Anda di halaman 1dari 18

STANDAR

ADENDUM
SPLN D3.010-1: 2015
Lampiran Peraturan Direksi
PT PLN (PERSERO) PT PLN (Persero) No. 0197.P/DIR/2016

ADENDUM
SPESIFIKASI KABEL TEGANGAN RENDAH
Bagian 1: Kabel Pilin Udara

PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160

i
STANDAR
ADENDUM
SPLN D3.010-1: 2015
Lampiran Peraturan Direksi
PT PLN (PERSERO) PT PLN (Persero) No. 0197.P/DIR/2016

ADENDUM
SPESIFIKASI KABEL TEGANGAN RENDAH
Bagian 1: Kabel Pilin Udara

POWERQUALITY

PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M-1/135 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
ADENDUM
SPESIFIKASI KABEL TEGANGAN RENDAH
Bagian 1: Kabel Pilin Udara

Disusun oleh :

Kelompok Bidang Distribusi Standardisasi


dengan Keputusan Direksi
PT PLN (Persero)
No. 277.K/DIR/2012

Kelompok Kerja Standardisasi


Revisi Kabel LVTIC
dengan Keputusan Direksi
PT PLN (Persero)
No. 477.K/DIR/2013

Diterbitkan oleh:
PT PLN (Persero)
Jl. Trunojoyo Blok M-1/135, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12160
SPLN D3.010-1: 2015 ADENDUM

Prakata

Adendum standar ini sebagai penyempurnaan SPLN D3.010-1: 2015, sehingga dalam
penerapannya dapat dilakukan di Laboratorium PLN dan memudahkan dalam pelaksanaan
pengadaan material distribusi oleh Unit-unit PLN.
Adendum meliputi penyempurnaan pada butir 6.2.2.5; tabel 2; tabel 4; tabel 7; tabel 8;
butir 7.2; butir 9.1.
Dengan dilakukan adendum pada standar ini, maka semua spesifikasi kabel tegangan rendah
kabel pilin udara mengacu pada SPLN D3.010-1: 2014 + adendum SPLN D3.010-1:2015.

i
SPLN D3.010-1: 2015 ADENDUM

Adendum
Spesifikasi Kabel Tegangan Rendah
Bagian 1: Kabel Pilin Udara

Tabel 2. Karakteristik Kawat Inti Netral Penggantung Kabel NFA2X-T

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Kawat aluminium Kawat baja

Stress
Luas minimum Pemu- Berat
penampang Jumlah/ Toleransi Kuat tarik Jumlah/ Toleransi Kuat tarik Diamater
pada luran lapisan
Diameter diameter minimum Diameter diameter minimum mandrel
pemuluran minimum seng
1% 1)
2
mm2 buah/mm mm MPa buah/mm mm MPa MPa % X OD g/m

35 6/2,73 0,030 170 1/2,73 0,04 1140 1310 3,0 1 230


50 6/3,26 0,033 165 1/3,26 0,05 1100 1290 3,5 1 245
70 6/3,85 0,039 160 1/3,85 0,06 1100 1290 4,0 1 260
95 26/2,16 0,030 180 7/1,68 0,03 1170 1340 3,0 1 200

1)
CATATAN : Ketentuan seting ekstensometer dan stress awal mengikuti Tabel I IEC 60888.

6.2.2.5 Bahan kawat baja

Bahan kawat baja untuk konduktor inti netral penggantung adalah baja berlapis seng
(zinc-coated steel wire) jenis regular strength grade; kelas pelapis (coating) A, sesuai IEC
60888, dengan ketentuan:
Berat jenis 7,78 kg/dm3;
Kadar seng pada pelapis minimum 99,85 %;
Stress minimum pada pemuluran 1 % harus memenuhi Tabel 2 kolom 5;
Kuat tarik dan pemuluran harus memenuhi Tabel 2 kolom 6 dan 7;
Berat lapisan seng harus memenuhi Tabel 2 kolom 9;
Lulus uji wrapping dengan diameter mandrel sesuai Tabel 2 kolom 8.

Tabel 4. Konstruksi Insulasi Inti Kabel NFA2X-T

1 2 3 4 5
Luas Inti fase [mm] Inti netral penggantung [mm]
Penampang Tebal
Diameter luar insulasi Tebal insulasi Diameter luar insulasi
konduktor insulasi
[mm] Nom Min Maks Nom Min Maks
35 1,6 10,0 11,2 1,5 11,0 12,0
50 1,6 11,1 12,6 1,6 12,6 13,5
70 1,8 13,3 15,4 1,6 14,6 15,5
95 1,8 14,6 16,9 1,6 17,1 18,1
120 1,8 15,6 18,5 - - -

1
SPLN D3.010-1: 2015 ADENDUM

6.3.2.3 Diameter luar insulasi

Diameter luar insulasi harus memenuhi Tabel 7 kolom 3.

Tabel 7. Konstruksi insulasi inti kabel NFA2X

1 2 3

Luas penampang Tebal insulasi Diameter luar insulasi


konduktor
Nom Min Maks
2
mm mm mm mm
10 1,2 6,4 7,0
16 1,2 7,0 8,1
25 1,4 8,6 10,0
35 1,6 10,0 11,2

Tabel 8. Karakteristik kabel pilin NFA2X

1 2 3 4 5 6 7
Resistans KHA pada suhu
Langkah pilinan [cm] Beban
Ukuran DC pada udara sekitar Berat kabel
putus
kabel 20 C 35 C [kg/km]
Min Maks [kN]
[/km] [A]

2x10 21 35 3,08 54 3,22 100,4

2x16 23 38 1,91 72 5,15 144,2

4x10 25 42 3,08 54 6,44 200,8

4x16 28 46 1,91 72 10,30 288,4

4x25 35 58 1,20 102 16,10 437,8

4x35 41 67 0,868 125 22,50 603,7

7.2 Penandaan pada permukaan kabel

Permukaan insulasi dari inti netral dan inti netral penggantung harus diberi penandaan
sekurang-kurangnya:
Tulisan SPLN D3.010-1 : 2014;
Tanda pengenal pabrikan;
Kode jenis kabel, jumlah inti dan luas penampang dalam mm2;
Tegangan pengenal.
Cara penandaan adalah dengan cetak tinta atau cetak timbul.
Penandaan harus jelas dan tidak mudah terhapus dengan jarak antar penandaan tidak
melebihi 50 cm.

2
SPLN D3.010-1: 2015 ADENDUM

9. Pengujian

9.4 Pengujian Jenis

Pengujian jenis dilakukan oleh PLN Puslitbang.


Suatu jenis/ukuran kabel dinyatakan lulus pengujian jenis, jika sampel kabel tersebut lulus
semua mata uji yang tercantum pada Tabel 11 kolom 4.
Untuk pengajuan uji jenis pabrikan harus mengirimkan dokumen yang diterbitkan oleh
pabrikan pemasok material mengenai:
Laporan uji dan komposisi bahan aluminium;
Kadar seng pada lapisan baja penguat;
Laporan uji dan komposisi bahan baja penguat.
Laporan uji jenis hanya berlaku untuk jenis dan ukuran penampang dari kabel yang diuji,
sehingga setiap jenis kabel harus mempunyai laporan tersendiri. Laporan pengujian jenis
kabel NFA2X-T inti 3 dinyatakan berlaku juga untuk NFA2X-T inti 2 untuk ukuran
konduktor yang sama.

3
Pengelola Standardisasi :

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan


Jl. Durentiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762,
www.pln-litbang.co.id
Pengelola Standardisasi :

PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan Ketenagalistrikan


Jl. Durentiga, Jakarta 12760, Telp. 021-7973774, Fax. 021-7991762,
www.pln-litbang.co.id