Anda di halaman 1dari 12

Penanganan Syok Anafilaktik

No. Kode :

Terbitan :

KLINIK PRATAMA
SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku


:

:
PERMATA

Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam


1. Pengertian Syok Anafilaktik adalah keadaan alergi yang mengancam jiwa yang ditandai
dengan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba dan penyempitan saluran
pernafasan, menyebabkan penderita jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri.
Hal ini biasanya dipicu oleh reaksi alergi yang disebabkan oleh respon sistem
kekebalan tubuh yang abnormal terhadap benda asing. Zat-zat kimia yang
dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh sewaktu terjadi reaksi alergi
menyebabkan pembuluh darah melebar, menurunkan tekanan darah secara
mendadak dan penurunan aliran darah ke otak. Karakteristik gejala dari
syok anafilaktik termasuk nadi cepat, lemah, ruam pada kulit, mual, muntah
dan anggota gerak yang hangat.
2. Tujuan Sebagai Pedoman kerja bagi petugas medis / paramedis dalam
melakukan pelayanan penanganan Syok Anafilaktik.
3. Referensi Departemen Kesehatan RI. 2002.

4. Prosedur
dalam Berikan ADRENALIN inj. 0,3 cc (1 : 1000)
diagram secara Intra Muskular pada lengan atas
Baringkan
alir
pasien
dengan
Bila perlu dapat diulang tiap 15 menit,
posisi
umumnya diperlukan 1-4kali pemberian
kaki lebih
tinggi.
Pasang tornikuet proksimal dari tempat
suntikan (untuk mencegahpenyebaran),
tornikuet dikendurkan tiap 10 menit

Jaga sistem pernapasan dan sistem kardiovaskuler agar


berjalan baik

Pemberian Infus/ cairan bila


diperlukan
Bila perlu Kortikosteroid dapat diberikan secara intravena

Dosis Dexametason 5 mg / kg BB, dapat diulang tiap 4 6 jam

Bila keadaan tidak membaik, persiapkan rujukan ke


fasilisasKesehatan yang lebih lengkap

5. Unit terkait Ruang Tindakan,Ruang Periksa


Penatalaksanaan Anamnesa
No. Kode :

Terbitan :

KLINIK PRATAMA
SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku


:

:
PERMATA

Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

1. Pengertian Pemeriksaan tubuh pasien secara keseluruhan atau hanya bagian


tertentu yang dianggap perlu

2. Tujuan Sebagai acuan untuk melakukan tindakan pemeriksaan fisik

3. Referensi Departemen Kesehatan RI. 2002

BAGIAN 1. Rambut 2. Extermitas /atas/ bawah


4.Prosedur TUBUH YANG 3. Kepala 4. Genetalia
DIPERIKSA : Muka 6. Telinga
7. Mata 8. Leher
9. Hidung Dada
11. Mulut Perut / abdomen

Selain pemeriksaan di atas perlu diperhatikan juga gejala-gejala objektif


pasien, misalnya :
- Sikap pasien : ketakutan, apatis dan sejenisnya.
- Sikap tubuh : biasa, lordosa atau kyposa

Lakukan pemeriksaan dengan cara


melihat ( inspeksi )

Lakukan pemeriksaan dengan cara


Meraba (palpasi)
Posisikan
Klien Sesuai
kebutuhan
Lakukan pemeriksaan dengan cara
Mengetuk ( palpasi )

Lakukan pemeriksaan dengan cara


mendengar ( auskultasi )

4. Unit terkait Ruang Tindakan,Ruang Periksa


Penatalaksanaan Kejang Demam
No. Kode :

Terbitan :

KLINIK PRATAMA
SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku :


:

PERMATA

Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

DEFINISI Kejang Demam adalah kejang yang terjadi pada kenaikan suhu lebih dari 380C
yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakanium yang bersifat umum, tonik
klonik terjadi beberapa detik sampai 10 menit, penyebab biasanya infeksi
saluran pernafasan atas otitis medis, pneumonia, GE dan infeksi saluran kemih.

TUJUAN Sebagai acuan untuk menangani demam kejang.

KEBIJAKAN Adanya prosedur 10 besar penyakit BP UMUM.

PROSEDUR Prinsip pengobatan : atasi kejang, mencari dan mengobati penyebab, pemberian
provilaksis terhadap berulangnya kejang

Bebaskan jalan nafas

Beri O2 lembab

Berikan diazepam IV 0,3 0,5 mg/kg BB perlahan-


lahan dosis maksimal 20 mg

Jika sukar mencari vena berikan perectal dengan


dosis 0,5 0,75 mg/kg BB (5 mg untuk BB < 10 kg
dan 10 mg untuk BB > 10 kg)

Jika pasien sudah sadar berikan anti piretik dan


antibiotika sesuai penyebabnya

Anti konvulsan profilaksis berikan diazepam 0,3 mg/kg BB/x pemberian diberikan 3 kali/hari
selama demam biasanya 2 3 hari Deferensial diagnostik : meningitis, epilepsi

DOKUMEN Rekam Medis


TERKAIT
PERACIKAN OBAT
No. Kode :

Terbitan :

SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku :


:

KLINIK PRATAMA APOTEK


PERMATA Halaman : KRAMAT FARMA

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Nurhasanah S.Farm. APT

DEFINISI Persiapan pelayanan / peracikan obat untuk diberikan kepada pasien yang telah ditulis oleh
petugas / dokter pemeriksa.

TUJUAN Menjelaskan proses peracikan obat yang baik dan memuaskan untuk dewasa maupun anak
sesuai resep Dokter.

KEBIJAKAN 1. Undang Undang Kesehatan No. 36 tahun 2009.


2. Permenkes RI No. HK 02.02/Menkes/0680/I/2010.
PERSIAPAN 1. Lemari obat. 6. Alat tulis
ALAT & 2. Etiket. 7. Gelas Ukur
BAHAN 3. Kertas Puyer. 8. Plastik Obat + Staples
4. Mortir dan stamper. 9. Baki
5. Sudip / Spatula, Sendok Obat. 10. Lap / Serbet

PROSEDUR 1. Memisahkan antara resep dalam bentuk Puyer dan Non


Puyer.
2. Peracikan obat dalam bentuk Puyer Petugas
a. Menyiapkan alat yang diperlukan untuk meracik yang Menerima
meliputi :
Resep
1) Mortir dan stemper; kecil dan sedang .
2) Sudip untuk membantu mencampur dan
membersihkan atau,
3) Sendok Obat untuk menghitung tablet/kaplet. Memisahkan
4) Baki/wadah lain untuk menghitung tablet/kaplet.
ResepPuyer
5) Lap/serbet yang bersih.
6) Kertas pembungkus puyer, kantong plastik dan etiket. dan Non
7) Alat-alat penunjang lainnya. Puyer
b. Pastikan alat yang dipakai bersih
c. Siapkan obat-obat yang akan diracik sesuai dengan dosis
yang tertera pada resep.
d. Puyer tidak disediakan dalam jumlah besar sekaligus. Peracikan
e. Lakukan peracikan obat dengan menghaluskan sampai Obat
menjadi serbuk obat yang halus dan homogen
f. Tidak mencampur antibiotika di dalam sediaan puyer
g. Bagi serbuk menjadi beberapa bagian yang sama banyak
sejumlah yang tertera pada resep Membungkus,
h. Bungkus serbuk yang telah dibagi
i. Masukkan bungkusan tersebut ke dalam kemasan / Menuliskan
plastik Aturan minum
j. Berikan etiket warna putih yang disertai pencantuman
nama pasien, aturan pakai dan keterangan lain yang
diperlukan sesuai dengan permintaan dalam resep dengan
jelas dan dapat dibaca.
k. Memeriksa kembali jenis dan jumlah obat sesuai Menjelaskan
permintaan pada resep, lalu memasukkan obat ke dalam dan
wadah yang sesuai agar terjaga mutunya.
3. Memberikan obat kepada pasien Memberikan
a. Memberikan obat kepada pasien secara Tepat : Obat Kepada
Nama,umur,alamat Pasien
b. Menjelaskan kepada pasien dengan jelas aturan minum
obat sesuai anjuran
Penatalaksanaan Heacting
No. Kode :

Terbitan :

SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku :


:

KLINIK PRATAMA
PERMATA Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

Pengertian Heacting adalah penjahitan luka terbuka

Tujuan Sebagai acuan penatalaksanaan penjahitan sampai luka tertutup oleh


jahitan untuk menghindari infeksi lanjutan

Kebijakan 1. Paramedis yang sudah terlatih dalam melakukan heacting


2. Semua pasien dengan vulknus laceratum dan luka kurang dari 6 jam
Prosedur PERSIAPAN PERALATAN
1. Hanscoen 6.Spuit 3 cc 11. Bak instrumen steril berisi :
2. Duk Lubang 7.Betadine a. Pinset chirugis d. Nalvouder
steril 8.Alcohol 70% b. Pinset anatomi e. Jarum Kulit
3. Kasa steril 9.Benang Silk c. klem arteri kecil f. Gunting
4. Lidokain steril Kulit 12. Cairan Na Cl
5. Supratul 10. Benang Catgut 13. Cairan H2O2 hodrogen peroksida

PENATALAKSANAAN BAGAN ALIR

1. Perawat menyiapkan alat kedekat pasien dan


menjelasakan kepasien atau keluarga pasien Siapkan alat dan
(informed concern) jelaskan prosedur
2. Perawat memakaia handscoen yang akan dilakukan
3. Dep luka dengan kasa steril, kemudian kepada pasien
bersihkan dengan cairan NaCl. Apabila kotor
siram dengan H2O2 Cuci tangan dan
4. Olesi daerah luka dengan betadine Pakai Handscoon
5. Olesi dengan kapas alcohol, lalu suntikan
lidokain injeksi 2 cc disekitar pingiran luka
Dep Luka dan
tunggu 5 menit kemudian Anastesi
6. Dep lagi luka dengan kasa steril kemudian bila Bersihkan
ada pembuluh darah yang terpotong diklem
diikiat dengan benang catgut Desinfektan area
7. Pegang bibir luka dengan pinset chirugis, kalau luka dan anastesi
ada kotoran ambil dengan pinset anatomi
8. Pasang jarum kulit dan benang kulit dinalvolder, Jahit Luka dan tutup
lalu jahit bibir luka dengan rapi, setelah luka luka
ditutup olesi dengan betadine. Kemudian beri
supratul,lalu tutup dengan kasa steril dan Cuci tangan dan
verband. rapihkan alat
9. Bersihkan daerah bekas luka
10. Duk bolong dibuka Jelaskan tentang
11. Cuci tangan dan Rapihkan alat perawatan luka
12. konseling pada pasien (anjuran untuk pada pasien
menjaga sterilitas didaerah luka)
Penatalaksanaan Anastesi Lokal
No. Kode :

Terbitan :

SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku


:

:
KLINIK PRATAMA
PERMATA Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

Pengertian Anastesi Lokal adalah teknik memasukan Obat yang mampu menghambat
konduksi syaraf

Tujuan Untuk menghilangkan atau mengurangi rasa nyeri pada tubuh ketika
dilakukan tindakan pembedahan atau heacting

Prosedur 1. Pasien masuk ke dalam ruangan tindakan


2. Setelah pasien mengisi dan menandatangani lembar Jelaskan prosedur
informed consecnt petugas menyiapkan alat, yang akan di
diantaranya: spuit 3/5 cc, Lidokain 1%, Kassa lakukan
sterile, betadine dan sarung tangan.
3. Dokter atau perawat memberi tahu pasien akan Cuci tangan dan
dilakukan penyuntikan untuk mengurangi rasa pakai handscoon
sakit saat tindakan panjahitan atau pembedahan
minor lainnya
4. Dokter atau perawat menggunakan sarung tangan. Siapkan lidocain 1
Bersihkan area yang akan dilakukan tindakan % pada spuit 3 cc
dengan kassa sterile dan betadine.
5. Pasang doek atau kain steril untuk memperkecil
Pasang duk
ruang tindakan.
lobang steril
6. Masukkan jarum pada ujung laserasi atau luka dan
dorong masuk kearah bawah antara mukosa dan
kulit sepanjang luka mengikuti garis dimana jarum
Desinfektan Area
jahitnya akan masuk atau keluar
7. Aspirasi dan kemudian injeksikan anastesi tersebut yang akan di
sambil menarik jarum ke titik dimana jarum injeksi
masuk. Atau jika tidak dilakukan aspirasi maka
setelah spuit dimasukkan sampai dalam kemudian Injeksikan dan
ditarik sambil disemprotkan perlahan-lahan aspirasi
8. Hentikan penginjeksiaan anastesi atau jarum
dicabut tapi dibelokkan kembali jarum sepanjang
garis lain dimana direncanakan akan dibuat Tunggu beberapa
jahitan. menit dan cek
9. Ulangi proses penusukan jarum pada ujung luka rasa nyeri pada
disebelahnya, sehingga seluruh daerah pasien
kemungkinan akan dijahit sudah dianastesi.
10. Tunggu beberapa lama dan sambil melakukan
penekanan dengan gaas pada luka Jika sudah tidak
11. Tanyakan apakah pasien merasa nyeri atau tidak merasa nyeri,
12. jika ibu merasa nyeri jangan dulu melakukan Lakukan tindakan
penjahitan selanjutnya (
13. jika pasien sudah tidak merasa nyeri,lakukan heacting/bedah
penjahitan luka atau tindakan pembedahan minor minor )
lainnya
PEMBERIAN IMUNISASI DPT-HB COMBO
No. Kode :

Terbitan :

SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku


:

:
KLINIK PRATAMA
PERMATA
Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

Tujuan DPT agar anak mempuNyai daya tahan terhadap penyakit Dipteri, Pertusis,
Tetanus dan Hepatitis B
Ruang Semua pasien yang akan melakukan imunisasi DPT pada anak berumur 2-11
Lingkup
bln

Alat dan a. Vaksin DPT d. Handscoon


Bahan
b. b. Spuit disposible e. Penurun Panas ( parasetamol )
c. Kapas alkohol f. Safety Box
Prosedur a. Petugas mencuci tangan
b. Pastikan vaksin yang akan di gunakan
c. Jelaskan kepada ibu anak tersebut, umur anak (2-11 bulan) jumlah
suntikan 3x untuk imunisasi DPT.
d. Ambil 0,5 cc vaksin DPT
e. Bersihkan 1/3 paha bagian luar dengan kapas steril (air panas)
f. Suntikan secara intra muskuler (im)
g. Terangkan kepada ibu anak tersebut, tentang panas akibat DPT, berikan
obat penurun panas / antipiretik kepada ibu anak tersebut.
h. Anjurkan kompres hangan di lokasi penyuntikan.
i. Rapikan alat-alat
j. Petugas mencuci tangan
k. Mencatat dalam buku

Diagram
Alir Siapkan Alat Mencuci Memastikan Menjelaskan
dan Bahan Tangan Ketepatan Prosedur
Vaksin Tindakan

Menyiapkan Desinfektan area yang Rapikan Alat,Cuci


Vaksin pada akan di injeksi dan Tangan,
Spuit injeksikan secara IM Dokumentasikan
PEMBERIAN IMUNISASI POLIO
No. Kode :

Terbitan :

SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku


:

:
KLINIK PRATAMA
PERMATA
Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

Tujuan Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi polio agar anak mempunyai daya
tahan terhadap penyakit polio.
Ruang Semua pasien yang akan melakukan imunisasi polio di unit pelayanan
Lingkup Posyandu pada anak berumur 0 - 11 bln

Alat dan a. Pinset


Bahan b. Vaksin polio dan pipet

Prosedur a. Petugas mencuci tangan


b. Menjelaskan Prosedur yang akan dilakukan
b. Pastikan vaksin polio dalam keadaan baik (perhatikan nomor , kadaluarsa
dan vvm )
c. Buka tutup vaksin dengan menggunakan pinset / gunting kecil
d. Pasang pipet diatas botol vaksin
e. Letakkan anak pada posisi yang senyaman mungkin
f. Buka mulut anak dan teteskan vaksin volio sebanyak 2 tetes
g. Pastikan vaksin yang telah diberikan ditelan oleh anak yang diimunisasi
h. Jika di muntahkan atau di keluarkan oleh anak, ulangi lagi penetesan
i. Saat meneteskan vaksin ke mulut, pastikan agar vaksin tetap dalam
kondisi steril
j. Rapikan Alat
k. Petugas mencui tangan

Diagram Siapkan Alat Mencuci Memastikan Menjelaskan


Alir dan Bahan Tangan Ketepatan Prosedur
Vaksin Tindakan

Buka tutup
vaksin, Teteskan vaksin 2 tetes Rapikan Alat,Cuci
Pasang pipet pada mulut pasien, Tangan,
diatas botol pastikan vaksin ditelan Dokumentasikan
PEMBERIAN IMUNISASI BCG
No. Kode :

Terbitan :

SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku


:

:
KLINIK PRATAMA
PERMATA
Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

Tujuan Sebagai acuan dalam pemberian imunisasi Bacillus Calmette Guerin (BCG )
agar anak mempunyai daya tahan terhadap penyakit Tuberkulosis (TBC)
Ruang Semua pasien yang akan di imunisasi BCG di unit pelayanan statis pada anak
Lingkup
berumur kurang dari 2 bulan

Alat dan a. Vaksin BCG d. Disposibel 5 cc untuk melarutkan


Bahan
b. Pelarut vaksin e. Kapas steril (air panas)
c. Spuit disposible 0,05 cc f. Safety Box
Prosedur a. Petugas mencuci tangan
b. Pastikan vaksin dan spuit yang akan di gunakan
c. Larutkan vaksin dengan cairan pelarut BCG 1 ampul ( 4 cc )
d. Pastikan anak belum pernah di BCG dengan menanyakan pada orang tua
anak tersebut
e. Ambil 0.05 cc vaksin BCG yang telah kita larutkan tadi
f. Bersihkan lengan dengan kapas yang telah dibasahi air bersih, jangan
menggunakan alkohol / desinfektan sebab akan merusak vaksin tersebut
g. Suntikan vaksin tersebut sepertiga bagian lengan kanan atas (tepatnya pada
insertio musculus deltoideus) secara intrakutan (ic) / dibawah kulit
h. Rapikan alat-alat
i. Petugas mencuci tangan
j. Mencatat dalam buku

Diagram
Alir Siapkan Alat Mencuci Memastikan Menjelaskan
dan Bahan Tangan Ketepatan Prosedur
Vaksin Tindakan

Menyiapkan Desinfektan area yang Rapikan Alat,Cuci


Vaksin pada akan di injeksi dan Tangan,
Spuit injeksikan secara IC Dokumentasikan
PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK
No. Kode :

Terbitan :

SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku


:

:
KLINIK PRATAMA
PERMATA
Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

Tujuan Sebagai acuan dalam pemberian imunmsasi campak agar anak mempunyai
daya tahan terhadap penyakit campak
Ruang Semua pasien yang akan di imunisasi Unit pelayanan posyandu padi anak
Lingkup
berumur 9 bulan

Alat dan A. Pinset C. Vaksin Pelarut E. Handscoon


Bahan
B. Disposible Spuit D. Safety Box

Prosedur a. Petugas mencuci tangan


b. Pastikan vaksin dalam keadaan baik
c. Buka tutup vaksin denggunakan Pinset
d. Larutkan dengan cairan pelarut campak yang sudah ada (5 cc)
e. Pastikan umur anak tepat untuk di imunisasi campak (9 bulan)
f. Ambil 0,5 cc vaksin campak yang telah dilarutkan tadi
g. Bersihkan lengan kiri bagian atas anak dengan kapas steril (air panas).
h. Suntikan secara subcutan (sc)
i. Rapikan alat
j. Cuci tangan petugas
k. Dokumentasikan

Diagram
Alir Siapkan Alat Mencuci Memastikan Menjelaskan
dan Bahan Tangan Ketepatan Prosedur
Vaksin Tindakan

Menyiapkan Desinfektan area yang Rapikan Alat,Cuci


Vaksin pada akan di injeksi dan Tangan,
Spuit injeksikan secara SC Dokumentasikan
PEMBERIAN IMUNISASI TT ( Tetanus Toxoid )
No. Kode :

Terbitan :

SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku


:

:
KLINIK PRATAMA
PERMATA
Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

Tujuan Sebagai acuan untuk melaksanakan suntikan TT untuk pemberian kekebalan


aktif terhadap tetanus.
Ruang Petunjuk kerja ini mencakup unit pelayanan di ruang tindakan, unit
Lingkup
pelayanan KIA yang diberikan pada ibu hamil dan calon penganten

Alat dan a. Pinset c. Spuit 0,5 cc e. Handscoon


Bahan
b. Kapas Desinfektan d . Vaksin TT f. Safety Box

Prosedur a. Lakukan identifikasi dan anamnesa dengan menanyakan pada pasien :


Nama, Umur dan alamat
Apakah ada alergi terhadap obat-obatan
b. Pastikan kondisi pasien dalam keadaan sehat
c. Siapkan bahan dan alat suntik
d. Ambil vaksin dengan jarum dan semprit disposible sebanyak 0,5 ml
e. Persilahkan pasien duduk
f. Oleskan kapas alkohol pada lengan kiri bagian atas
g. Suntik pada lengan kiri bagian atas secara intra musculer
h. Buang jarum bekas suntikan ke dalam kotak
i. Persilahkan pasien menunggu 15 menit di luar, dan jika tidak terjadi efek
samping pasien boleh pulang
j. Catat pada buku status dan KMS ibu hamil

Siapkan Alat Mencuci


Memastikan Menjelaskan
Diagram dan Bahan Tangan dan
Ketepatan Prosedur
serta memakai
Alir Vaksin Tindakan
anamnesa handscoon

Menyiapkan Desinfektan area yang Rapikan Alat,Cuci


Vaksin pada akan di injeksi dan Tangan,
Spuit injeksikan secara IM Dokumentasikan
Penatalaksanaan Pemasangan Infus
No. Kode :

Terbitan :

SOP No. Revisi

Tgl. Mulai Berlaku


:

:
KLINIK PRATAMA
PERMATA
Halaman :

Ditetapkan Oleh Di Sahkan Oleh

Manajemen Klinik Pratama Permata Dr. Munirul Anam

DEFINISI Pemasangan cairan atau obat langsung ke dalam pembuluh darah vena
dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang lama dengan menggunakan
infuse

TUJUAN Untuk memenuhi kebutuhan cairan dan memberikan obat langsung melalui
vena pasien

KEBIJAKAN Dilakukan pada pasien yang membutuhkan cairan dan pengobatan


intravena

PROSEDUR 1. Persiapan alat


a. Standard infuse f. Gunting Siapkan Alat dan
b. Cairan infuse g. Plester Pasien
c. Handscoon h. Pengalas Jelaskan Prosedur
d. Kapas alcohol i. Bengkok tindakan kepada
pasien
e. Gaas Bethadine
2. Persiapan pasien
a. Pasien diberi penjelasan Mencuci Tangan
dan memakai
b. Perawat cuci tangan handscoon
c. Bawa alat kedekat pasien
d. Cek dan pasang cairan yang akan
Siapkan dan
diberikan, gantungkan di standard infuse
Desinfektan Area
e. Pasang pengalas
yang akan di pasang
3. Pelaksanaan
infus
a. Cuci tangan
b. Siapkan area yang akan dipasang Tusukan Abocath
c. Tekan vena yang akan ditusuk pada vena yang telah
d. Desinfeksi area yang akan ditusuk dengan ditentukan
diameter 5 10 cm
e. Tusukkan jarum / abocath pada vena yang
Sambungkan selang
telah ditentukan infus dengan abocat,
f. Tutup bagian yang ditusuk dengan gaas dan tutup dengan
bethadine, fiksasi yang kuat kasa betadine, fiksasi
g. Atur tetesan infuse sesuai program dengan plester
pengobatan
h. Catat waktu pemasangan, jenis cairan dan Atur tetesan infus,
jumlah tetesan di status rapihkan pasien dan
i. Pasien dirapihkan dan alat alat dibereskan alat
j. Mencuci tangan
Mencuci Tangan