Anda di halaman 1dari 4

http://halosehat.

com/penyakit/penyakit-gigi-dan-mulut/penyebab-gusi-sering-berdarah

Gusi berdarah kelihatannya sepele, namun sebenarnya ini adalah gangguan kesehatan mulut yang
cukup serius. Kebanyakan orang dengan masalah gusi berdarah akan mengabaikannya sampai pada
akhirnya timbul rasa sakit dan nyeri parah. Bahkan ada potensi juga bahwa gusi yang berdarah secara
berkelanjutan bisa menyebabkan penyakit baru, termasuk penyakit jantung.
ads

Namun mungkin sebagian dari penderita gusi berdarah bakal bertanya-tanya mengapa gusi bisa
bermasalah dan bahkan berdarah terus-menerus. Gusi merupakan salah satu bagian penting tubuh kita
di mana itu adalah tempat pertumbuhan gigi yang baru. Untuk dapat mengatasinya, Anda harus
mengetahui lebih dulu apa saja penyebab gusi sering berdarah dan di bawah inilah faktor-faktor yang
perlu Anda tahu.

(Baca juga: gusi bernanah)

1. Kurangnya Kebersihan Mulut


Kebersihan mulut yang tak terjaga dengan baik mampu menjadikan gusi juga tidak dalam kondisi yang
sehat. Bagi yang jarang menyikat gigi, plak pun akan menumpuk di dalam mulut, terutama di sela-sela
gigi serta gusi yang membengkak dengan warna kemerahan.

Sudah pernah diteliti bahwa gusi yang tadinya sehat dapat berubah sakit hanya dalam waktu 24 hingga
36 jam hanya karena tidak menyikat gigi dan merawat jaringan pada mulut secara tepat. Itulah mengapa
beberapa orang dianjurkan untuk menggunakan sikat gigi elektrik yang akan secara otomatis
memberikan pijatan pada gusi supaya aliran darah bisa terangsang dengan baik dan membawa nutrisi ke
jaringan.

Tak hanya itu, membersihkan gigi, gusi dan mulut juga dapat dilakukan dengan memilih obat kumur dan
pasta gigi anti-bakteri yang bertujuan untuk membuat bakteri di dalam mulut berkurang. Flossing sterta
permen probiotik oral akan juga sangat bermanfaat dalam mencegah gusi berdarah, gigi rusak dan gigi
yang hitam.

2. Diet yang Salah


Kesehatan gigi juga tergantung pada diet yang Anda lakukan setiap hari. Diet yang tidak benar tentunya
tak hanya merugikan tubuh, tapi juga mulut. Salah satu yang menjadi penyebab gusi jadi hitam atau
bahkan penyebab gusi bengkakserta nyeri adalah asupan makanan yang tidak terlalu diperhatikan.

Berdietlah dengan baik seperti mengonsumsi buah dan sayur serta porsi makanan di mana seharinya 6-8
kali makan dengan ukuran sekepalan tangan Anda. Pastikan juga suplemen gizi seperti vitamin
C, vitamin D, magnesium, dan kalsiumturut memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Anti-inflamasi dari minyak
ikan pun juga pasti dibutuhkan oleh tubuh Anda.

(Baca juga: jenis-jenis penyakit gigi dan mulut)

3. Kekurangan Vitamin K
Vitamin K merupakan salah satu vitamin yang tentu paling dibutuhkan oleh tubuh karena ketika salah
satu saja vitamin tak terpenuhi dengan baik, akan ada masalah kesehatan. Perdarahan pada gusi bisa
juga menjadi tanda bahwa tubuh sedang kekurangan vitamin K.
Gusi yang sering berdarah ini bisa terjadi dan akan lebih kelihatan terutama saat seseorang menyikat
gigi. Untuk mencegah atau mengatasi gusi berdarah, carilah makanan yang mengandung vitamin
K tinggi. Memperbanyak konsumsi sayuran yang daunnya hijau lebih dianjurkan supaya risiko gusi
berdarah dapat berkurang dan mencegahnya juga agar tidak semakin serius.

4. Karang Gigi
Karang pada gigi dapat dengan mudah terbentuk dan penyebab utamanya sendiri adalah adanya plak-
plak dari sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi. Ketika plak tak dibersihkan secara sempurna,
maka tak hanya gigi yang terkena dampak buruknya. Gusi pun bisa ikut terpengaruh kesehatannya yang
bisa juga memicu perdarahan yang cukup sering.
ads

Saat setiap kali Anda menyikat gigi, mungkin cukup sering mengalami gusi berdarah. Sebetulnya, ini
semua karena adanya bakteri yang bersarang pada karang gigi sehingga akhirnya menyebabkan
perdarahan ketika Anda menyikat gigi. Itulah mengapa sangat penting untuk senantiasa menjaga
kebersihan gigi dengan menyikatnya secara rajin, yakni 2-3 kali sehari sesudah makan.

(Baca juga: cara mengatasi gusi bengkak)

5. Merokok
Bahaya merokok bagi kesehatan tak hanya berfokus pada organ paru-paru atau tenggorokan saja.
Merokok sangat buruk juga untuk kesehatan mulut secara keseluruhan di mana gusi dan gigi dapat ikut
terkena efek negatifnya. Bagi perokok aktif, risiko gusi sering berdarah jauh lebih besar juga karena
racun yang terkandung di dalam rokok mampu menyerang gusi.

Racun tersebut tak hanya tak baik bagi organ dalam tubuh serta kulit kita, tapi juga mampu
mengakibatkan peradangan pada mulut serta membuat respon imun tubuh turun. Merokok kronis juga
memicu gusi membesar dan berserat, apalagi kalau ditambah dengan fakta bahwa Anda tak menjaga
kebersihannya dengan baik.

Sesudah gusi berdarah, bakteri berbahaya yang bersarang antara gusi dan gigi mampu menyelinap lewat
gusi ulserasi yang kemudian menuju aliran darah. Inilah yang mengancam kesehatan Anda lebih jauh
karena bakteri mampu masuk ke dalam setiap organ tubuh, khususnya pembuluh darah serta jantung.
Dari situlah adanya risiko penyakit jantung bagi yang gusinya berdarah.

6. Leukemia
Gusi yang sering berdarah juga bisa disebabkan oleh adanya leukemia di mana leukemia ini merupakan
salah satu penyakit mematikan. Pembengkakan serta perdarahan pada area gusi bisa jadi adalah
komplikasi rongga mulut yang terbilang terumum dari leukemia. Faktor ini cukup besar potensinya dan
memang harus diwaspadai.

Ini karena jaringan pada gusi dianggap memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap infiltrasi sel leukemia
yang mampu memicu komponen molekul adhesi endothelial keluar. Ketika pengeluaran komponen
molekul tersebut terjadi, ini otomatis akan meningkatkan infiltrasi leukosit. Bila sudah ada tanda-tanda
gusi berdarah cukup sering, hendaknya langsung periksakan saja ke dokter gigi supaya jelas.

(Baca juga: cara menjaga kesehatan gusi dan mulut)

7. Perubahan Hormon pada Masa Kehamilan


Ketika sedang hamil, para wanita akan sangat mudah mengalami perubahan hormon dan faktor inilah
yang menyebabkan gusi gampang berdarah. Perubahan hormon mampu menjadikan para ibu hamil
menjadi lebih sensitif dalam banyak hal. Bahkan dapat memicu para ibu hamil untuk menangis secara
tiba-tiba dan sewaktu-waktu.

Hal tersebut rupanya bisa menjadikan potensi gusi berdarah lebih tinggi. Gingivitis bahkan diketahui
dapat dialami oleh setengah dari seluruh wanita hamil di trimester kedua kehamilan mereka. Untuk
menurunkan risiko, Anda bisa menjaga kebersihan mulut, gigi dan gusi dengan baik. Bila khawatir akan
potensi komplikasi seperti kelahiran prematur dan preeklamasia, andalkan perawatan profesional untuk
kesehatan mulut Anda.

8. Obat-obatan Tertentu
Tahukah Anda bahwa mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menaikkan risiko gusi berdarah dan
mengganggu kesehatan mulut? Obat-obatan seperti halnya obat penenang akan dengan mudah
membuat kesehatan gusi terganggu. Mengapa demikian? Ini karena kandungan pada obat penenang
dapat memengaruhi darah sehingga Anda juga perlu memerhatikan aturan konsumsi obat semacam ini.

Atau untuk lebih amannya, Anda bisa mengonsultasikan lebih dulu dengan dokter sebelum
menggunakan obat-obatan tertentu. Beberapa obat mampu memberikan efek samping berupa mulut
kering dan gusi bengkak serta berdarah. Berhati-hatilah dan jangan sembarangan mengonsumsi obat
tanpa tahu apa saja efek sampingnya bagi kesehatan Anda.

(Baca juga: penyakit akibat kekurangan vitamin c)

9. Gigi Tak Rata


Faktor dari ketidakrataan gigi juga ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan mulut,
terutama gusi. Barisan gigi yang tak rata seperti bertumpuk atau berbelok-belok mampu memicu gusi
berdarah, terutama pada kegiatan mengunyah dan menggigit. Saat proses menggigit terlalu keras pada
satu area, kemungkinan gusi kemudian menjadi rusak.
Sponsors Link

Bila ada masalah pada gigi serta proses gigitan, Anda sebaiknya datang ke dokter ahli gigi untuk
mengonsultasikan hal ini. Tanyakan pula bagaimana mengatasi hal tersebut supaya tak berdampak
buruk bagi gusi dan membuatnya semakin parah karena terus sering berdarah. Jangan abaikan hal ini
dan segeralah mencari solusi supaya kondisi gusi tak memburuk.

10. Faktor Keturunan


Ada kemungkinan juga mengapa gusi sering berdarah adalah disebabkan oleh faktor keturunan. Penyakit
pada gusi dapat terjadi secara turun-temurun dan seseorang mempunyai potensi besar mengalaminya
hanya dikarenakan riwayat keluarga. Bila gusi berdarah adalah tanda adanya penyakit gusi, maka
pembedahan bisa jadi adalah solusi yang tepat.

Ada pula pilihan solusi non-bedah yang juga bisa diandalkan, yakni perawatan laser yang sekarang-
sekarang ini sedang populer. Biaya perawatan laser pun malah jauh lebih murah ketimbang operasi atau
pembedahan. Untuk memastikan penyebabnya, tentu Anda perlu menemui dokter gigi lebih dulu barulah
akan ada solusi-solusi yang ditawarkan oleh dokter.

(Baca juga: cara mengatasi gusi bengkak)


11. Stres
Faktor stres dapat memicu segudang penyakit di dalam tubuh kita, mulai dari darah tinggi, sejumlah
gangguan kulit, bahkan juga masalah pada gusi. Gusi yang berdarah memang sekilas tampaknya tak ada
kaitannya dengan stres. Namun secara tidak sadar, sebetulnya kecemasan dan agitasi yang Anda alami
dapat menjadi penghambat bagi kemampuan sistem imun tubuh untuk menangkal penyakit pada gusi.

Stres merupakan sebuah kondisi yang sebaiknya bisa dihindari atau dikelola dengan baik karena mampu
menjadi pemicu peradangan di pembuluh darah. Dengan demikian, nantinya jaringan lunak di mulut
bakal pecah dan menghambat kemampuannya untuk sembuh. Tak ada salahnya untuk berusaha
mencari tahu cara mengatasi stres supaya tidak berakibat buruk bagi kesehatan.

(Baca juga: obat gusi berdarah)

Gusi berdarah yang terjadi secara terus-menerus bukanlah hal yang baik, maka silakan untuk segera
menemui dokter spesialis gigi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Atau, carilah solusi obat
alami tradisional untuk mengobatinya. Dengan mengenali penyebab gusi sering berdarah,
penanganannya pun juga lebih ringan.