Anda di halaman 1dari 28

1 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

2 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

DAFTAR ISI

COVER 1
DAFTAR ISI 2
OVERVIEW VAKSIN HAJI 3
VAKSIN MENINGITIS 11
VAKSIN INFLUENZA 29
VAKSIN PNEUMONIA 42
PENUTUP
3 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

OVERVIEW VAKSIN HAJI

Satu juta orang dari Indonesia


pergi ke arab saudi untuk
menunaikan ibadah haji dan
umroh setiap tahunnya. Hal ini
memberikan insight bahwa
kedokteran haji ke depan akan
menjadi ilmu yang penting.

Salah satu implikasi yang paling


jelas saat ini adalah tentang travel
medicine, dalam hal ini vaksin
haji.
4 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Pemerintah Arab Saudi tidak akan


pernah menerbitkan visa untuk
jamaah umroh dan haji yang
belum memiliki sertifikat vaksin.
Hal ini mendorong semua jamaah
(bahkan yang antivaks sekalipun)
wajib untuk vaksin.

Beberapa kali aku dikirimi


pertanyaan tentang hal ini,
Apakah wanita hamil aman
divaksin haji?
Apakah anak-anak wajib vaksin
pneumonia?
5 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Dan masih banyak lagi pertanyaan


lainnya. Biar efektif, maka aku
jawab dengan ebook singkat ini.

Satu hal yang penting kamu


ketahui adalah vaksin haji ada 3
setidaknya
1. Vaksin Meningitis
2. Vaksin Influenza
3. Vaksin Pneumonia
Yang no 1 wajib ya. Yang no 2
dan 3 ada indikasinya.

Kenapa Wajib?
6 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Good Question. Mekkah adalah


tempat berkumpulnya jutaan
orang diseluruh dunia.

Bayangin aja, setiap bulan haji


Mekkah akan dikunjungi 1-1,5 juta
orang dari penjuru dunia. Artinya
akan ada kuman dan virus dari
seluruh dunia yang masuk.

Misalnya di Brazil lagi outbreak


zika, bayangin akan ada muslim
dari Brazil yang terinfeksi zika dan
tidak manifes secara klinis. Orang
berpotensi membawa zika untuk
7 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

tersebar ke seluruh dunia lewat


kontak selama ibadah haji.

Bisa jadi ada jamaah dari


Indonesia, Surabaya. Terinfeksi
hanta virus (aku tahun lalu dapat
kasusnya sih). Terus dia nggak
kedeteksi sama panitia haji, lolos
berangkat ke mekah. Di sana,
hantanya menginfeksi tikus di
mekah. Akhirnya hanta
berkembang di Mekah dan setiap
jamaah haji di mekah bisa bawa
pulang virusnya ke negara
masing-masing.
8 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Idealnya semua jamaah haji harus


sudah vaksin semua penyakit
yang mungkin ada di dunia ini.
Namun, tidak efektif.

Solusinya, kementrian haji arab


saudi membuat sebuah penelitian.
Ternyata dari penelitian tersebut
didapatkan data bahwa salah satu
wabah yang paling sering
berhubungan dengan musim haji
adalah Meningitis.

Tercatat beberapa kali terjadi


wabah meningitis yang diduga
terjadi selama pelaksanaan haji.
9 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

1. Pada tahun 1987


dilaporkan wabah
meningitis selama haji.
Sejak itu vaksin meningitis
A/C wajib diberikan pada
calon jamaah haji
2. Tahun 1992, wabah
meningitis kembali terjadi.
Namun, kali ini terjadi
selama umroh di sekitar
Bulan Ramadhan
3. Tahun 2003 kembali terjadi
wabah dalam skala kecil.
Sebagian besar yang
terinfeks N. meningitidis
adalah jamaah yang tidak
vaksin
10 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Setelah itu beberapa laporan


infeksi meningitis yang diduga
berhubungan dengan ibadah haji
dilaporkan, namun dengan jumlah
< 150 kasus/tahun. Keberhasilan
pengendalian infeksi meningitis
selama haji ini diapresiasi karena
keberhasilan imunisasi wajib
meningitis (quadrivalent) yang
diterapkan pemerintah arab saudi
(Khan, 2003).

Dalam ebook singkat ini kita akan


berdiskusi tentang aspek klinis
vaksin haji. Tidak hanya tentang
vaksin meningitis, tetapi juga
vaksin influenza dan pneumonia.
11 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

VAKSIN MENINGITIS

Ngomongin vaksin haji, vaksin


meningitis adalah yang paling
penting. Vaksin meningitis adalah
vaksin wajib bagi jamaah haji.

Mendiskusikan vaksin meningitis,


tentu tidak dapat dipisahkan dari
kuman penyebab meningitis, N.
meningitidis. Bakteri ini puya 13
subtipe, 5 diantaranya (A,B,C,W
dan Y) sifatnya ganas.
12 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Kuman N. meningitidis menular


lewat kontak human-to-human.
Misalnya lewat droplet batuk,
ciuman dan pemakaian alat
makan bergantian. Menariknya,
kuman ini tidak bisa bertahan
lama di lingkungan (, sehingga
persebarannya tidak secepat virus
influenza.

Pasien yang terinfeksi N.


meningitidis tidak langsung
menunjukkan manifestasi
penyakit. Perlu masa inkubasi 3-4
hari (bisa 2-10 hari) sampai
muncul gejala klinis. Kuman ini
dapat meninfeksi aliran darah
13 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

(septisemia), cairan serebrospinal


(meningitis).

Perjalanan penyakitnya relatif


cepat dengan mortalitas yang
cukup tinggi (hampir 10%).
Pasien dengan infeksi N.
meningitidis harus segera
dideteksi dan mendapat terapi
yang sesuai.

Gejala Infeksi N . m eningitidis

Gejala klinis infeksi N. meningitidis


secara umum di antaranya adalah
14 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

1. Demam tinggi
2. Menggigil
3. Letargia
4. Ruam kulit (rash)

Perlu diwaspadai jika sampai


muncul manifestasi klinis
meningitis
1. Demam Tinggi
2. Nyeri Kepala
3. Kaku Kuduk
Jika muncul trias meningitis di
atas, harus segera dilakukan
tindakan segera.
15 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Dalam kondisi tertentu dengan


penyulit, infeksi N. meningitidis
dapat berakhir dengan sepsis,
syok, koma bahkan kematian
dalam beberapa jam (bahkan
dengan terapi yang sesuai
standar, informed consent
penting).

Diagnosis Infeksi N .
m eningitidis

Infeksi N. meningitidis didiagnosis


dengan kultur darah atau
ditemukan kuman N. meningitidis
pada pemeriksaan cairan
serebrospinal.
16 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Jika memungkinkan, pasien dapat


dilakukan pemeriksaan CT Scan
untuk mengetahui adanya
tekanan intrakranial
(kontraindikasi pungsi lumbal).
Jika tidak ada kontraindikasi,
pungsi lumbal dapat segera
dilakukan untuk dianalisis cairan
serebrospinal.

Namun, jika klinis mendukung dan


memang ada trias meningitis
disertai tanda-tanda infeksi
bakteri, sebaiknya antibiotik
diberikan segera.
17 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Terapi Infeksi N . m eningitidis

Infeksi N. meningitidis diobati


dengan pemberian antibiotik yang
tepat. Antibiotik dipilih sesuai
dengan peta kuman di rumah
sakit atau data epidemiologi
setempat. Misalnya di RSUD dr
Soetomo, digunakan ceftriaxone
IV 2 gram tiap 12 jam.

Bila hasil kultur dan pemeriksaan


sensitivitas antibiotik sudah
keluar, antibiotik dapat diganti
sesuai hasil tes kepekaan
antibiotik. Prosedur ini penting
18 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

dilakukan untuk mencegah


resistensi antibiotik di Rumah
Sakit.

Pada pasien dengan edema


cerebri, dexamethasone dapat
diberikan. Pemberian
dexamethasone dapat
menurunkan angka mortalitas
meningitis bakterial secara
bermakna.

Dosis demaxemathasone pada


pasien meningitis bakterial adalah
10 mg tiap 6 jam selama 4 hari
(intravena). Namun, pemberian
19 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

dexamethasone pada pasien


infeksi N. meningitidis yang
meningitis masih debatable.

Beberapa ahli menyarankan


dexamethasone segera dihentikan
jika hasil kultur menunjukkan
bahwa penyebab meningitis
bukan H. influenza atau S.
pneumonia. Namun, tidak sedikit
ahli yang tetap menyarankan
pemberian dexamethasone
dengan etiologi meningitis bakteri
apapun.
20 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Tapi, kalau aku sih merujuk ke


hasil penelitian de Gans dan van
de Beek (2002). Dalam laporan
penelitian berjudul
Dexamethasone in Adults with
Bacterial Meningitis, mereka
mengatakan bahwa secara umum
dexamethasone bermanfaat
dalam menurunkan angka
mortalitas pasien meningitis
bakterial. Secara khusus, pada
pasien infeksi N. meningitidis
dexamethasone memiliki manfaat
yang signifikan.

Jadi, dexamethasone boleh


diberikan.
21 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Aspek Klinis Vaksin Meningitis

Kita akan diskusikan aspek klinis


yang berkaitan dengan pemberian
vaksin meningitis. Jadi, tidak
dibahas aspek imunologis, kimia
dan agama (hala dan haram).

Jadi, yang pertama kali harus


diperhatikan ketika memberikan
vaksin meningitis adalah
melakukan pemeriksaan sediaan.
Serbuk warna putih, cairan jernih.
Apakah ada perubahan warna
atau expired date sudah lewat.
22 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Setelah yakin bahwa vaksin tidak


rusak, selanjutnya dilakukan
pencampuran bahan vaksin.
Langkah-langkahnya sebagai
berikut

1. Ambi seluruh larutan (dari


vial yang berisi larutan)
menggunakan jarum dan
spuit yang tersedia
23 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

2. Masukkan seluruh larutan


ke dalam vial yang berisi
serbuk
3. Kocok sampai larutan
tercampur merata dengan
jarum dan spuit masih
melekat pada vial
4. Larutan harus terlihat
jernih, tidak berwarna
sampai kuning muda, dan
tidak terlihat adanya
partikel-partikel dalam
larutan. Bila larutan tidak
memenuhi kondisi ini maka
vaksin tidak boleh
disuntikkan.
5. Ambil larutan vaksin yang
sudah tercampur homogen
24 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

6. Ganti jarum dengan ukuran


25 G
7. Keluarkan udara bila ada
8. Bersihkan lokasi suntikan
dengan alkohol swab
9. Suntikkan pada lengan atas
kiri

Secara umum vaksin quadruple


diberikan secara intramuskular
(IM). Kalau anak kecil (bayi dan
balita) dipilih otot vastus lateralis
(anterolateral). Pada jamaah haji
dewasa bisa diberikan di otot
deltoid. Tidak boleh diberikan
secara IV, Subcutan atau
Intracutan.
25 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Perhatikan kesesuaian panjang


jarum dengan usia dan postur
pasien.

Vaksin yang digunakan Pusat


kesehatan Haji RI adalah Menveo.
Menveo adalah jenis vaksin
konjugat yang diberikan untuk
memberikan kekebalan terhadap
infeksi N. meningitidis (A,C,W
135, Y). Vaksin menveo disebut
juga Quadrivalent Vaccine.

Dalam satu box berisi 10 vial,


yang terdiri atas 5 vial serbuk dan
26 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

5 vial larutan. Masing-masing vial


larutan berisi 0,5 mL. Tujuannya
untuk melarutkan serbuk,
sehingga dihasilkan vaksin dengan
volume 0,5 cc.

Vaksin meningitis Menveo


diindikasikan untuk setiap jamaah
haji yang berusia > 11 tahun.
Hati-hati, vaksin ini tidak boleh
diberikan pada pasien yang
sedang demam tinggi akut.
Namun kalau ada pasien subakut,
dengan batuk-pilek, bukan
kontraindikasi.
27 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

Yang selalu harus diperhatikan


oleh dokter adalah,
1. Selalu tanyakan riwayat
alergi dan anafilaksis
lainnya. Meskipun
unpredictable, data ini akan
penting untuk
mengantisipasi
kemungkinan anafilaksis
paska infeksi
2. Dokter harus selalu siap
untuk mengantisipasi jika
reaksi anafilaksis terjadi.
Termasuk ketersediaan
epinefrin dan oksigen di
tempat praktek
28 ASPEK KLINIS VAKSINASI HAJI

3. Jika memang akan


diberikan vaksin lain, bisa
dilakukan pada tempat
suntikan yang berbeda
(misal lengan
kontralateral).
4. Jangan memberikan vaksin
ini ke ibu hamil. Meskipun
menurut penelitian tidak
ada efek samping yang
dilaporkan, namun
keamanannya masih belum
bisa dibuktikan secara
penuh pada ibu hamil.