Anda di halaman 1dari 6

DEMAM DENGUE dan DEMAM

BERDARAH DENGUE Ditetapkan Oleh Kepala


Puskesmas Pakualaman
No. Dokumen : SOP/PA/VII/BPU/02/2017

No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 3 April 2017

Puskesmas drg. Nieke Indrawati


Halaman : 1 dari 6
NIP.197206092006042003
Pakualaman

1. Pengertian Demam dengue dan demam berdarah dengue adalah penyakit infeksi yang
disebabkan oleh virus Dengue. Virus Dengue memiliki 4 jenis scrotiype: DEN-1,
DEN-2, DEN-3, DEN-4. Infeksi salah satu serotype akan menimbulkan antibody
terhadap serotype yang bersangkutan, namun tidak untuk serotype lainnya, sehingga
dapat terinfeksi demam Dengue 4 kali selama hidupnya.
ICD X: A 90 (Dengue fever)
A 91 (Dengue haemorrhagic fever)
Tingkat kemampuan: 4A
2. Tujuan Sebagai pedoman petugas untuk melakukan diagnosis dan penatalaksanaan demam
dengue dan demam berdarah dengue.
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala Puskesmas Pakualaman Nomor 168 Tahun 2017 tentang
Pelayanan klinis.
4. Referensi 1. Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta. Panduan Pengobatan Di Puskesmas Kota
Yogyakarta, Revisi I. Yogyakarta. 2012.
2. Permenkes No. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.
5. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesis (keluhan utama, riwayat penyakit sekarang,
riwayat penyakit dahulu, riwayat alergi, dan riwayat penyakit keluarga), apakah
demam 2-7 hari, nyeri kepala, nyeri retroobital, mialgia/atralgia, ruam, gusi
berdarah, mimisan, nyeri perut, mual, muntah, muntah darah (hematemesis),
BAB berdarah (melena), keluarga atau tetangga ada yang terkena demam
dengue.
2. Petugas melakukan pemeriksaan vital sign yang diperlukan.
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan / yang sesuai: diperiksa
kemungkinan adanya ptekie, ekimosis, purpura, perdarahan mukosa,
hepatomegali, splenomegali, efusi pluera, asites
4. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang diagnostik: angka leukosit, angka
trombosit, hematrokit.
5. Jika diperlukan dan tersedia, petugas melakukan pemeriksaan penunjang
diagnostik NSI.
6. Petugas menegakkan diagnosa dan atau differential diagnosis berdasarkan hasil
anamnesa, pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang.
DEMAM DENGUE dan DEMAM
BERDARAH DENGUE Ditetapkan Oleh Kepala
Puskesmas Pakualaman
No. Dokumen : SOP/PA/VII/BPU/02/2017

No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 3 April 2017

Puskesmas drg. Nieke Indrawati


Halaman : 2 dari 6
NIP.197206092006042003
Pakualaman

NSI positif: terinfeksi dengue.


Dengan kriteria WHO diagnosis DBD:
a. Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya bifasik/pola
pelana.
b. Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan:
1. Uji bendung positif
2. Petekie, ekimosis atau purpura.
3. Perdarahan mukosa atau perdarahan dari tempat lain.
4. Hematemesis atau melena.
c. Trombositopenia (trombosit < 100.000 / ul)
d. Terdapat minimal satu tanda-tanda kebocoran plasma:
1. Peningkatan hematrokit diatas > 20 % dibandingkan standard sesuai usia
dan jenis kelamin
2. Penurunan hematrokit > 20 % setelah mendapat terapi cairan,
dibandingkan dengan nilai hematrokit sebelumnya.
3. Tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, asistes atau
hipoproteinemia.
7. Petugas mengklasifikasi derajat DBD:
Klasifikasi derajat DBD menurut WHO 1997 ( setiap derajat sudah ditemukan
trombositopenia dan hemokonsentrasi):
Derajat I: Demam disertai gejala yang tidak khas dan satu-satunya manifestasi
perdarahan ialah uji bendung.
Derajat II: Seperti derajat 1 disertai perdarahan spontan di kulit dan atau
perdarahan lain.
Derajat III: Terdapat kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepet danlambat, tekanan
nadi menurun/ hipotensi (20 mmHg atau kurang), sianosis di sekitar mulut, kulit
dingin dan lembab.
Derajat IV: syok berat, nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur.
8. Jika diperlukan petugas memberikan terapi simptomatik untuk menurunkan
demam (antiperetik).
Parasetamol dosis dewasa 500 mg tiap 6-8 jam
dosis anak 10 mg/kg BB tiap 6-8 jam
DEMAM DENGUE dan DEMAM
BERDARAH DENGUE Ditetapkan Oleh Kepala
Puskesmas Pakualaman
No. Dokumen : SOP/PA/VII/BPU/02/2017

No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 3 April 2017

Puskesmas drg. Nieke Indrawati


Halaman : 3 dari 6
NIP.197206092006042003
Pakualaman

9. Petugas memberikan edukasi kepada pasien dan atau keluarganya:


a. Perjalanan penyakit dan tata laksananya, bahwa tidak ada obat untuk
penanganan DBD, terapi hanya bersifat suportif dan mencegah perburukan
penyakit, penyakit akan sembuh sesuai dengan perjalanan alamiah penyakit.
b. Jika diperlukan, pemeriksaan laboratorium darah secara berkala.
c. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi.
d. Melakukan kegiatan 3M : menguras, mengubur, menutup.
10. Jika ada indikasi petugas melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang lebih
tinggi (Rumah Sakit) jika:
a. Terjadi perdarahan masif (hematemesis, melena).
b. Terjadi komplikasi atau keadaan tubuh atau keadaan klinis yang tidak lazim,
seperti kejang, penurunan kesadaran, dan lainnya.
11. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk diserahkan ke sub unit farmasi.
12. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan, diagnosa,
terapi, rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien.
13. Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas simpus untuk dientry
14. Petugas mendokumentasikan hasil pemeriksaan, diagnosa dan terapi yang sudah
tercatat dalam rekam medis ke data simpus.
6. Unit Terkait BP Umum
BP Anak
BP Lansia
Farmasi
Laboratorium

Rekaman historis perubahan


Tgl. Mulai
No Isi perubahan
Diberlakukan

DAFTAR TILIK

Uraian Ya Tidak
DEMAM DENGUE dan DEMAM
BERDARAH DENGUE Ditetapkan Oleh Kepala
Puskesmas Pakualaman
No. Dokumen : SOP/PA/VII/BPU/02/2017

No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 3 April 2017

Puskesmas drg. Nieke Indrawati


Halaman : 4 dari 6
NIP.197206092006042003
Pakualaman

1. Petugas melakukan anamnesis (keluhan utama, riwayat penyakit sekarang,


riwayat penyakit dahulu, riwayat alergi, dan riwayat penyakit keluarga),
apakah demam 2-7 hari, nyeri kepala, nyeri retroobital, mialgia/atralgia,
ruam, gusi berdarah, mimisan, nyeri perut, mual, muntah, muntah darah
(hematemesis), BAB berdarah (melena), keluarga atau tetangga ada yang
terkena demam dengue.
2. Petugas melakukan pemeriksaan vital sign yang diperlukan.
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang diperlukan / yang sesuai:
diperiksa kemungkinan adanya ptekie, ekimosis, purpura, perdarahan
mukosa, hepatomegali, splenomegali, efusi pluera, asites
4. Petugas melakukan pemeriksaan penunjang diagnostik: angka leukosit,
angka trombosit, hematrokit.
5. Jika diperlukan dan tersedia, petugas melakukan pemeriksaan penunjang
diagnostik NSI.
6. Petugas menegakkan diagnosa dan atau differential diagnosis berdasarkan
hasil anamnesa, pemeriksaan vital sign, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang.
NSI positif: terinfeksi dengue.
Dengan kriteria WHO diagnosis DBD:
a) Demam atau riwayat demam akut, antara 2-7 hari, biasanya
bifasik/pola pelana.
b) Terdapat minimal satu dari manifestasi perdarahan:
Uji bendung positif
Petekie, ekimosis atau purpura.
Perdarahan mukosa atau perdarahan dari tempat lain.
Hematemesis atau melena.
c) Trombositopenia (trombosit < 100.000 / ul)
d) Terdapat minimal satu tanda-tanda kebocoran plasma:
Peningkatan hematrokit diatas > 20 % dibandingkan standard
sesuai usia dan jenis kelamin
Penurunan hematrokit > 20 % setelah mendapat terapi cairan,
dibandingkan dengan nilai hematrokit sebelumnya.
DEMAM DENGUE dan DEMAM
BERDARAH DENGUE Ditetapkan Oleh Kepala
Puskesmas Pakualaman
No. Dokumen : SOP/PA/VII/BPU/02/2017

No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 3 April 2017

Puskesmas drg. Nieke Indrawati


Halaman : 5 dari 6
NIP.197206092006042003
Pakualaman

Tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, asistes atau


hipoproteinemia.
7. Petugas mengklasifikasi derajat DBD:
Klasifikasi derajat DBD menurut WHO 1997 ( setiap derajat sudah
ditemukan trombositopenia dan hemokonsentrasi):
Derajat I: Demam disertai gejala yang tidak khas dan satu-satunya
manifestasi perdarahan ialah uji bendung.
Derajat II: Seperti derajat 1 disertai perdarahan spontan di kulit dan atau
perdarahan lain.
Derajat III: Terdapat kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepet danlambat,
tekanan nadi menurun/ hipotensi (20 mmHg atau kurang), sianosis di
sekitar mulut, kulit dingin dan lembab.
Derajat IV: syok berat, nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur.
8. Jika diperlukan petugas memberikan terapi simptomatik untuk
menurunkan demam (antiperetik).
9. Petugas memberikan edukasi kepada pasien dan atau keluarganya:
Perjalanan penyakit dan tata laksananya, bahwa tidak ada obat untuk
penanganan DBD, terapi hanya bersifat suportif dan mencegah perburukan
penyakit, penyakit akan sembuh sesuai dengan perjalanan alamiah
penyakit.
Jika diperlukan, pemeriksaan laboratorium darah secara berkala.
Meningkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi.
Melakukan kegiatan 3M : menguras, mengubur, menutup.
10. Jika ada indikasi petugas melakukan rujukan ke pelayanan kesehatan yang
lebih tinggi (Rumah Sakit) jika:
Terjadi perdarahan masif (hematemesis, melena).
Terjadi komplikasi atau keadaan tubuh atau keadaan klinis yang tidak
lazim, seperti kejang, penurunan kesadaran, dan lainnya.
11. Petugas memberikan resep kepada pasien untuk diserahkan ke sub unit
farmasi.
12. Petugas mendokumentasikan semua hasil anamnesis, pemeriksaan,
diagnosa, terapi, rujukan yang telah dilakukan dalam rekam medis pasien.
DEMAM DENGUE dan DEMAM
BERDARAH DENGUE Ditetapkan Oleh Kepala
Puskesmas Pakualaman
No. Dokumen : SOP/PA/VII/BPU/02/2017

No. Revisi :0
SOP Tanggal Terbit : 3 April 2017

Puskesmas drg. Nieke Indrawati


Halaman : 6 dari 6
NIP.197206092006042003
Pakualaman

13. Petugas menyerahkan rekam medis ke petugas simpus untuk dientry


14. Petugas mendokumentasikan hasil pemeriksaan, diagnosa dan terapi yang
sudah tercatat dalam rekam medis ke data simpus.
Jumlah

C/R =
Penguji / yang diuji