Anda di halaman 1dari 2

KEKUATAN HUBUNGAN Kekuatan hubungan antara variabel dapat dilihat pada nilai RR

(study Prospektif), OR (study kasus-kontrol) dan nilai p masing-masing study. Hill (1965)
mengutip hasil monumental dari John Snow pada abad 19 dimana wabah kholera di Inggris
menyebabkan 71 kematian setiap penduduk yang air minumnya disupplai oleh Southwark
and Vauxall Company sedangkan kematian karena Kholera pada penduduk Inggris yang air
minumnya disuplai oleh Lambeth Company hanya 5 kematian per penduduk. Kita bisa
melihat bahwa tingkat kekuatan hubungan kausalitas diantara kedua perusahaan tersebut
terkait dengan kematian akibat Kholera berbeda signifikan sekitar 14 kali lebih tinggi pada
penduuk yang air minumnya disupplai oleh Southwark and Vauxall Company

5 TEMPORAL Suatu faktor atau variabel harus mendahului outcome variabel yang
diasumsikan menjadi efek dari faktor atau variabel awal tadi. Hill (1965) menganalogikan
kriteria temporality ini dengan "mana gerobak mana kudanya" apakah kuda yang menarik
gerobak atau gerobak yang menarik kuda?. Seringkali saya temui skripsi atau penelitian
didepartemen tertentu karena sangat sukanya dengan desain Case Control lupa bahwa salah
satu faktor terpenting untuk penelitian case-control adalah melihat riwayat seseorang
terhadap paparan yang dianggap menyebabkan outcome penyakit. Sebagai contoh untuk
melihat pengaruh asupan energi pada desain case control obesitas pada Balita anak tentu
tidak menggunakan Food Recall 24 jam. Karena Food recall adalah untuk memotret
gambaran masa kini, sedangkan outcome obesitas sudah terjadi, sehingga dari segi
temporality harus dilihat bahwa pengukuran asupan makanan harus mendahului kejadian
obesitas. FFQ atau semi quantitative FFQ mungkin lebih cocok untuk kasus diatas.

6 Biological gradient / RESPON DOSIS Seringkali kita memahami kriteria ini sebagai dose-
response relationship. Semakin tinggi dosis obat/intervensi/paparan diberikan semakin tinggi
atau bahkan semakin rendah outcome yang didapatkan. Contoh: semakin tingginya
mengkonsumsi bahan makanan goitrogenik semakin menurun pula kadar yodium dalam
darah mencit walaupun diberikan makanan berupa singkong dioles garam beryodium dengan
standard SNI.

7 Coherence / BERTALIAN Suatu hasil penelitian dikatakan koheren/bertalian apabila tidak


bertentangan dengan fakta / kenyataan yang sudah umum terjadi. Hubungan yang terjadi
sesuai dengan logika dan fakta mengenai penyakit tsb. Contoh: Hubungan konsumsi kopi dan
kanker paru. Hubungan ini dikatakan memenuhi kriteria koheren karena pada kenyataannya
orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi kopi, cenderung mempunyai kebiasaan
mengkonsumsi rokok sebagai faktor pencetus kanker. Selain itu juga orang yang mempunyai
kebiasaan tersebut senderung untuk tidak mengkonsumsi buah- buahan / sayuran sebagai
faktor protectif.

8 KONSISTEN Kejadian yang sama akan berulang pada penelitian lain (waktu, tempat dan
subjek yang berbeda) Menurut Hill (1965) konsistensi terhadap suatu hasil uji kausalitas
harus dapat ditemukan ketika penelitian itu dilakukan pada orang, tempat, kondisi dan waktu
yang berbeda. Selain itu, konsistensi hasil yang sama menggunakan desain penelitian yang
berbeda juga akan memperkuat penerimaan atas kausalitas. CONTOH: apakah OR yang
dihasilkan dari suatu retrospective study (ex.case control dengan melihat riwayat kebiasaan
merokok pada penderita kanker paru dan non penderita) memiliki hasil yang sama ketika
dilakukan penelitian untuk melihat variabel yang sama pada populasi yang lain dengan
metode prospective studi (ex. cohort dengan mengikuti apakah perokok dan non perokok
akan menderita panker paru atau tidak).
9 Plausibility / LAYAK BIOLOGIS Suatu hubungan kausalitas yang didapatkan secara
statistik harus dapat dijelaskan dengan pengetahuan yang ada saat ini, berupa penjelasan
secara biologis. Contoh: Asosiasi terbalik yang diamati dari asupan apel dengan risiko kanker
paru. Asosiasi/kausalitas ini dapat dijelaskan karena telah sesuai dengan konsep biologi,
dimana apel banyak mengandung senyawa Flavonoid yang secara biologis bersifat
antioksidan. Hubungan atau pengaruh diameter jempol kaki dengan vitalitas pria; jika diuji
ada hubungan atau pengaruh yang signifikan; namun secara fisiologis penjelasan ilmiah
belum ada, hal ini akan menyebabkan konsep kausalitas tersebut ditolak. Terkadang hasil
yang didapat adalah sesuatu yang sifatnya "baru" genuine dan belum diterima, sebagaimana
contoh abad pertengahan tentang teori Heliosentris oleh Nicholas Copernicus yang akhirnya
harus mati dibakar karena dianggap "dukun". Namun bagaimanapun juga, setelah bukti dan
fakta tentang Heliosentris lebih kuat daripada Geosentris maka kebenaran bisa ditegakkan

10 Specificity / KHUSUS Suatu variabel jika secara terbatas pada pekerja tertentu, pada
lingkungan tertentu dan menyebabkan suatu penyakit tertentu serta tidak ada variabel lain
yang diduga menyebabkan penyakit itu maka variabel tersebut bisa dikatakan memiliki
tingkat spesifisitas yang tinggi dan dapat dikatakan memiliki kausalitas yang tinggi. Satu
penyebab untuk satu penyakit

11 ANALOGI Jika suatu kausalitas sudah ada sebelumnya pada kondisi yang relatif sama,
maka hasil penelitian yang memiliki karakteristik hampir sama dapat dianalogikan memiliki
tingkat kausalitas yang sama pula. Ada kesamaan untuk penyebab dan akibat serupa. Contoh:
Hasil penelitian pada beberapa sub klas antioksidan menunjukkan efek anti oksidan, sehingga

12 BUKTI PERCOBAAN Jika suatu hasil penelitian berasal dari desain yang sifatnya
experiment seperti Lab. experiment, Randomized Controlled trial dan meminimalisir
confounding factor yang ada; kemungkinan kausalitas akan menjadi lebih besar.