidang pendidikan tugas dosen antara lain:
1. Perkuliahan/tutorial dan menguji serta, kegiatan pendidikan
2. Membimbing seminar Mahasiswa
3. Membimbing KKN,PKN, Praktek Kerja Lapangan (PKL)
4. Membimbing Tugas Akhir
5. Penguji pada ujian akhir
6. Membina kegiatan mahasiswa
7. Mengembangkan program perkuliahan
8. Mengembangkan bahan pengajaran mennyampaikan orasi ilmiah
9. Membina kegiatan mahasiswa di bidang akademik dan
kemahasiswaan

LAM-PTKes: Document1 60
10. Membimbing Dosen yang lebih rendah jabatannya

Di Bidang Penelitian Dan Pengembangan Karya Ilmiah


Dalam bidang penelitian dan pengembangan karya ilmiah dosen
memiliki beberapa tugas sebagai berikut:
1. Melakukan Penelitian dan publikasi hasil penelitian
2. Menghasilkan karya ilmah
3. Menerjemahkan/menyadur buku ilmiah
4. Mengedit/menyunting karya ilmiah
5. Memuat rancangan dan karya teknologi
6. Membuat rancangan dan karya seni

Pengabdian Kepada Masyarakat


Dalam bidang pengabdian kepada masyarakat dosen memiliki tugas
antara lain :
1. Menduduki jabatan pimpinan dalam lembaga pemerintahan/pejabat
Negara sehingga harus dibebaskan dari jabatan organiknya
2. Melaksanakan pengabdian hasil pendidikan dan penelitian yang
dapat dimanfaatkan oleh masyarakat
3. Memberi latihan/penyuluhan/penataran pada masyarakat
4. Memberi pelayanan kepada masyarakat atau kegiatan lain yang
menunjang pelaksanaan tugas umum pemerintah dan
pembangunan
5. Membuat/menulis karya pengabdian kepada masyarakat

Penilaian Kinerja Tenaga Kependidikan


Monitoring Kehadiran tenaga kependidikan melalui daftar hadir
elektronik. Penilaian secara administratif dilakukan oleh masing-masing
kepala bagian dan kepala tata usaha, dan pengawasan pelaksanaan
TUPOKSI dalam bentuk Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)
dilakukan oleh para Wakil Dekan untuk dilaporkan kepada Dekan.
Monitoring dan evaluasi untuk tenaga kependidikan meliputi :
Monitoring kehadiran tenaga kependidikan pada setiap hari kerja

LAM-PTKes: Document1 61
dengan menggunakan sistem daftar hadir sidik jari dan laporan kinerja
bulanan. Untuk penilaian tahunan Kinerja Tenaga Kependidikan dinilai
dengan prosedur sebagai berikut:

1. Badan Kepegawaian Negara (BKN) memberikan formulir penilaian


kinerja Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) kepada Biro
Kepegawaian Unpad
2. Biro Kepegawaian Unpad memberikan formulir penilaian kinerja
kepada bagian kepegawaian masing-masing fakultas
3. Pada pertengahan bulan desember, bagian kepegawaian fakultas
memberikan form penilaian (DP3) kepada masing-masing ketua
departemen
4. Kasubag memberikan penilaian terhadap unsur-unsur yang dinilai
kepada masing-masing karyawan
5. Form DP3 yang sudah dinilai oleh Kasubag diserahkan kepada
bagian kepegawaian.
6. Form DP3 dikembalikan lagi kepada karyawan untuk menanggapi
keberatan yang diajukan kemudian ditandatangani
7. Form DP3 diserahkan kepada Kasubag untuk memberikan
keputusan atas keberatan yang diajukan kemudian ditandatangani
8. Form DP3 diserahkan kepada Kepala Bagian untuk memberikan
keputusan atas keberatan yang diajukan kemudian ditandatangani
9. Form DP3 diserahkan kembali ke bagian kepegawaian fakultas
untuk disimpan sebagai arsip

LAM-PTKes: Document1 62
Pemberian Formulir Bagian
BKN
DP3 Kepegawaian Unpad

Pemberian Formulir
DP3

Kepala Sub Bagian


Fakultas

Nilai
DP3
Karyawan Penilaian
(DP3)

Bagian
Kepegawaian Pengarsipan
Fakultas

Penyerahan Nilai
DP3
DP3

Tanggapan Karyawan

Untuk setiap penilaian kinerja yang dilakukan, unsur-unsur yang dinilai


meliputi:
a. kesetiaan
b. prestasi kerja
c. tanggung jawab
d. ketaatan
e. kejujuran
f. kerjasama
g. prakarsa
h. kepemimpinan
Setiap unsur yang dinilai diberi angka penilaian dengan sebutan berikut:
a. nilai 91-99 : sangat baik
b. nilai 80-90 : baik
c. nilai 70-79 : cukup
d. nilai 60-69 : kurang
Semua pedoman dan rekaman jejak kinerja tenaga pendidik dan
kependidikan terdokumentasi dengan baik didukung dengan SOP.

LAM-PTKes: Document1 63
4.3 Dosen di RS Pendidikan Utama

4.3.1 Data dosen di RS Pendidikan Utama PS.

Tabel A. Dosen di RS Pendidikan Utama yang bidang keahliannya sesuai PS.

Pendidikan (S-1, S-2, S-3,


Nama Dosen di RS Jabatan
No. NIDN(1) Tgl. Lahir Sp, Sp.K), Bidang, dan Asal Bidang Keahlian
Pendidikan Utama Akademik
PT(2)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
UNPAD - drg
UNPAD - Sp.KG
Guru Besar
1 Setiawan Natasasmita 0028074001 28-07-1940 UNPAD - Dr Endo-Resto
Madya
UNPAD - Prof
KOLEGIUM - Konsultan
UNPAD - drg
UNPAD - Sp.KG
Guru Besar
2 Richata Fadil 0012104202 12-10-1942 UNPAD - Dr Endo-Resto
Madya
UNPAD - Prof
KOLEGIUM - Konsultan
UNPAD drg.
3 Grace Virginia Gumuruh 0001125001 1-12-1950 Lektor UNPAD Sp.KG. Endo-Resto
UNPAD MM.
UNPAD - drg
23-05-
4 Endang Sukartini 0023055101 Lektor Kepala UNPAD - Sp.KG Endo-Resto
1951 KOLEGIUM Konsultan
UNPAD - drg
5 Milly Armilia 0003105102 03-10-1951 Lektor Kepala UNPAD - Sp.KG Endo-Resto
KOLEGIUM Konsultan

LAM-PTKes: Document1 64
UNPAD - drg
Hendra Dian Adhita UI - Sp.KG
6 0005036402 05-03-1964 Lektor Endo-Resto
Dharsono UNPAD Dr
KOLEGIUM Konsultan
UNPAD drg
UNPAD - Sp.KG
7 Irmaleny Satifil 0029076602 29-07-1966 Lektor Kepala Endo-Resto
UI Dr
KOLEGIUM Konsultan
UNPAD drg
8 Ayu Trisna Hayati 0008026801 08-02-1968 Lektor Endo-Resto
UNPAD - Sp.KG
UNPAD - drg
UNPAD - Sp.KG
9 Dudi Aripin 0022117201 22-11-1972 Lektor Kepala Endo-Resto
UNPAD Dr
KOLEGIUM Konsultan
UNPAD drg
10 Taofik Hidayat 0028037002 28-03-1970 Lektor Endo-Resto
UNPAD - Sp.KG
UNPAD - drg
11 Rahmi Alma Farah 0020057705 20-05-1977 Lektor UI - Sp.KG Endo-Resto
KOLEGIUM Konsultan
UNPAD drg
UI - M.A.R.S Endo-Resto-
12 Diani Prisinda 0017018302 17-01-1983 Lektor
UI - Sp.KG Administrasi RS
KOLEGIUM Konsultan
UNPAD drg
13 Anna Muryani 0013067906 13-06-1979 Lektor UNPAD - Sp.KG Endo-Resto
KOLEGIUM Konsultan
UNPAD drg
14 Yolanda 15-08-1988 DTNP Endo-Resto
UNPAD - Sp.KG
Keterangan :

LAM-PTKes: Document1 65
(1) NIDN = Nomor Induk Dosen Nasional

(2) Fotokopi ijazah agar disiapkan saat asesmen lapangan.

LAM-PTKes: Document1 66
Tabel B. Distribusi jumlah dosen di RS Pendidikan Utama yang bidang
keahliannya sesuai PS berdasarkan jenjang pendidikan.
Jumlah Dosen Berdasarkan Jenjang
Jabatan Pendidikan
No
Akademik
S-1 S-2/Sp S3/Sp.K

(1) (2) (3) (4) (5)

1 Asisten Ahli - - -

2 Lektor - 3 4

3 Lektor Kepala - - 4

4 Guru Besar - - 2

5 DTNP - 1 -

Jumlah - 4 10

Tabel C. Distribusi jumlah dosen di RS Pendidikan Utama yang bidang


keahliannya sesuai PS berdasarkan profesi dan masa kerja.

Kompetensi Bidang Jumlah

1 Sp <5th Konservasi Gigi 1

2 Sp 5 10 th Konservasi Gigi 3

3 Sp> 10 th Konservasi Gigi -

4 Sp.K Konservasi Gigi 10

LAM-PTKes: Document1 67
4.3.2 Aktivitas dosen di RS Pendidikan Utama dinyatakan dalam jam per tahun akademik terakhir.
Waktu dalam Jam untuk Kegiatan per Tahun
Pendidikan Pengabdian kepada
Manajemen Jumlah
No. Nama Dosen PS PS lain Pene- Masyarakat
PT Jam
Sen- PT Sen- litian
lain PT/RS PT/RS PT/RS PT/RS
diri diri Sendiri lain Sendiri lain
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
drg. Milly Armilia,
1. 312 864 - 130 12 - - -
Sp.KG(K). 1318
drg. Endang Sukartini,
2. 312 864 - 135 12 - - -
Sp.KG(K). 1323
Dr. drg. Hendra Dian
3. 468 720 - 156 12 - 78 -
Adhita Dharsono, Sp.KG. 1434
Dr. drg. Irmaleny Satifil,
4. 264 864 - 140 35 - 78 -
Sp.KG. 1381
Dr. drg. Dudi Aripin,
5. 200 720 - 103 12 - 104 -
Sp.KG. 1139
drg. Rahmi Alma Farah,
6. 312 720 - 94 12 - 52 -
Sp.KG. 1190
drg. Diani Prisinda,
7. 312 864 - 156 12 - 52 -
Sp.KG., MARS. 1396
drg. Anna Muryani,
8. 312 864 - 156 12 - 52 -
Sp.KG. 1396
Prof. Dr. Setiawan
9. Natasasmita, 104 - - 108 3 - - -
drg.,Sp.KG (K) 215

LAM-PTKes: Document1 68
Prof.Dr. Richata
10. 104 - - 108 3 - - -
Fadil,drg.,Sp.KG (K) 215
Drg. Grace Virginia
11. 104 - - - - - 208 -
Gumuruh, MM.,Sp.KG 312
12. Drg. Yolanda, Sp.KG 252 864 - 20 8 - - - 1144
Drg. Ayu Trisna Hayati,
13. 252 864 - 108 12 - 26 -
Sp.KG 1262
Drg. Opik Taofik
14. 276 864 - 108 8 - 52 -
Hidayat, Sp.KG 1308
Jumlah 1070 119 416 - 10577
Rata-rata 311,5 810 - 133,75 14,875 - 52 - 1322,125

LAM-PTKes: Document1 69
4.3.3 Aktivitas dosen di RS Pendidikan Utama dalam kegiatan
pembelajaran

Tuliskan data aktivitas dosen dalam pembelajaran dalam satu tahun


akademik terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.
Jenis Jumlah Jam Kegiatan
No. Nama Dosen
Kegiatan Direncanakan Dilaksanakan
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Prof. Dr. drg. Pembimbing
Richata Fadil, Thesis, Kuliah 1002 1002
Sp.KG(K). Pakar
2 Prof. Dr. drg.
Pembimbing
Setiawan
Thesis, Kuliah 1002 1002
Natasasmita,
Pakar
Sp.KG(K).
3 Drg. Grace
Virginia, MM., Sp. Kuliah Pakar 836 836
KG
4 Tutorial, case
Drg. Endang report,
Sukartini, seminar, klinik 1030 1030
Sp.KG(K). (Pensiun per 1
Juni 2016)
5 Tutorial, case
report,
drg. Milly Armilia, seminar, klinik
1092 1092
Sp.KG(K). (Pensiun per 1
November
2016)
6 Dr. drg. Hendra DianTutorial, case
Adhita Dharsono, report, 1188 1188
Sp.KG. (K) seminar, klinik
7 Tutorial, case
Dr. drg. Irmaleny
report, 1128 1128
Satifil, Sp.KG. (K)
seminar, klinik
8 Tutorial, case
drg. Ayu Trisna
report, 1116 1116
Hayati, Sp.KG.
seminar, klinik
9 Tutorial, case
Dr. drg. Dudi
report, 1188 1188
Aripin, Sp.KG. (K)
seminar, klinik
10 Tutorial, case
drg. Taofik
report, 1140 1140
Hidayat, Sp.KG.
seminar, klinik

LAM-PTKes: Document1 70
11 drg. Rahmi Alma Tutorial, case
Farah, Sp.KG. report, 1176 1176
(K) seminar, klinik
12 drg. Diani Tutorial, case
Prisinda, Sp.KG., report, 1128 1128
MARS. (K) seminar, klinik
13 drg. Anna Tutorial, case
Muryani, Sp.KG. report, 1131 1131
(K) seminar, klinik
14 Tutorial, case
drg. Yolanda, Sp.
report, 1116 1116
KG
seminar, klinik
Jumlah A= 15.273 B= 15.273

LAM-PTKes: Document1 71
4.4 Dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit.

4.4.1 Data dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit.

Tabel A. Dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit yang bidang keahliannya.


Nama dosen di RS
Tgl. Jabatan Pendidikan (S-1, S-2, S-3, Sp, Bidang Jumlah jam
No. Pendidikan Afiliasi dan NIDN(2)
Lahir Akademik Sp.K), Bidang, dan Asal PT(2) Keahlian mengajar
Satelit(1)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
- - - - - - -
- - - - - - -
- - - - - - -

Keterangan :
(1) Dosen yang telah memperoleh sertifikat dosen agar diberi tanda (***)
(2) NIDN = Nomor Induk Dosen Nasional
(3) Fotokopi ijazah agar disiapkan saat asesmen lapangan.

LAM-PTKes: Document1 72
Tabel B. Distribusi jumlah dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit
yang bidang keahliannya berdasarkan jenjang pendidikan.

No Jabatan Akademik S-2/Sp S-3/Sp.K

(1) (2) (3) (4)

1 Asisten Ahli - -

2 Lektor - -

3 Lektor Kepala - -

4 Guru Besar - -

5 Tenaga Pengajar - -

Jumlah - -

Tabel C. Distribusi jumlah dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit yang


bidang keahliannya berdasarkan profesi dan masa kerja.

No Kompetensi Bidang Jumlah

(1) (2) (3) (4)

1 Sp <5th - -

2 Sp 5 10 th - -

3 Sp> 10 th - -

4 Sp.K - -

LAM-PTKes: Document1 73
4.4.2 Aktivitas dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit dinyatakan dalam jam per tahun akademik terakhir.
Waktu dalam Jam untuk Kegiatan per Tahun
Nama Pendidikan Pengabdian kepada
Manajemen Jumlah
No. Dosen di RS Pendidikan Pene- Masyarakat
PS lain Jam
Afiliasi dan Satelit PS Sen- PT litian
PT Sen- PT/RS PT/RS PT/RS PT/RS
diri lain
diri Sendiri lain Sendiri lain
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
- - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - - -
Jumlah - - - - - - - - -
Rata-rata - - - - - - - - -

LAM-PTKes: Document1 74
4.4.3 Aktivitas dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit dalam kegiatan
pembelajaran

Tuliskan data aktivitas dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit dalam


pembelajaran dalam satu tahun akademik terakhir dengan mengikuti
format tabel berikut.
Nama Jumlah Jam Kegiatan
Jenis
No. Dosendi RS Pendidikan
Kegiatan Direncanakan Dilaksanakan
Afiliasi dan Satelit
(1) (2) (3) (4) (5)
- - - -
- - - -
- - - -
Jumlah A= - B= -

4.5. Upaya Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia dalam Tiga Tahun
Terakhir

4.5.1 Kegiatan tenaga ahli/pakar/pembicara tamudari luar PT sendiri


dalam alih teknologi.
Nama Tenaga Bidang Nama dan Judul Waktu
No.
Ahli/Pakar keahlian Kegiatan Pelaksanaan
(1) (2) (3) (4) (5)
Edmond K
1. Endodontik Finding MB2 8 Januari 2016
Chow DDS
Dr. drg. Dian
2. Agustin W, Endodontik One Visit Endodontic 8 Januari 2016
Sp.KG
Prof. Simone Simplexity in Direct 24 Februari
3. Restorasi
Grandini Composite Restoration 2016
How to Create a High
Dr. Yoshitaka Esthetic Smile on Your 16 September
4. Restorasi
Nijitomi, DDS, Patient with Minimal 2016
MS. Invasive Technique
Drg. Bernard Kuliah pakar 22 Desember
5. Iskandar, Sp. Endodontik 2014
KG
6. Manocci Endodontik Kuliah pakar 29 April 2014
Steve greber Curent Trend In Tooth 26 April 2016
7. Endo-Resto
fondaco Whitening
Kuliah pakar 20 Agustus
8. Saulius Endo-Resto
2016

LAM-PTKes: Document1 75
9. Castelluci Endodontik Kuliah pakar 31 Mei 2013
Restorasi Kuliah pakar 14 Februari
10. Walter Devoto
2017

LAM-PTKes: Document1 76
4.5.2 Peningkatan kemampuan dosen (termasuk dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit) melalui program tugas
belajar dalam bidang yang sesuai dengan bidang PS.
Tahun Mulai
Jenjang Pendidikan Bidang Perguruan
No Nama Dosen Negara Pendidikan/Lama
Lanjut/Fellowship Pendidikan Tinggi
Fellowship
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
- - - - - -

4.5.3 Kegiatan dosen (termasuk dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit) dalam pertemuan ilmiah.
Bentuk Partisipasi dalam Penyajian Ilmiah
No. Nama Dosen di RS Pendidikan Utama
A B C D E F
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 drg. Endang Sukartini, Sp.KG(K). 1 5 - - - -
2 Dr. drg. Hendra Dian Adhita Dharsono, Sp.KG. 1 1 - - - -
3 Dr. drg. Irmaleny Satifil, Sp.KG. - 16 1 - - -
4 drg. Ayu Trisna Hayati, Sp.KG. - - - - - -
5 Dr. drg. Dudi Aripin, Sp.KG. - 7 - - - -
6 drg. Taofik Hidayat, Sp.KG. 2 12 - - - -
7 drg. Rahmi Alma Farah, Sp.KG. - 2 - - 1 -
8 drg. Diani Prisinda, Sp.KG., MARS. - 4 - - - -
9 drg. Anna Muryani, Sp.KG. - 3 - - - -
10 drg. Yolanda, Sp.KG. - - - 1 2 -
11 drg. Grace Virginia Gumuruh, Sp.KG - - - - - -

LAM-PTKes: Document1 77
12 Prof. Dr. drg. Setiawan Natasasmita, Sp.KG(K). - - - - - -
13 Prof. Dr. drg. Richata Fadil, Sp.KG (K). - - - - - -
14 drg. Milly Armilia, Sp.KG (K). - - - - - -
Total NA= 4 NB= 50 NC= 2 ND= 1 NE= 3 NF= -

Keterangan:
A. Pembicara tamu (invited speaker) pada pertemuan ilmiah Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi internasional
B. Pembicara tamu (invited speaker) pada pertemuan ilmiah Ilmu Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi.
C. Penyaji makalah (free paper/poster presentation) pada pertemuan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi.
D. Penyaji makalah pada pertemuan ilmiah Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi nasional
E. Penyaji makalah pada pertemuan ilmiah kedokteran non Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Internasional.
F. Penyaji makalah pada seminar populer tentang kesehatan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi.

4.5.4 Media publikasi karya ilmiah dosen (termasuk dosen di RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit).
Jenis Media Publikasi
No Nama Dosen di RS Pendidikan Utama
A B C D E F
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1. drg. Milly Armilia, Sp.KG(K). - - - 4 - -
2. drg. Endang Sukartini, Sp.KG(K). - - - 1 - -
3. Dr. drg. Hendra Dian Adhita, Sp.KG. 3 5 1 8 - -
4. Dr. drg. Irmaleny Satifil, Sp.KG. 1 4 - 12 - -
5. Dr. drg. Dudi Aripin, Sp.KG. - 9 - 3 - -
6. drg. Taofik Hidayat, Sp.KG. - 4 1 13 - -

LAM-PTKes: Document1 78
7. drg. Rahmi Alma Farah, Sp.KG. - 3 - 4 - -
8. drg. Diani Prisinda, MARS., Sp.KG. - 8 1 8 - -
9. drg. Anna Muryani, Sp.KG. - 4 2 12 - -
10. drg. Ayu Trisna Hayati, SpKG - 2 - 1 - -
11. drg. Yolanda, Sp.KG. - 2 - 2 - -
12. Prof. Dr. drg. Mieke H Satari, MS. 3 3 - 11 - -
13. Dr. drg. Endang Sjamsudin, Sp.BM. 6 8 1 13 - -
14. drg. Kirana Lina Gunawan, M.Kes - - - 1 - -
15. Dr. drg. Ira Komara, Sp.Perio(K). - 3 - 5 - -
16. Dr. drg. Rasmi Rikmasari, Sp.Pros(K). - 6 1 6 - -
Total NA= 13 NB= 61 NC= 7 ND= 107 NE= - NF= -

Keterangan:
A. Jurnal internasional
B. Buku teks ISBN
C. Jurnal nasional terakreditasi
D. Jurnal nasional tidak terakreditasi
E. Dokumentasi pada perpustakaan lokal
F. Majalah populer/ surat kabar

LAM-PTKes: Document1 79
4.5.5 Sebutkan keikutsertaan dosen (termasuk dosen di RS Pendidikan
Afiliasi dan Satelit) dalam organisasi keilmuan atau organisasi profesi
tingkat nasional dan internasional.
Nama Organisasi Keilmuan atau Kurun
No. Nama Dosen
Organisasi Profesi Waktu
(1) (2) (3) (4)
Setiawan Sampai
1 IKORGI, PDGI
Natasasmita sekarang
Sampai
2 Richata Fadil IKORGI, PDGI
sekarang
Grace Virginia Sampai
3 IKORGI, PDGI
Gumuruh sekarang
Sampai
4 Endang Sukartini IKORGI, PDGI
sekarang
Sampai
5 Milly Armilia IKORGI, PDGI
sekarang
Hendra Dian Adhita Sampai
6 IKORGI, IADR, PDGI
Dharsono sekarang
Sampai
7 Irmaleny Satifil IKORGI, PDGI
sekarang
Sampai
8 Ayu Trisna Hayati IKORGI, PDGI
sekarang
Sampai
9 Dudi Aripin IKORGI, PDGI
sekarang
Sampai
10 Taofik Hidayat IKORGI, PDGI
sekarang
Sampai
11 Rahmi Alma Farah IKORGI, PDGI
sekarang
Sampai
12 Denny Nurdin IKORGI, PDGI
sekarang
Sampai
13 Diani Prisinda IKORGI, PDGI
sekarang
Sampai
14 Anna Muryani IKORGI, PDGI
sekarang
Sampai
15 Fajar Fatriadi IKORGI Muda, PDGI
sekarang
Sampai
16 Yolanda IKORGI, PDGI
sekarang

LAM-PTKes: Document1 80
Gambar-gambar berikut di bawah ini memperlihatkan partisipasi dosen-
dosen PPDGS Konservasi Gigi Unpad di ajang pertemuan ilmiah.

Gambar 7. Pembicara Di Kegiatan Ilmiah

Gambar 8. Publikasi Poster

LAM-PTKes: Document1 81
STANDAR 5

KURIKULUM, PEMBELAJARAN DAN SUASANA AKADEMIK

5.1 Kurikulum

Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan


mengenai tujuan, isi, bahan kajian, bahan pelajaran serta cara
penyampaiannya, dan penilaian hasil belajar yang digunakan sebagai
pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi.

Kurikulum seharusnya memuat standar kompetensi lulusan yang


terstruktur dalam kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang
mendukung tercapainya tujuan, terlaksananya misi, dan terwujudnya visi
program Pendidikan. Kurikulum memuat mata kuliah/modul/blok yang
mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan keleluasaan
pada peserta didik untuk memperluas wawasan dan memperdalam
keahlian sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata
kuliah/modul/blok, silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi.

Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan,


cakupan dan kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong
terbentuknya hard skills dan keterampilan kepribadian dan perilaku (soft
skills) yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi dan kondisi.

LAM-PTKes: Document1 84
5.1.1 Kompetensi

Uraikan secara ringkas kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya yang merupakan kekhususan atau keunggulan
program pendidikan.
Mampu melaksanakan tindakan-tindakan spesialistik di bidang
konservasi gigi seara profesional sesuai dengan keahliannya, penuh
Domain I : Profesionalisme
tanggung jawab, komunikatif, mematuhi etika, dan memahami
hukum yang relevan/ berlaku.
Kompetensi Utama Kompentesi Penunjang/ Pendukung
1. Etika kedokteran Gigi dan Hukum Kesehatan
1.1. Mampu melakukan pelayanan di 1.1.1. Mampu menerapkan etika kedokteran gigi dan hukum
bidang konservasi gigi sesuai kesehatan dalam pelayanan gigi di bidang konservasi gigi
dengn kode etik dan hukum secara profesional (C4,P4,A4)
(C4,P4,A4) 1.1.2. Mampu menerapkan standar operasional prosedur dalam
pelayanan di bidang konservasi gigi (C4,P4,A4)
1.1.3. Mampu memahami tingkat kualifikasi diri (C4,P4,A5)
1.2. Mampu menggunakan jalur 1.2.1. Mampu membina diri dalam menjalin hubungan dengan
organisasi profesi bila menghadapi organisasi profesi diseluruh bidang kedokteran gigi dan profesi
masalah dalam menjalankan praktik terkait (C4,P4,A5)
Konservasi Gigi (C4,P4,A5)

LAM-PTKes: Document1 84
1.2.2. Mampu membina diri dalam menjalin hubungan dengan
organisasi profesi diseluruh bidang kedokteran gigi dan profesi
terkait (C4,P4,A5)
1.2.3. Mampu membedakan hak dan kewajiban dokter gigi spesialis
Konservasi Gigi terhadap pasien (C4,P4,A4)
1.2.4. Mampu mengetahui pemanfaatan jalur organisasi dalam hal
yang berhubungan hukum atau terjadi konfil dengan sejawat
dan pasien (C4,P4,A5)
1.3. Mampu memahami prinsip-prinsip 1.3.1. Mampu menerapkan peraturan dan perundang-undangan
hukum yang berkaitan dengan yang berkaitan dengan praktik konservasi gigi (C4,P4,A4)
penyelengaraan praktik Konservasi
Gigi (C5,P4,A5)
2. Manajemen Informasi
2.1. Mampu mengelola informasi di 2.1.1. Mampu menggunakan teknologi ilmiah mutakhir untuk
bidang konservasi gigi serta berpikir mencari informasi yang sahih secara profesional dari berbagai
secara kritis dan ilmiah (C4,P4,A5) sumber
2.1.2. Mampu mengakses secara kritis kesahihan informasi atau
publikasi ilmiah (C4,P4,A5)

LAM-PTKes: Document1 85
2.1.3. Mampu menganalisa karya ilmiah kesehatan secara lisan
dan terlulis (C4,P4,A5)
2.1.4. Mampu menyampaikan informasi imliah khususnya spesialis
konservasi gigi kepada sejawat pasien atau masyarakat
secara lisan maupun tulisan (C4,P4,A5)
2.2. Mampu mengelola informasi ilmiah 2.2.1. Mampu membuat tesis sesuai dengan konsep teori dan
secara efektif, sistematis, dan kaidah penulisan tesis (C4,P4,A5)
komprehensif (C4,P4,A5) 2.2.2. Mampu menganalisis karya ilmiah kesehatan secara lisan dan
tertulis (C4,P4,A5)
2.3. Mampu berfikir kritis dan alternaif 2.3.1. Mampu memecahkan masalah berdasarkan prioritas
bernalar, dan mampu mengambil (C4,P4,A5)
keputusan yang tepat (C4,P4,A5) 2.3.2. Mampu menilai kualitas produk dan teknologi kedokteran gigi
mutakhir (C4,P4,A5)
2.3.3. Mampu menerapkan informasi kesehatan terkini secara
profesional untuk kepentingan kualitas pelayanan kesehatan
dalam bidang konservasi gigi spesialis (C4,P4,A5)

LAM-PTKes: Document1 86
3. Komunikasi Efektif Dan Efisien Dengan Pasien Dan Pendamping
3.1. Mampu berkomunikasi secara efektif 3.1.1. Mampu berkomunikasi dengan pasien untuk mendapatkan
baik lisan maupun tulisan dengan gambaran yang jelas dari penyakitnya (C4,P5,A5)
teman sejawat, profesional lain dalam 3.1.2. Mampu bekerja sama dngan berbagai pihat yang terkait untk
bentuk team work (C4,P5,A5) menunjang kesehatan gigi dan mulut (C4,P4,A5)
3.1.3. Mampu menjelaskan kepada pasien mengenai diagnosis,
rencana perawatan, prognosis, banyaknya kunjungan dan
biaya perawatan (C4,P4,A5)
31.4. Mampu memotivasi pasien secara individu, keluarga atau
kelompok masyarakat untuk meningkatkan kesehatan gigi
dan mulutnya (C4,P4,A5)
3.1.5. Mampu berkomunikasi secara lisan dan tertulis dengan
pasien, pendamping atau keluarga pasien serta masyarakat,
sejawat dan profesi kesehatan lain yang terkait (C4,P4,A5)
3.2. Mampu berkomunikasi dengan 3.2.1. Mampu bersikap empati terhadap pasien (C4,P4,A5)
pasien untuk memperoleh 3.2.2. Mampu berdialog dengan pasien tentang diagnosis rencana
persetujuan tindakan medik dental perawatan dan prognosis serta biaya perawatan (C4,P4,A5)
(C4,P4,A5)

LAM-PTKes: Document1 87
4. Pengembangan Profesi
4.1. Mampu mengamalkan pelayanan 4.1.1. Mampu mengembangkan diri secara menerus/sepanjang
Konservasi gigi spesialistik hayat dengan mengikuti perkembangan iptekdogi yang
(C5,P5,A5) berkaitan dengan bidang konservasi gigi spesialistik secara
mandiri melalui pendidikan formal, pendidikan berkelanjutan
dalam dan luar negeri untuk meningkatkan kompetensi dalam
bidang konservasi gigi spesialistik (C5,P5,A5)
4.1.2. Mampu menggunakan pendekatan evidence based dentistry
sebagai dasar untuk melakukan perawatan konsevasi gigi
spesialistik C5,P5,A5)

Domain II : Penguasaan akademik Dokter gigi Spesialis dengan kemampuan akademik tingkat lanjut di
tingkat- lanjut bidang konservasi gigi
Kompetensi Utama Kompetensi Penunjang/ Pendukung
5.1. Ilmu Kedokteran Dasar/ Biomedik
5.1. Mampu menghubungkan ilmu 5.1.1. Mampu mengintegrasikan ilmu biomedik yang relevan sebagai
biomedik yang relevan sebagai sumber keilmuan dan data penunjang yang diperlukan
sumber keilmuan dan berbagai data sebagai dasar diagnosis, rencana perawatan, dan tindakan
penunjang untuk diagnosis dan perawatan-perawatan konservasi gigi spesialistik (C4,P4,A4)

LAM-PTKes: Document1 88
tindakan medis konservasi gigi 5.1.2. Mampu menjabarkan proses penyakit atau kelainan jaringan
(C4,P4,A4) gigi, pulpa dan periapeks yang meliputi infeksi dan non infeksi
(C4,P4,A4)
5.1.3. Mampu menerapkan prinsip sterilisasi, desinfeksi dan asepsi
(C4,P4,A4)
5.1.4. Mampu memilih obat-obatan yang digunakan di bidang
konservasi gigi secara rasional (C3,P4,A3)
5.1.5. Mampu menganalisis hasil laboratorium dan gambaran
radigrafis kasus-kasus konservasi gigi spesialistik (C3,P4,A3)
6. Ilmu Kedokteran Gigi
6.1. Mampu menggunakan ilmu 6.1.1. Mampu mengidentifikasi manifestasi kelainan/ penyakit sistem
kedokteran klinik yang relevan di rongga mulu pada pasien medik kompromis secara holistik
sebagai pertimbangan dalam dan komprehensif (C4,P4,A4)
melakukan perawatan konservasi gigi 6.1.2. Mampu menilai kesehatan umum pasien sehubungan dengan
pada pasien kompromis medik perawatan konservasi gigi spesialistik (C4,P4,A4)
(C4,P4,A4) 6.1.3. Mampu melakukan seleksi kasus kelainan/ penyakit sistemik
yang bermanifestasi di rongga mulut pada pasien kompromis
medik secara holistik dan komprehensif (C4,P4,A4)

LAM-PTKes: Document1 89
6.1.4. Mampu melakukan seleksi kasus pasien kompromis medik
yang perlu dirujuk (C4,P4,A4)
7. Ilmu Kedokteran Gigi Dasar
7.1. Mampu mengintegrasikan prinsip- 7.1.1. Mampu menerapkan ilmu-ilmu kedokteran gigi dasar untuk
prinsip kedokteran gigi dasar, dan pengembangan ilmu konservasi gigi tingkat lanjut,
teknologi mutakhir untuk menunjang keterampilan klinik, dan penelitian di bidang konservasi gigi
kemampuan keterampilan spesialistik (C4,P4,A4)
dan penelitian di bidang konservasi 7.1.2. Mampu menganalisis hasil penelitian kedokteran gigi dasar
gigi (C4,P4,A5) yang berkaitan dengan kasus medik dental dan disiplin ilmu
lain yang terkait ke dalam konservasi gigi (C4,P4,A4)
7.1.3. Mampu menganalisis material kedokteran gigi yang digunakan
untuk rekontruksi/ rehabilitasi dalam bidang konservasi gigi
(C4,P4,A4)
8. Ilmu Kedokteran Gigi Klinik
8.1. Mampu menerapkan ilmu dan 8.1.1. Mampu mengembangkan IPTEK kedokteran gigi melalui
teknologi mutakhir kedokteran gigi penelitian klinik, epidemologi klinik ata laboratorik di bidang
klinik dalam pelayanan spesialistik konservasi gigi (C5,P5,A5)
konservasi gigi -1 (C5,P5,A5)

LAM-PTKes: Document1 90
8.1.2. Mampu menjadi narasumber untuk pemecahan masalah
kasus-kasus konservasi gigi (C5,P5,A5)
8.1.3. Mampu menerapkan tindakan promotif, preventif, kuratif, dan
rehatilitatif dalam bidang konservasi gigi (C5,P5,A5)
8.1.4. Mampu menghubungkan berbagai tatalaksana kedokteran gigi
klinik dalam pelayanan kesehatan gigi dan mulut khususnya
kasus-kasus spesialistik bidang konservasi gigi (C4,P4,A4)
8.1.5. Mampu menggunakan peralatan dengan teknologi mutakhir
untuk menunjang perawatan konservasi gigi (C4,P4,A4)
8.1.6. Mampu menerapkan hasil penelitian klinis dan laboratoris
sebagai evidence based dalam melakukan perawatan
konservasi gigi spesialistik (C4,P4,A4) 1.2.1. Mampu membina
diri dalam menjalin hubungan dengan organisasi profesi di
seluruh bidang kedokteran gigi dan profesi terkait (C4,P4,A5)

Mampu melakukan pemeriksaan fisik secara umum sistem


DOMAIN III : Keterampilan klinik tingkat
stomatognathy dan rekam medik semua informasi klinis, radiologis,
lanjut : Dokter Gigi Spesialis
laboratoris, psikologis, dan sosio kultural untuk evaluasi kondisi
Konservasi Gigi
medis pasien serta menentukan diagnosa, perawatan prognosis.

LAM-PTKes: Document1 91
Kompetensi Utama Kompetensi Penunjang/ Pendukung
9. Mampu Memahimi Paradigma
9.1. Mampu memahami paradigma sehat 9.1.1. Mampu membedakan sehat dan sakit secara holistik
secara hilistik dan menerapkan (C4,P4,A4)
pendekatan multi demensional dalam 9.1.2. Mampu mengidentifikasi keluhan utama pasien mengenai
penatalaksanaan pasien (C4,P4,A5) gangguan sistem stomatognatik (C4,P4,A5)
9.1.3. Mampu menilai kondisi kesehatan fisik, sistemik, dan
stomatognatik secara komprehensif yang berhubungan
dengan penatalaksanaan pasien (C4,P4,A4)
10. Pemeriksaan Pasien
10.1. Mampu melakukan anamnesis, 10.1.1. Mampu mengidentifikasi keluhan utama, kelainan sistem
pemeriksaan klinis, pemeriksaan stogmatoknatik dan riwayat kesehatan umum melalui
penunjang dengan alat dan cara pemeriksaan klinis secara komprehensif (C5,P5,A5)
yang benar (C4,P5,A5) 10.1.2. Mampu menentukan pemeriksaan penunjang laboratoris dan
radiologis yang dibutuhkan (C4,P4,A5)
10.1.3. Mampu melakukan konsultasi medis yang diperlukan guna
menunjang rencana perawatan konservasi gigi spesialistik
(C4,P4,A5)

LAM-PTKes: Document1 92
10.1.4. Mampu menentukan diagnosa fisik dan rencana perawatan
melalui pemeriksaan klinis (C4,P5,A4)
10.2. Mampu melakukan pemeriksaan 10.2.1. Mampu melakukan pemeriksaan untuk menegakkan
jaringan keras gigi, jaringan pulpa, diagnosa kelainan/ penyakit jaringan keras gigi, jaringan
jaringan periapeks dalam rongga pulpa serta jaringan periapeks dengan alat yang benar
mulut, secara komprehensif (C4,P5,A5)
(C4,P5,A5) 10.2.2. Mampu menganalisis hasil pemeriksaan penunjang
laboratoris, radiologis serta pemeriksaan fisik untuk
menegakkan diagnosa kelainan/ penyakit jaringan keras gigi,
jaringan pulpa, dan jaringan periapeks dengan benar
(C5,P5,A5)
10.2.3. Mampu melakukan rekam medik untuk evaluasi kondisi
pasien (C5,P5,A5)
11. Penegakkan Diagnosis dan Diagnosis Banding
11.1. Mampu menegakkan diagnosis 11.1.1. Mampu menegakkan diagnosis sementara dan kerja
klinis kelainan/ penyakit jaringan diagnosa banding kelainan/ penyakit jaringan keras giig,
keras gigi dan jaringan pulpa gigi, jaringan pulpa dan periapeks berdasarkan analisis hasil
serta diagnosis laboratoris jaringan pemeriksaan riwayat penyakit, temuan klinis, laboratoris,
periapeks berdasarkan intepretasi, radiografis, dan alat bantu yang lain (C5,P5,A5)

LAM-PTKes: Document1 93
evaluasi dan analisis pemeriksaan
klinis, laboratoris dan radiologis
(C5,P5,A5)
11.2. Mampu menganalisis diagnosis 11.2.1. Mampu menegakkan diagnosis kelainan endodontik/
kelainan endodontik yang diikuti periodontal sesuai hasil pemeriksaan klinis dan radiologis
dengan kelainan periodontal (C5,P5,A5)
(C5,P5,A5)
11.3. Mampu menganalisis kelainan 11.3.1. Mampu menghubungkan kelainan gangguan fungsi sendi
sendi rahang yang memerlukan tempora mandibula dengan perawatan pada kasus-kasus
perawatan (C5,P5,A5) konservasi gigi yang spesialistik (C5,P5,A5)
11.3.2. Mampu menginterprestasikan keadaan akibat kelainan oklusi
dan gangguan fungsi mastikasi (C5,P5,A5)
11.3.3. Mampu memprediksi hasil perawatan ganggunan TMJ
sehubungan dengan perawatan kasus-kasus di bidang
konservasi gigi yang spesialistik (C5,P5,A5)
12. Recana Perawatan
12.1. Mampu memutuskan rencana 12.1.1. Mampu memutuskan rencana perawatan preventif
perawatan yang didasarkan pada berdasarkan analisis resiko penyakit (C5,P5,A5)

LAM-PTKes: Document1 94
kondisi, kepentingan dan 12.1.2. Mampu memutuskan rencana perawatan kuratif dan
kemampuan pasien (C5,P5,A5) rehabilitatif sesuai dengan diagnosis dan keadaan gigi
(C5,P5,A5)
12.2. Mampu melakukan konsultasi 12.2.1. Mampu mengidentifikasi manifestasi oral kelainan/ penyakit
medik bila ditemukan penyakit sistemik
sistemik yang ada kaitannya 12.2.2. Mampu melakukan rujuk ke bidang terkait yang lebih
dengan perawatan konservasi gigi kompeten (C5,P5,A5)
(C5,P5,A5)
12.3. Mampu mengidentifikasi kondisi gigi 12.3.1. Mampu menjabarkan rencana perawatan dengan restorasi
yang memerlukan restorasi dan preventif dalam bidang konservasi gigi (C4,P4,A4)
perawatan endodontik yang 12.3.2. Mampu menjabarkan rencana perawatan restorasi plastis
spesialistik baik konvensional dan non plastis (C4,P4,A4)
maupun bedah endodontik 12.3.3. Mampu menjabarkan rencana perawatan restorasi tuang
(C5,P5,A5) (C4,P4,A4)
12.3.4. Mampu menjabarkan rencana perawatan restorasi mahkota
porselen (C4,P4,A4)
12.3.5. Mampu menjabarkan rencana perawatan restorasi vener
direk & indirek (C4,P4,A4)

LAM-PTKes: Document1 95
12.3.6. Mampu menjabarkan rencana perawatan restorasi estetik
dan kosmetik kompleks (C4,P4,A4)
12.3.7. Mampu merencanakan perawatan tindakan bedah apikal
kuretase, apeksreseksi, hemiseksi, internasional replantasi,
transplantasi, endodontic stabilizer, inteaoseus implant,
bikuspidasi (C6,P5,A5)
12.3.8. Mampu menjabarkan rencana perawatan restorasi post
endodontik (C4,P4,A4)
12.3.9. Mampu menjabarkan rencana perawatan kedaruratan endo
restorasi (C4,P4,A4)
12.3.10. Mampu menjabarkan rencana perawatan gigi trauma
mahkota dan akar (C4,P4,A4)
12.3.11. Mampu menjabarkan rencana tindakan pemulihan
perawatan fungsi dan estetika, kosmetika (C4,P4,A4)
12.3.12. Mampu menjabarkan rencana perawatan saluran akar pada
gigi yang mengalami anomali akar (C3,P4,A4)
12.3.13. Mampu menjabarkan rencana perawatan saluran akar pada
gigi yang mengalami kelainan periapikal (C3,P4,A4)

LAM-PTKes: Document1 96
12.3.14. Mampu menjabarkan rencana perawatan dengan apikal
yang terbuka (C3,P4,A4)
12.3.15. Mampu merancang perawatan resorbsi akar eksternal &
internal (C3,P4,A4)
12.3.17. Mampu menjabarkan rencana perawatan ulang endo
restorasi (C3,P4,A4)
12.3.18. Mampu melakukan kerjasama tim dalam melakukan
perawatan kasus kompleks yang berhubungan dengan
bidang kedokteran gigi klinik lain yang terkait (C3,P4,A4)
12.3.19. Mampu menjabarkan rencana perawatan ulang endo
restorasi (C3,P4,A4)
12.3.20. Mampu menjabarkan rencana perawatan kasus-kasus
endoperio (C3,P4,A4)
12.3.21. Mampu menjabarkan rencana perawatan kelainan TMJ dan
oklusi gigi ke dalam sistem stogmatognati yang benar di
bidang konservasi gigi (C3,P4,A4)
13. Manajemen Sakit dan Kecemasan
13.1. Mampu mengidentifikasi rasa sakit 13.1.1. Mampu menganalisis penyebab rasa sakit orofasial dan
orofasial dan menjelaskan keterkaitannya dengan bidang konservasi gigi (C5,P5,A5)

LAM-PTKes: Document1 97
penyebabnya serta melakukan 13.1.2. Mampu melakukan perawatan orofasial yang sesuai dengan
perawatan sesuai dengan batasan bidang konservasi gigi (C5,P5,A5)
kemampuan (C5,P5,A5)
13.2. Mampu mengendalikan rasa sakit 13.2.1. Mampu melakukan pendekatan psikologis pada pasien
ketakutan dan kecemasan dalam untuk mengatasi rasa cemas terhadap perawatan yang akan
melakukan prosedur perawatan dilakukan (C5,P5,A5)
konservasi gigi yang spesialistik
(C5,P5,A5)
13.3. Mampu mengendalikan rasa sakit 13.3.1. Mampu menentukan obat-obatan pengendali rasa sakit
dalam secara rasional (C5,P5,A5)
melakukan prosedur perawatan 13.3.2. Mampu menentukan obat-obatan pengendali rasa sakit
konservasi gigi yang secara rasional (C5,P5,A5)
13.3.3. Mampu menentukan obat pengendali rasa sakit, inflamasi,
preoperatif, operatif dan post operatif kepada pasien secara
rasional (C5,P5,A5)
13.3.4. Mampu melakukan anastesi infiltrasi dan blok lokal untuk
mengatasi rasa sakit pada prosedur perawatan restorasi,
endodontik konvensional, bedah endodontik dan endoperio
(C5,P5,A5)

LAM-PTKes: Document1 98
14. Tindakan Medik Konservasi Gigi
14.1. Mampu melakukan tindakan 14.1.1. Mampu melakukan perawatan dengan restorasi
pencegahan pencegahan dalam kasus-kasus bidang konservasi gigi
penyakit dan kelainan jaringan keras (C4,P4,A5)
gigi, jaringan pulpa, jaringan 14.1.2. Mampu melakukan pengambilan jaringan karies dengan
periapeks dan jaringan periodontal mempertahankan vitalitas pulpa (C4,P4,A5)
yang menyertainya
14.2. Mampu melakukan perawatan 14.2.1. Mampu melakukan perawatan pemutihan gigi pada
pemutihan gigi pada perubahan perubahan warna gigi vital dan non vital sesuai dengan
warna gigi vital dan non vital perkembangan kemajuan ilmu dan teknologi (C5,P5,A5)
(C5,P5,A5) 14.2.2. Mampu menentukan prediksi hasil perawatan pemutihan gigi
(C3,P5,A5)
14.2.3. Mampu menentukan pemeliharaan hasil perawatan
pemutihan gigi (C3,P5,A5)
14.2.4. Mampu melakukan evaluasi hasil perawatan pemutihan gigi
(C3,P5,A5)
14.3. Mampu melakukan restorasi gigi 14.3.1. Mampu melakukan perawatan gigi dengan mempertahankan
yang komplek pada gigi vital dan vitalitas gigi pada kerusakan jaringan keras gigi yang
pada gigi yang telah mengalami kompleks (C6,P5,A5)

LAM-PTKes: Document1 99
perawatan endodontik serta restorasi 14.3.2. Mampu melakukan perawatan restorasi plastis dan non
estetik kompleks (C6,P5,A5) plastis pada kerusakan gigi yang kompleks (C6,P5,A5)
14.3.3. Mampu melakukan perawatan restorasi ekstrakorona dan
intrakorona (C3,P5,A5)
14.3.4. Mampu melakukan perawatan restorasi vener direk dan
indirek pada kasus-kasus dengan gigi yang mengalami
gangguan pertumbuhan atau gigi yang berubah warna
(C6,P5,A5)
14.3.5. Mampu melakukan tissue management, gingivektomi, dan
gingivoplasti untuk persiapan restorasi (C5,P5,A5)
14.3.6. Mampu melakukan perawatan restorasi estitetik pada gigi
yang mengalami kerusakan kompleks (C6,P5,A5)
14.3.7. Mampu melakukan perawatan kelainan TMJ dan oklus gigi ke
dalam sistem stogmatognati yang benar di bidang konservasi
gigi (C3,P5,A5)
14.3.8. Mampu melakukan perawatan restorasi pada gigi yang telah
mengalami perawatan endodontik dengan kelainan-kelainan
gigi spesifik (C6,P5,A5)

LAM-PTKes: Document1 100


14.3.9. Mampu melakukan analisis estetik untuk restorasi direk dan
indirek berdasarkan profil wajah
14.4. Mampu melakukan perawatan 14.4.1. Mampu melakukan perawatan kedaruratan endodontik
endodontik konvensional dan (C5,P5,A5)
endodontik bedah (C6,P5,A5) 14.4.2. Mampu melakukan perawatan saluran akar pada gigi trauma
mahkota dan akar (C5,P5,A5)
14.4.3. Mampu melakukan perawatan saluran akar pada gigi yang
mengalami anomali akar (C5,P5,A5)
14.4.4. Mampu melakukan perawatan saluran akar pada gigi yang
mengalami kelainan periapeks (C5,P5,A5)
14.4.5. Mampu melakukan perawatan saluran akar pada gigi apikal
yang terbuka (C5,P5,A5)
14.4.6. Mampu melakukan perawatan resorbsi akar eksternal &
internal (C5,P5,A5)
14.4.7. Mampu melakukan perawatan tindakan bedah apikal
kuretase, apeks reseksi, hemiseksi, intensional repltansai,
transplantasi, endodontic stabilizer, intraoseus implant,
bikuspidisasi (C6,P5,A5)

LAM-PTKes: Document1 101


14.4.8. Mampu melakukan perawatan pada kasus-kasus endoperio
(C5,P5,A5)
14.4.9. Mampu melakukan perawatan ulang restorasi endo
(C5,P5,A5)
14.4.10. Mampu melakukan perawatan endodontik pada gigi yang
mengalami resorbsi akar (C5,P5,A5)
14.5. Mampu melakukan evaluasi hasil 14.5.1. Mampu menentukan prediksi hasil perawatan kasus-kasus
perawatan kasus konservasi gigi konservasi gigi yang spesialistik (C5,P5,A4)
(C5,P5,A5) 14.5.2. Mampu membuat rekam medik secara komprehensif sebagai
dokumen legal untuk menunjang evaluasi (C5,P5,A4)
14.6. Mampu merujuk pasien ke spesialis 14.6.1. Mampu merujuk pasien yang memerlukan perawatan
bidang yang lain (C5,P5,A4) komprehensif kepada yang lebih kompeten (C5,P5,A4)
14.6.2. Mampu melakukan kerjasama tim dalam melakukan
perawatan kasus kompleks yang berhubungan dengan
bidang kedokteran gigi klinik lain yang terkait (C5,P5,A4)
14.6.3. Mampu melakukan evaluasi secara periodik hasil
perawatan pada kasus-kasus konservasi gigi (C5,P5,A4)
Catatan:Pengertian tentang kompetensi utama, pendukung dan lainnya dapat dilihat pada Kepmendiknas Nomor
045/U/2002, dan Standar Kompetensi Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis.Tahun 2008 dan 2010 dari Kolegium
Dokter Spesialis dan Dokter Gigi Spesialis. Indonesia.
LAM-PTKes: Document1 102
5.1.2 Jelaskan struktur kurikulum (perkuliahan, tugas khusus, operasi,
case presentation, laporan jaga, dll),keterkaitan di antaranya, serta
ketepatan waktu pelaksanaannya.

Struktur kurikulum Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis


Konservasi Gigi dilaksanakan dengan menggunakan metode
pembelajaran berfokus pada peserta didik (student centre learning) dan
metode pendidikan dan pelatihan berdasarkan kompetensi
(Competency-based Education and Training).
Kompetensi Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi
mengacu pada Standar Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Konservasi
Gigi edisi ketiga tahun 2011, yang disahkan berdasarkan Keputusan
Konsil Kedokteran Gigi Indonesia Nomor 103/KKI/KEP/VIII/2009 yang
terdiri atas 3 domain dan 32 kompetensi utama.
Skema kurikulum diuraikan sebagai berikut :
1. Semester 1
Mata Ajar Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai berikut :
Bioetika
Konservasi Gigi Dasar 1
Konservasi Gigi Klinik 1
Praktikum Konservasi Gigi 1
Keterampilan Klinik 1
Kegiatan Ilmiah 1

2. Semester 2
Mata Ajar Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai berikut :
Metodologi Penelitian dan Statistik
Konservasi Gigi Dasar 2
Konservasi Gigi Klinik 2
Praktikum Konservasi Gigi 2
Keterampilan Klinik 2
Kegiatan Ilmiah 2

LAM-PTKes: Document1 103


3. Semester 3
Mata Ajar Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai berikut :
Tesis / Penelitian
Konservasi Gigi Klinik Lanjut 1
Praktikum Konservasi Gigi 3
Keterampilan Klinik 3
Kegiatan Ilmiah 3

4. Semester 4
Mata Ajar Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai berikut :
Tesis / Penelitian
Konservasi Gigi Klinik Lanjut 2
Keterampilan Klinik 4
Kegiatan Ilmiah 4
IPTEK Konservasi Gigi

5. Semester 5
Mata Ajar Kurikulum Berbasis Kompetensi sebagai berikut :
Tesis / Penelitian
Konservasi Gigi Klinik Lanjut 3
Keterampilan Klinik 5
Skema kurikulum dokter spesialis konservasi gigi dilaksanakan pada
semester 1 sampai 5 tertuang pada modul-modul yang saling terkait
meliputi Konservasi Gigi Dasar, Konservasi Gigi Klinik, Konservasi Gigi
Klinik lanjut. Kegiatan Ilmiah (Evidence Based Dentistry), Praktikum
Konservasi Gigi (Skills Lab), Keterampilan Klinik Konservasi Gigi
merupakan kegiatan belajar yang terkait dengan bahan ajar pada
modul-modul tersebut.
Pencapaian kompetensi yang meliputi kognisi, psikomotor dan afektif
dievaluasi melalui :
1. Evaluasi ranah kognisi dinilai kemampuannya

LAM-PTKes: Document1 104


menggunakan rubrik tutorial (formatif), rubrik skill lab
(formatif) , rubrik laporan kasus (formatif), sedangkan
evaluasi sumatif melalui ujian tertulis CBT dan rubrik
SOCA.
2. Evaluasi ranah psikomotor dinilai kemampuan menggunakan
rubrik DOPS (Direct Observational Procedures Skills) dan
rubrik OSCE (sumatif)
3. Evaluasi ranah afektif dinilai kemampuan
profesionalismenya menggunakan rubrik (formatif) dan Mini
C-ex (sumatif).

Skema kurikulum dokter spesialis konservasi gigi sebagai berikut :

MATA KULIAH MATA KULIAH


No SKS No SKS
COURSE COURSE

1 Bioetika Konservasi Gigi 9 Penatalaksanaan


Kasus Konservasi
1
Bioethics in Conservative Gigi II
2
Dentistry
2 Konservasi Gigi Dasar I Case Management
of Conservative
3
Basic Science of Dentistry II
Conservative Dentistry I
3 Konservasi Gigi Klinik I 10 Keterampilan
Preklinik Konservasi
Scientific Clinical Aspects Gigi II
1
of Conservative Dentistry 1
I Skill's Lab in
Conservative
Dentistry II
4 Penatalaksanaan Kasus 11 Keterampilan Klinik 4
2
Konservasi Gigi I Konservasi Gigi II

LAM-PTKes: Document1 105


Case Management of Clinical Skills in
Conservative Dentistry I Conservative
Dentistry II
5 Keterampilan Preklinik 12 Metodologi
Konservasi Gigi I Penelitian Klinik
Konservasi Gigi
Skills Lab in Clinical Research 2
1
Conservative Dentistry I Methodology in
Conservative
Dentistry

6 Keterampilan Klinik 13 Konservasi Gigi


Konservasi Gigi I Klinik Lanjut I

2 5
Clinical Skills in Advanced Scientific
Conservative Dentistry I Clinical Aspects of
Conservative
Dentistry I
7 Konservasi Gigi Dasar II 14 Penatalaksanaan
Kasus Konservasi
Basic Science of Gigi III
1 2
Conservative DentistryII
Case Management
of Conservative
Dentistry III
8 Konservasi Gigi Klinik II 15 Keterampilan
Preklinik Konservasi
Scientific Clinical Aspects Gigi III
3 1
of Conservative Dentistry
II Skills Lab in
Conservative
Dentistry III

LAM-PTKes: Document1 106


No
MATA KULIAH MATA KULIAH
No SKS SKS
COURSE COURSE

16 Keterampilan Klinik 20 IPTEK Konservasi Gigi


Konservasi Gigi III
4 Advanced Science and 1
Clinical Skills in Technology in
Conservative Conservative Dentistry
Dentistry III
17 Konservasi Gigi Klinik 21 Konservasi Gigi Klinik
Lanjut II Lanjut III
3 1
Advanced Scientific Advanced Scientific
Clinical Aspects of Clinical Aspects of
Conservative Conservative Dentistry
Dentistry II III
18 Penatalaksanaan 22 Keterampilan Klinik
Kasus Konservasi Konservasi Gigi V
Gigi IV
2 Clinical Skills in 4
Case Management of Conservative Dentistry V
Conservative
Dentistry IV
19 Keterampilan Klinik 23 Tesis
Konservasi Gigi IV
4 5
Clinical Skills in
Conservative
Dentistry IV
Jumlah / Total 55

LAM-PTKes: Document1 107


5.1.3 Pencapaian kompetensi lulusan tiga tahun terakhir.

5.1.3.1 Pencapaian Kompetensi Umum Konservasi Gigi .


Rata-rata
Pencapaian
No. Prosedur Pencapaian Kompetensi Umum Selama
Pendidikan per
Lulusan
(1) (2) (3)
1 Etika : 85
Etika profesionalisme Peserta didik
Konservasi Gigi adalah untuk menjadi
dokter Spesialis Konservasi Gigi yang baik
dan bermanfaat bagi masyarakat yang
mempunyai kemampuan yang baik:
1. Sikap terhadap penderita
2. Sikap terhadap Staf pendidik & Kolega
3. Sikap terhadap paramedis dan non
paramedis
4. Disiplin dan tanggung jawab
5. Ketaatan pengisian dokumen medik
6. Ketaatan tugas yang diberikan
7. Ketaatan melaksanakan pedoman
penggunaan obat dan alat
2 Komunikasi : 85
Komunikasi Efektif
1. Terhadap penderita
2. Terhadap Staf pendidik & Kolega
3. Terhadap paramedis dan non paramedis

LAM-PTKes: Document1 108


3 Kerjasama Tim : 80
1. Kerjasama yang baik antara kolega,
dokter, perawat, karyawan kesehatan,
pasien dan keluarga pasien
2. Bisa bekerjasama dalam bentuk tim secara
harmonis untuk pelayanan secara optimal
4 Patient safety 85
Mengikuti kaidah-kaidah Patient Safety
IPSG 1-6: Identifikasi, Cuci tangan, Time Out,
Komunikasi efektif, Pencegahan Infeksi,
Pemberian Obat.
Total Rata-rata 83,75

5.1.3.2 Pencapaian Kompetensi Dasar Konservasi Gigi

Pencapain Kompetensi Dasar adalah prosedur perawatan pada pasien


dengan tingkat kesulitan gigi dan risiko rendah( tidak berjejal / tidak miring,
tanpa kelainan morfologi / tanpa kelainan saluran akar, tanpa kelainan
jaringan periodontal dan tanpa trauma) ,serta tanpa kelainan sistemik
Rata-rata Pencapaian Syarat Minimal
Prosedur Pencapaian
No. Selama Pendidikan per Pencapaian Kasus
Kompetensi Dasar
Lulusan
(1) (2) (3)
Mampu melakukan 100%
Perawatan Preventif
1 35 30
karies
Perawatan Restorasi
2 60 40
Direk
Perawatan Restorasi
3 40 30
Indirek
Perawatan
4
Endodontik non- 60 50
bedah

Total Rata-rata 195 150

LAM-PTKes: Document1 109


5.1.3.3 Pencapaian Kompetensi Lanjut Konservasi Gigi

Pencapain Kompetensi Lanjut adalah prosedur perawatan pada pasien


dengan tingkat kesulitan dan risiko tinggi (gigi berjejal / miring, dengan
kelainan morfologi kelainan saluran akar, kelainan jaringan periodontal
dan tanpa trauma) ,disertai kelainan sistemik
Rata-rata Syarat Minimal
Prosedur Pencapaian Pencapaian Selama Pencapaian
No.
Kompetensi Dasar Pendidikan per Kasus
Lulusan
(1) (2) (3)

1 Perawatan Estetik
3 1 kasus
Kompleks
Perawatan Endodontik
Bedah terdiri dari :
- Hemiseksi/ Bikuspidisasi;
- Reseksi Apeks ;
2 - Kuretase apeks/ Endo-
6 4 kasus
Perio
pada Resorbsi Akar
eksternal ; -Endodontic
implant/intraosseus
implant
Total Rata-rata 9 5

5.1.4 Proses pembelajaran dalam upaya pencapaian kompetensi.


Dalam rangka pencapaian kompetensi, jelaskan pelaksanaan:
(1) Pembimbingan mahasiswa profesi dokter gigi : skills lab + klinik
integrasi (informasi frekuensi kegiatan per minggu)
(2) Pembimbingan seminar/journal reading/laporan kasus
mahasiswa profesi dokter gigi sebagai pembimbing
pendamping dosen (4 judul per semester per residen)
(3) Tutorial
(4) Evidence Based Dentistry / Journal reading (tiap modul pada
tiap semester)
(5) Laporan Kasus
(6) Skills Lab / Keterampilan Preklinik
(7) Kegiatan keterampilan klinik (evaluasi log book kegiatan klinik)
(8) Diskusi multi disiplin : 1) bersama bedah mulut dan
periodontologi (informasi frekuensi kegiatan sesuai requirement
dan kasus yang tersedia)
(9) Kuliah Pakar
(10) Proposal penelitian, pelaksanaan penelitian, laporan hasil
penelitian dan ujian tesis.

LAM-PTKes: Document1 110


1. Pembimbingan mahasiswa profesi dokter gigi di klinik integrasi :
satu minggu 1 kali selama 3-4 jam selama 3 semester.
2. Pembimbingan seminar/journal reading/laporan kasus mahasiswa
profesi dokter gigi : setiap mahasiswa PPDGS membimbing 4 judul
seminar/journal reading/laporan kasus sebagai pembimbing
pendamping dosen pengampu selama 3 semester.
3. Tutorial
Tutorial diselenggarakan berdasarkan modul PPDGS Konservasi
Gigi dengan terjadwal setiap semesternya
4. Evidence Based Dentistry / Journal reading
Journal reading merupakan kegiatan yang tercakup dalam
Evidence Based Dentistry yang merupakan komponen dari modul
pembelajaran. Hasil pengayaan melalui journal reading
dikompilasikan dengan hasil tutorial setiap modulnya dalam bentuk
makalah modul.
5. Laporan Kasus Selama masa pendidikan peserta didik wajib
menyampaikan kasusnya sebanyak 5 (lima) buah dan 5 (lima)
kasus lainnya untuk diujikan sebagai Ujian Kasus, sehingga jumlah
keseluruhan kasus yang dipresentasikan adalah 10 (sepuluh)
dengan komposisi 1 (satu) ujian kasus dan 1 (satu) laporan kasus
setiap semesternya.
6. Skills Lab / Keterampilan Preklinik bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman teori yang diperoleh saat perkuliahan / tutorial untuk
penerapan teori-teori klinik yang dilakukan di laboratorium. Skills
Lab dilaksanakan berpedoman pada modul skills lab. Dilaksanakan
mulai dari semester pertama hingga semester ke tiga.

LAM-PTKes: Document1 111


Gambar 9. Kegiatan Skills lab
7. Kegiatan keterampilan klinik (evaluasi log book kegiatan klinik).
Strategi pembelajaran yang digunakan pada program studi profesi
dokter gigi dengan menggunakan metode pendidikan dan pelatihan
berdasarkan kompetensi (Competency-based Education and
Training). Strategi pembelajaran menitik beratkan pada kurikulum
kompetensi berbasis pendidikan dan pelatihan dengan
menempatkan mahasiswa sebagai peserta didik yang dapat
memenuhi kualifikasi kompetensi bidang keilmuan dari segi kognitif,
psikomotor dan afektif. Pencapaian kompetensi peserta didik
sebagian besar dilaksanakan dengan berbasis pelatihan
ketrampilan klinik di Instalasi Klinik Integrasi RSGM FKG UNPAD,
diskusi kasus/laporan kasus dan telaah jurnal/sumber referensi dan
manajemen kesehatan masyarakat individual maupun kesehatan
masyarakat komunitas.
8. Diskusi multidisiplin dan kuliah
Kegiatan diskusi multidisiplin dilakukan untuk kasus-kasus
gabungan dengan cabang ilmu lainnya. Peserta didik harus

LAM-PTKes: Document1 112


melakkan diskusi dengan DPJP cabang ilmu yang terkait dan
mendiskusikan rencana perawatannya dengan peserta didik lainnya
sebelum melakuan perawatan.
Sistem pembelajaran dengan sistem KBK, sehingga untuk
mencapai kompetensi kognitif diselenggarakan kuliah pakar yang
bertujuan untuk pengkayaan ilmu.
9. Kuliah Pakar
Kuliah pakar terjadwal diselenggarakan setiap semesternya, yaitu :
a. Karies
b. Endodontik
c. Bedah Endodontik dan Anestesi Kedokteran Gigi
d. Mikrobiologi
e. Gnatologi
f. Histologi
g. Metodologi Penelitian
h. Restorasi Estetik
i. Dental Fotografi
Selain kuliah pakar terjadwal, Prodi juga menyelenggarakan Kuliah
Pakar tamu yang diselenggarakan insidentil bilamana tersedia
pembicara pakar baik dari dalam dan luar negeri.

Gambar 10. Kegiatan Kuliah Pakar

LAM-PTKes: Document1 113


10. Proposal penelitian, pelaksanaan penelitian, laporan hasil penelitian
dan ujian tesis. Proses penyusunan usul penelitian dan
pelaksanaan penelitian tesis
1) Peserta didik diwajibkan mempresentasikan bedah jurnal ke
arah topik tesis minimal 5 jurnal.
2) Peserta didik mengajukan judul tesis.
3) Ketua Program Studi menentukan pembimbing utama dan
pembimbing pendamping kepada pengelola bidang akademik
PPDGS.
4) Pengelola Bidang akademik membuar surat keputusan
pembimbing utama dan pembimbing pendamping yang di
tandatangani oleh Wakil Dekan I.
5) Proses bimbingan antara peserta didik dan pembimbing yang
ditunjuk.
6) Peserta didik mempresentasikan Usulan Penelitian di depan
pembimbing dan pembahas.
7) Pembimbing menilai kemampuan presentasi peserta didik.
8) Peserta didik melakukan penelitian yang telah disetujui oleh
pembimbing.
9) Peserta didik melakukan analisis hasil penelitian dan penulisan
tesis.
10) Peserta didik melakukan diskusi hasil penelitian dan
penyusunan tesis.
11) Peserta didik melakukan presentasi hasil penelitian tesis di
depan pembimbing dan dosen pembahas.
12) Pelaksanaan ujian tesis.
Proses penulisan tesis
Peserta didik melakukan bedah jurnal, mengumpulkan topik-topik yang
berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan, untuk menyusun latar
belakang, perumusan masalah dan kerangka pemikiran, metode
penelitian dan bahan kepustakaan.

LAM-PTKes: Document1 114


Proses penulisan tesis dilakukan sesuai SOP, tahapannya adalah
sebagai berikut:
1. Mahasiswa telah memenuhi syarat menyusun Tesis, sudah
herregistrasi, membuat permohonan pengajuan judul ke bagian
terkait, membuat permohonan Tesis ke Ketua Program Studi,
membuat surat penunjukan dosen pembimbing yang disetujui KPS
dan Wakil Dekan I, membuat surat permohonan ijin penelitian bagi
yang penulisan Tesis nya perlu penelitian, dan diserahkan ke Sub
Bagian Pendidikan (Surat Permohonan Penunjukan Pembimbing,
Permohonan Ijin Penelitian).
2. SBP memproses/membuat Surat Penugasan yang disahkan oleh
Dekan dan Surat Permohonan Penelitian ke Instansi terkait
disahkan oleh Wakil Dekan I
3. Mahasiswa menerima Surat Penugasan untuk diserahkan ke Dosen
Pembimbing dan Kepala Program Studi yang terkait, dan Surat Ijin
Penelitian bagi yang penulisan Tesisnya perlu melakukan penelitian
untuk diserahkan ke instansi yang dituju.
4. Bagi mahasiswa yang tidak memerlukan penelitian sudah bisa
melaksanakan penulisan Tesis dan bagi Mahasiswa yang
memerlukan ijin penelitian menunggu jawaban dari instansi yang
dituju dan setelah ada jawaban disetujui mahasiswa siap
melaksanakan penelitian.
5. Setelah selesai melaksanakan penyusunan/penulisan Tesis
mahasiswa menyerahkan draft Tesis sebanyak 10 eksemplar ke
sub bagian pendidikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentkan
untuk melaksanakan sidang Tesis.
6. SBP mengumumkan pelaksanaan sidang Tesis dan menerima
pendaftaran sidang Tesis dengan menerima draft Tesis dan
persyaratan lainnya. SBP menyusun jadwal sidang Tesis dan
disahkan Wakil Dekan I, diperbanyak, didistribusi ke mahasiswa,
penguji, bagian terkait, dan laporan ke pimpinan fakultas.

LAM-PTKes: Document1 115


7. Mahasiswa siap melaksanakan sidang sesuai dengan jadwal yang
telah ditentukan dan setelah sidang selesai mahasiswa segera
merevisi Tesisnya jika ada yang harus direvisi, jika tidak segera
menyerahkan Tesis yang telah ditandatangani oleh Dosen
Pembimbing dan dijilid sesuai ketentuan yang berlaku ke SBP
masing-masing 4 (empat) eksemplar.
8. SBP menerima Tesis sudah selesai, untuk selanjutnya diserahkan
ke Perpustakaan, sebagai salah satu syarat untuk mengambil
Ijazah dan transkrip Akademik.
Ujian akhir studi spesialis.
1. Peserta didik spesialis Konservasi Gigi telah selesai mengikuti
perkuliahan dan telah menyelesaikan keterampilan klinik serta telah
lulus semua mata ajar di semester 1-5.
2. Ujian KIA yang di uji oleh 5 dosen penguji yang meliputi 2
pembimbing dan 3 penguji.

LAM-PTKes: Document1 116


5.2 Penilaian seluruh buku panduan/buku modul/logbook dalam satu tahun terakhir.
Status:
Tidak Ada/
Baru/ Berlaku Mulai
No Nama Mata Kuliah/ Modul/Logbook Ada Perubahan Alasan
Lama/ Sem./Th.
pada
Hapus
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Logbook Perubahan Penyempurnaan Sem Ganjil 2016
Modul Klinik
Perawatan Saluran Akar
Perawatan Apeksifikasi
Perawatan One Visit Endodontic
Perawatan Ulang endodontik (Endodontic
Retreatment)
Perawatan Resorpsi Internal
Perawatan Resorpsi Eksternal
Penyempurnaan
Perawatan Bleaching
materi, teknik,
Perawatan Kuretase Apikal
2 Ada alat dan bahan, Revisi 2015
Perawatan Apeks Reseksi
serta sumber
Perawatan Hemiseksi
pustaka
Perawatan Bikuspidasi
Perawatan Replantasi
Perawatan Intra Osseus Implant
Restorasi Resin Komposit
Restorasi Resin Komposit Klas I
Restorasi Resin Komposit Klas II
Restorasi Resin Komposit Klas III
Restorasi Resin Komposit Klas IV

LAM-PTKes: Document1 117


Restorasi Resin Komposit Klas V
Restorasi Resin Komposit Klas VI
Restorasi Onlay (Non Metal)
Restorasi Inlay (Non Metal)
Restorasi Mahkota Selubung
Restorasi
Direct Veneer
Restorasi Indirect Veneer
Restorasi Mahkota Pasak
Pemeriksaan Saliva
Pemeriksaan Streptococcus Mutans
Pemeriksaan Karies dengan Diagnodent
Dental Health Education
Evaluasi Resiko Karies Dengan Kariogram
Perawatan Pin dan Fissure Sealant
Perawatan Fluoride Varnish
Modul Skills Lab :
Lab. Kariologi :
Pemeriksaan Saliva
Penyempurnaan
Pemeriksaan Streptococcus Mutans
materi, teknik,
Dental Health Education
3 Ada alat dan bahan, Revisi 2015
Pemeriksaan Karies Dengan Diagnodent
serta sumber
Penatalaksanaan Fluoride Varnish
pustaka
Penatalaksanaan Pit dan Fissure Sealant
Cariogram

LAM-PTKes: Document1 118


Lab. Endodontik :
Pemasangan Rubber Dam
Preparasi & Irigasi Saluran Akar Gigi
Pengisian Saluran Akar Gigi
Pengambilan Guttap Point Dari Saluran Akar Gigi
Lab. Endodontik Bedah :
Penatalaksaan Insisi, Flap, Kuretase Grafting &
Suturing
Penatalaksanaan Implant Placement
Lab. Restorasi :
Preparasi Untuk Restorasi Resin Komposit Klas
I,II,III,IV,V,VI
Preparasi Restorasi Inlay, Onlay, Veneer
(Direct/Indirect), Pasak Prefabricated
Penyesuaian
Requirement bedah : dan
4 Ada Revisi 2015
5 Kasus Bedah penyempurnaan
Modul Bedah

LAM-PTKes: Document1 119


5.3 Pelayanan RS Pendidikan Utama dan RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit
Kinerja pelayanan institusi merupakan jumlah operasi / tindakan yang dilakukan institusi pendidikan baik di dalam
institusi maupun di lahan pendidikan lainnya (RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit).

Lengkapi tabel berikut untuk data dalam satu tahun terakhir.

Jumlah
No. Jenis Tindakan/Operasi Operasi /
Morbiditas Mortalitas
tindakan
(1) (2) (3) (4) (5)
1 The management of dental caries 1404 - -
2 The management of dentin hypersensitive 11 - -
The management of dental Abrasion, Erosion, Attrition and
3 237 - -
Abfraction
4 The management of root caries 0 - -
5 The management of pulp injury 52 - -
6 The management of periapical injury 42 - -
The management of restoration post endodontic treatment caused
7 59 - -
pulp injury
8 The management of aesthetic, dental discoloration 50 - -
9 The management of reinfection by root canal treatment failures 0 - -
10 The management of crown and or root fracture 0 - -

LAM-PTKes: Document1 120


11 The management of tooth dislocation 0 - -
12 The management of orofacialpain 0 - -
13 The management of external and Internal Resorption 0 - -
14 The management of cyst radicular/periapical lesions 92 - -
15 The management of periodontal and furcation involvement 30 - -
16 The management of apical curretage 20 - -
17 The management of apical resection 20 - -
18 The management of hemisection 20 - -
19 The management of bicuspidization 20 - -
20 The management of endodontic implant and or intraosseus implant 1 - -
Total (a) = 2058 (b) - (c) = -

LAM-PTKes: Document1 121


5.4 Pelaksanaan pembimbingan karya tulis ilmiah yang diterapkan pada
PS ini.

5.4.1 Jelaskan ketersediaan panduan pembimbingan karya tulis ilmiah,


serta konsistensi dan efektivitas pelaksanaannya.

Panduan pembimbingan karya tulis ilmiahberdasarkan Buku


Panduan penulisan skripsi, tesis dan disertasi yang dikeluarkan oleh
Universitas Padjadjaran
Konsistensi pelaksanaannya mengikuti alur dibawah ini:
1. Tim Pembimbing
Selama mengikuti Program Studi Dokter Gigi Spesialis Konservasi
Gigi tiap mahasiswa diarahkan dan dibimbing oleh Tim Pembimbing
yang ditetapkan Ketua Program Studi Dokter Gigi Spesialis
Konservasi Gigi. Tim Pembimbing sekaligus bertindak sebagai
pengarah penelitian untuk tesis.

2. Pembimbingan

1) Pembimbingan didasarkan pada kepedulian partisipatif dari


mahasiswa dan Tim Pembimbing.
2) Pembimbingan pada dasarnya memperlihatkan citra integritas
ilmu, integritas kepribadian dan integritas kependidikan yang
dicerminkan oleh keteladanan dari pembimbing.
3) Pembimbing dipilih berdasarkan spesialisasi keahlian
(substansi) dan bertanggungjawab atas proses pembimbingan
tesis mahasiswa yang dibimbingnya.
4) Pembimbingan dimulai sejak semester II, intensitasnya makin
meningkat setelah mahasiswa mempersiapkan diri untuk
seminar usulan penelitian hingga program studinya selesai.
5) Ketua Tim Pembimbing adalah dosen tetap Universitas
Padjadjaran.
6) Penetapan Tim Pembimbing dilakukan dengan surat

LAM-PTKes: Document1 122


keputusan/surat tugas Dekan Fakultas Kedokteran Gigi.

3. Proposal Penelitian atau Usulan Penelitian adalah:


1) Usulan penelitian merupakan rencana kerja mahasiswa dalam
rangka penyusunan tesis, dengan perkataan lain UP adalah
suatu kerangka tesis yang setelah diisi dengan data empirik
yang teruji menjadi sebuah Tesis.
2) Seminar usulan penelitian dilaksanakan pada awal semester III
s.d. akhir semester V, setelah lulus semua mata kuliah yang
dipersyaratkan.
3) Pembahas terdiri atas 2 Anggota Tim Pembimbing dan 3-5
orang Penelaah termasuk Ketua Program Studi Dokter Gigi
Spesialis Konservasi Gigi.
4) Pada dasarnya seminar usulan penelitian dilaksanakan satu
kali; apabila tidak lulus diulang paling banyak satu kali lagi.
5) Seminar dapat dilaksanakan apabila hadir sekurang-kurangnya
lima orang pembahas dan dihadiri oleh Ketua Program Studi
Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi dan/atau Ketua Tim
Pembimbing (apabila berhalangan, dapat diwakili salah seorang
Anggota Tim Pembimbing dengan surat pelimpahan wewenang
dari Ketua Tim Pembimbing).

4. Penilaian Seminar Usulan Penelitian


1) Nilai pada seminar usulan penelitian (SUP) diberikan dalam
bentuk skor mentah (raw score) dengan kisaran antara 0,0-4,0
dan angka kelulusan rata-rata serendah-rendahnya 3.00.
2) Tim Penguji terdiri atas Tim Pembimbing dan para Pembahas.
3) Tim Penguji mengevaluasi materi/substansi naskah usulan
penelitian yang diajukan mahasiswa, artinya sebelum dilakukan
seminar, tiap penguji sudah memiliki "bayangan" bahwa naskah
usulan penelitian tersebut layak/tidak layak sebagai cikal-bakal
karya ilmiah tingkat magister dan sudah siap untuk

LAM-PTKes: Document1 123


dilaksanakan di lapangan.
4) Dalam seminar ini Tim Penguji mengevaluasi
pertanggungjawaban mahasiswa atas pertanyaan yang bersifat
mengkritisi maupun mencari klarifikasi terhadap materi/
substansi usulan penelitian itu.
a. Mahasiswa dinyatakan lulus apabila memperoleh nilai rata--
rata sekurang-kurangnya 3,00, atau
b. Mahasiswa dinyatakan tidak lulus apabila mahasiswa
memperoleh nilai rata-rata kurang dari 3,00.
5) Pada akhir seminar Tim Penguji memberikan penilaian sebagai
berikut. Rata-rata nilai seminar usulan penelilian (SUP) ini
diubah menjadi huruf mutu (HM) menggunakan pedoman yang
berlaku bagi ujian tesis (UT);
6) Apabila dinyatakan tidak lulus dari seminar usulan penelitian,
maka mahasiswa diharuskan mengulang kembali usulan
penelitiannya. Kesempatan mengulang seminar ini hanya
diberikan satu kali; apabila sampai dua kali seminar dinyatakan
tidak lulus, maka mahasiswa dikenai sanksi pemutusan studi.

5. Penelitian tesis:
1) Penelitian dilaksanakan setelah mahasiswa lulus Seminar
Usulan Penelitian dan telah dilakukan perbaikan yang disetujui
para Pembimbing dan Pembahas serta dapat
dipertanggungjawabkan sebagai usulan penelitian untuk Tesis.
2) Pembimbing bila diperlukan dapat melakukan supervisi ke
lokasi penelitian untuk melihat keabsahan penelitian yang
dilakukan oleh mahasiswa yang bersangkutan.

3) Tim Penguji terdiri atas Tim Pembimbing, ditambah beberapa


orang Penguji/Pembahas yang pada saat ujian berlangsung
jumlahnya tidak kurang dari lima orang dan dihadiri oleh Ketua

LAM-PTKes: Document1 124


Tim Pembimbing (apabila berhalangan dapat melimpahkan
wewenang secara tertulis kepada salah seorang anggota Tim
Pembimbing).
4) Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebagai dasar penentuan
predikat kelulusan menyangkut semua nilai yang didapat
selama proses belajar-mengajar, termasuk hasil ujian tesis.

6. Penilaian Tesis
1) Penilaian tesis dilakukan melalui ujian tesis (UT)
2) Sebelum ujian tesis, Tim Pembimbing mengevaluasi
materi/substansi naskah yang diajukan. Penilaian dilakukan
dengan mengevaluasi apakah naskah tersebut layak uji.
Pernyataan layak uji ini harus merupakan kesepakatan
bersama dari Tim Pembimbing. Apabila terjadi perbedaan
penilaian tentang kelayakannya, maka Tim Pembimbing perlu
mengupayakan untuk mencari kesepakatan bersama.
3) Layak uji berarti naskah tesis mendapat nilai (skor mentah)
rata-rata sekurang-kurangnya 3,0. Atas dasar
pertangungjawaban mahasiswa dalam ujian tesis (UT), anggota
Tim Penguji dapat memberikan nilai di bawah 3,0.
4) Apabila dinyatakan `tidak layak uji', maka naskah tersebut tidak
bisa diajukan untuk ujian tesis (UT). Tim Penguji perlu sepakat
untuk mempertanggungjawabkannya secara ilmiah dan
menjelaskannya kepada mahasiswa.
5) Mahasiswa hanya diberi kesempatan untuk menempuh ujian
tesis (UT) masing-masing sebanyak dua kali dalam kurun waktu
yang disepakati.

6) Nilai pada ujian tesis (UT) diberikan dalam bentuk skor dengan
kisaran antara 0,00-4,00. Tim penguji dapat memberikan nilai
dibawah 3,00. Mahasiswa dinyatakan lulus ujian tesis (UT)

LAM-PTKes: Document1 125


apabila memperoleh sekurang-kurangnya skor rata-rata 3,00
7) Skor dari para penguji dijumlah setelah diberi pembulatan (tim
pembimbing 60%, tim penelaah 40%, tanpa dikonversikan
dalam huruf mutu. Skor ujian tesis (UT) dan ujian kuliah di
jumlah dan dibagi bobot SKS untuk memperoleh IPK.
8) Ujian tesis (UT) dan ujian kuliah diubah menjadi huruf mutu
(HM)
9) Yudisium kelulusan didasarkan pada IPK akhir, yaitu rata-rata
gabungan angka mutu (AM) perangkat mata kuliah dengan
angka mutu mentah (AM) tesis.

Gambar 11. Sidang Karya Ilmiah Akhi

7. Sistem penjaminan mutu thesis:


1) Tesis adalah karya ilmiah mahasiswa yang dibuat berdasarkan
hasil penelitian dengan menggunakan metode dan kaidah
keilmuan yang berlaku.
2) Tesis harus mempunyai nilai manfaat praktis yang seimbang
dengan sumbangan ilmiahnya.
3) Tesis adalah karya orisinil mahasiswa dibuktikan keasliannya
dengan surat keterangan bermaterai.
5.4.2. Tuliskan nama-nama dosen yang menjadi pembimbing karya tulis
ilmiah dan jumlah peserta didik bimbingan pada satu tahun terakhir
dengan mengikuti format tabel berikut

LAM-PTKes: Document1 126


Dosen Pembimbing
Jumlah Peserta
No Pendidikan
Nama Bimbingan
Terakhir
(1) (2) (3) (4)
1 Setiawan Natasasmita Doktor,
6 (Pembimbing Utama)
Sp.KG(K)
2 M. Richata Fadil Doktor,
5 (Pembimbing Utama)
Sp.KG(K)
3 Grace Virginia Gumuruh Sp.KG 2 (Pembimbing Kedua)
4 Endang Sukartini Sp.KG(K) 3 (Pembimbing Utama)
2 (Pembimbing Kedua)
5 Milly Armilia Sp.KG(K) 3 (Pembimbing Utama)
2 (Pembimbing Kedua)
6 Hendra Dian Adhita Doktor, Sp.KG 2 (Pembimbing Utama)
Dharsono 2 (Pembimbing Kedua)
7 Irmaleny Doktor, Sp.KG 2 (Pembimbing Utama)
2 (Pembimbing Kedua)
8 Ayu Trisna Hayati Sp.KG 4 (Pembimbing Kedua)
9 Opik Taofik Hidayat Sp.KG 4 (Pembimbing Kedua)
10 Dudi Aripin Doktor, Sp.KG 2 (Pembimbing Utama)
2 (Pembimbing Kedua)
11 Rahmi Alma Sp.KG 4 (Pembimbing Kedua)
12 Anna Muryani Sp.KG 2 (Pembimbing Kedua)
13 Diani Prisinda Sp.KG 2 (Pembimbing Kedua)
Total 48
(terdiri dari dua
angkatan, baik sebagai
pembimbing utama
maupun sebagai
pembimbing
pendamping)

LAM-PTKes: Document1 127


5.5 Sistem Supervisi dan Evaluasi

5.5.1 Jelaskan sistem monev kurikulum untuk menjamin terlaksananya


program pendidikan sehingga mampu mencapai kompetensi yang
diharapkan. Jelaskan jumlah bimbingan operasi/tindakan per tahun,
ketersediaan log book dan mutunya.

Sistem monitoring dan evaluasi (monev) kurikulum terdiri dari


monev perencanaan, monev pemenuhan proses, monev capaian
pembelajaran dan monev isi kurikulum. Monev perencanaan dilakukan
dengan membuat rubrik RPS, monev pemenuhan proses dilakukan
dengan menggunakan rubrik semua proses pendidikan, monev capaian
dilakukan dengan membuat EPSBED. Sistem monev isi kurikulum
untuk menjamin terlaksananya program pendidikan sehingga mampu
mencapai kompetensi sudah ditetapkan dalam SOP kegiatan
pengembangan kurikulum yang mempunyai tahapan sebagai berikut :
1. Pengguna lulusan, alumni, dosen dan mahasiswa memberikan
masukan mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan
keilmuan dan keterampilan mahasiswa. Semua informasi ini akan
ditampung oleh tim monev.
2. Tim monev mengolah data masukan dan membuat rekapitulasi
hasil pengolahan data tersebut untuk kemudian diserahkan kepada
tim kurikulum.
3. Tim kurikulum mempelajari semua informasi yang masuk dan
merumuskannya menjadi draft pengembangan kurikulum untuk
diajukan kepada Prodi untuk dipertimbangkan apakah masukan-
masukan tersebut dapat dipakai sebagai elemen-elemen
pengembangan kurikulum.
4. Prodi mempelajari draft pengembangan kurikulum.
5. Prodi memutuskan perlu diadakan revisi kurikulum berdasarkan
draft pengembangan kurikulum.
6. Prodi mengembalikan draft kurikulum kepada tim kurikulum untuk

LAM-PTKes: Document1 128


ditindaklanjuti.
7. Tim kurikulum mengadakan revisi kurikulum melalui kegiatan
lokakarya atau rapat kerja bersama-sama pihak yang
berkepentingan di bawah pengawasan Prodi.
8. Hasil revisi kurikulum didokumentasikan menjadi dokumen revisi
kurikulum definitif dan diserahkan kepada Prodi untuk disetujui.
9. Prodi menandatangi dokumen revisi kurikulum definitif untuk
diimplementasikan pada tahun akademik selanjutnya setelah
dipresentasikan di depan senat fakultas.
Jumlah bimbingan operasi /tindakan per tahun di PPDGS Konservasi
Gigi :
Setiap dosen membimbing 5 orang peserta didik yang mempunyai
kewajiban melakukan operasi sebanyak 5 tindakan. Jadi jumlah
bimbingan yang dilakukan oleh dosen berkisar 25 kali bimbingan.
Semua tindakan operasi terdokumentasi di dalam log book sesuai
arahan kolegium yang disediakan oleh PPDGS.

Monitoring log book dan mutunya


Sistem monitoring log book dan mutunya dilaksanakan setiap akhir
semester. Setiap log book dipegang oleh masing-masing mahasiswa
yang berisi semua kegiatan pembelajaran seperti perkuliahan,
pembuatan laporan kasus, keikutsertaan dalam seminar kasus/jurnal
reading, dan setiap tindakan/perawatan yang dilakukan. Seluruh
kegiatan tersebut selalu dibimbing oleh dosen pengampu dan dosen
pembimbing klinik, baik dosen tetap maupun tidak tetap. Mengenai
mutu logbook penilaian hanya berdasarkan pencapaian requirement
yang dikonversikan kedalam sistem poin.

LAM-PTKes: Document1 129


5.5.2 Jelaskan sistem supervisi pendidikan untuk menjamin terlaksananya
program pendidikan sehingga mampu mencapai kompetensi yang
diharapkan. Jelaskan jumlah bimbingan operasi/tindakan per tahun,
ketersediaan log book dan mutunya.

Sistem supervisi dilakukan dengan demonstrasi dan


simulasi.
Jumlah bimbingan operasi/tindakan per tahun adalah 171
kasus.

5.5.3 Jelaskan sistem evaluasi peserta didik dan kriteria kelulusan (yang
terukur) untuk menilai kompetensi peserta didik yang meliputi
kemampuan kognitif, keterampilan, dan perilaku. Jelaskan pula
keberadaan dokumennya.

Sistem evaluasi peserta didik berkaitan dengan kemampuan kognitif,


keterampilan dan perilaku dilakukan dengan cara ujian formatif dan
sumatif. Capaian kemampuan kognitif dilakukan secara sumatif melalui
ujian tulis tentang pengetahuan teori, ujian kasus, dan ujian
komprehensif dengan menganalisis kasus sebanyak 10 kasus.
Kemampuan psikomotor dan perilaku dinilai secara formatif dengan
menggunakan rubrik. Nilai yang diperoleh peserta didik untuk satu mata
kuliah, seminar, penelitian dan kegiatan akademik lainnya dinyatakan
sesuai standar institusi pendidikan dalam huruf A, B, C dan D

Huruf Nilai Bobot


A 85 -100 4,00
B 71 84 3,00
C 60 70 2,00
D 55 59 1,00
E 0 - 54 0
Untuk dapat melanjutkan ke semester berikutnya maka indeks
prestasi peserta didik minimal 3,00.
Peserta didik yang nilainya kurang dari nilai huruf B, harus

LAM-PTKes: Document1 130


menempuh uji perbaikan.
Peserta didik yang mendapat nilai B diperbolehkan juga mempebaiki
angka.
Ujian perbaikan boleh dilakukan maksimal 2 kali. Bila masih belum
lulus, wajib membuat makalah tentang ilmu terkait.
Jika hasil ujian perbaikan lebih tinggi dari hasil sebelumnya maka
nilai yang diambil adalah nilai tertinggi.
Jika pada akhir semester ternyata seorang peserta didik belum
menyelesaikan tugas yang dibebankan maka untuk tugas tersebut
tidak diberikan nilai tetapi dilaporkan sebagai TL (tidak lengkap).
Selambat-lambatnya pada akhir semester berikutnya tanda TL harus
sudah berubah menjadi nilai dan dilaporkan kepada penanggung
jawab.
Bila tidak ada laporan mengenai perubahan tanda TL tersebut maka
pada permulaan semester berikutnya akan diberi nilai E.
TL tidak diperhitungkan di dalam penghitungan kredit yang diperoleh
peserta didik dan penghitungan indeks prestasi suatu semester.
Segera setelah ada perubahan TL menjadi nilai atau dinyatkan
sebagi E maka penghitungan jumlah kredit dan IP dalam semester
yang sebelumnya yang terdapat TL akan diulang. Hasil
penghitungan ini akan digunakan untuk mengambil keputusan.
Nilai hasil ujian dan ujian perbaikan dicantumkan pada kartu hasil
studi.
Indeks prestasi peserta didik merupakan nilai prestasi yang
digolongkan dalam :
a. Indeks prestasi semester (IP) yaitu angka yang diperoleh dari hasil
bagi jumlah mutu semester dengan jumlah kredit semester.
b. Indeks prestasi kumulatif adalah angka yang didapat dari hasil
bagi jumlah kumulatif. Penghitungan IPK ini untuk menentukan
apakah seorang peserta didik diperbolehkan melanjutkan atau

LAM-PTKes: Document1 131


harus meninggalkan pendidikannya dalam cabang ilmu tersebut.
Tahapan evaluasi :
Penghitungan IP dilakukan setiap akhir semester dan penghitungan
IPK dilakukan pada setiap akhir tahun pendidikan.
Dalam waktu satu tahun IPK dihitung dari jumlah nilai kredit mata
kuliah yang mempunyai nilai tertinggi, sejumlah 75% seluruh kredit
yang diperoleh pada tahun tersebut.
Evaluasi keberhasilan belajar tahun pertama dilakukan pada akhir
semester kedua. Untuk dapat melanjutkan pendidikan peserta harus
mencapai IPK minimal 3,00.
Peserta yang telah menyelesaikan seluruh program pendidikan
dinyatakan lulus dengan syarat-syarat sebagai berikut :
a. Tidak memiliki nilai C
b. Telah menyelesaikan karya tulis akhir dan lulus ujian laporan
penelitiian dan ujian komprehensif.
c. IPK sama atau lebih besar dari 3,00.
Lulus Uji Kompetensi Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi yang
diselenggarakan oleh Kolegium Konservasi Gigi Indonesia meliputi uji
teori (CBT dan SOCA) dan Uji Praktik (OSCE)

5.6 Upaya Peningkatan Suasana Akademik.

Berikan gambaran yang jelas mengenai upaya dan kegiatan untuk


menciptakan suasana akademik yang kondusif di lingkungan PS,
khususnya mengenai hal-hal berikut.

5.6.1 Kebijakan tentang suasana akademik (otonomi keilmuan, kebebasan


akademik, kebebasan mimbar akademik), ketersediaan dokumen
dan konsistensi pelaksanaannya.

Suasana akademik di Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis


Konservasi Gigi Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

LAM-PTKes: Document1 132


ditetapkan melalui Kebijakan tentang suasana akademik yang mengacu
pada kebijakan Sistem Penjamin Mutu Universitas Padjadjaran tahun
2010, dan Peraturan Rektor Universitas Padjadjaran nomor 51 tahun
2015 tentang statuta Universitas Padjadjaran, yaitu :
Kebijakan Sistem Penjamin Mutu Universitas Padjadjaran tahun 2010 :
1. Pasal 11 : Menjamin terselenggaranya kebebasan akademik,
mimbar akademik, dan otonomi keilmuan dengan memperhatikan
Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan etika keilmuan dengan
menghindari terjadinya tindakan tercela (misconduct).
2. Pasal 14 : Penyelenggaraan kebijakan akademik harus dapat
dipertanggungjawabkan secara ilmiah, terbuka, dan senantiasa
mengacu pada perkembangan keilmuan yang mutakhir dan
dinamis.
3. Pasal 15 : Kebijakan akademik diselenggarakan secara terbuka,
didasarkan pada tatanan dan aturan yang jelas yang senantiasa
berorientasi pada rasa saling percaya untuk terselenggaranya
suasana akademik yang kondusif dan menjamin terwujudnya
sinergisme.
4. Pasal 20 : Kebijakan akademik diselenggarakan atas dasar
persamaan hak untuk menjamin terciptanya lingkungan akademik
yang egaliter.

5. Pasal 21 : Penyelenggaraan kebijakan akademik senantiasa


didasarkan pada kemampuan institusi dengan mengandalkan
segenap potensi dan sumberdaya yang ada untuk mengoptimalkan
kemampuan institusi yang terus berkembang secara sistematik dan
terstruktur.
Menurut Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 2015 tentang Statuta
Universitas Padjadjaran dinyatakan pada Pasal 14 bahwa:
1. Sivitas akademika memiliki kebebasan akademik dan otonomi
keilmuan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan

LAM-PTKes: Document1 133


pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara
bertanggung jawab.
2. Ketentuan lebih lanjut mengenai kebebasan akademik dan otonomi
keilmuan diatur dengan peraturan SA.
Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi Fakultas
Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran sudah mampu menciptakan
suasana akademik atau sering juga disebutsebagai academic
atmosphere sesuai dengan visi, misi, dan tujuannya. Suasana akademik
yang tercipta telah membentuk iklim yang kondusif bagi kegiatan
akademik, interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara sesama
mahasiswa, maupun antara sesama dosen untuk mengoptimalkan
proses pembelajaran. Suasana akademik yang kondusif Prodi tercermin
dari Proses pembelajaran yang berlangsung dalam sebuah suasana
yang melibatkan semua sumber daya pendidikan (dosen, fasilitas /
sarana-prasarana, laboratorium, perpustakaan, organisasi-manajemen
dan kurikulum). Metode pendekatan bisa terfokus pada berbagai hal
seperti interaksi akademik, kegiatan akademik, akses terhadap sumber
belajar, kecukupan dan ketepatan sumber belajar, keikutsertaan
mahasiswa dalam aktivitas kurikuler (termasuk penelitian) maupun ko-
kurikuler dan ekstra-kurikuler.

1. Otonomi Keilmuan
PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad menjalankan kebijakan-kebijakan
tersebut di atas yang mengatur otonomi keilmuan sehingga
penerapannya telah mampu memberikan keleluasan kepada sivitas
akademika (dosen dan mahasiswa) untuk mengembangkan keilmuan
sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Otonomi keilmuan diberikan seluas-luasnya sehingga semua
mahasiswa dan dosen mempunyai kesempatan untuk meningkatkan
partisipasinya dalam pengembangan penerapan keilmuan, kegiatan
PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) dan penelitian dosen dan

LAM-PTKes: Document1 134


mahasiswa.
2. Kebebasan Akademik
kebebasan akademik diwujudkan dalam bentuk partisipasi di berbagai
seminar ilmiah, simposium, konferensi baik nasional maupun
internasional, memotivasi dosen untuk mempublikasikan hasil
penelitiannya pada jurnal ilmiah tingkat nasional maupun internasional.
Penerapan kebijakan suasana akademik dalam hal kebebasan
akademik oleh PPDGS adalah sebagai berikut:
Kebebasan dalam menentukan pengembangan kurikulum,
metode pembelajaran dengan melibatkan sivitas akademika
kebebasan dalam memberikan pendapat guna pengembangan
proses akademik dengan penuh tanggungjawab
memberikan hak bertanya dan mengkritisi/memberikan
masukan kepada sivitas akademika guna peningkatan proses
akademik
memberikan kebebasan bagi sivitas akademik untuk mengikuti
aktivitas pengembangan keilmuan di dalam negeri maupun di
luar negeri
memberikan kebebasan kepada sivitas akademik untuk
mendapatkan informasi berkaitan dengan kegiatan akademik
memberikan kemudahan kepada mahasiswa untuk dapat
menemui dosen berkaitan dengan keilmuan dan kegiatan
akademik
3. Kebebasan Mimbar Akademik
Kebebasan mimbar akademik di PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad
telah dapat memberikan kebebasan berekspresi bagi dosen dan
mahasiswa dalam mengungkapkan pendapatnya di berbagai media
cetak, forum, media elektronik untuk menjadi narasumber sebagai pakar
kajian keilmuan konservasi gigi. Kebebasan mimbar akademik juga telah
mampu menciptakan kemitraan dosen dan mahasiswa dalam berbagai

LAM-PTKes: Document1 135


kegiatan akademik di luar perkuliahan seperti kegiatan ilmiah yang
dilaksanakan setiap bulan dengan menghadirkan pembicara dari luar
PPDGS Konservasi Gigi.

5.6.2 Ketersediaan prasarana, sarana dan status kepemilikannya serta


dana yang memungkinkan terciptanya interaksi akademik antar
sivitas akademika.
Prasarana yang memungkinkan terciptanya interaksi akademik antar
sivitas akademika di PPDGS Konservasi Gigi adalah:
1. Ruang Perkuliahan (kelas kecil, 10 orang; kelas sedang, 25 orang,
dan kelas besar, lebih dari 100 orang)
2. Auditorium untuk kegiatan seminar kasus/journal reading.
3. Laboratoriumpenelitian, terdiri dari laboratorium biologi molekuler,
histologi, mikrobiologi, dan Ilmu teknologi dasar kedokteran gigi.
4. Klinik Kerja PPDGS Konservasi Gigi di RSGM Universitas
Padjadjaran
5. Ruang praktikum (Fasilitas Kampus Jatinangor)
6. Ruang residen
7. Ruang diskusi kasus yang menunjang proses pertukaran ilmu
pengetahuan, baik antara mahasiswa dengan mahasiswa ataupun
staf pengajar dengan mahasiswa
8. Ruang Perpustakaan/baca yang dilengkapi dengan internet dan
fasilitas hotspot di kampus (jatinangor, sekeloa), sehingga
mahasiswa maupun staf pengajar dapat mengakses informasi
terkini di bidang kedokteran gigi dengan mudah.
9. Ruang dental fotografi merangkap sebagai ruang life demo

LAM-PTKes: Document1 136


10. Ruang komputer
11. Mesjid
12. Kantin
Kepemilikan seluruh prasarana diatas adalah milik Universitas
Padjadjaran
Sarana:
1. Alat alat perkuliahan (OHP, LCD proyektor, komputer, dan sound
system)
2. Koleksi Jurnal Ilmiah dan Buku-buku text book.
3. Jurnal Online
4. Akses Internet Wifi
5. Fasilitas Komputer
5.6.3 Program dan kegiatan akademik dan non-akademik (di dalam
maupun di luar kelas) untuk menciptakan suasana akademik
(seminar, simposium, lokakarya, penelitian bersama, dll.).

PPDGS Konservasi Gigi setiap tahunnya mengagendakan kegiatan


akademik dan non-akademik dengan tujuan member wawasan yang
lebih luas akan Konservasi Gigi khususnya, sedangkan kegiatan non-
akademis diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan soft-skills
serta komunikasi interpersonal. Bentuk kegiatan yang diagendakan,

LAM-PTKes: Document1 137


sebaga berikut :l
1. Program komunikasi antara pimpinan, dosen, karyawan dilakukan
melalui gathering pada acara morning tea.
2. Program komunikasi mahasiswa dengan staf dan tenaga
kependidikan dilakukan secara periodik setiap tahun pada acara
penerimaan mahasiswa baru,
3. Partisipasi seminar sebagai peserta dan pembicara pada kegiatan
ilmiah tahunan IKORGI
4. Kegiatan bimbingan dan konseling (dosen wali),
5. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat
6. Kegiatan olahraga dan seni.
7. Program kegiatan akademik dan non akademik pada acara Dies
Natalis,
8. Kegiatan pelatihan mahasiswa bersama dosen dengan melibatkan
partisipasi alumni sebagai dosen tamu Program akademik dan
kegiatan
9. Silaturahmi/Gathering di luar kampus/outbound. Gambar di bawah
ini memperlihatkan kegiatan gathering yang dilaksanakan oleh
PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad

Gambar 12. Kegiatan Ghatering

LAM-PTKes: Document1 138


5.6.4 Jelaskan upaya pengembangan perilaku profesional yang mencakup
aspek: (1) etika kedokteran, (2) kemampuan kerjasama dalam tim,
dan (3) hubungan dokter-pasien. Jelaskan pula keberadaan panduan
serta konsistensi pelaksanaannya.

Pengembangan perilaku professional dikembangkan melalui beberapa


mata kuliah yang diberikan.
1. Etika Kedokteran
Pengembangan perilaku profesional yang berkaitan dengan etika
kedokteran dikembangkan melalui matakuliah Bioetika Kedokteran.
Perilaku professional yang berkaitan dengan etika
diimplementasikan sepanjang waktu studi secara konsistensi
dievaluasi setiap semester dimulai semester 3.
2. Kemampuan Kerjasama dalam Tim
Pengembangan perilaku professional di bidang kemampuan
kerjasama di dalam tim dilakukan selama proses pembelajaran
secara konsisten yang mencakup
Diskusi kasus
Diskusi bedah
Seminar kelompok
Journal reading
Laporan Kasus
3. Hubungan Dokter-Pasien
Pengembangan perilaku professional berkaitan dengan aspek hubungan
pasien dilaksanakan sejak semester satu melalui mata kuliah KIE
(Komunikasi, Informasi dan Edukasi), Pelatihan Keterampilan Klinik, dan
Komunikasi Interpersonal di Klinik.

LAM-PTKes: Document1 139


STANDAR 6

PEMBIAYAAN, SARANA DAN PRASARANA SERTA


SISTEM INFORMASI

6.1 Pembiayaan

6.1.1 Keterlibatan PS dalam Perencanaan Anggaran dan Pengelolaan


Dana

Jelaskan bentuk keterlibatannya.

Perencanaan, pengelolaan, dan pelaporan dana PPDGS menjadi


wewenang pimpinan fakultas, dengan perencanaan anggaran disusun
dalam RKAKL. RKAKL tersebut disusun menurut program-program
yang akan dilaksanakan pada tahun anggaran yang dimaksud.
Pembelanjaan untuk melaksanakan program harus sesuai dengan mata
anggaran pembelanjaan.
Program pendidikan terlibat aktif dalam melaksanakan perencanaan
anggaran (pelaksanaan alokasi dan pembelanjaan dana) untuk dapat
mencapai target kinerja sesuai perencanaan alokasi dan pengelolaan
dana.

6.1.2 Tuliskan realisasi perolehan dan penggunaan dana (termasuk


hibah), dalam juta rupiah, termasuk gaji dan alokasinya dalam 3
tahun terakhir, pada tabel berikut.
Tabel A. Perolehan dana
Jenis Jumlah Dana (Juta Rupiah)
No Sumber Dana
Dana TS-2 TS-1 TS
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1 Peserta didik PNBP 147 258 216
2 Usaha sendiri Kerjasama - 548 845
Pemerintah pusat dan
3 APBN 118 120 128
daerah
BEASISWA
:
4 Sumber lain
-Kemenhan 47 162 71
-Kemenkes 611 763 549
Total 923 1851 1809

LAM-PTKes: Document1 137


Tabel B. Penggunaan dana operasional.
Alokasi Dana (Juta Rupiah) dan Persentasenya pada
No Jenis Penggunaan TS-2 TS-1 TS
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Pendidikan 602 32.61 287 10.90 600 32.61
2 Penelitian 468 2.54 196 7.45 468 2.54
3 Pengabdian kepada Masyarakat 425 6.29 275 5.37 346 5,08
Total Penggunaan Dana Operasional 1.495 41.44 758 23.72 1.414 40.23

Tabel C. Penggunaan dana investasi.


Alokasi Dana (Juta Rupiah) dan Persentasenya pada
No. Jenis Penggunaan TS-2 TS-1 TS
Jumlah % Jumlah % Jumlah %
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
1 Investasi prasarana 267 10.14 - - 229 0.87
2 Investasi sarana 135 5.16 158 8.59 186 7.09
3 Investasi SDM 163 62.09 761 41.36 173 65.68
Total Penggunaan Dana Investasi 565 77.39 919 49.95 588 73.64

LAM-PTKes: Document1 138


Tabel D. Tuliskan dana untuk kegiatan penelitian pada tiga tahun terakhir dengan mengikuti format tabel berikut.
Jumlah Dana*
Tahun Judul Penelitian Sumber Dana (dalam Juta
Rupiah)
(1) (2) (3) (4)
Senyawa Terpenoid Inhibitor Enzim MurA Bakteri PUPT (Penelitian
2015 Enterococcus Faecalis Dari Umbic Sarang Semut Unggulan Perguruan Rp. 97.500.000
(Myrmecodia pendens) Sebagai Obat Kumur Anti Septik Tinggi) FKG UNPAD
Penyebaran karies pada penduduk di wilayah kadar ALG (Academic
2015 Rp. 250.000.000
Radon tinggi dan rendah Leaderships Grant)
Controlled Release Mikroenkapsulasi Chlorhexidine 2% PUPT (Penelitian
2015 Terhadap Kadar IL - 1 Pada Penyakit Periradikuler yang Unggulan Perguruan Rp. 40.000.000
Disebabkan Infeksi Enterococcus Faecalis Tinggi) FKG UNPAD
Aktivitas Antibakteri Minyak Esensial Daun Kemangi
2015 PNBB FKG UNPAD Rp. 15.000.000
(Occinum sanctum) terhadap Enterococcus faecalis
Senyawa Terpenoid Inhibitor Enzim MurA Bakteri PUPT (Penelitian
2016 Enterococcus Faecalis Dari Umbic Sarang Semut Unggulan Perguruan Rp. 70.000.000
(Myrmecodia pendens) Sebagai Obat Kumur Anti Septik Tinggi) FKG UNPAD
Potensi Senyawa Antibakteri dari Umbi Sarang Semut ALG (Academic
2016 Rp. 250.000.000
Sebagai Alternatif Obat Alami penyakit Gigi dan Mulut Leaderships Grant)

LAM-PTKes: Document1 139


Pengaruh tingkat asam basa (pH) saliva terhadap angka ALG (Academic
2016 Rp. 250.000.000
kejadian karies Leaderships Grant)
Perbandingan Daya Hambat dan Waktu Kontak Minyak Hibah
Esensial daun Kemangi (Occinum sanctum) dengan Pengembangan
2016 Rp. 27.500.000
Klorofenol Kamfer Mentol (ChKM) terhadap Enterococcus Kapasitas Riset
faecalis Dosen
Hibah
Senyawa Antibakteri Dari Sarang Semut (Myrmecodia Pengembangan
2016 Rp. 27.500.000
Pendans)Terhadap Bakteri Patogen Gigi Kapasitas Riset
Dosen
Hibah
Antibacterial-Activy Potential Of Terpenoid Derived From
Pengembangan
2016 Myrmecodia Pendans Sp. Against Enterococcus Faecalis Rp. 27.500.000
Kapasitas Riset
ATCC 29212
Dosen
Hibah
Potential Of Terpenoid Bioactive Compound Isolated From
Pengembangan
2016 Papua Ant Nest As An Alternative Ovarian Cancer Rp. 27.500.000
Kapasitas Riset
Treatment
Dosen

LAM-PTKes: Document1 140


Terpenoid Bioactive Compound Isolated From Papua Ant Hibah Pengembangan
2016 Nest Induces The Apoptosis Of Human Ovarian Cell Lines Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
SKOV-3 And Increasing Caspase-9 Activity Dosen
Hibah Pengembangan
Pengaruh Tingkat Asam Basa (Ph) Saliva Terhadap
2016 Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
Angka Kejadian Karies
Dosen
Hibah Pengembangan
In Vitro Cytotoxicity Of Jatropha Curcas In Epithelial And
2016 Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
Fibroblast Cells
Dosen
Hibah Pengembangan
2016 Description Of Dental Caries In Skulls Of Pawon Man Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
Dosen
Hibah Pengembangan
Description Of Occlusal Fissure Patterns On Molar Teeth
2016 Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
Of Pawon Mans Remains
Dosen
Hibah Pengembangan
Description Of Occlusal Fissure Patterns On Molar Teeth
2016 Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
Of Pawon Mans Remains
Dosen

LAM-PTKes: Document1 141


Hibah Pengembangan
2016 Internal Bleaching Pada Gigi Insisivus Sentral Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
Dosen
Hibah Pengembangan
2016 Kajian Komprehensif Infeksi Saluran Akar Gigi Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
Dosen
Hibah Pengembangan
Senyawa Antibakteri Dari Sarang Semut (Myrmecodia
2016 Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
Pendans) Terhadap Bakteri Patogen Gigi
Dosen
Perbandingan Daya Hambat Dan Waktu Kontak Minyak Hibah Pengembangan
2016 Esensial Daun Kemangi (Occinum Sactum) Dengan Kapasitas Riset Rp. 27.500.000
Klorofenol Kamfer Mentol (Chkm) Terhadap E. Faecalis Dosen
Jumlah Rp.1.357.500.000

* Di luar dana penelitian/penulisan skripsi, tesis, dan disertasi sebagai bagian dari beasiswa.

LAM-PTKes: Document1 142


Tabel E.Tuliskan dana untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tiga tahun terakhir dengan mengikuti format
tabel berikut.
Judul Kegiatan Pengabdian kepada Jumlah Dana
Tahun Sumber Dana
Masyarakat (dalam Juta Rupiah)
(1) (2) (3) (4)
2013 PPM Mahasiswa di Cikajang Garut PPM FKG UNPAD 48
Bulan Kesehatan Gigi Nasional Tahun 2013 (3
2013 PT. Unilever Tbk 280
hari)
2014 PPM Mahasiswa di Cikajang Garut PPM FKG UNPAD 48
2015 PPM Mahasiswa di Cikajang Garut PPM FKG UNPAD 48
acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional FKG
2014 PT. Unilever Tbk 30
Unpad
acara Bulan Kesehatan Gigi Nasional FKG
2015 PT. Unilever Tbk 306
Unpad
2015 Penyuluhan dan Sikat Gigi Massal di Cipatujah PNBP 40
Jumlah 800

LAM-PTKes: Document1 143


6.2 Prasarana dan Sarana

6.2.1 Prasarana dan Sarana proses pembelajaran

6.2.1.1 Sebutkan ruang yang tersedia untuk proses pendidikan (ruang


perawatan dan tindakan RS, skills lab, dll).

Tersedia ruang perawatan dan tindakan RS, ruang residen bersama


meja kursi, serta ruang diskusi dengan akses internet, dengan rincian :
-1 ruang klinik kerja mahasiswa dengan 19 dental unit
-1 ruang special care dentistry dengan 1 dental unit dan 1 bed
-1 ruang diskusi antar mahasiswa yang dilegkapi meja, kursi, AC, lemari
es, dispenser, dan akses internet
-1 ruang kegiatan journal reading, seminar, diskusi
-1 ruang jaga klinik dosen
-1 ruang sterilisasi alat
-1 ruang bedah minor

Tabel. Skills Lab


Rata-rata jam
Nama Daya tampung Sarana yang
No Luas pemanfaatan setiap
skills lab setiap sesi tersedia
minggu
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
10- 12 Meja AC
1 Kariologi 3X4 m 2 X 5 jam setiap minggu
mahasiswa Kursi LCD
10- 12 Meja AC
2 Endodontik 3X4 m 2 X 5 jam setiap minggu
mahasiswa Kursi LCD
Endodontik 10- 12 Meja AC
3 3X4 m 2 X 5 jam setiap minggu
bedah mahasiswa Kursi LCD
10- 12 Meja AC
4 Restorasi 3X4 m 2 X 5 jam setiap minggu
mahasiswa Kursi LCD

LAM-PTKes: Document1 144


6.2.1.2 Jelaskan ruang dan sarana perpustakaan, mencakup fasilitas
komputer dan akses ke jaringan internet serta materi
perpustakaan sebagai berikut.

Fasilitas komputer dan akses ke jaringan internet di perpustakaan


memadai, serta memiliki e-library
Lab komputer terdiri dari dua lokasi, di kampus Jatinangor sebanyak 50
unit dan di kampus Sekeloa sebanyak 50 unit.
Perpustakaan FKG Unpad merupakan bagian dari perpustakaan pusat
UNPAD. Fakultas memiliki dua ruang baca yang berlokasi di kampus
Jatinangor dan Sekeloa. Di Prodi terdapat beberapa text book, e-book,
e-journal dan jurnal yang disimpan di ruang departemen dan dapat
dipergunakan oleh mahasiswa PPDGS.

Tabel A Materi Perpustakaan.

No. Materi Perpustakaan* Jumlah Judul

(1) (2) (3)


1 Komputer 100 Unit
2 Jaringan internet 4.5 Mbps
3 Skripsi/Tesis 375 / 91
4 Buku teks 30
5 Jurnal nasional 2
6 Jurnal internasional 3
7 e-Journal 7
* Termasuk yang dalam format elektronik (e-book dan e-journal).

Tabel B. Nama dan jenis majalah profesi


Nama Majalah Profesi yang
Jenis
Tersedia Lengkap Tiga Tahun Terakhir
(1) (2)
Majalah profesi nasional 1. Journal of Dentistry Indonesia
terakreditasi 2. Medical Journal of Indonesia

LAM-PTKes: Document1 145


1. Journal of Dental Research
2. World Journal of Dentistry
3. International Journal Oral
Maxillofacial
4. Journal of Oral Rehabilitation
5. Journal of Biomechanics
6. Dental material
Majalah profesi internasional
7. Journal of Dentistry
8. Saudi Endodontic Journal
9. Euripean Journal Of Dentistry
10. Journal Of Conservative Dentistry
11. Conservative Dentistry & Endodontic
Journal
12. Indian Journal Of Dentistry

LAM-PTKes: Document1 146


6.2.2. Prasarana dan sarana medik RS Pendidikan Utama dan RS Pendidikan Afiliasi dan Satelit

6.2.2.1 Ketersediaan rumah sakit pendidikan. Lampirkan Perjanjian Kerjasama dan perencanaan pengembangan
rumah sakit pendidikan sebagai data pendukung.

Isilah tabel berikut ini untuk data tahun penuh terakhir.


Total
Nama
Jumlah
Kuali- Jumlah Institusi Kontribusi
Tempat Variasi Kasus* Jumlah
Nama Rumah fikasi & Pasien Jumlah Pendidika RumahSakit
No. Tidur & (Cukup/ Tidak Peserta
Sakit Akredita Rawat Dosen n Dokter untuk
Dental Cukup) didik
si Jalan Penggun Pendidikan
Chair
a RS
Unit RS
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10)
1 Pulpitis Penelitian
reversibel Pengabdia
Pulpitis n kepada
Ireversibel masyarakat
Nekrosis Pendukung
265 unit Kelaianan sarana
RSPU periapikal pendidikan
RSGM FKG- (PPDGS FKG
68.000 yang 10 30
Unpad Konser= Unpad
(A) memerlukan
19 unit)
perawatan
endodontik
Kelainan
periapikal
yang
memerlukan

LAM-PTKes: Document1 147


bedah
endodontik
Perawatan
veneer
Restorasi
post
perawatan
endodontik
Estetik
kompleks
Jumlah 265 unit 11 30
(PPDGS
12,19%
Konser=
19 unit)

*Lampirkan daftar 10 penyakit terbanyak pada setiap bagian di tiap rumah sakit.
Kualifikasi RSP:
RSPU = Rumah Sakit Pendidikan Utama
RSPA = Rumah Sakit Pendidikan Pendidikan Afiliasi dan Satelit

LAM-PTKes: Document1 148


6.2.2.2 Instalasi rawat jalan

No. Nama RS Sarana yang Tersedia Jumlah Sarana

(1) (2) (3) (4)


1 RSGM - Dental Unit 20
- Ruang Sterilisasi 1
2 - Set,alat Endo-
10
Restorasi
3 - Set alat Endobedah 3
4 - Alat dan Bahan Light
15
Cured Unit & Bleaching :
5 - Amalgamator 1

6.2.2.3 Prasarana dan sarana rawat inap, kamar bedah, dan gawat
darurat.

Tabel A. Ruang rawat inap


Jumlah
Nama
Jumlah BOR tindakan
Prasarana Jumlah
No. tempat (rata- bidang
Ruang rawat ruangan
tidur rata/tahun) PPDS/PDGS
inap
pertahun
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
R. Rawat
Inap
1 3 6 12,9% 117
Kesehatan
Gigi & Mulut

Tabel B: Kamar Bedah


Jumlah
Nama Jumlah Jumlah tindakan
No.
Prasarana ruangan tindakan/tahun bidang PDGS
pertahun
(1) (2) (3) (4) (5)
Ruang
1 2 79 2
bedah/tindakan
2 Recovery room 1 79 -

LAM-PTKes: Document1 149


Tabel C: Ruang gawat darurat
Jumlah
Nama Jumlah Jumlah tindakan
No.
Prasarana ruangan penderita/tahun bidang PDGS
pertahun
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Ruang Tindakan 1 79 250
Ruang -
2 - -
pemeriksaan PA
3 Ruang Farmasi 1 - -
Ruang Radiologi -
4 2 -
Kedokteran Gigi

Tabel D: Ruang khusus sesuai dengan bidang PDGS


Jumlah
Nama Jumlah Jumlah tindakan
No.
Prasarana ruangan penderita/tahun bidang PDGS
pertahun
(1) (2) (3) (4) (5)
1 SCD 1 33 19
Ruang Endo-
2 1 - -
bedah
3 Ruang Diskusi 1 - -
Ruang
4 Lab.Teknologi - - -
KG.
Ruang Alat;
5 1 - -
bahan & obat

6.2.2.4 Prasarana pendidikan pelengkap Rumah Sakit Pendidikan, Afiliasi


dan Satelit
Nama Prasarana Pelengkap (Rumah Luas Sarana yang
No.
SakitPendidikan Afiliasi dan Satelit) (m2) Tersedia
(1) (2) (3) (4)
1 R.Tunggu - -
2 R. Instalasi Tenaga Listrik - -
3 Tempat parkir - -
4 Alat Transportasi & Komunikasi - -
5 Instalasi Air Bersih - -
6 Instalasi Pengelolaan Limbah - -
7 Cleaning Service - -

LAM-PTKes: Document1 150


6.3 Sistem Informasi

Jelaskan sistem informasi dan fasilitas yang digunakan oleh program


Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi untuk proses
pembelajaran (hardware, software,WAN, LAN, bandwidth).
Sistem informasi yg tersedia untuk mendukung proses pembelajaran
adalah
1. LCD Projector + Laptop / PC Computer yang dapat dipergunakan
dalam mendukung pembelajaran dengan sistem multimedia,
2. Internet Hospot Area dan Laboratorium Komputer yang dapat
dipergunakan untuk mencari referensi penunjang pembelajaran,
3. 3 buah CD Interaktif, e-Book, e-journal, e-Library (CISRAL UNPAD)
dapat di akses melalui koneksi intranet maupun internet, dan OPAC
FKG UNPAD diakses dengan koneksi intranet. (10.106.3.13)
4. Multimedia pembelajaran yang dapat di akses melalui jaringan
internet sebagai penunjang pelaksanaan e-learning.
5. Aplikasi Evaluasi hasil belajar mahasiswa berbasis Computer Base
Test
6. Pengelolaan Bandwith oleh UNPAD, dengan alokasi per user 3
mbps unlimited

LAM-PTKes: Document1 151


STANDAR 7

PENELITIAN, PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN KERJASAMA

7.1 Agenda, judul, dan jaringan penelitian dosen di RS Pendidikan

Tuliskan agenda dan judul penelitian dosen di RS Pendidikan mengikuti format tabel berikut.
Keterlibatan dengan
Agenda
No Nama Dosen Judul Penelitian Jaringan
Penelitian
Penelitian*
(1) (2) (3) (4) (5)
1. 90% 1. Perbedaan Shear Bond Strength Antara Resin Komposit 1. Penelitian Kelompok
Flowable Self Adhering Dan Resin Komposit Flowable
Non Self Adhering Pada Email
Prof. Dr.drg.
2. 90% 2. Perbedaan Aliran Cairan Didalam Saluran Akar Dengan 2. Penelitian Kelompok
Setiawan
1. Dua Macam Teknik Agitasi Menggunakan Analisis
Natasasmita,
Numerik Computational Fluid Dynamic
Sp.KG(K).
3. 90% 3. Hubungan antara waktu kontak NAOCL 6% dengan 3. Penelitian Kelompok
penurunan jumlah koloni enterococcus faecalis ATCC
29212
1. 90% 1. Perbedaan Kekasaran Permukaan Semen Glass Ionomer 1. Penelitian Kelompok
(GIC) Dan Modifikasi Resin Semen Glass Ionomer Akibat
Prof. Dr. drg. Efek Cairan Lambung Buatan Secara In Vitro
2. Richata Fadil, 2. 90% 2. Perbandingan Kebocoran Nano Sistem Adhesif 2. Penelitian Kelompok
Sp.KG(K). Konvensional Universal Dan Self Adhering Pada Email
Dan Dentin Secara In Vitro

LAM-PTKes: Document1 151


3. 90% 3. Perbedaan Nilai Ketahanan Fraktur Resin Komposit 3. Penelitian Kelompok
Nanofiller Dan Nanohybrid Akibat Efek Cairan Lambung
Buatan Secara In Vitro
1. 90% 1. Perbedaan Efektivitas Antibakteri Sealer Berbasis Resin 1. Penelitian Kelompok
Epoxy Dengan Methacrylate Terhadap Enterococcus
Faecalis ATCC 29212
Prof. Dr. drg. 2. 90% 2. Perbedaan Efektivitas Antibakteri Kalsium Hidroksida 2. Penelitian Kelompok
3. Mieke H Satari, Pasta Dan Kalsium Hidroksida Point Terhadap
MS. Enterococcus Faecalis (ATCC 29212) Secara In Vitro
3. 90% 3. Hubungan antara waktu kontak NAOCL 6% dengan 3. Penelitian Kelompok
penurunan jumlah koloni enterococcus faecalis ATCC
29212
4. Dr. drg. H D 4. 80% 1. Senyawa Terpenoid Inhibitor Enzim Mura Bakteri E. 1. HIBAH Universitas
Adhita, Sp.KG. Faecalis Dari Sarang Semut (Myrmecodia Pendans)
Sebagai Obat Kumur Antiseptik
5. 60% 2. Formulasi Senyawa Antibakteri Dari Sarang Semut 2. ALG (Kelompok)
Sebagai Alternatif Obat Alami Penyakit Gigi Dan Mulut
6. 80 % 3. Senyawa Terpenoid Inhibitor Enzim Mur A Bakteri 3. PUPT (Tahun ke2
Enterococcus Faecalis Dari Sarang Semut (Mymecodia dari 2 thn)
Pendans.) Sebagai Obat Kumur Antiseptik
7. 90% 4. Formulasi Senyawa Aktif Antibakteri Flavonoid Dari Umbi 4. PUPT (tahun 1 dari 2
Sarang Semut (Mymecodia Pendans.) Sebagai Obat thn)
Kumur Antiseptik
8. 50% 5. Senyawa Inhibitor Enzim Mur A Bakteri Enterococcus 5. (Riset Kompetensi
Faecalis Dari Buah Dan Sayuran Dosen Unpad)
9. 90% 6. Perbedaan Efektivitas Antibakteri Sealer Berbasis Resin 6. Penelitian Kelompok
Epoxy Dengan Methacrylate Terhadap Enterococcus

LAM-PTKes: Document1 152


Faecalis ATCC 29212
10. 90% 7. Hubungan antara waktu kontak NAOCL 6% dengan 7. Penelitian Kelompok
penurunan jumlah koloni enterococcus faecalis ATCC
29212
5. Dr. drg. 1. 90% 1. Penyebaran Karies Pada Penduduk Di Wilayah Kadar 1. ALG
Irmaleny Satifil, Radon Tinggi Dan Rendah
Sp.KG. 2. 65% 2. Pengaruh Tingkat Asam Basa (Ph) Saliva Terhadap 2. ALG
Angka Kejadian Karies
3. 90% 3. Perbedaan Shear Bond Strength Antara Resin Komposit 3. Penelitian Kelompok
Flowable Self Adhering Dan Resin Komposit Flowable
Non Self Adhering Pada Email
4. 90% 4. Perbedaan Efektivitas Antibakteri Kalsium Hidroksida
Pasta Dan Kalsium Hidroksida Point Terhadap 4. Penelitian Kelompok
Enterococcus Faecalis (ATCC 29212) Secara In Vitro
6. drg. Ayu Trisna 1. 90% 1. Perbedaan Efektivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Jeruk 1. Penelitian Kelompok
Hayati, Sp.KG. Nipis (-Citrus Aurantifolia-) Dan Klorheksidin Terhadap
Enterococcus Faecalis Secara In Vitro
2. 90% 2. Perbedaan Shear Bond Strenght Pada Perbaikan Resin 2. Penelitian Kelompok
Komposit Nanofill Dengan Pengetsaan Menggunakan
Asam Fosfat 37% Dan Asam Hidroflorik 9%
3. 90% 3. Pengaruh Tip Irigasi Terhadap Pembentukan Apical 3. Penelitian Kelompok
Vapor Lock Menggunakan Metode Computational Fluid
Dynamics
7. Dr. drg. Dudi 1. 70% 1. Kajian Komprehensif Infeksi Saluran Akar Gigi 1. Penelitian ALG
Aripin, Sp.KG. 2. 90% 2. Perbedaan Kekasaran Permukaan Semen Glass Ionomer 2. Penelitian Kelompok
(GIC) Dan Modifikasi Resin Semen Glass Ionomer Akibat
Efek Cairan Lambung Buatan Secara In Vitro

LAM-PTKes: Document1 153


3. 90% 3. Perbedaan Efektivitas Antibakteri Minyak Atsiri Kulit Jeruk 3. Penelitian Kelompok
Nipis (-Citrus Aurantifolia-) Dan Klorheksidin Terhadap
Enterococcus Faecalis Secara In Vitro
8. drg. Taofik 1. 90% 1. Perbedaan Shear Bond Strenght Pada Perbaikan Resin 1. Penelitian Kelompok
Hidayat, Sp.KG. Komposit Nanofill Dengan Pengetsaan Menggunakan
Asam Fosfat 37% Dan Asam Hidroflorik 9%
2. 90% 2. Perbedaan Nilai Ketahanan Fraktur Resin Komposit 2. Penelitian Kelompok
Nanofiller Dan Nanohybrid Akibat Efek Cairan Lambung
Buatan Secara In Vitro
9. Dr. drg. Denny 1. 80 % 1. Senyawa Antibakteri Dari Sarang Semut (Myrmecodia 1. ALG Unpad
Nurdin, M.Kes. Pendans) Terhadap Bakteri Patogen Gigi
2. 90% 2. Controlled Release Mikroenkapsulasi Klorheksidin 2 % 2. Hibah Doktor
Terhadap Kadar IL-1 Pada Penyakit Periradikuler Yang
Disebabkan Infekasi E.Faecalis
10. drg. Rahmi 1. 90% 1. Perbandingan Kebocoran Nano Sistem Adhesif 1. Penelitian Kelompok
Alma Farah, Konvensional Universal Dan Self Adhering Pada Email
Sp.KG. Dan Dentin Secara In Vitro
2. 90% 2. Pengaruh Tip Irigasi Terhadap Pembentukan Apical 2. Penelitian Kelompok
Vapor Lock Menggunakan Metode Computational Fluid
Dynamics
11. drg. Diani 1. 80% 1. Aktivitas Antibakteri Minyak Esensial Daun Kemangi 1. PNBB FKG Unpad
Prisinda, (Ocinum Sanctum) E. Faecalis
MARS., 2. 60% 2. Perbandingan Daya Hambat Dan Waktu Kontak Minyak 2. Hibah
Sp.KG(K). Esensial Daun Kemangi (Occinum Sactum) Dengan Pengembangan
Klorofenol Kamfer Mentol (Chkm) Terhadap E. Faecalis Kapasitas Riset
3. 80% 3. Penetuan Diagnosa Dan Terapi Kasus Abses Periapikal Dosen
Kronis Menggunakan Imaging Radiography Software Dan 3. RFU (Riset

LAM-PTKes: Document1 154


Pemeriksaan Mikrobiologis Pada Pasien Wanita di RSGM Fundamental Unpad)
4. 90% 4. Perbedaan Efektivitas Antibakteri Sealer Berbasis Resin 4. Penelitian Kelompok
Epoxy Dengan Methacrylate Terhadap Enterococcus
Faecalis ATCC 29212
5. 90% 5. Perbedaan Efektivitas Antibakteri Kalsium Hidroksida 5. Penelitian Kelompok
Pasta Dan Kalsium Hidroksida Point Terhadap
Enterococcus Faecalis (ATCC 29212) Secara In Vitro
6. 90% 6. Perbedaan Daya Larut Antara Larutan Irigasi Akhir EDTA 6. Penelitian Kelompok
18% Dengan Asam Sitrat 20% Terhadap Kalsium
Hidroksida Dalam Saluran Akar Menggunakan Analisis
Computational
12. drg. Anna 1. 80% 1. Pengaruh Larutan Irigasi Edta 18% Terhadap Daya Larut 1. RFU (Riset
Muryani, Kalsium Hdroksida Menggunakan Analisis Computational Fundamental Unpad)
Sp.KG(K). Fluid Dynamic
2. 90% 2. Perbedaan Aliran Cairan Didalam Saluran Akar Dengan 2. Penelitian Kelompok
Dua Macam Teknik Agitasi Menggunakan Analisis
Numerik Computational Fluid Dynamic
3. 90% 3. Perbedaan Daya Larut Antara Larutan Irigasi Akhir EDTA 3. Penelitian Kelompok
18% Dengan Asam Sitrat 20% Terhadap Kalsium
Hidroksida Dalam Saluran Akar Menggunakan Analisis
Computational
*Contoh penelitian dengan jaringan internasional: penelitian bidang dalam bentuk multi national study. Contoh penelitian
dengan jaringan nasional: penelitian yang bekerjasama dengan lembaga penelitian nasional (LIPI, BPPT, Litbangkes
dll.)

LAM-PTKes: Document1 155


7.2 Penelitian Dosen di RS Pendidikan yang Bidang Keahliannya Sesuai dengan PS

7.2.1 Tuliskan judul artikel ilmiah/karya ilmiah/buku yang dipublikasikan selama tiga tahun terakhir oleh dosen di RS
Pendidikan PS dengan mengikuti format tabel berikut.
Nama- Tahun Tingkat*
Dihasilkan/
No Judul nama Penyajian/
Dipublikasikan pada Lokal Nasional Internasional
Dosen Publikasi
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Perawatan Saluran Akar Satu
Kali Kunjungan Pada Gigi Prosiding Temu
Milly
1. Kaninus Kiri Rahang Bawah Ilmiah Forum Dies 2013
Armilia
Dengan Diagnosis Pulpitis 54
Reversibel
Penatalaksanaan Ulang
Saluran Akar Pada Gigi Insisif Prosiding Temu
Milly
2. Pertama Kiri Atas Dengan Ilmiah Forum Dies 2013
Armilia
Follow Up Secara 54
Komprehensif

LAM-PTKes: Document1 156


Restorasi Mahkota Metal
Porceline Dengan Pasak Fiber
Milly Prosiding Dies
3. Pada Gigi Premolar Ke Dua 2016
Armilia Natalis 57
Kiri Rahang Atas Pasca
Perawatan Saluran Akar
Penatalaksanaan Kasus Lesi Milly Prosiding Dies
4. 2016
Abrafraksi Pada Gigi Anterior Armilia Natalis 57
Apeksifikasi Mta Pada Gigi 11 Prosiding Temu
Endang
5. Dengan Diagnosis Abses Ilmiah Forum Dies 2013
Sukartini
Apikalis Kronis 54
Potensi Papain (Carica Prosiding Temu
Mieke H
6. Papaya L) Sebagai Bahan Ilmiah Forum Dies 2013
Satari
Pencegah Karies 54
Scordovia Wiggsiae Sebagai Prosiding Temu
Mieke H
7. Bakteri Patogen Penyebab Ilmiah Forum Dies 2013
Satari
Karies 54
Prosiding Temu
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Mieke H
8. Ilmiah Forum Dies 2013
Metanol Umbi Sarang Semut Satari
54

LAM-PTKes: Document1 157


Perbedaan Aktivitas
Antibakteri Dari Ektrak
Metanol Umbi Sarang Semut
(Myrmecodia Pendens Merr. & Prosiding
Mieke H
9. Perry) Dibandingkan Dengan Bandung 2016
Satari
Klorheksidin Glukonat Dan Dentistry
Povidone Iodine Terhadapt
Streptococcus Sanguis Atcc
10566
Pengaruh Ekstrak Sarang
Semut (Myrmecodia Pendens
Merr & Perry) Terhadap
Pembentukan Biofilm
Porphyromonas Gingivalis Mieke H
10. Dental Journal 2016
(The Influence Of Sarang Satari
Semut Extract (Myrmecodia
Pendens Merr & Perry) On
Biofilm Formation Of
Porphyromonas Gingivalis)

LAM-PTKes: Document1 158


Benefits Of Garlic (Alliwt Mieke H
11. Dies Forum 2015
Sativum) In Dentistry Satari
Guided Tissue Regeneration
Mieke H
12. Membrane For Periodontatr Dies Forum 2015
Satari
Regeneration
The Antibacterial Activity Of
Myrmecodi* Pendens Mieke H
13. Dies Forum 2015
(Sarang-Semut) Against Satari
Streptococcus Sanguis
Anti-Bacterial Activity Of
Xanthones Tiom Pericarp Of
Garcinia Mangostsna Against Mieke H
14. Dies Forum 2015
Persistent Dental Infection Satari
Microorganism E Ntero Coc C
Us -Faecalis
Potential Of Terpenoid
Isolated From Myrmecodia International
Mieke H
15. Pendans As Antibacterial Journal Dental 2016
Satari
Against Streptococcus Mutans Research
Atcc 25175

LAM-PTKes: Document1 159


International
Effect Of Collagen Membrane
Journal of
On Tumor Necrosis Factor-
Mieke H Science and
16. Alpha (TNF-O) Level In 2015
Satari Research
Wound Healing Process In
ISSN (Online);
Rats
2319 -7 064
Effects Of Papua Ant Nests International
(Myrmecodia Pendens) On Journal of
Mieke H
17. Level Of Sflt-1, PIGF, MDA PharmTech 2016
Satari
And NO In Preeclampsia- Research
Induced HUVEC Cell Line ISSN: 0974-4304
Difference Of Concentration
Of Placental S.*,*.U Soluble
Fms-Like Tyrosine Kinase-
1(Sfit-L ), Placental Growth Mieke H
18. Research Article 2015
Factor (PIGF), And Sflt-1/ Satari
PIGF Ratio In Severe
Preeclampsia And Normal
Pregnancy

LAM-PTKes: Document1 160


Senyawa Antibakteri Dari
Sarang Semut (Myrmecodia Mieke H
19. Poster ALG 2016
Pendens) Terhadap Pathogen Satari
Gigi
Senyawa Terpenoid Inhibitir
Enzim Mur A Enterococcus
Faecalis Dari Sarang Semut Mieke H
20. Poster PUPT 2016
(Myrmecodia Pendens) Satari
Sebagai Obat Kumur
Antiseptik
Antibacterial Porphyromonas
NPC- Natural
Gingivalis ATCC 33277 Mieke H
21. Product 2016
Terpenoid From Sarang Satari
Communication
Semut Myrmecodia Pendans
Bioactive Compounds Isolated
From Indonesia Epiphytic
NPC- Natural
Plant Of Sarang Semut And Mieke H
22. Product 2016
Their Antibacterial Activity Satari
Communication
Against Pathogenic Oral
Bacteria

LAM-PTKes: Document1 161


Senyawa Antibakteri Dari
Sarang Semut (Myrmecodia
23. H.D Adhita Poster ALG 2015
Pendens) Terhadap Pathogen
Gigi
Senyawa Terpenoid Inhibitir
Enzim Mur A Enterococcus
Faecalis Dari Sarang Semut
24. H.D Adhita Poster PUPT 2016
(Myrmecodia Pendens)
Sebagai Obat Kumur
Antiseptik
Pengaruh Ekstrak Sarang
Semut (Myrmecodia Pendens
Merr & Perry) Terhadap
Pembentukan Biofilm
Porphyromonas Gingivalis
25. H.D Adhita Dental Journal 2016
(The Influence Of Sarang
Semut Extract (Myrmecodia
Pendens Merr & Perry) On
Biofilm Formation Of
Porphyromonas Gingivalis)

LAM-PTKes: Document1 162


Triterpenes From Sarang
Semut Tuber (Myrmecodia Prosiding
26. Pendans) And Their H.D Adhita Seminar Nasional 2014
Antibacterial Activity Test FMIPA UNPAD
Against E. Coli
Antibacterial-Activy Potential
Of Terpenoid Derived From Journal of Dental
27. Myrmecodia Pendans Sp. H.D Adhita Research, Special 2016
Against Enterococcus Edition 2016
Faecalis Atcc 29212
Potential Of Terpenoid
Isolated From Myrmecodia International
28. Pendans As Antibacterial H.D Adhita Journal Dental 2016
Against Streptococcus Mutans Research
Atcc 25175
Potential Of Terpenoid
Bioactive Compound Isolated Open Journal of
29. From Papua Ant Nest As An H.D Adhita Obstetrics and
Alternative Ovarian Cancer Gynecology
Treatment

LAM-PTKes: Document1 163


Terpenoid Bioactive
Compound Isolated From
American Journal
Papua Ant Nest Induces The
30. H.D Adhita of Research
Apoptosis Of Human Ovarian
Communication
Cell Lines Skov-3 And
Increasing Caspase-9 Activity
Kombinasi Perawatan Saluran
Prosiding
Akar Ulang Non Bedah Dan
31. H.D Adhita Bandung 2015
Bedah Pada Gigi Insisivus
Dentistry
Pertama Kanan Rahang Atas
Perawatan Saluran Gigi Molar
Ke Dua Mandibula Pada Prosiding Dies
32. H.D Adhita 2016
Lansia Dengan Follow Up Natalis 57
Crown Pfm
Restorasi Kelas 1 Komposit
Direk Pada Gigi Molar Bawah Prosiding Dies
33. H.D Adhita 2016
Dengan Menggunakan Natalis 57
Microbrush Stamp Technique

LAM-PTKes: Document1 164


Perawatan Gigi Molar
Pertama Rahang Kiri Bawah
Jurnal Lokal
34. Dengan Lesi Endodontik H.D Adhita 2016
ISSN 2477-3778
Primer Dan Keterlibatan
Periodontal Sekunder
Convensional Endodontic
Treatment Of Chronic
Federation Dental
35. Periapical Lesion Associated H.D Adhita 2016
International
With Treumatized Left
Maxillary Incisors
Instructure Classical Approach
Federation Dental
36. In Managing Advance Pulp H.D Adhita 2016
International
Inflammation
Management Pulp Necrosis
With Open Apex Using Apical Federation Dental
37. H.D Adhita 2016
Plug Mineral Trioxide International
Aggregate

LAM-PTKes: Document1 165


Management Of Seperated
Endodontic Instrument During Federation Dental
38. H.D Adhita 2016
Root Canal Treatment With International
Bypass Technique
Management Of Maxillary
Federation Dental
39. First Premolar With Three H.D Adhita 2016
International
Root Canals A Case Report
Pembekalan Keterampitan Narasumber
40. H.D Adhita 2016
Restorasi Kelas Ii Komposit Hands-On
Description Of Dental Caries
41. Dudi Aripin MSU Infomec 2016
In Skulls Of Pawon Man
Description Of Occlusal
Fissure Patterns On Molar
42. Dudi Aripin MSU Infomec 2016
Teeth Of Pawon Mans
Remains
Proceeding of
Internal Bleaching Pada Gigi
43. Dudi Aripin Sriwijaya
Insisivus Sentral
Dentistry
Description Of Dental Caries Prosiding
44. Dudi Aripin
In Skulls Of Pawon Man International

LAM-PTKes: Document1 166


Description Of Occlusal
Fissure Patterns On Molar Prosiding
45. Dudi Aripin
Teeth Of Pawon Mans International
Remains
Description Of Occlusal
Fissure Patterns On Molar Prosiding
46. Dudi Aripin
Teeth Of Pawon Mans International
Remains
Perawatan Endodontik 1 Kali
Kunjungan Pada Gigi Prosiding Temu
47. Premolar Atas Dengan Dudi Aripin Ilmiah Forum Dies 2013
Menggunakan Rotary 54
Instrument
Aplikasi Fiber Post Pasca
Perawatan Ektirpasi Vital Prosiding Dies
48. Dudi Aripin 2016
Pada Gigi Insisif Sentral Natalis 57
Rahang Atas
Severity Of Childhood Caries Federation Dental
49. Dudi Aripin 2016
In Primary Shcool International

LAM-PTKes: Document1 167


One Visit Endodontic
Federation Dental
50. Treatment Of Maxillary Dudi Aripin 2016
International
Central Incisors
Non-Surgery Treatment For
Periapical Lesion On Tooth 21 Federation Dental
51. Dudi Aripin 2016
Anda 22 With Conventional International
Endodontic Technique
Endodontic Cases And Its
Facilities At Community Federation Dental
52. Dudi Aripin 2016
Health Centers In West Java International
Province Indonesia
Componeer Suatu Sislem
Veneer Komposit Direk Yang Prosiding
Inovatif Dan Sangat Mudah Irmaleny Seminar Ilmiah
53.
Dilakukan Untuk Gigi Anterior Satifil Nasional Ikatan
Dalam Mencapai Estetik Yang Konservasi Gigi
Sempurna

LAM-PTKes: Document1 168


Crown Fracture Management
Of Maxillary Right Central Prosiding Ikatan
Irmaleny
54. Incisor With Prefabricated Konservasi Gigi
Satifil
Direct Composite Veneer Surabaya
Componeer
Direct Veneer So Easy To
Irmaleny Prosiding Sriwija
55. Use Be Simpler And More
Satifil ya
Aesthetic It Makes You Smile
In Vitro Cytotoxicity Of
Irmaleny Journal Of Natural
56. Jatropha Curcas In Epithelial
Satifil Products
And Fibroblast Cells
Penyebaran Karies Pada
Penduduk Di Wilayah Radon Irmaleny
57. IAFDMR
Tinggi Dan Rendah Satifil
Berdasarkan Indeks Dmfs
Perawatan Erosi Gigi 31 Dan
Prosiding
41 Menggunakan Veneer Irmaleny
58. Sriwijaya
Komposit Direk Prefabricated Satifil
Kelompok
Componeer

LAM-PTKes: Document1 169


Perbedaan Indeks Dmf T
Irmaleny
59. Pada Masyarakat Di Wilayah IAFDMR
Satifil
Radon Tinggi Dan Rendah
Penyembuhan Lesi Pada Prosiding Temu
Irmaleny
60. Kasus Periapikal Gigi Molar Ilmiah Forum Dies 2013
Satifil
Kedua Kanan Atas 54
Perawatan Endodontik
Intensional Pada Pulpitis
Irmaleny Prosiding Dies
61. Reversibel Gigi Premolar Ke 2016
Satifil Natalis 57
Dua Kiri Rahang Atas Dengan
Prosedur One Visit
Perlekatan Kembali Fragment
Fraktur Gigi Anterior Secara Irmaleny Prosiding Dies
62. 2016
Adhesiv (Adhesive Satifil Natalis 57
Reattachment)
Reposisi Insisifus Atas Kanan
Irmaleny Prosiding Dies
63. Akibat Trauma Pada Pasien 2016
Satifil Natalis 57
Usia 14 Tahun
Irmaleny Prosiding Dies
64. All About Bleaching 2016
Satifil Natalis 57

LAM-PTKes: Document1 170


Non-Surgical Root Canal
Irmaleny Federation Dental
65. Retreatment On The Maxillary 2016
Satifil International
Left Second Premolar
Prevalence Of Dental Caries The 11th Asian
Based On Dmf-S Index In Twi Irmaleny Congress of Oral
66. 2016
Indonesian Communities With Satifil and Maxillo-Facial
Different Randon Levels Radiology
Dental Caries Prevalence The 11th Asian
Based On Dmf-T Index In Two Irmaleny Congress of Oral
67. 2016
Indonesian Communities With Satifil and Maxillo-Facial
Different Radon Levels Radiology
The 11th Asian
Exposure Of Radon In West
Irmaleny Congress of Oral
68. Java Indonesian And Its Effect 2016
Satifil and Maxillo-Facial
On Oral Health
Radiology
Comparison Of A 6 Naocl
Solution And A 6 Naocl With International
Irmaleny
69. Surfactant In The Cleanliness Committe of 2016
Satifil
Of The Apical Thrid Of A Root Military Medicine
Canal Preparation

LAM-PTKes: Document1 171


The Effectiveness Of
Ayu Trisna Federation Dental
70. Parachlorophenol Camphor 2016
Hayati International
Menthol Against Oral
Perawatan In Office Bleaching Prosiding Temu
Ayu Trisna
71. Dengan Hidrogen Peroksida Ilmiah Forum Dies 2013
Hayati
40% Tanpa Aktivasi Sinar 54
The Effectiveness Of
FDI - PDGI
Parachlorophenol Camphor Ayu Trisna
72. Continuing 2016
Menthol Against Oral Candida Hayati
Education
Albicans
Longterm Survival And
Journal
Reason For Failure Of Taofik
73. Dentomaxillofac
Anterior Composite Hidayat
Science
Restoration
Perbaikan Estetik Gigi Insisif
Prosiding Temu
Sentral Kanan Atas Taofik
74. Ilmiah Forum Dies 2013
Menggunakan Restorasi Hidayat
54
Komposit Direk

LAM-PTKes: Document1 172


Pemutihan Gigi Eksternal In
Office Dengan Hidrogen Prosiding Temu
Taofik
75. Peroksida 35% Pada Gigi Ilmiah Forum Dies 2013
Hidayat
Dengan Diskolorisasi 54
Ekstrinsik
Pembicara
Aesthetic Dentistry in Daily Seminar Sehari
Taofik
76. Practice With Direct Universitas 2014
Hidayat
Composite Restoration Baiturrahmah
Padang
Pembicara
Direct Composite Veneer, The Taofik
77. Seminar PDGI 2014
Pinnacle of Dental Artistry Hidayat
Kab. Bandung
Pembicara Main
Taofik
78. Smile Make Over from A to Z Lecture Bandung 2014
Hidayat
Dentistry 11

LAM-PTKes: Document1 173


Pembicara Main
Technical Guide to Aesthetic Lecture dan
Taofik
79. and Long Lasting direct Workshop 2015
Hidayat
composite restoration Pangandaran
Dentistry
Therole of dental photography
Pembicara Main
and direct composirte Taofik
80. Lecture Peril 2015
restoration in aesthetic Hidayat
IPROSI
dentistry
Direct composite restoration: Pembicara
Taofik
81. an instant and long lasting Workshop Hand 2015
Hidayat
aesthetic On Peril IPROSI
Perspektif baru tentang International
rangkaian perawatan dan Taofik Congress and
82. 2015
restorasi pasca perawatan Hidayat Exhibition FKG
edodontik Unissula
Diastema Closure And
Seminar Ilmiah
Reshaping Peg-Shaped Teeth Taofik
83. Internasional 2016
Using Direct Composite Hidayat
IKORGI AEC
Veneer A Case Report

LAM-PTKes: Document1 174


Fiber-Reinforced Direct Seminar Ilmiah
Taofik
84. Composite Restoration Pada Internasional 2016
Hidayat
Gigi Anterior IKORGI AEC
Getting To The Roots Of Pembicara dalam
Taofik
85. Endodontic Towards Asean Asean Endodontic 2016
Hidayat
Economic Community Congress AEC
Restoration Of Esthetic
Seminar Ilmiah
Complex Case With Direct Taofik
86. Internasional 2016
Composite Veneers A Case Hidayat
IKORGI AEC
Report
Paradigma Smile Design
Jurnal Material
Dalam Rehabilitasi Estetik Taofik
87. Kedokteran Gigi 2016
Pada Gigi Anterior Rahang Hidayat
ISSN 2303-5271
Atas
Pembicara HO-3
Shaping Basic Science In Esthetic
Taofik
88. Destistry That We Need Challenger in 2016
Hidayat
Today Composite
Restoration

LAM-PTKes: Document1 175


Pembicara
Pendidikan dan
Sharing Knowledge Between Pelahitan
Taofik
89. Collleague And Care For Profesionalisme 2016
Hidayat
Society Kedokteran Gigi
Berkelanjutan
P3KGB
The Compehensive Solution Pembicara dalam
For Esthetic And Functional Taofik Seminar Road
90. 2016
Challenges In Class II And III Hidayat Show Ilmiah PB
Cavity Composite Restoration PDGI
Restorasi Komposit Direk Gigi
Molar Pertama Bawah Kanan Rahmi
Prosiding Dies
91. Menggunakan Stamp Alma 2016
Natalis 57
Technique Dengan Clear Farah
Matrix
Restorasi Komposti Direk
Rahmi
Pada Fraktur Mahkota Kelas 4 Prosiding Dies
92. Alma 2016
Dengan Teknik Layering Natalis 57
Farah
Menggunakan Matriks Palatal

LAM-PTKes: Document1 176


Kombinasi Dua Teknik Rahmi Prosiding
93. Pengambilan Patah Jarum Alma Bandung 2016
Pada Gigi Premolar Kiri Atas Farah Dentistry
Caries Description In Rahmi
Federation Dental
94. Permanent Teeth Based On Alma 2016
International
Mount And Hume Classificatio Farah
Rahmi
Intentional Endodontic In Left Federation Dental
95. Alma 2016
Maxillary Central Insisivus International
Farah
Pembekalan Keterampilan
Rahmi
Restorasi Kelas Ii Komposit Narasumber
96. Alma 2016
Mahasiswa Program Profesi Hands-On
Farah
Angkatan 2011 Fkg Unpad
The Internal Bleaching
Rahmi Seminar Ilmiah
Treatment With Walking
97. Alma Internasional 2016
Bleach Technique On
Farah IKORGI AEC
Maxillary Left Central Incisor

LAM-PTKes: Document1 177


Rehabilitasi Estetik Pada 4
Gigi Anterior Rahang Atas Anna Prosiding Dies
98. 2016
Dengan Restorasi Direk Muryani Natalis 57
Komposit
Kombinasi Dua Teknik Prosiding
Anna
99. Pengambilan Patah Jarum Bandung 2016
Muryani
Pada Gigi Premolar Kiri Atas Dentistry
Caries Description In
Permanent Teeth Based On Anna Federation Dental
100. 2016
Mount And Hume Muryani International
Classification
Direct Composite Restoration Anna Federation Dental
101. 2016
With Stamp Technique Muryani International
Healing Of Periapical Lesion
Using Calcium Hydroxide In Anna Federation Dental
102. 2016
Nonsurgical Endodontic Muryani International
Treatment
Non-Surgical Root Canal
Anna Federation Dental
103. Retreatment On The Maxillary 2016
Muryani International
Left Second Premolar

LAM-PTKes: Document1 178


Do All Endodontically Treated Hands On C4
Anna
104. 2 Teeth Require A Post And Bandung 2016
Muryani
Bleaching Dentistry
Efficient And Effective Hands On
Anna
105. Shaping And Cleaning Of The Tanggerang 2016
Murnyani
Root Canal System dentistry
How To Achieve Predictable Seminar Utama
Anna
106. Result Through Enhanced Bandar Lampung 2016
Muryani
Skill In Endodontic Treatment Dentistry
Kombinasi Perawatan Saluran
Prosiding
Akar Ulang Non Bedah Dan Anna
107. Bandung 2015
Bedah Pada Gigi Insisivus Muryani
Dentistry
Pertama Kanan Rahang Atas
Rehabilitasi Intra-Radicular
Dan Estetika Sesudah Jurnal Material
Anna
108. Apeksifikasi Dengan Mineral Kedokteran Gigi 2013
Muryani
Trioxide Agregat Pada Apeks ISSN 2303-5271
Blunderbluss

LAM-PTKes: Document1 179


Pembicara
Contemporary Strategies For
Anna seminar utama
109. Achieving Endodontic And 2016
Muryani Safari Ilmiah
Restoration Success
Nasional
Creating Direct Composite
Veneer With Beautiful Esthetic
Pembicara hands
Resultsa New Shading Anna
110. on Gotrasawala 2017
Concept Based On Natural Muryani
DIES Forum
Tooth Color Applied To Direct
Veneer Restoration
Pembicara di
KEMA FKG
Anna UNPAD
111. Kerjasama Dan Solidaritas 2016
Muryani PENERIMAAN
MAHASISWA
BARU
Overall Health And Oral Care
Seminar dan
Of Patients And The Role Of Anna
112. hands on sehari 2016
Endodontics Within It Hand Muryani
PDGI Indramayu
Use

LAM-PTKes: Document1 180


Pembekalan Keterampilan
Narasumber
Restorasi Kelas Ii Komposit Anna
113. hands on kelas 2 2015
Mahasiswa Program Profesi Muryani
komposit
Angkatan 2011 Fkg Unpad
Simple Fun And Efficient
Systems For Everyday Pembicara hands
Anna
114. Endodontic With on safari ilmiah 2016
Muryani
Contemporary Endodontic nasional
Techniques
Paradigma Smile Design
Jurnal Material
Dalam Rehabilitasi Estetik Anna
115. Kedokteran Gigi 2016
Pada Gigi Anterior Rahang Muryani
ISSN 2303-5271
Atas
Prosiding Temu
Aktivitas Antibakteri Ekstrak Fajar
116. Ilmiah Forum Dies 2013
Metanol Umbi Sarang Semut Fatriadi
54
The Antibacterial Activity Of
Myrmecodi* Pendens Fajar
117. Dies Forum 2015
(Sarang-Semut) Against Fatriadi
Streptococcus Sanguis

LAM-PTKes: Document1 181


Perbedaan Aktivitas
Antibakteri Dari Ektrak
Metanol Umbi Sarang Semut
(Myrmecodia Pendens Merr. & Prosiding
Fajar
118. Perry) Dibandingkan Dengan Bandung 2016
Fatriadi
Klorheksidin Glukonat Dan Dentistry
Povidone Iodine Terhadapt
Streptococcus Sanguis Atcc
10566
The Difference In Anti-
Bacterial Activity Between
Basil Leaf (Occinum Sanctum)
Fajar Federation Dental
119. Essential Oil And 2016
Fatriadi International
Chlorhexidine Gluconate
Towards Enterococcus
Faecalis
Perawatan Edodontik Pembicara
Diani
120. Konvensional pada lesi Seminar pada 2013
Prisinda
Edodontik-Periodontik IFEA, Tokyo

LAM-PTKes: Document1 182


The Difference Between the
Post Retention of the Glass
Diani Jurnal
121. Fiber Reinforced Composit 2013
Prisinda Internasional
with the Different lenght and
Kond of Resin Cement
Pembicara
perawatan resorpsi akar
Diani seminar Temu
122. interna pada gigi molar satu 2013
Prisinda Ilmiah Nasional
kiri bawah (laporan kasus)
IKORGI II
Rehabilitasi Estetik Pada 4
Gigi Anterior Rahang Atas Diani Prosiding Dies
123. 2016
Dengan Restorasi Direk Prisinda Natalis 57
Komposit
The Difference In Anti-
Bacterial Activity Between
Basil Leaf (Occinum Sanctum)
Diani Federation Dental
124. Essential Oil And 2016
Prisinda International
Chlorhexidine Gluconate
Towards Enterococcus
Faecalis

LAM-PTKes: Document1 183


Nonsurgical Endodontic
Retreatment On Left Maxillary Diani Federation Dental
125. 2016
Second Premolar With Prisinda International
Underfilled Obturation
Intra Coronal Bleaching On
Diani Federation Dental
126. Upper Left Central Incisor 2016
Prisinda International
Tooth
Anatomi Morfologi Dan
Diani Bandung
127. Outline Untuk Preparasi 2016
Prisinda Dentistry
Akses Kavitas Gigi Permanen
Do All Endodontically Treated
Diani Seminar Bandung
128. Teeth Require A Post And 2016
Prisinda Dentistry
Bleaching
Prosiding Bandung Dentistry Diani Bandung
129. 2016
2016 Volume 1 No 1 2016 Prisinda Dentistry
Apexification On Right Upper
Asean Endodontic
Incisor Tooth With Periapical Diani
130. Congress AEC 2016
Lesions Suspect Radicular Prisinda
2016
Cyst Case Report

LAM-PTKes: Document1 184


Comparison Of A 6 Naocl
Solution And A 6 Naocl With International
Diani
131. Surfactant In The Cleanliness Committe of 2016
Prisinda
Of The Apical Thrid Of A Root Military Medicine
Canal Preparation
Current Concept And Dentistry Update
Diani
132. Thcnology In Improving Dental Scientific 2015
Prisinda
And Oral Health Care Atmosphere
Diresct Class II Resin
Prosiding
Composite Restoration On Diani
133. Dentisphere 3 2016
Maxillary Right Posterior Prisinda
UHT University
Tooth
Ceramah ilmiah
Edisi Continuing Professional Diani CERIL exhibition
134. 2016
Development CPD Prisinda table clniic FKG
UGM

LAM-PTKes: Document1 185


Penatalaksanaan
Hipoklasifikasi Email Dengan Jurnal Material
Diani
135. Restorasi Komposit Kelas 4 Kedokteran Gigi 2016
Prisinda
Pada Gigi Anterior Rahang ISSN 3202-5271
Atas
Temu Ilmiah Pameran IV
Ikatan Peminat Ilmu Material Diani
136. TIP-IPAMAGI 4 2016
Dan Alat Kedokteran Gigi Prisinda
Indonesia
Clinical Use Of Polyethylene
Fibre Post-Core To Increase
137. Resistance Of Post Traumatic Yolanda Dies Gotrasawala 2016
Maxillary Left Central Incisor A
Case Report
Diastema Closure With Direct Global Dentsply
138. Composite Veneer Yolanda Ceram X Case 2016
Restoration Contest
Teknik Pembersihan Sealer
Pekan Ilmiah
139. Dalam Saluran Akar Pada Yolanda 2016
Tahunan Ladokgi
Kasus Retreatment Gigi 11

LAM-PTKes: Document1 186


Direct Composite Restoration Federation Dental
140. Yolanda 2016
With Stamp Technique International
Karakteristik, Insidensi, Serta
Penatalaksanaan Fraktur Prosiding Temu
Endang
141. Maksilofasial Pada Anak Di Ilmiah Forum Dies 2013
Syamsudin
Rumah Sakit Dr. Hasan 54
Sadikin
Maxillofacial Traum With Life Prosiding Temu
Endang
142. Threatening Concomitant Ilmiah Forum Dies 2013
Syamsudin
Injury, Tension Pneumothorax 54
Abes Sub Mandibula Sebagai
Prosiding Temu
Komplikasi Dari Neglected- Endang
143. Ilmiah Forum Dies 2013
Fraktur Mandibula Dan Syamsudin
54
Penatalaksanaannya
Eksisi dan rekonstruksi bibir
atas dengan flap mcgregor Endang
144. DIES UNPAD 2014
pada squamous cell Syamsudin
carcinoma stadium 3

LAM-PTKes: Document1 187


Management of neglected
Endang
145. open midfacial fracture : A DIES UNPAD 2014
Syamsudin
case report
Histological profile of Endang
146. DIES UNPAD 2014
peripheral Ameloblastoma Syamsudin
Endang Publikasi Jurnal
147. Double Lip Pit 2015
Syamsudin Unpad
Management of Maxillofacial
Space Abscess with Sepsis Endang
148. Foril Usakti 2015
Due to Odontogenic Infection Syamsudin
on Diabetes Patient
Treatment of relapse
ameloblastoma after Endang Prosidng
149. 2015
hemimandibulectomy and Syamsudin Internasional
mandibular reconstruction
A Rare case auto
transplantation of impacted
Endang Federation Dental
150. teeth in post odontoma sites a 2016
Syamsudin International
case report with 4 years
follow-up

LAM-PTKes: Document1 188


Penggunaan Platelet-Rich
Endang
151. Fibrin Pada Luka Bedah DIES UNPAD 2014
Syamsudin
Daerah Oromaksilofasial
Penatalaksanaan Emergensi Ceramah Ilmiah
Pada Trauma Endang (CERIL)
152. 2015
Oromaksilofasial Disertai Syamsudin Exhibition & Table
Fraktur Basis Kranii Anterior Clinic FKG UGM
Treatment for Endang
153. DIES UNPAD 2014
Temporomandibular Disorder Syamsudin
Penatalaksanaan fraktur
kondilus bilateral pada
Endang
154. mandibula dengan metode PIT PABMI 2015
Syamsudin
reduksi tertutup : sebuah
laporan kasus
Gambarang Multilokuler Luas Endang Prosiding Dies
155. 2016
Pada Suatu Kista Dentigerous Syamsudin Natalis 57
Osteoradionekrosis Pada
Mandibula Bilateral Pasca Endang Prosiding Dies
156. 2016
Radio Terapi Karsinoma Syamsudin Natalis 57
Nasofaring

LAM-PTKes: Document1 189


Managementof Impacted
Endang Federation Dental
157. Maxillary Central Incisor With 2016
Syamsudin International
Surgical Transplantation
A rare Case Of Auto
Endang Federation Dental
158. Transplantation Of Impacted 2016
Syamsudin International
Teeth In Post Odontoma Sites
The Incidence Of Oral
Journal of Oral
Squamous Cell Carcinoma
and Maxillofacial
(OSCC) And Its Relationship Endang
159. Surgery, 2017
With Orofacial Pain In Oral Syamsudin
Medicine, and
Cancer Patients In West Java
Pathology
Province, Indonesia
Management Of Journal of
Temporomandibular Joint Dentomaxillofacial
Endang
160. Disorders Caused By Science 2016
Syamsudin
Complication Of Teeth P-ISSN 2503-
Extraction 0817
Journal of
Emergency Management Of Endang
161. Dentomaxillofacial 2016
Ludwigs Angina Syamsudin
Science

LAM-PTKes: Document1 190


Demographic And Clinical Indonesian
Profiles Of Oral Squamous Endang Journal of Oral
162. 2016
Cell Carcinoma At Hasan Syamsudin and Maxillofacial
Sadikit General Hospital Surgery
Mandibular Bone Exposed International
After Maxillofacial Abscess Endang Journal Of Oral &
163. 2015
Caused Klebsiella Syamsudin Maxillofacial
Pneumoniae Surgery
Matrix Metalloproteinase- International
Gane Polymorphisms And Endang Journal Of Oral &
164. 2017
The Risk For Oral Squamous Syamsudin Maxillofacial
Cell Carcinoma Metastasis Surgery
Epidemiology And
Characteristics Of Cleft Lip International
And Palate And The Influence Endang Journal Of Oral &
165. 2017
Of Consanguinity And Syamsudin Maxillofacial
Socioeconomic In West Java, Surgery
Indonesia

LAM-PTKes: Document1 191


Surgical Outcome Of International
Superficial Parotidectomy On Endang Journal Of Oral &
166. 2017
The Treatment Of Syamsudin Maxillofacial
Pleomorphic Adenoma Surgery
The Attachment Of Levator
Labii Oris Superioris-Levator International
Labii Superioris Alaeque Nasi Endang Journal Of Oral &
167. 2017
And Transverse Nasalis Syamsudin Maxillofacial
Mucles Disorder In The Surgery
Unilateral Cleft Lip/Palate
International
Ludwigs Angina : An Analysis
Endang Journal Of Oral &
168. Sixteen Case At Hasan 2017
Syamsudin Maxillofacial
Sadikin, Bandung Indonesia
Surgery
Coronally Advance Flap For
The Treatment Of A Single Federation Dental
169. Ira Komara 2016
Ressesion A Two Year International
Follow Up

LAM-PTKes: Document1 192


Penulis
Pendamping th
Folic Acid Suplementation In
Asian Pacific
170. Smoker With Chronic Ira Komara 2016
Society Of
Periodontitis
Periodontology
meeting
Penatalaksanaan Kasus
Periodontitis Kronis Yang Prosiding
171. Disertai Dengan Ira Komara Bandung 2016
Arterosklerosis Laporan Dentistry
Kasus
Pengaruh Penyakit
Prosiding
Periodontal Terhadap
172. Ira Komara Bandung 2016
Penyakit Jantung Koroner
Dentistry
Atherosclerosis
Perawatan Defek Tulang
Prosiding
Vertikal Disertai Kegoyangan
173. Ira Komara Bandung 2016
Gigi Derajat III Dengan Bedah
Dentistry
Flap Dan Cangkok

LAM-PTKes: Document1 193


Periodontally Accelerated
Osteogenic Orthodontic
PAOO Teknik Pembedahan
Prosiding DIES
174. Periodontal Untuk Ira Komara 2015
57 FKG UNPAD
Mempercepat Pergerakan
Gigi Pada Perawatan
Ortodontik
Relationship Between
Internasional
Periodontal Diseases Index
Journal of
175. And Low Birth Weight Babies Ira Komara 2016
Integrated Healt
In Pregnant Woman In
Sciences IJIHS
Periodontitis
Prosiding
Splinting Pada Gigi Yang
176. Ira Komara Bandung 2016
Mengalami Trauma
Dentistry

LAM-PTKes: Document1 194


Pembimbing
Hands on local
anesthesia
Kirana
Local Anesthesia Update In update in
177. Lina 2016
Dentistry dentistry
Gunawan
Recharge Your
Knowledge 2
RSHS
Penatalaksanaan Kasus Disc
Displacement With Reduction Rasmi Prosiding Dies
178. 2016
Sendi Temporomandibula Rikmasari Natalis 57
Dengan Intermitten Locking
Indurance Of Our Treatment
Rasmi Pertemuan Ilmiah
179. Is How About Manage The 2016
Rikmasari ke 8 Unjani
Occlusion

LAM-PTKes: Document1 195


Proceeding
Korelasi Antara Tinggi Ramus,
1st Medan
Panjang Mandibula Serta
Rasmi International
180. Sudut Mandibula Dengan 2012
Rikmasari Prosthodontics
Kapasitas Maksimal Bukaan
Scientific Meeting
Mulut
ISSN: 2302-0083
The Influence Of Improper
Rasmi
181. Sitting Posture Towards Dies Forum 54 2013
Rikmasari
Musculoskeletal Disorders
Evaluasi Rasio Panjang
Pasak Terhadap Panjang
Akar Melalui Gambaran Rasmi
182. Peril 6 IKG 2015
Radiologis Rikmasari
(Penelitian Unggulan FKG
Unpad, Juli 2014)

LAM-PTKes: Document1 196


Penentuan Diagnosis
Gangguan Sendi International
Temporomandibula Rasmi Indonesian
183. 2016
Berdasarkan RDC/TMD Axis I Rikmasari Prostodontics
Pada Mahasiswa FKG Unpad Meeting, Solo
(Peneitian Tahun 2013)
Analysis Of
International
Temporomandibular Joint
Rasmi Indonesian
184. Disorders On Dentistry 2016
Rikmasari Prosthodontic
Student Universitas
Meeting
Padjadjaran
Description Of Maxillary
Federation
Residual Ridge Morphology Rasmi
185. Dentaire 2016
Based On Classification For Rikmasari
International FDI
Complete Denture
Gambaran Kualitas Hidup Presentasi short
Pasien Lansia Pengguna Gigi Rasmi lecture CERIL
186. 2016
Tiruan Lepasan Di RSGM Rikmasari FKG UGM 3-4
Unpad Juni 2016

LAM-PTKes: Document1 197


A Population Based Study
About The Prevalence Of International
Orofascial Pain And Rasmi journal of clinical
187. 2016
Association To Rikmasari dentistry vol. 9.
Demographical Factors In issue 3
West Java
The Relationship Between Presentasi di 8th
Orofacial Pain And Interfered World Congress
Work And Daily Activities On Rasmi of World Institute
188. 2016
Productive Age Population 18- Rikmasari of Pain 2016 di
45 Years Old In West Java New York USA
Province-Indonesia 20-23 Mei 2016
Presentasi di 8th
The Relationship Between
World Congress
Sex And Chronic Orofacial Rasmi
of World Institute
189. Pain Symptoms A Population Rikmasari 2016
of Pain 2016 di
Based Study In West Java-
New York USA
Indonesia
20-23 Mei 2016

LAM-PTKes: Document1 198


Kebiasaan Buruk Sebagai
Faktor Penyebab Terjadinya Rasmi
190. Dies Forum 54 2013
Gangguan Sendi Rikmasari
Temporomandi-Bula
Jumlah nc= 74 nb= 37 na=79
Catatan: * = tuliskan banyaknya dosen di RS Pendidikan program Pendidikan yang terlibat.

7.2.2 Tuliskan dosen yang melakukan penelitian dengan melibatkan peserta didik untuk penelitian karya ilmiahnya,
pada tahun akademik terakhir (TS).
Jumlah
No. Nama Dosen Topik Penelitian Peserta didik
yang Terlibat
(1) (2) (3) (4)
Perbedaan Kekerasan Mikro pada Email Pasca In-Office Bleaching dengan
Menggunakan CPP-ACP dan Pasta Gigi Mengandung Bioactive Glass Sebagai
Bahan Remineralisasi (in vitro)
Prof. Dr. drg.
Perbedaan Kebocoran Pada Apikal Gutaperca Berlapis Resin dan Gutaperca
Setiawan
1. Konvensional Menggunakan Sealer Berbahan Dasar Resin Metakrilat (in vitro) 12
Natasasmita,
Perbedaan Efektifitas Antibakteri Extrak Jahe Dengan Chx Terhadap Enterococcus
Sp.KG(K)
Faecalis
Perbandingan Kebersihan Debris Dinding 1/3 Apikal Saluran Akar Dengan Teknik
Irigasi Sonik Pasif Dan Irigasi Ultrasonik Pasif

LAM-PTKes: Document1 199


Perbedaan Kebocoran Apikal Dari Bahan Penutup Mineral Trioxide Aggregate Dan
Biodentine Biodentine Yang Ditutup Secara Retrograde Setelah Apeks Reseksi
Perbedaan Kebocoran 1/3 Apikal Pengisian Saluran Akar Dengan Gutaperca Berlapis
Resin Dan Gutaperca Konvensional Menggunakan Sealer Resin Metakrilat
Perbedaan Tingkat Kebersihan Sepertiga Apikal Dinding Saluran Akar Setelah
Instrumentasi Menggunakan Sistem Gerakan Rotasi Kontinu, Gerakan Adaptif, dan
Gerakan Resiprokal
Perbedaan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Zingiber officinale Roscoe Dan Klorheksidin
Terhadap Enterococcus faecalis
Perbedaan Tingkat Kebocoran Sealer Berbsis Kalsium Hidroksida Dengan Mineral
Trioxide Aggregate Pada 1/3 Apikal Gigi Premolar Pertama Rahang Bawah
Perbedaan Tingkat Kebocoran Pada Sepertiga Apikal Bahan Sealer Berbahan Dasar
Seng Oksid Eugenol Dan Sealer Berbahan Dasar Resin Secara In vitro
Perbedaan Tingkat Kebersihan Kalsium Hidroksida Dengan Teknik Irigasi Manual,
Teknik Mesin Menggunakan Sikat Saluran Akar, Dan Sonik Pada Sepertiga Apikal
Saluran Akar

Prof. Dr. drg. Perbedaan Kekerasan Mikro Semen Glass Ionomer dan Modifikasi Resin Semen
2. Richata Fadil, Glass Ionomer Akibat Efek Cairan Lambung Simulasi Secara In Vitro 10
Sp.KG(K)

LAM-PTKes: Document1 200


Perbedaan Kekerasan Mikro Komposit Nano Filler dan Nano Hibrid Akibat Efek
Cairan Lambung Simulasi Secara In Vitro
Perbedaan Ekstrusi Debris ke Periapeks Antara Preparasi Saluran Akar Dengan
Gerakan Rotasi Kontinyu Dan Adaptive
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Sabut Cocos Nucifera Sebagai Bahan Irigasi Dalam
Berbagai Konsertrasi Terhadap Enterococcus Faecalis Secara In Vitro
Pengaruh Silane Terhadap Kekuatan Ikat Geser Pada Perlekatan Resin Komposit
Lama Yang Diperbaiki Dengan Resin Komposit Baru (in vitro)
Perbedaan Kekuatan Ikat Geser Etch And Rinse Adhesive Resin Cement Dan Self
Adhesive Resin Cement Untuk Sementasi Komposit Post Curing Pada Permukaan
Dentin (In vitro)
Perbedaan Relative Curing Degree Antara Resin Komposit Nano Hibrid Bulk Fill
Dengan Resin Komposit Nano Hibrid
Perbedaan Nilai Kekerasan Mikro Resin Komposit Nanofilled Dan Resin Komposit
Nanohybrid Akibat Efek Cairan Lambung Buatan Secara In Vitro
Perbedaan Kebocoran Mikro Restorasi Resin Komposit Kelas I MenggunakanTeknik
Inkremental dan Bulk Fill Yang diaktivasi Sonik
Perbedaan Kekerasan Mikro Semen Glass Ionomer (GIC) Dan Modifikasi Resin
Semen Glass Ionomer (RMGIC) Akibat Efek Cairan Lambung Buatan Secara In Vitro

LAM-PTKes: Document1 201


Perbedaan Kebocoran Mikro Restorasi Komposit Kelas V Menggunakan Universal
Adhesive Metode Total Etch Dan Self Etch
Perbedaan Kekuatan Ikat Geser Teknik Total Etch Dan Self Etch Menggunakan
Universal Adhesive Pada Dentin
Uji Aktifitas Antivakteri Ekstrak Sabut Cocos Nucifera Sebagai Bahan Irigasi Dalam
Berbagai Konsentrasi Terhadap Enterococcus Faecalis Secara In Vitro
Sintesis Dan Karakterisasi Sealer Berbasi Kalsium Phospate Disertai Bahan Aktif
Prof. Dr. drg. Thymoquinone Sebagai Bahan Pengisi Saluran Akar
3. Mieke H Mikroenkapsulasi Terpenoid Hasil Isolasi Myrmecodia Pendens Merr & Perry 2
Satari, M.Kes. Menggunakan Polylactic-Co-Glycolic Acid Sebagai Controlled Release Medikamen
Saluran Akar Gigi
Perbedaan Kekerasan Mikro pada Email Pasca In-Office Bleaching dengan
Menggunakan CPP-ACP dan Pasta Gigi Mengandung Bioactive Glass Sebagai
Bahan Remineralisasi (in vitro)

drg. Endang Perbedaan Kekerasan Mikro Semen Glass Ionomer dan Modifikasi Resin Semen
4. Sukartini, Glass Ionomer Akibat Efek Cairan Lambung Simulasi Secara In Vitro 19
Sp.KG(K) Perbedaan Kekerasan Mikro Komposit Nano Filler dan Nano Hibrid Akibat Efek
Cairan Lambung Simulasi Secara In Vitro
Perbedaan Kerapatan Penutupan Sepertiga Apikal Pada Pengisian Saluran Akar
Dengan Gutaperca Menggunakan Dua Sealer Berbahan Dasar Resin

LAM-PTKes: Document1 202


Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Sabut Cocos Nucifera Sebagai Bahan Irigasi Dalam
Berbagai Konsertrasi Terhadap Enterococcus Faecalis Secara In Vitro
Pengaruh Silane Terhadap Kekuatan Ikat Geser Pada Perlekatan Resin Komposit
Lama Yang Diperbaiki Dengan Resin Komposit Baru (in vitro)
Perbedaan Hasil Pengangkatan Medikamen Campuran Kalsium Hidroksida Dan
Klorheksidin 2 % Menggunakan Teknik Irigasi Agitasi Manual Dan Agitasi Sonik
Dengan Sodium Hipoklorit 2,5 %
Perbandingan Kebersihan Debris Dinding 1/3 Apikal Saluran Akar Dengan Teknik
Irigasi Sonik Pasif Dan Irigasi Ultrasonik Pasif
Perbedaan Kebocoran Apikal Dari Bahan Penutup Mineral Trioxide Aggregate Dan
Biodentine Biodentine Yang Ditutup Secara Retrograde Setelah Apeks Reseksi
Perbedaan Tingkat Kekerasan Resin Komposit Indirek Post Curing Berdasarkan
Waktu Pemanasan Selama 5 dan 10 Menit Pada Temperatur 125C
Perbedaan Nilai Kekerasan Mikro Resin Komposit Nanofilled Dan Resin Komposit
Nanohybrid Akibat Efek Cairan Lambung Buatan Secara In Vitro
Perbedaan Tingkat Kebocoran Sealer Berbsis Kalsium Hidroksida Dengan Mineral
Trioxide Aggregate Pada 1/3 Apikal Gigi Premolar Pertama Rahang Bawah
Perbedaan Tingkat Kebocoran Pada Sepertiga Apikal Bahan Sealer Berbahan Dasar
Seng Oksid Eugenol Dan Sealer Berbahan Dasar Resin Secara In vitro

LAM-PTKes: Document1 203


Pengaruh Interval Waktu Aplikasi Dua Jenis Sistem Adhesive Terhadap Kekuatan
Ikat Geser Pada Dentin Pasca Interval Bleaching (Hari ke 0, Hari ke 7, dan Hari ke
14)
Perbandingan Efektivitas Antibakteri Sealer Berbasis Resin (AH Plus) Dengan Sealer
Berbasis Non-Resin (Endomethasone-N) Terhadap Entrococcus faecalis
Perbedaan Kebocoran Mikro Restorasi Resin Komposit Kelas I MenggunakanTeknik
Inkremental dan Bulk Fill Yang diaktivasi Sonik
Perbedaan Kekerasan Mikro Semen Glass Ionomer (GIC) Dan Modifikasi Resin
Semen Glass Ionomer (RMGIC) Akibat Efek Cairan Lambung Buatan Secara In Vitro
Uji Aktifitas Antivakteri Ekstrak Sabut Cocos Nucifera Sebagai Bahan Irigasi Dalam
Berbagai Konsentrasi Terhadap Enterococcus Faecalis Secara In Vitro
Apeksifikasi MTA Pada Gigi 11 Dengan Diagnosis Abses Apikalis Kronis
Geser Antara Teknik Total Etch dan Self Etch Menggunakan Universal Bonding
Adhesive
Perbedaan Kebocoran Pada Apikal Gutaperca Berlapis Resin dan Gutaperca
drg. Milly
Konvensional Menggunakan Sealer Berbahan Dasar Resin Metakrilat (in vitro)
5. Armilia, 21
Sp.KG(K) Perbedaan Daya Hambat Sealer Berbasis Mta (Mineral Trioxide Aggregate) Dengan
Sealer Berbasis Kalsium Hidroksida Terhadap Enterococcus Faecalis (ATCC 29212)
In Vitro

LAM-PTKes: Document1 204


Perbedaan Tingkat Kebersihan Dinding Sepertiga Apikal Saluran Akar Yang Diirigasi
Menggunakan Edta 17% Dan Campuran Edta 17% SurfaktanPerbedaan Kebocoran
Mikro Restorasi Resin Komposit Kelas V yang Menggunakan Adhesif Universal
Metode Etch-and-Rinse dengan Metode Self Etch
Penatalaksanaan Kasus Lesi Abfraksi Pada Gigi Anterior
Restorasi Mahkota Metal Porselen Dengan Pasak Fiber Pada Gigi Premolar Kedua
Kiri Rahang Atas Pasca Perawatan Saluran Akar
Perbedaan Kekuatan Ikat Geser Etch And Rinse Adhesive Resin Cement Dan Self
Adhesive Resin Cement Untuk Sementasi Komposit Post Curing Pada Permukaan
Dentin (In vitro)
Perbedaan Relative Curing Degree Antara Resin Komposit Nano Hibrid Bulk Fill
Dengan Resin Komposit Nano Hibrid
Perbedaan Nilai Kekerasan Resin Komposit Yang Dipolimerisasi Menggunakan Sinar
Light Emitting Diode (LED) Intensitas Tinggi Pada Beberapa Durasi Paparan
Perbedaan Shaping Ability Instrumen Rotary Protaper Universal Dengan Protaper
Next Pada Saluran Akar Simulasi
Perbedaan Kebocoran 1/3 Apikal Pengisian Saluran Akar Dengan Gutaperca Berlapis
Resin Dan Gutaperca Konvensional Menggunakan Sealer Resin Metakrilat
Perbedaan Kebersihan Sepertiga Apikal Dinding Saluran Akar Pada Pengangkatan
Bahan Pengisi Saluran Akar Menggunakan Teknik Manual Dan Teknik Rotary

LAM-PTKes: Document1 205


Perbedaan Tingkat Kebersihan Kalsium Hidroksida Dengan Teknik Irigasi Manual,
Teknik Mesin Menggunakan Sikat Saluran Akar, Dan Sonik Pada Sepertiga Apikal
Saluran Akar
Perbedaan Kebocoran Mikro Restorasi Resin Komposit Kelas I MenggunakanTeknik
Inkremental dan Bulk Fill Yang diaktivasi Sonik
Perbedaankbocoran Mikro Antara Glass Ionomer Cement Dengan Biodentine
Sebagai Bahan Penutup Pada Perawatan Perforasi Biodentine Perforasi Bifurkasi
Secara In Vitro
Perbedaan Tingkat Kebersihan Dinding Sepertiga Apikal Saluran Akar Yang Diirigasi
Menggunakan EDTA 17% Dengan Campuran EDTA 17% Surfaktan
Perbedaan Daya Hambat Sealer Berbasis Mineral Trioxide Aggregate Dengan Sealer
Berbasis Kalsium Hidroksida Terhadap Enterococcus Faecalis (ATCC 29212)
Perbedaan Kebocoran Mikro Restorasi Komposit Kelas V Menggunakan Universal
Adhesive Metode Total Etch Dan Self Etch
Perbedaan Kekuatan Ikat Geser Teknik Total Etch Dan Self Etch Menggunakan
Universal Adhesive Pada Dentin
Perawatan Saluran Akar Satu Kali Kunjungan Pada Gigi Kaninus Kiri Rahang Bawah
Dengan Diagnosis Pulpitis Reversibel
Penatalaksanaan Perawatan Ulang Saluran Akar Pada Gigi Insisif Pertama Kiri Atas
Dengan Follow Up Secara Comprehensif

LAM-PTKes: Document1 206


Perbedaan Kebersihan Dinding Saluran Akar pada Sepertiga Apikal Menggunakan
Rotary Instrument Single File dan Multiple File
Efektivitas Antibakteri Ekstrak Bawang Putih Sebagai Bahan Irigasi Terhadap
Enterococcus faecalis
Perbandingan Efektivitas Antibakteri Medikamen Saluran Akar Yang Mengandung
Klindamisin (Odontopaste) Dengan Tetrasiklin (Ledermix) Terhadap Enterococcus
Faecalis (ATCC 29212) Secara In Vitro
One Visit Endodontic Treatment Of Maxillary Central Incisors 489
Non-Surgery Treatment For Periapical Lesion On Tooth 21 And 22 With Conventional
Dr. Drg. Dudi Endodontic Technique
6. 12
Aripin, Sp.KG. Aplikasi Fiber Post Pasca Perawatan Ekstirpasi Vital Pada Gigi Insisif Sentral Rahang
Atas
Perbedaan Hasil Pengangkatan Medikamen Campuran Kalsium Hidroksida Dan
Klorheksidin 2 % Menggunakan Teknik Irigasi Agitasi Manual Dan Agitasi Sonik
Dengan Sodium Hipoklorit 2,5 %
Perbedaan Kebersihan Dinding Saluran Akar Pada Sepertiga Apikal Menggunakan
Rotary Instrument Single File Dan Multiple Files
Perbandingan Efektivitas Antibakteri Sealer Berbasis Resin (AH Plus) Dengan Sealer
Berbasis Non-Resin (Endomethasone-N) Terhadap Entrococcus faecalis

LAM-PTKes: Document1 207


Efektivitas Antibakteri Berbagai Konsentrasi Ekstrak Bawang Putih Terhadap
Enterococcus Faecalis
Perbandingan Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofill Dan Nanohybrid
Setelah Dilakukan Pemolesan Menggunakan Pasta Poles Aluminium Oxide Dan
Partikel Diamond
Perawatan Endodontik Satu Kali Kunjungan Pada Gigi Premolar Atas Dengan
Menggunakan Rotary Instrument
Perbedaan Erosi Dentin Saluran Akar dengan Pemakaian Irigasi NaOCl 5.25%
dengan EDTA 17% dengan Waktu Aplikasi Selama 60 Detik
Perbedaan Kerapatan Pengisian pada Saluran Akar dengan Menggunakan Teknik
Kondensasi Lateral, Warm Vertical Compaction, dan Injeksi Dingin
Perbedaan Efektivitas Antibakteri Triple Antibiotic Paste (TAP) Dan Kalsium
Dr. Drg. H D Hidroksida Sebagai Medikamen Intrakanal Terhadap Enterococcus Faecalis (ATCC
7. Adhita, 29212) Secara In Vitro 14
Sp.KG. Perbedaan Efektifitas Antibakteri Extrak Jahe Dengan Chx Terhadap Enterococcus
Faecalis
Conventional Endodontic Treatment Of Chronic Periapical Lesion Associated With
Traumatized Left Maxillary Icisors
Management Pulp Necrosis With Open Apex Using Apical Plug Mineral Trioxide
Aggregate

LAM-PTKes: Document1 208


Management Of Separated Endodontic Instrument During Root Canal Treatment With
Bypass Technique
Management Of Maxillary First Premolar With Three Root Canals: A Case Report
Perawatan Saluran Akar Gigi Molar Kedua Mandibula Pada Lansia Dengan Follow Up
Crown Pfm
Restorasi Klas I Komposit Direk Pada Gigi Molar Kedua Bawah Dengan
Menggunakan Microbrush Stamp Technique
Perbedaan Shaping Ability Instrumen Rotary Protaper Universal Dengan Protaper
Next Pada Saluran Akar Simulasi
Perbedaan Efektivitas Antibakteri Triple Antibiotic Paste (TAP) Dan Kalsium
Hidroksida Sebagai Medikamen Intrakanal Terhadap Enterococcus faecalis (ATCC
29212) secara In Vitro
Perbedaan Aktivitas Antibakteri Ekstrak Zingiber officinale Roscoe Dan Klorheksidin
Terhadap Enterococcus faecalis
Perbedaan Erosi Dentin Saluran Akar Menggunakan Larutan Irigasi NaOCl 5.25%
Dan Kombinasi NaOCL 5.25% Dengan Edta 17%
Perbedaan Hasil Pemolesan One Step Dan Multi Step System Terhadap Kekasaran
Dr. Drg.
Resin Komposit Dan Perlekatan Streptococcus Mutans
8. Irmaleny 15
Theobromine Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Fluor untuk Remineralisasi Email
Satifil, Sp.KG.
Setelah Dilakukan Demineralisasi Secara In Vitro

LAM-PTKes: Document1 209


Perbedaan Tingkat Kebersihan Dinding Sepertiga Apikal Saluran Akar Yang Diirigasi
Menggunakan Edta 17% Dan Campuran Edta 17% Surfaktan
Perlekatan Kembali Fragment Fraktur Gigi Anterior Secara Adhesif (Adhesive
Reattachment)
Reposisi Gigi Insisivus Tas Kanan Akibat Trauma Pada Pasien Usia 14 Tahun
Direct Pulp Capping With Mineral Trioxide Aggregate
Perawatan Endodontik Intensional Pada Pulpitis Reversibel Gigi Premolar Kedua Kiri
Rahang Atas Dengan Prosedur One Visit
Perbedaan Nilai Kekerasan Resin Komposit Yang Dipolimerisasi Menggunakan Sinar
Light Emitting Diode (LED) Intensitas Tinggi Pada Beberapa Durasi Paparan
Perbedaan Kebersihan Sepertiga Apikal Dinding Saluran Akar Pada Pengangkatan
Bahan Pengisi Saluran Akar Menggunakan Teknik Manual Dan Teknik Rotary
Perbedaan Hasil Pemolesan One Step Dan Multi Step System Terhadap Kekasaran
Resin Komposit Dan Perlekatan Streptococcus Mutans
Perbedaan Kekerasan Mikro Email Setelah Reminrealisasi Menggunakan Teobomin
Dan Fluor (In Vitro)
Perbedaan Tingkat Kebersihan Dinding Sepertiga Apikal Saluran Akar Yang Diirigasi
Menggunakan EDTA 17% Dengan Campuran EDTA 17% Surfaktan
Perbedaan Kebersihan Dinding Saluran Akar Pada Sepertiga Apikal Yang Diirigasi
Dengan Larutan NaOCl 6% Surfaktan

LAM-PTKes: Document1 210


Penatalaksanaan Kegagalan Perawatan Saluran Akar Gigi 22
Penyembuhan Lesi Pada Kasus Abses Periapikal Gigi Molar Kedua Kanan Atas
Perbedaan Shear Bond Strenght Pada Perbaikan Resin Komposit Nanofill Dengan
Pengetsaan Menggunakan Asam Fosfat 37% Dan Asam Hidroflorik 9%.
Pengaruh Tip Irigasi Terhadap Pembentukan Apical Vapor Lock Menggunakan
Metode Computational Fluid Dynamics.
Perbedaan Efektivitas Antibakteri Triple Antibiotic Paste (TAP) Dan Kalsium
Hidroksida Sebagai Medikamen Intrakanal Terhadap Enterococcus Faecalis (ATCC
29212) Secara In Vitro
Drg. Ayu
Perbedaan Daya Hambat Sealer Berbasis Mta (Mineral Trioxide Aggregate) Dengan
9. Trisna Hayati, 7
Sealer Berbasis Kalsium Hidroksida Terhadap Enterococcus Faecalis (ATCC 29212)
Sp.KG.
In Vitro
Perbedaan Efektivitas Antibakteri Triple Antibiotic Paste (TAP) Dan Kalsium
Hidroksida Sebagai Medikamen Intrakanal Terhadap Enterococcus faecalis (ATCC
29212) secara In Vitro
Perbedaan Daya Hambat Sealer Berbasis Mineral Trioxide Aggregate Dengan Sealer
Berbasis Kalsium Hidroksida Terhadap Enterococcus Faecalis (ATCC 29212)
Perawatan In Office Bleaching Dengan Hidrogen Peroxide 40% Tanpa Aktivasi Sinar
Drg. Taofik Perbedaan Erosi Dentin Saluran Akar dengan Pemakaian Irigasi NaOCl 5.25%
10. 11
Hidayat, dengan EDTA 17% dengan Waktu Aplikasi Selama 60 Detik

LAM-PTKes: Document1 211


Sp.KG. Theobromine Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Fluor untuk Remineralisasi Email
Setelah Dilakukan Demineralisasi Secara In Vitro
Perbedaan Tingkat Kekerasan Resin Komposit Indirek Post Curing Berdasarkan
Waktu Pemanasan Selama 5 dan 10 Menit Pada Temperatur 125C
Perbedaan Daya Penetrasi Resin Bnding Agent SistemTotal-Etch Dan Sistem Self-
Etch Adhesive Pada Permukaan Email
Perbedaan kebocoran Mikro Antara Glass Ionomer Cement Dengan Biodentine
Sebagai Bahan Penutup Pada Perawatan Perforasi Biodentine Perforasi Bifurkasi
Secara In Vitro
Perbedaan Erosi Dentin Saluran Akar Menggunakan Larutan Irigasi NaOCl 5.25%
Dan Kombinasi NaOCL 5.25% Dengan Edta 17%
Perbedaan Kekerasan Mikro Email Setelah Reminrealisasi Menggunakan Teobomin
Dan Fluor (In Vitro)
Perbandingan Kekasaran Permukaan Resin Komposit Nanofill Dan Nanohybrid
Setelah Dilakukan Pemolesan Menggunakan Pasta Poles Aluminium Oxide Dan
Partikel Diamond
Perawatan Restoratif Pada Kasus Fraktur Dan Malposisi Gigi Anterior
Pemutihan Gigi Eksternal In Office Dengan Hidrogen Peroksida 35% Pada Gigi
Dengan Diskolorasi Ekstrensik
Perbaikan Estetik Gigi Insisif Sentral Kanan Atas Menggunakan Restorasi Komposit

LAM-PTKes: Document1 212


Perbedaan Hasil Pemolesan One Step Dan Multi Step System Terhadap Kekasaran
Resin Komposit Dan Perlekatan Streptococcus Mutans
Perbedaan Kebersihan Dinding Saluran Akar pada Sepertiga Apikal Menggunakan
Rotary Instrument Single File dan Multiple File
Restorasi komposit direk gigi molar pertama bawah kanan menggunakan stamp
technique dengan clear matrix
Restorasi komposit direk pada fraktur mahkota kelas iv dengan teknik layering
Drg. Rahmi menggunakan matriks palatal
11. Alma Farah, Perbedaan Kebersihan Dinding Saluran Akar Pada Sepertiga Apikal Menggunakan 8
Sp.KG. Rotary Instrument Single File Dan Multiple Files
Perbedaan Daya Penetrasi Resin Bnding Agent SistemTotal-Etch Dan Sistem Self-
Etch Adhesive Pada Permukaan Email
Perbedaan Tingkat Kebersihan Sepertiga Apikal Dinding Saluran Akar Setelah
Instrumentasi Menggunakan Sistem Gerakan Rotasi Kontinu, Gerakan Adaptif, dan
Gerakan Resiprokal
Perbedaan Hasil Pemolesan One Step Dan Multi Step System Terhadap Kekasaran
Resin Komposit Dan Perlekatan Streptococcus Mutans
Drg. Diani Perbedaan Efektivitas Antibakteri Kalsium Hidroksida Pasta Dan Kalsium Hidroksida
12. Prisinda, Point Terhadap Enterococcus Faecalis (ATCC 29212) Secara In Vitro. 5
Sp.KG.

LAM-PTKes: Document1 213


Perbedaan Daya Larut Antara Larutan Irigasi Akhir EDTA 18% Dengan Asam Sitrat
20% Terhadap Kalsium Hidroksida Dalam Saluran Akar Menggunakan Analisis
Computational Fluid Dynamics.
Perbandingan Efektivitas Antibakteri Medikamen Saluran Akar Yang Mengandung
Klindamisin (Odontopaste) Dengan Tetrasiklin (Ledermix) Terhadap Enterococcus
Faecalis (ATCC 29212) Secara In Vitro
Non Surgical Endodontic Retreatment On Left Maxillary Second Premolar With
Underfilled Obturation
Perbedaan Kebersihan Dinding Saluran Akar Pada Sepertiga Apikal Yang Diirigasi
Dengan Larutan NaOCl 6% Surfaktan
Perbedaan Aliran Cairan Didalam Saluran Akar Dengan Dua Macam Teknik Agitasi
Menggunakan Analisis Numerik Computational Fluid Dynamic.
Perbedaan Daya Larut Antara Larutan Irigasi Akhir EDTA 18% Dengan Asam Sitrat
20% Terhadap Kalsium Hidroksida Dalam Saluran Akar Menggunakan Analisis
Drg. Anna
Computational Fluid Dynamics
13. Muryani, 6
Sp.KG. Perbedaan Kerapatan Penutupan Sepertiga Apikal Pada Pengisian Saluran Akar
Dengan Gutaperca Menggunakan Dua Sealer Berbahan Dasar Resin
Perbedaan Ekstrusi Debris ke Periapeks Antara Preparasi Saluran Akar Dengan
Gerakan Rotasi Kontinyu Dan Adaptive

LAM-PTKes: Document1 214


Direct Composite Restoration With Stamp Technique
Healing Of Periapical Lesion Using Calcium Hydroxide In Non Surgical Endodontic
Treatment
Total jumlah peserta didik yang karya ilmiahnya terkait dengan penelitian dosen A=142
Jumlah peserta didik yang karya ilmiahnya tidak terkait dengan penelitian dosen B=0
Total peserta didik yang melakukan karya ilmiahpada TS A+B= 142

LAM-PTKes: Document1 215


7.2.3 Sebutkan karya dosen atau peserta didik program Pendidikan yang telah memperoleh Paten/Hak atas Kekayaan
Intelektual (HaKI) atau karya yang mendapat pengakuan/penghargaan dari lembaga nasional/internasional
selama tiga tahun terakhir.
Nama Karya*
No. Dosen/Peserta didik/ Karya yang Mendapat Pengakuan/Penghargaan dari Lembaga
Paten/HaKI
Lembaga Nasional/Internasional
(1) (2) (3) (4)
Hubungan sCD14, jumlah Streptococcus mutans, pH-buffer, fluor di dalam saliva
Dr. drg. Dudi Aripin,
1 Haki dengan kejadian karies pada anak karyawan PTPN VIII Pangalengan usia 12-15 tahun
Sp. KG(K).
(suatu upaya penelusuran patogenesis)
Dr. drg. Irmaleny, Sp. Ekstrak getah jarak pagar (Jatropha curcas L) sebagai obat meredakan nyeri dan
2 Paten
KG(K). proses pembuatannya
Dr. drg. Irmaleny, Sp. Pengembangan Jatropha curcas L menuju obat herbal terstandar dan pengaruhnya
3 Haki
KG(K). terhadap konsentrasi substance P (SP) dan COX-2 pada hewan coba (in vivo)
Peranan mikrokapsul sodium alginat sebagai controlled release chlorheksidine 2%
Dr. drg. Denny
4 Haki terhadap kadar IL-1B dan PGE2 pada penyakit periradikuler yang disebabkan infeksi
Nurdin, M.Kes.
E. Faecalis
Dr. drg. Rasmi
Kapasitas Maksimal Buka Mulut Vertikal Pada Orang Indonesia Sub Ras
5 Rikmasari, Haki
Deuteuromelayu
Sp.Pros(K).
Prof. Dr. drg. Mieke
6 Haki Konsistensi Penelitian Dalam Bidang Kesehatan
H. Satari, MS.

LAM-PTKes: Document1 216


Analisis Keterkaitan Imunoekspresi E-Cadherin, C-erbB2, dan VEGF-Aterhadap
Dr. drg. Marry Siti
7 Haki Derajat Keganasan Histopatologik Untuk Memprediksi Prognosis Karsinoma Kistik
Mariam, M.Kes.
Adenoid Kelenjar Liur
Korelasi Imunoekspresi Bone Morphogenic Protein-7 Dan Transforming Growth Factor
Dr. drg. Endang
8 Haki B Pada Ankilosis Sendi Temporomandibula Pasca Trauma Dengan Berbagai Tingkat
Syamsudin, Sp.BM.
Kerusakan Dan Lama Imobilisasi (Penelitian Pada Model Kelinci)
* Lampirkan surat paten/HaKI atau surat pengakuan/penghargaan dari lembaga nasional/internasional.

7.3 Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat

Tuliskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang sesuai dengan bidang keilmuan PS selama tiga tahun
terakhir yang dilakukan oleh dosen di RS Pendidikan PS dengan mengikuti format tabel berikut.
Jumlah
peserta
Waktu Kegiatan Tempat Kegiatan Jumlah dosen yang
No. Judul Kegiatan PkM didik
PkM PkM Terlibat
yang
Terlibat
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Baksos Desa Pantai Bahagia Kecamatan Muara
1. 03 Maret 2013 5 12
Kecamatan Muara Gembong Gembong, Bekasi
Kecamatan
PPM di Desa Nanggewer Kecamatan
2. 09 Juni 2014 Pagerageung, Kab. 7 25
Pagerageung
Tasikmalaya

LAM-PTKes: Document1 217


Pengabdian Masyarakat Penyuluhan
3. Kesehatan Gigi dan Mulut Pondok 1 Agustus 2014 Cipaku, Ciamis 11 18
Pesantren Al-Huda
Penyuluhan di Play Group Salman Al-
4. 4 Februari 2014 Bandung 5 13
Farisi Bandung
5. Cipatujah 17 Agustus 2015 Cipatujah 3 15
6. Baksos IKORGI 4 Oktober 2015 Garut, Talegong 9 34
PPM di Desa Ciaul Kecamatan Pasir Ciwidey, Kab.
7. 13 Juni 2015 12 20
Jambu Bandung
Penyuluhan kepada warga binaan lapas 12 November
8. Lapas Sukamiskin 4 4
wanita sukamiskin 2015
Pengabdian Masyarakat di Desa Jatinangor
9. 2015 4 10
Sayang Jatinangor Sumedang Sumedang
Pengabdian Masyarakat di Desa Jatinangor
10. 2015 5 10
Cilayung, Jatinangor Sumedang Sumedang
Pengabdian Masyarakat di Desa Jatinangor
11. 2015 5 10
Cikeruh, Jatinangor Sumedang Sumedang
Penyuluhan Kepada Warga di Kampung Pondok Hijau
12. 2015 7 12
Cicarita, Pondok Hijau Bandung Bandung
13. Supercamp FKG UNPAD di Cimerak 13 Agustus 2016 Cimerak 3 12

LAM-PTKes: Document1 218


14. PPM Dharma Wanita UNPAD 09 Agustus 2016 Dago, Bandung 8 12
13 Desember Tubagus Ismail,
15. Penyuluhan di SD Salman Alfarisi 8 15
2016 Bandung
Universitas
16. Ramadhan Fair IKA UNPAD Juni 2016 8 13
Padjadjaran
17. Baksos gratis di Cleft center 31 Juli 2016 FKG UNPAD 8 11
Pengabdian Pada Masyarakat
18. 02 Oktober 2016 Majalengka 8 14
Mahasiswa FKG 2016 Majalengka
16 sd 18
19. Bulan kesehatan Gigi Nasional FKG UNPAD 8 34
November 2014
2 sd 4 November
20. Bulan kesehatan Gigi Nasional FKG UNPAD 6 25
2015
24 sd 26 Oktober
21. Bulan kesehatan Gigi Nasional FKG UNPAD 12 30
2016
24 September Universitas
22. 8 15
Bakti Sosial Gotrasawala 2016 Padjadjaran
Tanjungsari
23. Agustus 2016 8 25
Baksos di SD Tanjungsari Sumedang Sumedang
Total N= 162 389

LAM-PTKes: Document1 219


PPDGS Konservasi Gigi FKG Unpad banyak mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Yang sesuai
dengan bidang keilmuan yang melibatkan peserta didik. Gambar di bawah ini memperlihatkan kegiatan-kegiatan
tersebut.

Gambar 13. Kegiatan Bakti Sosial

LAM-PTKes: Document1 220


7.4 Kegiatan Kerjasama dengan Instansi Lain

7.4.1 Tuliskan instansi dalam negeri yang menjalin kerjasama* yang terkait dengan program Pendidikan dalam tiga
tahun terakhir.
Kurun Waktu Kerjasama Manfaat yang Telah
No. Nama Instansi Jenis Kegiatan
Mulai Berakhir Diperoleh
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Upaya pembinaan mutu pelayanan kesehatan
kepada masyarakat, penyelenggaraan
Rumah Sakit Anak dan pendidikan dan pelatihan serta penelitian dan Peningkatan pelayanan
1 2003 2018
Bersalin Harapan Kita pengembangan ilmu kedokteran gigi serta dan pendidikan
bidang ilmu terkait dalam lingkungan fakultas
dan rumah sakit.
Konsultasi dan Asistensi Penyelenggaraan
Dosen FKG Unpad
Pendidikan Program Studi Kedokteran Gigi 22 Mei
2 Universitas Kristen Maranatha 22 Mei 2013 menjadi dosen tamu di
(PSKG) Universitas Kristen Maranatha Tahun 2008
Univ Kristen Maranatha
Akademik 2008/2009
Mahasiswa Poltekes
Pemberdayaan tenaga tenaga pendidik FKG Bandung magang di FKG
Sampai ada
UNPAD Bandung dalam proses pembelajaran 02 Januari Unpad dan dosen FKG
Politeknik Kesehatan Depkes pembatalan/
3 pada Program Diploma IV Dental Asisten 2008 Unpad menjadi dosen
Bandung penghentian
Spesialis Bedah Mulut di Politeknik tamu di Poltekes
kerjasama
Kesehatan Depkes Bandung Bandung

LAM-PTKes: Document1 221


Membimbing dalam kegiatan Praktek Kerja
Lapangan (PKL) sebanyak 70 (tujuh puluh) Mahasiswa Poltekes
Politeknik Kesehatan mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Banjarmasin melakukan
4 2010 5 tahun
Kemenkes Banjarmasin Banjarmasin pada Rumah Sakit Gigi dan Praktek Kerja Lapangan
Mulut Fakultas Kedokteran Gigi Universitas di RSGM FKG Unpad
Padjadjaran Bandung tahun 2010
Kepala Pusat Standarisasi,
Sertifikasi dan Pendidikan Staf Kemkes mengikuti
16 Januari
Berkelanjutan Sumber Daya Program Pemberian Bantuan Pendidikan Pembaharuan program pendidikan
5 2011
Manusia Kesehatan Badan Dokter Spesialis/Dokter Gigi Spesialis setiap tahun dokter gigi spesialis
PPSDM Kesehatan bedah mulut
Kementrian Kesehatan
07 Mahasiswa FKG Unpad
Dinas Kesehatan Kota Pembaharuan
6 Pengembangan Ilmu Pengetahuan Februari magang di BPG Kota
Bandung setiap tahun
2006 Bandung
23 Staf Dinkes TNI AL
Melaksanakan Program Pendidikan Dokter
7 Dinas Kesehatan TNI-AL Desember 2018 mengikuti pendidikan di
Gigi Spesialis. S2, S3, Penelitian dan PPM
2005 FKG Unpad
Yayasan Pembina Penderita Pendidikan, penelitian,
Kerjasama dalam SDM, sarana dan Pembaharuan
8 Celah Bibir dan Langit-Langit 2006 dan pelayanan bagi
prasarana setiap tahun
(YPPCBL) penderita

LAM-PTKes: Document1 222


Pemakaian Alat endodontik Mahasiswa Sp
9 Sybron Peminjaman Alat 2015 2016
Konservasi Gigi
Memberikan edukasi kepada calon tenaga medis Peningkatan Pelaksanaan Program Edukasi
PT. Sterling
10 profesional dan masyarakat tentang kesehatan gigi dan 2015 2018 Kesehatan Gigi Dan Gusi Lainnya
Product Indonesia
gusi
Catatan : * dokumen pendukung disediakan pada saat asesmen lapangan

7.4.2 Tuliskan instansi luar negeri yang menjalin kerjasama* yang terkait dengan program Pendidikan dalam tiga tahun
terakhir.
Jenis Kurun Waktu Kerjasama
No. Nama Instansi Manfaat yang Telah Diperoleh
Kegiatan Mulai Berakhir
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Menambah wawasan tentang
Restorative Departement, University Of Interprofessional education 13 Januari IPE di bidang konservasi gigi
1. 2020
Illinois At Chicago, USA (IPE) 2015 2. Penerapan di bidang ilmu
konservasi gigi
1. Menambah wawasan
Faculity of Denistry, Hiroshima University, Pertukaran Pelajar dan short 21 Oktober
2. 2020 2. Kerjasama dalam bidang
Japan course 2015
penelitian
1. Pemakaian alat endodontik
Pembaharuan mahasiswa PPDGS Konservasi
3. Dentsply Grant University Programs 2010
setiap tahun Gigi
2. Pengurangan harga pembelian

LAM-PTKes: Document1 223


alat
3. Pengenalan setiap produk baru
kepada mahasiswa dan staff
Catatan : * dokumen pendukung disediakan pada saat asesmen lapangan
Gambar di bawah ini memperlihatkan kerjasama antara PPDGS Konservasi Gigi dengan salah satu produsen alat dan
bahan kedokteran gigi.

Gambar 14. Presentasi Grand Program Dentsply

LAM-PTKes: Document1 224


LAM-PTKes: Document1 225