Anda di halaman 1dari 26

Materi Ujian Masuk STIS

2011-2012

1. Dependent Clause

Dependent clause adalah klausa yang memberikan informasi tambahan kepada independent clause atau main clause, tetapi keberadaannya tidak menjadi keharusan dalam melengkapi pokok pikiran kalimat.

Meskipun dependent clause mempunyai subjek dan predikat, tetapi ia tidak dapat berdiri sendiri sebagai kalimat lengkap.

Dependent clause, yang juga dikenal dengan istilah subordinate clause, umumnya diawali dengan dependent word. Salah satu dari dependent word adalah subordinating conjunction. Dan dependent clauses yang diawali subordinating conjunctions biasa disebut adverbial clauses dan berlaku seperti halnya adverbs. Perhatikan contoh berikut (yang bergaris bawah adalah subordinating conjunction):

Wherever she goes, she leaves a piece of luggage behind. (Adverbial clause wherever she goes menerangkan the verba leaves.)

Bob enjoyed the movie more than I did. (Adverbial clause than I did menerangkan adverbia more.)

Dependent word lainnya adalah relative pronoun. Dependent clauses yang diawali relative pronouns dikenal sebagai adjective clauses yang berlaku seperti adjektiva, atau noun clauses yang berlaku sebagai nomina. Perhatikan contoh berikut di bawah ini (yang bergaris bawah adalah relative pronoun):

The only one of the seven dwarfs who does not have a beard is Dopey. (Adjective clause who does not have a beard menerangkan nomina one.)

No one understands why experience is something you don't get until just after you need it. (Noun clause why experience is something you don't get until just after you need it berfungsi sebagai direct object.)

Jadi, ada tiga jenis dependent clauses, yaitu noun clauses, adjective clauses, dan adverb clauses. Dan masing-masing klausa berbeda penggunaannya dalam kalimat.

Noun clause dalam kalimat berperan sebagai subjek dari verba atau objek dari verba atau preposisi, seperti pada contoh berikut:

- What you say is not as important as how you say it.

- I imagine that they're having a good time.

- I keep thinking about what happened yesterday.

Adjective clause berfungsi menerangkan nomina atau frase nomina dan biasanya terletak sesudahnya.

- The woman I spoke to said otherwise.

- We have to consider the possibility that he's lying to us.

Adverb clause dipakai untuk menerangkan seluruh kalimat (main clause) dan dapat terletak di awal atau di akhir kalimat.

- When she gets here, all will be explained.

- He was annoyed by the whole thing, which was unfortunate, but unavoidable.

2. Independent Clause

Independent clause, atau bisa juga disebut main clause, adalah kalimat yang mempunyai gagasan atau pokok pikiran yang lengkap (complete thought). Dan memiliki subjek dan predikat (verb) dalam struktur

kalimatnya.

Setiap independent clause selalu memiliki pola: Subject + Verb = Complete Thought

Umumnya kalimat yang sering kita sebut sebagai suatu kalimat yang kita temui sehari-hari dapat disebut sebagai independent clause. Tentu saja, kalimat tersebut harus mempunyai subjek dan predikat yang mengungkapkan gagasan atau pokok pikiran, meskipun dalam bentuk yang sederhana. Kemampuan mengenali dan mengetahui apakah suatu klausa itu independent atau bukan adalah hal yang sangat penting untuk menulis dalam bahasa Inggris dengan baik dan menghindari sentence fragment dan run- on sentences.

Bob didn't mean to do it, but he did it anyway.

Kalimat di atas mempunyai dua independent clauses “Bob didn’t mean to do it” dan “he did it anyway” yang dihubungkan dengan tanda baca koma dan coordinating conjunction (but). (Bila kata but tidak disertakan dalam kalimat, maka kalimat tersebut tidak terhubung dengan benar dan mempunyai kesalahan yang biasa disebut dengan istilah comma splice).

Contoh independent clause lainnya:

- I am a bus driver.

- I wanted a new ball.

- Diane kicked the soda machine.

- A giant spider has made its home behind the shampoo bottle in Neil's bathroom.

- Paper, printing and binding may become things of the past.

Ingat, dalam setiap kalimat setidaknya harus ada satu independent clause. Karena klausa ini merupakan komponen utama yang harus ada dalam sebuah kalimat. Tanpa independent clause kalimat menjadi salah (sentence fragment).

Suatu kalimat dapat berisi beberapa unit gramatikal, misalnya participle phrases, prepositional phrases, subordinate clauses, appositives, etc. Bagaimanapun juga, keberadaan independent clause dalam kalimat adalah keharusan. Perhatikan contoh berikut:

While dissecting a cow heart in her anatomy and physiology class, Shenicka realized that a Burger King Whopper, her favorite lunch, was no longer appetizing.

Pada kalimat di atas, “Shenicka realized” adalah independent clause.

3.

Conditional

BENTUK UMUM : MAIN CLAUSE + IF CLAUSE

DI MANA :

Main clause selalu mempunyai modal auxiliary

If clause selalu berupa : simple present, simple past, atau past perfect

conditional sentences type 1 : true in the present or future

S + MODAL V1 + V1

IF + S + V1 ATAU TO BE V1

FACT :

Mengubah kata if dengan on condition that, provided, atau unless

contoh :

conditional : I may study in university if i graduate from senior high school fact : i may study in university on condition that i graduate from senior high school

conditional sentences type 2 : untrue in the present

S + MODAL V2 + V2

IF + S + V2 ATAU TO BE V2

FACT :

1. Ubah kata if menjadi because

2. Ubah tense menjadi simple present dan hilangkan modal

3. Ubah kalimat negatif menjadi positif dan sebaliknya

contoh :

conditional : I might study in university if i graduated from senior high school fact : I don't study in university because i don't graduate from senior high school

conditional sentences type 3 : untrue in the past

S + MODAL V2 + HAVE + V3

IF + S + HAD + V3 ATAU HAD BEEN

FACT :

1. Ubah kata if menjadi because

2. Ubah tense menjadi simple present dan hilangkan modal

3. Ubah kalimat negatif menjadi positif dan sebaliknya

contoh :

conditional : I might have studied in university if i had graduated from senior high school fact : I didn't study in university because i didn't graduate from senior high school

4. Adjective

Adjective (kata sifat) memberikan informasi tentang kata benda. Contoh:

She‟s an excellent dancer.

I‟ve got a new apartment.

Adverb (kata keterangan) merubah kata kerja, yakni kata keterangan menjelaskan bagaimana sesuatu dilakukan. Contoh:

- She learns quickly.

- You can speak English well.

Adjective (kata sifat)

Adjective bisa ditempatkan sebelum kata benda. Contoh:

This is a beautiful bird.

“This is a bird beautiful.” tidak benar.

Kata sifat memberikan informasi seperti ukuran (kecil, besar), bentuk (bulat, persegi), warna (kuning, hijau), kebangsaan (Cina, Polandia), dan opini (baik, buruk).

Adjective tidak mengalami perubahan yang tergantung pada jumlah (tunggal atau jamak). Contoh:

She has a cute puppy.

She has three cute puppies.

Perhatikan bahwa adjective (cute) tidak mengalami perubahan baik dalam bentuk tunggal (puppy) maupun jamak (puppies).

Adjective juga bisa ditempatkan setelah kata kerja tertentu seperti be, feel, look, dan taste. Contoh:

I‟m really happy today.

She‟s got a new job so she feels great.

You look wonderful!

This chicken tastes delicious.

Adverb (kata keterangan)

Adverb sering dibentuk dengan menambahkan -ly di belakang adjective. Contoh:

quick (adjective) - He‟s quick at learning new things.

quickly (adverb) - He learns quickly.

bad (adjective) - He didn‟t get a bad test score.

badly (adverb) - He didn‟t do badly in his test.

Untuk adverb yang terbentuk dari adjective yang berakhiran dengan huruf “-y” ganti “-y” dengan “-i” dan tambahkan “-ly“. Contoh:

easy (adjective) - He thinks math is easy.

easily (adverb) - He can do math easily.

happy (adjective) - He‟s a happy man.

happily (adverb) - He works happily every day.

Untuk adverb yang terbentuk dari adjective yang berakhiran dengan huruf “-le” ganti “-le” dengan “-ly“. Contoh:

simple (adjective) - The teacher makes difficult things simple.

simply (adverb) - He teaches simply and clearly.

Beberapa adverb sama dengan adjective. Contoh:

He runs fast (adverb) - He‟s a fast runner. (adjective)

He studies hard. (adverb) - It‟s a hard life. (adjective)

Adverb untuk “good” adalah “well“. Contoh:

She‟s a good pianist.

She plays the piano well.

Adverb juga bisa mengubah adjective dan adverb-adverb lainnya. Contoh:

That‟s a good book.

That‟s a very good book.

She‟s a talented girl.

She‟s an incredibly talented girl.

You‟re right!

You‟re absolutely right!

4.

Subjunctive

Subjunctive adalah bentuk kalimat pengandaian. Namun topik Subjunctive ini berbeda dengan Conditional. Conditional adalah kalimat pengandaian juga namun perbedaannya adalah Conditional dilengkapi dengan syarat-syarat tertentu untuk mengandai-andai. Misalnya "Aku akan mengundanya jika aku jadi kamu.". Berikut ini adalah penjelasan tentang Subjunctives.

Struktur Subjunctive

be (past)

I were

you were

he, she, it were

we were

you were

they were

be (present)

I be

you be

he, she, it be

we be

you be

they be

 

Kata kerja lain (past & present)

I work

you work

he, she, it work

we work

you work

they work

 

Penggunaan Subjunctive

Kita menggunakan subjunctives ketika kita berbicara tentang suatu kegiatan yang sebenarnya tidak akan terjadi. Kita menggunakan subjunctive ketika berbicara tentang kegiatan yang seseorang:

Inginkan agar terjadi

Harapkan akan terjadi

Membayangkan akan terjadi

 

Contoh:

The President requests that you be present at the meeting.

It

is vital that you be present at the meeting.

If

you were at the meeting, the President would be happy.

Subjunctive biasanya menggunakan kedua struktur berikut:

Kata Kerja: ask, command, demand, insist, propose, recommend, request, suggest + that

Ekspresi: it is desirable, essential, important, necessary, vital + that

 

Contoh:

The manager insists that the car park be locked at night.

The board of directors recommended that he join the company.

It

is essential that we vote as soon as possible.

It

was necessary that every student submit his essay by the weekend.

Perhatikan bahwa struktur berikut ini, subjunctive-nya sama. Tidak masalah kalimat itu tenses-nya past atau present. Contoh:

Present: The President requests that they stop the occupation.

Past: The President requested that they stop the occupation.

Present: It is essential that she be present.

Past: It was essential that she be present.

Kita selalu menggunakan were sebagai pengganti "was" setelah if (dan kata lainnya yang memiliki arti yang sama). Contoh:

If

I were you, I would ask her.

Suppose she were here. What would you say?

Mengapa kita menggunakan "I were", "he were"?

Kita sering mendengar orang berkata "if I were you, I would go" atau "if he were here, he would tell you". Memang normalnya adalah: I was, he was. Tetapi struktur if I were you tidak melihat Past Tense".

Struktur tersebut hanya mengenal past subjunctive untuk "to be" nya. Perhatikan contoh kata-kata/frase

di

bawah ini untuk struktur di atas:

if

as

if

wish

suppose

If I were younger, I would go. (FORMAL)

If I was younger, I would go. (INFORMAL)

If he weren't so mean, he would buy one for me.(FORMAL)

If he wasn't so mean, he would buy one for me. (INFORMAL)

I wish I weren't so slow! (FORMAL)

I wish I wasn't so slow! (INFORMAL)

I wish it were longer. (FORMAL)

I wish it was longer. (INFORMAL)

It's not as if I were ugly. (FORMAL)

It's not as if I was ugly. (INFORMAL)

She acts as if she were Queen. (FORMAL)

She acts as if she was Queen. (INFORMAL)

If I were you, I should tell her. (FORMAL)

If I was you, I should tell her. (INFORMAL)

Note: We do not normally say "if I was you", even in familiar conversation.

Beberapa ekspresi menggunakan subjunctive. Contoh:

Long live the King!

God bless America!

Heaven forbid!

Be that as it may, he still wants to see her.

Come what may, I will never forget you.

We are all citizens of the world, as it were.

5.

Modals

Semua auxiliary verbs "kecuali be, do dan have" disebut modals. Tidak seperti auxiliary verbs lainnya, modals juga berfungsi sebagai kata kerja Bantu dan tidak dapat berdiri sendiri. Perhatikan contoh-contoh Modals di bawah ini beserta fungsi dari Modals melalui contoh kalimat yang diberikan.

Can

They can control their own budgets. (kemampuan/kemungkinan)

Can I smoke here? (Minta Izin)

Can you help me? (Permintaan)

Could

Could I borrow your dictionary? (Minta Izin)

Could you say it again more slowly? (Permintaan)

We could try to fix it ourselves. (Saran)

I think we could have another Gulf War. (Kemungkinan)

He gave up his old job so he could work for us. (Kemampuan)

May

May I have another cup of coffee? (Minta Izin)

China may become a major economic power. (Kemungkinan)

Might

They might give us a 10% discount. (Kemungkinan)

Must

We must say good-bye now. (Keharusan)

They mustn't disrupt the work more than necessary. (Larangan)

Ought to

We ought to employ a professional writer. (Menyarankan)

Shall

(jarang dipakai di Amerika)

Shall I help you with your luggage? (Menawarkan)

Shall we say 2.30 then? (Menyarankan)

Shall I do that or will you? (Meminta)

Should

We should sort out this problem at once. (Menyarankan)

I think we should check everything again. (Merekomendasikan)

Profits should increase next year. (Prediksi tak tentu)

Will

I can't see any taxis so I'll walk. (Keputusan Spontan)

I'll do that for you if you like. (Menawarkan)

I'll get back to you first thing on Monday. (Janji)

Profits will increase next year. (Prediksi tak tentu)

Would

Would you mind if I brought a colleague with me? (Minta Izin)

Would you pass the salt please? (Permintaan)

Would you mind waiting a moment? (Permintaan)

"Would three o'clock suit you?" - "That'd be fine." (Mengatur)

Would you like to play golf this Friday? (Mengundang)

"Would you prefer tea or coffee?" - "I'd like tea please." (Merujuk)

Modal auxiliary verbs selalu diikuti oleh bentuk kata kerja pertama.

6.

Conjunction

Conjunction atau atau connector atau kata sambung adalah kata yang digunakan untuk menghubungkan/menggabungkan kata dengan kata yang lain, phrase dengan phrase yang lain, atau clause dengan clause yang lain. Ada 3 tipe conjunctions: coordinating conjunctions, correlative conjunctions, dan subordinating conjunctions.

1). Coordinating conjunctions

Conjuctions ini digunakan untuk menggabungkan kata dengan kata yang lain, menggabungkan phrase dengan phrase yang lain, atau kalimat dengan kalimat yang lain. Yang dihubungkan oleh conjunction tipe ini harus merupakan element kalimat yang sama, misalnya: subject+subject, verb phrase+verb phrase, sentence+sentence.

Ada 7 coordinating conjunctions yaitu: for, and, nor, but, or, yet, so. Untuk mempermudah mengingatnya coba gunakan akronim ini: FANBOYS; F untuk for, A untuk and, N untuk nor, dan seterusnya.

Contoh:

1.

The boy keeps the lights on, for he is afraid of sleeping in the dark. (Anak itu membiarkan lampunya menyala karena dia takut tidur dalam keadaan gelap).

2.

He has one good dictionary and at least 3 good English books. (Dia punya 1 kamus bagus dan paling tidak 3 buku bahasa Inggris bagus).

3.

She is a vegetarian. She will not eat beef, nor will she eat chicken. (Dia seorang vegetarian. Dia tidak akan makan daging sapi, dia juga tidak akan makan daging ayam).

4.

She is cute but evil. (Dia cantik tapi jahat).

5.

Do you want to go with me or to stay home? (Apakah kamu mau ikut saya atau tinggal di rumah?).

6.

I didn‟t study, yet I passed the exam. (Saya tidak belajar, tetapi saya lulus).

7.

My dad was very tired, so he went to bed earlier. (Papa saya sangat capek, oleh karena itu dia pergi tidur lebih awal).

Note:

Gunakan koma sebelum conjunction jika conjunction tersebut menggabungkan dua kalimat. Koma juga digunakan jika conjunctions menggabungkan lebih dari 2 kata atau phrase. Contoh: We studied math, physics, and chemistry last semester.

For juga berfungsi sebagai preposition. Sebagai preposisiton, for diikuti oleh noun. Contoh: I am waiting for a cab. (i.e. cab = taxi)

Yet juga berfungsi sebagai adverb. Contoh: I haven‟t finished reading this article yet. Lihat penggunaan adverb yet pada pembahasan tentang present perfect tense.

So = as jika diikuti oleh adjective/adverb. Lihat penggunaannya pada pembahasan tentang comparisons.

2). Paired conjunctions/Correlative conjunctions

Conjunctions ini juga menggabungkan element-element kalimat seperti di atas. Bedanya adalah selalu digunakan secara berpasangan.

both…and

either…or

not only…but also

neither…nor

Contoh:

1. Both my sister and my brother can play the guitar. My sister dan my brother dua-duanya bisa main gitar).

2. He is not only handsome but also smart. (Dia bukan saja tampan tapi juga pintar). Note: jika not only diletakkan di awal kalimat, lakukan inversi terhadap auxiliary/be/do,does,did ke depan subject kalimat. Jadi kalimat ini juga dapat ditulis: Not only is he handsome but also smart.

3. Either the students or the teacher is going to go to the museum tomorrow. (Baik murid-murid maupun guru akan pergi ke museum besok).

4. Neither John, Sussie nor I have a good studying habit. (Baik John, Sussie maupun saya tidak punya kebiasaan belajar yang baik). Mungkin, belajarnya hanya jika ada ujian.

Note: Dengan perkecualian both…and, jika corrective conjunctions menggabungkan singular dan plural subjects, bentuk verb (apakah singular atau plural) ditentukan oleh subject yang paling dekat dengan (yang langsung diikuti oleh) verb tersebut.

Perhatikan: pada contoh 3 digunakan is going to (bukan are going to) karena langsung mengikuti the teacher (singular subject). Pada contoh 4 digunakan have (bukan has) karena langsung mengikuti I. Sekarang coba kita perhatikan penulisannya, ketika posisi subjectnya diputar:

1. Either the teacher or the students are going to go to the museum tomorrow. (Baik guru maupun murid- murid akan pergi ke museum besok).

2. Neither John, I nor Sussie has a good studying habit. (Baik John, saya maupun Sussie tidak punya kebiasaan belajar yang baik).

3). Subordinating conjunctions

Subordinating conjuctions adalah kata-kata yang dapat digunakan untuk membentuk adverbial clause (yang umumnya merupakan anak kalimat /subordinate clause) dari kalimat pokok (main clause). Jumlah conjunctions tipe ini sangat banyak dan pada umumnya adalah adverbs. Conjunction tipe ini dapat dikelompokkan menjadi 5, yaitu conjunction yang menyatakan waktu (time), sebab akibat (cause dan effect), makna berlawanan (opposition), tujuan (purpose), dan pengandaian (conditional).

a. Digunakan untuk menyatakan waktu (time).

 

Waktu

after (setelah)

till (hingga/sampai)

the first time (pertama kali)

before (sebelum)

as soon as (segera setelah)

the second time (kedua kali)

when (ketika)

once (segera setelah)

the last time (terakhir kali)

while (sementara)

as long as (sepanjang)

the next time (kali berikut)

as (sementara)

so long as (sepanjang)

by the time

since (sejak)

whenever (setiap kali)

 

until (hingga/sampai)

every time (setiap kali)

 

Contoh:

1. We will play football after we finish doing the homework. (Kami akan main bola setelah kami selesai mengerjakan PR).

2. Before they got married last month, they had been seeing each other for almost ten years. (Sebelum mereka kawin bulan lalu, mereka telah pacaran selama hampir 10 tahun).

3. When I got home last night, someone was trying to break into my house. (Ketika saya tiba di rumah tadi malam, seseorang sedang mencoba masuk ke rumah saya). Note: Break into = masuk biasanya karena berniat jahat, i.e. mau mencuri, ect.)

4. A friend of mine felt asleep on his desk while the teacher was teaching. (Teman saya tertidur di mejanya sementara pak guru menerangkan).

5. She has turned into a different person since she became a famous artist. (Dia telah berubah menjadi orang yang berbeda sejak dia menjadi artis terkenal).

6. I will keep studying hard until the final exam is over next week. (Saya akan terus belajar keras sampai ujian akhir selesai minggu depan).

7. We will leave as soon as the rain stops. (Kita akan pergi/berangkat segera setelah hujan berhenti).

8. As long as I live, I will never see your fucking ugly face again. (Selama saya hidup, saya tidak akan pernah mau lihat wajah kamu (yang sangat jelek) lagi). Subject „I‟ sangat, sangat marah nih.

9. Whenever I look at her picture, my heart beats fast. (Setiap kali saya pandang fotonya, jantung saya berdetak kencang).

10. The first time we went to Bali, we went to Tanah Lot. (Pertama kali kami pergi ke bali, kami pergi ke Tanah Lot).

11. The next time I play you, I will kick your ass. (Kali berikut saya main (lawan) kamu, saya akan kalahkan kamu. Note: kick your ass = kick your butt = mengalahkan. Sangat informal.

b. Digunakan untuk menyatakan sebab akibat (cause-effect).

Sebab akibat inasmuch as (karena) now that (karena sekarang)

because (karena)

so…that (sehingga) such …that (sehingga)

since (karena)

as (karena)

Contoh:

1. He got an accident because he drove while he was drunk. (Dia mendapat kecelakaan karena dia nyetir sementara mabuk).

2. I passed that course easily since the questions were very easy. (Saya lulus mata kuliah itu dengan mudah karena soal-soalnya sangat mudah).

3. Now that the semester is finished, I am going to rest for a few days and then take a trip to Bali. (Karena sekarang semesteran sudah selesai, saya akan istrahat selama beberapa hari kemudian tamasya ke Bali).

4. As she had nothing to do, she asked me to come over to her house. (Karena dia tidak ada yang dikerjakan, dia meminta saya pergi ke rumahnya).

5. Inasmuch as the two countries‟ leaders didn‟t reach an agreement, the possibility of war between the two countries remains open. (Karena kedua kepala negara tidak mencapai suatu kesepakatan, kemungkinan adanya perang antara kedua negara tersebut masih tinggi).

6. The coffee is so hot that I can‟t drink it. (Kopinya begitu panas, oleh karena itu, saya tidak dapat meminumnya).

7. He has such a nice body that a lot of girls are attracted to him. (Dia punya badan yang begitu bagus, oleh karena itu, banyak cewek yang tertarik padanya).

c. Untuk menyatakan makna yang berlawanan (opposition).

Makna yang Berlawanan

although (walaupun

even though (walaupun) whereas (sedangkan)

while (sedangkan)

though (walaupun)

no matter (tidak memandang)

Contoh:

1. Although he is not tall, he is a very good volleyball player. (Walaupun dia tidak tinggi, dia seorang pemain bola volley yang sangat hebat).

2. Jenny is rich, whereas Joni is poor. (Jenny kaya sementara Joni miskin).

d.

Untuk menyatakan tujuan (purpose).

Tujuan in order (that) (agar)

in order to (agar)

so that (agar)

Contoh:

1.

During the class, we need to be quiet in order to be able to listen to what the teacher says.

2.

I turned off the TV so that my roommate could study well.

 

3.

I turned off the TV in order (that) my roommate could study well.

4.

They keep practicing their English in order (that) their English improves steadily. (Mereka terus berlatih bahasa Inggris agar bahasa Inggrisnya terus meningkat).

Note: a) in order to diikuti oleh verbs, sedangkan in order (that) dan so that diikuti oleh clause (i.e. S +V). b). Arti so that di sini berbeda dengan so that untuk menyatakan sebab akibat. Perhatikan juga perbedaan polanya.

e.

Untuk menyatakan pengandaian (conditional).

 
 

Conditional

if (jika)

whether or not

in case (that) (jika)

unless (jika tidak)

even if (walaupun jika)

providing (that) = if or only if

only if (hanya jika)

in the event (that)

provided (that) = if or only if

Contoh:

 

1.

If my parents were not home, I would invite my friends to come over. (jika orangtua saya tidak di rumah, saya akan undang teman-teman saya datang ke rumah).

2.

I will go unless it rains. (Saya akan pergi jika tidak hujan). Note: unless = if…not. Jadi, kalimataya dapat ditulis menjadi: I will go if it doesn‟t rain.

3.

I don‟t care no more whether or not you want to study = I don‟t care no more whether you want to study or not. (Saya tidak peduli lagi apakah kamu mau belajar atau tidak).

4.

I have decided to marry her. Even if my parents disagree, I am going to marry her. (Saya telah memutuskan untuk mengawininya. Walaupun jika orang tua saya tidak setuju, saya akan (tetap) mengawininya).

5.

I‟ll be in the library in case you want to find me. Note: in case = if

 

6.

The general election will go to the second round only if no candidate gets 50% + 1 votes during the first round. (Pemilu akan masuk ke putaran kedua hanya jika tidak ada kandidat yang memiliki perolehan suara 50% + 1 waktu putaran pertama. Note: Jika only if diletakkan di awal kalimat, maka dilakukan inversi auxiliary/be/do,does,did) ke depan subject main clause. Kalimat ini dapat ditulis menjadi: Only if no candidate gets 50% + 1 votes will the general election go to the second round.

7.

Participle

 

Participle adalah kata penjelas yang terdiri dari participle aktif dan pasif. Participle aktif menggunakan Verb + ing (sebagaimana Gerund) yang memiliki beberapa fungsi. Sedangkan participle pasif berbentuk V3 yang juga memilik beberapa fungsi.

Fungsi Partiple :

1. Sebagai penjelas kata benda Rumus :

a. Participle Aktif Penjelas Kata Benda

Rumus :

- Noun + V-ing - V-ing + Noun Contoh :

The person writing this book. The sleeping girl has completed her homework.

b. Participle Pasif Penjelas Kata Benda

Rumus :

-

Noun + V3

-

V3 + Noun

Contoh :

The book written by Rayza. Written stories in this laptop are good.

2. Membentuk Kalimat majemuk dari dua bua kalimat yang memiliki subyek sama a. Peristiwa yang terjadi pada titik waktu yang sama Karena kejadiannya pada saat yang sama, maka jika membahas “maknanya” bisa menggunakan kata penghubung, seperti : When, While atau as Contoh :

Sitting near the bridge, they saw the car accident. Artinya = When they were sitting near the bridge, they saw the car accident = They sitting near the bridge, when they saw the car accident.

b. Peristiwa yang terjadi secara berturutan atau sebab-akibat

- Kejadian berturutan

Rumus : Having + V3 + S + … Karena kejadian berturutan, maka jika membahas maknanya bisa dihubungkan dengan kata penghubung

: After dan Before. Contoh:

Having studied the lesson, he slept

- Sebab akibat, ada dua kemungkinan yaitu aktif atau pasif Rumus : - Aktif : Verb-ing + S + V + …

- Pasif : V3+ S + V + …

Contoh:

Studying, he pass exam. Startied by the sudden noise, the baby woke up and cried.

Karena hubungan sebab akibat, maka jika membahas maknynya bisa dihubungkan dengan kata penghubung : because/as/for/since

8. Word Order

Pernyataan majemuk menempatkan kata tambahan kepada kata benda sederhana dari subyek dan obyek. Mereka meluaskan arti kalimat.

Beberapa contoh:

truly, I say to you

"Sesungguhnya" mempunyai efek menguatkan kata-kata "saya berkata kepadamu".

the same is the greatest

"dia" menggantikan kelompok kata yang mendahuluinya.

Those words are:

Kata-kata itu adalah:

Whoever, then, will make himself as low as this little child the same is the greatest.

Siapapun, lalu, yang merendahkan dirinya seperti anak kecil ini maka dia adalah yang terbesar.

This group of words is complete in itself.

Kelompok kata ini melengkapi diri sendiri.

It has a verb in it and so it is called a clause.

kelompok kata ini memiliki kata kerja d dalamnya dan dinamai klausa.

If it did not have a verb it would be called a phrase.

Jika tidak memiliki kata kerja dinamai frasa.

In

actual fact, the form of the simple sentence is still there, but it has been expanded by putting a group

of

words in the place of a single noun.

Dalam kenyataannya, bentuk kalimat sederhana masih ada, tetapi telah diperluas dengan menempatkan sekelompok kata menggantikan satu kata benda.

A complex sentence gives much more detail than a simple sentence could.

Kalimat majemuk memberi lebih banyak rincian ketimbang kalimat sederhana.

Always have the simple sentence in mind.

Ingatlah selalu kalimat sederhana.

Then see how the words have been added to it as an expansion of its meaning.

Lalu lihat bagaimana kata-kata telah ditambahkan untuk memperluas artinya.

9.

Causative

Causative verb menunjukkan bahwa seseorang/sesuatu secara tidak langsung bertanggung jawab terhadap sebuah tindakan. Subjek tidak melakukan tindakan itu sendiri, tetapi justru menyebabkan seseorang/sesuatu yang lain melakukannya. Contoh:

- Yesterday I had my hair cut.

Pembicara pada kalimat diatas tidak memotong sendiri rambutnya, tetapi justru membuat orang lain melakukannya - Saya “menyebabkan” mereka memotong rambut saya.

Have

Have merupakan causative verb yang umum. Ketimbang melakukan sesuatu dengan diri kita sendiri, kita “menyuruh” orang yang lain untuk melakukannya. Bentuknya sebagai berikut:

Kata kerja “to have” + objek + past participle (verb 3). Contoh:

- I had my jacket cleaned yesterday.

- Did you have your computer fixed?

Terkadang kita menggunakan have sebagai causative verb ketika kita ingin melakukan tindakan oleh diri kita sendiri. Contoh:

- When will the report be ready? I‟ll do it by tomorrow morning. >>

- When will the report be ready? I‟ll have it done by tomorrow morning.

Dengan menggunakan causative, kalimat ke-dua diatas mengalihkan perhatian dari pelaku tindakan, dan lebih memberikan perhatian kepada tindakan yang sedang dilakukan. Ini kedengaran sopan dan profesional.

Get

Get sering digunakan ketimbang have. Contoh:

I got my computer fixed - I had my computer fixed. Kedua kalimat ini maknanya sama.

I got my jacket cleaned. - I had my jacket cleaned. Kedua kalimat ini maknanya sama.

Causative verbs sering digunakan bersama dengan pengalaman-pengalaman negatif. Pada situasi-situasi ini lebih umum menggunakan have. Contoh:

I had my wallet stolen. (Saya sebenarnya tidak menyebabkan dompet saya dicuri - seseorang mencuri dompet saya dariku)

She had her window smashed.

Let

Let digunakan untuk membolehkan seseorang melakukan sesuatu. Bentuknya adalah let + orang + verb. Contoh:

John let me drive his new car.

Will your parents let you go to the party?

I don‟t know if my boss will let me take the day off.

Make

Make digunakan untuk memaksa seseorang melakukan sesuatu. Bentuknya adalah make + orang + verb. Contoh:

My teacher made me apologize for what I had said.

Did somebody make you wear that ugly hat?

She made her children do their homework.

10. Preference

Preference adalah ungkapan perasaan yang menyatakan lebih suka daripada yang lainnya

1. Prefer

Rumus:

Subject + Prefer + to infinitive

Subject + Prefer + Nouns + to + Nouns

Subject + Prefer + Gerund + to + Gerund

Contoh:

They prefer to go now

My mother prefers lemon to orange

She prefers watching TV to listening to the radio

2. Would Rather

Rumus:

Subject + would rather + Kata kerja bentuk I (tanpa to- Infinitives)

Subject + would rather + Infinitives + than + Infinitives

Subject + would rather + Infinitives + Noun + than + Inf + Noun

Subject + would rather + someone + Bentuk II

Contoh:

I would rather study now

She would rather stay home than go shopping

We‟d rather play card than play ball

I‟d rather you went now

3. Would Prefer to

Rumus:

Subject + Would Prefer to + infinitive +rather than + inf

Subject + would Prefer to + infinitives + Nouns + rather than + infinitives + Nouns

Contoh:

They would prefer to sing rather than dance

You‟d prefer to play ball rather than take a sleep

4. Like

Rumus:

Subject + Like + Nouns/Gerunds

Subject + like +gerunds + better than + gerund

Subject + like + noun + better than + noun

Contoh:

I like singing a song

She likes singing a song better than playing a guitar

They like coffee better than tea

5. Had Better

Rumus:

Subject + had better + infinitive

Subject + had better + not + infinitive

Contoh:

You had better study hard

You had better not work on Sundays

6. It‟s time

Rumus:

It‟s time + to infinitives

It‟s time + Subject + Bentuk past

Contoh:

It‟s time to get up

It‟s time you went away

7. Instead of

Instead of kita gunakan sebagai pengganti dari: to, than, better than, rather than

Rumus:

Instead of + Gerund/Nouns

Contoh:

I prefer staying home instead of going out

They would rather eat their lunch instead of work

I woud prefer to invite them instead of him

He likes me instead of him

11. Question tag

Question tags adalah pertanyaan singkat yang diikutkan pada akhir sebuah kalimat untuk membuat pertanyaan. Contoh:

Kalimat:- She speaks English. Pertanyaan:- Does she speak English? Question Tag:- She speaks English, doesn‟t she?

Bentuk

Question tag dibentuk dari sebuah kata kerja bantu dan subjek. Jika kalimat positif, kita biasanya menggunakan tag negatif, contoh:

That‟s a great song, isn‟t it?

She‟s a lawyer, isn‟t she?

Jika kalimat negatif, kita gunakan tag positif. Contoh:

You„re not busy, are you?

This way isn‟t right, is it?

Kata kerja bantu dan subjek dalam question tag sesuai dengan yang terdapat pada kalimat utama. Hanya bentuk positif dan negatifnya yang berubah. Contoh:

He can play the trumpet, can‟t he?

You haven‟t finished yet, have you?

Pada kalimat diatas subjek diberi warna biru, dan kata kerja bantu warna hijau. Yang mengalami perubahan hanya bagian dari pertanyaan yang positif atau negatif.

Fungsi

Question tag memiliki dua tujuan utama: untuk menguatkan informasi yang diharapkan dan untuk menanyakan informasi yang tidak diharapkan. Kedua tujuan ini bisa dibedakan berdasarkan intonasi pengucapan yang kita gunakan - jika suara merendah berarti pertanyaan tersebut menanyakan informasi yang diharapkan - jika suara meninggi berarti benar-benar menyanakan sebuah pertanyaan. Contoh:

Intonasi menurun - You haven‟t finished yet, have you?

Penanya mengharapkan orang yang ditanya telah selesai, penanya hanya memeriksa saja untuk memastikan.

Intonasi meningkat - You haven‟t finished yet, have you?

Pembicara benar-benar menanyakan apakah yang ditanya sudah selesai atau tidak. Jika yagn ditanya selesai lebih cepat dari yang diharapkan si penanya, maka pembicara akan terkejut.

You‟re really busy now, aren‟t you? - Yes, I‟ve got to finish this by Monday.

Orang yang ditanya pada kalimat diatas menguatkan bahwa dia sedang sibuk, kemungkinan dengan menunjukkan simpati juga.

Why are you watching TV? You‟re really busy now, aren‟t you? - Not really, I did most of it last night.

Pada kalimat ini orang yang bertanya menganggap orang yang ditanya sibuk tetapi penanya terkejut sebab orang yang ditanya seharusnya sedang bekerja bukan nonton TV, jadi penanya menanyakan tentang situasi yang tidak diharapkan.

Kalimat negatif dengan tag positif sering digunakan untuk menyatakan permintaan, contoh:

You don‟t have a pencil, do you?

You couldn‟t change a $5 bill, could you?

Question tag yang memerintah biasanya menggunakan will, contoh:

Open the door for me, will you?

Hang on a minute, will you?

Selama tidak digunakan dengan bahasa informal, question tag dengan maksud memerintah sering terdengar tidak bersabar.

12. Elliptical construction

Kalimat eliptik merukapan gabungan dua kalimat yang berbeda subyeknya tetapi predikatnya sama. Kalimat ini digunakan untuk manghindari pengulangan kata. Kalimat eliptik dinyatakan dengan menggunakan auxiliary (k.k Bantu).

I. TOO dan SO (juga) Pola kalimat

: Untuk pernyataan positif.

:

Subject + aux + and + subject + aux +, too Subject + aux + and + so + aux + subject

Ex: a.

He studies hard. I study hard.

- He Studies hard and I do, too

- He studies hard and so do I.

b.

John is student of University. I‟m student of university.

- John is a student of university and I am, too

- John is a student of university so am I

c.

He drove a car. I drove. I drove a car

- He drove a car and I do, too

- He drove a car and so did I.

d.

Nita ha written a letter. I have written a letter.

- Nita has written and I have, too

- Nita has written a letter and so have I

II. EITHER dan NEITHER (Juga tidak). Untuk pernyataan negatif.

Pola kalimat:

Subject + aux + and + subject + aux + too Subject + aux + and + so + aux + subject

 

a.

Either di dahului oleh subject + aux + not.

b.

Neither mendahului auxiliary + subject.

Ex

:

1.

a. I couldn‟t play tennis, and he couldn‟t either

 

b. I couldn‟t play tennis and neither could he.

 

2.

a. I shouldn‟t be late, and you shouldn‟t either

 

b. I shouldn‟t be late and neither should you

 

3.

a. Ian wasn‟t sick and Judi wasn‟t either

b. Ian wasn‟t sick and neither was Judi.

13. Passive voice

Kalimat aktif merupakan kalimat yang subjek kalimatnya adalah pelaku sebuah tindakan, sedangkan kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya bukan pelaku suatu tindakan. Si subjek adalah si penerima akibat dari sebuah tindakan.

Bandingkan kalimat-kalimat berikut:

Aktif : Susi mengetik surat ini kemarin

Pasif : Surat ini diketik oleh Susi kemarin

Aktif : Kucingku membunuh seekor tikus

Pasif : Seekor tikus dibunuh oleh kucingku

Catatan: Gunakan bentuk pasif jika pelaku tindakan tidak begitu penting.

Contoh:

Menara ini dibangun tahun 1955

Kalau kita perlu menyebut siapa pelaku suatu tindakan, gunakan kata oleh (by)

Contoh:

Menara ini telah dibangun oleh Pemerintah Daerah pada tahun 1955

Rumus umum untuk membentuk suatu kalimat Pasif

Aktif : S + Verb (Kata Kerja) + Objek + dll

Pasif : Objek + to be + Verb 3 (Kata Kerja Bentuk III) ( + by subjek) + dll

To be yang digunakan

a. Present : is, am, are

b. Past : was, were

c. Perfect : been (di depan have, has, atau had)

d. Future : be (setelah modals)

e. Continuous : being (di depan salah satu dari 7 to be di atas)

Hal-hal yang perlu diketahui dan diingat

1. Untuk menyatakan suatu kalimat dalam bentuk pasif, tenses tidak berubah. Tenses harus sama dengan kalau kita menyatakannya dalam bentuk aktif. Yang berubah hanya kata kerja-nya.

2. Kata kerja yang tidak memiliki objek (Kata Kerja Intransitif) tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif, seperti, menangis, mendidih, terbit, dll.

Contoh-contoh kalimat aktif dan pasif

a. Jack sings a song (active)

b. A song is sung by Jack (Passive)

1. Jack sang a song yesterday (active)

2. A song was sung by Jack yesterday (passive)

a. Jack has sung a song (active)

b. A song has been sung by Jack (passive)

1. Jack will sing a song (active)

2. A song will be sung by Jack (passive)

a. Jack is singing a song (active)

b. A song is being sung by Jack (passive)

1. Jack can sing a song (active)

2. A song can be sung by Jack (passive)

Beberapa Bentuk Kalimat Passive

1) Passive Imperative Sentence

Rumus:

Let + objek + be + Kata Kerja Bentuk III

Help the poor (active)

Let the poor be helped (passive)

2) Passive Infinitive: It is/was time

Rumus:

It is/was time for + objek + to be + kata kerja III

It is time to send the letter (active)

It is time for the letter to be sent (passive)

3) Negative Passive Imperative Sentence

Rumus:

Subjek + be + Kata kerja III + not to + infinitive

(kata kerja III yang sering digunakan adalah: advised, asked, begged, commanded, requested)

Don‟t wait for me (active)

You are advised not to wait for me (passive)

4) Passive Sentence with Verbs of Perception

Rumus:

Subjek + be + adjectives + when + subjek + be + kata kerja III

(kata kerja yang digunakan adalah: taste, smell, feel)

This food tastes delicious (active)

This food is delicious when it is tasted (passive)

5) Passive Sentence with Certain Verbs followed by “that-clause”

Kata kerja yang digunakan adalah: accept, admit, agree, assume, believe, decide, expect, find out, intend, plan, point out, presume, prove, regret, report, say, think, understand.

We regretted that the principal had to resign from office (active)

It was regretted that the principal had to resign from office (passive)

6) Passive Sentence with Nouns or Adjectives as Complements

I consider her very pretty (active)

She is considered very pretty (passive)

7) Passive Sentence with two objects

He gave me a book (active)

A book was given to me by him (passive 1)

I was given a book by him (passive 2)

him (passive 1)  I was given a book by him (passive 2) Passive Sentence with

Passive Sentence with Gerund Verbs

The teacher enjoyed teaching the students (active)

The students enjoyed being taught by the teacher (passive)

9) Agent consisting long expression at the end of sentence

Dalam kalimat pasif, jika pelaku terdiri dari ekspresi yang panjang, sebaiknya subjek tersebut ditempatkan di akhir kalimat setelah by.

We were all surprised by her sudden announcement to get married

I was confused by his plan to stop the ongoing project and begin a new one.

10) Passive Sentence with unique verbs

Kata kerja yang digunakan adalah: require, deserve, need

This wall needs to be painted (sama dengan)

This wall needs painting.

14. Relative Pronoun

Relative pronouns adalah kata ganti yang menunjuk pada kata benda yang mendahuluinya (antecedent) yang berfungsi sebagai penghubung dalam kalimat. Relative pronouns biasa diletakkan di awal subordinate clause atau anak kalimat yang menunjukkan relasi terhadap keseluruhan kalimat.

Kata ganti yang digunakan adalah: who, whom, whose, which, dan that.

Contoh:

- The man who is sitting in the corner is my friend.

- The boy whom we visited is her boyfriend.

- The girl whose car was sold will go to study abroad.

- The filing cabinet, which we purchase last week, is very well built.

- The book that describes about behaviour of animal is expensive.

Kata who, whom, whose, which, dan that pada contoh di atas mengacu pada kata sebelumnya (the man, the boy, the girl, the filling cabinet, the book).

Perluasan relative pronouns dengan kata ganti seperti whoever, whomever, whatever dikenal sebagai indefinite relative pronouns.

Contoh:

- The boy will tease whomever he likes.

- She said whatever came to mind.

- Let in whoever comes to me.

Kata what juga dapat digunakan sebagai indefinite relative pronouns, contoh:

- I will tell you what you need to know.

15. Gerund

Yang dimaksud dengan gerund adalah verb1+ing yang difungsikan sebagai noun (kata benda). Misalnya: killing, receiving, answering, playing, studying, dst. Dalam kalimat, gerund dapat digunakan sebagai subject, object, dan modifier.

A. Gerunds as Subjects

Penggunaan gerund sebagai subject kalimat sudah dibahas pada sentence components tentang subject kalimat. Untuk merefresh memori anda, perhatikan contoh berikut:

1. Having a lot of money is better than having a little. (Punya banyak uang lebih baik dibanding punya sedikit uang).

2. Writing and speaking are two different aspects in a language. (Menulis dan berbicara adalah 2 aspek yang berbeda dalam sebuah bahasa).

3. Dropping out of school has caused him hard to find a good job. (Putus sekolah telah membuat dia sulit mendapatkan pekerjaan yang layak/bagus).

B. Gerunds as Objects

Jika verb mengikuti verb lainnya atau mengikuti prepositions, maka verb yang mengikuti ini berfungsi sebagai object kalimat.

1. Setelah verbs

Seperti halnya pada infinitive, gerund juga dapat mengikuti verbs tertentu, seperti pada pola kalimat berikut:

Subject + verb + gerund

Berikut adalah verbs yang langsung diikuti oleh gerund.

admit (mengakui) appreciate (menghargai) avoid (menghindari) can’t help consider (mempertimbangkan) complete (menyelesaikan) delay (menunda) deny (menyangkal)

enjoy (menikmati) finish (menyelesaikan) mind (keberatan) miss (merindukan) postpone (menunda) practice (berlatih) quit (berhenti) recall (mengingat)

regret (menyesali) report (melaporkan) resent (menyesali) resist (bersikeras) resume (memulai lagi) risk (mengambil resiko) suggest (menyarankan)

begin (mulai) can’t stand (tidak tahan) continue (melanjutkan) dislike (tidak suka)

dread (takut)

love (cinta) prefer (lebih suka) start (mulai)

hate (benci)

like (suka)

stop (berhenti)

remember (ingat)

forget (lupa)

Note:

a) Verbs pada baris pertama selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitives). Can‟t help di sini berarti “not able to avoid a situation, or stop something from happening “.

b) Verbs pada baris kedua selain diikuti oleh gerund juga dapat diikuti oleh infinitive dengan makna sama dengan bentuk gerund-nya. (Lihat contohnya pada infinitive).

c) Verbs pada baris ketiga juga dapat diikuti oleh infinitive, tetapi maknanya berbeda dengan bentuk gerund-nya. Lihat contah 8, 9 & 10 dan bandingkan perbedaan maknanya dengan contoh pada infinitive).

Contoh:

1. Has Ryan admitted killing eleven people yet? (Apakah Ryan telah mengakui membunuh 11 orang?).

2. I appreciated being given suggestions by her. (Saya menghargai diberi saran-saran oleh dia).

3. Tony always avoids answering my questions. (Tony selalu menghindar menjawab pertanyaan- pertanyaan saya).

4. I enjoyed being with you last night. (Saya menikmati bersama dengan kamu tadi malam).

5. Have you finished reading the book yet? (Apakah kamu telah selesai membaca buku itu?)

6. They prefer playing football to studying. (Mereka lebih milih/suka main sepakbola daripada belajar). Note: Verb prefer jika diikuti oleh gerund, pola kalimatnya berbeda dengan jika diikuti oleh invinitive.

7. I can‟t help worrying about the upcoming exam. (Saya tidak bisa berhenti mengkhawatirkan ujian yang segera/sudah dekat itu).

8. I want to stop smoking. (Saya mau berhenti merokok). Dalam kalimat ini, subject I berkeinginan untuk tidak merokok-merokok lagi.

9. My brother always remembers locking his car. (Kakak saya selalu ingat mengunci mobilnya). Selama ini, mobilnya belum pernah dalam keadaan tidak terkunci. Note: Gunakan gerund setelah verb remember jika aktivitasnya sudah dilakukan in the past.

10. My brother never forgets locking his car. (Kakak saya tidak pernah lupa mengunci mobilnya). Sama dengan contoh 7, selama ini, mobilnya belum pernah dalam keadaan tidak terkunci. Note: Gunakan gerund setelah verb forget jika aktivitasnya sudah dilakukan in the past.

2. Setelah prepositions

Sebelum diikuti oleh gerunds, prepositions (kata depan) biasanya mengikuti verbs, adjectives, atau nouns. Perhatikan pola berikut:

 

verb

   

Subject

adjective

preposition

gerund

noun

a. Verbs + prepositions + gerunds

Phrase pada table berikut adalah verbs + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)

approve of (menyetujui) be better off (lebih baik) give up (berhenti) put off (memadamkan)

think about (memikirkan) think of (memikirkan) worry about (mencemaskan) succeed in (berhasil)

 

count on (percaya pada) depend on (tergantung pada) insist on (bersikeras pada) keep on (meneruskan) rely on (tergantung pada)

object to (keberatan)

look

forward

to

confess to (mengakui)

(mengharapkan)

Note: Walaupun diikuti oleh preposition to, phrase pada baris kedua selalu diikuti oleh gerund. So, jangan dibingungkan dengan infinitive.

Contoh:

1. He gave up smoking because of his doctor‟s advice. (Dia berhenti merokok karena saran dokternya).

2. Jenny insisted on buying that cellphone instead of this one. (Jenny bersikeras untuk membeli HP itu daripada HP ini).

3. Have you ever thought of studying abroad? (Pernahkah kamu berfikir untuk belajar di luar negeri?)

4. After a long trial and error, he finally succeeded in fixing his laptop. (Setelah lama mencoba-coba, dia akhirnya berhasil memperbaiki laptopnya).

5. My older sister objected to not being allowed to go out wit her friends. (Kakak saya keberatan tidak diijinkan keluar rumah dengan teman-temannya).

6. I am looking forward to seeing you soon. (Saya (sedang) sangat menantikan untuk bertemu denganmu segera). INCORRECT jika: I am looking forward to see you soon.

7. No one has confessed to stealing my money yet. (Tak seorang pun yang telah mengaku mencuri uang saya). INCORRECT jika: No one has confessed to steal my money yet.

b. Adjectives + prepositions + gerunds

Phrase pada table berikut adalah adjectives + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)

accustomed to (terbiasa dengan) intent on (bermaksud) afraid of (takut pada)

interested in (tertarik dengan) capable of (bisa/mampu) successful in (sukses pada)

fond of (gemar pada) tired of (lelah akan)

Contoh:

1. Will you be capable of finishing your work by noon tomorrow? (Apakah kamu (akan) bisa menyelesaikan pekerjaanmu sebelum jam 12 siang besok?).

2. Are you afraid of sleeping in the dark? (Apakah kamu takut tidur dalam keadaan gelap?).

3. I am tired of studying all day long. Let‟s go out to have fun. (Saya lelah (karena) belajar seharian. Ayo kita cari kesenangan di luar).

4. Judith is fond of singing while taking a shower. (Judith gemar menyanyi ketika sedang mandi shower).

5. Bobby is accustomed to buying roses for his girlfriend. (Bobby terbiasa membeli mawar untuk pacarnya).

c. Nouns + prepositions + gerunds

Phrase pada table berikut adalah nouns + prepositions yang selalu diikuti oleh gerund (tidak pernah diikuti oleh infinitive.)

choice of (pilihan) excuse for (alasan kenapa)

intention of (maksud) methods for/of (metode untuk)

possibility of (kemungkinan akan) reason for (alasan dari)

Contoh:

1. The teacher gave us a choice of taking another exam. (Guru itu memberi kita pilihan untuk mengikuti ujian lagi).

2. I am so sorry. I had no intention of hurting your feeling. (Saya sangat menyesal. Saya tidak punya maksud untuk menyakiti hatimu).

4.

There is no possibility of recruiting new employees during recession we are facing now. (Tidak ada kemungkinan untuk merekrut pegawai baru selama resesi yang sedang kita hadapi sekarang).

5. Have you found the best method for improving your English yet? (Apakah kamu sudah menemukan metode terbaik untuk meningkatkan (kemampuan) bahasa Inggris kamu?)

6. Your reason for getting bad grades is a big nonsense. (Alasan kamu kenapa nilai-nilai kamu jelek adalah omong kosong/bualan belaka).

C. Gerunds as Modifiers

Sering kita temukan kalimat yang menggunakan modifier berupa clause (i.e. prepositions + S + V). Jika subject dari main clause dan modifier tersebut sama, subject dari modifier tersebut dapat dihilangkan, tetapi verbnya berubah menjadi gerund.

Contoh:

1. After doing the homework, I will play football. = After I do my homework, I will play football.

2. Cats usually snore while sleeping. = Cats usually snore while they ( the cats) are sleeping.

3. I had had a very bad English before reading these articles. = I had had very bad English before I read these articles.

4. Besides watching movies, I like reading novels. = Besides I like watching movies, I like reading novels.

5. Because of not studying well, I didn‟t pass the test. = Because I didn‟t study well, I didn‟t pass the test. Note: Penggunaan because of dan because adalah berbeda. Can you see the difference?

D. Penggunaan (pronoun/noun) sebelum gerunds

Pada pola-pola di atas, sebelum gerund juga dapat disisipi pronoun dalam bentuk possessive adjectives (i.e. my, your, his, her, its, their, our) atau oleh noun dalam bentuk possessive (i.e. noun+‟s, misalnya:

John‟s, Rini‟s, Indonesia‟s, ect).

Subject

verb

   

Subject

verb adjective noun -
verb
adjective
noun
-

prepositions

(pronoun/noun) in possessive form

gerund

-

prepositions

Note: Perhatikan perbedaan pronoun yang digunakan pada infinitive.

Contoh:

1. We are looking forward to your coming next week. (Kami sangat menantikan kedatanganmu minggu depan).

2. My father doesn‟t approve of my brother‟s marrying her. (Ayah saya tidak menyetujui kakak saya mengawini dia).

3. They resented the teacher‟s not announcing the exam sooner. (Mereka menyesalkan pak guru yang tidak mengumumkan ujian lebih awal).

4. He objected to my calling his girlfriend last night. (Dia keberatan atas telpon yang saya lakukan ke pacarnya tadi malam).

5. We all regret Danny‟s not going to school anymore. (Kita semua menyesalkan Danny yang tidak sekolah lagi).

6. Before my sister‟s leaving for Bali next week, my parents are going to have a small gathering at home this weekend. (Sebelum saudara perempuan saya berangkat ke Bali minggu depan, orang tua saya akan mengadakan acara ngumpul di rumah akhir pekan ini).

7. After his confessing to using drugs, Maria didn‟t want to see him again. (Setelah dia mengaku menggunakan narkoba, Maria tidak ingin bertemu dia lagi).

Negative form Gerunds

Bentuk negative gerunds dibuat dengan dengan menempatkan adverb NOT di depan gerund tersebut.

Contoh:

1. She regretted not seeing her boyfriend last weekend.(Dia menyesal tidak bertemu pacarnya akhir pekan lalu).

3.

The criminal insisted on not telling the truth even though the policemen had tortured him. (Penjahat itu bersikeras tidak menceritakan yang sebenarnya walaupun polisi telah menyiksanya).

16. To Infinitive

Di dalam Bahasa Inggris apabila ada kata kerja yang belum mengalami perubahan dan diucapkan lepas

bukan di dalam kalimat harus memakai to dan disebut infinitive.

Contoh :

To sing

To come

To study

To Put

Contoh dalam kalimat :

You sing together there.

I come together there.

We study together there.

He put together there.

Ada juga infinitive yang tanpa To tetapi itu hanya sebagian saja. Misalnya Infinitive yang terletak setelah Auxiliary verb dan kata kerja di bawah ini :

Contoh yang terletak setalah Auxiliary verb :

I Will Study together. We must do it now.

He can jump very high.

She shall not lie to her parent. They may come to party this night

Contoh setelah kata khusus :

I see him sing together there

He Let him sing together there

We hear him sing with his family She make him sing together there They feel him sing together there.

Infinitive yang memekai to bisa menjadi :

1. Subject

Contoh To infinitive menjadi Subject (pokok kalimat)

a.

To Promise is easy

b.

To keep is very dificult

2.

Object

Contoh To infinitive sbagai object karena sebagai pelengkap dari agree dan like

I agree to go

You like to sing.

3. Adjective

To infinitive sebagai kata sifat karena menerangkan Pen dan Koran.

a. A pen is something to write.

b. Newspaper is something to read.

4. Adverb To infinitive sebagai kata keterangan karena menerangkan Hate dan Happy

a. I hate to meet him there.

b. I am happy to meet you here.

17. Direct-indirect

Direct and Indirect Speech, yang juga kita kenal dengan istilah lain yaitu Reported Speech. Direct Speect adalah kalimat yang diucapkan secara langsung oleh pembicara dan jika ditulis kalimat tersebut akan diberi tanda kutip. Sedangkan Indirect Speech adalah kalimat yang kita laporkan kepada orang lain secara tidak langsung dan tanpa diberi koma.

Contoh:

Reporting verb: Tono says, Reported words ”I’m very good at English” Tense yang harus kita perhatikan dalam pola ini yaitu:

Direct Speech:

Simple Present Tense Present Continuous Tense Present Perfect Tense Present Perfect Continuous Tense Simple Past Tense Simple Future Tense Future Continouos Tense Conditional

Indirect Speech:

Simple Past Tense Past Continuous Tense Past Perfect Tense Past Perfect Continuous Tense Past Perfect Tense Past Future Tense/Conditional Past Future Continuous Tense (Conditional Continuous) Conditional Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah ke dalam bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanya, Contoh :

He said, “The sun rises in the east” → He said that the sun rises in the east.

PERUBAHAN ADVERB OF TIME (KETERANGAN WAKTU) YANG PERLU DIPERHATIKAN:

Direct :

Indirect :

Now

Then

Today

That day

Tonight

That night

This week

That week

Yesterday

The day before

The day before yesterday

Two days before

Last night

The night before

Last week/year

The previous week/year

A year ago

A year before/The previous year

Three years ago

Three years before

Tomorrow

The next day/The following day

The day after tomorrow

In two day‟s time/The following day

Next week/year

The following week/year

On Sunday

On Sunday

Here

There

This book

The book

This

That

These

Those

Over there

Over there

*etc.

PERUBAHAN-PERUBAHAN AUXILIARIES (KATA BANTU) YANG HARUS DIPERHATIKAN:

Can Could May Might Might Might Must Would have to (kegiatan yang akan datang)/had to (keharusan yang biasa) *etc.

Contoh:

The man said, “I must mend the wall next week” The man said that he would have to mend the wall the following week. Pria itu mengatakan bahwa dia harus memperbaiki dinding minggu berikutnya. The girl said, ” I must wash my hands before eating” The girl said that she had to wash her hands before eating. Gadis itu berkata bahwa dia harus mencuci tangannya sebelum makan. *etc.

Direct and Indirect Speech ada 3 macam:

1. Statement (Pernyataan) yang menggunakan “that”

He said, “we will go to Singapore tomorrow” He said that they would go to Singapore the next day. Bob said, ” I‟m a university student” Bob said that he was a university student.

2. Command (Perintah) menambahkan kata “to” sebagai penghubung kalimat melaporkan dengan yang dilaporkan. “not to” dalam perintah negatif. He told me, “wait for me !” He told me to wait for him. She told me, “don‟t cheat anymore !” She told me not to cheat anymore.

3. Question (Pertanyaan) jika kalimat dari jenis “yes or no question”, maka bentuk laporannya

menggunakan if atau whether. Ina asked me, “Do you really love me?” Ina asked me if/whether I really loved her. Mixed type:

Contoh:

Anton asked me, “what‟s happening to you ? You look so pale” Anton asked me what was happening to me as I looked so pale. Catatan: Past Tense kadang-kadang tidak berubah dalam percakapan.

EXAMPLE DIRECT AND INDIRECT SPEECH :

1. D : She says to her friend, “ I have been reading “

I : She says to her friend that he has been reading

2. D : He will say, “ The girl wasn‟t ugly “

I : He will tell them that the girl wasn‟t ugly

3. D : Reza said, “ I‟m very sleepy “

I : Reza said that he was very sleepy

4. D : He has told you, “ I am writing “

I : He has told you that he is writing

5. D : Mother said to her son, “ study hard “

I : Mothe advised her son to study hard

6. D : My friend said to me, “ I don‟t like football “

I : My friend said to me that he didn‟t like football

7. D : She said, “ I didn‟t go to campus

I : She said that she hadn‟t gone to campus this morning

8. D : Rikza says, “ I have seen that movies “

I : Rikza says that she has seen that movies

9. D : Mother asked her, “ Don‟t go there alone “

I : Mother asked her not to go there alone

10. D : Father asked robi, “ Don‟t smoke too much “

I : Father asked robi not to smoke too much

17. Degree of comparison

DEGREE OF COMPARISON Degrees of Comparison merupakan kalimat perbandingan, yang digunakan untuk membandingkan dua hal,benda tempat, orang atau lebih. Dalam bahasa Inggris Tingkat perbandingan dibedakan menjadi 3 tingkat :

1. Tingkat perbandingan Positive

2.

Tingkat perbandingan Comparative

3. Tingkat perbandingan Superlative

1. Positive (Tingkat perbandingan yang setingkat)

Be + as + adjective +as

Ex : Toni is fifteen years old. Rudy is also fifteen years Toni is as old as Rudy Mr. Hassan‟s car is expensive as Mr. Effendi‟s car Mr. Hassan‟s car is as expensive as Mr. Effendi‟s car

2. Comparative (Tingkat perbandingan lebih)

• Dalam tingkat perbandingan lebih yang dibandingkan satu banding satu dengan menggunakan ciri “

than”

• Bentuk ini dibuat dengan menambah “er” pada akhir bentuk positif.

Ex : This box is 10 kilos. That box is 8 kilos This box is heavier that that box Your ruler is 30 cm. My ruler is 50 cm Your ruler is shorter than my ruler

3. Superlative (Tingkat perbandingan paling)

- Dalam tingkat perbandingan iniyang dibandingkan satu banding banyak dengan ciri “The” - Bentuk ini dibuat dengan menambahkan “est” pada akhir bentuk positif.