Anda di halaman 1dari 3

Sarah Qodriyani / 145060601111053 / Pengelolaan Energi Terbarukan / Geothermal Energi

Geothermal energi atau energi panas Bumi merupakan energi yang memanfaatkan panas dari
Bumi.

Sekitar 5 kaki di bawah bagian Bumi tempat manusia tinggal, terdapat bagian Bumi dengan
suhu yang konsisten karena tidak pernah berubah seiring pergantian musim, yaitu dengan
suhu 55 derajat Fahrenheit atau sama dengan 12,8 derajat Celcius.
Untuk memanfaatkan energi panas Bumi dalam skala rumah digunakan pompa panas Bumi
yang dihubungkan dengan pipa-pipa yang kuat dan tahan lama, yang saling dihubungkan di
bawah tanah.
Proses mendinginkan rumah:

Pada musim panas, pompa panas Bumi menyerap panas dari dalam rumah kemudian
menyalurkannya ke sistem perpipaan di bawah tanah untuk dipancarkan ke dasar Bumi yang
lebih dingin. Suhu yang nyaman/pas kemudian disalurkan ke ruang-ruang rumah
menggunakan sistem perpipaan tersebut untuk mendinginkan temperatur ruangan.
Proses menghangatkan rumah:
Pada musim dingin, panas disalurkan dari bawah tanah menggunakan sistem perpipaan Di
dalam pompa panas Bumi, panas dari perpipaan bawah tanah ditekan menjadi panas dengan
suhu yang lebih tinggi, kemudian disalurkan ke dalam ruang-ruang di dalam rumah untuk
menghangatkan temperatur ruangan.
Geothermal energy untuk publik:
Geothermal energy untuk publik di Indonesia diadakan dengan PLTP atau Pembangkit
Listrik Tenaga Panas Bumi. Proses kerja PLTP tersebut adalah sebagai berikut:
- Air di reservoir di bawah tanah dipanaskan hingga bertemperatur tinggi dengan magma
- Produksi dilakukan dengan membor dan memasang pipa hingga 10 kaki di bawah
permukaan Bumi, kemudian menyalurkan cairan panas tersebut ke permukaan Bumi.
Penyaluran cairan panas tersebut menyebabkan tekanan berkurang sehingga
membentuk uap.
- Cairan panas dan uap berpindah melalui pipa menuju sebuah pemisah dimana tekanan
semakin berkurang.
- Kemudian, sebagian cairan panas menguap dan dengan cepat menjadi sebuah uap
bertekanan tinggi, sebagian cairan panas yang lain diproses menjadi uap dengan
tekanan sedang atau standar, dan sebagian lain sisa cairan panas diproses menjadi uap
dengan tekanan rendah.
- Seluruh uap bertekanan tinggi, sedang, dan rendah kemudian disalurkan ke sebuah
turbin.
- Tenaga dari uap memutar bilah turbin sehingga mengubah poros menjadi terkoneksi
pada generator listrik.
- Tercipta muatan listrik, kemudian disalurkan pada alat transformator sehingga tegangan
listrik meningkat dan dikirimkan pada kabel listrik.
- Cairan yang tidak berubah menjadi uap kembali pada reservoir di bawah tanah untuk
kemudian dikembalikan menjadi air dan digunakan kembali.