Anda di halaman 1dari 2

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA


PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
Jalan PB Sudirman 80232 Denpasar (0361) 222510 Fax. (0361) 246656, E-mail: psik@fk.unud.ac.id

FORMAT PENILAIAN
Mata Pelajaran : Ilmu Keperawatan Dasar Nama : .......
Kompetensi : Mengatur Posisi Pasien (POSISI FOWLER) NIM :
Pengertian : Posisi fowler merupakan posisi bed dimana kepala dan Nilai
dada dinaikkan setinggi 45-90.

Persiapan alat :

a. Tempat tidur
b. Bantal kecil
c. Gulungan handuk
d. Bantalan kaki
e. Sarung tangan (bila diperlukan)

Prosedur :

No Aspek yang dinilai Skor


0 1 2
Preinteraksi
1. Identifikasi kebutuhan untuk perubahan posisi
2. Siapkan alat-alat yang diperlukan
3. Dekatkan alat-alat
Tahap orientasi
4. Ucapkan salam dan perkenalkan diri, panggil klien dengan namanya
5. Tanyakan kondisi dan keluhan klien
6. Jelaskan tujuan, prosedur, lama tindakan, dan hal yang perlu
dilakukan klien
7. Berikan kesempatan klien/keluarga bertanya sebelum kegiatan
dilakukan
8. Jaga privasi klien
Tahap kerja
9. Cuci tangan dengan gunakan sarung tangan bila diperlukan.
10. Minta klien untuk memfleksikan lutut sebelum kepala dinaikkan.
11. Naikkan kepala bed 45-90 sesuai kebutuhan (fowler rendah/semi
fowler (15-45), fowler tinggi 90).
12. Letakkan bantal kecil di bawah punggung pada kurva lumbal jika ada
celah disana. Bantal akan menyangga kurva lumbal dan mencegah
terjadinya fleksi lumbal.
13. Letakkan bantal kecil di bawah kepala klien.
Bantal akan menyangga kurva cervikal dari columna vertebra.
Sebagai alternatif, kepala klien dapat diletakkan di atas kasur tanpa
bantal. Terlalu banyak bantal di bawah kepala akan menyebabkan
fleksi kontraktur dari leher.
14. Letakkan bantal di bawah kaki, mulai dari lutut sampai tumit.
Memberikan landasan yang lembut dan fleksibel, mencegah
ketidaknyamanan akibat dari adanya hiperekstensi lutut, membantu
klien supaya tidak melorot ke bawah.
15. Pastikan tidak ada tekanan pada area popliteal dan lulut dalam
keadaan fleksi.
Mencegah terjadinya kerusakan pada persyarafan dan dinding vena.
Fleksi lutut membantu supaya klien tidak melorot ke bawah.
16. Letakkan bantal atau gulungan handuk di samping masing-masing
paha klien. Bila ekstremitas bawah klien mengalami paralisa atau
tidak mampu mengontrol ekstremitas bawah, gunakan gulungan
trokhanter selain tambahan bantal di bawah panggulnya.
Mencegah hiperekstensi dari lutut dan oklusi arteri popliteal yang
disebabkan oleh tekanan dari berat badan. Gulungan trokhanter
mencegah eksternal rotasi dari pinggul.
17. Topang telapak kaki dengan menggunakan footboart (bantalan kaki).
Mencegah plantar fleksi.
18. Letakkan bantal untuk menopang kedua lengan dan tangan, bila klien
memiliki kelemahan pada kedua lengan tersebut.
Mencegah dislokasi bahu ke bawah karena tarikan gravitasi dari
lengan yang tidak disangga, meningkatkan sirkulasi dengan
mencegah pengumpulan darah dalam vena, menurunkan edema pada
lengan dan tangan, mencegah kontraktur fleksi pergelangan tangan.
19. Lepaskan sarung tangan dan cuci tangan
TERMINASI
20. Evaluasi perasaan klien, simpulkan hasil kegiatan, berikan umpan
balik positif
21. Kontrak pertemuan selanjutnya
22. Bereskan alat-alat
23. Cuci tangan
DOKUMENTASI
24. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
Total
Sumber: Kusyani, Eni, dkk. 2006. Keterampilan dan Prosedur Laboratorium Keperawarab Dasar, Jakarta: EGC

KETERANGAN
0 = Tidak dilakukan
1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
2 = Dilakukan dengan sempurna
NILAI = (NILAI TOTAL/ 48 X 100%
Mahasiswa dinyatakan tidak lulus bila nilai < 70% dari total nilai seluruh tindakan
Penguji
Nama : ..................................................

TTD : ..................................................