Anda di halaman 1dari 2

A.

Penilaian Asma
Penilaian asma seharusnya seharusnya menilai pula pengendalian asma (pengendalian
gejala dan risiko efek samping di masa depan), masalah terapi terutama dalam hal teknik
inhaler dan kepatuhan, serta komorbid yang dapat berkontribusi terhadap keparahan gejala
dan kualitas hidup yang buruk. Untuk memprediksi risiko di masa depan, fungsi paru,
terutama FEV1 perlu dinilai. Penilaian asma meliputi pengendalian gejala asma serta
penilaian faktor risiko untuk eksaserbasi dan prognosis yang buruk.
Tabel 3. Penilaian Kendali Asma dan Risiko Prognosis Buruk Asma
(GINA, 2016)
A. Kontrol Gejala Tingkat Kontrol Gejala Asma
Dalam 4 minggu terkakhir apakah Terkontrol Terkontrol Tidak
pasien memiliki : Penuh Sebagian Terkontrol
1. Gejala asma harian
Ya (1 poin)
lebih dari dua kali
Tidak ( 0 poin)
dalam 1 minggu
2. Terbangun di malam Ya (1 poin)
hari karena asma Tidak ( 0 poin)
3. Penggunaaan obat
Tidak terdapat Terdapat 1-2 Terdapat 3-
pelega untuk
Ya (1 poin) satupun kriteria kriteria 4 kriteria
mengatasi gejala*
Tidak ( 0 poin)
lebih dari dari dua
kali dalam 1 minggu
4. Keterbatasan aktifitas Ya (1 poin)
fisik karena asma Tidak ( 0 poin)
* Penggunaan obat pelega sebelum exercise tidak termasuk, oleh karena banyak pasien
menggunakannya secara rutin

B. Faktor-faktor resiko untuk outcome asma yang buruk


Nilai faktor resiko saat penegakkan diagnosis dan secara berkala
Pengukuran FEV1 pada saat mulai penggunaan obat, setelah 3 - 6 bulan penggunaan obat,
kemudian secara berkala untuk penilaian faktor risiko yang sedang dimiliki oleh pasien
Penilaian faktor risiko meliputi:
Risiko eksaserbasi
Keterbatasan aliran udara yang menetap
Efek samping obat
Faktor risiko independen terjadinya eksaserbasi yang dapat dimodifikasi:
Asma yang tidak terkontrol
Penggunaan SABA yang tinggi (angka kematian meningkat jika >1x200
Bila terdapat
dosis canister/month)
1 atau lebih
Penggunaan ICS yang tidak memadai : tidak mendapat ICS, kepatuhan
faktor risiko
yang kurang, teknik penggunaan inhaler yang tidak tepat
maka risiko
Rendahnya FEV1, terutama jika < 60% prediksi
eksaserbasi
Masalah fisiologis atau sosioekonomi mayor
akan
Paparan: merokok, paparan allergen
meningkat
Ko-morbiditas: obesitas, rhinosinusitis, alergi makanan
walaupun
Eosinophilia sputum atau darah
gejala asma
Kehamilan
terkontrol
Faktor risiko independen lain terjadinya eksaserbasi
Pernah diintubasi atau dirawat di ICU oleh karena asma
> 1 eksaserbasi berat dalam kurun waktu 12 bulan terakhir
Faktor risiko terjadinya keterbatasan aliran udara yang menetap
Terapi ICS yang tidak memadai
Paparan : tembakau, zat kimia berbahaya, paparan terkait pekerjaaan
FEV1 awal yang rendah, hipersekresi mucus kronik, eosinophilia sputum atau darah
Faktor risiko efek samping obat
Sistemik : penggunaan OCS yang sering, jangka panjang, ICS dosis tinggi dan/atau potent;
menggunakan inhibitor P450
Lokal : ICS dosis tinggi dan/atau poten, teknik inhalasi yang tidak tepat