Anda di halaman 1dari 28

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


KKN-PKM adalah suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan
pengalaman belajar kepada mahasiswa ditengah-tengah kehidupan
masyarakat, dengan secara nyata turut membantu memecahkan masalah
masyarakat berdasarkan kompentensi keilmuan masing-masing peserta KKN-
PKM.
Berdasarkan hasil survey yang telah kami peroleh, dapat di simpulkan
bahwa masyarakat desa Gegesik Kidul merupakan desa yang memiliki potensi
besar dalam bidang pertanian dan perdangan. Desa Gegesik Kidul memiliki
lembaga-lembaga seperti BPD, Karang Taruna, BPR, UMKM, LPMD,
Kelompok Tani, PKK, BUMD, Lembaga Ekonomi dan Unit Desa, Lembaga
Keuangan.
Akan tetapi dalam lingkungan masyarakat desa ini terdapat faktor yang
mempengaruhi kurangnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sehingga
perlu dipecahkannya permasalahan tersebut. Berdasarkan survey yang telah
kami lakukan, berbagai potensi tersebut selama ini belum dapat dioptimalkan
dengan baik oleh masyarakat, ditambah lagi beberapa bidang masih belum
optimal, diantaranya bidang pendidikan ; Ekonomi; Lingkungan Hidup; dan
Keagamaan, serta Advokasi dan Hukum.
Berdasarkan beberapa permasalahan yang ada di atas perlu adanya
pemecahan dan dibentuknya serta dikembangkannya sistem yang
berkelanjutan demi mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang
berkualitas.
Nama kegiatan ini adalah Kuliah Kerja Nyata Penerapan Ketrampilan
Mahasiswa (KKN PKM) Universitas Swadaya Gunung Jati Tahun 2017.
Tema kegiatan ini adalah Penguatan Sumber Daya Masyarakat Pedesan dan
OVOP (One Village One Product) Dalam Upaya Meningkatkan IPM
Kabupaten Cirebon.
Dasar kegiatan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah:

1. Undang-Undang Nomor: 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan


Nasional.
2. Peraturan Pemerintah Nomor: 17 Tahun 2010, PP Nomor 66 Tahun 2010
tentang Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan.
3. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 2 Tahun 2009 Tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Daerah Provinsi Jawa Barat
Tahun 2008-2013.
4. Tri Darma Perguruan Tinggi.
5. Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor : 423./Kep.901-Yansos/2011
Tentang Forum Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perguruan Tinggi Se-
Jawa Barat.

1.2 Tujuan dan Manfaat


A. Tujuan
1. Pengembangan dan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan
mahasiswa sehingga memiliki kepedulian dan kemampuan untuk
mengkajimerumuskan dan memecahkan masalah-masalah
kemasyarakatan yang berbasis kompetensi, profesional, pragmatis dan
interdisipliner.
2. Dicapainya akselerasi dan efektivitas program pembangunan yang
ditandai oleh semakin baiknya kualitas kehidupan masyarakat dan
semakin meningkatnya partisipasi dan keberdayaan masyarakat dalam
program pembangunan.
3. Terintegrasinya peran perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat
dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
4. Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa dalam mempelajari
dan mengatasi permasalahan masyarakat dengan membantu menyusun
rencana dan mendampingi pelaksanaan program yang inovatif dan
kreatif bersama masyarakat dan lembaga pedesaan/kelurahan lainnya.
5. Meningkatkan pemahaman mengenai keadaan perekonomian di
Indonesia.
6. Mempertajam kemampuan berfikir atau menambah ilmu pengetahuan
khususnya mengenai Perekonomian Indonesia.
7. Menggali potensi mahasiswa dalam bidang perekonomian dan sosial.

B. Manfaat
1) Mahasiswa
a. Memperdalam pengertian terhadap cara berfikir dan bekerja secara
interdisipliner sehingga dapat menghayati adanya ketergantungan
kaitan dan kerjasama antar sektor.
b. Memperdalam pengertian dan penghayatan terhadap pemanfaatan
ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang dipelajari bagi
pelaksanaan pembangunan.
c. Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa terhadap
seluk beluk keseluruhan dari masalah pembangunan dan
perkembangan masyarakat.
d. Mendewasakan cara berfikir serta meningkatan daya penalaran
mahasiswa dan melakukan penelaahan, perumusan dan pemecahan
masalah secara pragmatis ilmiah.
e. Memberikan keterampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan
pembangunan dan pengembangan masyarakat berdasarkan ilmu
pengetahuan, teknologi dan seni secara interdisipliner atau antar
sektor.
f. Membina mahasiswa menjadi motivator, dinamisator dan problem
solver.
g. Memberikan pengalaman belajar sebagai kader pembangunan
sehingga terbentuk sikap dan rasa cinta terhadap kemajuan
masyarakat.
h. Melalui pengalaman bekerja dalam melakukan penelaahan,
merumuskan dan memecahkan masalah secara langsung akan lebih
menumbuhkan sikap profesionalisme pada diri mahasiswa dalam arti
peningkatan keahlian, tanggung jawab maupun rasa kesejawatan.
2) Masyarakat, Mitra dan Pemerintah Daerah
a. Memperoleh bantuan pemikiran, tenaga, ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni dalam merencanakan dan melaksanakan
pembangunan.
b. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk merencanakan,
merumuskan dan melaksanakan pembangunan.
c. Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menumbuhkan
potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif
dalam pembangunan.
3) Perguruan Tinggi
a. Memperoleh umpan balik sebagai hasil pengintegrasian mahasiswa
dengan proses pembangunan ditengah-tengah masyarakat sehingga
kurikulum, materi perkuliahan dan pembangunan ilmu pengetahuan
yang di asuh di perguruan tinggi dapat lebih disesuaikan dengan
tuntutan nyata dari pembangunan.
b. Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan
sebagai contoh dalam memberikan materi perkuliahan dan
menemukan berbagai masalah untuk pengembangan penelitian.
c. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan
instansi terkait atau departemen lain melalui kerjasama mahasiswa
yang melaksanakan KKN

1.3 Lokasi dan Jangka Waktu Pelaksanaan


Pelaksanaan kegiatan KKN PKM Desa Gegesik Kidul dilaksanakan
pada:
Waktu : 08 Februari 14 Maret 2017.
Tempat : Desa Gegesik Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten
Cirebon.
Adapun tahap kegiatan pelaksanaan KKN Universitas Swadaya Gunung
Jati (Unswagati), sebagai berikut:
a. Pembekalan KKN oleh DPL, tanggal 02 Februari 2017
b. Pelepasan dan penyerahan peserta KKN tanggal 08 Februari 2017.
c. Penerimaan peserta KKN di Desa Gegesik Kidul, tanggal 09 Februari
2017
d. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilapangan akan dimulai dari tanggal
10 Februari 14 Maret 2017.

1.4 Identitas Mahasiswa (Peserta KKN)


1. Bayu Eka Romadhon
Lahir di
2. Bobby Firmansyah
Lahir di cirebon 13 desember 1994, beralamat di blok masjid
RT/RW 03/02 Desa Dawuan Kecamatan Tengah Tani Kabupaten
Cirebon, pendidikan yg ditempuh yaitu SDN 1 dawuan lulus tahun 2007
kemudian melanjutkan ke MTs Walisongo Putra Ngabar Siman
Ponorogo (pesantren) selama 1 tahun, setelah itu pindah ke SMPN 5
cirebon lulus tahun 2010 setelah itu melanjut kan ke SMAN 6 cirebon
jurusan ips lulus tahun 2013 dan sekarang masih aktif sebagai mahasiswa
semester 8 di Fakultas Ilmu Hukum Unswagati Cirebon
3. Ainul Zayyani H
Lahir di Cirebon 27 Desember 1994. Tempat tinggal di
Jl.Perjuangan Komplek PDK blok C.12 rt 05/rw 10 kelurahan
sunyaragi,kecamatan kesambi, kota Cirebon. Pendidikan yang ditempuh
yaitu SDN Bima Kota Cirebon lulus tahun 2007, kemudian melanjutkan
ke SMPN 4 Kota Cirebon lulus tahun 2010 setelah itu melanjutkan ke
SMAN 7 Kota Cirebon jurusan IPA 7 lulus tahun 2013 dan sekarang
masih aktif sebagai mahasiswa semester 8 di Fakultas Keguruan Dan
Ilmu Pendidikan Unswagati Cirebon
4. Fathu Rohmah
Lahir di Kuningan pada tanggal 25 Februari 1995, beragama Islam.
Bertempat tinggal di Dusun Kliwon 1 RT/RW 006/003 Desa Ciawilor
Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Riwayat
pendidikan SD 2 Ciawilor, SMP 1 Ciawigebang, SMA 1 Ciawigebang,
dan saat ini aktif sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Unswagati
Cirebon.
5. Desi Pusitasari
Lahir di Indramayu pada tanggal 27 September 1993, tempat
tinggal di Blok Jenguk Desa Gabuswetan RT/RW 01/04 Kecamatan
Gabuswetan. Riwayat pendidikan MI Assalamiyah lulus tahun 2005,
SMPN 1 Gabuswetan lulus tahun 2008, SMAN 1 Losarang lulus tahun
2011, kemudian sekarang masih aktif sebagai mahasiswa FKIP jurusan
Bahasa Indonesia di Unswagati Cirebon.
6. Reni Apriani
Lahir di Indramayu pada tanggal 14 April 1995, tempat tinggal di
Desa Haurkolot Kecamatan Haurgeulis. Pendidikan yang ditempuh yaitu
di SD Haurkolot lulus pada tahun 2007, kemudian SMPN 1 Haurgeulis
lulus tahun 2010 setelah itu melanjutkan ke SMAN 1 Anjatan lulus tahun
2013, dan sekarang aktif sebagai mahasiswa di Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan jurusan Bahasa Indonesia di Unswagati Cirebon.
7. M. Fahmi Iskandar
Lahir di
8. Casmen
Lahir di Indramayu, 02 agustus 1985. Tempat tinggal di Desa
Langut Blok Karanganyar RT/RW 16/04, Kecamatan Lohbener
Kabupaten Indramayu, pendidikan yang ditempuh yaitu SDN Langut IV
lulus tahun 1998. Kemudian melanjutkan ke SLTPN 1 Lelea lulus tahun
2001. Setelah itu melanjutkan ke SMAN I Sindang lulus tahun 2004.
Kemudian bekerja selama beberapa tahun dan sekarang masih aktif
sebagai mahasiswa semester 8 di Fakultas Bahasa Inggris Unswagati
Cirebon.
9. M Destiana Luvita A
Lahir di
10. Agus Yazidal B
Lahir di Subang 03 Agutus 1994. Tempat tinggal di Kos Putera
Bima 253 di Jl. Sabrang Indah kecamatan kedawung kabupaten Cirebon.
Pendidikan yang di tempuh yaitu SDN Tanjung Pura (Subang) lulus
tahun 2007 kemudian melanjutkan di SMPN 1 Binong (Subang) lulus
tahun 2010 kemudian melanjutkan di SMAN RSBI 1 Sumber (Cirebon)
dengan jurudan IPS dan lulus pada tahun 2013 dan sekarang masih aktif
sebagai mahasiswa semester 8 di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan
bahasa inggris di Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.
11. Santi Triana Dewi
Lahir di.
12. Muslikha
Lahir di
13. Ita Rosita
Lahir di Kuningan, 20 Mei 1994. Tempat tinggal di Dusun I
RT/RW 04/02 Desa Sidamulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten
Kuningan. Pendidikan yang pernah ditempuh yaitu SD Negeri 1
Sidamulya lulus pada tahun 2007, MTs Negeri Jalaksana lulus pada
tahun 2010, SMA Negeri 1 Kuningan lulus pada tahun 2013 dan
sekarang masih aktif sebagai mahasiswa semester 8 di Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan program studi Pendidikan Matematika Universitas
Swadaya Gunung Jati Cirebon
14. Susanti
Lahir di indramayu, 16 February 1995. Tempat tinggal di Desa
Langut RT/RW 17/04 Kecamatn Lohbener Kabupaten Indramayu,
pendidikan yang ditempuh yaitu SD Langut 04, lulus tahun 2007
kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Lelea lulus tahun 2010, setelah itu
melanjutkan ke SMAN 1 Losarang jurusan IPA dan lulus tahun 2013.
Kemudian saat ini masih aktif sebagai mahasiswa semester 8 di Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unswagati Cirebon.
15. Euis Jimasari
Lahir di Majalengka, 09 September 1994. Tempat tinggal di Blok
Kamis Desa Pajajar, Kecamtaan Rajagaluh Kabupaten Majalengka.
Riwayat pendidikan SDN Pajajar 1 Rajagaluh, SMPN 1 Rajagaluh,
SMAN 1 Rajagaluh, saat ini aktif sebagai mahaiswa Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan prodei Pendidikan Ekonomi Unswagati Cirebon.
Riwayat organisasi yaitu, Osis dan Pramuka saat jenjang SMA, dan saat
ini aktif sebagai HMJ Pendidikan Ekonomi, BEMFKIP.
16. Musrifah
Lahir di Cirebon pada tanggal 11 November 1991. Bertempat
tinggal di Desa Bojong Wetan No.20 Kecamatan Jamblang Kabupaten
Cirebon. Pendidikan yang ditempuh yaitu SDN 1 Bojong Wetan lulus
tahun 2003 kemudian lanjut ke SMPN 1 Jamblang lulus tahun 2006
setelah itu melanjutkan ke SMAN 1 Jamblang lulus tahun 2009 dan
sekarang aktif sebgaai mahasiswa semester 8 Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan jurusa Pendidikan Ekonomi Unswagati Cirebon.
17. Silviyani
Lahir di Cirebon, 17 April 1995. Tempat tinggal di Blok 5 RT.
002 RW. 011 Desa Gegesik Kidul Kecamatan Gegesik Kabupaten
Cirebon. Pendidikan yang ditempuh yaitu SDN 3 Gegesik Kidul lulus
tahun 2007 kemudian melanjutkan ke SMPN 1 Gegesik lulus tahun 2010
setelah itu melanjutkan ke SMAN 1 Gegesik jurusan IPS lulus tahun
2013 dan sekarang masih aktif sebagai mahasiswi semester 8 di Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unswagati Cirebon.
18. Esih Sukaesih
Lahir di Batumarta, 06 Juni 1994. Tempat tinggal di Karya Mukti,
Kecamatan Sinar Peninjauan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera
Selatan. Pendidikan yang ditempuh yaitu SDN 165 OKU, Mts Nahdlotul
Muslimin, SMA Negeri 08 OKU, dan sekarang masih aktif sebagai
mahasiswi semester 8 di Fakultas Kedokteran jurusan Pendidikan Dokter
Umum.
STRUKTUR ORGANISASI
KELOMPOK 013
DESA GEGESIK KIDUL KECAMATAN GEGESIK

Dosen Pembimbing
Lapangan

Dr. Ratna Tiharita, MM

Ketua Kelompok KKN

Bayu Eka Romadhon

Sekertaris Bendahara

Esih Sukaesih Silviyani

Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang Bidang


Pendidikan Ekonomi Keagamaan Kesehatan Lingkungan Hukum dan
M. Fahmi Euis Jimasari
Advokasi
Ita Rosita Esih Sukaesih Agus Yazidal
Iskandar Bustomi Bobby
Silviyani Muslikha Musrifah
Ainul Zayyani Firmansyah
Santi Triana D Casmen
H Susanti Desi Fathu
Puspitasari Reni Apriani Rohmah
Destiana Luvita

Bayu Eka R
BAB II
PERMASALAHAN

2.1 Analisis Situasi dan Kondisi


Desa Gegesik Kidul terdiri beberapa blok, dengan kondisi geografis
daerah memanjang dari timur ke barat dan keselatan. Adapun batas-batas
desanya adalah sebagai berikut :
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Prajawinangun Wetan Kec.Gegesik
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Gegesik Wetan Kec.Gegesik
Sebelah Selatan Berbatasan dengan Desa Bayalangu Lor Kec. Gegesik
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Jagapura Kidul Kec.Kaliwedi
1. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk desa Gegesik Kidul menurut jenis kelamin dan usia
sebagai berikut :
a. Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin
Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Penduduk
Jumlah laki-laki 2942 orang
Jumlah perempuan 2872 orang
Jumlah total 5814 orang
Jumlah kepala keluarga 2020 kepala keluaga (KK)
Sumber: Profil Desa Gegesik Kidul, 2016

2. Pendidikan
Jumlah Penduduk Berdasarkan Data Pendidikan Penduduk Desa
Singkup Kecamatan Pasawahan
Tingkat Pendidikan

Tk 98 Orang
SD/MI 591 Orang
SLTP/ MTs 256 Orang
SLTA/ MA 126 Orang
S1/ Diploma 331 Orang
Putus Sekolah 260 Orang
Buta Huruf 98 Orang
Sumber: Profil Desa Gegesik Kidul, 2016

3. Mata Pencaharian
Jumlah Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian
Jenis pekerjaan Jumlah
Petani 548 orang
Wiraswasta 536 orang
PNS 113 orang
Buruh Tani 95 orang
Guru 41 orang
Dokte/ Bidan/ Perawat 14 orang
TNI/ Polri 11 orang
Sopir/ Angkutan 22 orang
Buruh Migran 24 orang
Karyawan 88 orang
Jasa persewaan 2 orang
Ibu Runah Tangga 2016 orang
Lain lain 2033 orang
Jumlah 5543 orang
Sumber: Profil Desa Gegesik Kidul, 2016
4. Luas Wilayah
Jenis lahan Luas lahan
Pemukiman 42,00 ha
Pertanian Sawah 367,77 ha
Perkebunan 0,00 ha
Kuburan 2,00 ha
Pekarangan 0,00 ha
Perkantoran 2,53 ha
Prasarana umum lain 85,15 ha
Total luas 499,46 ha

5. Kesehatan
a. Kualitas Ibu Hamil
Jumlah Ibu hamil 28 orang
Ibu Hamil Periksa di Posyandu 22 orang
Ibu Hamil Periksa di Puskesmas 2 orang
Ibu Hamil Periksa di RS 0 orang
Ibu Hamil Periksa di Dokter 0 orang
Ibu Hamil Periksa di Bidan 4 orang
Ibu Hamil Periksa di Dukun 0 orang
Kematian Ibu Hamil 0 orang
Ibu Hamil yang melahirkan 28 orang
Ibu Nifas 28 orang
Kematian Ibu Nifas 0 orang
Ibu Nifas Hidup 20 orang

b. Kualitas bayi
Jumlah Keguguran kandungan 1 orang
Bayi Lahir 83 orang
Bayi Lahir Mati 0 orang
Bayi Lahir Hidup 83 orang
Bayi Mati 0 orang
Bayi Lahir Berat < 2,5 kg 2 orang
Bayi Cacat 0 orang
c. Cakupan Imunisasi
Bayi Usia 2 Bulan 18 orang
Bayi 2 Bulan Imunisasi DPT-1, 18 orang
BCG, dan Polio-1
Bayi Usia 3 bulan 17 orang
Bayi Usia 3 bulan imunisasi 17 orang
DPT-2, dan Polio-2
Bayi Usia 4 bulan 20 orang
Bayi Usia 4 bulan imunisasi 20 orang
DPT-3 dan Polio-3
Bayi usia 9 bulan 28 orang
Bayi 9 bulan yang imunisasi 28 orang
campak
Bayi yang sudah imunisasi cacar 25 orang

d. Wabah Penyakit
Demam Berdarah
Jumlah Kejadian dalam 1 tahun 2 kejadian
Jumlah yang meninggal 0 kejadian
Cikungunya
Jumlah Kejadian dalam 1 tahun 2 kejadian
Jumlah yang meninggal 0 kejadian

e. Jumlah Penderita Sakit tahun in


Jantung 2 orang
Paru-paru 2 orang
Kanker 1 orang
Stroke 6 orang
Diabetes Mellitus 4 orang
Ginjal 2 orang
Gila 1 orang
TBC 2 orang
Asma 5 orang

6. Keagamaan
a) Jumlah Mesjid/ Mushola
Jumlah musholah di Desa Gegesik Kidul Kecamatan Gegesik ada
25 buah.

b) Jumlah Pemeluk Agama


- Islam : 5814 orang
- Katolik : orang
- Kristen : orang
- Hindu : orang
- Budha : orang

7. Kondisi Pemerintahan Desa


1) Jumlah aparat desa :
a. Kuwu : 1 orang
b. Sekretaris Desa : 1 orang
c. Perangkat Desa : 14 orang
d. BPD : 11 orang
2) Lembaga kemasyarakatan
a. LPMD : 1 buah
b. PKK : 1 buah
c. Rukun Wraga : 15 buah
d. Rukun Tetangga : 53 buah
e. Karang Taruna : 1 buah
f. Kelompok Tani : 8 buah
g. Badan Usaha Milik Desa : 1 buah
h. Organisasi Keagamaan : 2 buah
i. Organisasi Perempuan : 7 buah
j. Yayasan : 4 buah
k. Lain-lain : 0 buah

Dari hasil observasi di lokasi KKN PKM Desa Gegesik Kidul.


Ternyata desa ini merupakan desa yang relatif sudah termasuk maju.
Penduduknya rata-rata sudah berpendidikan, ini dilihat dari cara pandang dan
pola berpikir mereka yang sudah maju dan terpelajar. Namun terdapat pula
kekurangan yang harus segera dibenahi, ada pun permasalahan itu dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :
1. Pendidikan
Pendidikan di Indonesia mengharapkan wajib belajar 12 (dua belas) tahun
untuk setiap individu. Begitupun harapan setiap individu di Desa Gegesik
Kidul . Fasilitas pendidikan di gegesik kidul sudah terbilang cukup baik,
terdapat 1 buah gedung PAUD, 1 buah gedung TK, 4 buah gedung
SD/sederajat, 1 buah gedung SMA/sederajat, 4 buah Lembaga Pendidikan
Agama. Namun, untuk tingkat pendidikan warganya meski sudah
dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni dan sudah banyak warganya
yang mengeyam perguruan tinggi, jumlah penduduk dengan tingkat
pendidikan rendah masih cukup tinggi yakni sebesar 1.834 orang hanya
tamatan SD/sederajat, 623 orang tamatan SMP/sederajat, serta 99 orang
warganya yang tidak pernah mengenyam pendidikan.
2. Pekerjaan
Wilayah Desa Gegesik Kidul memiliki potensi dalam bidang pertanian
karena luasnya lahan persawahan yakni 367,77 Ha dari luas total desa
Gegesik Kidul 499,46 Ha yang mengitari desa. Mata pencaharian pokok
warga desa Gegesik Kidul sudah cukup beragam, seperti petani,
wiraswasta, pegawai negeri sipil, guru swasta, dan lain-lain. Mayoritas
adalah petani dan wiraswasta sebanyak 548 warganya petani, 536 orang
wiraswasta. Namun, dengan keberagaman mata pencaharian warganya, di
desa Gegesik Kidul masih tercatat sebanyak 651 orang warganya yang
belum bekerja.
3. Kondisi Ekonomi
Berdasarkan kondisi lingkungan dan penduduk, Desa Gegesik Kidul
termasuk kedalam desa yang berkembang, dibuktikan dengan sebagian
besar penduduk gegesik kidul memiliki penghasilan diatas rata-rata serta
keberanekaragaman pekerjaan warganya.
4. Kondisi Kesehatan Masyarakat
Kondisi kesehatan masyarakat desa Gegesik Kidul tergolong sudah cukup
baik, terlihat dari data yang didapat berdasarkan laporan tingkat
perkembangan desa yakni tidak ada angka kematian ibu (AKI) serta angka
kematian bayi (AKB), hanya saja masih terdapat angka abortus, dan bayi
lahir berat < 2,5 kg. Cakupan imunasi sudah cukup merata, penggunaan
alat kontrasepsipun sudah baik yakni 1.038 pasangan usia subur (PUS)
dari total 1.063 PUS sudah menggunakan alat kontrasepsi. Data wabah
penyakit di Desa Gegesik Kidul tercaat pada tahun 2016 terdapat 2
kejadian demam berdarah serta 1 kejadian cikungunya, kemudian jumlah
penderita sakit tidak menular (PTM) paling tinggi adalah penderita stroke
yakni sebanyak 6 kasus dan disusul oleh diabetes mellitus (DM) sebanyak
4 kasus. Rendahnya kesadaran akan kebersihan sekolah di beberapa
sekolah SD di Gegesik kidul, dibuktikan dengan belum adanya wastafel di
sekolah.
5. Sosial Budaya
Suasana di Desa Gegesik Kidul masih berbau klasik atau tradisional,
karena sebagian warganya masih menjunjung tinggi adat istiadat desanya.
6. Kondisi Pengalaman Ibadah
Desa Gegesik Kidul memiliki langgar/mushola yang cukup banyak yakni
25 buah yang tersebar di Desa Gegesik Kidul, serta 1 pondok pesantren,
kondisi ini memperlihatkan bahwa warga desa Gegesik Kidul sangat
religius serta masih menjujung tinggi nilai-nilai agama di masyarakat,
namun masih terdapat beberapa mushola yang kurang aktif atau di
beberapa mushola nampak hanya sedikit anak-anak yang ahdir mengaji.

2.2 Langkah Pemecahan Masalah


Dengan terdapatnya masalah tersebut, dalam hal pendidikan kami
termotivasi untuk memberikan bantuan pengajaran sebagai tenaga pendidik
di MI dan SD, serta memberikan bimbingan belajar untuk siswa SD dan
sederajat, dalam bidang Ekonomi kami termotivasi untuk bekerja sama
dengan ibu-ibu rumah tangga serta salah satu pengusaha home industri yakni
suatu produk dengan bahan dasar beras atau nasi yaitu produksi kerupuk
gendar, sehingga ibu-ibu rumah tangga dapat memperoleh tambahan
penghasilan, dan mengajarkan pembukuan dan manajemen dalam
berwirausaha, dengan harapan produk yang kami kembangkan tersebut bisa
menjadi suatu produk unggulan di desa Gegesik Kidul, kemudian untuk
bidang lingkungan kami termotivasi untuk mengajak masyarakat agar tetap
sadar terhadap kebersihan dengan mengajak masyarakat untuk bergotong
royong membersihkan lingkungan setiap hari jumat kemudian kami juga
membuat suatu innovasi menanam tanaman obat di linggkungan rumah warga
dengan tujuan agar pekarangan rumah warga tetap bisa di manfaatkan serta
tanaman obat yang ditanam bisa bermanfaat untuk kesehatan. Bidang
kesehatan kami mengadakan penyuluhan penyakit tidak menular khususnya
mengenai Hipertensi dan Diabetes Mellitus yang notabene penyakit tersebut
adalah yang paling tinggi di kalangan lansia di masyarakat Gegesik Kidul,
selanjutnya kami mengadakan penyuluhan PHBS di sekolah serta peragaan
cuci tangan pakai sabun (CTPS) di sekolah di barengi dengan pemberian alat
pendukung cuci tangan seperti gallon agar air tetep bia mengalir serta sabun
cuci tangan cair agar anak-anak di sekolah tersebut lebih sadar akan
kebersihan diri khususnya melalu cuci tangan. Di bidang Hukum dan
Advokasi kami melakukan penyuluhan mengenai kriminalitas dan bahaya
NAPSA di salah satu sekolah menengah atas di Gegesik bertujuan agar
remaja-remaja sadar hukum serta bahaya obat-obatan terlarang.
2.3 Rencana Program Kerja
Dengan berbagai permasalahan dari hasil analisa diatas maka
mahasiswa KKN Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon membuat suatu
rencana program kerja yang berorientasi pada polemik-polemik tersebut.
Dalam upaya pembuatan rencana program kerja terlebih dahulu mahasiswa
KKN melakukan observasi dan pendekatan-pendekatan dengan masyarakat
setempat untuk mengumpulkan data-data yang diperlukan yang dianggap
akurat yang kemudian bisa menghasilkan suatu rencana awal dari
permasalahan yang diperoleh.
Adapun rencana program yang kami buat meliputi 2 sub program
kegiatan yang akan dilakukan. Sub program kegiatan tersebut, yaitu:
1. Program pokok
Program pokok pelaksnaan KKN PKM-POSDAYA Universitas
Swadaya Gunung Jati Cirebon tahun 2017, yaitu Penguatan Sumber Daya
Masyarakat Pedesaan dan OVOP Dalam Upaya Meningkatkan IPM
Kabupaten Cirebon.
2. Program penunjang
Program penunjang pelaksanaan KKN PKM-POSDAYA
Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon tahun 2016, yaitu:
a. Pendidikan
1) Memberikan bimbingan belajar untuk siswa SD dan MI
2) Kegiatan belajar mengajar di MI dan SD
b. Ekonomi
1) Survey Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di desa Gegesik
Kidul, seperti pembuatan makanan ringan yang berbahan dasar
dari beras dengan cara menginovasi rasa dan kemasan.
2) Pengayaan kepada ibu PKK tentang produk yang memiliki daya
jual dengan cara memberikan kemasan dan pemasaran yang lebih
baik.
c. Lingkungan
1) Kegiatan bersih-bersih/kerja bakti setiap hari jumat
2) Menanam tanaman obat di pekarangan rumah warga
d. Keagamaan
1) Magrib Mengaji
2) Jamiahan setiap blok
e. Hukum dan Advokasi
3) Penyuluhan Kriminalitas dan Bahaya NAPZA bagi remaja
f. Kesehatan
1) Posyandu
2) Senam jantung di prolanis
3) Penyuluhan dan Praktek PHBS berupa CTPS (cuci tangan pakai
sabun) di sekolah dasar dan sederajat
4) Penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM) Hipertensi dan
Diabetes Mellitus
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA DAN HASIL KEGIATAN KKN

Pada KKN-PKM Unswagati di Desa Gegesik Kidul ini, kami telah


membagi menjadi 5 bidang yaitu, Pendidikan, Ekonomi, Lingkungan, Hukum
dan Advokasi serta Kesehatan. Adapun dalam pelaksanaannya tidak menutup
kemungkinan anggota bidang satu membantu dalam kegiatan bidang yang
lain, karena kami lebih menekankan kebersamaan dalam melakukan setiap
kegiatan.
Namun, tingkat keberhasilan program kerja yang kami rencanakan
prioritas utamanya yaitu di bidang Ekonomi mengenai One Village One
Product (OVOP), adapun penjelasan dari pelaksanaan program kerja setiap
bidang adalah sebagai berikut:
3.1 Bidang Pendidikan
3.1.1 Pelaksanaan Program Kerja Bidang Pendidikan
Dari hasil survey dan melihat dari profil desa yang diberikan oleh
perangkat Desa Gegesik, divisi pendidikan telah merencanakan program
kerja yaitu kegiatan mengajar sesuai kemampuan yang dimiliki mahasiswa
yang tidak hanya berfokus pada materi formal tetapi juga permainan yang
dapat meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi belajar, kegiatan ini
dilakukan sekolah tingkat dasar kelas 2, 3 dan 4. Divisi pendidikan juga
memiliki program kerja lainnya yaitu bimbingan belajar tingkat Sekolah
Dasar yang dimulai dari kelas 1 sampai kelas 6.
3.1.2 Tujuan
Program pertama bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri
di sekolah dan motivasi belajar siswa yang didapatkan melalui permainan.
Program kedua bertujuan agar anak-anak tingkat sekolah dasar di desa
Gegesik Kidul dapat memanfaatkan waktu setelah sekolah dengan hal yang
positif. Kegiatan bimbingan belajar juga bertujuan anak-anak yang
bersekolah berbeda dapat saling mengenal sehingga belajar sosialisasi.
Kedua program ini bertujuan agar anak-anak bersemangat belajar karena
menerapkan belajar menyenangkan.
3.1.3 Manfaat
Anak-anak kurang mampu dalam mengenyam pendidikan non
formal dapat mengikuti kegiatan bimbingan belajar secara gratis dan
kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi belajar anak-anak.
3.1.4 Sumber Biaya Kegiatan
Sumber biaya diperoleh melalui swadaya anggota KKN Desa
Geegsik Kidul.
3.1.5 Partisipasi Warga
Dalam pelaksanaan program kerja, warga dan anak-anak desa
Gegesik sangat antusias, hal ini bisa dilihat dari kehadiran dalam kegiatan
bimbingan belajar di posko KKN desa Gegesik Kidul yang selalu ramai.
3.1.6 Hasil yang ingin Dicapai
Hasil yang ingin dicapai divisi pendidikan dalam pelaksanaan
program belajar adalah meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri
anak-anak saat belajar di sekolah serta membuat anak-anak nyaman belajar.
3.1.7 Tingkat Keberhasilan
Tingkat keberhasilan program ini dapat dilihat dari antusias dan
perilaku anak-anak saat proses belajar.
3.1.8 Tingkat Kegagalan
Program kerja yang disusun oleh divisi pendidikan bisa dibilang
tidak terjadi kegagalan, tetapi ada beberapa kendala saat mengatur jadwal
mengajar baik di sekolah maupun bimbingan belajar.

3.2 Bidang Ekonomi


3.2.1 Pelaksanaan Program Kerja Bidang ekonomi
Dari hasil survey dan melihat dari profil desa yang diberikan oleh
perangkat Desa Gegesik Kidul, divisi ekonomi telah merencanakan program
kerja yaitu mengembangkan produksi yang dihasilkan UMKM yang berada
di desa Gegesik Kidul. Sementara itu, di desa Gegesik kidul terdapat
bebagai UMKM yang masih harus dikembangkan, kemudian kami memilih
salah satu dari beberapa UMKM tersebut, yaitu kami memilih UMKM
produksi kerupuk gendar, karena mayoritas penduduk desa Gegesik kidul
adalah petani dan sedangkan bahan pokok gendar adalah beras yang berasal
dari penduduk yang menjadi petani. Dari gendar tersebut kami selanjutnya
memberikan inovasi dengan memberikan berbagai varian rasa dan kemasan
yang menarik agar gendar dapat menembus pasar nasional.
3.2.2 Tujuan
Untuk mengembangkan UMKM didesa Gegesik kidul dengan
memberikan ide-ide atau inovasi terhadap produk gendar seperti
memberikan pengembangan dari segi kemasan yang lebih baik lagi dan
varian rasa guna meningkatkan daya jual di pasaran.
3.2.3 Manfaat
Dapat mengembangkan UMKM tersebut agar lebih baik lagi dan
dapat dijadikan ilmu yang akan mengembangkan UMKM di desa Gegesik
Kidul.
3.2.4 Sumber Biaya Kegiatan
Adapun sumber biaya kegiatan berasal dari uang LPM.
3.2.5 Partisipasi Warga
Partisipasi warga sangat antusias, tertarik akan ide-ide yang kami
berikan untuk mengembangkan UMKM di desa Gegesik Kidul..
3.2.6 Hasil yang ingin Dicapai
Dari kegiatan yang di adakan dari bidang ekonomi masyarakat
dapat mempunyai ide untuk mengembnagkan UMKM gendar dengan
memeberikan inovasi dari segi kemasan dan rasa.
3.2.7 Tingkat Keberhasilan
Tingkan keberhasilan ekonomi desa Gegesik Kidul. sudah sangat
baik. Karena dapat menerima dan akan meneruskan UMKM yang sudah
dikembangkan.
3.2.8 Tingkat Kegagalan
Selama kegiatan ini berjalan tidak ditemukan kendala apapun
mulai dari produksi sampai penyuluhan dan penjulan produk.
3.3 Bidang Lingkungan
3.3.1 Pelaksanaan Program Kerja Bidang Lingkungan
Bidang lingkungan mengadakan kegiatan bersih-bersih setiap hari
jumat, kami mengadakan bersih-bersih lingkungan di bantu dengan warga
sekitar. Selain bersih-bersih kami juga memberikan sumbangan berupa
tanaman obat yang langsung kami tanam di pekarangan rumah warga di
setiap blok.
3.3.2 Tujuan
Dengan diadakannya kegiatan bersih bersih tiap jumat di desa
Gegesik Kidul bertujuan agar membuat lingkungan desa menjadi bersih dan
menjadikan masyarakat sadar akan pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan, serta penanaman tanaman obat (TOGA) agar masyarakat lbih
bisa memanfaatkan sekitar pekarangan salah satunya dengan menanaman
tanaman obat agar nantinyapun bisa digunakan untuk kesehatan si empunya.
3.3.3 Manfaat
Memberikan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kebersihan
lingkungan, pada akhirnya lingkungan yang bersih akan membuat
masyarakat menjadi lebih sehat .
3.3.4 Sumber Biaya
Adapun sumber biaya kegiatan berasal dari uang dan LPM .
3.3.5 Partisipasi Warga
Partisipasi warga sangat antusias. Mereka ikut terjun ke lapangan,
menyediakan makanan dan minuman serta memfasilitasi alat-alat
kebersihan.
3.3.6 Hasil yang ingin Dicapai
Dari kegiatan yang di adakan dari bidang lingkungan masayarakat
dapat mempunyai kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
3.3.7 Tingkat Keberhasilan
Tingkat keberhasilan lingkungan Desa Gegesik Kidul sudah sangat
bersih. Hanya saja masih ada sebagian warga yang masih membuang
sampah sembarangan.
3.3.8 Tingkat Kegagalan
Selama kegiatan ini berjalan tidak ditemukan kendala apapun.

3.4 Bidang Kesehatan


3.4.1 Pelaksanaan Program Kerja Bidang Pendidikan
Dalam bidang kesehatan yang dilakukan adalah mengikuti kegitan
posyandu di setiap blok, melakukan senam jantung dan penyuluhan
penyakit tidk menular (Hipertensi dan Diabetes Mellitus),penyuluhan PHBS
di sekolah serta pelatihan CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) disertai
pemberian alat-alat penunjang CTPS seperti tempat air mengalir serta sabun
cuci tangan.
3.4.2 Tujuan
Dengan diadakannya kegiatan penyuluhan PTM (Penyakit Tidak
menular) Hipertensi dan Diabetes Mellitus bertujuan agar warga Desa
khususnya lansia sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta waspada
terhadap penyakit yang sering terjadi dan menerapkan kepada anak-anak
SD/MI mengenai kebersihan dan kesehatan sejak dini di sekolah.
3.4.3 Manfaat Kegiatan
Memberikan kesadaran warga akan pentingnya kesehatan serta
waspada lebih dini terhadap penyakit tidak menular dan menumbuhkan
kesadaran terhadap anak-anak akan pentingnya kebersiahan dan kesehatan
dini.
3.4.4 Sumber Biaya Kegiatan
Dalam kegiatan bidang kesehatan baiaya yang di peroleh dari uang
iuran dan LPM.
3.4.5 Partisipasi Warga
Untuk partisipasi warga terhadap di adakannya kegiatan pemeriksaan
cukup baik dan antusias.
3.4.6 Hasil yang ingin Dicapai
Dari kegiatan yang di adakan bidang kesehatan dapat mempunyai
kesadaran akan kesehatan.
3.4.7 Tingkat Keberhasilan
Dalam kegiatan penyuluhan dan senam jantung di prolanis cukup
baik, dilihat dari antusias warga yang hadir. Untuk kegiatan penyuluhan dan
pelatihan CTPS di sekolah responnya cukup baik karena antusias anak-anak
dalam memperhatikan materi dan praktik.
3.4.8 Tingkat Kegagalan
Dalam pelaksanaan kegiatan dari bidang kesehatan tidak ditemukan
kendala.

3.5 Bidang Keagamaan


3.5.1 Pelaksanaan Program Kerja Bidang Pendidikan
Divisi keagamaan telah merencanakan program kerja yaitu kegiatan
magrib mengaji dengan mengajar nagji anak-anak di beberapa mushola
yang dapat kami jangkau dan mushola yang tampak masih kurang aktif serta
kekurangan tenaga pengajar, tidak hanya berfokus pada materi mengaji,
tetapi disitu juga kami selipkan permainan yang dapat meningkatkan
kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar mengaji. Kegiatan lainnyanya
yakni kami selalu selalu ikut serta dalam kegiatan jamiahan yang di adakan
di setiap blok serta pengadaan yasinan setiap amlam jumat di posko KKN.
3.5.2 Tujuan
Program pertama bertujuan untuk meningkatkan minat dan
motivasi anak-anak untuk belajar mengaji. Program kedua bertujuan agar
meningkatkan keeratan tali silaturahmi antara peserta KKN dengan warga
gegesik kidul khususnya ibu-ibu anggota jamiahan.
3.5.3 Manfaat
Anak-anak dapat mengikuti kegiatan belajar mengaji serta dapat
meningkatkan motivasi belajar anak-anak.
3.5.4 Sumber Biaya Kegiatan
Sumber biaya diperoleh melalui swadaya anggota KKN Desa
Geegsik Kidul.
3.5.5 Partisipasi Warga
Dalam pelaksanaan program kerja, anak-anak desa Kidul sangat
antusias, hal ini bisa dilihat dari kehadiran dalam setiap kegiatan.
3.5.6 Hasil yang ingin Dicapai
Hasil yang ingin dicapai dalam pelaksanaan program magrib
mengaji adalah meningkatkan motivasi belajar dan kepercayaan diri anak-
anak serta membuat anak-anak nyaman belajar.
3.5.7 Tingkat Keberhasilan
Tingkat keberhasilan program ini dapat dilihat dari antusias dan
perilaku anak-anak saat proses belajar.
3.5.8 Tingkat Kegagalan
Program kerja yang disusun oleh divisi keagamaan bisa dibilang
tidak terjadi kegagalan.

3.5 Bidang Hukum dan Advokasi


3.5.1 Pelaksanaan Program Kerja Bidang Pendidikan
3.5.2 Tujuan
3.5.3 Manfaat Kegiatan
3.5.4 Sumber Biaya Kegiatan
3.5.5 Partisipasi Warga
3.5.6 Hasil yang ingin Dicapai
3.5.7 Tingkat Keberhasilan
3.4.8 Tingkat Kegagalan
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
4.1 Kesimpulan

4.2 Saran dan Rekomendasi