Anda di halaman 1dari 50

Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :

Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 1 dari 39

DAFTAR ISI

Hal.

DAFTAR ISI ...............................................................................................1


BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................2
A. Latar Belakang .......................................................................................2
B. Tujuan dan Manfaat playanan .................................................................3
C. Ruang Lingkup Playanan........................................................................3
D. Landasan Oprasional ..............................................................................4
E. Landasan Hukum.....................................................................................5
BAB II STANDAR FASILITAS
A. Gambran Umum Rumah Sakit ..............................................................7
BAB III VISI DAN MISI RS GRAHA HUSADA
A.Visi ..........................................................................................................9
B. Misi .........................................................................................................9
C. Falsafah....................................................................................................9
D.Tujuan Umum RS Graha Husada ..........................................................10
E. Tujuan Umum RS. .10
E.Tujuan Khusus RS.10
F.Nilai Dasar.10
BAB IV STRUKTUR ORGANISASI RS GRAHA HUSADA.................12
BAB V STRUKTUR ORGANISASI KOMITE K3RS.............................13
BAB VI URAIAN JABATAN..................................................................17
BAB VII TATA HUBUNGAN KERJA..34
BAB VIII POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI PEKERJA......37
BAB IX KEGIATAN ORIENTASI ...........................................................40
BAB X PERTEMUAN RAPAT.................................................................42
BAB XI PELAPORAN..............................................................................44
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 2 dari 39

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, Pasal 23
dinyatakan bahwa upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus
diselenggarakan di semua tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai
risiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit penyakit atau mempunyai karyawan
paling sedikit 10 orang. Jika memperhatikan isi dari pasal di atas maka jelaslah
bahwa Rumah Sakit (RS) termasuk ke dalam kriteria tempat kerja dengan berbagai
ancaman bahaya yang dapat menimbulkan dampak kesehatan, tidak hanya terhadap
para pelaku langsung yang bekerja di RS, tapi juga terhadap pasien maupun
pengunjung RS.
Sehingga sudah seharusnya pihak pengelola RS menerapkan upaya-upaya K3 di
RS.
Potensi bahaya di RS, selain penyakit-penyakit infeksi juga ada potensi bahaya-
bahaya lain yang mempengaruhi situasi dan kondisi di RS, yaitu kecelakaan
(peledakan, kebakaran, kecelakaan yang berhubungan dengan instalasi listrik, dan
sumber-sumber cidera lainnya, radiasi, bahan-bahan kimia yang berbahaya, gas-gas
anastesi, gangguan psikososial dan ergonomi. Semua potensi bahaya tersebut di atas,
jelas mengancam jiwa dan kehidupan bagi para karyawan di RS, para pasien maupun
para pengunjung yang ada di lingkungan RS.
Hasil laporan National Safety Council (NSC) tahun 1988 menunjukkan bahwa
terjadinya kecelakaan di RS 41% lebih besar dari pekerja di industri lain. Kasus yang
sering terjadi adalah tertusuk jarum, terkilir, sakit pinggang, tergores/terpotong, luka
bakar, dan penyakit infeksi dan lain-lain. Sejumlah kasus dilaporkan mendapatkan
kompensasi pada pekerja RS, yaitu sprains, strains : 52%; contussion, crushing,
bruising : 11%; cuts, laceration, punctures: 10.8%; fractures: 5.6%; multiple injuries:
2.1%; thermal burns: 2%; scratches, abrasions: 1.9%; infections: 1.3%; dermatitis:
1.2%; dan lain-lain: 12.4% (US Department of Laboratorium, Bureau of
Laboratorium Statistics, 1983).
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 3 dari 39

Laporan lainnya yakni di Israel, angka prevalensi cedera punggung tertinggi pada
perawat (16.8%) dibandingkan pekerja sektor industri lain. Di Australia, diantara 813
perawat, 87% pernah low back pain, prevalensi 42% dan di AS, insiden cedera
musculoskeletal 4.62/100 perawat per tahun. Cedera punggung menghabiskan biaya
kompensasi terbesar, yaitu lebih dari 1 milliar $ per tahun.
Khusus di Indonesia, data penelitian sehubungan dengan bahaya-bahaya di RS
belum tergambar dengan jelas, namun diyakini bahwa banyak keluhan-keluhan dari
para petugas di RS, sehubungan dengan bahaya-bahaya yang ada di RS.
Selain itu, Gun (1983) memberikan catatan bahwa terdapat beberapa kasus
penyakit kronis yang diderita petugas RS, yakni hipertensi, varises, anemia
(kebanyakan (wanita), penyakit ginjal dan saluran kemih (69% wanita), dermatitis
dan urtikaria (57% (wanita) serta nyeri tulang belakang dan pergeseran diskus
intervertebrae. Ditambahkan juga bahwa terdapat beberapa kasus penyakit akut yang
diderita petugas RS lebih besar 1.5 kali dari petugas atau pekerja lain, yaitu penyakit
infeksi dan parasit, saluran pernafasan, saluran cerna dan keluhan lain, seperti sakit
telinga, sakit kepala, gangguan saluran kemih, masalah kelahiran anak, gangguan
pada saat kehamilan,penyakit kulit dan sistem otot dan tulang rangka.
Dari berbagai potensi bahaya tersebut, maka perlu upaya untuk mengendalikan,
meminimalisasi dan bila mungkin meniadakannya, oleh karena itu K3 RS perlu
dikelola dengan baik. Agar penyelenggaraan K3 RS lebih efektif, efisien dan terpadu,
diperlukan sebuah pedoman K3 di RS, baik bagi pengelola maupun karyawan RS.

B. Tujuan dan Manfaat Pelayanan K3RS


1. Tujuan Umum
Terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat dan produktif untuk
pekerja, aman dan sehat bagi pasien, pengunjung, masyarakat dan lingkungan
sekitar Rumah Sakit sehingga proses pelayanan Rumah Sakit berjalan baik
dan lancar.
2. Tujuan Khusus :
a. Terlaksananya program kerja K3 RS
b. Meningkatkan kesehatan lingkungan kerja RS
c. Meningkatkan kesehatan karyawan RS
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 4 dari 39

d. Terselenggaranya deteksi dini dan pencegahan kebakaran dan


bencana
e. Meningkatkan SDM yang mendukung keselamatan dan kesehatan
kerja
3. Manfaat
a. Bagi Rumah Sakit
1) Meningkatkan mutu pelayanan
2) Mempertahankan kelangsungan operasional RS
3) Meningkatkan citra RS.
b. Bagi karyawan RS :
1) Melindungi karyawan dari Penyakit Akibat Kerja (PAK)
2) Mencegah terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK)
c. Bagi pasien dan pengunjung :
1) Mutu layanan yang baik
2) Kepuasan pasien dan pengunjung
4. Sasaran
a. Pengelola RS
b. Karyawan RS
c. Pasien dan pengunjung RS
d. Masyarakat sekitar
C. Ruang Lingkup Pelayanan
Ruang lingkup K3RS RS Graha Husada mencakup kegiatan-kegiatan dibidang :
1. Pengembangan manajemen tanggap darurat
2. Pengamanan peralatan medik, pengamanan radiasi dan limbah radioaktif.
3. Pengamanan peralatan berat non medik, pengamanan dan keselamatan
bangunan.
4. Pelayanan kesehatan kerja dan pencegahan penyakit akibat kerja.
5. Pengumpulan, pengolahan, dokumentasi data dan pelaporan kegiatan K3RS
6. Bidang satuan tugas fungsional.
7. Pengamanan sanitasi sarana kesehatan kerja danpencegahan penyakit akibat
kerja.

D. Landasan Operasional
1. Pengertian
a. Kesehatan Kerja Menurut WHO / ILO (1995)
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 5 dari 39

Kesehatan Kerja bertujuan untuk peningkatan dan pemeliharaan derajat


kesehatan fisik, mental dan sosial yang setinggi-tingginya bagi pekerja di
semua jenis pekerjaan, pencegahan terhadap gangguan kesehatan pekerja
yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan; perlindungan bagi pekerja dalam
pekerjaannya dari risiko akibat faktor yang merugikan kesehatan; dan
penempatan serta pemeliharaan pekerja dalam suatu lingkungan kerja yang
disesuaikan dengan kondisi fisiologi dan psikologisnya. Secara ringkas
merupakan penyesuaian pekerjaan kepada manusia dan setiap manusia
kepada pekerjaan atau jabatannya.

b. Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Upaya untuk memberikan jaminan keselamatan dan meningkatkan derajat
kesehatan para pekerja/buruh dengan cara pencegahan kecelakaan dan
penyakit akibat kerja, pengendalian bahaya di tempat kerja, promosi
kesehatan, pengobatan dan rehabilitasi.

c. Manajemen K3 RS
Suatu proses kegiatan yang dimulai dengan tahap perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian yang bertujuan untuk
membudayakan K3 di RS .

d. Upaya K3 di RS
Upaya K3 di RS menyangkut tenaga kerja, cara/metode kerja, alat kerja,
proses kerja dan lingkungan kerja. Upaya ini meliputi peningkatan,
pencegahan, pengobatan dan pemulihan. Kinerja setiap petugas kesehatan dan
non kesehatan merupakan resultante dari tiga komponen K3 yaitu kapasitas
kerja, beban kerja dan lingkungan kerja. Yang dimaksud dengan :
1) Kapasitas kerja adalah kemampuan seorang pekerja untuk
menyelesaikanpekerjaannya dengan baik pada suatu tempat kerja dalam
waktu tertentu.
2) Beban Kerja adalah suatu kondisi yang membebani pekerja baik secara
fisik maupun non fisik dalam menyelesaikan pekerjaannya, kondisi
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 6 dari 39

tersebut dapat diperberat oleh kondisi lingkungan yang tidak


mendukung secara fisik atau non fisik.
3) Lingkungan Kerja adalah kondisi lingkungan tempat kerja yang
meliputi factor fisik, kimia, biologi, ergonomi dan psikososial yang
mempengaruhi pekerja dalam melaksanakan pekerjaannya.

e. Bahaya Potensial di RS
Bahaya Potensial di RS dapat mengakibatkan penyakit dan kecelakaan
akibat kerja.Yaitu disebabkan oleh faktor biologi (virus, bakteri dan jamur);
faktor kimia (antiseptik, gas anestasi) ; faktor ergonomi (cara kerja yang
salah); faktor fisika (suhu, cahaya, bising, listrik, getaran dan radiasi); faktor
psikososial (kerja bergilir, hubungan sesama karyawan/atasan).
Bahaya potensial yang dimungkinkan ada di RS, diantaranya adalah
mikrobiologik, fisik, kebakaran, mekanik, kimia/gas/karsinogen, radiasi dan
risiko hukum/keamanan. Penyakit Akibat Kerja (PAK) di RS, umumnya
berkaitan dengan faktor biologic (kuman patogen yang berasal umumnya dari
pasien); faktor kimia (pemaparan dalam dosis kecil namun terus menerus
seperti antiseptik pada kulit, gas anestasi pada hati; faktor ergonomi (cara
duduk salah, cara mengangkat pasien salah); factor fisik dalam dosis kecil
yang terus menerus (panas pada kulit, tegangan tinggi pada sistem reproduksi,
radiasi pada sistem pemroduksi darah); faktor psikologis (ketegangan di
kamar bedah, penerimaan pasien, gawat darurat dan bangsal penyakit jiwa).

f. Penilaian Faktor Resiko


Adalah proses untuk menentukan ada tidaknya resiko dengan jalan
melakukan penilaian bahaya potensial yang menimbulkan resiko keselamatan
dan kesehatan.
g. Pengendalian Faktor Resiko
Dilaksanakan melalui 4 tingkatan pengendalian resiko yakni ;
1) Menghilangkan bahaya
2) Menggantikan sumber resiko dengan sarana/peralatan lain yang
tingkat resikonya lebih rendah/tidak ada
3) Pengendalian administrasi
4) Memakai alat pelindung diri ( APD ).
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 7 dari 39

h. Respon Kegawatdaruratan di RS
Kegawatdaruratan merupakan suatu kejadian yang dapat menimbulkan
kematian atau luka serius bagi pekerja, pengunjung ataupun masyarakat atau
dapat menutup kegiatan usaha, mengganggu operasi, menyebabkan kerusakan
fisik lingkungan ataupun mengancam finansial dan citra RS. RS mutlak
memerlukan Sistem Tanggap Darurat sebagai bagian dari Manajemen K3 RS.

E. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
3. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
5. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
6. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan
7. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 1998 tentang Pengamanan Sediaan
Farmasi dan Alat Kesehatan
8. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan
9. Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2000 tentang Keselamatan Dan
Kesehatan Terhadap Pemanfaatan Radiasi Pengion
10. Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
11. Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1993 tentang Penyakit Yang Timbul
Karena Hubungan Kerja
12. Keputusan Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Wajib Laporan Penyakit
Akibat Hubungan Kerja
13. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 186/Men/1999 tentang Unit
Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.
14. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 876/Menkes/SK/VIII/ 2001 tentang
Pedoman Teknis Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan
15. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1217/Menkes/SK/IX/2001 tentang
Pedoman Pengamanan Dampak Radiasi
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 8 dari 39

16. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1335/Menkes/SK/X/2002 tentang


Standar Operasional Pengambilan dan Pengukuran Kualitas Udara Ruangan
RumahSakit
17. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1439/Menkes/SK/XI/2002 tentang
Penggunaan Gas Medis Pada Sarana Pelayanan Kesehatan
18. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 351/Menkes/SK/III/2003 tentang
Komite Kesehatan dan Keselamatan Kerja Sektor Kesehatan
19. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004 tentang
Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit
20. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 432/Menkes/Per/IV/2007 tentang
Pedoman Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit.
21. Keputusan Mentri Kesehtan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016

BAB II
STANDAR FASILITAS

A. Gambaran Umum RS Graha Husada


Diawali dengan perbincangan antar sahabat bahwa kenyamanan persinggahan
bukan hanya teruntuk orang sehat, tapi pantas di persembahkan pada orang sakit di
kota Bandar Lampung yang kita cintai ini.
Realita dari perbincangan tersebut bersepakatlah seorang Dokter Spesialis
Bedah, Dokter Spesialis Penyakit Dalam,Dokter spesialis Anak dan tiga orang
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 9 dari 39

Dokter Spesialis Obstetri dan Genekologi untuk membangun sebuah rumah sakit
yang representative yang bernama Rumah Sakit Graha Husada yang terletak di jalan
Gajah Mada, No 6 GH. Di kelola oleh PT. Graha Husada yang di dirikan oleh
keenam dokter spesialis tersebut.
Rumah Sakit Graha Husada sangat mengharapkan dukungan dari sejawat dokter
spesialis dan umum,untuk memberikan pelayanan kesehatan secara holistic dan
terpadu baik bagi masyarakat umum, perusahaan langganan maupun peserta asuransi,
juga turut membantu pemerintah meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Rumah Sakit Graha Husada adalah Rumah Sakit Swasta di bawah pengelolaan
Manajemen PT. Graha Husada, yaitu suatu Perseroan Terbatas yang di dirikan sesuai
Akte Notaris Marudin Pasaribu,SH. No.2 tanggal 4 Oktober 2001 dan telah
mendapatkan pengesahan dari Mentri Kehakiman dan Ham RI berdasarkan
keputusan Nomor : C 11876.HT.01.01.TH 2001. Tanggal 30 Oktober 2001
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 10 dari 39

Gambar. Denah Lokasi RS Graha Husada

Gambar. Tampak depan RS Graha Husada


Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 11 dari 39

BAB III
VISI, MISI, FALSAFAH, NILAI DAN TUJUAN RUMAH SAKIT

A. VISI
Menjadi Rumah Sakit Tipe C dengan Pelayanan Prima sesuai Standar Nasional.

B. MISI
1. Memberi pelayanan kesehatan, bermutu dan memuaskan masyarakat serta
terjangkau.
2. Memberi pelayanan ramah bersahabat tanpa unsur memandang suku, agama,
ras dan golongan.
3. Meningkatkan sarana prasarana sesuai standar pelayanan Rumah Sakit Tipe
C.
4. Mewujudkan manajemen yang efektif, efisien, transparan dan responsif
terhadap tuntutan masyarakat.
5. Membangun SDM yang professional dibidangnya.
6. Menigkatkan kesejahteraan karyawan dan memberi perlindungan hukum dan
keselamatan seluruh staf dan karyawan.

C. FALSAFAH

Menjadi Graha yang benar-benar menyehatkan masyarakat dan karyawan secara


fisik dan psikis

D. TUJUAN UMUM RS. GRAHA HUSADA


1. Memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat untuk kesembuhan dan
mendidik masyarakat untuk sadar akan pentingnya kesehatan.
2. Bermitra dengan pemerintah dan swasta dalam mewujudkan masyarakat yang
sehat sejahtera melalui pendekatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitif
yang dapat dipertanggungjawabkan.
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 12 dari 39

E. TUJUAN KHUSUS RUMAH SAKIT GRAHA HUSADA :

1. Memberi kontribusi dalam membangun daerah melalui pelayanan kesehatan


dan membuka lowongan kerja bagi anak daerah.
2. Ikut serta dalam program pemerintah daerah maupun pusat dalam system
pelayanan kesehatan masyarakat.
3. Menjadikan seluruh staf dan karyawan merasa memiliki dan menjaga
kesinambungan operasional Rumah Sakit melalui pelayanan yang maksimal
dan beretika tanpa unsur sara.
4. Meningkatkan kualitas SDM sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.
5. Membina hubungan dengan pasien melalui pelayanan yang baik, berkualitas
dan beretika sesuai norma ketimuran.

F. NILAI DASAR
Pembelajar, Inovatif, Profesional, Kasih-Sayang, Ikhlas, Semangat, Kerjasama,
Integritas dan Spiritual.
1. Pembelajar
Sikap dan prilaku yang selalu belajar dari nfakta-fakta kegagalan atau
kesuksesan, berani menerima kritikan dan kekurangan diri sendiri dan selalu
berusaha untuk memperbaikinya.

2. Inovatif
Sikap dan perilaku yang kreatif dan berani mengambil resiko untuk mencoba
hal-hal baru.

3. Profesional
Sikap dan perilaku kerja yang menjunjung tinggi etika dan standar-standar
profesi.

4. Kasih saying
Sikap dan perilaku yang senatiasa bersedia memberi bantuan dan bersedia
melayani dengan ramah, hangat dan bersahabat.
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 13 dari 39

5. Ikhlas
Sikap dan perilaku yang tulus, tanpa pamrih, dapat menerima kelebihan dan
kekurangan.

6. Semangat
Sikap dan perilaku kerja/pelayanan yang dilaksanakan dengan sungguh-
sungguh disiplin disertai dengan perasaan senang dan gembira

7. Kerjasama
Sikap dan perilaku yang sanggup bekerjasana dalam tim, menghargai
perbedaan dan keragaman, serta menghargai kelebihan dan hak orang lain

8. Integritas
Sikap dan perilaku yang jujur dan terbuka, utuh dan satu pikiran, ucapan dan
perbuatan

9. Spiritual
Sikap dan perilaku yang menjunjung tinggi kebenaran dan keadilan universal

G. MOTTO
GRAHA yang artinya sebagai berikut :
G : Gesit
R : Ramah
A : Arif
H : Handal
A : Aman
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 14 dari 39

BAB 1V
STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 15 dari 39

BAB V
STRUKTUR ORGANISASI
KOMITE KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
RUMAH SAKIT GRAHA HUSADA

Direktur Utama

Ketua Komite K3

Sekretaris Komite K3

Ketua Sub Ketua Sub Komite Ketua Sub Komite. Ketua Sub Komite.
Komite K3 Kesehatan Kebakaran dan Keselamatan dan
Lingkungan Bencana Internal & Kesehatan Kerja
Eksternal Karyawan dan PAK

Anggota Anggota Anggota Anggota


Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 16 dari 39

STRUKTUR ORGANISASI
KOMITE KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA
RUMAH SAKIT GRAHA HUSADA

Direktur Utama

Ketua Komite K3
dr. Lucky Togihon

Sekretaris Komite K3
Firman, S.Kep

Ketua Sub Ketua Sub Komite Ketua Sub Komite. Ketua Sub Komite.
Komite K3 Kesehatan Kebakaran dan Keselamatan dan
Lingkungan Bencana Internal & Kesehatan Kerja
Siswanto Eksternal Karyawan dan PAK
Ardian A.Md.KL
Fikriansyah Dr. Wilutami

Anggota : Anggota : Anggota : Anggota :

Dr. Muchsim
Jasmen Nadeak, A.Md.Kep Mega Ratna Septiana, Dr. Muchsim
Melati Cendrakasih
Melati Cendrakasih
SH Amd. AK Rio Maulana
Rio Maulana
Siska Manoppo, Amd. Keb Anggi Kurniawan Sapari
Sapari
Firdaus Elwin, Amd. Kep Abdul Sawab
Amd. Rad Abdul Sawab
SunaryoRahman, Amd. Kep Sahroni
Ria Dwi Pratiwi, SKM Sahroni
Aan Mahendra, Ns. S.Kep
Kartini, S.Kep
Pilutis Anuarsyah, S. Kep
Maya Seprina, Amd. Kep
Johim Hamonangan, Amd.
Kep
Wusono Saputro, AMd.
Kep
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 17 dari 39

BAB VI
URAIAN JABATAN

Nama Jabatan : Ketua Komite K3RS

Pengertian : Seorang yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan


Direktur Utama RS. Graha Husada Bandar Lampung untuk
memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengendalikan
dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan K3RS sesuai dengan
Undang-Undang yang berlaku.

Persyaratan : 1. Berijazah minimal S1 Kedokteran


2. Memiliki kualifikasi Ahli K3 Umum
3. Memiliki kualifiasi Hyperkes

Tanggung Jawab : Secara struktural bertanggungjawab kepada Direktur Utama


RS. Graha Husada Lampung

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Perencanaan


1. Membuat program kerja Komite K3 RS
2. Merencanakan jumlah, jenis dan mutu tenaga yang
dibutuhkan dalam rangka pengembangan SDM
Komite K3RS
3. Merencanakan dan menentukan jenis kegiatan yang
akan diselenggarakan di Komite K3RS sesuai dengan
kebutuhan dan kebijakan rumah sakit.
4. Merencanakan jumlah dan jenis peralatan yang
dibutuhkan sesuai dengan standar terkini.
5. Memastikan Risk assessment untuk setiap unit RS

B. Melaksanakan Fungsi Pengorganisasian


1. Mengatur dan mengkoordinasikan semua kegiatan di
Komite K3RS.
2. Mengalokasikan SDM sesuai dengan posisi yang tepat
3. Menetapkan prosedur yang digunakan.
4. Mengadakan pertemuan berkala dengan Komite
K3RS.
5. Menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh RS.
Graha Husada Lampung, atau pertemuan eksternal RS.
6. Mendelegasikan tugas kepada Sekretaris K3RS saat
tidak berada ditempat.
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 18 dari 39

7. Mengadakan kerjasama yang baik dengan semua unit


terkait.
8. Menjalin dan memelihara hubungan baik dengan
pihak/instansi lain di luar RS terkait dengan K3RS.

C. Melaksanakan Fungsi Pengarahan


1. Mengkoordinir kegiatan K3RS.
2. Memberikan motivasi untuk meningkatkan
pengetahuan, ketrampilan dan sikap karyawan terkait
K3RS
3. Memberikan bimbingan dan arahan kepada karyawan
K3RS.
4. Memastikan bahwa sosialisasi / informasi hal-hal
penting terkait K3RS di ketahui oleh semua
karyawan : kebijakan, peraturan, ketentuan, SPO, hasil
rapat, dsb.

D. Melaksanakan Fungsi Pengawasan dan Evaluasi


1. Mengendalikan dan memonitor Sub Komite K3RS
agar mentaati prosedur, peraturan dan tata tertib yang
berlaku terkait K3RS
Membuat analisa dan evaluasi dan penilaian
pelaksanaan tugas Komite K3RS.

1. Menegur karyawan yang melakukan pelanggaran atau


bekerja tidak sesuai dengan prosedur terkait K3RS;
:
2. Mengusulkan ke Direksi dan bagian Personalia untuk
pemberian sanksi kepada karyawan yang melakukan
pelanggaran baik karyawan maupun outsourcing.
3. Menyelesaikan dan mengambil keputusan terhadap
masalah K3RS yang terjadi baik mengenai karyawan,
pasien, keluarga maupun masyarakat.
4. Menyusun kebijakan, pedoman, SPO mengenai K3RS

Wewenang
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 19 dari 39

1. Memberi rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan


mutu pelayanan K3 RS. Graha Husada Bandar Lampung
2. Mendapatkan dan menggunakan sarana dan prasarana
yang diperlukan dalam pelaksanaan tugasnya.
:

Hak

Nama Jabatan : Ketua Sub Komite K3RS

Pengertian : Seorang yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan


Direktur Utama RS. Graha Husada Bandar Lampung untuk
memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengendalikan
dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan K3RS sesuai dengan
Undang-Undang yang berlaku.

Persyaratan : 1. Berijazah minimal D III Kesehatan


2. Pengalaman mengelola K3RS
3. Memiliki sertifikat K3RS

Tanggung Jawab : Secara struktural bertanggungjawab kepada Ketua Komite


K3 RS. Graha Husada Bandar Lampung

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Perencanaan


1. Membuat program kerja Kesehatan kerja karyawan
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 20 dari 39

RS
2. Mendampingi Ketua Komite K3 dalam pertemuan
internal atau eksternal yang berkaitan dengan
Kegiatan Kesehatan kerja karyawan.
B. Melaksanakan Fungsi Pengorganisasian
1. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan
Kesehatan kerja karyawan
2. Berkoordinasi dengan Bagian Pesonalia dalam
pemeriksaan kesehatan awal, berkala maupun
khusus.
3. Menghadiri pertemuan berkala Komite K3RS.
4. Mengadakan kerjasama yang baik dengan semua
unit terkait.
5. Menjalin dan memelihara hubungan baik dengan
pihak/instansi lain di luar RS terkait dengan
pengawasan Kesehatan Kerja karyawan dan
kesehatan lingkungan kerja RS.
6. Membuat laporan kegiatan kesehatan kerja secara
berkala.

C. Melaksanakan Fungsi Pengarahan


1. Mengkoordinir seluruh karyawan dalam menjaga
Kesehatan kerja karyawan dan kesehatan
lingkungan kerja RS.
2. Memberikan motivasi untuk meningkatkan
pengetahuan kesehatan kerja karyawan dan
kesehatan lingkungan kerja RS.
3. Memberikan bimbingan dan arahan kepada seluruh
karyawan mengenai kesehatan kerja karyawan dan
kesehatan lingkungan kerja RS.

Uraian Tugas : D. Melaksanakan Fungsi Pengawasan dan Evaluasi


1. Mengendalikan, memonitor dan mengawasi
kesehatan kerja karyawan dan kesehatan
lingkungan kerja agar mentaati prosedur, peraturan
dan tata tertib yang berlaku.
2. Membuat analisa dan evaluasi dan penilaian
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 21 dari 39

kesehatan kerja karyawan dan kesehatan


lingkungan kerja di unit unit RS.

Wewenang : 1. Menegur karyawan yang melakukan pelanggaran saat


bekerja tidak sesuai dengan prosedur.
2. Mengusulkan kepada Ketua Komite K3 dan bagian
Pesonalia untuk pengendalian hasil pemeriksaan
kesehatan lingkungan kerja RS.
3. Menyusun kebijakan, pedoman, SPO mengenai
Kesehatan kerja karyawan RS.

Hak : 1. Memberi rekomendasi untuk perbaikan dan


peningkatan lingkungan kerja RS
2. Mendapatkan dan menggunakan sarana dan prasarana
yang diperlukan dalam pelaksanaan tugasnya.

Nama Jabatan : Sekretaris Komite K3RS

Pengertian : Seorang yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan


Direktur Utama RS. Graha Husada Bandar Lampung untuk
membantu Ketua Komite K3 RS. Graha Husada Bandar
Lampung dalam hal mengumpulkan, mengelola dan
pelaporan data semua kegiatan K3RS sesuai dengan
Undang-Undang yang berlaku.
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 22 dari 39

Persyaratan : 1. Berijazah minimal Diploma III Kesehatan


2. Pengalaman sekretaris minimal satu tahun
3. Memiliki sertifikat K3RS
4. Memiliki kualifikasi Ahli K3 Umum

Tanggung Jawab : Secara struktural bertanggungjawab kepada Ketua Komite


K3 RS. Graha Husada Lampung

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Perencanaan


1. Membantu Ketua Komite K3RS membuat program
kerja Komite K3RS
2. Membantu Ketua Komite K3RS dalam perencanaan
jumlah, jenis dan mutu tenaga yang dibutuhkan
K3RS.
3. Membantu merencanakan jenis kegiatan yang akan
diselenggarakan sesuai dengan kebutuhan dan
kebijakan rumah sakit.
4. Membantu merencanakan jumlah dan jenis
peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan standar
terkini.

B. Melaksanakan Fungsi Pengorganisasian


1. Membantu Ketua Komite K3RS
mengkoordinasikan semua kegiatan administrasi di
Komite K3RS.
2. Membantu merumuskan dan menetapkan prosedur
yang digunakan.
3. Mengatur dan mengendalikan dokumen dan logistik
di Komite K3RS.
4. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang
harmonis.
5. Mengatur pertemuan berkala dengan karyawan
K3RS.
6. Mewakili Ketua Komite, dalam pertemuan-
pertemuan yang diselenggarakan oleh RS. Graha
Husada Lampung
7. Mengadakan kerjasama yang baik dengan semua
unit terkait.
8. Menjalin dan memelihara hubungan baik dengan
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 23 dari 39

pihak/instansi lain di luar RS terkait dengan


pengawasan K3RS.
9. Menyiapkan Laporan kegiatan K3RS secara
berkala.
10. Melaporkan kegiatan K3RS kepada dinas terkait
(Disnaker) secara berkala (per 3 bulan)

C. Melaksanakan Fungsi Pengarahan


1. Mengkoordinir staf / karyawan dan semua kegiatan
administrasi di Komite K3RS
2. Memberikan bimbingan dan arahan kepada staf /
karyawan dibagiannya.
3. Membantu sosialisasikan / menginformasikan hal-
hal penting yang perlu di ketahui karyawan :
kebijakan, peraturan, ketentuan, SPO, hasil rapat,
dsb.

Uraian Tugas : D. Melaksanakan Fungsi Pengawasan dan Evaluasi


1. Mengendalikan, memonitor dan mengawasi
dokumen K3RS, sesuai peraturan dan tata tertib
yang berlaku.
2. Memberikan masukan penilaian pelaksanaan tugas
karyawan dibagiannya baik karyawan tetap,
magang maupun outsourcing.

Wewenang : 1. Menegur karyawan yang melakukan pelanggaran atau


bekerja tidak sesuai dengan prosedur.
2. Mengusulkan kepada Ketua untuk pemberian sanksi
kepada karyawan yang melakukan pelanggaran
karyawan maupun outsourcing.
3. Membuat laporan terhadap masalah yang terjadi baik
mengenai karyawan, pasien, keluarga maupun
masyarakat.
4. Membantu menyusun kebijakan, pedoman, SPO
mengenai K3RS

Hak : 1. Mengusulkan kepada Ketua untuk perbaikan dan


peningkatan mutu pelayanan K3 RS. Graha Husada
Lampung
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 24 dari 39

2. Mendapatkan dan menggunakan sarana dan prasarana


yang diperlukan dalam pelaksanaan tugasnya.

Nama Jabatan : Ketua Sub Komite K3RS

Pengertian : Seorang yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan


Direktur Utama RS. Graha Husada Bandar Lampung untuk
memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengendalikan
dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan K3RS sesuai dengan
Undang-Undang yang berlaku.

Persyaratan : 4. Berijazah minimal D III Kesehatan


5. Pengalaman mengelola K3RS
6. Memiliki sertifikat K3RS

Tanggung Jawab : Secara struktural bertanggungjawab kepada Ketua Komite


K3 RS. Graha Husada Bandar Lampung

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Perencanaan


1. Membuat program kerja Kesehatan kerja karyawan
RS
2. Mendampingi Ketua Komite K3 dalam pertemuan
internal atau eksternal yang berkaitan dengan
Kegiatan Kesehatan kerja karyawan.
B. Melaksanakan Fungsi Pengorganisasian
1. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan
Kesehatan kerja karyawan
2. Berkoordinasi dengan Bagian Pesonalia dalam
pemeriksaan kesehatan awal, berkala maupun
khusus.
3. Menghadiri pertemuan berkala Komite K3RS.
4. Mengadakan kerjasama yang baik dengan semua unit
terkait.
5. Menjalin dan memelihara hubungan baik dengan
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 25 dari 39

pihak/instansi lain di luar RS terkait dengan


pengawasan Kesehatan Kerja karyawan dan
kesehatan lingkungan kerja RS.
6. Membuat laporan kegiatan kesehatan kerja secara
berkala.

C. Melaksanakan Fungsi Pengarahan


1. Mengkoordinir seluruh karyawan dalam menjaga
Kesehatan kerja karyawan dan kesehatan lingkungan
kerja RS.
2. Memberikan motivasi untuk meningkatkan
pengetahuan kesehatan kerja karyawan dan
kesehatan lingkungan kerja RS.
3. Memberikan bimbingan dan arahan kepada seluruh
karyawan mengenai kesehatan kerja karyawan dan
kesehatan lingkungan kerja RS.

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Pengawasan dan Evaluasi


1. Mengendalikan, memonitor dan mengawasi
kesehatan kerja karyawan dan kesehatan lingkungan
kerja agar mentaati prosedur, peraturan dan tata tertib
yang berlaku.
2. Membuat analisa dan evaluasi dan penilaian
kesehatan kerja karyawan dan kesehatan lingkungan
kerja di unit unit RS.

Wewenang : 1. Menegur karyawan yang melakukan pelanggaran saat


bekerja tidak sesuai dengan prosedur.
2. Mengusulkan kepada Ketua Komite K3 dan bagian
Pesonalia untuk pengendalian hasil pemeriksaan
kesehatan lingkungan kerja RS.
3. Menyusun kebijakan, pedoman, SPO mengenai
Kesehatan kerja karyawan RS.

Hak : 1. Memberi rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan


Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 26 dari 39

lingkungan kerja RS
2. Mendapatkan dan menggunakan sarana dan prasarana
yang diperlukan dalam pelaksanaan tugasnya.

Nama Jabatan : Ketua Sub Komite Kesehatan Lingkungan

Pengertian : Seorang yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan


Direktur Utama RS. Graha Husada Bandar Lampung untuk
memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengendalikan
dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan Kesehatan
Lingkungan RS sesuai dengan Undang-Undang yang
berlaku.

Persyaratan : A. Formal
Berijazah minimal D III Kesehatan Lingkungan
B. Informal
Pengalaman mengelola Kesehatan Lingkungan
minimal satu tahun

Tanggung Jawab : Secara struktural bertanggung jawab kepada Ketua Komite


K3 RS.

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Perencanaan


1. Membuat program kerja Kesehatan Lingkungan
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 27 dari 39

RS.
2. Membuat Risk Assessment area potensial RS.
3. Merencanakan jumlah dan jenis pemeriksaan
Kesehatan Lingkungan yang dibutuhkan.
4. Mengatur dan membuat jadwal pemeriksaan
Kesehatan Lingkungan RS.

B. Melaksanakan Fungsi Pengorganisasian


1. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan
Kesehatan Lingkungan RS.
2. Mengatur dan mengendalikan dokumen Kesehatan
Lingkungan RS.
3. Menghadiri pertemuan berkala Komite K3RS.
4. Mendelegasikan tugas kepada anggota Sub Komite
Kesehatan Lingkungan saat tidak berada di tempat.
5. Mengadakan kerja sama yang baik dengan semua
unit terkait.
1. Menjalin dan memelihara hubungan baik dengan
pihak/instansi lain di luar RS terkait dengan
pengawasan Kesehatan Lingkungan RS.

2. Membuat laporan kegiatan pengawasan secara


berkala (Monitoring IPAL, LB3)
3. Melakukan pelaporan kinerja Kesehatan
lingkungan ke Dinas terkait (laporan UKL-UPL,
Neraca LB3, dll)

C. Melaksanakan Fungsi Pengarahan


1. Mengkoordinir seluruh karyawan dalam menjaga
Kesehatan Lingkungan RS.
2. Memberikan motivasi untuk meningkatkan
pengetahuan Kesehatan Lingkungan RS.
3. Memberikan bimbingan dan arahan kepada seluruh
karyawan mengenai Kesehatan Lingkungan RS.

D. Melaksanakan Fungsi Pengawasan dan Evaluasi


1. Mengendalikan, memonitor, dan mengawasi
kesehatan lingkungan agar mentaati prosedur,
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 28 dari 39

peraturan dan tata tertib yang berlaku.


2. Membuat analisa dan evaluasi serta penilaian
kesehatan lingkungan unit unit kerja RS.

1. Menegur karyawan yang melakukan pelanggaran


saat bekerja tidak sesuai dengan prosedur.
2. Mengusulkan kepada Ketua Komite K3 untuk
:
pengendalian hasil pemeriksaan kesehatan
lingkungan RS.
3. Menyusun kebijakan, pedoman, dan SPO mengenai
Wewenang Kesehatan lingkungan RS.

1. Memberi rekomendasi untuk perbaikan dan


peningkatan kesehatan lingkungan RS. Graha
: Husada Lampung
2. Mendapatkan dan menggunakan sarana dan
prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan
tugasnya.

Hak

Nama Jabatan : Ketua Sub Komite Kebakaran

Pengertian : Seorang yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan


Direktur Utama RS. Graha Husada Bandar Lampung untuk
memimpin, merencanakan, melaksanakan, mengendalikan
dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan Penanggulangan
Kebakaran sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Persyaratan : 1. Berijazah minimal SLTA


Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 29 dari 39

2. Memiliki sertifikat Penanggulangan Kebakaran, Disaster


plan

Tanggung Jawab : Secara struktural bertanggungjawab kepada Ketua Komite


K3 RS. Graha Husada Lampung

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Perencanaan


1. Membuat program kerja Penanggulangan Kebakaran
2. Membuat Risk assessment area potensial kebakaran
RS
3. Merencanakan jumlah dan jenis alat pemadam api
yang dibutuhkan
4. Mengatur dan membuat jadwal pelatihan
penanggulangan kebakaran bagi seluruh karyawan
RS.
5. Menghadiri pertemuan internal atau eksternal yang
berkaitan dengan Kegiatan penanggulangan
kebakaran.

B. Melaksanakan Fungsi Pengorganisasian


1. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan
penanggulangan kebakaran.
2. Mengatur dan mengendalikan dokumen dan record
penanggulangan kebakaran.
3. Berkoordinasi dengan Bagian Diklat dalam pelatihan
penanggulangan kebakaran.
4. Menghadiri pertemuan berkala Komite K3RS.
5. Mendelegasikan tugas kepada anggota Sub Komite
Kebakaran apabila tidak berada ditempat.
6. Mengadakan kerjasama yang baik dengan semua unit
terkait.
7. Menjalin dan memelihara hubungan baik dengan
pihak/instansi lain di luar RS terkait dengan
penanggulangan kebakaran.
8. Membuat Laporan kegiatan pengawasan terhadap
sarana proteksi kebakaran secara berkala.

C. Melaksanakan Fungsi Pengarahan


1. Mengkoordinir seluruh karyawan dalam
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 30 dari 39

penanggulangan kebakaran.
2. Memberikan motivasi untuk meningkatkan
pengetahuan penanggulangan kebakaran.
3. Memberikan bimbingan dan arahan kepada seluruh
karyawan mengenai penanggulangan kebakaran.

Uraian Tugas : D. Melaksanakan Fungsi Pengawasan dan Evaluasi


1. Mengendalikan, memonitor dan mengawasi
penanggulangan kebakaran agar mentaati prosedur,
peraturan dan tata tertib yang berlaku.
2. Membuat analisa dan evaluasi dan penilaian
penanggulangan kebakaran pada unit-unit kerja.

Wewenang : 1. Menegur karyawan yang melakukan pelanggaran


penanggulangan kebakaran tidak sesuai dengan prosedur.
2. Mengusulkan kepada Ketua Komite K3 dan bagian
Diklat untuk mengevaluasi hasil pelatihan
penanggulangan kebakaran bagi seluruh karyawan RS.
3. Menyusun kebijakan, pedoman, SPO mengenai
penanggulangan kebakaran bagi karyawan RS.

Hak : 1. Memberi rekomendasi untuk perbaikan dan peningkatan


mutu penanggulangan kebakaran bagi karyawan RS.
Graha Husada Lampung
2. Mendapatkan dan menggunakan sarana dan prasarana
yang diperlukan dalam pelaksanaan tugasnya.
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 31 dari 39

Nama Jabatan : Ketua Sub Komite Penanggulangan bencana

Pengertian : Seorang yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan


Direktur Utama RS. Graha Husada Bandar Lampung
untuk memimpin, merencanakan, melaksanakan,
mengendalikan dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan
Penanggulangan bencana sesuai dengan Undang-
Undang yang berlaku.

Persyaratan : 1. Berijazah minimal D III


2. Memiliki sertifikat pelatihan dasar penanggulangan
Bencana

Tanggung Jawab : Secara struktural bertanggungjawab kepada Ketua


Komite K3 RS. Graha Husada Bandar Lampung.

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Perencanaan


1. Membuat program kerja Penanggulangan
Bencana RS.
2. Merencanakan jumlah dan jenis alat
penanggulangan bencana yang dibutuhkan.
3. Mengatur dan membuat jadwal pelatihan
penanggulangan bencana bagi seluruh
karyawan RS.
4. Menghadiri pertemuan internal atau eksternal
yang berkaitan dengan Kegiatan
penanggulangan bencana.

B. Melaksanakan Fungsi Pengorganisasian


1. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan
penanggulangan bencana.
2. Mengatur dan mengendalikan dokumen
penanggulangan bencana.
3. Berkoordinasi dengan Bagian Diklat dalam
pelatihan penanggulangan bencana.
4. Menghadiri pertemuan berkala Komite K3RS.
5. Mendelegasikan tugas kepada anggota Sub
Komite Penanggulangan Bencana saat tidak
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 32 dari 39

berada ditempat.
6. Mengadakan kerjasama yang baik dengan
semua unit terkait.
7. Menjalin dan memelihara hubungan baik
dengan pihak/instansi lain di luar RS terkait
dengan penanggulangan bencana.
8. Membuat Laporan kegiatan pengawasan secara
berkala.

C. Melaksanakan Fungsi Pengarahan


1. Mengkoordinir seluruh karyawan dalam
penanggulangan bencana.
2. Memberikan motivasi untuk meningkatkan
pengetahuan penanggulangan bencana.
3. Memberikan bimbingan dan arahan kepada
seluruh karyawan mengenai penanggulangan
bencana.
D. Melaksanakan Fungsi Pengawasan dan Evaluasi
1. Mengendalikan, memonitor dan mengawasi
penanggulangan bencana agar mentaati
prosedur, peraturan dan tata tertib yang
berlaku.
2. Membuat analisa dan evaluasi dan penilaian
penanggulangan bencana unit-unit kerja.

Wewenang : 1. Menegur karyawan yang melakukan pelanggaran


terkait penanggulangan bencana tidak sesuai
dengan prosedur.
2. Mengusulkan kepada Ketua Komite K3RS dan
bagian Diklat untuk mengevaluasi hasil pelatihan
penanggulangan bencana bagi seluruh karyawan
RS.
3. Menyusun kebijakan, pedoman, SPO mengenai
penanggulangan bencana bagi karyawan RS.

Hak : 1. Memberi rekomendasi untuk perbaikan dan


peningkatan mutu penanggulangan bencana bagi
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 33 dari 39

karyawan
2. Mendapatkan dan menggunakan sarana dan
prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan
tugasnya.

Nama Jabatan : Ketua Sub Komite Bencana Internal dan Eksternal

Pengertian : Seorang yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan


Direktur Utama RS. Graha Husada untuk memimpin,
merencanakan, melaksanakan, mengendalikan dan
mengevaluasi kegiatan-kegiatan Bencana Internal dan
Internal sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku.

Persyaratan : 1. Berijazah minimal S1


2. Memiliki sertifikat Penanggulangan Bencana

Tanggung Jawab : Secara struktural bertanggung jawab kepada Ketua


Komite K3 RS. Graha Husada Bandar Lampung

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Perencanaan


1. Membuat program kerja siaga Bencana internal
dan eksternal RS
2. Merencanakan jumlah dan jenis logistik siaga
bencana yang dibutuhkan.
3. Menghadiri pertemuan internal atau eksternal
yang berkaitan dengan Kegiatan siaga bencana
internal dan eksternal

B. Melaksanakan Fungsi Pengorganisasian


1. Mengatur dan mengkoordinasikan kegiatan
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 34 dari 39

siaga bencana internal dan eksternal RS.


2. Mengatur dan mengendalikan dokumen siaga
bencana internal dan eksternal.
3. Berkoordinasi dengan Bagian Diklat dalam
pelatihan siaga bencana internal dan eksternal
RS.
4. Menghadiri pertemuan berkala Komite K3RS.
5. Mendelegasikan tugas kepada anggota Sub
Komite Penanggulangan Bencana Internal dan
Eksternal saat tidak berada ditempat.
6. Mengadakan kerjasama yang baik dengan
semua unit terkait.
7. Menjalin dan memelihara hubungan baik
dengan pihak/instansi lain di luar RS terkait
dengan siaga bencana.
8. Membuat Laporan kegiatan pengawasan secara
berkala.

C. Melaksanakan Fungsi Pengarahan


1. Mengkoordinir seluruh karyawan dalam siaga
bencana internal dan eksternal.
2. Memberikan motivasi untuk meningkatkan
siaga bencana internal dan eksternal RS.
3. Memberikan bimbingan dan arahan kepada
seluruh karyawan mengenai siaga bencana
internal dan eksternal RS.

D. Melaksanakan Fungsi Pengawasan dan Evaluasi


1. Mengendalikan, memonitor dan mengawasi
siaga bencana agar mentaati prosedur,
peraturan dan tata tertib yang berlaku.
2. Membuat analisa dan evaluasi dan penilaian
siaga bencana unit-unit kerja.

Wewenang : 1. Menegur karyawan yang melakukan pelanggaran


saat siaga bencana tidak sesuai dengan prosedur.
2. Mengusulkan kepada Ketua Komite K3 dan
bagian Diklat untuk evaluasi hasil pelatihan siaga
bencana bagi seluruh karyawan RS.
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 35 dari 39

3. Menyusun kebijakan, pedoman, SPO mengenai


siaga bencana bagi karyawan RS.

Hak : 1. Memberi rekomendasi untuk perbaikan dan


peningkatan mutu siaga bencana bagi karyawan
2. Mendapatkan dan menggunakan sarana dan
prasarana yang diperlukan dalam pelaksanaan
tugasnya.

Nama Jabatan : Tim Kode Kedaruratan Rumah Sakit

Pengertian : Suatu Tim yang dibentuk Direksi untuk pengawasan, edukasi


dan pertolongan keselamatan kepada pengunjung / keluarga
pasien, masyarakat dan karyawan. Khususnya yang berada di
lingkungan RS. Graha Husada Lampung

Persyaratan : A. Formal
Staf medis dan non medis yang dianggap cakap dam
mampu
melaksanakan tugas tersebut.
B. Informal
Memahami isi
1. UU No. 1 Tahun 1971 Tentang Keselamatan Kerja
2. UU No. 36 / 2009 Tentang Kesehatan
3. UU No. 44 / 2009 Tentang Rumah Sakit
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 36 dari 39

Tanggung Jawab : Bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Utama

Uraian Tugas : 1. Menyusun Pedoman / Panduan dan SPO masing-masing


kode.
2. Melakukan sosialisasi Pedoman / Panduan / SPO kepada
seluruh karyawan Rumah Sakit.
3. Melakukan Diklat Pedoman / Panduan / SPO kepada
seluruh karyawan Rumah Sakit.
4. Melakukan evaluasi kegiatan setiap 1 tahun sekali.

Hak & : 1. Berhak menggunakan sarana dan prasarana Rumah Sakit


Wewenang untuk menunjang pelaksanaan tugasnya.
2. Memberikan usulan dan saran kepada Direksi
sehubungan dengan pelaksanaan di lapangan.
3. Mendapatkan imbalan jasa sesuai dengan kemampuan
RS. Graha Husada Lampung

Nama Jabatan : Anggota Sub Komite Kesehatan dan keselamatan Kerja RS

Pengertian : Seorang yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan


Direktur Utama RS. Graha Husada Bandar Lampung untuk
membantu Ketua Sub Komite K3 RS. Graha Husada Bandar
Lampung dalam hal mengumpulkan, mengelola dan
pelaporan data semua kegiatan K3RS sesuai dengan Undang-
Undang yang berlaku.
Persyaratan : 1. Berijazah minimal SLTA
2. Pengalaman minimal satu tahun

Tanggung Jawab : Secara struktural bertanggungjawab kepada Ketua Sub


Komite K3 RS.
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 37 dari 39

Uraian Tugas : A. Melaksanakan Fungsi Perencanaan


1. Membantu pelaksanaan program kerja Komite K3RS
2. Membantu seluruh jenis kegiatan K3RS yang akan
diselenggarakan di bagiannya sesuai dengan
kebutuhan dan kebijakan rumah sakit.
3. Mengusulkan jumlah dan jenis peralatan K3RS yang
dibutuhkan sesuai dengan standar terkini.
4. Membantu sosialisasikan / menginformasikan hal-hal
penting yang perlu di ketahui karyawan : kebijakan,
peraturan, ketentuan, SPO, hasil rapat, dsb.

B. Melaksanakan Fungsi Pengorganisasian


1. Membantu mengatur dan mengendalikan dokumen
dan logistik K3 di unit/bagian.
2. Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang
harmonis.
3. Membantu mengadakan kerjasama yang baik dengan
semua unit terkait.
4. Membantu menyiapkan Laporan kegiatan
pengawasan K3 unit
Wewenang : 1. Mengusulkan kepada Koordinator untuk pemberian
sanksi kepada karyawan yang melakukan pelanggaran
baik karyawan tetap, magang maupun outsourcing.
2. Membuat laporan terhadap masalah yang terjadi baik
mengenai karyawan, pasien, keluarga maupun
masyarakat.
3. Membantu menyusun kebijakan, pedoman, SPO
mengenai K3RS

Hak : 1. Megusulkan kepada Koordinator untuk perbaikan dan


peningkatan mutu pelayanan RS. Graha Husada
Lampung.
2. Mendapatkan dan menggunakan sarana dan prasarana
yang diperlukan dalam pelaksanaan tugasnya.
3. Mendapatkan imbalan jasa sesuai dengan kemapuan RS.
Graha Husada Lampung
Nama Jabatan : Tim Kode Kedaruratan Medis Rumah Sakit

Pengertian : Suatu Tim yang dibentuk Direksi untuk pengawasan, edukasi


Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 38 dari 39

dan pertolongan keselamatan kepada pengunjung / keluarga


pasien, masyarakat dan karyawan. Khususnya yang berada di
lingkungan RS. Graha HusadaLampung

Persyaratan : A. Formal
Staf medis dan non medis yang dianggap cakap dam
mampu melaksanakan tugas tersebut
B. Informal
Memahami isi
a. UU No. 1 Tahun 1971 Tentang Keselamatan Kerja
b. UU No. 36 / 2009 Tentang Kesehatan
c. UU No. 44 / 2009 Tentang Rumah Sakit

Tanggung Jawab : Bertanggung jawab secara langsung kepada Direktur Medis

Uraian Tugas : 1. Menyusun Pedoman / Panduan dan SPO masing-masing


kode
2. Melakukan sosialisasi Pedoman / Panduan / SPO kepada
seluruh karyawan Rumah Sakit
3. Melakukan Diklat Pedoman / Panduan / SPO kepada
seluruh karyawan Rumah Sakit
4. Melakukan evaluasi kegiatan setiap 1 tahun sekali

Hak & Wewenang : 1. Berhak menggunakan sarana dan prasarana Rumah Sakit
untuk menunjang pelaksanaan tugasnya
2. Memberikan usulan dan saran kepada Direksi sehubungan
dengan pelaksanaan di lapangan
3. Mendapatkan imbalan jasa sesuai dengan kemampuan RS.
Graha HusadaLampung
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 39 dari 39
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 40 dari 39

BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA

Unit
DIKLAT

Unit KOMITE K3RS


SATPAM Unit
PEMELIHA

MCU

Hubungan kerja dengan unit lain :


1. SATPAM
a. Identifikasi resiko kebakaran
b. Memantau peralatan penanggulangan kebakaran
c. Memantau alat keamanan pasien
2. DIKLAT
Mengadakan pelatihan penanggulangan kebakaran, kecelakaan missal, dan
keracunan massal
a. Mengadakan pelatihan penanggulangan kontaminasi B3
b. Mengadakan penyuluhan kesehatan kerja, kesehatan lingkungan
3. PEMELIHARAAN
a. Pengelolaan penyehatan air
b. Pengelolaan sampah dan limbah
c. Pengelolaan makanan dan minuman
d. Pengelolaan tempat cucian
e. Pengelolaan serangga , tikus dan kucing
f. Upaya perlindungan radiasi
g. Identifikasi resiko kontaminasi B3 dan penanggulangan B3

4. MCU
a. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan karyawan
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 41 dari 39

b. Pengadaan alat pelindung diri petugas

Mekanisme kerja
a. Ketua Komite K3 RS memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan unit
pelaksana K3 RS.
b. Sekretaris Komite K3 RS memimpin dan mengkoordinasikan tugas-tugas
kesekretariatan dan melaksanakan keputusan Ketua Komite K3 RS.
c. Anggota Komite K3 RS mengikuti rapat Komite K3 RS dan melakukan
pembahasan atas persoalan yang diajukan dalam rapat, serta melaksanakan
tugas-tugas yang diberikan Ketua Komite K3 RS.
Untuk dapat melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Komite K3 RS
mengumpulkan data dan informasi mengenai pelaksanaan K3 di RS. Sumber data
antara lain dari bagian personalia meliputi angka sakit, tidak hadir tanpa keterangan,
angka kecelakaan, catatan lama sakit dan perawatan RS, khususnya yang berkaitan
dengan akibat kecelakaan. Dan sumber yang lain bisa dari tempat pengobatan RS
sendiri antara lain jumlah kunjungan, P3K dan tindakan medik karena kecelakaan,
rujukan ke RS bila perlu pengobatan lanjutan dan lama perawatan dan lama berobat.
Dari bagian teknik bisa didapat data kerusakan akibat kecelakaan dan biaya
perbaikan.
Informasi juga dikumpulkan dari hasil monitoring tempat kerja dan lingkungan
kerja RS, terutama yang berkaitan dengan sumber bahaya potensial baik yang berasal
dari kondisi berbahaya maupun tindakan berbahaya serta data dari bagian K3 berupa
laporan pelaksanaan K3 dan analisisnya. Data dan informasi dibahas dalam
organisasi/unit pelaksana K3 RS, untuk menemukan penyebab masalah dan
merumuskan tindakan korektif maupun tindakan preventif. Hasil rumusan
disampaikan dalam bentuk rekomendasi kepada direktur utama RS. Rekomendasi
berisi saran tindak lanjut dari Komite K3 RS serta alternatif-alternatif pilihan serta
perkiraan hasil/konsekuensi setiap pilihan.
Komite K3 RS dan unit K3 membantu melakukan upaya promosi di lingkungan
RS baik pada petugas, pasien maupun pengunjung, yaitu mengenai segala upaya
pencegahan KAK dan PAK di RS. Juga bisa diadakan lomba pelaksanaan K3 antar
bagian atau unit kerja yang ada di lingkungan kerja RS, dan yang terbaik atau
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 42 dari 39

terbagus pelaksanaan dan penerapan K3 nya mendapat reward dari direktur utama
RS.

BAB VIII
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 43 dari 39

POLA KETENAGAAN DAN KUALIFIKASI


Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 44 dari 39

A. DASAR PERHITUNGAN KEBUTUHAN TENAGA


Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 45 dari 39

Bersadarkan SK Menteri Kesehatan RI No. 1087/MENKES/SK/VIII/2010


tentang Standar Kesehatandan Keselamatan Kerja di Rumah Sakit
Kualifikasi SDM Komite K3 RS. Graha Husada Lampung( RS KELAS C )
1. Tenaga dokter,S2 kesehatan minimal 1 orang, yang mendapatkan pelatihan
AK3 Umum yang terakreditasi mengenai K3 RS.

2. Tenaga Kesehatan Diploma III / S1 minimal 1 orang, yang mendapatkan


pelatihan AK3 Umum yang terakreditasi mengenai K3RS.

3. Tenaga dokter umum /dokter gigi minimal 1 orang, yang mendapatkan


pelatihan K3 / Hiperkes yang berakreditasi mengenai K3RS

4. Tenaga S1 Kesehatan minimal 1 orang, yang mendapatkan pelatihan K3


Kesling yang terakreditasi mengenai K3RS

5. Tenaga Diploma III /S1 Kesehatan minimal 1 orang, yang mendapatkan


pelatihan K3 Kebakaran dasar yang terakreditasi mengenai K3RS.

6. Tenaga paramedis ( SPK / Akper ) minimal 1 orang, yang mendapatkan


pelatihan Hiperkes paramedis yang berakreditasi mengenai K3RS.

7. Tenaga Diploma III / S1 Kesling minimal 1 orang, yang mendapatkan


pelatihan K3 Kesling yang terakreditasi mengenai K3RS.

8. Tenaga Diploma III / S1 Teknik Kimia minimal 1 orang, yang mendapatkan


pelatihan K3 Limbah B3 yang terakreditasi mengenai K3RS.

9. Tenaga Diploma III / S1 teknik Komputer minimal 1orang, yang mendapat


pelatihan K3 yang terakreditasi mengenai K3RS.

10.Tenaga Diploma III / S1 Teknik Listrik minimal 1 orang, yang mendapat


pelatihan K3 Listrik yang terakreditasi mengenai K3RS
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 46 dari 39

Berdasarkan Rumus Standar Beban Kerja dan Kebutuhan SDM


Perhitungan tenaga kerja berdasarkan Beban Kerja, ( Workload Indicator
Staff Need )
Sumber data yang dibutuhkan untuk perhitungan kebutuhan tenaga per unit kerja
meliputi :
a. Data yang diperoleh dari langkah-langkah sebelumnya yaitu :
1. Waktu kerja yang tersedia
2. Standar beban kerja
3. Standar kelonggaran masing-masing katergori tenaga.
b. Kuantitas kegiatan Pokok tiap unit kerja selama kurun waktu satu tahun
Disusun berdasarkan berbagai data kegiatan pelayanan yang telah dilaksanakan
di tiap unit kerja di rumah sakit selama kurun waktu satu tahun.

Kuantitas kegiatan pokok


Kebutuhan Tenaga = + Standar Kelonggaran
Standar beban kerja
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 47 dari 39

BAB IX
KEGIATAN ORIENTASI

KEGIATAN ORIENTASI
A. KEGIATAN ORIENTASI SECARA UMUM
Kegiatan orientasi adalah kegiatan orientasi bagi Calon karyawan (peserta
magang), yang akan bekerja di RS. Graha Husada Lampung
Kegiatan orientasi terbagi :
1. Orientasi khusus di Bagian Personalia/Sumber Daya Manusia (HRD)
2. Orientasi umum yaitu bersama-sama calon karyawan (peserta magang) di
bagian lain di Rumah Sakit Graha Husada Lampung

Pelaksanaan orientasi adalah sebagai berikut:


1. Bahwa setelah calon karyawan lulus seleksi penerimaan karyawan, maka
calon karyawan (peserta magang) pada hari pertama (H-1) diikat dalam
Perjanjian Peserta Magang untuk jangka waktu selama 1(satu) tahun dan
dapat diperpanjang paling lama 6(enam) bulan dan menyelesaikan proses
administrasi penerimaan calon karyawan (peserta magang) seperti : data
karyawan & dokumen terkait, melakukan absensi (registrasi finger
absence), pengisian form jamsostek, rekening bank.
2. Bahwa setelah masuk di Bagian Personalia/Sumber Daya Manusia (HRD),
maka calon karyawan (peserta magang) mendapatkan orientasi khusus di
tempat kerja oleh atasannya meliputi:
a. Job description (uraian tugas dan wewenang, serta tanggung jawab)
b. Prosedur kerja di bagiannya dan hubungan koordinasi dengan bagian
lain
c. Pengenalan kebijakan kerja, peralatan kerja, sarana kerja terkait dengan
pekerjaannya
d. Pengenalan system informasi yang digunakan berkaitan dengan
pekerjaannya
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 48 dari 39

Setelah mendapatkan orientasi dan penjelasan, maka calon karuyawan


(peserta magang) dapat mulai bekerja.
3. Bagian Personalia/Sumber Daya Manusia (HRD) mengatur jadwal peserta
orientasi umum, dimana materi orientasi :
a. Sejarah Rumah Sakit Graha Husada Lampung
b. Struktur Organisasi Rumah Sakit Graha Husada Lampung
c. Visi, Misi dan Falsafah
d. Komunikasi
e. Peraturan Kepegawaian dan Penilain Kinerja Karyawan
f. Komputerisasi Rumah Sakit
g. Penanggulangan Bahaya Api dan K3
h. Manaje,men Mutu Rumah Sakit
i. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Nosokomial
j. Penanganan Lingkungan dan Limbah Rumah Sakit
k. Keselamatan Pasien
l. Kebersihan tangan (hand hygient)
m. Dan lain-lain.
4. Lama orientasi : 2 (dua) hari
5. Sebelum orientasi dimulai dilakukan pre tes, demikian juiga setelah materi
diberikan kepada calon karyawan (perserta magang) dilakukan post tes
6. Calon karyawan (peserta magang) yang lulus mengikuti orientasi diberikan
sertifikat dari Rumah sakit Graha Husada Lampung.

B. KEGIATAN ORIENTASI SECARA KHUSUS

Berisikan program orientasi karyawan Komite K3 RS

No Penanggung
Materi Waktu Metoda
Jawab
1 Visi, misi unit kerja Hari ke -1 Ceramah Ketua
2. Struktur Organisasi unit Hari ke -1 Ceramah Ketua
3. Pengenalan lingkungan Hari ke -2 Ceramah Koordinator
kerja & rekan kerja Sekretariat
4. Pengenalan UTW, SPO Hari ke -2 Ceramah Koordinator
dan sistem kerja unit Sekretariat
5. Melatih pekerjaaan sesuai Hari ke 3 Praktik langsung Kepala
UTW dan SPO seksie
6. Pengenalan lingkungan Hari ke 3 Praktik langsung Kepala
kerja di unit-unit RS seksie
BAB X
PERTEMUAN/RAPAT
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 49 dari 39

Pertemuan atau rapat adalah kumpulan dalam suatu organisasi, perusahaan,


instansi pemerintah baik dalam situasi formal maupun non formal untuk
membicarakan, merundingkan dan memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil
kesepakatan bersama. Bagian K3 Rumah Sakit Graha Husada melaksanakan sebuah
pertemuan atau rapat untuk dapat mengkoordinasikan dan merencanakan hal yang
berhubungan dengan kemajuan unit, serta menyelesaikan sebuah masalah. Rapat
terdiri dari:
1. Rapat Rutin
Rapat rutin diselenggarakan pada :
Waktu : Minggu kedua setiap bulan
Tempat : 10.00 WIB s.d selesai
Peserta : Direktur, Wadir Umum dan Keuangan, Kabag. umum, Kasie,
Koordinator Unit
Materi :
a. Evaluasi kinerja mutu
b. Masalah dan Pemecahannya
c. Evaluasi dan Rekomendasi

2. Rapat Insidentil
Rapat ini diselenggarakan sewaktu waktu apabila ada masalah atau
sesuatu hal yang perlu di bahas segera.

BAB XI
PELAPORAN
Unit PembuatPedoman DisetujuiOleh :
Jabatan Unit Direktur

PEDOMAN

RS GRAHA HUSADA NOMOR :


BANDAR LAMPUNG REVISI KE :
NamaPejabat Unit BERLAKU TMTDr. Yuliani
: 02 Desember 2016
JJUDUL: PEDOMAN PENGORGANISASIAN
K3RS HALAMAN : 50 dari 39

Dalam melaksanakan kegiatannya, Komite K3Rs mencatat / merekam


kegiatan rumah sakit dan melakukan pelaporan dalam bentuk laporan - laporan
sebagai berikut :
A. Pelaporan Ekternal
1. Laporan Bulanan Komite K3 RS eksternal kepada Dinas Kesehatan, sesuai
dengan formulir pelaporan yang ada pada standar K3RS menurut Menteri
Kesehatan.
2. Laporan Semester (6 bulan) Komite K3 RS eksternal kepada Dinas
Kesehatan, sesuai dengan formulir pelaporan yang ada pada standar K3RS
menurut Menteri Kesehatan.

B. Pelaporan Internal
1. Laporan Triwulan Komite K3 RS Internal kepada Direktur Utama, meliputi
semua program dan kegiatan yang di lakukan oleh komite K3RS pada setiap
bulannya dan dilaporkan setiap tiga bulan.
2. Laporan Tahunan Komite K3 RS Internal kepada Direktur Utama, meliputi
semua program dan kegiatan yang di lakukan oleh komite K3RS pada setiap
bulannya dan direkaputilasi selama satu tahun.