Anda di halaman 1dari 3

1.

Pembuatan Medium
Menimbang pisang, tape singkong dan gula merah dengan perbandingan 7:2:1
untuk satu resep.
Memotong-motong pisang dan tape singkong dan mengiris gula merah menjadi
potongan yang kecil-kecil.
Menambahkan air secukupnya pada potongan pisang dan tape singkong,
kemudian menghaluskannya dengan cara memblender.
Memasukkan pisang dan tape singkong yang telah di blender ke dalam panci
kemudian memanaskannya diatas kompor dengan api sedang selama 45 menit.
Memasukkan gula merah yang telah diiris-iris ke dalam panci sebelum medium
matang.
Setelah 45 menit, mengangkat medium dari kompor kemudian mengisi botol selai
yang telah dicuci dan di keringkan dengan medium dan segera menutupnya
dengan gabus penutup.
Kemudian mendinginkannya dengan cara memasukkan botol pada bak atau
baskom yang berisi air secukupnya.
2. Menyiapkan Stok Induk
Medium yang telah didinginkan dalam botol selai ditambahkan 4 butir yeast
dan memasukkan kertas pupasi dalam botol tersebut.
Memasukkan beberapa botol pasang D. melanogaster sesuai dengan strain pada
setiap botol selai berisi medium yang telah disiapkan.
Memberi identitas atau label yaitu dengan memberi tanda berupa tanggal
pemasukan D. melanogaster dan nama strain.
Menunggu hingga ada pupa yang menghitam, kemudian mengampul pupa
tersebut ke dalam botol ampul yang telah diberi sedikit irisan pisang (tiap selang
mpul berisi satu pupa).
Menunggu hingga pupa menetas sehingga siap untuk dikawinkan atau siap untuk
melakukan persilangan.

3. Pembuatan medium dengan berbagai konsentrasi sakarin


Dilakukan penimbangan terhadap berat medium.
Setelah diperoleh berat medium maka segera menghitung konsentrasi sakarin
dengan mengacu pada berat medium tersebut. Misalnya berat medium 50 gram
dan akan membuat sakarin dengan konsentrasi 5%, maka penghitungannya adalah
(5 / 100) x 50 gram = 0,25 gram. Hal yang sama dilakukan pada konsentrasi
sakarin yang lain.
Memasukkan sakarin dengan konsentrasi tertentu ke dalam botol selai dan
menambahkan medium hingga berat mencapai 50 gram.
Mengaduk dengan segera medium yang telah diberi perlakuan tersebut.
4. Persilangan F1
Memasukkan satu ekor D. melanogaster strain N dan ym pada masing-masing
medium yang telah diberi perlakuan konsentrasi sakarin.
Memasukkan satu ekor D. melanogaster strain N dan ym pada masing-masing
medium yang telah diberi perlakuan konsentrasi sakarin.
Memasukkan satu ekor D. melanogaster strain N dan bdp pada masing-
masing medium yang telah diberi perlakuan konsentrasi sakarin.
Memasukkan satu ekor D. melanogaster strain N dan bdp pada masing-
masing medium yang telah diberi perlakuan konsentrasi sakarin.
Masing-masing persilangan diulang sebanyak 3 kali.
Setelah dua hari, melepas D. melanogaster jantan dari persilangan.
Setelah terdapat larva pada botol persilangan, betina dipindahkan ke medium
baru.
Setelah terdapat pupa yang menghitam, pupa tersebut di ampul dan menuliskan
kode pada botol ampul untuk persilangan F2 nya.
Menghitung fenotip yang muncul ketika pupa menetas pada persilangan selama 7
hari berturut-turut.
5. Persilangan F2
Memasukkan satu ekor D. melanogaster strain N betina hasil persilangan dari F1
dengan ym jantan resesif dari stok pada masing-masing medium yang telah diberi
perlakuan konsentrasi sakarin.
Memasukkan satu ekor D. melanogaster strain N betina hasil persilangan dari F1
dengan bdp jantan resesif dari stok pada masing-masing medium yang telah
diberi perlakuan konsentrasi sakarin.
Masing-masing persilangan di ulang sebanyak 3 kali.
Setelah dua hari D. melanogaster jantan dari persilangan dilepas.
Setelah terdapat larva pada botol persilangan, betina dipindahkan ke medium baru.
Menghitung fenotip yang muncul ketika pupa menetas pada persilangan selama 7
hari berturut-turut.