Anda di halaman 1dari 5

REVIEW JURNAL

Judul PENGARUH AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR


PUBLIK TERHADAP PERWUJUDAN
TRANSPARANSI AKUNTABILITAS DAN KONSEP
VALUE FOR MANEY (studi kasus di RSUD kelas B di
Kabupaten Subang)
Jurnal Dimensia Volume 11 No. 2 , September 2014:25-66
Penulis Icih dan asro Nur Astuti
Review Indra Wahyudi (140221100108)
Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk
mengetahui akuntansi keuangan sektor publik,
transparansi, akuntabilitas, value for money dan pengaruh
akuntansi keuangan sektor publik terhadap transparansi,
akuntabilitas dan konsep value for money.
Dalam penelitian ini ada empat variabel yang
digunakan, yaitu: akuntansi keuangan sektor publik,
transparansi, akuntabilitas dan value for money. Adapun
metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode deskriptif analisis dengan jumlah sampel yang
diteliti sebanyak 29 responden.
Data yang diperoleh berskala ordinal, kemudian
ditransformasikan menjadi skala interval dengan
menggunakan Method of Successive Interval. Metode
analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan
koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis dengan
menggunakan uji t.
Dengan menggunakan analisis regresi sederhana
diperoleh persamaan: Y1 = 10,804 + 0,101 X; Y2 = 1,655
+ 0,431 X; dan Y3 = 3,668 + 0,613 X. Berdasarkan hasil
uji t mengenai pengaruh akuntansi keuangan sektor
publik terhadap transparansi, akuntabilitas dan konsep
value for money menunjukkan bahwa terdapat pengaruh
yang signifikan antara akuntansi keuangan sektor publik
terhadap akuntabilitas dan konsep value for money. Hal
ini dapat dilihat dari hasil pengujian hipotesis dimana H0
ditolak, karena thitung(b) 7,367 > ttabel 2,052; dan thitung(c)
3,850 > ttabel 2,052. Sedangkan hasil uji t menunjukkan
bahwa akuntansi keuangan sektor publik tidak
berpengaruh signifikan terhadap transparansi, karena
thitung(a) 1,809 < ttabel 2,052 atau dengan kata lain H0
diterima.
Berdasarkan hasil koefisien determinasi, diketahui
pengaruh akuntansi keuangan sektor publik terhadap
transparansi sebesar 10,8%; pengaruh akuntansi
keuangan sektor publik terhadap akuntabilitas sebesar
66,8%; dan pengaruh akuntansi keuangan sektor publik
terhadap value for money sebesar 35,4%.

Kata kunci : Akuntansi Keuangan Sektor Publik,


Transparansi, Akuntabilitas, Konsep Value
for Money.

Isu Penelitian 1. Pemerinta di negara manapun di seluruh dubia


mengupulkan, mengatur, dan membelanjakan dana
masyarakat ribuan miliar dolar dengan tujuan
peningkatan taraf hidup masyarakat.
2. Pemerintah diberikan kepercayaan oleh rakyat untuk
mengelola aset dan kewajiban yang telah diakumuliasi
selama puluhan tahun sehinga akan berpengaruh
terhadap kesejahteraan warga negara di masa yang
akan datang
3. Sebuah demokrasi yang sehat membutugkan warga
negara yang percaya akan kredibilitas politisi dan
pejabat serta masyarakat yang peduli terhadap proses
bisnis.
4. Mengutakan tuntutan masyarakat menganai
akuntabilitas atas lembaga-lembaga publik, baik pusat
maupun daerah. Dikarenakan organisasi sektor publik
memiliki tujuan tidak mencari keuntungan, dimiliki
oleh pulik atau masyarakat, aset yang dimiliki tidak
berupada saham yang dapat diperjual belikan, dan
segala keputusan di dalamnya berdasarkan konsesus.
Motivasi 1. Memberikan Gambaran kepada masyarakat mengenai
pentingnya penyajian informasi yang keuangan yang
berkualitas dengan adanya etonomi daerah.
2. Untuk menjelaskan mengenai transparansi dalam
mewujudkan akuntabilitas publik guna mencapai good
governance (accounting for governance)
3. Penerapan good governance dalam sektor publik
berupa trasparasi, responsiility, konsensus, equality,
efisiensi, dan efektifitas.
4. untuk mencari hubungan antara Akuntansi sektor
publik dengan Trasaparansi, akuntabilitas, dan Vaue
For Money (3E, efektif, Ekonomis, dan efisien)
Teori Yang 1. teori yang mendasari adalah teori keagenan yang
Mendasari dimana sebagai prinsipal adalah masyarakat dan
sebagai agent adalah pemerintah/RSUD Kelas B
Kabupaten Subang
2. Rumah Sakit (RSUD kelas B di Kabupaten Subang)
merupakan organisasi sektor publik yang mengaharus
melakukan transparansi, auntabilitas, dan value for
money khususnya dalam finansial, dengan
menggunakan alat yang nanya akuntansi keuangan
sektor publik sehingga nantinya menjelaskan pengaruh
akuntansi keuangan sektor publik terhadap
perwujudan transparansi, akuntabilitas dan vaue for
meney.
Metodelogi 1. Menggunakan metode Diskriptip analisis.
Penelitian 2. Terdapat 4 varibel,
a. X = Akuntansi Keuangan Sektor Publik
b. Y1 = Transparansi
c. Y2 = Akutabilitas
d. Y3 = Value For Money
3. Teknik Pengumpulan data yang digunakan adalah
pengamatan, wawancara, studi dokumentasi, dan
kuesioner.
4. Populasi yang digunakan terdiri 4 orang dari jajaran
manajemen dan 37 orang dari para pegawai. Jumlah
kuesinoer yang kembali hanya 29 dari 41 kuesioner.
5. Metode analisis data menggunakan analisis regresi
sederhana dan koefisien determinasi, serta pengujia
hipotesis dengan menggunakan Uji t.
6. =5%
Hasil Berdasar hasil uji t mengenai pengaruh akuntansi keuangan sektor
publik terhadap transparansi, akuntablitias dan Value For Money
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara akuntansi
keuangan sektor publik terhadap akuntabilitas dan value for money.
Dan tidak berpengaruh signifikan terhadap transparansi.
Berdasrakn hasil koefisien determinasi,pengaruh akuntansi
keuangan sektor publik terhadap transparansi sebesar 10,8%,
terhadap akuntabilitas 66,8% dan terhadap Value For Money
sebesar 35,4%.
Kesimpulan 1. Penerapan Akuntansi Keuangan Sektor Publik dinilai
telah sangat sesuai, hal ini dapat dilihat dari total
jawaban kuesioner sebesar 1268 yang berada pada
interval 1222 1454 atau mencapai 87,45%.
2. Transparansi dinilai telah sesuai. Hal ini dapat dilihat
dari total jawaban kuesioner sebesar 487 yang berada
pada interval 398 491 atau mencapai 83,97%.
3. Akuntabilitas dinilai telah sesuai. Hal ini dapat dilihat
dari total jawaban kuesioner sebesar 557 yang berada
pada interval 496 612. atau mencapai 76,83%.
4. Value for money dinilai telah cukup sesuai. Hal ini
dapat dilihat dari total jawaban kuesioner sebesar
958 yang berada pada interval 756 988 atau
mencapai
66,07%.
5. Berdasarkan hasil uji t dengan menggunakan SPSS,
dengan df = 27 dan = 5%, diperoleh nilai t hitung
untuk hipotesis (a) = 1,809; hipotesis (b) = 7,367; dan
hipotesis (c) = 3,850. Sedangkan nilai t tabel = 2,052.
Berdasarkan perbandingan nilai t hitung dengan ttabel,
dapat diketahui bahwa dari ketiga hipotesis tersebut,
hanya hipotesis (b) dan (c) saja yang memiliki t hitung >
ttabel, yaitu 7,367 > 2,052 dan 3,850 > 2,052. Artinya
bahwa akuntansi keuangan sektor publik berpengaruh
signifikan terhadap akuntabilitas dan value for money.
Sedangkan hipotesis (a) memiliki thitung < ttabel, yaitu
1,809 < 2,052 yang artinya bahwa akuntansi
keuangan sektor publik tidak berpengaruh signifikan
terhadap transparansi. Berdasarkan hasil perhitungan
koefisien determinasi, diperoleh nilai R square X
terhadap Y1 sebesar 10,8%. Artinya, pengaruh
akuntansi keuangan sektor publik terhadap
transparansi sebesar 10,8%. Nilai R square X
terhadap Y2 sebesar 66,8%. Artinya, pengaruh
akuntansi keuangan sektor publik terhadap
akuntabilitas sebesar 66,8%. Sedangkan nilai R
square X terhadap Y3 sebesar 35,4%. Artinya,
pengaruh akuntansi keuangan sektor publik terhadap
value for money sebesar 35,4%. Jadi, dapat dikatakan
bahwa akuntansi keuangan sektor publik memiliki
pengaruh yang paling besar terhadap akuntabilitas
publik.
6. Adapun faktor lain yang mempengaruhi transparansi,
akuntabilitas dan value for money seperti akuntansi
manajemen dan sistem pengendalian manajemen serta
audit sektor publik pada organisasi/lembaga-lembaga
publik belum diteliti.
7. Penelitian ini hanya memfokuskan RSUD sebagai
SKPD. Penelitian ini belum memperhatikan RSUD
sebagai Badan Layanan Umum yang mempunyai
konsekuensi hukum yang berbeda dari RSUD sebagai
SKPD.
Keterbatasan 1. Perlunya penyelenggaraan pelatihan, seminar dan
artikel/makalah workshop yang lebih intensif, baik internal
maupun eksternal, sebab berdasarkan data yang
diperoleh penyelenggaraan pelatihan, seminar dan
workshop, baik internal maupun eksternal pada
tahun 2009, menurun sebesar 53,3% dibandingkan
dengan penyelenggaraan pada tahun 2008, yaitu
dari 45 kali pada tahun 2008 menjadi 24 kali
pada tahun 2009. Jika memungkinkan, ada
baiknya agar organisasi melakukan perbandingan
antara biaya organisasi dengan biaya organisasi
lain yang sejenis yang dapat diperbandingkan,
misalnya dengan rumah sakit umum daerah kelas
B lainnya atau rumah sakit swasta yang setaraf
guna mengetahui apakah penggunaan dana
organisasi telah dilakukan secara ekonomi dalam
membiayai kebutuhannya.
2. Bagi peneliti selanjutnya dapat
mengembangkan sampel penelitian, tidak hanya
pada lingkup internal rumah sakit saja, tetapi juga
pada lingkup eksternal, misalnya: keluarga
pasien/pasien. Selain itu, perlu diteliti pula segi-
segi lain dari akuntansi sektor publik, seperti:
akuntansi manajemen sektor publik, audit sektor
publik, dan lain sebagainya.
3. Penelitian selanjutnya disarankan agar
memfokuskan penelitian kepada kedudukan
RSUD sebagai Badan Layanan Umum.