Anda di halaman 1dari 22
PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM LUSI BEKEN PELIT (Muntingia calabura L.) Lulur Kombinasi Beras

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

LUSI BEKEN PELIT (Muntingia calabura L.)

Lulur Kombinasi Beras dan Kersen Penghalus Kulit

BIDANG KEGIATAN:

PKM KEWIRAUSAHAAN

Diusulkan Oleh:

Mela Nofitri

25010115120012

2015

Pelastri Rahayu

25010115120071

2015

ElizabethZavanya M

25010115120035

2015

Latifa Fajri Ramdhani

25010114130285

2014

UNIVERSITAS DIPONEGORO

SEMARANG

2015

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

i

HALAMAN

PENGESAHAN

ii

DAFTAR ISI

iii

RINGKASAN

iv

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1

1.2. Rumusan Masalah

1

1.3. Tujuan Kegiatan

1

1.4. Urgensi

2

1.5. Luaran

2

1.6. Manfaat

2

BAB 2 GAMBARAN UMUM

2.1 Kapasitas Produk

3

2.2 Tempat

Produksi

3

2.3 Tempat

Penjualan

3

2.4 Analisis Usaha

3

2.5 Proyeksi Neraca Keuangan Jangka Menengah

4

2.6 Analisa BEP

4

BAB 3 METODE PELAKSANAAN

3.1 Tahapan Persiapan

6

3.2 Pembuatan Produk

6

3.3 Persiapan

7

BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Ringkasan Anggaran Biaya

8

4.2 Jadwal Kegiatan

8

DAFTAR PUSTAKA

9

LAMPIRAN

10

RINGKASAN

Pohon kersen (Muntingia calabura L) atau yang biasa disebut dengan pohon talok adalah tumbuhan yang biasa tumbuh di daerah tropis dengan panjang batang mencapai 12 m, meski pada umumnya hanya sekitar 3-6 m saja. Tumbuhan yang sering dipandang sebelah mata ini ternyata memiliki kandungan vitamin c yang baik untuk kulit. Selain itu kandungan oryzanol pada beras juga memiliki manfaat untuk memperbarui pigmen melanin pada kulit. Di indonesia produk lulur masih digemari oleh banyak orang untuk merawat kecantikan kulit mereka. Lulur LUSI BEKEN PELIT mempunyai aroma khas dari buah kersen yang manis. Diharapkan produk ini nantinya mendapat respon bagus dari konsumen mengingat lulur ini terbuat dari bahan alami. Produk LUSI BEKEN PELIT ini akan dipasarkan untuk pertama kalinya di kampus Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dengan perencanaan produksi sebanyak 300 kemasan dan harga per kemasan sebesar Rp.19.700. Dari produksi tersebut, omset yang akan didapat sebesar Rp.5.910.000,- dengan profit sebesar Rp.1.296.000,- perbulan. Agar produksi mencapai titik impas (BEP) sebesar Rp.2.500.000,- maka LUSI BEKEN PELIT harus diproduksi minimal sebanyak 122 kemasan perbulannya. Diharapkan nanti LUSI BEKEN PELIT menjadi solusi untuk memanfaatkan buah kersen lebih maksimal lagi dan menjadi peluang usaha bagi mahasiswa.

1

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pohon kersen (Muntingia calabura L) atau yang biasa disebut dengan pohon talok adalah tumbuhan yang biasa tumbuh di daerah tropis dengan panjang batang mencapai 12 m, meski pada umumnya hanya sekitar 3-6 m saja.Pohon kersenini banyak dijumpai di indonesia, biasanya di jumpai di pinggir jalan atau di halaman gedung.Buah kersen mengandung banyak senyawa yang dibutuhkan oleh tubuh, hal ini dibuktikan oleh sebuah Penelitian yang ditulis oleh Julia F Morton dalam bukunya yang berjudul “Fruits of Warm Climates” tahun 1987. Menurutnya, setidaknya ada 12 jenis senyawa yang terkandung dalam buah cerry/kersen ini. Salah satunya adalah vitamin C yangmenurut penelitian tersebut dalam 100 gram buah kersen mengandung vitamin C sebanyak 80.5 mg. Menurut (Perricone, 2007:117) Vitamin C merupakan asam askorbat, senyawa kimia yang larut dalam air. Vitamin C sangat bermanfaat untuk kesehatan kulit seperti merangsang pembentukan kolagen kulit dan menjaganya dari beragam kerusakan. Selain kersen, beras juga dimanfaatkan untuk merawat kecantikan kulit, salah satu zat yang ada dalam beras yaitu oryzanol, bermanfaat untuk memperbarui pigmen melanin pada kulit Pemanfaatan buah kersen belum optimal, buktinya buah kersen banyak yang membusuk dan berjatuhan. Dengan semakin majunya zaman yang semuanya ingin serba instan, kami terinspirasi untuk membuat lulur dari campuran kersen dan beras. Seperti yang sudah kita ketahui beras telah dimanfaatkan sejak dahulu oleh orang-orang untuk membantu menjaga kesehatan kulit dan kandungan vitamin c dari buah kersen yang dapat menghaluskan kulit yang belum diketahui banyak orang. Diharapkan pembuatan produk ini nantinya dapat mengoptimalkan pemanfaatan buah kersen agar tidak di pandang sebelah mata lagi dan dapat membantu menciptakan peluang usaha.

1.2 Rumusan Masalah

Dari uraian diatas didapat rumusan masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana cara untuk meningkatkan nilai guna dari buah kersen?

2. Bagaimana langkah pengolahan buah kersen dan beras untuk menjadi sebuah produk kecantikan yang menghasilkan profit yang tinggi?

1.3 Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan PKM-kewirausahaan ini adalah menghasilkan studi kelayakan usaha pembuatan lulur dari kersen dan beras yang bermanfaat untuk menghaluskan dan menyehatkan kulit. Tujuan ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

2

2. Memproduksi lulur dari campuran buah kersen dan beras

3. Mengetahui peluang usaha dari pembuatan lulur

1.4 Urgensi Peluang usaha dari lulur buah kersen dan beras cukup menjanjikan,karena sebelumnya belum pernah ada produk lulur dari campuran buah kersen dan beras. Selain itu lulur dari buah kersen dan beras juga mempunyai banyak keunggulan diantaranya adalah bahan utamanya mudah didapat, kandungan vitamin C buah kersen yang tinggi serta manfaat beras yang sudah dikenal luas untuk kecantikan. Lulur ini juga dapat dimanfaatkan oleh semua kalangan.

1.5 Luaran Luaran dari kegiatan ini adalah produk lulur buatan kami dapat diminati oleh banyak orang dan dapat menjadi peluang usaha serta dapat menjadi solusi untuk memanfaatkan buah kersen.

1.6 Manfaat Program

2. Membuat inovasi lulur dari buah kersen dan beras.

3. Memanfaatkan buah kersen yang banyak di temukan di sekitar kita.

4. Menambah pengetahuan tentang usaha pembuatan lulur

5. Meningkatkan kreativitas dan jiwa usaha mahasiswa

3

BAB 2

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA

2.1 Kapasitas Produk

Produk dengan nama “Lusi Beken Pelitakan dimulai dengan cakupan kecil terlebih dahulu.Oleh karena itu, dibutuhkan pengenalan terhadap wilayah yang akan menjadi pusat pemasaran dari produk tersebut. Sehingga kualitas produk dapat seimbang dengan kualitas pemasarannya. Maka dari itu, untuk produksi awal sebanyak 50000 gram buah kersen dan 2000 gram akan diproduksi menghasilkan sebanyak 400 kemasan dengan masing-masing kemasan mengandung komposisi sebanyak 125 gram. Proses ini akan berlangsung sampai 5 bulan.

2.2 Perencanaan Tempat Produksi

Tempat yang dipilih adalah tempat yang dapat mendukung proses produksi, karena posisi suatu tempat dapat mempengaruhi lancar atau tidaknya kegiatan tersebut. Kegiatan produksi ini akan dilakukan di daerah Jurang Belimbing Rt 01/04 No. B14. Lokasi ini dipilih karena merupakan tempat yang strategis, selain itu lokasi ini juga dekat dengan kampus Fakultas Kesehatan masyarakat yang merupakan tempat untuk berkonsultasi.

2.3 Perencanaan Tempat Penjualan

Penjualan lulur ini akan difokuskan pada mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro dan semua wanita-wanita yang selalu memperhatikan penampilan yang merupakan bagian dari sasaran utama dihasilkannya produk ini. Selain itu sasaran promosi kedua adalah salon, tujuannya untuk menjalin mitra kerjasama sehingga dapat menghasilkan profit yang tinggi. Produk ini memiliki khasiat yang dapat menghaluskan kulit para mahasiswa dan membuat mereka lebih percaya diri untuk tampil di depan umum.

2.4 Analisis Usaha

Penjualan produk ini akan dilakukan selama 3 bulan yaitu dengan menjual 400 kemasan dengan rincian 50 kemasan pada bulan III, 130 kemasan pada bulan ke IV, dan sebanyak 220 gram pada bulan ke V.

Anggaran yang digunakan untuk modal berupa bahan pokok, botol kemasan, label, isi ulang gas, dan biaya untuk produksi yang digunakan adalah sebesar 15.380/kemasan. Dan harga jual untuk produk ini adalah sebesar 19.700/kemasan. Sehingga dapat diperoleh keuntungan sebesar 4320/kemasannya .Dan bisa dihitung

4

profit dari penjualan ini sebesar 21,9%.Uraian pendapatandari program tersebut dapat dijelaskan pada table dibawah ini :

Table 2.1 Analisis total biaya produksi dan profit yang di dapat

Jumlah

Biaya

Harga jual

Biaya

Hasil

Profit yang di dapat (rupiah)/bulan

(buah)

produksi

(Rp/buah)

produksi

penjualan

(Rp/buah)

total/bulan

total/bulan

(rupiah)

(rupiah)

 

400

15.380

19.700

6.152.000

7.880.000

 

1.728.000

Table 2.2 Peluang Keberlanjutan Usaha

 

Jumlah

Biaya

Harga jual

 

Biaya

Hasil

Profit yang di

(buah)

produksi

(Rp/buah)

produksi

penjualan

dapat

(Rp/buah)

total/bulan

total/bulan

(rupiah)/bula

(rupiah)

(rupiah)

n

600

15.380

19.700

 

9.228.000

11.820.000

2.592.000

Dari analisis tersebut,

maka usaha ini dapat memperoleh omset bulanan

sebesar Rp.11.820.000,- untuk setiap 600 kemasan produk.

2.5 Proyeksi Neraca Keuangan Jangka Menengah (bulan)

a. Pengeluaran sebesar Rp. 10.028.000,- dengan rincian:

Produksi

= Rp. 9.228.000,-

Distribusi dan komunikasi

= Rp. 500.000,-

Promosi

= Rp. 300.000,-

b. Profit bersih sebesar :

Pemasukan Pengeluaran

= 11.820.000 10.028.000 = 1.792.000

2.6 Analisa BEP

1. BEP (unit)

= (biaya tetap)/(harga per unit biaya variable per unit)

= (800.000)/(19.700 15.380)

5

2. BEP (harga)

= (800.000)/(4320)

= 185 unit

= (biaya tetap)/(kontribusi margin per unit)/(harga per unit)

= (800.000)/(4320)/(19.700)

= (800.000)/(0,22)

= 3.636.400

Jadi, langkah yang harus dilakukan agar usaha ini terus berlangsung adalah memproduksi minimal 185 kemasan dan dijual sehargaRp. 19.700,- untuk mencapai titik impas (BEP) pada titikRp. 3.636.400,-.

6

BAB 3 METODE PELAKSANAAN

Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, maka kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap berikut:

3.1 Tahap Persiapan Tahap persiapan yang dilakukan meliputi :

a. Uji coba produk untuk mengetahui komposisi yang tepat untuk membuat lulur beken. Selain itu juga diadakan uji laboratorium untuk mengetahui keamanan dari produk ini.

b. Survei tempat

yang tepat untuk

yang bisa dijadikan sebagai pasar

menjual produk lulur beken.

3.2 Pembuatan Produk Pada tahap pelaksanaan ini akan diuraikan bahan dan alat yang digunakan dalam pembuatan lulur beken serta proses produksi dari lulur beken.

Bahan :

- 50.000 gr buah kersen

- Zat pengawet Anti

- Methil paraben

- 2.000 gr beras organic

- Etanol 70 %

- Minyak zaitun

- 1 liter air

Alat:

- Kemasan untuk lulur beken

-

Oven

- Corong buchner

-

Kertas Saring

- Timbangan

-

Baskom

- Gelas ukur

-

Blender

- Sarung tangan

-

Label

Proses pembuatan:

1.Siapkan kersen dan cuci bersih, tiriskan dan anginkan kersen

2.Keringkan buah kersen menggunakan oven dalam suhu 37 derajat celcius selama 4x24 jam sampai kadar air di dalam buah kersen habis dan kering.

3.Tumbuk buah kersen sampai menjadi serbuk.

7

4.Serbuk diekstraksi dengan metode maserasi yaitu dengan cara ditambah etanol 70% sejumlah 5 kali berat serbuk dan dikocok dengan mixer agar serbuk dan etanol menjadi homogen.

5.Diamkan serbuk homogen selama 2x24 jam kemudian disaring dengan corong buchner yang telah dilapisi kertas saring selama 30 menit.

6.Melakukan maserasi pada hasil filtrat hingga didapatkan ekstraksi buah kersen yang kental dan konsentrasinya mendekati 99%.

7.Siapkan beras organik (beras yang belum tercampur dengan bahan-bahan kimia). Beras organic bias didapatkan dari beras yang baru saja digiling.

8.Rendam beras dalam air secukupnya. Diamkan selama satu malam.

9.Pagi

dan tumbuk beras sampai halus, bias juga

harinya

tiriskan

menggunakan blender.

10. Jemur hingga kering. Setelah kering beras akan menjadi seperti bubuk.

11. Campurkan

bubuk

beras

dengan

kersen

dan

minyak

zaitun

sesuai

takaran.

12. Masukkan lulur beken dalam kemasan dan siap di pasarkan.

3.3

Pemasaran

Sebelum penjualan dilakukan, terlebih dahulu harus ada riset sasaran. Riset ini dilakukan dengan pembagian produk secara gratis kepada konsumen seperti mahasiswi serta memperkenalkan lulur ini di acara-acara kesehatan serta kewirausahaan. Mahasiswa (tanpa mitra) sebagai pelaku utama kegiatan komersil ini juga harus melakukan aksi home to home guna mempromosikan produk bernama “Lusi Beken Pelit” ini. Kemudian akan dilanjutkan dengan promosi ke salon-salon sebagai sasaran promosi kedua setelah mahasiswa. Tujuan promosi ini untuk menjalin mitra kerjasama yang dapat menghasilkan profit yang tinggi. Ada tiga poin yang akan membuat produk ini memiliki akses yang luas di masyarakat, yaitu CIF (Cheep, Innovative, and Functional). CIF nantinya juga akan menjadi kunci promosi produk, sehingga ketertarikan konsumen lebih mudah didapatkan.

8

BAB 4

BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN

4.1 Ringkasan Anggaran Biaya

 

No.

 

Jenis Pengeluaran

 

Biaya

1.

Peralatan penunjang

 

3.450.000

2.

Bahan habis pakai

 

5.750.000

3.

Perjalanan untuk pembelian alat, bahan, dan distribusi produk

1.150.000

4.

Lain-lain (publikasi, administrasi, kebutuhan mendadak, laporan)

1.150.000

 

Jumlah

 

11.500.000

4.2 Jadwal Kegiatan

 
     

Bulan

No.

RencanaKegiatan

I

II

III

IV

V

1.

Penyusunan Proposal

         

2.

Peninjauan Sasaran

         

3.

Pembelian Bahan

         

4.

Pembuatan Produk

         

5.

Pengujian Produk

         

6.

Promosi Produk

         

7.

Pemasaran Produk

         

9

DAFTAR PUSTAKA

Choii, Ong Hean.2007.Buah Khasiat Makanan & Ubatan.Kuala Lumpur:Yeohprinco SDN. BHD.

15

Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan

1. Peralatan Penunjang

Material

 

Justifikasi Pemakaian

Kuantitas

Satuan

Jumlah

 

Harga (Rp)

(Rp)

Blender

 

Digunakan untuk menghaluskan bahan

 

2

250.000

500.000

Baskom

 

Untuk mengaduk bahan

 

5

20.000

100.000

Gelas ukur

 

Mengukur takaran bahan

 

5

60.000

300.000

(250 ml)

 

Timbangan

 

Untuk menimbang bahan

 

1

100.000

100.000

biasa

 

Oven

Untuk mengeringkan buah kersen

 

1

300.000

300.000

Corong

 

Untuk mengekstraksi buah kersen

 

3

250.000

750.000

buchner

 

Kemasan

 

Sebagai tempat untuk lulur yang telah siap untuk dipasarkan

 

400

2.500

1.000.000

lulur

 

Kompor

     

1

300.000

300.000

Sarung

   

2 dus

50.000

100.000

tangan

 
 

SUB TOTAL

3.450.000

2.

Bahan Habis Pakai

 

Material

 

Justifikasi Pemakaian

Kuantita

Satuan

Harga

   

s

Harga (Rp)

(Rp)

Buah kersen

Bahan utama pembuatan produk lulur

50.000

30.000

1.500.000

gram

Beras

Bahan campuran untuk membuat lulur

2.000

100.000

200.000

organic

gram

Etanol 70 %

Untuk mengekstraksi buah kersen

4

liter

25.000

100.000

Minyak

Sebagai campuran bahan pembuatan produk

2

liter

150.000

300.000

Zaitun

 

Kertas

Untuk menyaring hasil ekstraksi buah kersen

 

1000

3000

3.000.000

saring

lembar

Methil

Sebagai bahan pengawet alami lulur yang membuat lulur tahan lama

2

Kg

150.000

300.000

Paraben

 

Tabung gas

Menguapkan ekstrak

24 kg

175.000

350.000

isi ulang

 

SUB TOTAL

5.750.000

16

3. Perjalanan

Material

 

Justifikasi Pemakaian

Kuantitas

Harga

Harga

 

satuan

(Rp)

(Rp)

Perjalanan

 

Melakukan pembelian alat dan bahan serta melakukan survey lapangan

 

25

liter

10.000

250.000

kepasar Johar

 

Perjalanan ke

 

Mencari buah kersen

35

liter

10.000

350.000

Semarang

 

Bawah

Perjalanan

 

Lokasi di Ngesrep, Banjarsari, Simpang Lima dan Pleburan

 

25

liter

10.000

250.000

kelokasi

 

penjualan

produk

 

Perjalanan

 

Dilakukan pada bulan ke III, bulan ke IV, dan bulan ke V

30

liter

10.000

300.000

distribusi

 
 

SUB TOTAL

1.150.000

4.

Lain-lain

 

Material

 

Justifikasi pemakaian

Kuantitas

Harga

Harga (Rp)

 

satuan

(Rp)

HVS A4

Untuk mencetak laporan akhir, kemajuan, revisi, dan lain-lain

 

6 rim

50.000

300.000

Jilid dan

Dilakukan selama proses kegiatan

 

Selama

100.000

100.000

sampul

kegiatan

 

Jasa printing

Untuk printing laporan kegiatan

 

Selama

450.000

450.000

kegiatan

 

Biaya

Pembuatan brosur, iklan, leaflet, dan lain-lain

 

Selama

300.000

300.000

Promosi

kegiatan

 
 

SUB TOTAL

1.150.000

SUB TOTAL PERALATAN PENUNJANG (Rp)

3.450.000

SUB TOTAL BAHAN HABIS PAKAI (Rp)

5.750.000

SUB TOTAL PERJALANAN (Rp)

1.150.000

SUB TOTAL LAIN-LAIN (Rp)

1.150.000

TOTAL

11.500.000

17

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan PembagianTugas

No.

Nama/NIM

Program

Alokasi Waktu

Uraian Tugas

Studi

(jam/minggu)

1.

Mela Nofitri

Kesehatan

16

Jam

Koordinasi berjalannya kegiatan produksi

25010115120012

Masyarakat

 

2.

Pelastri Rahayu

Kesehatan

16

Jam

Pengetikan proposal dan laporan

25010115120071

Masyarakat

 

3.

Elizabeth

Kesehatan

16

Jam

Pencarian informasi, data sumber, dan survey lapangan

Zavanya M

Masyarakat

 

25010115120035

4.

Latifa Fajri

Kesehatan

16

Jam

Pengecekkan akhir proposal, laporan, dan lain-lain

Ramdhani

Masyarakat

 

25010114130285