Anda di halaman 1dari 2

A.

Klasifikasi
Asma adalah penyakit yang heterogen dengan berbagai proses penyebab.
Karakteristik demografis, klinis atau patofisiologis disebut sebagai fenotipe asma. Berikut
ini adalah beberapa fenotipe asma (Bel, 2004; Moore, 2010; Wenzel, 2012):
1. Asma alergika
Asma ini adalah asma yang paling mudah dikenali, yang biasanya muncul
pada anak-anak dengan riwayat alergi sebelumnya misalnya rhinitis alergi, eczema
atau alergi makanan. Pemeriksaan sputum pada pasien tersebut sebelum terapi kadang
menemukan inflamasi jalan nafas eosinofilik. Pasien dengan asma tipe ini biasanya
berespon baik terhadap terapi kortikosteroid inhalasi.
2. Asma non-alergika
Asma ini terjadi pada sebagian orang dewasa dengan ciri sputumnya dapat
ditemui neutrophil, eosinophil, atau hanya mengandung beberapa sel inflamasi. Asma
jenis ini tidak berespon baik terhadap kortikosteroid inhalasi.
3. Asma onset lambat
Beberapa orang dewasa, terutama wanita, mengalami asma pertama kali pada
saat dewasa, biasanya non alergika, dan membutuhkan dosis kortikosteroid inhalasi
yang lebih tinggi
4. Asma dengan hambatan jalan nafas paten
Asma ini disebabkan diduga karena remodeling jalan nafas
5. Asma dengan obesitas
Beberapa pasien obesitas dengan asma memiliki gejala pernapasan yang
sangat menonjol dan sedikit inflamasi jalan nafas eosinofilik

B. Faktor Risiko
Berikut ini adalah faktor resiko asma yang dapat dimodifikasi (GINA, 2016):
1. Pasien dengan minimal 1 faktor risiko eksaserbasi
2. Minimal 1 periode eksaserbasi berat di tahun terakhir
3. Paparan tembakau dan rokok
4. Penurunan FEV1, terutama kurang dari <60% prediksi
5. Permasalahan psikologis besar
6. Permasalahan sosioekonomik besar
7. Alergi makanan terkonfirmasi
8. Paparan allergen jika tersensitisasi
9. Eosinofilia pada sputum