Anda di halaman 1dari 7

Materi dan Pembelajaran IPA SD

Modul 4
Kegiatan Belajar I
Kandungan Gizi dan Gizi Seimbang
Perbedaan antara zat makanan atau nutrient/zat gizi dan bahan makanan.
Zat makanan atau nutrizen (Zat Gizi) adalah : satuan-satuan yang menyusun
bahan makanan tersebut. bahan makanan disebut juga komoditas pangan dalam
perdagangan yaitu: apa yang dibeli, dimasak dan disusun menjadi hidangan pada
umumnya didalam bahan makanan telah mengandung.
Zat gizi yaitu Karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. secara
umum pangan dikelompokan menjadi 2 yaitu: pangan hewani dan pangan nabati.
Pangan hewani daging telur pangan nabati meliputi serelia, kacang-kacangan,
sayur. Penggolongan pangan yang digunakan FAD dikenal sebagai Disire Dictary
Pattern (pola pangan harapan PPH) yang terdiri dari 9 macam yaitu: 1. padi-
padian, 2. umbi-umbian, 3. pangan hewani, 4. minyak dan lemak, 5. buah biji
berminyak, 6.kacang-kacangan, 7.gula, 8.sayur, 9. buah.
Zat gizi dibutuhkan untuk hidup sehat adalah kerbohidrat, protein, lemak,
vitamin, mineral dan air. Vitamin ini disebut juga sebagai zat organic (yang
susunannya mengandung karbohidrat). Sedang mineral dan air adalah zat
anorganik didalam tubuh zat tersebut berfungsi sebagai sumber energy
(karbohidrat, protein dan lemak). Zat pembangun untuk tumbuh dan berkembang
dan mengganti sel-sel yang rusak (protein, lemak dan vitamin). Sumber zat
pengatur (vitamin, mineral dan air). Sumber zat pengatur yang dibutuhkan
jumlahnya kecil yang disebut juga zat gizi mikro.
Yang termasuk zat gizi mikro adalah vitamin dan mineral. Mineral, gizi
mikro (mikronutrien) dalam tubuh bersama dengan vitamin berfungsi dalam
proses metabolisme unsur gizi mikro (karbohidrat, protein dan lemak). Mineral
bersifat esensial karena merupakan unsur anorganik yang memiliki fungsi
fisiologis yang tidak dapat konvepasi dari zat gizi lain yang tersedia dalam
makanan yang dikonsumsi.
Kurang gizi bisa menyebabkan mudah lelah. Anak yang kurang gizi mempunyai
resiko lebih besar menderita inveksi. Kegemukan di usia dini menyebabkan
terjadinya penyakit degenerative dimasa remaja. Misalnya : penyakit jantung dan
pembuluh darah diabetes militus (gula darah) kanker, obesitas dan osteoporosis.
Masalah lain yang dapat terjadi adalah anemia gizi besi, gangguan akibat
kurangnya yodium (GAKY) mempunyai gejala antara lain: pembesaran kelenjar
teroid (gondok) dan kretin (cebol) dan cacat mental yang permanen.
Penyebab terjadinya GAKY adalah kurangnya air yang mengandung
yodium. Sehingga hasil pertanian dan hewan, manusia dapat kekurangan yodium.
Sehingga menimbulkan anak usia sekolah rendah kecerdasannya. Cara
mengatasinya dengan : pemberian kapsul minyak beryodium dan konsumsi garam
beryodium.

A. Makan Pagi
Makan pagi sebaiknya terdiri dari makanan sumber zat tenaga, sumber zar
pembangunan, dan sumber zat pengatur. Tidak makan pagi akan beresiko
menderita gangguan kesehatan berupa menurunnya kadar gula darah. Tanda-
tandanya antara lain: lemah, keringat dingin, pingsan. Bagi anak sekolah
menyebabkan merosotnya konsentrasi belajar.

B. Bekal Makanan
Kandungan gizi makanannya sebaiknya mengandung 300 kalori, 5-7 gram
protein.

C. Warung Sekolah
Warung sekolah seharusnya memenuhi cukup gizi

D. Gizi Seimbang
Anak sekolah harusnya diberi gizi seimbang

E. Menu Seimbang
Menu seimbang adalah hidangan makanan yang mengandung zat-zat gizi
dalam jumlah dan kualitas yang sesuai kebutuhan tubuh untuk hidup sehat
secara optimal. Syarat-syaratnya adalah sebagai berikut:
1. Harus memenuhi kecukupan gizi
2. Mempunyai kombinasi dan keanekaragaman
3. Sesuai dengan komposisi (jumlah) keluarga
4. Sesuai dana yang tersedia
5. Menu makanan harus seimbamg
Manfaatnya antara lain:
1. Dapat menjamin kualitas gizi makanan yang sesuai kebutuhan
2. Kombinasi makanan
3. Sesuai dana yang ada
4. Efisien waktu dan tenaga

Pemberian nutrisi pada anak harus diperhatikan karena dapat membantu


pertumbuhan fisik, terhindar dari resiko berbagai penyakit seperti kegemukan,
keropos tulang dan diabetes. Kalsium yang diperoleh dari susu, ikan, kacang-
kacangan serta zat besi dapat diperoleh dari ikan, ayam, daging, tempe, onsom,
kacang dan sayuran hijau bisa membantu pertumbuhan tulang dan mencegah
anemia pada anak.
Kegiatan Pembelajaran 2
Penilaian gizi pada makanan
Kelebihan gizi disebut juga gizi lebih mempunyai resiko tinggi untuk menjadi
gemuk dan rawan terhadap penyakit degenerative yaitu: penyakit jantung, darah
tinggi, diabetes, dan kanker.
A. Pengaruh cara perlakuan (pengolahan) penyimpanan (pengawetan) terhadap
kandungan gizi.
Bahan makanan mengalami kerusakan perubahan penyimpangan tersebut
terjadi pada warna, aroma yang ditimbulkan, bentuk, kekerasan maupun cita
rasa. Penyebab kerusakan bahan makan dikelompokan menjadi:
1. Kerusakan mikrobiologis, mekanis, fisik, kimia dan biologis
2. Kerusakan mekanis
3. Kerusakan fisik dan kimia
4. Kerusakan biologis
5. Tanda-tanda kerusakan bahan makanan

a. Kerusakan Mikrobiologis
Pada makanan disebabkan oleh jenis mikroba yaitu : bakteri Kapang dan
Khamir. Mikrobiologis dapat membahayakan kesehatan manusia karena
racun yang dihasilkan mikroba. Umumnya golongan bakteri mudah
merusak bahan makanan yang mengandung protein dan berkadar air
tinggi. Bahan pangan yang telah rusak akibat mikroba. Mempunyai ciri
khas sebagai berikut:
1. Pembusukan
2. Berlendir
3. Berlendir kental
4. Perubahan warna
Kerusakan bahan makanan disebabkan oleh Kapang dapat terlihat secara
kasat mata. Karena permukaan bahan makanan berbulu dan berwarna
hitam jenis pergillus biasanya pada bahan yang mengandung pati, selulosa,
dan pectin. Pada kacang-kacangan ditumbuhi jenis Aspergillus Flavus
berwarna kehijauan kapang jenis ini dapat mengeluarkan racun allatoksin
yang bersifat karsionogenik (penyebab kanker)

Kerusakan bahan pangan oleh khamir (ragi) sering terjadi pada bahan
makanan berasam rendah (PH4-4,5) serta kadar gula tinggi. Khamir
Rhodotorula yang berwarna merah sering tumbuh pada asinan dan daging
yang difermentasi saccharomyces Rouxii dan schizosaccharomyces
octosporus sering merusak sirup, selai manisan dan madu. Racun yang
terdapat dalam makanan kaleng disebut Clostiridium Botulinum.

b. Kerusakan Mekanis
Kerusakan mekanis adalah kerusakan bahan makanan yang disebabkan
karena benturan mekanis, misalnya buah sedang dipanen. Gejala yang
timbul antara lain: memar, sobek, retak atau pecah.

c. Kerusakan Fisik dan Kimia


Kerusakan fisik dapat terjadi akibat perlakuan-perlakuan fisik seperti cara
pengolahan dengan penggorengan, pengeringan, dan pendinginan.

d. Kerusakan Biologi
Kerusakan biologis adalah kerusakan yang disebabkan oleh serangga,
binatang penggerak, dan rusak secara fisiologis. Penyakit Salmonellosis,
Leptospirosis ditularkan melalui tinja atau urin tikus yang mencemari
makanan. Kerusakan fisiologis menjadi kerusakan yang disebabkan oleh
reaksi metabolism dalam bahan secara alami. Daging dipotong akan
mengalami perubahan metabolism.

e. Tanda-tanda Kerusakan Bahan Makanan


Penyimpangan sebagai akibat peningkatan tekanan yakni sebagai berikut:
1. Flipper : kondisi kaleng flat satu ujung kaleng ditekan maka ujung
yang lain cembung
2. Sprinter : kedua ujung kaleng dapat cembung atau bila bagian yang
cembung ditekan bagian lain akan cembung.
3. Soft Swell : kedua ujung kaleng cembung tetapi tekanan gas cukup
rendah sehingga dapat di penyokkan.
4. Hard Swell : tekanan gas tinggi dalam kaleng sehingga tidak dapat
dipenyokkan dengan tangan
5. Breather : Kaleng dengan kebocoran singkat. Sehingga udara masuk
atau keluar tetapi mikroba tidak masuk

B. Pengolahan-Pengolahan dan Penyimpanan Terhadap Kandungan Gizi


Makanan

Banyak factor yang akan mempengaruhi seorang dalam memilih dan


mengkonsumsi makanan di antaranya factor ekonomi sosial budaya dan faktor
pengetahuan. Tanda-tanda kerusakan baik secara organoleptic maupun secara
objektif. Beberapa kriteria bahan makanan yang dapat dipilih:
1. Serealia dan kacang-kacangan, pilihan yang kering tidak berlubang dan apek
2. Buah dan sayur, pilih yang segar
3. Daging dan ikan pilih dengan cara 4m (melihat,meraba,mencium dan
menekan)
4. Susu dan hasil olahannya pilih susu yang homogeny, tidak menggumpal
5. Telur ayam buras, ras, itik dan seterusnya pilih telur yang kulit masih utuh
tidak retak dan kotor.
6. Makanan kaleng (awetan)

C. Gizi pada makanan tradisional dan pada makanan siap saji bahan makanan di
oleh dengan kemajuan teknologi mempunyai dampak positif maupun
negative karena produksi pangan tidak terlepas dari penggunaan zat adiktif
yang berbahaya.
D. Pengertian Makanan Siap Saji dan Kesehatan Konsumen
1. Makanan siap saji
Makanan siap saji adalah suatu makanan yang dikemas dan mudah
disajikan, praktis atau diolah dengan cara sederhana.
2. Zat adiktif
Adalah zat kimia yang dicampurkan kedalam makanan, tujuannya untuk
meningkatkan kualitas dan rasa.
3. Kemasan makanan tujuannya
Meningkatkan penampilan produk dan memudahkan transportasi
4. Sehat
Adalah fungsi organ tubuh secara fisiologis normal

E. Jenis zat adiktif dan kemasan makanan


1. Jenis zat adiktif
Menurut Majeed (1996) dibagi beberapa kelompok berdasarkan tujuan
penggunaanya.
2. Kemasan siap saji
Pengemasan harus memperhatikan food grade dan food safety menurut
ketua pengemasan Indonesia Hengky Darmawan
3. Manfaat makanan siap saji
4. Bahaya/dampak makanan siap saji
Dampak negative zat adiktif terhadap kesehatan dapat secara langsung
maupun tidak langsung, jangka pendek maupun jangka panjang.

F. Makanan Tradisional