Anda di halaman 1dari 4

Manajemen Nyeri

No. Dokumen No. Revisi Halaman

1/5

Ditetapkan Oleh:
Tanggal Direktur RSU RATIH
Standar
Prosedur
Operasional
2016 dr.WISNANINGSIH SURJO SEPUTRO
NIP:1807161 1 02

Suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang diakibatkan
adanya kerusakan jaringan, baik yang sedang ataupun yang akan terjadi, atau
Pengertian
pengalaman sensorik dan emosional yang merasakan seolah-olah terjadi kerusakan
jaringan.

Tujuan Mengetahui Tingkat nyeri yang dialami penderita yang dirawat di RSU Ratih Kediri

Kebijakan 1. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang rumah
sakit
2. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang
kesehatan
3. Peraturan pemerintah No.32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.02.02/MENKES/148/I/2010 Tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Perawat.
5. Peraturan menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1796/MENKES
/PER/VIII/2011 Tentang Registrasi Tenaga Kesehatan
6. Keputusan Menteri Kesehatan No.129 Tahun 2008 Tentang Standart Pelayanan
Minimal Rumah Sakit
7. Keputusan Ketua Badan Pengurusan Yayasan Rumah Sakit Ratih Tentang
Struktur Organisasi Rumah Sakit
PROSEDUR 1. Ucapkan Salam
2. Pastikan identitas pasien denga benar
3. Ciptakan suasana yang nyaman dan hindari tampak lelah
4. Perkenalkan diri dan jelaskan tugas dan peran anda perawat
5. Gali sensasi nyeri pada pasien mulai dari penyebab ,perjalanan sifat lama dan
tingkat nyeri
A. Neonatal Infants Pain Scale /NIPS
1. Digunakan untuk usia < 1 tahun
2. Penilaian ini dipersepsikan atau dinilai langsung oleh tenaga medis sesuai
dengan kondisi pasien saat itu, penilaian ini dilambangkan dengan angka
atau skor yaitu :
a) Skor 0 = tidak nyeri
b) Skor 1-2 = Nyeri ringan
c) Skor 3-4 = Nyeri sedang
d) Skor >4 = Nyeri hebat

B. FLACC SCALE: Yaitu dengan 5 kategori (F) Face; (L) Legs; (A) Activity;
(C) Cry; (C) Consolability
1. Digunakan untuk usia 1-3 tahun
2. Penilaian ini dipersepsikan atau di nilai langsung oleh tenaga medis sesuai
dengan kondisi pasien saat itu, penilaian ini dilambangkan dengan angka
atau skor 0 10, yaitu :
a. Skor 0 = Tidak nyeri
b. Skor 1-3 = Nyeri ringan
c. Skor 4-6 = Nyeri sedang
d. Skor 7-10 = Nyeri hebat
C. Numeric Rating Scale
1. Indikasi : digunkan pada pasien dewasa dan anak berusia > 9 tahun yang
dapat menggunakan angka untuk melambangkan intensitas nyeri yang
dirasakannya
2. Instruksi: pasien akan di tanya mengenai intensitas nyeri yang dirasakan
dan dilambangkan dengan angka antara 0-10
1. 0 = tidak nyeri
2. 1-3 = nyeri ringan (sedikit mengganggu aktivias sehari-hari)
3. 4-6 = nyeri sedang (gangguan nyata terhadap aktivitas sehari-hari)
4. 7-10 = nyeri berat (tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari)

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
None Mild Moderate Severe
D. Wong Baker FACES Pain Scale
1. Indikasi : Pada pasien (dewasa dan anak > 3 tahun ) yang tidak dapat
menggambarkan intensitas nyerinya dengan angka, gunakan assesmen
2. Instruksi : pasien diminta menunjuk atau memilih gambar yang mana yang
paling sesuai dengan yang dirasakan. Tanyakan juga lokasi dan duirasi
nyeri.
1. 0-1 = sangat bahagia karena tidak merasakan nyeri sama sekali
2. 2-3 = sedikit nyeri
3. 4-5 = cukup nyeri
4. 6-7 = lumayan nyeri
5. 8-9 = sangat nyeri
6. 10 = sangat amat nyeri (tak tertahankan)

E. COMFORT scale
1. Indikasi: pasien bayi,anak dan dewasa di ruang rawat intensif/ kamar
operasi/ ruang rawat inap yang tidak dapat dinilai menggunakan
Numeric Rating Scale , Wong-Baker FACES Pain Scale
2. Instruksi; terdapat 9 kategori, dengan setiap kategori memiliki skor 1-5,
dengan skor total antara 9-45.
a. Kewaspadaan
b. Ketenangan
c. Distress pernafasan
d. Menangis
e. Pergerakan
f. Tonus otot
g. Tegangan wajah
h. Tekanan darah basal
i. Denyut jantung basal

6. Pada pasien dalam pengaruh obat anastesi atau dalam kondisi sedasi sedang,
asesmen dan penanganan nyeri dilakukan saat pasien menunjukkan respon berupa
ekspresi tubuh atau verbal akan rasa nyeri
7. Penilaian ulang nyeri : dilakukan pada pasien yang dirawat lebih dari beberapa jam
dan menunjukkan adanya rasa nyeri

8. Derajat nyeri yang meningkat hebat secara tiba-tiba, terutama bila sampai
menimbulkan perubahan tanda vital, merupakan tanda adanya diagnosis medis atau
bedah yang baru (misalnya komplikasi pasca-pembedahan, nyeri neuropatik).
UNIT 1. IGD
TERKAIT
2. Rawat Inap
3. Rawat Jalan