Anda di halaman 1dari 14

BAB II

LAPORAN KEGIATAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA

2.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan PSG


Waktu pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) dilaksanakan
mulai pada tanggal 09 Januari 2017 bertempat di Rumah Sakit Surya Asih
Pringsewu dan di akhiri pada tanggal 31 Maret 2017.

2.2. Sejarah Singkat Tempat Pendidikan Sistem Ganda (PSG)


Pada tahun 1982 profesi sebagai tenaga medis tidak langsung menjadi
tumpuan masyarakat sekitar terhadap pelayanan masyarakat khususnya
dibidang kesehatan. Keadaan tersebut menjadi alasan tersendiri untuk
mendirikan BPS dengan tiga buah tempat tidur. Peningkatan pelayanan
kesehatan terus diupayakan sehingga pada tahun 1984 BPS tersebut
menambah fasilitasnya menjadi 8 buah tempat tidur. Mengingat laju
pertumbuhannya yang cenderung meningkat, maka pada tahun 1986
didirikanlah Rumah Bersalin Surya Asih Pringsewu dengan 16 tempat
tidur. Selanjutnya pada tahun 1992 ditambah tempat tidurnya menjadi
25 buah.
Mengingat kebutuhan terhadap peningkatan fasilitas dan
pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin mendesak, maka pada tahun
1997 dibuatlah kamar operasi lengkap dengan peralatan yang
mendukungnya. Selanjutnya pada tahun 2000 Rumah Bersalin Surya Asih
dikembangkan menjadi Rumah Sakit Surya Asih dengan melengkapi
fasilitas, tenaga medis dan paramedis serta meningkatkan pelayanan.
Dengan berkembangnya Kecamatan Pringsewu menjadi Kabupaten
Pringsewu, RS Surya Asih pun turut serta berupaya mendukung
pembangunan Kabupaten Pringsewu terutama di bidang kesehatan. Hasil
pengamatan menunjukkan bahwa peningkatan jumlah penduduk di
kabupaten Pringsewu terus berkembang, baik penduduk pribumi maupun
pendatang. Oleh karena itu, RS Surya Asih terus berupaya meningkatkan
pelayanan terhadap masyarakat, baik dengan penambahan fasilitas, sumber
daya manusia, dan pelayanan.

3
2.3. STRUKTUR ORGANISASI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT SURYA ASIH

Direktur RS Surya Asih


dr. Hetti Frawati Br Simamora

Direktur Penunjang Medis


dr. Lita Ria Astrianti,Sp.,OG

Apoteker Penanggung Jawab Apotek


Herawati,S.F.,Apt

Asisten Apoteker Asisten Apoteker


Rita Apriyani,Amd.,F Nur Hasanah,Amd.,F

Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana Pelaksana


Nita Listiowati Tri Atmaja Dewi Sinta Desi Elya Sari Dita Desmita Nanda Martatian Sutri Rahayu

4
2.4. Uraian Teknis Kerja
Uraian teknis kerja adalah kegiatan apa saja yang dilakukan pada saat
melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Uraian Teknis Kerja di R.S
Surya Asih Pringsewu dilaksanakan mulai tanggal 9 Januari 2017.
Kegiatan yang dilakukan antara lain :
Hari pertama pelaksanaan PSG penulis melakukan Observasi,
mengamati tempat dan teknis kerja serta diberi pengarahan oleh
pembimbing DU/DI. Sehingga penulis dapat lebih mengenali dan
memahami tempat dan cara kerja yang baik dan benar. Pembimbing juga
membagi seluruh siswa menjadi dua kelompok pada sift yang berbeda-beda
dan pembimbing juga member pengarahan mengenai etos kerja, cara kerja,
jam kerja dan tata tertib yang ada di Instansi tersebut.
Hari berikutnya penulis mulai memahami tempat diletakkannya
berbagai jenis obat yang ada seperti obat generic, paten, psikotropika dan
narkotika serta jenis injeksinya. Selain itu, penulis juga memahami jenis-
jenis alat kesehatan dan fungsinya. Seperti spuit, selang oksigen, infuse,
tranfusionset dan lain-lain.
Hari-hari berikutnya penulis mulai melayani resep dari dokter dengan
arahan dan bimbingan langsung oleh apoteker. Saat melayani resep terdapat
beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain yaitu:

2.4.1 Skrining Resep


Melingkupi kelengkapan data yang ada pada resep seperti
Inkripsio (nama, alamat, SIK dan tandatangan dokter), Preskipsio
(jumlah dan nama obat), Signature (nama, berat badan, alamat, dan
umur pasien serta aturan pakai).

2.4.2 Penyiapan Obat


a. Peracikan Obat
Merupakan kegiatan menyiapkan, menimbang, mencampur,
mengemas dan memberikan etiket tepat pada wadah. Dalam
melaksanakan peracikan obat harus dibuat suatu prosedur tetap

5
dengan memperhatikan dosis, jenis dan jumlah obat serta
penulisan etiket yang benar.
b. Kemasan Obat yang Diserahkan
Obat hendaknya dikemas dengan rapi dalam kemasan yang
cocok sehingga terjaga kualitasnya.
c. Penyerahan Obat
Obat yang telah selesai dikerjakan sebelum diserahkan kepada
pasien harus dilakukan pemeriksaan akhir terhadap kesesuaian
antara obat dengan resep. Penyerahan obat dilakukan oleh
apoteker disertai pemberian informasi obat dan konseling
kepada pasien dan tenaga kesehatan.
d. Informasi Obat
Apoteker harus memberikan informasi yang benar, jelas dan
mudah dimengerti, akurat, tidak bias, etis, bijaksana dan terkini.
Informasi obat pada pasien sekurang-kurangnya meliputi : cara
pemakian obat, cara penyimpanan obat, jangka waktu
pengobatan, aktivitas serta makan dan minum yang harus
dihindari selama pengobatan.
e. Konseling
Apoteker harus memberikan konseling mengenai sediaan
farmasi, pengobatan dan perbekalan kesehatan lainnya.
Sehingga dapat memperbaiki kualitas hidup pasien atau
bersangkutan terhindar dari bahaya penyelahgunaan atau
penggunaan salah sediaan farmasi atau perbekalan kesehatan
lainnya.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan, antara lain :

2.4.3 Menulis Copy Resep atau salinan Resep


Copy resep merupakan salinan tertulis dari suatu resep. Istilah lain
dari copy resep adalah Apograph atau Exemplum. Salinan
resep adalah salinann yang dibuat oleh apotek. Salinan memuat
semua keterangan yang terdapat dalam resep asli juga harus memuat:

6
1. Nama dan alamat apotek.
2. Nama dan SIPA pengelola apotek
3. Tanda tangan / paraf apoteker pengelola apotek
4. Tanda det (detur) untuk obat yang sudah diserahkan, tanda
net.det untuk obat yang belum diserahkan, det.ori (detur
original) untuk resep dengan tanda ITER.
5. Tanggal pembuatan dan nomor resep.

Salinan resep dapat digunakan sebagai ganti resep misalnya bila


sebagian obat diambil atau untuk mengulang resep asli diganti
dengan copy resep untuk mengambil yang sebagian tersebut.

2.4.4 Membuat Obat Sediaan Serbuk atau Pulves


Pulves atau sediaan terbagi. Obat-obatan yang sudah diambil
dan dihitung sesuai dengan permintaan dokter pada resep. Lalu,
dimasukkan kedalam lumping atau blender obat. Kemudian, gerus
hingga homogen. Jika sudah tercampur rata dan homogen, siapkan
perkamen dengan sesuai permintaan resep. Tuangkan keatas
perkamen, kemudian bagi serbuk sama rata pada masing-masing
perkamen. Selanjutnya, bungkus dengan rapi dan beri etiket.

2.4.5 Membuat Obat Sediaan Kapsul


Saat meracik obat yang pertama dilakukan adalah mencuci
tangan. Lalu, mengambil obat sesuai dengan resep. Kemudian, obat
dimasukan kedalam lumpang dan digerus secara bersamaan sampai
halus. Setelah itu, obat yang telah digerus tersebut dituangkn keatas
perkamen. Selanjutnya, menyusun cangkang kapsul pada capsul
filler dan obat dimasukkan kedalam cangkang kapsul secara merata
dan kapsul ditutup hingga rapat.

7
2.4.6 Mencairkan Syrup Kering atau Dry Syrup
Syirup kering bisa berupa suspensi kering. Obat yang terdapat
pada syrup kering awalnya adalah serbuk. Saat obat akan diberikan
kepada pasien, syrup dicairkan terlebih dahulu menggunakan air
minum yang telah diberi tanda panah yang menandakan batas air
yang harus ditambahkan. Beri air secara sedikit demi sedikit. Lalu,
kocok agar serbuk tercampur rata dan tidak mengental dibawah.

2.4.7 Membuat Etiket


Penulisan etiket harus disesuaikan dengan signa yang telah
tertulis pada resep. Untuk etiket obat luar ditandai dikertas yang
berwarna biru. Sedangkan, untuk obat dalam penulisan etiket pada
kertas berwarna putih.

2.4.8 Stock Obname


Stock Obname merupakan proses berkala untuk menghitung
fisik barang dengan dan persediaan. Dalam dunia farmasi, Stock
Obname dilakukan pada semua obat-obatan jenis paten, generik,
maupun narkotika dan psikotropika, injeksi serta alat kesehatan.

2.4.9 Mengambil Stock Obat dan Alat Kesehatan di Gudang Farmasi


Apabila stock dalam intalasi farmasi rumahsakit habis baik
sediaan obat paten dan generik, kecuali narkotika dan psikotropika.
Injeksi cairan dan alat kesehatan maka pihak karyawan farmasi dapat
melakukan pemesanan ( mutasi ) pada kepala gudang farmasi. Saat
mengambil obat dan alat kesehatan wajib mencatat pada kartu stock
yang telah ada, jumlahnya harus disesuaikan dengan barang yang
telah diambil. Jika ada obat serta alat kesehatan yang baru dating
dari industri maka perlu diperiksa terlebih dahulu dengan jumlah dan
jenis yang tertera pada faktur. Setelah itu obat dan alat kesehatan
disusun sesuai dengan abjad dan jenisnya. Lalu, ditulis pada kartu
stock.

8
Setelah melakukan PSG di R.S Surya Asih yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2017. Adapun kegiatan yang penulis lakukan di
Apotek, antara lain :

2.4.10 Melayani Konsumen


Pelayanan di Apotek berbeda dengan pelayanan di Rumah
Sakit. Di apotek, dalam memberikan pelayanan pada konsumen
dapat dilakukan secara langsung oleh karyawan seperti kegiatan
konseling dan penyerahan obat kepada konsumen. Dalam melayani
konsumen diperlukan etika yang baik. Melayani dengan cara
mendengarkan dan memahami kebutuhan serta keluhan konsumen.

2.4.11 Mencatat di Kartu Stock Obat


Obat-obatan yang baru saja datang dari industri diperiksa
terlebih dahulu dengan jumlah dan jenis yang tertera pada faktur.
Setelah itu obat diberi harga yang telah ditentukan. Kemudian obat
disusun rapi sesuai dengan abjad dan jenisnya. Lalu, dicatat pada
kartu stock.
Tanggal 31 Maret 2017 siswa-siswi PSG dijemput oleh
Pembimbing Sekolah beserta Kepala Jurusan dan Ketua Pelaksana
Pendidikan Sistem Ganda (PSG). Pelaksanaan penjemputan
bertempat di R.S Surya Asih Pringsewu. Acara tersebut berisi
permintaan maaf dari pihak Rumah Sakit maupun dari pihak
sekolah. Dan setelah selesai, dilanjutkan dengan berfoto bersama
denagan pihak Rumah Sakit dan apoteker.

2.5 Implementasi Keselamatan Kerja


Menurut undang-undang keselamatan kerja merupakan segala upaya
untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan saat melakukan
pekerjaan dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup serta
produktivitas nasional.

9
Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Maka
dari itu di Instalasi Farmasi R.S Surya Asih selalu mengutamakan
keselamatan kerja di Instalasi Farmasi sangat terlihat dari beberapa kegiatan
yang di lakukan para karyawan untuk menghinbdari kecelakaan kerja saat
jam kerja berlangsung. Berikut ini beberapa hal yang dilakukan untuk
menghindari kecelakaan kerja
1. Bekerja secara teliti
2. Membersihkan tangan sebelum dan sesudah meracik obat
3. Bila perlu menggunakan sarung tangan dan masker saat meracik obat
4. Membersihkan kembali alat peracikan setelah selesai digunakan
5. Diusahakan tidak menghirup obat secara langsung
6. Disediakan alat pemadam kebakaran ( APAR).

2.6 Hasil Yang Dicapai


Hasil yang dicapai penulis dalam kegiatan Pendidikan Sistem Ganda
(PSG) antara lain :
a. Dapat melakukan Pekerjaan Kefarmasian
b. Mengetahui cara melayani dan member informasi obat kepada pasien di
apotek.
c. Mengetahui cara memesan dan menerima barang, obat, atau alat
kesehatan dari distributor atau pedagang besar farmasi.
d. Menambah pengalaman dan wawasan yang lebih luas mengenai
Pekerjaan Kefarmasian dan Dunia Usaha/Dunia Industri.

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil Pendidikan Sistem Ganda di Instalasi Farmasi
R.S Surya Asih, penulis telah mendapatkan pengalaman dan ilmu
pengetahuan yang belum pernah di dapatkan antara lain :
1. Mengetahui cara melayani konsumen dengan cara yang baik dan benar.
2. Mengetahui bagaimana cara menerima resep, meracik obat, dan memberi
informasi kepada konsumen.
3. Mengetahui cara mengisi kartu stock, menyusun obat sesuai letak dan
jenis obat berdasarkan isinya dan cara penyimpanan obat.
4. Mengetahui alat kesehatan yang ada di perbekalan farmasi.

3.2 Saran-saran
Setelah saya melakukan Pendidikan SIstem Ganda, saya ingin
memberikan saran yang mungkin akan dipertimbangkan untuk lebih
meningkatkan dimasa yang akan datang. Yaitu, diharapkan memberikan
pembekalan lebih kepada siswa-siswi mengenai ruang lingkup kerja
farmasi, agar siswa lebih siap dalam menghadapi kegiatan PSG.
Sekolah tetap mengadakan program ini dan ditingkatkan lebih baik
lagi. Supaya dapat mendukung kinerja siswa dalam belajar, memicu
terciptanya tenaga kerja yang professional dan siap kerja.

11
DAFTAR PUSTAKA

https://jodenmot.wordpress.com/2013/03/07/pendidikan-sistem-ganda-di-smk/.
Minggu, 26 Februari 2017
https://vharzoma.wordpress.com//-prakerin-di-apotek-anak-sehat-majaengka/.
Kamis, 2 Maret 2017
https://richardokiki.wordpres.com/2015/04/14/undang-undang-dan-peraturan-
yang-mengatur-pelaksanaan-k3/. Sabtu, 4 Maret 2017
https://uraianresep.blogspot.com/2011/03/perihal-copy-resep.html/.
Senin, 6 Maret 2017

12
LAMPIRAN

13
14
15
16