Anda di halaman 1dari 10

Data Pengamatan

Observasi Gula

Nama Bahan Gula Gambar


Bunga turi Merah bata

Kentang Biru kehitaman

Labu Kuning Orange

Manisa Orange kemerahan

Wortel Biru kehitaman

Kacang panjang Coklat kehitaman

Daun singkong Hijau tua

bayam Hijau tua

Observasi Vitamin B
Nama Bahan Vitamin B
Bunga Turi
Kentang
Labu
Manisa
Wortel
Kacang Panjang
Daun Singkong Tidak teramatai
Bayam
Pisang
Belimbing
Jambu biji
Apel
Semangka
Nanas

Observasi Vitamin C
Nama Bahan Sebelum Sesudah Gambar
Bunga turi Putih kehijauan biru

Kentang kecoklatan biru

Labu Kuning orange Biru kehijauan

Manisa Hijau pucat Biru

Wortel Orang Biru


Kacang panjang Hijau muda Biru

Daun singkong Hijau Biru Kehijauan

bayam Hijau tua Hijau kehitaman

Pisang Coklat Abu-abu

Belimbing Putih Abu-abu kehitaman

Jambu biji Merah muda Hijau muda

Apel Kuning kecoklatan Coklat kehitaman

Semangka Kuning Kuning kecoklatan

Nanas Putih Biru

Analisis Data

1. Uji Gula

Pada praktikum observasi gula macam-macam bahan yang digunakan yaitu bunga
turi, kentang, labu, manisah, wortel, kacang panjang, daun singkong, dan bayam.
Adapun reagen yang digunakan untuk observasi gula ini yaitu larutan fehling A dan
fehling B. Pada praktikum ini bahan amatan yang pertama yakni daun singkong,
ketika dipanaskan larutan tidak mengalami perubahan warna. Warna awal berupa
warna hijau dan setelah dipanaskan warna yang nampak tetap berwarna hijau.
Pada bahan amatan yang kedua yakni daun bayam ketika ketika dipanaskan
larutan tidak mengalami perubahan warna. Warna awal berupa warna hijau dan
setelah dipanaskan warna yang nampak tetap berwarna hijau. Pada bahan amatan
yang ketiga yakni wortel ketika dipanaskan larutan mengalami perubahan warna.
Warna awal berupa warna biru sedikit oranye dan setelah dipanaskan warna yang
nampak biru kehitaman.
Pada bahan amatan yang keempat yakni kentang ketika dipanaskan larutan tidak
mengalami perubahan warna. Warna awal berupa warna biru dan setelah dipanaskan
warna yang nampak tetap berwarna biru. Pada bahan amatan yang kelima yakni
kacang panjang ketika dipanaskan larutan mengalami perubahan warna yaitu warna
awal berupa biru menjadi coklat kehitaman. Selanjutnya pada bahan amatan ke enam
yaitu manisah setelah mengalami pemanasan larutan mengalami perubahan warna
yaitu warna awal biru lalu menjadi orange kemerahan. Selanjutnya pada bahan
amatan yang ke tujuh yaitu labu setelah larutan dipanaskan lalu mengalami perubahan
warna yaitu awalnya berwarna biru menjadi orange. Selanjutnya bahan amatan yang
terakhir yaitu bunga turi setelah dipanaskan larutan mengalami perubahan warna yaitu
awalnya berwarna biru menjadi merah bata.
2. Uji vitamin B
Pada praktikum observasi vitamin B bahan-bahan yang digunakan yaitu bunga
turi, kentang, labu, manisah, wortel, kacang panjang, daun singkong, bayam, pisang,
belimbing, jambu biji, apel, semangka, dan nanas adapun reagen yang digunakan
untuk mendeteksi adanya kandungan vitamin B adalah asam pikrat. Berdasarkan hasil
praktikum yang telah dilakukan tidak teramati dalam mikroskop.
3. Uji vitamin C
Pada praktikum observasi vitamin C adapun bahan-bahan yang digunakan yaitu
bunga turi, kentang, labu, manisah, wortel, kacang panjang, daun singkong, bayam,
pisang, belimbing, jambu biji, apel, semangka, dan nanas. Adapun reagen yang
digunakan untuk mendeteksi adanya kandungan vitamin C yaitu fehling A dan fehling
B. Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan pada bahan amatan yang
pertama yaitu Bunga turi setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B diketahui
mengalami perubahan warna yaitu warna awal putih kehijauan menjadi biru. Pada
bahan amatan yang ke dua yaitu kentang setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling
B diketahui mengalami perubahan warna yaitu warna awal kecoklatan menjadi
berwarna biru.
Selanjutnya pada bahan amatan yang ketiga yaitu labu setelah ditetesi larutan
fehling A dan fehling B diketahui mengalami perubahan warna yaitu warna awal
orange menjadi berwarna biru kehijauan, lalu pada bahan amatan yang keempat yaitu
manisah setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B diketahui mengalami
perubahan warna yaitu warna awal hijau pucat menjadi berwarna biru. Kemudian
pada bahan amatan yang kelima yaitu wortel diketahui mengalami perubahan warna
setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B yaitu mulanya berwarna orange
menjadi berwarna biru.
Pada bahan amatan yang ke enam yaitu kacang panjang diketahui mengalami
perubahan warna setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B yaitu mulanya
berwarna hijau muda menjadi berwarna biru. Kemudian pada bahan amatan yang
ketujuh yaitu daun singkong setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B diketahui
mengalami perubahan warna yaitu warna awal hijau menjadi biru kehijauan. Lalu
pada bahan amatan yang kedelapan yaitu daun bayam diketahui mengalami perubahan
warna setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B yaitu mulanya hijau tua menjadi
hijau kehitaman.
Pada bahan amatan yang kesembilan yaitu buah pisang diketahui mengalami
perubahan warna setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B yaitu warna awal
coklat menjadi berwarna abu-abu. Selanjutnya pada bahan amatan kesepuluh yaitu
buah belimbing setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B diketahui mengalami
perubahan warna yaitu warna awal putih menjadi abu-abu kehitaman. Selanjutnya
pada bahan amatan yang ke sebelas yaitu buah jambu biji diketahui mengalami
perubahan warna setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B yaitu warna awal
merah muda menjadi hijau muda. Kemudian pada bahan amatan yang keduabelas
yaitu buah apel setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B diketahui mengalami
perubahan warna yaitu warna awal kuning kecoklatan menjadi coklat kehitaman. Lalu
pada bahan amatan yang ketiga belas yaitu buah semangka setelah ditetesi larutan
fehling A dan fehling B diketahui mengalami perubahan warna yaitu warna awal
kuning menjadi kuning kecoklatan. Selanjutnya pada bahan amatan yang terakhir
yaitu buah nanas diketahui mengalami perubahan warna setelah ditetesi larutan
fehling A dan fehling B yaitu warna awal putih menjadi biru.
Pembahasan
A. Uji gula
Menurut Darwin (2013), gula adalah suatu karbohidrat sederhana karena dapat larut
dalam air dan langsung diserap tubuh untuk diubah menjadi energi. Gula yang dibahas di sini
adalah senyawa yang molekulnya lebih sederhana atau bisa disebut sebagai glukosa.
Monosakarida dan beberapa disakarida mempunyai sifat dapat mereduksi terutama
dalam suasana basa. Sifat sebagai reduktor ini dapat digunakan untuk keperluan
identifikasi karbohidrat maupun analisis kuantitatif. Sifat mereduksi ini disebabkan
oleh adanya gugus aldehida atau keton bebas dalam molekul karbohidrat. Sifat ini
tampak pada reaksi reduksi ion ion logam misalnya ion Cu 2+ dan ion Ag+ yang
terdapat pada pereaksi-pereaksi tertentu. Perekasi Fehling adalah oksidator lemah
yang merupakan pereaksi khusus untuk mengenali aldehida. Pereaksi Fehling terdiri
dari dua bagian, yaitu Fehling A dan Fehling B. Fehling A adalah larutan CuSO4,
sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat.
Pereaksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut, sehingga
diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. Dalam pereaksi Fehling, ion Cu2+
terdapat sebagai ion kompleks. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan
CuO. Dalam pereaksi ini ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana
basa akan diendapkan sebagai Cu2O. Dengan larutan glukosa 1% , pereaksi Fehling
menghasilkan endapan merah bata, sedangkan apabila digunakan larutan yang lebih
encer misalnya larutan glukosa 0,1%, endapan yang terjadi berwarna hijau
kekuningan (Poedjiadi.A, 2006).
Pada delapan bahan yang telah di uji terdapat dua bahan yang positif yaitu
manisah dan labu . Hal ini menunjukkan bahwa pada manisah dan labu terdapat
kandungan gulanya. Labu menunjukkan keadaan positif dengan warna orange.
Menurut Buckle (1987), labu kuning mengandung cukup gula dalam bentuk rantai
disakarida yang sangat baik untuk tubuh dan dapat menstabilkan kadar gula darah
yang ada didalam tubuh. Manisah menunjukkan keadaan positif dengan warna oranye
ke merah merahan. Menurut Rubatzky (1997), manisah mengandung vitamin A, B1,
B2, C serta vitamin E kemudian kandungan mineral nya yaitu potassium, kalium,
magnesium, kalsium, fosfor, serta zat besi dan karbohidrat, serat maupun protein.
Menurut Darwin (2013), gula adalah suatu karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air
dan langsung diserap tubuh untuk diubah menjadi energi. Gula yang dibahas di sini adalah
senyawa yang molekulnya lebih sederhana atau bisa disebut sebagai glukosa. Adanya
kandungan karbohidrat didalam manisah ini lah yang membuat larutan fehling A dan fehling
B memberikan respon positifnya. Pada bahan amatan bunga turi juga menunjukkan keadaan
positif yaitu dengan ditandai adanya warna mera bata. Hal ini dikarenakan menurut
Almatsier, S. (2009) bunga turi mengandung karbohidrat, protein, lemak, kalium, fosfor, zat
besi, kalsium, vitamin B1,B2,B6, C dan beta karoten.
Untuk daun singkong dan daun bayam menunjukkan keadaan negatif dengan
keadaan berwarna hijau pekat. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat kandungan
gula pada daun bayam dan daun singkong ini. Daun singkong dan daun bayam
memiliki banyak sekali serat dan sedikit selulosa. Untuk bahan kentang reagen
Fehling membentuk warna biru yang menunjukkan bahan negatif atau tidak terdapat
daya gula (Rubatzky, 1997). Akan tetapi telah diketahui oleh umum kalau kentang
memiliki banyak sekali amilum, bahkan pada praktikum uji amilum sudah langsung
menunjukkan keadaan positif. Hal ini disebabkan karena Amilum bukan gula
pereduksi yang tidak mempunyai gugus aldehid dan keton bebas, sehingga tidak
terjadi oksidasi antara amilum + larutan Fehling, maka tidak terbentuk endapan dan
larutan tetap berwarna biru setelah dipanaskan. Begitu pula dengan Selulosa yang
merupakan polisakarida yang tidak dapat bereaksi positif dengan fehling. Sedangkan
kacang panjang dan wortel juga menunjukkan reaksi negatif dengan keadaan
berwarna biru kehitaman dan coklat kehitaman.
2. Uji vitamin
a. Vitamin B
Pada observasi vitamin B ini bahan yang digunakan yaitu bunga turi, kentang,
labu, manisah, wortel, kacang panjang, daun singkong, bayam, pisang, belimbing,
jambu biji, apel, semangka, dan nanas. Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan
bahan amatan yang telah ditetesi asam pikrat dan diamati dibawah mikroskop semua
tidak menunjukkan adanya bentukan kristal yang menunjukkan indikasi kandungan
vitamin B. Dimana menurut pernyataan bahwa asam pikrat merupakan pereaksi
alkaloid yang dapat menegendapkan larutan yang juga bersifat alkaloid sehingga
terbentuk kristal.
Tidak ditemukannya kristal tersebut hal ini dikarenakan tingkat keakuratan
mikroskop yang digunakan pengamatan sangat rendah, dimungkinkan pula larutan
yang telah digunakan tidak layak pakai dan juga adanya human eror.
b. Uji vitamin C
Pada uji vitamin C menggunakan reagen fehling A dan B untuk mengidentifikasi
adanya vitamin C pada buah dan sayur. Pengamatan tersebut dilakukan dengan
mengamati warna awal dari air perasan buah dan sayur yang dibandingkan dengan
warna akhir setelah bereaksi dengan reagen Fehling A dan B. Pereaksi Fehling terdiri
dari dua bagian, yaitu Fehling A dan Fehling B. Fehling A adalah larutan CuSO4,
sedangkan Fehling B merupakan campuran larutan NaOH dan kalium natrium tartrat.
Pereksi Fehling dibuat dengan mencampurkan kedua larutan tersebut, sehingga
diperoleh suatu larutan yang berwarna biru tua. Vitamin C merupakan reduktor kuat
dengan adanya gugus enadiol sehingga mampu mereduksi pereaksi Fehling, ion Cu2+
terdapat sebagai ion kompleks. Pereaksi Fehling dapat dianggap sebagai larutan CuO.
Dalam pereaksi ini ion Cu2+ direduksi menjadi ion Cu+ yang dalam suasana basa
akan diendapkan sebagai Cu2O yang berwarna merah, kuning atau hijau kekuningan
(Poedjiadi, 2006)
Menurut Almatsier, S. (2009) Gradasi warna yang menjadi penentu tinggi
rendahnya (banyak/sedikit) kadar vitamin C dalam suatu bahan yang diuji yaitu
adanya warna biru menunjukan kadar vitamin C dalam jumlah tinggi, sedangkan
warna hijau mengidentifikasikan kadar vitamin C yang tidak terlalu tinggi (Anggraini
et al, 2013). Berdasarkan hasil pengamatan kami buah dan sayur yang mengandung
vitamin C adalah bunga turi, kentang, labu, manisa, wortel, kacang panjang, daun
singkong, bayam, jambu biji, dan Nanas. Hal tersebut dikarenakan warna awal
masing-masing buah, Bunga turi setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B
diketahui mengalami perubahan warna yaitu warna awal putih kehijauan menjadi
biru. Menurut Rubatzky (1997), kandungan bunga turi dari 100 gram adalah
mengandung karbohidrat 6,37 gr, protein 1, 28 gr, lemak 0, 04 gr, fosfor 30 mg, zat besi 0,84
gr , kalsium 18 mg, potasium 184 mg, sodium 15 mg, vitamin C 73 mg dan beta karoten.
Berdasarkan gradasi warna yang dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan
vitamin C nya banyak.
kentang setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B diketahui mengalami
perubahan warna yaitu warna awal kecoklatan menjadi berwarna biru. kandungan
vitamin C dalam 100 gram kentang yaitu 19,7 gram. Berdasarkan gradasi warna yang
dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan vitamin C nya banyak.
labu setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B diketahui mengalami
perubahan warna yaitu warna awal orange menjadi berwarna biru kehijauan hal ini
dikarenakan kandungan vitamin C dalam 100 gram labu kuning yaitu 9 mg,
Berdasarkan gradasi warna yang dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan
vitamin C nya sedikit.
manisah setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B diketahui mengalami
perubahan warna yaitu warna awal hijau pucat menjadi berwarna biru. kandungan
vitamin C dalam 100 gram manisa yaitu 7,7 mg. Berdasarkan gradasi warna yang
dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan vitamin C nya banyak. wortel
diketahui mengalami perubahan warna setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B
yaitu mulanya berwarna orange menjadi berwarna biru. Hat tersebut diketahui karena
menurut Poedjiadi (2006) kandungan vitamin C dalam 100 gram wortel yaitu 6 mg.
Berdasarkan gradasi warna yang dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan
vitamin C nya banyak.
kacang panjang diketahui mengalami perubahan warna setelah ditetesi larutan
fehling A dan fehling B yaitu mulanya berwarna hijau muda menjadi berwarna biru.
kandungan vitamin C dalam 100 gram kacang panjang yaitu 18,8 mg. Berdasarkan
gradasi warna yang dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan vitamin C nya
banyak.
Kemudian daun singkong setelah ditetesi larutan fehling A dan fehling B
diketahui mengalami perubahan warna yaitu warna awal hijau menjadi biru kehijauan.
kandungan vitamin C dalam 100 daun singkong yaitu 20,6 mg. Berdasarkan gradasi
warna yang dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan vitamin C nya cukup
banyak.
Lalu daun bayam diketahui mengalami perubahan warna setelah ditetesi larutan
fehling A dan fehling B yaitu mulanya hijau tua menjadi hijau kehitaman. Menurut
Poedjiadi (2006) kandungan vitamin C dalam 100 daun bayam yaitu Berdasarkan
gradasi warna yang dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan vitamin C nya
sedikit.
Kemudian buah jambu biji diketahui mengalami perubahan warna setelah ditetesi
larutan fehling A dan fehling B yaitu warna awal merah muda menjadi hijau muda.
Menurut Rubatzky (1997), kandungan vitamin C dalam 100 jambu biji yaitu 87 mg.
Berdasarkan gradasi warna yang dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan
vitamin C nya sedikit.
Selanjutnya buah nanas diketahui mengalami perubahan warna setelah ditetesi
larutan fehling A dan fehling B yaitu warna awal putih menjadi biru. Menurut
Rubatzky (1997), kandungan vitamin C dalam 100 jambu biji yaitu 47, 8 mg.
Berdasarkan gradasi warna yang dihasilkan yaitu berwarna biru maka kadar kandungan
vitamin C nya banyak.

Kesimpulan
1. Observasi gula dalam sayur dan buah pada bahan yang positif mengandung gula yaitu
manisah dan labu .adapun indikasi bahan amatan yang mengandung gula yaitu ketika
ditetesi fehling A dan fehling B menunjukkan warna orange.
2. Observasi vitamin B dalam sayur dan buah pada pengamatan yang dilakukan semua bahan
yang digunakan tidak teramati adanya indikasi kristal yang menunjukkan adanya
kandungan vitamin B.
3. Observasi vitamin C dalam Sayur dan Buah, bahan amatan yang menunjukkan indikasi
positiif yaitu bunga turi, kentang, labu, manisa, wortel, kacang panjang, daun singkong,
bayam, jambu biji, dan nanas dengan ditandai perubahan warna setelah ditetesi fehling A
dan fehling B menjadi berwarna hijau sampai biru.

Daftar Rujukan
Almatsier, S. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Buckle. K.A., R. A., Edwards, G.H. Fleet dan M. Wooton. 1987. Ilmu Pangan Diterjemahkan
oleh Hari Purnomo dan Adiono. Jakarta : Universitas Indonesia
Darwin, P. 2013. Menikmati Gula Tanpa Rasa Takut. Perpustakaan Nasional: Sinar Ilmu.
Poedjiadi, A. 2006. Dasar Dasar Biokimia. Edisi Revisi. Jakarta: UI - Press.
Rubatzky, V.E. dan M. Yamaguchi. 1997. Sayuran Dunia 2. Agromedia Pustaka, Jakarta.