Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN

PENYULUHAN KESEHATAN DIARE

Cabangan Ilmu : Keperawatan Komunitas


Pokok Bahasan : Diare
Hari/tanggal : Senin, 6 Oktober 2014
Waktu : 30 Menit
Tempat : Laboratorium Fakultas Kesehatan UIN Alauddin Makassar, Lt.4
Materi : Terlampir

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan materi, peserta / sasaran mampu memahami tentang penyakit diare

II. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah penyampaian materi, peserta / sasaran mampu :
1. Mengetahui pengertian diare
2. Mengetahui akibat penyakit diare
3. Mengetahui cara penatalaksanaan diare di rumah
4. Mengetahui cara pencegahan diare

III. Metode
- Ceramah
- Tanya jawab
- Diskusi
- Demonstrasi
V. Kegiatan Penyuluhan
No. KEGIATAN KEGIATAN KEGIATAN
PENYULUHAN PENYULUH PESERTA
1. Membuka penyuluhan Memberi salam Menyimak
(5 menit) Memberi gambaran (mendengarkan dan
umum tentang penyakit memperhatikan)
diare
Menggali
pengetahuan peserta
tentang penyakit diare
2. Penyajian materi Menjelaskan tentang Menyimak
(15 menit) pengertian diare dengan seksama
Menjelaskan tentang (mendengarkan dan
akibat penyakit diare memperhatikan)
Menjelaskan tentang
penatalaksanaan diare di
rumah
Menjelaskan cara
pencegahan diare
3 Menutup penyuluhan Menyimpulkan Menyimak
(10 menit) materi yang telah penjelasan
disampaikan penyuluh
Memberi kesempatan Bertanya
kepada sasaran untuk
menanyakan hal-hal yang
belum jelas
V. Media
- Leaflet
- Alat peraga
VI. Evaluasi
Menanyakan secara langsung kepada sasaran mengenai materi yang telah
disampaikan.
MATERI PENYULUHAN DIARE

I. Pengertian Diare
Diare adalah keadaan frekwensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi
dan lebih dari 3 kali pada anak, konsistensi faeces encer, dapat berwarna hijau atau
dapat pula bercampur lendir dan darah atau lendir saja.

II. Bahaya Akibat Diare


Diare yang terus menerus menyebabkan anak kekurangan cairan dan akhirnya
akan meninggal karena kekurangan cairan.

III. Penatalaksanaan Diare di Rumah


1 Segera beri minum yang banyak dengan :
Cairan yang tersedia di rumah :
Kuah sayur
Kuah sup
Air tajin
Sari buah, air teh, air matang
Larutan gula garam (LGG)
Bila ada, beri oralit
Berikan oralit setiap kali berak
Umur kurang dari 1 tahun : - gelas
Umur 1 4 tahun : - 1 gelas
Umur di atas 5 tahun : 1 1 gelas
Cara menyiapkan oralit
Sediakan 1 gelas air matang
Masukkan semua bubuk oralit 200 ml ke
dalam gelas
Aduk sampai larut
Cara mambuat larutan Gula Garam :
Cuci tangan dengan sabun
Sediakan air matang 1 gelas ( air putih/ air teh )
Masukkan 1 sendok teh gula
Masukkan garam dapur sedikit ( sendok teh )
Aduk sampai larut
Minumkan pada anak sampai habis.

2 Teruskan pemberian makanan


Selama diare :
Teruskan dan tingkatkan pemberian ASI pada bayi yang masih menyusu
Anak di atas 6 bulan, berikan makanan tambahan :
Bubur dan sayuran
Sari buah segar
Beri makanan lebih dari 6 kali/hari
Setelah diare :
Beri makanan lebih sering dari biasanya, selama 3 minggu.

Harus diperhatikan :
Jangan beri makanan yang merangsang, seperti :
Pedas
Terlalu asin
Asam
Jangan berikan makanan yang sudah rusak / basi

3 Mencari pengobatan lanjutan


Segera ke Puskesmas atau RS, bila tidak membaik dalam 3 hari atau ada salah
satu tanda :
Diare terus menerus
Muntah berulang-ulang rasa haus yang nyata
Makan / minum sedikit
Demam
Ada darah dalam tinja
IV. Cara Pencegahan Diare
1 Peningkatan kesehatan perorangan dan lingkungan
Gunakan air bersih yang cukup
Cuci tangan dengan sabun dan air bersih
Berak di jamban
Buang tinja bayi di jamban
2 Peningkatan daya tahan tubuh
Pemberian ASI
Pemberian PASI
Imunisasi

Kesimpulan :
1. Bila anak mulai Diare berikan minum lebih banyak dari biasanya. Teruskan menyusui
dan memberi makan seperti biasanya.
2. Kalau anak mencret, lemas dan tidak mau makan, berikan oralit atau LGG,
minumkan terus menerus.
3. bila mencret semakin parah, segera bawa anak ke Puskesmas atau RS terdekat.