Anda di halaman 1dari 6

IV .

1
Batuan Beku

IV.1.1 Definisi
Batuan beku adalah batuan yang berasal dari material yang mengalami
peleburan atau peleburan sebagian, yaitu berasal dari magma. Magma adalah larutan
silikat bersuhu tinggi ( > 700C ) mengandung unsure unsure voloatil ( terutama
uap air ), berasal dari kedalaman sekitar 200 km di dalam bumi.oleh karena magma
lebih ringan dari batuan sekitarnya, maka ia akan bergerak naik dan apabila
mendapat celah mak ia akan keluar sebagai lava yang kemudian karena kontak
langsung dengan udara maka lava tersebut akan membeku.Proses pembekuan megma
tersebut merupakan proses perubahan fase cair menjadi fase padat. Pembekuan
magma menghasilkan akan menghasilkan kristal kristal mineral primer atau gelas.
Proses pembekuan magma akan sangat berpengaruh terhadap tekstur dan struktur
primer batuan, sedangkan komposisi batuan sangat dipengaruhi oleh sifat magma
asal. Magma berkadar silica tinggi memproduksi batuan keluarga granit riolit yaitu
batuan dengan komposisi uatama kuarsa dan alkali feldspar dengan sedikit biotit,
amfibot, dan Na-plagioklas. Magma dengan kandungan silica rendah menghasilkan
kelompok gabro magma.
Pada saat penurunan suhu akan melewati tahap perubahan fase cair ke padat.
Apabila pada saat itu terdapat cukup energi dan waktu, maka akan terbentuk kristal
mineral yang berukuran besar. Sedangkan bila energi pembentukan rendah, maka
akan terbentuk kristal berukuran halus. Bila pendinginan berlangsung sangat cepat,
maka kristal tidak terbentuk dan cairan magma terbentuk menjadi gelas.
Ciri khas batuan beku adalah kenampakan yang kristalin, yaitu kenampakan
suatu massa dari unit unit kristal yang saling mengunci, kecuali gelas. Yang
nonkristalin, urutan mineral yang terbentuk dari proses kristalisasi magma seiring
dengan penurunan temperatur dapat dilihat pada Bowens Reaction Series.

65
IV.1.2 Deskripsi Batuan
Dalam melakukan pendeskripsian terhadap batuan beku, perlu diamati
mengenai hal hal seperti dibawah ini, yaitu :
A. Tekstur
Tekstur batuan menjelaskan tentang ukuran, bentuk, dan susunan material
pembentuk batuan. Batuan beku dapat dibedakan berdasar pada komposisi
mineralnya. Tekstur menjadi penting sebab butiran butiran mineral dalam batuan
tersebut merekam proses geologi pada saat pembentukannya.Tekstur dalam batuan
beku merupakan hubungan antar mineral atau mineral dengan massa gelas yang
membentuk massa merata pada batuan. Selama pembentukan tekstur dipengaruhi
oleh kecepatan dan stadia kristalisasi. Yang kedua tergantung pada suhu, komposisi
kandungan gas, kekentalan magma dan tekanan. Dengan demikian tekstur
merupakan fungsi dari sejarah pembentukan batuan beku. Tekstur batuan beku dapat
menunjukkan derajat kristalisasi, ukuran butir, bentuk kristal, granularitas.

1. Derajat Krisalisasi ( Degree of Crystalinity )


a. Holokristalin : batuan tersusun oleh seluruh massa kristal.
b. Holohyalin : batuan tersusun oleh seluruh massa gelas.
c. Hypokristalin : batuan tersusun oleh massa kristal dan gelas.
2. Ukuran Butir ( Grain Size )
a. Halus : kurang dari 1mm.
b. Sedang : 1 5 mm.
c. Kasar : lebih dari 5 mm.
3. Kemas yang terdiri atas :
Bentuk kristal ditinjau dari pandangan dua dimensi :
a. Euhedral : bentuk kristal sempurna.
b. Subhedral : bentuk kristal tidak begitu sempurna.
c. Anhedral : bidang batas kristalnya tidak jelas.

66
Relasi merupakan hubungan antara kristal satu dangan yang lain
dalam suatu batuan dari ukuran dikenal :
a. Equigranular : ukuran kristal seragam, dibedakan menjadi :
Fanerik granular; jika mineralnya dapat dibedakan dengan mata
telanjang.
Afanitik; jika mineralnya tidak dapat dibedakan ( ukurannya halus ).
b. Inequigranular : ukuran kristal tidak seragam, dibedakan menjadi :
Faneroporfiritik; mineral yang besar ( fenokris ) dikelilingi oleh
mineral yang lebih kecil yang masih dapat dibedakan oleh mata
telanjang.
Porfiroafanitik; sama seperti pada faneroporfiritik, namun mineral yang
mengelilingi sangat halus sehingga tidak dapat dibedakan.

B. Struktur
Struktur batuan beku adalah bentuk batuan dalam skala yang besar, seperti
lava bantal yang terbentuk di lingkungan air ( laut ), seperti lava bongkah, struktur
aliran dan lain lainnya. Suatu bentuk struktur batuan sangat erat sekali dengan
waktu terbentuknya. Macam macam struktur batuan beku adalah :
1. Masif; bila tidak menunjukkan adanya fragmen batuan lain yang tertanam
dalam tubuhnya.
2. Jointing; bila batuan tampak memounyai retakan retakan, kenampakan ini
akan sangat jelas apabila dilihat di lapangan.
3. Vesikuler; bila batuan mempunyai lubang lubang gas, sebagai akibat
pelepasan gas selama pendinginan. Vesikuler dapat dibedakan lagi, yaitu :
a. Skoria ( scoriaceous ); bila lubang banyak dan tidak saling
berhubungan, umumnya dijumpai pada batuan beku basa.
b. Pumisan (pumiceous ); bila lubang sangat banyak dan saling
berhubungan, umumnya dijumpai pada batuan beku asam.
c. Aliran ( flow ); bila ada kesan orientasi sejajar, baik oleh kristal
kristal maupun oleh lubang lubang gas.
4. Amigdaloidal; bila lubang lubang gas pada batuan beku terisi oleh mineral
mineral sekunder ( yang terbentuk setelah pembekuan magma ).

67
C. Komposisi Mineral
Menurut Walker T. Huang ( 1962 ), komposisi mineral dikelompokkan
menjadi tiga kelompok mineral, yaitu :
1. Mineral Utama
Mineral mineral in terbentuk langsung dari kristalisasi magma dan
kehadirannya sangat menentukan dalam penamaan batuan. Berdasarkan warna dan
densitas dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a. Mineral Felsik ( warna terang, densitas 2,5 2,7 ), yaitu :
- Kuarsa ( SiO2 )
- Kelompok feldspar, terdiri dari seri feldspar alkali ( K, Na ) AlSi3O8
dan seri plagioklas. Seri felspar alkali terdiri dari sanidin, orthoklas,
anorthoklas, adularia, dan mikrolin. Seri plagioklas terdiri dari albit,
oligoklas, andesin, labradorit, biwtonit, dan anortit.
- Kelompok feldspartoid ( Na, K Alumina Silika ), terdiri dari nefelin,
sodalit, leusit.
b. Mineral Mafik ( warna gelap, densitas 3 3,6 , yaitu :
- Kelompok olivin, terdiri dari fayalite dan forsterite.
- Kelompok piroksen, terdiri dari enstite, hiperstein, augit, pigeonit,
diopsid.
- Kelompok mika, terdiri dari biotit, muscovit, plogopit.
- Kelompok amphibole, terdiri dari anthofilit, cumingtonit, hornblende,
rieberkit, tremolit, aktinolit, glaukofan, dll.
2. Mineral Sekunder
Merupakan mineral mineral ubahan dari mineral utama, dapat dari hasil
pelapukan, hidrothermal maupun metamorfisme terhadap mineral mineral utama.
Dengan demikian mineral mineral ini tidak ada hubungannya dengan pembekuan
magma ( nonpirogenetik ). Mineral sekunder terdiri dari :
a. Kelompok kalsit ( kalsit, dolomit, magnesit, siderit ); dapat terbentuk dari
hasil ubahan mineral plagioklas.
b. Kelompok serpentin ( antigorit dan krisotil ); umumnya terbentuk dari hasil
ubahan mineral mafik ( terutama kelompok olivin dan piroksen ).

68
c. Kelompok klorit ( proktor, penin, talk ); umumnya terbentuk dari hasil
ubahan mineral plagioklas.
d. Kelompok serisit sebagai ubahan mineral plagioklas.
e. Kelompok kaolin ( kaolin, hallosyte ); umumnya ditemukan sebagai hasil
pelapukan batuan beku.
3. Mineral Tambahan ( Accesory Mineral )
Merupakan mineral mineral yang terbentuk pada kristalisasi magma,
umumnya dalam jumlah sedikit. Apabila hadir dalam jumlah yang cukup banyak,
tetap tidak mempengaruhi penamaan batuan, tetapi hal ini bisa mempunyai nilai
ekonomis. Termasuk dalam golongan ini antara lain : Hematite, Kromit, Muscovit,
Rutile, Magnetit, Zeolit, Apatit, dll.

D. Klasifikasi
Berbagai klasifikasi telah dikemukakan oleh beberapa ahli, kadang kadang
satu batuan pada klasifikasi yang lain penamaannya berlainan pula. Dengan demikian
seseorang harus benar benar mengerti akan dasar penamaan yang diberikan pada
suatu batuan beku. Klasifikasi batuan beku dapat dilihat, antara lain berdasarkan:
1. Sifat Kimia
a. Batuan beku asam; bila batuan beku mengandung lebih dari 66% SiO2,
biasanya berwarna cerah sampai putih. Misal : Granit, Rhyolit.
b. Batuan beku intermediet; bila batuan beku mengandung 52% - 66%
SiO2, biasanya berwarna agak gelap sampai kehitaman. Misal: Diorit,
Andesit.
c. Batuan beku basa; bila batuan beku mengandung 45% - 52% SiO2,
biasanya berwarna hitam sampai hitam kelam. Misal : Gabro, Basalt.
d. Batuan beku ultra basa; bila batuan beku mengandung kurang dari 45%
SiO2, biasanya berwarna hijau sampai hijau kehitaman. Misal :
Peridotit.
2. Tekstur
a. Fanerik; kristal cukup besar untuk diamati tanpa mikroskop. Misal :
Granit, Gabro.

69
b. Porfiritik; terdapat dua ( kelompok ) ukuran kristal. Misal : Granit
porfirit, Andesit porfirit.
c. Afanitik; kristal terlalu kecil untuk diamati tanpa mikroskop. Misal :
Rhyolit, Basalt.
d. Glassy; tanpa kristal. Misal : Obsidian.
e. Pyroklastik; fragmen vulkanik. Misal : Aglomerat, Tuff.
3. Komposisi Mineral
a. Kelompok Granit Rhyolit
Terutama tersusun oleh mineral mineral Kuarsa, Orthoklas,
Plagioklas Na, kadang kadang ada Hornblende, Biotit, Muccovit.
b. Kelompok Diorit Andesit
Terutama tersusun oleh Plagioklas, Hornblende, mineral mineral
lainnya yang mungkin adalah Kuarsa, Biotit, Piroksin, Orthoklas.
c. Kelompok Gabro Basalt
Terutama tersusun oleh Olivine, Plagioklas Ca, Piroksin, mineral
mineral lainnya yang mungkin adalah Hornblende.
d. Kelompok Ultra Basa
Terutama tersusun oleh Olivine, mineral mineral lainnya yang
mungkin adalah Plagioklas, Piroksin.

70