Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH PEMBANGUNAN NASIONAL NKRI

Standar
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan
karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar. Penulisan makalah ini
diajukan untuk memenuhi syarat yang diberikan oleh dosen matakuliah Kewarganegaraan yaitu
Bapak Donny Apdian, S.IP.
Kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Donny Apdian, S.IP selaku dosen pembimbing
mata kuliah Kewarganegaraan yang telah membimbing kami sehingga dapat menyelesaikan
tugas makalah ini dengan semaksimal kami. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang telah membantu baik secara langsung ataupun tidak langsung dalam pembuatan
makalah ini.

Kami menyadari bahwa makalah ini memiliki kekurangan dan kesalahan. Oleh karena itu kritik
dan saran sangat kami harapkan untuk kesempurnaan tugas-tugas selanjutnya.

Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi pembaca.

Karawang, 10 Juni 2016

Kelompok 5

Daftar Isi

Kata Pengantar
.. i

Daftar Isi
.. ii

Bab I Pendahuluan

Latar Belakang .
1
Perumusan Masalah
2
Tujuan
.. 2
Manfaat
. 2
Metodelogi
. 2
Bab II Landasan Teori

Sejarah Pembangunan Nasional 3


Faktor Faktor Penghambat Pembangunan . 4
Faktor Faktor Pelancar Pembangunan .. 6
Pembangunan Di Era Globalisasi . 8
Dampak Globalisasi Dalam Pembangunan . 9
Pemberdayaan Daerah . 10
Pembangunan Masyarakat Daerah . 10
Susunan Utama Pembangunan . 11
Bab III Pembahasan

Pengertian Pembangunan ..
12
Hakikat Pembangunan Nasional 13
Tujuan Pembangunan Nasional . 13
Visi dan Misi Pembangunan Nasional . 14
1. Visi ..
14
2. Misi .
15
Asas Asas dan Prinsip Prinsip Pembangunan Nasional .. 16
Asas Asas Pembangunan Nasional .. 16
Prinsip Prinsip Pembangunan Nasional 18
Pembangunan Nasional NKRI .. 19
Pemasalahan Pembangunan .. 19
Pembangunan Nasional NKRI saat ini .. 21
Bab IV Penutup

Kesimpulan
. 24
Saran
.. 25
Daftar Pustaka
26

Lampiran
.. 27

Bab I
Pendahuluan
Latar Belakang
Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang berlangsung secara sadar, terencana dan
berkelanjutan dengan sasaran utamanya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan hidup
manusia atau masyarakat suatu bangsa. Ini berarti bahwa pembangunan senantiasa beranjak dari
suatu keadaan atau kondisi kehidupan yang kurang baik menuju suatu kehidupan yang lebih baik
dalam rangka mencapai tujuan nasional suatu bangsa.

Pembangunan Nasional bertujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang merata
material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta menjalankan
roda perekonomian dan mewujudkan kesejahteraan sosial.

Sejak Proklamasi 17 Agustus 1945, pembangunan nasional mengalami pasang surut. Dimulai
pada masa Orde Lama, pembangunan nasional lebih diarahkan pada sektor politik. Akibatnya
pembangunan nasional disektor lain terabaikan. Masyarakat tetap terkurung dalam belenggu
kemiskinan. Selanjutnya pada masa Orde Baru, dengan tekad memperbaiki kesejahteraan rakyat,
pembangunan nasional diarahkan pada usaha mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
Untuk maksud tersebut semua aspek kehidupan diarahkan untuk mendukung tercapainya
pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Akibatnya kehidupan demokrasi menjadi terbelenggu, KKN
merajalela dan sektor pertanian sebagai leading sector masyarakat terabaikan. Sekarang ini,
dengan tekad reformasi disegala bidang, pembangunan nasional diarahkan pada usaha
pembangunan yang berkelanjutan serta berkeadilan.

Perumusan Masalah
Di dalam makalah ini mempunyai beberapa rumusan masalah antara lain :
1. Apa Pengertian Pembangunan Nasioanal ?
2. Bagaimana Hakikat Pembangunan Nasional ?
3. Apa Visi dan Misi Pembangunan Nasional ?
4. Apa Tujuan Pembangunan Nasional ?
5. Apa Asas-Asas Pembangunan Nasional ?

Tujuan
1. Untuk Mengetahui Pengertian Pembangunan Nasioanal
2. Untuk Mengetahui Hakikat Pembangunan Nasional
3. Untuk Mengetahui Visi dan Misi Pembangunan Nasional
4. Untuk Mengetahui Tujuan Pembangunan Nasional
5. Untuk Mengetahui Asas-Asas Pembangunan Nasional
Manfaat
1. Bagi keilmuan, makalah ini bermanfaat untuk memperdalam pemahaman mengenai
pembangunan nasional di Negara Indonesia
2. Bagi masyarakat, makalah ini berfungsi memberikan pemahaman mengenai sudah sampai mana
pembangunan nasional ini dijalankan
3. Bagi penulis, makalah ini berfungsi untuk memenuhi tugas mata kuliah kewarganegaraan juga
sebagai memahami jalannya pembangunan nasional di Indonesia dan menanam jiwa mengawasi
akan jalannya pembangunan nasional
Metodelogi
1. Study Pustaka
2. Mencari artikel dari web resmi

Bab II
Landasan Teori
Sejarah Pembangunan Nasional
Dalam pergolakan Revolusi Kemerdekaan sejak hari proklamasi 1945 maka rakyat indonesia
telah berhasil membentuk negara kesatuan Republik Indonesia yang bebas dan berkedaulatan
rakyat dari sabang sampai merauke, Negara kesatuan itu ialah negara kebangsaan.

Tujuan dan maksud pembangunan nasional ialah membangun masyarakat yang adil dan makmur,
adil dan makmur yaitu menurut tinjauan ajaran pancasila, yang di duga telah dikenal dengan
sempurna oleh para anggota Dewan Perancang Nasional ( Pada masa demokrasi terpimpin tahun
1959 1966 ) sebelum dan sesudah mengangkat sumpah menjadi anggota Dewan Perancang
Nasional ( Sekarang Bappenas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ).

Dewan Perancangan Nasional akan memberi isi kepada proklamasi dengan bertujuan masyarakat
Indonesia yang adil dan makmur dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut :

1. Artinya ada suatu perencanaan overall


Oleh karena soal pembangunan adalah soal yang tidak berdiri sendiri, yang tidak lepas dari
hubungan nya dengan bidang-bidang lain yaitu kehidupan negara dan masyarakat. Maka dalam
melaksanakan pembangunan semesta perlu adanya suatu perencanaan yang di dasarkan pada
kebutuhan dan kepribadian rakyat Indonesia.

2. Hubungan Pembangunan dengan Demokrasi terpimpin dan Ekonomi Terpimpin


Oleh karena tidak ada suatu persoalan dalam kehidupan negara dan bangsa yang berdiri sendiri,
terpisah antara satu sama lain, maka hal inipun perlu mendapat perhatian dari Dewan
Perancangan Nasional, apabila tidak mau gagal dalam pekrjaan kita.

Faktor Faktor Penghambat Pembangunan


Faktor-Faktor yang menghambat Pembangunan sejak tahun 1950
Pembangunan semesta dan berencana baru dapat berjalan setelah kembali ke UUD 1945 yang
memungkinkan demokrasi terpimpin dan ekonomi terpimpin.

Sebelum tahun 1959, pembangunan terbentur pada berbagai macam faktor yang menjadi
penghambat bagi terlaksanyan pembangunan tersebut. sebab-sebab pokok sudah sama kita
pahami, sehingga pada akhir-akhir ini setelah fikiran liberalisme, sabotase, percobaan
intervensidan gerakan subersif dan pemberontakan berhasil di tindas, timbul kebulatan fikiran
untuk mengadakan retoolingdalam susunan ekonomi, ketatanegaraan dan susunan masyrakat,
yang tentu akan berakibat besar bagi kebijaksanaan politik dalam struktur ketatanegaraan
indonesia, yaitu suatu susunan yang pada hakekat nya bukan merupakan barang baru bagi
masyarakat indonesia yang di sebut pelaksanaan demokrasi terpimpin atau yang di sebut dengan
kata-kata yang sederhanaoleh rakyat, ialah gotong royong, sebgai satu-satu nya jalan keluar
menuju kepada pembangunan semesta atau pembangunan sosialisme ala indonesia.

Faktor-faktor yang merupakan kebulatan fikiran itu kiranya tidak perlu kita kupas lagi, akan
tetapi karena porsoalan itu merupakan suatu persoalan yang sangat luas, karena tidak berdiri
sendiri, maka perlulah kiranya meminta perhatian kepada aspek-aspek yang di timbulkan oleh
sebab-sebab pokok itu agar kita dapat mendapat hasil yang guna mencapai pembangunan
nasional :

1. Faktor politis
Pelaksanaan pembangunan berlangsung atas stabilisasi di bidang politik sehingga pelaksanaan
nya ini tidak terbentur pada seringkali di adakan nya pergantian program pemerintah yang
mungkin sekali berlainan dengan program yang semula, bahkan mungkin bertentangan dengan
yang telah di laksanakan.

1. Faktor psikologi
Tekanan ekonomi, keguncangan politik, pertentangan ideologidan akibat-akibat revolusi
bersenjata masih sangat berkesan pada kaum buruh, tani, dan pemuda serta potensi nasional
lainnya di tambah pula dengan politik adu domba imperialisme yang denga sadar atau tidak telah
di laksanakan justru oleh gembong-gembong politik, mengakibatkan rakyat diam dalam seribu
bahasa dalam menyelasaikan revolusi.

1. Faktor pendidikan
Faktor pendidikan yang sebagian besar menurut dasarnya masih mempergunakan sistem lama,
yaitu sistem pendidikan kolonial sudah tidak sesuai dengan tuntutan nasional.

1. Menghidupkan potensi rakyat


Pembnagunan semesta dan berencana baru terjamin akan berhasil baik, apabila pembangunan itu
tidak saja mempunyai tujuan untuk membentuk masyarakat yang adil dan makmur, tetapi juga
gharus di dukungoleh rakyat sendiri yang di ikut sertakan dalam menyususn, mengesahkan,
menilai, mengawasi, dan melaksanakan pembangunan itu.

Faktor Faktor Pelancar Pembangunan


1. Stabilisasi harga
Untuk pembangunan perlu adanya stabilisasi harga, dengan konsentrasi perdagangan (yang
menguasai hajat hidup orang banyak di kuasai oleh negara UUD 1945 pasal 33)

Hal-hal ynag di uraikan di bawah ini akan dapat mencapai stabilisasi harga tersebut malahan
menekan harga itu.

1. Lapangan keuangan dan perusahaan


National saving
Menaikan national saving dengan jalan :

Penghematan sektor-sektor pemerintah maupun partikelir


Intensifikasi sumber-sumber yang sudah ada menggali sumber-sumber yang belum ada
Deficit financing
Menyalurkan ke usaha-usaha produktif (agar supaya anggaran belanja dalam waktu tertentu
dapat seimbang)
Menarik hot money diantara nya dengan jalan menjual obligasi (perusahaan-perusahaan
partikelir nasional di dalm masa peralihan di bolehkan untuk mengeluarkan obligasi tidak
bernama (aan tonder)
Sistem pajak mungkin akan di tinjau kembali
Langsung
Progresif
Penyempurnaan aparat
Mencari objek-objek baru
Bank
Pada dasarnya, perputaran modal harus di kuasai oleh negara dan di gunakan untuk membiayai
pembangunan menuju masyarakat sosialis ala indonesia, oleh karenanya bank-bank seharusnya
si kuasai oleh negara.

Politik perkreditan seharusnya membantu untuk mencapa cita-cita itu. Bank-bank dan badan
badan kredit yang banyak jumlah nya di indonesia ini perlu di atur dan dikonsentirir oleh
pemerintah (sentralisasi keuangan).

Bank-bank negara ialah:

Bank industri
Bank negara
Bank rakyat
Bank tani nelayan
Selain daripada itu, adapula bank asing yang baru di ambil alih. Bank-bank nasional partikelir
mengadakan gabungan-gabungan sehingga bank-bank besar yang mudah di awasi oleh
pemerintah.

Rencana pembangunan ekonomi nasional yang menjadi pusat semesta mempunyai arti sejarah
yang menentukan dasar, sifat, serta tujuan daripada pembangunan itu. Arti sejarah nya terletak
dalam kenyataan, bahwa indonesia adalah salah satu pelopor dari negara-negara nasional yang
baru merdeka sesudah peang dunia ke-2, yang di lahirkan di tengah-tengah konfrontasi sistem
dunia. Indonesia bersama negara-negara nasional lainnya menggalang jalan nya sendiri suatu
masyarakat adil dam makmur, berdasarkan pancasila atau sosialisme ala indonesia.

1. Watak pembangunan
Mengingat pengalaman sejarahnya sendiri dan bahwa seperlima wilayah (irian barat) masih di
jajah belanda serta mengingat sisa-sisa kekuasaan kolonialisme, terutama di lapangan ekonomi,
masih mencekam kehidupan dan penghidupan ekonomi indonesia pertama-tama mempunyai ciri
anti-imperialis yang bermaksud mengikis terus sisa-sisa ekonomi kolonial dengan tujuan
membngunkan ekonomi nasional yang kuat dan bebas (berdiri sendiri dan tidak tergantung).

Dalam pada itu, adanya sisa-sisa feodalisme yang berat yang terus membelenggu tenaga
produktif dan kreatif, 65% ratkyat indonesia yang hidup dilapangan pertanian, merupakan satu
gejala yang membuktikan indonesia sebagai negeri terbelakang dan agraris. Rakyat yang miskin
dan tertekan daya belinya itu tidak akan mungkin bisa menjadi satu landasan ekonomi yang maju
yang mempunyai industri modern sebagai tulang punggung. Oleh karena itu, revolusi dan
pembangunan indonesia, kecuali sudah mempunyai watak anti-imperalis, semestinya
mengahpuskan sepenuhnya sia-sisa feodalisme itu guna membuka jalan industrialisasi negeri dan
mekanisasi pertanian.

1. Sifat pembangunan
Menentukn tugas dan sifat pembangunan, bahwa pembangunan haruslah semesta (over all) tidak
saja meliputi seluruh daerah, tapi juga mengenai semua jenis dan semua tingkat pembangunan,
industri berat, ringan, pertambangan, pertanian, perkebunan, saluran irigasi dan sungai,
perhubungan, dan lain-lain.

Tindakan-tindakan rehabilitas untuk menjamin langkah permulaan yang sehat dan transmigrasi
untuk menyebarkan dan meratakan penduduk ke seluruh negeri adalah hal-hal yang perlu sekali
untuk di laksanakan, kegembiraan bekerja, perasaan bangga kepada pembangunan dan bidang
spiritual dan mental dan pembangunan harus pula di pentingkan.

1. Modal pembangunan
Kedudukan indonesia yang baru merdeka politik luar negerinya yang bebas dan sktif serta dalam
semangat membina perdamaian dan persahabatan antar bangsa, membikin indonesia mempinyai
kedudukan yang menguntungkan untuk membangun dengan bnatuan modal kredit luar negeri,
yang berjangka panjang, berbunga rendah dan yang tidak di sertai syarat-syarat politikdan
militer.
Dengan mengubah orientasi politik perdagangan luar negeri kepada pasr duniasosialis yang
menjamin harga yang baik untuk bahan-bahan expor kita itu, akan didapat dana yang cukup guna
untuk mengatasi kesukaran-kesukaran pembiayaan pembangunan. Pembukaan kekayaan alam
dan bumi indonesia hendak nya dilaksanakan dengan research yang berencana.

Pembangunan Di Era Globalisasi


Di masa yang akan datang, masyarakat kita jelas akan menghadapi banyak perubahan sebagai
akibat dari kemajuan yang telah dicapai dalam proses pembangunan sebelumnya, kemajuan pesat
ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengaruh globlisasi. Satu hal yang tidak mungkin dihindari
adalah kegitan pembangunan nasional akan semakin terkait erat dengan perkembangan
internasional.

Peran pemerintah dalam kegiatan perencanaan dan implementasi program-program


pembangunan. Seberapa jauh pemerintah dapat melakukan fungsi-fungsi yang memacu dan
meluruskan perjalanan pembangunan masyarakat? Ketika prioritas pembangunan adalah
memacu pertumbuhan dinegara sendiri, pemerintah dapat menempatkan posisinya antara lain:

1. Sebagai pelaksana kebijaksanaan ekonomi


2. Sebagai konsumen, produsen sekaligus insvestor
3. Sebagai pengelola perusahaan
4. Sebagai pengatur masyarakat
Sebagai pelaksana ekonomi, pemerintah secara aktif dapat melakukan perubahan dan
pembenahan masalah-masalah keuangan, perdagangan, perindustrian dan sebagainya. Sebagai
konsumen, pemerintah mendorong yang bersentuhan langsung dengan barang barang yang
dikosumsi. Hal serupa dapat dilakukannya dalam kedudukannya sebagai produsen dan investor.
Dalam konteks ini, pemerintah tidak netral, tetapi turut mencapuri proses produksi. Sebagai
pengelola perusahaan (negara), pemerintah secara aktif mempegaruhi pasar dan pemasaran, di
samping memberi stimulan bagi tumbuh dan berkembangnya perusahaan- perusahaan swasta.
Dan akhirnya sebagai pengatur masyarakat (regulator), pemerintah menyusun perundang-
undangan yang memuat perauturan dan sangsi, sehingga derap pembangunan ekonomi berjalan
berada pada jalur yang dikehendaki.

Dampak Globalisasi Dalam Pembangunan


Dalam bidang ekonomi, interaksi transnasional antara lain ditandai oleh semakin menguatnya
kapitalisme. Para pemilik kapital tidak hanya menanamkan uangnya atau terlibatnya dalam
proses produksi dan pemasaran di negaranya sendiri, tetapi juga di negara-negara lain. Proses
produksi dan pemasaran barang tersebut menembus batas-batas administatif dan geografis antar
negara.

Satu hal yang perlu dicatat adalah walaupun keadaan ekonomi, kegiatan perdagangan, dan
transaksi finansial seperti itu memperoleh dukungan pemerintahannya masig-masing anatara
lain melakukan deregulasi, derestrition, dan kemudahan-kemudahan lain, pada dasar semuanya
itu bersifat private. Campur tangan pemerintah tidak terlalu besar dalam hal-hal yang berkaitan
dengan transaksi .

Pemberdayaan daerah
Dari uraian diatas, kelihatan betapa dalam era globalisasi perkembangan ekonomi di negeri ini
sulit melepaskan diri dari perkembangan ekonomi di negara-negara lain, terutama negara- negara
maju. Pertanyaannya adalah mungkinkah perkembangan ekonomi kita tidak mencemari negara-
negara lain? Mungkinkah kita menepis segala bentuk negatif dari perkembangan ekonomi
negara-negara lain ? mungkinkah kita menghindar dari ekploitasi? Tidak mudah menjawabnya.
Namun, satu hal penting yang perlu dilakukan agar dapat menghindar dari pencemaran, dampak
negatif dan eksploitasi tersebut adalah strategi pembanguan yang menghasilkan produk
unggulan yang proses kelahiran dan perkembangannya tidak mudah didikte oleh negara lain.

Pembangunan Masyarakat Desa


Sedikitnya ada dua alasan mengapa masalah pembangunan masyarakat desa masih relevan
dibahas. Pertama, kendati dalam dua dasawarsa terakhir perkembangan kota maju dengan amat
pesat, secara umum wilayah negara kita masih didominasi oleh daerah perdesaan. Hal ini di
perkirakan masih ada berlangsung relatif lama. Benar bahwa dibeberapa desa daerah ciri dari
perdesaan itu susut perlahan bersamaan dengan proses industrialisasi dan urbanisasi,akan tetapi
itu tidak berarti hilang sama sekali

Kedua, kendati sejak awal tahun 1970an pemerintah orde baru telah mencanangkan berbagai
macam kebijaksanaan dan progran pembangunan pedesaan yang ditandai oleh inovasi teknologi
modern, secara umum kondisi sosial ekonomi desa masih memprihatinkan. Betul bahwa
pemerintah orde baru telah sukses menghantarkan Indonesia dari salah satu negara pengimpor
beras nomor satu di dunia menjadi negara berswasembada beras,konflik-konflik sosial yang
berakar danri kompetisi memenuhi basic needs di pedesaan kini tidak lagi terdengar, sehingga
seperti dinyatakan sejumlah strategi pembangunan pedesaan yang kita pilih sudah menampak
pada jalan yang benar.

Susunan Utama Pembangunan


Sesuai dengan tujuan pokok, bahwa pembangunan harus memberi kemakmuran kepada 95% dari
rakyat, maka seharusnya titik berat pembiayaan di arahkan ke situ.

Dengan adanya desa yang miskin denagn daya beli yang rendah tidak mungkin pembangunan
berjalan rancar. Itulah sebab nya, maka kemakmuramharus di tujukan kepada masha itulah
sebabnya, maka kemakmutan harus di tunjuken kada masyarakat desa. Perlu koperasi-koperasi di
bangun, misalnya :

1. Koperasi penggarapan tanah


2. Koperasi pemberian alat pertanian,
3. Koperasi pembelian rabuk
4. Koperasi kantor
5. Koperasi kebutuhan sehari-hari
6. Koprasi keridit, lumbung

Bab III
Pembahasan
Pengertian Pembangunan

Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang terus menerus dilakukan untuk menuju
perbaikan disegala bidang kehidupan masyarakat dengan berdasarkan pada seperangkat nilai
yang dianut, yang menuntun masyarakat untuk mencapai tingkat kehidupan yang didambakan.
Pembangunan disini lebih diarahkan pada pembangunan potensi, inisiatif, daya kreasi, dan
kepribadian dari setiap warga masyarakat. Dengan pembangunan, masyarakat diharapkan
semakin mampu mengelola alam bagi peningkatan kesejahteraanya. Pembangunan menuntut
orientasi masa depan bagi kelestarian manusia dan alam.

Pembangunan nasional adalah suatu rangkaian upaya pembangunan yang dilakukan secara
berkesinambungan dalam semua bidang kehidupan masyarakat, bangsa dan negara untuk
mewujudkan tujuan nasional. Pembangunan nasional dilakukan dalam rangka merealisasikan
tujuan nasional seperti yang tertulis dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu
melindungi segenap bangsa dan segenap tumpah darah indonesia, meningkatkan kesejahteraan
umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang
berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Pelaksanaan pembangunan mancakup aspek kehidupan bangsa, yaitu aspek politik, ekonomi,
sosial budaya, dan pertahanan keamanan secara berencana, menyeluruh, terarah, terpadu,
bertahap dan berkelanjutan untuk memacu peningkatan kemampuan nasional dalam rangka
mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain yang lebih maju. Oleh
karena itu, sesungguhnya pembangunan nasional merupakan pencerminan kehendak untuk terus
menerus meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia secara benar, adil, dan
merata, serta mengembangkan kehidupan masyarakat dan penyelenggara negara yang maju dan
demokratis berdasarkan Pancasila.
Hakikat Pembangunan Nasional
Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan
pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. Hal ini berarti dalam pelaksanaan pembangunan
nasional adalah sebagai berikut :

1. Ada keselarasan, keserasian, keseimbangan, dan kebulatan yang utuh dalam seluruh kegiatan
pembangunan. Pembangunan adalah untuk manusia dan bukan sebaliknya manusia untuk
pembangunan. Dalam pembangunan dewasa ini dan jangka panjang, unsur manusia, unsur sosial
budaya, dan unsur lainnya harus mendapat perhatian yang seimbang.
2. Pembangunan adalah merata untuk seluruh masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air.
3. Subyek dan obyek Pembangunan adalah manusia dan masyarakat Indonesia, sehingga
pembangunan harus berkepribadian Indonesia dan menghasilkan manusia dan masyarakat maju
yang tetap berkepriadian Indonesia pula.
4. Pembangunan dilaksanakan bersama oleh masyarakat dan Pemerintah. Masyarakat adalah pelaku
utama pembangunan dan pemerintah berkewajiban untuk mengarahkan, membimbing, serta
menciptakan suasana yang menunjang. Kegiatan masyarakat dan kegiatan Pemerintah saling
mendukung, saling mengisi, dan saling melengkapi dalam satu kesatuan langkah menuju
tercapainya tujuan pembangunan nasional.

Tujuan Pembangunan Nasional


Pembangunan nasional dilaksanakan untuk mewujudkan Tujuan Nasional seperti termaktub
dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial serta mewujudkan cita-cita bangsa sebagaimana termaktub dalam alinea II
Pembukaan UUD 1945.

Pernyataan di atas merupakan cerminan bahwa pada dasarnya tujuan Pembangunan Nasional
adalah untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang sejahtera, lahiriah maupun
batiniah. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa
Indonesia merupakan pembangunan yang berkesinambungan, yang meliputi seluruh aspek
kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Pembangunan nasional yang dilakukan mengarah pada suatu tujuan. Tujuan ini terbagi atas
tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang.

1. Tujuan jangka pendek dari pembangunan nasional adalah meningkatkan taraf hidup, kecerdasan,
dan kesejahteraan masyarakat yang semakin adil dan merata serta meletakkan landasan yang
kuat untuk tahap pembangunan berikutnya.

2. Tujuan jangka panjang yaitu untuk mewujudkan suatu masyarakat adil dan makmur yang merata,
material dan spiritual berdasarkan pancasila didalam wadah Negara Kesatuan Republik
Indonesia yang merdeka, berdaulat, bersatu dan berkedaulatan rakyat dalam suasana
perikehidupan bangsa yang aman, tentram, tertib dan dinamis dalam lingkungan pergaulan dunia
yang merdeka, bersahabat, tertib dan damai.

Visi dan Misi Pembangunan Nasional


Visi (impian/harapan) dan misi (hal-hal yang akan dilakukan untuk mencapai visi) tersebut
merupakan dasar dan rambu-rambu untuk mencapai tujuan bangsa dan cita-cita nasional.

1. Visi
2. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang aman, bersatu, rukun dan damai;
3. Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang menjunjung tinggi
hukum, kesetaraan dan hak azasi manusia; serta

3. Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan


kehidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang

berkelanjutan.

1. Misi
Untuk mewujudkan visi bangsa Indonesia masa depan, misi yang diterapkan adalah :

1. Pengamalan Pancasila secara konsisten dalam kehidupan bermasyarkat, berbangsa dan


bernegara.

2. Penegakan kedaulatan rakyat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa,


dan bernegara.

3. Peningkatan pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari untuk


mewujudkan kualitas keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam

kehidupan persaudaraan umat beragama yang berakhlak mulia, toleran, rukun dan damai.

4. Penjaminan kondisi aman, damai, tertib dan ketenteraman masyarakat.


5. Perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan
hak asasi manusia berlandaskan keadilan dan kebenaran

6. Perwujudan kehidupan sosial budaya yang berkepribadian, dinamis, kreatif, dan


berdaya tahan terhadap pengaruh globalisasi.

7. Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional, terutama pengusaha kecil,
menengah dan koperasi, dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu
pada mekanisme pasar yang berkeadilan, bersumber daya alam, dan sumber daya manusia yang
produktif, mandiri maju, berdaya saing dan berwawasan lingkungan.
8. Perwujudan otonomi daerah dalam rangka pengembangan daerah dan pemerataan pertumbuhan
dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia.
9. Perwujudan kesejahteraan rakyat yang ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang
layak dan bermartabat serta perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar, yaitu pangan,
sandang, papan, kesehatan, pendidikan, dan lapangan kerja.
10. Perwujudan aparatur negara yang berfungsi melayani masyarakat, profesional, berdaya guna,
produktif, transparan; yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
11. Perwujudan sistem dan iklim pendidikan nasional yang demokratis dan bermutu guna
memperteguh akhlak mulia, kreatif, inovatgif, berwawasan kebangsaan, cerdas, sehat,
berdisiplin, bertanggungjawab, berketerampilan, serta menguasai ilmu pengetahuan dan
teknologi dalam rangka mengembangkan kualitas manusia Indonesia.
12. Perwujudan politik luar negeri yang berdaulat, bermanfaat, bebas dan proaktif bagi kepentingan
nasional dalam menghadapi perkembangan global.

Asas Asas Dan Prinsip Prinsip Pembangunan Nasional


Asas Asas Pembangunan Nasional
Asas Pembangunan Nasional adalah prinsip pokok yang harus diterapkan dan dipegang teguh
dalam perencanan dan pelaksanaan Pembangunan Nasional. Asas-asas tersebut adalah :

1. Asas Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa


Bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasioanl dijiwai, digerakkan dan dikenadalikan
oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME sebagai nilai luhur yang menjadi landasan
spiritual, moral, dan etika dalam rangka pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila.

2. Asas Manfaat
Bahwa segala usaha dan kegiatan pembangunan nasional memberikan manfaat bagi
kemanusiaan, kesejahteraan rakyat dan pengembangan pribadi warga Negara serta
mengutamakan kelestarian nilai-nilai luhur budaya bangsa.

3. Asas Demokrasi Pancasila


Bahwa untuk mencapai tujuan pembangunan nasional dilakukan dengan semangat kekeluargaan
yang bercirikan kebersamaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan melalui musyawarah untuk
mencapai mufakat.

4. Asas Adil dan Merata


Bahwa pembangunan nasional dilakukan atas usaha bersama harus merata di semua lapisan
masyarakat dan di seluruh wilayah tanah air dimana setiap warga Negara berhak memperoleh
kesempatan berperan dan menikmati hasilnya secara adil sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.

5. Asas Keseimbangan, Keserasian, dan Keselarasan dalam Perikehidupan


Bahwa dalam pembangunan nasional harus ada keseimbangan antara berbagai kepentingan, yaitu
keseimbangan keserasian dan keselarasan antara kepentingan dunia dan akhirat, material dan
spiritual jiwa raga, individu, masyarakat dan Negara, pusat dan daerah serta antardaerah,
kepentingan kehidupan darat, laut dan udara serta kepentingan nasional dan internasional.

6. Asas Hukum
Bahwa setiap warga Negara dan penyelenggara Negara harus taat pada hukum yang berintikan
keadilan dan kebenaran, serta Negara diwajibkan untuk menegakkan dan menjamin kepastian
hukum.

7. Asas Kemandirian
Bahwa pembangunan nasional berlandaskan pada kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan
sendiri, serta bersendikan kepada kepribadian bangsa.