Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGATAR

Atas rahmat Allah Yang Maha Esa kami telah berhasil membuat sebuah
makalah dengan judul usaha dan energi.
Dengan makalah ini kita bisa mengetahui kegunaan dan pemanfaatan usaha dan
energy dalam kehidupan sehari haridapat menerapkan
Kami membuat makalah ini dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan
dipahami berdasarkan dari kumpulan data yang telah kami ambi di internet.
Usaha dan energi dalam kehidupan sehari-hari, anda pasti melakukan atau
menemui sesuatu kejadian yang menyangkut dengan usaha atau energy, untuk itu dalam
mempelajari fisika anda tidak perlu menghafalkan. Dengan pemahaman konsep, anda
dapat menerapkan dan menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi di alam sekitar
anda
Usaha dan energi adalah hal yang vital bagi kelangsungan hidup manusia
sebagai mana usaha sendiri adalah tingkah laku manusia supaya dapat meneruskan
hidupnya. Dan energy tidak dipungkiri lagi sangat penting bagi kehidupan manusia,
apalagi di zaman modern seperti ini, energy sangat dibutuhkan untuk memasak,
beraktifitas, bekerja, dan lain sebagainya. Karena itu banyak oranng yang berlomba-
lomba menemukan energy aternatif yang mudah dan murah untuk di dapatkan.
Maka dari itu terciptalah berbagai macam energy antara lain:energy matahari,
energy panas bumi, energy gas alam dan lain-lain semua itu hanya bertujuan untuk
menciptakan kesejahteraan bagi umat hidup manusia yang semakin berkemban dalam
teknologinya.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi pembacanya.
Daftar Isi

Kata pengantar.........................................................................................................................
Bab 1 pendahuluan....................................................................................................................

Bab 2 pembahasan
Usaha............................................................................................................................
Energi............................................................................................................................
Daya ..............................................................................................................................
Bab 3 Penutup
Kesimpulan ..................................................................................................................
Saran ............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Di masa sekarang ini kita tidak bisa terlepas akan pentingnya energi. Energi bagi
kehidupan adalah hal yang wajib bagi kelangsungan hidup manusia. Energi ini sangat
bermanfaat bagi manuasia khususnya. Energi ini pertama kali dicetuskan oleh James
Prescott Joule. Energi yaitu adalah sesuatu yang tidak bisa dimusnakan namun hanya
dapat perpindah dari bentuk satu ke bentuk yang lain. Yang lebih dikenal dengan Hukum
Kekekalan Energi.

Energi di dunia ini sangatlah terbatas namun dari yang terbatas inilah manusia mencoba
untuk menjadikan energi sebagai bahan percobaan untuk keperluan manusia. Dari tahun
ke tahun perluasan energi semakin gencarnya dilakukan oleh para peneliti. Perluasan
energi biasanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Misalnya: radio, tv,
internet, kipas angin, hp, dan lain sebagainya. Namun semuanya itu tidak terlepas dari
ilmu dasar mengenai energi itu sendiri.

Dan untuk mendapatkan energi tentu manusia tidak hanya duduk berdiam diri lalu enrgi
akan datang, bukan begitu caranya,. Tentu Tuhan yang Maha Kuasa telah memberi kita
manusia akal untuk berpikir. Dan jalan unutk mendapatkan energi adalah dengan Usaha.
Usaha dalam pengertian sehari-hari adalah segala sesuatu yandilakukan manusiag untuk
mencapai tujuan tertentu. Sedangkan energi adalah hal yang diperlukan untuk melakukan
usaha.

Nah usaha dan energi dalam bidang fisika, tentunya di sekolah menengah anda telah
menetahui bahwa energi adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh benda agr dapat melkukan
usaha. Mobil yang kehabisan bensin (energi kimia) tidak dapat bergerak lagi (melakukan
usaha). Energi mempunyai berbagai macam bentuk. Lima bentuk energi adalah: energi
mekanik energi kalor, energi kimia, energi elektromagnetik(listrik, magnet, dan cahaya)
dan energi nuklir.

Tentu di sekolah anda juga sudah mengetahui bahwa energi dapat berubah bentuk.
Misalnya pada bola lampu listrik, energi listrik diubah menjadi energi cahaya dan energi
kalor. Peristiwa perubahan energi disebut konversi energi, dan alat konversi energi
dinamakan konverter energi. Pada contoh diatas lampu adalah konverter energi.

Apakah perbedaan Usaha dalam Fisika dan dalam kehidupan sehari-hari?.


Peberbedaannya, dalam keseharian , usaha diartikan sebagai segala sesuatu yang
dikerjakan oleh manusia. Sebagai contoh, Hilda berusaha sekuat tenaga mendorong
mobil temannya yang mogok tapi mobil itu tetap tidak bergerak. Dan usaha dalam Fisika
merupakan suaru besaran fisika usaha yang memiliki pengertian yang khas.

Usaha dalam fisika hanya dilakukan oleh gaya yang bekerja pada benda, dan suatu gaya
dikatakan melakukan usaha pada benda hanya jika gaya tersebut menyebabkan benda
berpindah. Sebagai contoh, Hilda mengerahkan gata ototnya untuk mendorong mobil
temannya tetapi mobil tidak bergerak. Disini gaya otot Hilda dikatakan tidak melakukan
usaha pada mobil. Ini dikarenakan gaya otot Hilda tidak menyebabkan benda (mobil)
berpindah.

1.2 Rumusan Masalah:

1. Apa yang dimaksud dengan energi?

2. Bagaimana bentuk-bentuk dari energi dan manfaat dalam kehidupan?

3. Apa yang dimaksud dengan usaha?

4. Apa hubungan antara usaha dan energi?

5. Apa yang dimaksud dengan daya?

1.3 Tujuan Penulisan:

1. Untuk mengetahui pengertian energi

2. Untuk mengetahui bagaimana bentuk dari energi dan manfaatnya dalam kehidupan.

3. Untuk mengetahui pengertian dari usaha.

4. Untuk mengetahui hubungan antara usaha dan energi.

5. Untuk menegtahui pengertian dari daya.


1.4 Manfaat Penulisan:

1) Bagi Penulis yaitu kami sebagai mahasiswa dapat mengetahui pengertian energi dan
bentuk-bentuk dari energi, pengerian usaha, hubungan antara usaha dan energi dan
pengertian dari daya.

2) Bagi Pembaca yaitu makalah ini bisa dijadikan suatu sumber informasi guna
meningkatkan dan menambah wawasan atau ilmu pengetahuan pembaca, khususnya
mengenai pengertian energi dan bentuk-bentuk dari energi, pengerian usaha, hubungan
antara usaha dan energi dan pengertian dari daya.

3) Bagi Dunia Pendidikan yaitu makalah ini bisa dimanfaatkan untuk dijadikan refrensi
tentang pengertian energi dan bentuk-bentuk dari energi, pengerian usaha, hubungan
antara usaha dan energi dan pengertian dari daya.
BAB II PEMBAHASAN

A. Usaha
Perhatikanlah gambar orang yang sedang menarik balok sejaruh d meter! Orang
tersebut dikatakan telah melakukan kerja atau usaha. Namun perhatikan pula orang yang
mendorong dinding tembok dengan sekuat tenaga. Orang yang mendorong dinding
tembok dikatakan tidak melakukan usaha atau kerja. Meskipun orang tersebut
mengeluarkan gaya tekan yang sangat besar, namun karena tidak terdapat perpindahan
kedudukan dari tembok, maka orang tersebut dikatakan tidak melakukan kerja.

Gambar:
Usaha akan bernilai bila ada perpindahan
Kata kerja memiliki berbagai arti dalam bahasa sehari-hari, namun dalam fisika kata
kerja diberi arti yang spesifik untuk mendeskripsikan apa yang dihasilkan gaya ketika
gaya itu bekerja pada suatu benda. Kata kerja dalam fisika disamakan dengan kata
usaha. Kerja atau Usaha secara spesifik dapat juga didefinisikan sebagai hasil kali besar
perpindahan dengan komponen gaya yang sejajar dengan perpindahan.

Jika suatu gaya F menyebabkan perpindahan sejauh s, maka gaya F melakukan usaha
sebesar W, yaitu

Persamaan usaha dapat dirumuskan sebagai berikut.

W = SF . s
W = usaha (joule)
F = gaya yang sejajar dengan perpindahan (N)

s = perpindahan (m)

Jika suatu benda melakukan perpindahan sejajar


bidang horisontal, namun gaya yang diberikan
membentuk sudut a terhadap perpindahan, maka
besar usaha yang dikerjakan pada benda adalah :
W = F . cos a . s

B. Energi
Energi merupakan salah satu konsep yang penting dalam sains. Meski energi tidak dapat
diberikan sebagai suatu definisi umum yang sederhana dalam beberapa kata saja, namun
secara tradisional, energi dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk melakukan
usaha atau kerja. Untuk sementara suatu pengertian kuantitas energi yang setara
dengan massa suatu benda kita abaikan terlebih dahulu, karena pada bab ini, hanya akan
dibicarakan energi dalam cakupan mekanika klasik dalam sistem diskrit.
Cobalah kalian sebutkan beberapa jenis energi yang kamu kenal ! Apakah energi-energi
yang kalian kenal bersifat kekal, artinya ia tetap ada namun dapat berubah wujud ?
Jelaskanlah salah satu bentuk energi yang kalian kenali dalam melakukan suatu usaha
atau gerak!

Beberapa energi yang akan dibahas dalam bab ini adalah sebagai berikut.

1. Energi Potensial
Energi potensial adalah energi yang berkaitan dengan kedudukan suatu benda terhadap
suatu titik acuan. Dengan demikian, titik acuan akan menjadi tolok ukur penentuan
ketinggian suatu benda.
Misalkan sebuah benda bermassa m digantung seperti di bawah ini.

Energi potensial dinyatakan dalam persamaan:

Ep = m . g . h

Ep = energi potensial (joule)


m = massa (joule)

g = percepatan gravitasi (m/s2)


h = ketinggian terhadap titik acuan (m)

Persamaan energi seperti di atas lebih tepat dikatakan sebagai energi potensial
gravitasi. Di samping energi potensial gravitasi, juga terdapat energi potensial pegas
yang mempunyai persamaan:
Ep = . k. Dx2 atau Ep = . F . Dx
Ep = energi potensial pegas (joule)
k = konstanta pegas (N/m)

Dx = pertambahan panjang (m)


F = gaya yang bekerja pada pegas (N)

Gambar:
Mobil mainan memanfaatkan energi pegas diubah menjadi energi kinetik
Di samping energi potensial pegas, juga dikenal energi potensial gravitasi Newton, yang
berlaku untuk semua benda angkasa di jagad raya, yang dirumuskan:

Ep = G M.m / r2
Ep = energi potensial gravitasi Newton (joule) selalu bernilai negatif. Hal ini menunjukkan
bahwa untuk memindahkan suatu benda dari suatu posisi tertentu ke posisi lain
yang jaraknya lebih jauh dari pusat planet diperlukansejumlah energi (joule)
M = massa planet (kg)

m = massa benda (kg)

r = jarak benda ke pusat planet (m)

G = tetapan gravitasi universal = 6,672 x 10-11 N.m2/kg2


2. Energi Kinetik
Energi kinetik adalah energi yang berkaitan dengan gerakan suatu benda. Jadi, setiap
benda yang bergerak, dikatakan memiliki energi kinetik. Meski gerak suatu benda dapat
dilihat sebagai suatu sikap relatif, namun penentuan kerangka acuan dari gerak harus
tetap dilakukan untuk menentukan gerak itu sendiri.

Persamaan energi kinetik adalah :

Ek = m v2
Ek = energi kinetik (joule)
m = massa benda (kg)

v = kecepatan gerak suatu benda (m/s)

Gambar:
Energi kimia dari bahan bakar diubah menjadi energi kinetik oleh mobil
3. Energi Mekanik
Energi mekanik adalah energi total yang dimiliki benda, sehingga energi mekanik dapat
dinyatakan dalam sebuah persamaan:

Em = Ep + Ek
Energi mekanik sebagai energi total dari suatu benda bersifat kekal, tidak dapat
dimusnahkan, namun dapat berubah wujud, sehingga berlakulah hukum kekekalan energi
yang dirumuskan:

Ep1 + Ek1 = Ep2 + Ek2


Mengingat suatu kerja atau usaha dapat terjadi manakala adanya sejumlah energi, maka
perlu diketahui, bahwa berbagai bentuk perubahan energi berikut akan menghasilkan
sejumlah usaha, yaitu:

W=F.s
W = m g (h1 h2)
W = Ep1 Ep2
W = m v22 m v12
W = F Dx
W = k Dx2
Keterangan :

W = usaha (joule)

F = gaya (N)

m = massa benda (kg)

g = percepatan gravitasi (umumnya 10 m/s2 untuk di bumi, sedang untuk di planet


lain dinyatakan dalam persamaan g = G M/r2)
h1 = ketinggian awal (m)
h2 = ketinggian akhir (m)
v1 = kecepatan awal (m)
v2 = kecepatan akhir (m)
k = konstanta pegas (N/m)

Dx = pertambahan panjang (m)


Ep1 = energi potensial awal (joule)
Ep2 = energi potensial akhir (joule)
Dengan mengkombinasi persamaan-persamaan di atas, maka dapat ditentukan berbagai
nilai yang berkaitan dengan energi. Di samping itu perlu pula dicatat tentang percobaan
James Prescott Joule, yang menyatakan kesetaraan kalor mekanik. Dari percobaannya
Joule menemukan hubungan antara satuan SI joule dan kalori, yaitu :

1 kalori = 4,185 joule atau

1 joule = 0,24 kalor

C. Kaitan Antara Energi dan Usaha


Teorema usaha-energi apabila dalam sistem hanya berlaku energi kinetik saja dapat
ditentukan sebagai berikut.
W=F.s

W = m a.s
W = m.2as

Karena v22 = v21 + 2as dan 2as = v22 v21 maka


W = m (v22 v21)
W = m v22 m v21
W = D Ep
Untuk berbagai kasus dengan beberapa gaya dapat ditentukan resultan gaya sebagai
berikut.

Pada bidang datar

- fk . s = m (Vt2 Vo2)

F cos a fk . s = m (Vt2 Vo2)


Pada bidang miring

- w sin a fk . s =
m (Vt2 Vo2)
(F cos b w sin a fk) . s = m (Vt2 Vo2)

D. Daya
Daya adalah kemampuan untuk mengubah suatu bentuk energi menjadi suatu bentuk
energi lain. Sebagai contoh, jika terdapat sebuah lampu 100 watt yang efisiensinya 100
%, maka tiap detik lampu tersebut akan mengubah 100 joule energi listrik yang
memasuki lampu menjadi 100 joule energi cahaya. Semakin besar daya suatu alat, maka
semakin besar kemampuan alat itu mengubah suatu bentuk energi menjadi bentuk energi
lain.
BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Usaha merupakan hasil kali antara gaya yang bekerja dengan perpindahan yang dialami
oleh benda. Satuan usaha dalam SI adalah joule (J).
Energi menyatakan kemampuan untuk melakukan usaha.Energi yang dimiliki oleh benda-
benda yang bergerak disebut energi kinetik,sedangkan energi yang dimiliki oleh benda
karena kedudukannya disebut energi potensial.
Daya adalah laju usaha yang dilakukan atau besar usaha persatuan waktu. Satuan daya
dalam SI adalah watt (W)

3.2 Saran
Bagi pembaca disarankan supaya makalah ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran
dalam rangka peningkatan pemahaman tentang usaha dan energi. Dan bagi penulis-penulis
lain diharapkan agar makalah ini dapat dikembangan lebih lanjut guna menyempurnakan
makalah yang telah dibuat sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Nurazizah, Siti. 2007. Acuan Pengayaan Fisika SMA Kelas XI Semester 1. Solo: Nyata
Grafika Media Surakarta.
Resnick, Halliday. 1985. Fisika Jilid 1 Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.
Satriawan, Mirza. 2008. Materi Fisika Dasar, (Online),
(http://www.budakfisika.blogspot.com/2008/10/materi-fisika-dasar.html, diakses 10
november 2009).
Young, Hugh D & Roger A Freedman. 1999. Fisika Universitas Edisi Kesepuluh Jilid 1.
Jakarta: Erlangga.