Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Sindroma dan kelainan mental organik


Sub Pokok Bahasan : Demensia pada usia lanjut
Hari / tgl :
Pukul :
Sasaran : Lansia
Tempat :

A. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan 30 menit, diharapkan lansia memahami tentang
demensia.
2. Tujuan Khusus
Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang demensia, lansia dapat :
a) Menyebutkan pengertian demensia.
b) Menyebutkan penyebab demensia
c) Menyebutkan tanda dan gejala demensia.
d) Menyebutkan pencegahan dan perawatan demensia.

B. SASARAN
Lansia di Dusun Pengodongan dan Karang Pande

C. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

D. MATERI
Terlampir

E. MEDIA
1. Power point (PPT), LCD, leaflet/brosur (terlampir).

F. PENGORGANISASIAN & URAIAN TUGAS


1. Moderator : Hulatun Nisa
2. Penyuluh / Pengajar : Muliana Rustalina P
3. Fasilitator : rolly humandri
4. Observer : irwan Setiawan

G. PELAKSANAAN KEGIATAN
No. Kegiatan Penyuluh Peserta Waktu
1. Pembukaan a. Memberi salam a. Menjawab salam 5 menit
b. Menjelaskan tujuan b. Mendengarkan dan
memperhatikan
2. Kegiatan Inti a. Menjelaskan a. Mendengarkan dan 15 menit
pengertian demensia memperhatikan
b. Menjelaskan tanda b. Mendengarkan dan
dan gejala demensia memperhatikan
c. Menjelaskan c. Mendengarkan dan
penatalaksaan memperhatikan
d. Mendengarkan dan
demensia
d. Menyebutkan memperhatikan
pencegahan dan
perawatan demensia.
e. Menyebutkan prinsip
utama perawatan
demensia
3. Penutup a. Melakukan Tanya a. Bertanya atau 10 menit
jawab dengan peserta menjawab
penyuluhan
b. Mendengarkan dan
b. Menutup penyuluhan
memperhatikan
dan menyimpulkan
c. Menjawab salam
c. Mengucapkan salam

H. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a) Kesiapan mahasiswa dalam memberikan materi penyuluhan
b) Media dan alat memadai
c) Waktu dan tempat penyuluhan sesuai dengan rencana kegiatan
2. Evaluasi Proses
a) Pelaksanaan penyuluhan sesuai dengan jadwal yang direncanakan
b) Peserta penyuluhan kooperatif dan aktif berpartisipasi selama proses
penyuluhan
3. Evaluasi Hasil
80% pertanyaan dapat dijawab oleh peserta.
MATERI
DEMENSIA

A. Defenisi Demensia
1. Dimensia adalah gangguang fungsi intelektual tanpa gangguan
fungsi fegetatif atau keadaan yang terjadi. Memori, pengetahuan umum,
pikirean absatrak, peneliayan dan interprestasi atau komunikasi tertulis atau
lisan dapat terganggu. (Elizabeth J. Corwin, 2009).
2. Dimensia adalah sindroma klinis yang meliputi warnanya hilang
fungsi intelektual dan memori yang sedemikian berat sehingga menyebabkan
disfungsi hidup sehari-hari. Dimensia merupakan keadaan ketika seorang
mengalami penurunan daya ingat dan daya piker lain yang secara nyata
mengganggu aktifitas kehidupan sehari-hari. (Nugroho, 2008)

B. Penyebab demensia
1. Intoksikasi (obat, termasuk alkohol, dan lain-lain)
2. Infeksi susunan saraf pusat
3. Gangguan metabolic
4. Gangguan nutrisi
5. Gangguan vesikuler (dimentia nulti-infrak, dll)
6. Lesi desak ruang
7. Hidrosefalus bertekanan normal
8. Depresi (pseudo-dinentia defrensif)
9. Penyakit degeneratif progresif : Penyakit alzheiner, dick ,Parkinson,
hantinton

C. Tanda dan gejala demensia


1.) Rusaknya seluruh jajaran fungsi kognitif
2.) Awalnya daya ingat jangka pendek
3.) Gangguan kepribadian dan perilaku
4.) Deficit neurologi dan fokal
5.) Mudah tersinggung, bermusuhan, agitasi dan kejang
6.) Gangguan psikotik : halusinasi dan paranoid
7.) Keterbatasan ADL
8.) Lupa meletakan barang penting
9.) Sulit mandi, makan, dan berpakaian
10.) Inkontenensia urine
11.) Tidak dapat makan dan menelan, mudah terjatuh dan
keseimbangan buruk
12.) Menurunnya daya ingat
13.) Orientasi waktu dan tempat

D. Pencegahan & Perawatan Demensia


Menurut Kushariyadi ( 2010) Hal yang dapat kita lakukan untuk menurunkan resiko
terjadinya demensia diantaranya adalah menjaga ketajaman daya ingat dan
senantiasa mengoptimalkan fungsi otak, seperti :
1. Mencegah masuknya zat-zat yang dapat merusak sel-sel otak seperti alkohol
dan zat adiktif yang berlebihan
2. Membaca buku yang merangsang otak untuk berpikir hendaknya dilakukan
setiap hari.
3. Melakukan kegiatan yang dapat membuat mental kita sehat dan aktif
4. Kegiatan rohani & memperdalam ilmu agama.
5. Tetap berinteraksi dengan lingkungan, berkumpul dengan teman yang
memiliki persamaan minat atau hobi
6. Mengurangi stress dalam pekerjaan dan berusaha untuk tetap relaks dalam
kehidupan sehari-hari dapat membuat otak kita tetap sehat
DAFTAR PUSTAKA

Elizabeth J. Corwin .2009. Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : EGC


Kushariyadi. 2010. Askep Pada Klien Lanjut Usia. Salemba Medika : Jakarta
Nugroho. 2008. Keperawatan gerontik dan geriatrik. Edisi 3. Jakarta: EGC.