Anda di halaman 1dari 117

KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran

2017-2018

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemberlakuan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004


tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan
demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan yang semula bersifat
sentralistik berubah menjadi desentralistik. Penerapan desentralisasi pengelolaan
pendidikan adalah dengan diberikannya wewenang kepada sekolah untuk menyusun
kurikulum. Hal itu juga mengacu pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan
pendidikan nasional serta Pasal 35 tentang standar nasional pendidikan. Selain itu, juga
adanya tuntutan globalisasi dalam bidang pendidikan yang memacu keberhasilan
pendidikan nasional agar dapat bersaing dengan hasil pendidikan negara-negara maju.
Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi
kebutuhan dan kondisi daerah perlu segera dilaksanakan. Bukti nyata dari desentralisasi
pengelolaan pendidikan ini adalah diberikannya kewenangan kepada sekolah untuk
mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam
pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunannya maupun pelaksanaannya di sekolah.
Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi
dan bahan pelajaran, serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tersebut
meliputi tujuan pendidikan nasional, tujuan yang memiliki kesesuaian dengan kekhasan,
kondisi dan potensi daerah, satuan pendidikan, dan peserta didik. Oleh sebab itu,
kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program
pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Pengembangan Kurikulum SD Hambalang 05 yang berbeda dengan satuan
pendidikan lain, namun tetap mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin
pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar
isi, proses, standar kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana,
pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional
pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL)
merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

1
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Pengembangan kurikulum disusun antara lain agar dapat memberi kesempatan kepada
peserta didik untuk (a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa; (b) belajar untuk memahami dan menghayati; (c) belajar untuk mampu
melaksanakan dan berbuat secara efektif; (d) belajar untuk hidup bersama dan berguna
untuk orang lain; dan (e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui
proses belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
Kewenangan sekolah dalam menyusun kurikulum memungkinkan sekolah
menyesuaikan dengan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi daerah.
Dengan demikian, daerah dan/atau sekolah memiliki kewenangan untuk merancang dan
menentukan hal-hal yang diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar, dan
menilai keberhasilan belajar mengajar.

2
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

B. Landasan/ Acuan

1 Pancasila

2 UUD 1945

3 UU No. 20 Th. 2003 Tentang SIDIKNAS


Pasal 1 ayat 19 Pasal 35 ayat 2 Pasal 38 ayat
1, 2
Pasal 10 ayat 1, 2, 3, 4 Pasal 36 ayat 1, 2, 3, 4
Pasal 32 ayat 1, 2, 3 Pasal 37 ayat 1, 2, 3

4 Tujuan Pendidikan Nasional


Bertakwa kepada Tuhan YME
Berakhlak Mulia (Berilmu, Cakap, kreatif, mandiri, demokratis)
Sehat

5 Kebijakan Pendidikan Nasional


Pemerataan pendidikan
Peningkatan mutu
Relevansi/efisiensi manajamen pendidikan
Dasar 6 PP No. 19 Th. 2005 tentang SNP
Hukum
KTSP
Pasal 1 ayat 5, 13, 14, 15 Pasal 10 ayat 1, 2, 3 Pasal 17 ayat 1, 2
Pasal 5 ayat 1, 2 Pasal 11 ayat 1, 2, 3, 4 Pasal 18 ayat 1, 2
Pasal 6 ayat 6 Pasal 13 ayat 1, 2, 3, 4 Pasal 20
ayat 1, 2, 3
Pasal 7 ayat 1 s.d 8 Pasal 14 ayat 1, 2, 3, 4
Pasal 8 ayat 1, 2, 3 Pasal 16 ayat 1 s.d 5
8 SNP :
1. Standar isi 5. Standar sarana/
Prasarana
2. Standar proses 6. Standar pengelolaan
3. SKL 7. Standar pembiayaan
4. Standar Pendidik dan 8. Standar penilaian
pendidikan
Tenaga kependidikan
7 (UU No. 14/ 2005 UU Guru

Permen No. 22 Th. 2006 tentang standar isi


8

Permen No. 23 Th. 2006 tentang SKL


9
Permen No. 24 Th. 2006 tentang standar
pelaksanaan Permen 22 dan 23 th 2006

Permendikbud No. 20,21,22,23,24 Th 2016 tentang Standar


Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Daftar KI/KD

3
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

C. Tujuan Penyusunan Kurikulum SD N Hambalang 05


Sebelum diuraikan tentang tujuan pengembangan kurikulum, terlebih dahulu akan
dipaparkan tentang kerangka dasar kurikulum. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 6 Ayat (1) menyatakan bahwa
kurikulum untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus pada jenjang pendidikan
dasar dan menengah terdiri atas cakupan setiap kelompok mata pelajaran sebagai berikut .
1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia;
2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian;
3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi;
4. kelompok mata pelajaran estetika;
5. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan.

Berdasarkan cakupan kelompok mata pelajaran tersebut, dapat dipaparkan tujuan


pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut.
1. Memberikan pedoman pelaksanaan pendidikan di SDN Hambalang 05 agar terarah
dan efektif mencapai tujuan, sehingga sekolah mampu :
a. Membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia.
b. Membentuk pesertadidik yang patriot, disiplin, kerja keras yang nantinya dapat
dijadikan bekal hidup kelak.
c. Meningkatkan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan
kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta
meningkatkan kualitas dirinya sebagai manusia.
d. Mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi ilmu pengetahuan dan teknologi serta
menanamkan kebiasaan berpikir dan berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif, dan
mandiri, demokrasi tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan
membayar pajak, dan sikap serta perilaku antikorupsi, kolusi, dan nepotisme.
2. Sebagai alat kontrol proses pendidikan yang dilaksnaakan di SDN Hambalang 05
sudah sesuai dengan ketentuan atau belum, seperti di bawah ini:
a. Agama dan Akhlak Mulia
Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk
membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi
pekerti, atau moral sebagai perwujudan daripendidikan agama.

4
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

b. Kewarganegaraan dan Kepribadian


Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dimaksudkan
untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan
kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta
peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan
termasuk wawasan kebangsaan, jiwa, dan patriotisme bela negara, penghargaan
terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan
hidup, kesetaraan gender, demokrasi.
c. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada jenjang
SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk mengenal, menyikapi, dan mengapresiasi
ilmu pengetahuan dan teknologi, serta menanamkan kebiasaan berpikir dan
berperilaku ilmiah yang kritis, kreatif, dan mandiri.
d. Kelompok mata pelajaran estetika
Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan
sensitivitas, kemampuan mengekspresikan,dan kemampuan mengapresiasi
keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan
keindahan serta harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam
kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup
maupun dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu menciptakan
kebersamaan yang harmonis.
e. Kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan.
Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan pada jenjang
SD/MI/SDLB dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta
menanamkan sportivitas dan kesadaran hidup sehat. Budaya hidup sehat
termasuk kesadaran, sikap, dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual
ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dan
perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah,
muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

5
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

D. Prinsip Pengembangan Kurikulum SD Negeri Hambalang 05


Kurikulum SD Negeri Hambalang 05 dikembangkan dengan mengacu pada
Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL), berpedoman pada panduan
penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP, serta memerhatikan pertimbangan
komite sekolah/madrasah. Berdasarkan ketentuan tersebut, Kurikulum SD Negeri
Hambalang 05 dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut :

1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta


didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki
posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri. Selain itu, juga menjadi warga Negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut,
pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan,
kebutuhan, dan kepentingan peserta didik, serta tuntutan lingkungan.

2. Beragam dan terpadu


Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, dan jenjang. Kurikulum juga dikembangkan
berdasarkan jenis pendidikan tanpa membedakan agama, suku, budaya dan adat
istiadat, serta status sosial, ekonomi, dan gender. Kurikulum meliputi substansi
komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara
terpadu. Kurikulum tersebut disusun secara berkaitan dan berkesinambungan yang
bermakna dan tepat antarsubstansi.

3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni


Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi, dan seni berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi
kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni tersebut.

6
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan


Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku
kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi di pendidikan dengan
kebutuhan kehidupan. Termasuk di dalamnya adalah kehidupan kemasyarakatan
dunia usaha, dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,
keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan
keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

5. Menyeluruh dan berkesinambungan


Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang
kajian, keilmuan, dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

6. Belajar sepanjang hayat


Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan
informal dengan memerhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta arah pengembangan manusia seluruhnya.

7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah


Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dan
kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan
memberdayakan sejalan dengan motto Bhinneka Tunggal Ika dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaannya, kurikulum dilaksanakan dengan prinsip sebagai berikut:
1. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi, perkembangan, dan kondisi
peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Dalam hal
ini, peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu, serta
memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, dinamis
dan menyenangkan.
2. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar, yaitu:
a) belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

7
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

b) belajar untuk memahami dan menghayati,


c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan
e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui proses
pembelajaranyang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.
3. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan
yangbersifat perbaikan, pengayaan, dan/atau percepatan sesuai dengan potensi,
tahapperkembangan, dan kondisi peserta didik dengan tetap memerhatikan
keterpaduanpengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ketuhanan,
keindividuan,kesosialan, dan moral.
4. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang
saling menerima dan menghargai, akrab, terbuka, dan hangat, dengan prinsip
ingngarsa sung tulada, ing madia mangun karsa, tut wuri handayani (di
depanmemberikan contoh dan teladan, di tengah membangun semangat dan
prakarsa, di belakang memberikan daya dan kekuatan).
5. Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan
multimedia, sumber belajar dan teknologi yang memadai, dan memanfaatkan
lingkungan sekitar sebagai sumber belajar dengan prinsip alam takambang
jadiguru (semua yang terjadi, tergelar, dan berkembang di masyarakat,
lingkungansekitar, serta lingkungan alam semesta dijadikan sumber belajar,
contoh, dan teladan).
6. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam, sosial, dan budaya
serta kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruhbahan
kajian secara optimal.
7. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran,muatan
lokal, dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan,keterkaitan,
dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenisserta jenjang
pendidikan.

Selain itu, pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan perlu


sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP). Adapun
Standar Kompetensi Lulusan Satuan Pendidikan (SKL-SP) selengkapnya adalah:
1. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuai dengan tahap perkembangan anak
2. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri

8
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

3. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlaku dalam lingkungannya


4. Menghargai keberagaman agama, budaya, suku, ras, dan golongan sosial
ekonomidi lingkungan sekitarnya
5. Menggunakan informasi tentang lingkungan sekitar secara logis, kritis, dan kreatif
6. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan kreatif dengan
bimbinganguru/pendidik
7. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi dan menyadari potensinya
8. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalah sederhana dalam
kehidupansehari-hari
9. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan Sekitar
10. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadap lingkungan
11. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa, negara, dan tanahair
Indonesia
12. Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal
13. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat, bugar, aman, dan memanfaatkanwaktu
luang
14. Berkomunikasi secara jelas dan santun
15. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong, dan menjaga diri sendiri dalam
lingkungan keluarga dan teman sebaya
16. Menunjukkan kegemaran membaca dan menulis
17. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan
berhitung
Sebagaimana disebutkan pada Tujuan Pengembangan Kurikulum Standar
Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) terdiri atas kelompok kelompok mata
pelajaran seperti berikut:
1. Agama dan Akhlak Mulia;
2. Kewarganegaraan dan Kepribadian;
3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi;
4. Estetika;
5. Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan.

Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) dikembangkan


berdasarkan tujuan dan cakupan muatan dan/atau kegiatan setiap kelompok mata

9
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

pelajaran. Adapun Standar Kompetensi Kelompok Mata Pelajaran (SK-KMP) untuk


masing-masing satuan pendidikan selengkapnya adalah sebagai berikut:

1. Agama dan Akhlak Mulia


a. Menjalankan ajaran agama yang dianut sesuaidengan tahap perkembangan anak
b. Menunjukkan sikap jujur dan adil
c. Mengenal keberagaman agama, budaya, suku,ras, dan golongan sosial ekonomi
di lingkungansekitarnya
d. Berkomunikasi secara santun yang mencerminkanharkat dan martabatnya
sebagaimakhluk Tuhan
e. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat,bugar, aman, dan memanfaatkan
waktu luang sesuai dengan tuntunan agamanya
f. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadapsesama manusia dan lingkungan
sebagaimakhluk ciptaan Tuhan.

2. Kewarganegaraan dan Kepribadian


a. Menunjukkan kecintaan dan kebanggaanterhadap bangsa, negara, dan tanah air
Indonesia
b. Mematuhi aturan-aturan sosial yang berlakudalam lingkungannya
c. Menghargai keberagaman agama, budaya,suku, ras, dan golongan sosial ekonomi
di lingkungansekitarnya
d. Menunjukkan kecintaan dan kepedulian terhadaplingkungan
e. Mengenal kekurangan dan kelebihan diri sendiri
f. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggidan menyadari potensinya
g. Berkomunikasi secara santun
h. Menunjukkan kegemaran membaca
i. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat,bugar, aman, dan memanfaatkan
waktu luang
j. Bekerja sama dalam kelompok, tolong-menolong,dan menjaga diri sendiri dalam
lingkungankeluarga dan teman sebaya
k. Menunjukkan kemampuan mengekspresikandiri melalui kegiatan seni dan
budaya lokal

10
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi


a. Mengenal dan menggunakan berbagai informasi tentang lingkungan sekitar
secara logis,kritis, dan kreatif
b. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis,dan kreatif dengan bimbingan
guru/pendidik
c. Menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi
d. Menunjukkan kemampuan memecahkan masalahsederhana dalam kehidupan
sehari-hari
e. Menunjukkan kemampuan mengenali gejala alam dan sosial di lingkungan
sekitar
f. Menunjukkan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, menulis, dan
berhitung

4. Estetika
Menunjukkan kemampuan untuk melakukan kegiatan seni dan budaya lokal.

5. Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan


a. Menunjukkan kebiasaan hidup bersih, sehat,bugar, aman dan memanfaatkan
waktu luang
b. Mengenal berbagai informasi tentang potensi sumber daya lokal untuk
menunjang hidup bersih, sehat, bugar, aman dan memanfaatkan waktu luang

11
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN PENDIDIKAN

A. Visi, Misi dan Tujuan Sekolah


Dalam merumuskan visi, pihak-pihak terkait (stakeholders) melakukan
musyawarah sehingga visi tersebut benar-benar mewakili aspirasi semua pihak yang
terkait. Harapannya, semua pihak yang terkait dalam proses pendidikan (guru,karyawan,
peserta didik, dan wali murid) benar-benar menyadari visi tersebut harus menjadiacuan
untuk selanjutnya memegang komitmen terhadap pencapaian visi yang telah disepakati
bersama.
Visi SD Negeri Hambalang 05 :
SDN Hambalang 05 mewujudkan peserta didik yang cakap dan terampil dalam
IPTEK dan IMTAQ
Indikator keberhasilan dari visi di atas ialah:
1. Sekolah menjadi juara bidang akademik ditingkat kabupaten Bogor.
2. Sekolah menjadi juara bidang akademik ditingkat Provinsi Jawa Barat.
3. Peserta didik memiliki karakter disiplin, kerja keras, patriot, dan cinta tanah air.
4. Peserta didik taat menjalankan ajaranagama yang dianutnya.

B. Misi Sekolah
Untuk mencapai visi sebagai sekolah yang terdepan, terbaik dan terpercaya, perlu
didukung oleh misi yang berupa kegiatan jangka panjang dengan arah yang jelas dan
sistematis. Berikut misi SD Negeri Hambalang 05 yang dirumuskan berdasarkan visi
sekolah ialah sebagai berikut:
1. Mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, ramah dan kondusif.
2. Menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna dengan pendekatan Quantum
Teaching and Learning.
3. Mengoptimalkan potensi siswa untuk berprestasi dengan menghargai kecerdasan
yang beragam (multiple intellegences).
4. Menyediakan fasilitas pengembangan diri siswa untuk pembentukan karakter.
5. Menanamkan kepedulian social, empati terhadap sesame dan peduli terhadap
lingkungan.
6. Melaksanakan pembiasaan ahlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.

12
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

C. Tujuan Pendidikan SDN Hambalang 05


Tujuan pendidikan dasar adalah melekatkan dasar kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut. Merujuk pada tujuan pendidikan dasar tersebut, maka tujuan
SD Negeri Hambalang 05 adalah sebagai berikut:
1. Mengacu pada visi dan misi sekolah, serta tujuan umum pendidikan dasar,
tujuan sekolah dalam mengembangkan pendidikan ini adalah sebagai berikut.
2. Menjadikan sekolah sebagai tempat yang nyaman untuk melaksanakan kegiatan
pembelajaran dan proses interaksi sosial yang berkarakter.
3. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, dan
menyenangkan dengan pendekatan Quantum Teaching and Learning .
4. Menjadikan setiap siswa untuk berprestasi sesuai prinsip setiap siswa adalah
cerdas.
5. Melaksanakan kegiatan pengembangan diri dan kegiatan ekstra kurikuler yang
beragam.
6. Menyelenggarakan kegiatan apresiasi kreativitas siswa dan empati sosial.
Membentuk akhlak mulia dan karakter siswa.

13
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

BAB III
MUATAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

A. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus
ditempuh oleh peserta didik dalam proses pendidikan di sekolah. Kedalaman muatan
kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam
kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum
dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi
(kurikulum2006) / kompetensi inti (kurikulum 2013) dan kompetensi dasar yang
dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan
pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah.
Struktur kurikulum SD Negeri Hambalang 05 meliputi substansi pembelajaran
yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai Kelas I sampai
dengan Kelas VI.
Struktur kurikulum SD Negeri Hambalang 05 disusun berdasarkan standar
kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai
berikut;
1. Kurikulum SD memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan Diri.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi
yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah,
yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada.
Substansi muatan local ditentukan oleh satuan pendidikan.
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru.
Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk
mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan
minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau
tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler.
Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang
berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan
pengembangan karir peserta didik.

14
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Untuk tahun pelajaran 2017-2018 SD Negeri Hambalang 05 menggunakan 2 sumber


kurikulum yaitu Kurikulum 2006 untuk kelas III dan VI, dan Kurikulum 2013 untuk
kelas I, II, IV dan V.
2. Pembelajaran pada kelas I, II, IV dan V dilaksanakan melalui pendekatan tematik
terpadu dan saintifik (sesuai Kurikulum 2013) sedangkan pada kelas III dan kelas VI
dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran (sesuai kurikulum2006).
3. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera
dalam struktur kurikulum. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum
empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan.
4. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 35 menit.
5. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 3438 minggu.

B. Muatan Kurikulum
1. Mata Pelajaran
a. Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Tujuan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SD bertujuan untuk:
1) menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan
pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta
pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia
muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada Allah
SWT;
2) mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia
yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur,
adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara
personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas
sekolah.

b. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia


Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut.
1) Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku,
baik secara lisan maupun tulis
2) Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa

15
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

persatuan dan bahasa negara


3) Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif
untuk berbagai tujuan
4) Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual,
serta kematangan emosional dan sosial
5) Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan,
memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
berbahasa
6) Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya
dan intelektual manusia Indonesia.

c. Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan


Tujuan Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut.
1) Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu
kewarganegaraan
2) Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas
dalam kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
3) Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan
karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan
bangsa-bangsa lainnya
4) Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara
langsung atau tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan
komunikasi.

d. Mata Pelajaran Matematika


Tujuan Mata Pelajaran Matematika
Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut.
1) Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan
mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan
tepat, dalam pemecahan masalah

16
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

2) Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi


matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan
gagasan dan pernyataan matematika
3) Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,
merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi
yang diperoleh
4) Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain
untuk memperjelas keadaan atau masalah
5) Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu

e. Mata Pelajaran IPA


Tujuan Mata Pelajaran IPA
Mata Pelajaran IPA di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan
sebagai berikut.
1) Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya
2) Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang
bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
3) Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang adanya
hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan, teknologi dan
masyarakat
4) Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar,
memecahkan masalah dan membuat keputusan
5) Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan
melestarikan lingkungan alam
6) Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya
sebagai salah satu ciptaan Tuhan
7) Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar
untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.

17
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

f. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial


Tujuan Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai
berikut.
1) Mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat
dan lingkungannya
2) Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,
inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial
3) Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan
kemanusiaan
4) Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam
masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

g. Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan


Tujuan Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan
Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan sebagai berikut.
1) Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
2) Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan
3) Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan
4) Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat
lokal, regional, maupun global.

h. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan


TujuanMata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik
memiliki kemampuan sebagai berikut.
1) Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan
dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai
aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
2) Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
3) Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
4) Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai
yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan

18
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

5) Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama,


percaya diri dan demokratis
6) Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang
lain dan lingkungan
7) Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih
sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola
hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

i. Mata Pelajaran Bahasa Sunda


Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Sunda
Murid menghargai dan membanggakan Bahasa Sunda sebagai Bahasa Daerah di
Jawa Barat, yang juga merupakan bahasa Ibu bagi sebagian masyarakatnya.
1) Murid memahami Bahasa Sunda dari segi bentuk, makna dan fungsi serta
mmapu menggunakan secara tepat dan kreatif untuk berbagai konteks (tujuan,
keperluan dan keadaan)
2) Murid memiliki kamampuan dan kedisiplinan dalam ber Bahasa Sunda untuk
meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional dan
kematangan sosial
3) Murid mampu menikmati dan memanfaatkan karya Sastra Sunda untuk
meningkatkan pengetahuan dan kemampuan ber Bahasa Sunda ,
mengembangkan, kepribadian, dan memperluas wawasan kehidupan.
4) Murid menghargai dan membanggakan Sastra Sunda sebagai khazanah
budaya dan intelektual manusia sunda.

j. Mata Pelajaran Bahasa Inggris


Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Mata Pelajaran Bahasa Inggris di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan sebagai berikut.
1) Mengembangkan kompetensi berkomunikasi dalam bentuk lisan secara
terbatas untuk mengiringi tindakan (language accompanying action) dalam
konteks sekolah
2) Memiliki kesadaran tentang hakikat dan pentingnya bahasa Inggris untuk
meningkatkan daya saing bangsa dalam masyarakat global

19
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

2. Muatan Lokal
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensiyang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan
daerah,yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang
ada.Substansi muatan lokal ditentukan oleh sekolah. Sekolah dapat
menyelenggarakansatu mata pelajaran muatan lokal setiap semester atau dua mata
pelajaran muatanlokal dalam satu tahun.
Muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah Bogor dan diterapkan di SD Negeri
Hambalang 05adalah seperti berikut.
a. Bahasa Sunda
Muatan lokal Bahasa Sunda wajib bagi semua siswa kelas I hingga kelas
VI.Alokasi waktu adalah 2 jam pelajaran.

b. Bahasa Inggris
Muatan lokal Bahasa Sunda dan Bahasa Inggris wajib bagi semua siswa kelas I
hingga kelas VI. Alokasi waktu yang diperlukan adalah 2 jam pelajaran.
Berikut adalah tabel alokasi waktu untuk mata pelajaran muatan lokal yang
diselenggarakan di SD Negeri Hambalang 05
Alokasi waktu mata pelajaran muatan lokal.
Alokasi Waktu (Jam Pelajaran) / Kelas
No Mata Pelajaran
I II III IV V VI
1 Bahasa Sunda 2 2 2 2 2 2
2 Bahasa Inggris 2 2 2 2 2 2
Jumlah 4 4 4 4 4 4

c. Pengembangan Diri
Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh
guru kelas, namun pengembangan diri diberikan oleh guru, pelatih khusus yang
ahli dibidangnya. Pengembangan diri bertujuan memberi kesempatan kepada
peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan
kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
Kegiatan pengembangandiri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru,
atau tenaga kependidikanyang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan
ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan

20
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan
sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik.
Pengembangan diri di SD Negeri Hambalang 05 terdiri atas:

Jenis pengembangan diri/ Kelas


Ekstrakurikuler I II III IV V VI
Keagamaan
- Baca Tulis AlQuran 2 2 2 2 2 2
Akademik

- Sains Club 2 2 2

- Matematika Club 2 2 2
- English Club 2 2 2 2 2 2

Non Akademik (Olahraga)


- Sepak Bola/Futsal 2 2 2
- Bulutangkis 2 2 2

- Tenis Meja 2 2 2

- Renang 2 2 2

Non Akademik (Kesenian)


- Seni Tari 2 2 2 2 2 2
- Karawitan 2 2 2

- Seni Lukis 2 2 2 2 2 2

Nonakademik bidang Patriotisme


- Polisi Cilik 2 2 2
- Pramuka 2 2 2 2 2 2

21
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

3..Pengaturan Beban Belajar


Beban belajar yang diatur di SD Negeri Hambalang 05 Kabupaten Bogor dengan
menggunakan Sistem Paket yaitu sistem penyelenggaraan program pendidikan yang
peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar
yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku
pada SD Negeri Hambalang 05 Bogor. Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem
Paket dinyatakan dalam satuan jam pembelajaran.
Kegiatan tatap muka adalah kegiatan pembelajaran yang berupa proses interaksi
antara peserta didik dengan pendidik. Beban belajar kegiatan tatap muka per jam
pembelajaran di SD Negeri Hambalang 05 Bogor berlangsung selama 35 menit.
Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar
selama satu semester. Beban belajar di SD Kelas I, II dan III masing-masing 30, 32, 34,
sedangkan untuk kelas IV, V dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu.
Struktur kurikulum SD/MI untuk kelas I, II, IV dan V adalah sebagai
berikut :
ALOKASI WAKTU
BELAJAR
MATA PELAJARAN PER MINGGU
I II IV V
Kelompok A
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 4 4 4 4
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 6 4 4
3. Bahasa Indonesia 8 8 7 7
4. Matematika 5 6 6 6
5. Ilmu Pengetahuan Alam - - 3 3
6. Ilmu Pengetahuan Sosial - - 3 3
Kelompok B
1. Seni Budaya dan Prakarya
4 4 6 6
(termasuk muatan lokal)*
2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan
4 4 3 3
(termasuk muatan lokal)
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 30 32 36 36

Keterangan: = Pembelajaran Tematik Integratif


*Muatan lokal Bahasa Daerah

22
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Struktur kurikulum SD/MI untuk kelas III dan VI adalah sebagai berikut :
ALOKASI WAKTU
Mata Pelajaran BELAJAR
PER MINGGU
A. Mata Pelajaran III VI
1. Pendidikan Agama 3
2. Pendidikan Kewarganegaraan 2
3. Bahasa Indonesia 5

TEMATIK
4. Matematika 5
5. Ilmu Pengetahuan Alam 4
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 3
7. Seni Budaya dan Keterampilan 4
8. Penjaskes, dan Olahraga 4
B. Muatan Lokal
- Bahasa Sunda 2 2
- Bahasa Inggris 1 1
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu
33 36

Pemanfaatan alokasi waktu kegiatan terstruktur dan tidak terstruktur sebanyak


maksimum 40 % dari jumlah alokasi waktu tatap muka per mata pelajaran
disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mata pelajaran. Alokasi waktu
dimaksud, digunakan untuk peleksanaan remedial dan pendalaman/ pengayaan
materi.

23
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

4..Ketuntasan Belajar
SD Negeri Hambalang 05 Kabupaten Bogor menentukan kriteria ketuntasan
minimal dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik,
kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung dalam
penyelenggaraan pembelajaran. Sekolah harus menentukan kriteria ketuntasan minimal
sebagai target pencapaian kompetensi sekolah secara bertahap dan berkelanjutan selalu
mengusahakan peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria
ketuntasan ideal.

Kriteria Ketuntasan Minimal yang ditentukan di SD Negeri Hambalang 05 ada dua


macam, yakni KKM Kelas dan KKM Satuan Pendidikan.

Berikut ini tabel nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas yang menjadi
Target Pencapaian Kompetensi di tiap kelas di SD Negeri Hambalang 05 Kabupaten
Bogor yang berlaku saat ini.
Perhitungan KKM
Kelas
A. Mata Pelajaran 1 2 3 4 5 6
1. Pendidikan Agama 75 75 75 75 75 75
2. Pendidikan Kewarganegaraan 70 75 68 66 70 70
3. Bahasa Indonesia 70 70 70 70 70 70
4. Matematika 70 69 68 68 67 70
5. Ilmu Pengetahuan Alam 70 70 70 67 72 72
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 67 69 68 67 65 69
7. Seni Budaya dan Keterampilan 70 75 70 75 75 75
8. Penjaskes, dan Olahraga 70 75 75 75 75 75
B. Muatan Lokal
- Bahasa Sunda 67 69 68 65 70 69
- Bahasa Inggris 68 67 68 68 68 70

24
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Di bawah ini ialah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Satuan Pendidikan. KKM ini
berfungsi untuk menentukan kategori/predikat hasil penilaian siswa dalam
menentukan nilai raport.

Perhitungan KKM KKM


A. Mata Pelajaran
1. Pendidikan Agama 75
2. Pendidikan Kewarganegaraan 66
3. Bahasa Indonesia 70
4. Matematika 67
5. Ilmu Pengetahuan Alam 67
6. Ilmu Pengetahuan Sosial 65
7. Seni Budaya dan Keterampilan 70
8. Penjaskes, dan Olahraga 70
B. Muatan Lokal
- Bahasa Sunda 65
- Bahasa Inggris 67

25
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

5..Penilaian
a. Penilaian hasil belajar
Untuk mengumpulkan informasi atau data tentang kemajuan belajar peserta
didikdapat dilakukan beragam teknik, baik berhubungan dengan proses belajar
maupun hasil belajar. Teknik mengumpukan informasi atau data tersebut pada
prinsipnya adalah cara penilaian kemajuan belajar peserta didik terhadap
pencapaian standar kompetensi dan kompetensi dasar. Penilaian satu kompetensi
dasar dilakukan berdasarkan indikator-indikator pencapaian hasil belajar, baik
berupa domain kognitif, afektif, maupun psikomotor. Ada enam teknik yangdapat
digunakan, yaitu: penilaian unjuk kerja, penilaian tertulis, penilaian proyek,
penilaian produk, penilaian portofolio.

b. Teknik-teknik Penilaian
1) Penilaian unjuk kerja
Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan
mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini
cocok digunakan untuk menilai kompetensi yang menuntuk peserta didik
melakukan tugas tertentu seperti: praktik di laboratorium, praktik sholat,
praktik olahraga, bermain peran, memainkan alat musik, bernyanyi, membaca
puisi/deklamasi dan lain-lain.
a) Teknik Penilaian Unjuk kerja
Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk
menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk menilai
kemampuan lompat jauh peserta didik, misalnya dilakukan pengamatan
atau observasi yang beragam, seperti: teknik mengambil awalan, teknik
tumpuan, sikap/posisi tubuh pada saat di udara, teknik mendarat. Dengan
demikian, gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. Untuk
mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau
instrument berikut:

b) Daftar Cek (Check-list)


Pengambilan data penilaian unjuk kerja dapat dilakukan dengan
menggunakan daftar cek (ya-tidak). Aspek yang akan dinilai
dicantumkan dalam format penilaian unjuk kerja. Selama melakukan

26
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

pengamatan peserta didik. Guru memberikan tanda () pada setiap aspek


yang dinilai. Kelemahan cara ini adalah penilai hanya mempunyai dua
pilihan mutlak,misalnya benar-salah, dapat diamati-tidak dapat
diamati.Dengan demikian tidak terdapat nilai tengah, namun daftar cek
lebih praktis digunakan untuk mengamati subyek dalam jumlah besar.
Berikut contoh daftar cek.

Penilaian lompat jauh gaya menggantung.


Nama peserta didik : .
Kelas : .

No Aspek yang dinilai Baik Tidak baik


1 Teknik awalan
2 Teknik tumpuan
3 Sikap/posisi tubuh saat di udara
4 Teknik mendarat

c) Skala Penilaian (Rating Scale)


Penilaian unjuk kerja yang menggunakan skala penilaian memungkinkan
penilai member nilai tengah terhadap penguasaan kompetensi tertentu,
karena pemberian nilai secara kontinum dimana pilihan kategori nilai
lebih dari dua.
Skala penilaian terentang dari tidak sempurna, sempurna, dan sangat
sempurna. Misalnya: 1 = tidak kompeten 2 = cukup kompeten 3 =
kompeten, 4 = sangat kompeten. Berikut contoh skala penilaian.

Contoh rating scales


Penilaian lompat jauh gaya menggantung.
(menggunakan skala Penilaian).

No. Aspek yang dinilai Nilai


1 2 3 4
1 Teknik Awalan

27
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

2 Teknik Tumpuan
3 Sikap/posisi tubuh saat di udara
4 Teknik mendarat
Jumlah
Scor Maksimum 16

Keterangan Penilaian
1. Tidak Kompeten
2. Cukup Kompeten
3. Kompeten
4. Sangat Kompeten.

Jika peserta didik memperoleh scor 16 dapat ditetapkan sangat


kompeten
Teknik
No KI KD Indikator KK Aspek
penilaian
1 Menggunakan Menggunakan - Peserta didik 65 % Pemahaman Tertulis
pengukuran alat ukur tidak menyebutkan konsep
waktu, panjang, baku dan baku macam-macam
dan berat dalam (Cm,m) yang alat ukur panjang
pemecahan sering tidak baku dalam 65 % Penalaran dan Unjuk
masalah. digunakan. kehidupan sehari- komunikasi kerja
hari (jengkal,
depa, langkah,
kaki dll). Pemahaman
65 %
- Peserta dapat konsep
menggunakan alat
Tertulis
ukur tidakbaku
(jengkal, depa,
pecak,langkah 65 %
Pemahaman
kaki)
masalah
- Peserta didik
menyebutkan alat
60 % Pemahaman Unjuk
ukur baku cm, m
Masalah kerja
yang bias
digunakan dalam
kehidupan sehari-
hari. Tertulis
- Peserta didik
dapat
menggunakan alat

28
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

ukur buku untuk


mengukur panjang
suatu benda.
- Peserta didik
dapat menarik
kesimpulan bahwa
pengukuran
dengan alat ukur
tidak baku
hasilnya berbeda.

Contoh Penilaian Kinerja


Lakukan kegiatan di bawah ini, catat dan laporkan
1. Ukurlah panjang mejamu dengan jengkal.
2. Ukurlah lebar bajumu.
3. Ukurlah panjang buku matematikamu dengan penggaris.
4. Ukurlah lebar buku matematikamu dengan penggaris
5. Ukurlah lebar mejamu matematikamu dengan penggaris

Konversi Nilai: Scor yang didapat x 100 = .


Skor maksimum

29
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Mata Pelajaran : Seni dan Budaya (Seni Musik)


Kelas /Semester : IV/1

Teknik
No SK KD Indikator KK Aspek
Penilaian
1 Mengeks Menyiapkan - Mendemonstrasikan per
presikan diri permainan mainanalat music ritmis. 70 % Kreasi Unjuk Kerja
melalui karya alat music
seni musik ritmis - Mendemonstrasikan per
mainan alat music 70 % Kreasi Unjuk kerja
campuran

- Mendemonstrasikan
bernyanyanyi dan ber 65 % Kreasi Unjuk kerja
main alat music ritmis..

- Memberikan Penilaian
terhadappenampilan
70 % Apresias Tertulis
bernyanyi dan bermain
i
musiktemannya.

Jenis tugas : Mainkan salah satu alat music ritmis dengan teknik yang benar.
Bentuk penilaian Unjuk Kerja
Nama
Teknik bermain alat Sco
No peserta Penampilan Harmoni Nilai
musik re
didik
1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Bagas 8 89
2 Bagja 8 89
3 Nayla 8 89
4 Sakinah 6 89
5 Raju 9 100

30
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Keterangan Penilaian
Score Maksimum = 9
Konversi nilai: Score yang didapat x 100 = .
Score Maksimum

Kriteria dalam penilaian.


Penampilan
1. Penampilan sempurna
2. Penamplilan baik, tetapi masih kaku
3. Penampilan tidak sempurna, sering membelakangi penonton.
Teknik bermain alat music ritmis.
1. Teknik bermain alat music sempurna
2. Bermain alat music dengan teknik sempurna, tapi masih ada bagian yang kurang
sempurna.
3. Bermain music tidak sempurna.
Harmoni/aransemen
1. Keserasian nada dengan teknik permainan alat music sempurna
2. Keserasian nada dengan teknik permainan alat music ritmis masih ada yang
kurang sempurna
3. Keserasian nada dan permainan alat music ritmis kurang sempurna.

Permainan Unjuk Kerja.


Jenis tugas: Nyanyikanlah salah satu lagu pilihan dengan iringan alatmusik ritmis.
Bentuk Penilaian Unjuk Kerja.
Bernyanyi dan bermain alat music ritmis.
Teknik
Nama bernyanyi dan
No Penampilan Harmoni Score Nilai
peserta didik bermain alat
musik
1 2 3 1 2 3 1 2 3
1 Bagas 90 100
2 Bagja 80 89
3 Nayla 70 79

31
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

4 Sakinah 80 89
5 Raju 70 79

Keterangan Penilaian
Score Makimum = 9
Konversi Nilai : Score yang didapat x 100 = .
Score Maksimum

Kriteria dalam penilaian


Penampilan
1. Penampilan sempurna
2. Penamplilan baik, tetapi masih kaku
3. Penampilan tidak sempurna, sering membelakangi penonton.
Teknik bernyanyi dan bermain alat musik ritmis
1. Teknik bernyanyi dengan iringan alat music ritmis sempurna
2. Teknik bernyanyi dengan iringan alat music ritmis masih ada yang kurang
sempurna
3. Teknik bernyanyi dengan iringan alat musik kurang sempurna
Harmoni
1. Keserasian nada dengan teknik permainan alat music ritmis sempurna
2. Keserasian nada dengan teknik permainanalat music ritmis masih ada yang kurang
sempurna.
1. Keserasian nada dan permainan alat music ritmis kurang sempurna.

32
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

2) Penilaian tertulis
Penilaian secara tertulis dilakukan dengan cara tertulis. Penilaian jenis ini
cenderung digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik berkaitan
dengan konsep, prosedur, dan aturan aturan. Tes tertulis merupakan tes
dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk
tulisan. Dalam mejawab soal peserta didik tidak selalu merispon dalam bentuk
menulis jawaban tetapi dapat juga dalam bentuk yang lain seperti member
tanda, mewarnai, menggambar, dan lain sebagainya.
Teknik Penilaian Tertulis
Ada dua bentuk soal tertulis Yaitu:
a. Soal dengan memilih Jawaban.
Pilihan ganda
Dua pilihan, benar-salah
Menjodohkan.
b. Soal dengan mensuplay-jawaban.
Isian singkat atau melengkapi
Uraian terbatas
Uraian obyektif/non obyektif
Uraian terstruktur/non struktur

Dari berbagai alat penilaian tertulis, tes memilih jawaban benar salah, isian
singkat, danmenjodohkan merupakan alat yang hanya menilai kemampuan befikir
rendah, yaitu kemampuan mengingat (pengetahuan). Tes pilihan ganda dapat
digunakan untuk menilai kemampuan mengingat dan memahami. Pilihan ganda
mempunyai kelemahan, yaitu peserta didik tidak mengembangkan sendiri
jawabannya tetapi cenderung hanya memiih jawaban yang benar dan jika peserta
didik tidak mengetahui jawaban yang benar, maka peserta didik akan cenderung
menerka jawaban. Hal ini menimbulkan kecenderungan peserta didik tidak
belajar untuk memahami pelajaran tetapi tetapi menghafalkan soal dan
jawabannya. Selain itu pilihan ganda kurang mampu memberikan informasi yang
cukup untuk dijadikan umpan balik guna mendiagnosis atau memodifikasi
pengalaman belajar. Karena itu kurang dianjurkan pemakainnya dalam penilaian
kelas.

33
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Tes tertulis dalambentuk uraian alat penilaian yang menuntut peserta didik
untuk; mengingat, memahami, dan mengorganisasikan gagasannya atau hal-hal
yang sudah dipelajari. Peserta didik mengemukakan atau mengekspresikan
gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis dengan menggunakan kata-katanya
sendiri. Alat ini dapat menilai berbagai jenis kompetensi, misalnya
mengemukakan pendapat, berfikir logis, dan menyimpulkan. Kelemahan alat ini
antara lain cakupan materi yang ditanyakan terbatas.
Dalam menyusun instrument penilaian tetulis perlu dipertimbangkan hal-hal
sebagai berikut;
1). Materi, misalnya kesesuaian soal dengan kompetensi dasar dan indicator
pencapaian pada kurikulum tingkat satuan pendidikan.
2). Konstruksi,misalnya rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas.
3). Bahasa, misalnya rumusan soal tidak mengguakan kata/kalimat yang
menimbulkan penafsiran ganda.
4). Kaidah penuliasan harus berpedoman pada kaidah penulisan soal yang baku
dari berbagai bentuk soal penilaian.

34
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Contoh Penilaian tertulis;


Mata pelajaran : Matematika
Kelas/semester : II/1

Teknik
No. SK KD Indikator KKM Aspek
Penilaian
1 Mengguna Menggunak - Peserta didik 65 % Pemahaman Tertulis
kan an alat ukur menyebutkan macam- konsep
pengukuran tidak baku macam alat ukur panjang
waktu, dan baku tidak baku dalam
panjang, (Cm,m) kehidupan sehari-hari 65 % Penalaran
dan berat yang sering (jengkal, depa, langkah, dan
dalam digunakan. kaki dll). komunikasi Unjuk
pemecahan - Peserta dapat
Kerja
masalah. menggunakan alat ukur
65 %
tidakbaku (jengkal, depa, Pemahaman Unjuk
pecak,langkah kaki) konsep kerja
- Peserta didik
menyebutkan alat ukur
65 %
baku cm, m yang bias
Unjuk
digunakan dalam
Pemahaman kerja
kehidupan sehari-hari.
masalah
- Peserta didik dapat
menggunakan alat ukur 60 %
Pemahaman Tertulis
buku untuk mengukur
Masalah
panjang suatu benda.
- Peserta didik dapat
menarik kesimpulan
bahwa pengukuran dengan
alat ukur tidak baku
hasilnya berbeda.

35
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

a) Bentuk Pilihan Ganda

Berilah tanda silang pada pada huruf di depan jawaban yang paling tepat.
Setiap jaeaban yang benar diberi nilai; 1
1. Yang disebut alat ukur yang tidak baku yaitu;
a. Meter b. senti meter c. jengkal.
2. Yang termasuk alat ukur baku ialah;
a. Cm b. depa c. langkah kaki

b) Isian
Isilah titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan tepat! Score setiap jawaban
benar diberi nilai; 2
1). Satuan panjang Cm dan m adalah contoh Alat ukur ..
2). Satuan panjang langkah kaki, depa dan jengkal termasuk alat ukur ..

Penilaian
Nilai = Banyak jawaban benar x 100 =
Banyak soal

36
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganagaraan


Kelas/Semester : IV/2

Teknik
No SI KD Indikator KKM Aspek
Penilaian
1 Menunjukkan Menentukan Menjelaskan 65 %
sikap terhadap sikap pengertian Penguasaan Tertulis
globalisasi yang pengaruh globalisasi konsep
terjadi di globalisasi
lingkungannya yang terjadi di Mengidentifi- 70 % Penguasaan Tertulis
lingkungannya kasi sikap- konsep
sikap yang
sesuai dengan
kepribadian
aindonesia.
Menyebutkan Penguasaan
65 % tertulis
contoh sikap konsep
positif dari
globalisasi.
Menyebutkan
contoh
70 % Penguasaan tertulis
pengaruh
konsep
negative dari
globalisasi.
Menunjukkan
sikap dan
Penerapan
prilaku yang 65 % Penilaian
sesuai dengan sikap
kepribadian
Indonesia

37
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Contoh Penilaian Tertulis;

Isilah titik-titik pada soaldi bawah ini dengan jawaban singkat dan tepat.
1. Pengaruh positif globalisasi dibidang komunikasi di lingkungan masyarakat
misalnya .
2. Kecenderungan masyarakat menyukai jenis music jaz termasuk pengaruh
negative globalisasi bidang
3. Terhadap kebudayaan asing yang masuk ke Indonesia sikap kita seharusnya
.

Jawablah pertanyaan di bawah ini.


1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan istilah globalisasi !
2. Berikan tanggapan dan alasan terhadap pernyataan di bawah ini !
a. Dengan globalisasi kita semakin mudah menikmati siaran tlevisi luar
negeri.
b. Karena pengaruh globalisasi masyarakat cenderung bersifat konsumtif.

Penilaian
Nilai = banyak jawaban benar x 100 = .
Banyak soal

Teknik
No SK KD Indikator KK Aspek
penilaian
1 Memahami Mendiskripsika Mengadakan 65 % Kinerja Proyek
daur hidup n daur hidup pengamatan kehidupan ilmiah
beragam beberapa kupu- kupu,kecoa dan
jenis hewan di nyamuk.
makhluk lingkungan Menyebutkan urutan Penguasa tertulis
hidup sekitar, daur hidup hewan. an
70 %
misalnya Missalnya; kupu-kupu, konsep
kecoa, secara nyamuk dan kecoa seca
lengkap dan ra lengkap dan jelas.
jelas. Mendiskripsikan

38
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

metamorphosis tertulis
sempurna dan 65 % Penguasa
metamorphosis tidak an
sempurna. konsep
Melaporkan hasil
pengatan terhadap daur 60 % proyek
hidup pada kambing dan
kucing. Kinerja
Menyimpulkan bahwa ilmiah
tdak semua hewan
mengalami perubahan
65 % tertulis
dalam hidupnya
(metemorfosis)
Penguasa
berdasarkan penga-
an
matan.
konsep

Penilaian yang cocok adalah penguasaan konsep, yaitu pertanyaan yang jawabannya
uraian singkat.

39
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

3) Penilaian Proyek
Penilaian proyek merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas
yang harus diselesaikan dalam periode waktu tertentu. Tugas tersebut berupa
suatu investigasi sejak dari perencanaan, mengumpulkan data,
pengorganisasian, pengolahan dan penyajian data.
Penilaian proyek dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman, kemampuan
mengaplikasikan, kemampuan penyelidikan dan kemampuan
menginformasikan sesuatu secara jelas.
Dalam penilaian proyek setidaknya ada tiga hal yang perlu
dipertimbangkan yaitu;
1) Kemampuan pengelolaan .
Kemampuan peserta didik dalam memilih topic, mencari informasi dan
mengelola waktu mengumpulkan data serta penulisan laporan.
2) Relevansi
Kesesuaian dengan mata pelajaran, dengan mempertimbangkan tahap
pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan dalam pembelajaran.
3) Keaslian.
Proyek yang dilakukan peserta didik harus merupakan hasil karyanya,
dengan mempertimbangkan kontribusi pendidik berupa petunjuk dan
dukungan terhadap proyek peserta didik.

Teknik penilaian proyek.


Penilaian Proyek dilakukan mulai perencanaan, proses pengerjaan, sampai
hasil proyek. Untuk itu, perlu menetapkan hal-hal atau tahapan yang perlu
dinilai, seperti penyusunan disain,pengumpulan data, dan penyiapan laporan
tertulis. Laporan tugas atau hasil penelitian juga dapat disajikan dalam bentuk
poster. Pelaksanaan penilaian dapat menggunakan alat/instrument penilaian
berupa daftar cek ataupun skala penilaian.
Contoh kegiatan peserta didik dalam penilaian proyek.
Tugas : Lakukan penelitian sederhana tentang kandungan yudium dalam
garam yang beredar dimasyarakat.

40
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Contoh penilaian proyek; Penilaian Kinerja Ilmiah.

Aspek yang dinilai Skor


B C K
Keterampilan

1. Merencanakan Penelitian
2. Aktivitas pengamatan
3. Menggambar hasil pengamatan
4. Pembuatan catatan hasil pengamatan
5. Pelaporan
Sikap
1. Mampu bekerjasama
2. Sistematis dalam mengerjakan tugas
3. Mengerjakan tugas dengan serius

Keterangan
B. Skor = 5
C Skor = 3
K. Skor = 1

41
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Contoh penilaian Proyek (Aspek Kinerja Ilmiah)

Unsur Yang dinilai Skor


Baik Sedang Kurang
Keterampilan

1. Merencanakan penelitian/pengamatan
(menyiapkan perlengkapan, alat dan
bahan)
2. Aktivitas pelaksanaan pengamatan
3. Membuat laporan sementara (konsep)
hasil pengamatan
4. Menyusun hasil pengamatan dan
menerima masukan Perbaikan
5. Memperbaiki laporan setelah menerima
laporan
Sikap

1. Kemampuan bekerjasama dalam


kelompok
2. Sistematis dalam mengerjakan tugas
kelompok
3. Tanggungjawab dalam menjalankan
tugas (keseriusan)

Keterangan;
Baik = 5, Sedang = 3, Kurang = 1
Contoh Penilaian Proyek
Contoh pemetaan Penilaian

42
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Kelompok Mata pelajaran : Matematika


Kelas/Semester : V/1

Aspek Penilaian
Standar

Portofolio
Performa

Penilaian
Kompeten Kompetensi KKM Aspek

Produk

Proyek
Indikator

Sikap
si Dasar

Tes
Menghitu Menyelesaikan Menggunaka 70 % Penalaran - - - - -
ng masalah yang n volume dan
Volume berkaitan kubus dan komunika
Kubus dan dengan volume balok si
balok dan kubus dan balok untukmenyel
mengguna esaikan
kannya masalah
dalam
pemecaha
n masalah

43
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Mata Pelajaran : Matematika


Nama Proyek : Masalah yang berkaitan dengan volume kubus dan balok
Alokasi waktu : Satu bulan
Aspek : Penalaran dan komunikasi
Nama Siswa :.. Kelas/semester : V/1

No Aspek Skor ( 1 5 )
Perencanaan
1 a. Persiapan
b. Rumusan judul
Pelaksanaan
a. Sistematika penulisan
b. Keakuratan sumber data/Informasi
2
c. Kuantitas Sumber data
d. Analisis data
e. Penarikan Kesimpulan
Laporan Proyek
3 a. Performance
b. Presentasi/penguasaan
Total Skor

Contoh Soal
Carilah benda berbentuk bangun ruang sederhana yang ada di sekitar rumajmu, missal
benda itu berbentuk kubus, balok, limas atau prisma.
Selanjutnya hitunglah berapa banyaknya air yang dapat dimasukkan ke dalam benda
ruang tersebut.
Rubrik Penskoran.
Level Diskripsi
4 Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah
(Superior) dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan
menarik.
Sistematiknya baik, sumber data akurat dan memadai.

44
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Membuat daftar hasil pengukuran.


Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan membuat
kesimpulan.
Performance hasil pekerjaannya bersih rapi.
3 Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah
(Memuaskan) dalam persiapan tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan
menarik.
Sistematiknya baik, sumber data akurat dan memadai
Membuat daftar hasil pengukuran
Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh benar, dan tidak membuat
kesimpulan.
Performance hasil pekerjaannya kotor dan tidak rapi.
2 Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah
(Cukup dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik dan
Memuaskan) menarik.
Sistematiknya baik, sumber data akurat dan memadai.
Membuat daftar hasil pengukuran
Melakukan perhitungan, hasil yang diperoleh salah, dan tidak membuat
kesimpulan.
Performance hasil pekerjaannya kotor dan tidak rapi.
1 Membuat perencanaan yang di dalamnya memuat langkah-langkah
(Cukup) dalam persiapan, tempat pengambilan data, rumusan judul baik tapi tidak
menarik.
Sistematiknya kurang baik, sumber data akurat dan memadai
Tidak membuat daftar hasil pengukuran
Performance hasil pekerjaannya kotor dan tidak rapi.

45
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

4) Penilaian Produk
Penilaian produk adalah penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas
suatu produk. Penilaian produk meliputi kemampuan peserta didik membuat
produk-produk teknologi dan seni, seperti: makanan, pakaian, hasil karya
seni,(patung, lukisan, gambar) barang-barang terbuat dari kayu, keramik,
plastik, dan logam.

Pengembangan produk meliputu 3 (tiga) tahap dan setiap tahap perlu diadakan
penilaian yaitu:
1) Tahap persiapan meliputi: penilaian kemampuan peserta didik dan
merencanakan,menggali, dan mengembangkan gagasan, dan medesain
produk.
2) Tahap pembuatan produk (proses), meliputi:penilaian kemamouan
pesrta didik dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan
teknik.
3) Tahap penilaian produk (appraisal), meliputi : penilaian kualitas produk
yang dihasilkan peserta didik sesuai criteria yang ditetapkan.

Teknik Penilaian Produk.


Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik.
1) Cara holistik, yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk,
biasanya dilakukan pada tahap appraisal.
2) Cara analitik, yaitu berdasarkan aspek-aspek produk, biasanya
dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap
proses pengembangan.

46
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Contoh Penilaian produk


Kelompok Mata Pelajaran : IPTEK/Matematika/SD
Kelas/Semester : V/2
Aspek Penilaian
Standar

Portofolio
Performa

Penilaian
Produk
Proyek
Kompetensi KKM Aspek

Sikap
Tes
Kompetensi Indikator
Dasar

Memahami Menentuka Menggambar 70 % Pemah - - - - - -


sifat-sifat n jarring- jaring-jaring aman
bangun dan jaring kubus, balok, konsep
hubungan antar berbagai prisma dan
bangun. bangun limas.
ruang
sederhana Membuat
jarring-jaring
kubus, balok,
65 % - - - - - -
prisma dan
limas.

47
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Mata Pelajaran : Matematika


Nama Produk : Jaring-jaring bangun ruang sisi datar.
Alokasi waktu : satu bulan

Nama Siswa : ..Kelas/Semester : V/2

No Aspek Skor ( 1 4 )
1 Perencanaan Bahan
Proses Pembuatan
a. Persiapan alat dan bahan.
2 b. Teknik pembuatan.
c. Keamanan, keselamatan, dan
kebersihan.
Hasil Produk
3 a. Bentuk Fisik
b. Inovasi
Total Skor

Contoh Soal.
Buatlah jarring-jaring bangun ruang sisi datar masing-masing satu buah.
Ukurlah panjang rusuk minimal 10 Cm.

Prosedur Penilaian.
Menggunakan Rubrik penskoran.
Rubrik penskoran.
Level Deskripsi
Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.
Penggunaan bahan, alat aman dan efisien.
3 Membuat uraian langkah-langkah pembuatan.
(Superior) Membuat uraian cara penggunaannya.
Hasil yang diperoleh benar, rapi dan bersih.
Terdapat unsur inovasi

48
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.


Penggunaan bahan, alat aman dan efisien.
2 Membuat uraian langkah-langkah pembuatan.
(Memuaskan) Membuat uraian cara penggunaannya.
Hasil yang diperoleh benar, rapi dan bersih.
Tidak terdapat unsur inovasi
Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.
Penggunaan bahan, alat aman dan efisien.
1 Membuat uraian langkah-langkah pembuatan.
(cukup memuaskan) Membuat uraian cara penggunaannya.
Hasil yang diperoleh benar, tidak rapi dan tidak bersih.
Terdapat unsur inovasi
Membuat perencanaan alat dan bahan dengan baik.
Penggunaan bahan, alat aman dan efisien.
0 Membuat uraian langkah-langkah pembuatan.
( Cukup ) Tidak membuat uraian cara penggunaannya.
Hasil yang diperoleh benar, tidak rapi, dan tidak bersih.
Tidak terdapat unsur inovasi

49
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

5) Penilaian Portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan
pada kumpulan informasi yang menunjukkan perkembangan kemampuan
peserta didik dalam satu periode tertentu. Informasi tersebut dapat berupa
karya peserta didik yang dikumpulkan dari waktu kewaktu dari proses
pembelajaran dan membandingkan hasil karya tersebut. Dan setiap hasil kerya
peserta didik memiliki catatan-catatan yang dapat memperbaiki hasil karya-
karyanya.

Penilaian portofolio pada dasarnya menilai karya-karya peserta didik


secara individu pada satu periode untuk suatu mata pelajaran. Akhir suatu
periode hasil karya tersebut dikumpulkan dan dinilai oleh pendidik dan peserta
didik. Berdasarkan informasi perkembangan tersebut, pendidik dan peserta
didik sendiri dapatmenilai perkembangan kemampuan peserta didik dan terus
melakukan perbaikan. Dengan demikian, portofolio dapat memperlihatkan
perkembangan kemajuan belajar peserta didik melalui karyanya, antara lain :
karangan, puisi, surat, komposisi, music.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dan dijadikan pedoman dalam penggunaan


penilaian portofolio disatuan pendidikan, antara lain:
a) Karya Peserta didik adalah benar-benar karya peserta didik itu
sendiri
Pendidik melakukan penelitian atas hasil karya peserta didik yang
dijadikan bahan penilaian portofolio agar karya tersebut merupakan hasil
karya yang dibuat oleh peserta didik itu sendiri.
b) Saling percaya antara pendidik dan peserta didik
Dalam proses penilaian pendidik dan peserta didik harus memiliki rasa
saling percaya, saling memerlukan dan saling membantu sehingga terjadi
proses pendidikan berlangsung dengan baik.
c) Keberhasilan bersama antara pendidik dan peserta didik
Kerahasiaan hasil pengumpulan informasi perkembangan peserta didik
perlu dijaga dengan baik dan tidak disamapaikan kepada pihak-pihak
yang tidak berkepentingan sehingga memberi dampak negatif proses
pendidikan.

50
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

d) Milik bersama (joint ownership) antara peserta didik dan pendidik


Pendidk dan peserta didik perlu mempunyai rasa memiliki berkas
portofolio sehingga peserta didik akan merasa memiliki karya yang
dikumpulkan dan akhirnya akan berupa terus meningkatkan
kemampuannya.
e) Kepuasan
Hasil krja portofolio sebaiknya berisi keterangan dan atau bukti yang
memberikan dorongan peserta didik untuk lebih meningkatkan diri.
f) Kesesuaian
Hasil kerja yang dikumpulkan adalah hasil kerja yang sesuai dengan
kompetensi dasar.
g) Penilaian proses dan hasil
Penilain portofolio menerapkann prinsip proses dan hasil. Proses belajar
yang dinilai misalnya diperoleh dari catatan pendidik tentang unjuk kerja,
sedangkan penilaian hasil diarahkan pada karya peserta didik.
h) Penilaian dan pembelajaran
Penilain portofolio merupakan hal yang tak terpisahkan dari proses
pembelajaran. Manfaat utama penilaian ini sebagai diasnogtik yang
berarti bagi pendidik untuk melihat kelebihan dan kekurangan peserta
didik.

Teknik Penilaian Portofolio


Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah
sebagai berikut:
a) Menjelaskan kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio, tidak
hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh
pendidik untuk penilaian, tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri.
Dengan melihat portofolionya peserta didik dapat mengetahui kemampuan,
keterampilan, dan minatnya.
Proses ini tidak akan terjadi secra spontan, tetapi membutuhkan waktu bagi
peserta didik untuk belajar meyakini hasil penilain mereka sendiri.
b) Tentukan bersama peserta didik sempel-sempel portofolio apa saja yang
akan dibuat. Portofolio antara peserta didik yang satu dengan yang lain bias
sama bias berbeda.

51
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

c) Kumpulkan dan simpanlah karya-karya tiap peserta didik dalam satu map
atau folder di rumah masing-masing di satuan pendidikan.
d) Berilah tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan
peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke
waktu.
e) Tentukan kriteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya denga para
pesertadidik.
Diskusikan cara penilaian kualitas karya para pserta didik. Contoh, Kriteria
penilaian kemampuan menulis karangan yaitu: penggunaan tata bahasa,
pemilihan kosa-kata, kelengkapan gagasan, dan sistematika penulisan.
Dengan demikian, peserta didik mengetahui harapan (standar) yang
ditetapkan dan berusaha mencapai standar tersebut.
f) Minta peserta didik menilai karyanya secra berkesinambungan. Pendidik
dapat membimbing peserta didik, bagaimana cara menilai dengan member
keterangan tentang kelebihan dan kekurangan karya tersebut, serta
bagaimana cara memperbaikinya. Hal ini dapat dilakukan pada saat
membahas portofolio.
g) Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan, maka peserta
didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Namun, antara peserta didik
dan pendidik perlu dibuat kontrak atau perjanjian mengenai jangka
waktu perbaikan, misalnya 2 minggu karya yang telah dibuat diperbaiki
harus diserahkan kepada pendidik.
h) Bila perlu, jadwalkan pertemuan untuk membahas portifolio. Jika perlu,
undang orang tua peserta didik dan diberi penjelasan tentang maksud serta
tujuan portofolio, sehingga orang tua dapat membantu dan memotivasi
anaknya.

52
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

6) Penilaian Diri (self assessement)


Penilaian diri adalah suatu teknik penilain dimana peserta didik diminta
untuk menilai dirinya sendiri berkaiatan denga status, proses dan tingkat
pencapaian kompetensi yang dipelajarainya.

Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk untuk mengukur kompetensi


kognitif, afektif dan psikomotor. Penilaian kompetensi kognitif di kelas,
misalnya: peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan dan
keterampilan berpikirnya sebagai hasil belajar dari suatu mata pelajaran
tertentu. Penilaian dirinya didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah
disiapkan. Penilaian kompetensi afektif, misalnya, peserta didik dapat diminta
untuk membuat tulisan yang memuat curahan perasaanya terhadap suatu objek
tertentu. Selanjutnya, peserta didik diminta untuk melakukan penilaian
berdasarkan kriteria atau acuan yang telah disiapkan. Berkaiatan dengan
penilaian kompetensi psikomotorik, peserta didik dapat diminta untuk menilai
kecakapan atau keterampilan yang telah dikuasainya berdasarkan kriteria atau
acuan yang telah disiapkan.

Penggunaan teknik ini dapat memberi dampak positif terhadap


perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan penilaian diri
di kelas anatara lain:
a) Dapat menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka
diberi kepercayaan untuk menilai dirinya sendiri;
b) Peserta didik menyadari kekuatan dan kelemahan dirinya, karena mereka
melakukan penilaian, harus melakukan intropeksi terhadap kekuatan dan
kelemahan yang dimilikinya;
c) Dapat mendorong, membiasakan, dan melatih peserta dididk untuk
berbuat jujur, karena mereka dituntut untuk jujur dan objektif dalam
melakukan penilaian.

Teknik Penilaian Diri


Penilaian Diri dilakukan berdasarkan criteria yang jelas dan obyektif. Oleh
karaene itu, penilaian diri oleh peserta didik di kelas perlu dilakukan melalui
langkah-langkah sebagai berikut:

53
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

1) Menentukan kompetensi aspek kemampuan yang akan dinilai.


2) Menentukan criteria penilaian yang akan digunakan.
3) Merumuskan format penilaian, dapat berupa pedoman pensloran, daftar tanda
cek, atau skala penilaian.
4) Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri.
5) Pendidik mengkaji sampel hasil penilaian secara acak, untuk mendorong
peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian dirisecara cermat dan
obyektif.
6) Menyampaiakan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian
terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.

54
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Contoh Penilaian diri


Mata Pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan
Kelas/Semester : II//2
Standar Kompetensi : Menampilakan nilai-nilai Pancasila
Kompetensi dasar : Mengenal nilai kejujuran, kedisiplinan, senang bekerja,
dalam kehidupan sehari-hari.
Aspek : Penerapan
Petunjuk:
Isilah tabel berikut ini dengan tanda () pada kolom yang sesuai.
Dengan pernyataan sikapmu terhadap pernyataan pada kolom sebelumnya.

Kadang-
No Aspek Penilaian/kriteria Selalu Tidak pernah
kadang
A Kejujuran
1 Setiap hari berkata jujur pada orang tua
Mengembalikan uang kembalian belanja kepada
2
orang tua.
Menyerahkan nilai ulangan ke sekolah walaupun
3
nilainya jelek.
Menyampaikan alasan yang benar ketika
4
terlambat masuk kelas.
B Kedisiplinan
Dating ke sekolah tidak terlambat bahkan dating
1
lebih awal.
2 Mengerjakan tugas/PR sesuai dengan jadwal-
Pulang sekolah langsung bermain sebelum
3
sampai di rumah.
4 Melaksanakan ibadah tepat waktu.

Catatan:
Jika Peserta didik memberikan jawaban tidak sesuai dengan kenyataan sehari-hari dari
hasil pengamatan pendidik, berarti peserta didiktersebut tingkat kejujurannya perlu
diperbaiki.

55
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka.diskripsi


verbal), analisis, interpretasi, untuk informasi, untuk membuat keputusan. Penilaian
kelas adalah proses pengumpulan informasi oleh guru melalui sejumlah bukti, untuk
membuat keputusan tentang pencapaian hasil belajar dan kompetensi siswa.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian.


a. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.
b. Penilaian menggunakan acuan criteria; yaitu berdasarkan apa yang bias dilakukan
peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk
menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c. Sistem yang direncanakan adalah system penilaian yang berkelanjutan.
Berkelanjutan dalam arti semua indicator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis
untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta
untuk mengetahui kesulitan siswa.
d. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa
perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remidi bagi peserta didik
yang pencapainkompetensinya di bawah criteria ketuntasan, dan program
pengayaan bagi peserta didik yng telah memenuhi criteria kentuntasan.
e. System penilaian disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam
proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan
tugas observasi lapangan, maka evaluasi harus diberikan baik pada proses
(keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil
melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

Penilaian kelas bercirikan belajar tuntas, otentik, berkesinambungan, berdasarkan


criteria/patokan, dan menggunakan berbagai cara dan alat penilaian. Belajar
tuntas (mastery learning) yaitu peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan
pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur
yang benar, dan hasil yang baik. Peserta didik yang baik. Peserta didik yang
belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama, mereka dapat
berhasil jika kompetensi awal mereka terdiagnosis secara benar dan mereka
diajar dengan metode dan materi yang berurutan, mulai dari tingkat kompetensi
awal mereka. Penilaian otentik artinya memandang penilaian dan pembelajaran

56
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

secara terpadu, mencerminkan dunia nyata, menggunakan berbagai cara dan


criteria, dan holistic (kompetensi utuh merekplesikan pengetahuan, ketrmpilan
dan sikap). Berkesinambungan maknanya penilaian kelas, memantau proses,
kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk ulangan harian,
ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas.
Penilaian kelas menggunakan berbagai cara dan alat penilaian, yaitu
menggunakan dan menyediakan system pencatatan yang bervariasi, serta
menggunakan penilaian yang bervariasi; tertulis, lisan unjuk kerja, proyek,
produk, portofolio, pengamatan, dan penilaian diri.

Unsur penilaian hasil belajar yang dicantumkan dalam buku daftar nilai adalah
ulangan harian, ulangan tengah semester, tugas/pekerjaan rumah/PR, ulangan
akhir semester dan ulangan kenaikan kelas. Nilai rapor semester I diperoleh dari
hasil pengolahan dan analisis Ulhar, UTS, PR/tugas, UAS. Pada dasarnya guru
dalam menentukan nilai rapor dapat menggunakan berbagai pormula antara lain;

1. Nilai rapor semester I = Ulhar+UTS+Tugas+UAS


4
2. Nilai rapor Semester I = Ulhar+UTS+Tugas+2(UAS)
5
Nilai rapor semester II diperoleh dari hasil pengolahan dan analisis Ulhar, UTS,
PR/tugas, UAS. Pada dasarnya guru dalam menentukan nilai rapor dapat
menggunakan berbagai pormula antara lain;

1. Nilai rapor semester II = Ulhar+UTS+Tugas+UKK


4
2. Nilai rapor semester II = Ulhar+UTS+Tugas+2(UKK)
5

57
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

c. Penilaian Pengembangan Diri


Sesuai dengan SKB Mendikbud dan Kepala BAKN No. 0433/1993 dan No. 25
tahun 1993 tentang petunjuk pelaksanaan jabatan Fungsional Guru dan angka
kreditnya, salah satu tugas pokok guru adalah mengevaluasi/menilai program
kegiatannya, maka konselor dan guru Pembina ekstrakurikuler pun harus
memberikan penilaian hasil kegiatan/layanannya kepada peserta didik berkenaan
dengan pengembangan diri mereka. Penilaian pengembangan diri harus bersifat
informative, diskriptif dan kualitatif.
Penilaian dalam pengembangan diri berfungsi untuk mengetahui sejauh mana
efektifitas layanan program kegiatan tersebut selama ini. Penilaian dilakukan atas
hasil dan produk. Penilaian proses yaitu menilai sejauh mana rasa antosias peserta
didik, dan seberapa besar prosentase kehadiran mereka dalam mengikuti kegiatan,
sedang penilaian produk yaitu menilai sejauh mana prestasi yang dicapainya.

Penilaian Pengembangan diri terdiri atas:


a. Penilaian Prilaku adalah rangkuman catatan konselor tentang perilaku peserta
didik yang menonjol, baik perilaku positif, meliputi; kerajinan, kedisiplinan,
kesantunan, kerapihan,keaktifan dan tanggungjawab. Metode penilaian
adalah pengamatan yang dilakukan oleh guru-guru terkait dengan kegiatan
sehari-hari peserta didik, baik dalam kegiatan belajar mengajar atau
pengembangan diri, dikordinir oleh konselor. Penilaian perilaku bersifat
kualitatif dan diskriptif, ditujukan untuk pengembangan, bukan untuk
menentukan kenaikan kelas atau kelulusan. Cacatan pengamatan
konselor/guru terkait tentang peserta didik dirangkum, kemudian
didiskripsikan dengan bahasa konseling, tujuannya untuk memotivasi
peserta didik agar menjadi lebih dan atau lebih berkembang.

b. Penilaian Kegiatan ekstrakurikuler


Penilaian kegiatan ekstra kurikuler ditentukan dengan jumlah dan jenis
kompetensi dasar yang harus dicapai peserta didik untuk criteria tertentu.
Guru Pembina ekstra kurikuler membuat rencana penilaian dengan
mengklasifikasikan jenis kompetensi dasar yang harus dicapai, lalu dibuat
criteria penilaiannya sebagai berikut:

58
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

a. Kriteria A, untuk peserta didik yang mencapai kompetensi tingkat mahir,


dengan rentang nilai 80 100.
b. Kriteria B, untuk peserta ddik yang mencapai tingkat madya, dengan
rentang nilai 70 79.
c. Kriteria C, untuk peserta didik yang mencapai tingkat dasar, dengan
rentang nilai, 60 69.
d. Kriteria D, untuk peserta didik yang belum mencapai kompetensi, dengan
rentang < 59.
Guru Pembina ekstra kurikuler harus menentukan jenis kompetensi dasar
mana saja yang termasuk criteria: A, B, C, atau D.

59
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

6. Kriteria Kenaikan dan Kelulusan Kelas


Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas
diatur oleh sekolah berpedoman pada penilaian berbasis kelas.
a. Kenaikan Kelas
1) Kriteria kenaikan kelas.
a) Mengikuti belajar atau tatap muka sekurang-kurangnya 90 %
b) Memperoleh nilai (6,50 10,00) pada kelompok mata pelajaran
Agama dan aqlak mulia.
c) Memperoleh nilai semua mata pelajaran kecuali kelompok mata
pelajaran Agama dan aqlak mulia, KKm yang ditetapkan oleh
sekolah.
d) Memperoleh nilai pengembangan diri rata-rata baik

2) Penentuan Kenaikan kelas


Penentuan siswa yang naik kelas dilakukan oleh sekolah dalam suatu
rapat dewan guru dengan mempertimbangkan prestasi belajar pada
semester II.
a) Siswa dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria kenaikan
kelas yang ditetapkan sekolah.
b) Siswa yang tidak memenuhi criteria kenaikan kelas dinyatakan tidak
naik kelas.
c) Siswa yang dinyatakan tidak naik kelas dapat mengulang di kelas
yang sama pada tahun pelajaran berikutnya.
d) kenaikan kelas juga mempertimbangkan kehadiran di kelas
mencapai minimal 75%.
e) Berkelakuan baik selama menjadi siswa dikelas tersebut.
f) Mendapatkan nilai seluruh mata pelajaran.
g) Tidak terdapat nilai kurang dari KKM minimal 2 mata pelajaran dan
jumlah nilai tidak boleh dibawah rata-rata 6
h) Mata Pelajaran yang tidak boleh kurang dari KKM yaitu ; Agama,
Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA

60
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

b. Kriteria Penetapan Kelulusan SD Negeri Hambalang 05


1) Kriteria kelulusan Ujian Akhir sekolah Berstandar Nasional
(UASBN).
Berdasarkan Peraturan Pemeintah Republik Indonesia No. 19 tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan BAB X:
a) Pasal 63 ayat (1) Menyatakan: penilaian Pendidikan pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah terdiri atas :
Penilaian hasil belajar oleh pendidik
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan, dan
Penilaian hasil belajar oleh pemerintah.
b) Pasal 70 ayat (1) menyatakan bahwa: Pada jenjang SD/MI/SDLB
atau bentuk yang sederajat, ujian Nasional mencakup Mata
pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA.
c) Pasal 71, menyatakan: Kriteria kelulusan ujian nasional
dikembangkan oleh BSNP dan ditetapkan dengan peraturan
Menteri, mencakup:
Nilai minimal batas lulus Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam;
Nilai rata-rata minimal batas lulus UASBN, dan
Sebagai salah satu penentuan kelulusan peserta
UASBN/US

2) Kriteria Kelulusan Ujian Sekolah (US)


Peraturan pemerintah Republik Indonesia No. 19 Yahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan, BAB X :
a) Pasal 63 ayat (1) menyatakan; penilaian pendidikan pada jenjang
Pendidikan dasar dan Menengah terdiri atas;
Penilaian hasil belajar oleh Pendidik
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan.
Penilaian hasil belajar oleh pemerintah.
b) Pasal 65 ayat (1) Menyatakan bahwa: penilaian oleh satuan
pendidikan bertujuan menilai pencapaian Standar Kompetensi
lulusan untuk semua Mata pelajaran.

61
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

c) Pasal 65 ayat (2) menyatakan penilaian hasil belajar semua mata


pelajaran pada kelompok mata pelajaran agama dan aqlak mulia,
kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian,
kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran
jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan penilaian akhir untuk
menentukan kelulusan peserta didik.
d) Pasal 65 ayat (4) menyatakan penilaian hasil belajar semua mata
pelajaran pada kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan
melalui ujian sekolah/madrasah untuk menentukan kelulusan peserta
didik dari satuan pendidikan.
e) Pasal 65 ayat (6) Menyatakan ketentuan mengenai penilaian akhir
dan ujian sekolah/madrasah diatur dengan peraturan Menteri atas
usul BSNP.

Berdasarkan ketentuan tersebut di atas SD Negeri Hambalang 05


menetapkan Kriteria Kelulusan Ujian Sekolah Tahun pelajaran 2013/2017 :
1) Nilai minimal batas lulus untuk setiap mata pelajaran yang diujikan
sekolah baik ujian tertulis maupun praktik, mengacu pada KKM
sekolah.
2) Nilai rata-rata minimal/batas lulus UAS, dan Sebagai salah satu
penentuan kelulusan peaerta UASBN/US

3) Penentuan Kelulusan Peserta Didik


Berdasarkan Permendiknas RI No. 19 Tahun 2005, tentang standar
Nasional Pendidikan, pasal 72 ayat (1) dan (2) mengatur kelulusan
peserta didik.

a) Kelulusan Peserta didik ditetapkan melalui rapat dewan guru SD


Negeri Hambalang 05 dengan kriteria yang ditetapkan Menteri.
b) Peserta didik dinyatakan lulus dari SD Negeri Hambalang 05 setelah
memenuhi persyaratan berikut:
Menyelesaikan seluruh program pembelajaran.
Memperoleh nilai minimal sesuai KKM yang ditentukan oleh
sekolah, pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran

62
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

agama dan aqlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian,


kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran
jasmani, olahraga dan kesehatan.
Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mata pelajaran Ilmu
pengetahuan dan Teknologi.
Lulus Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN)
Siswa yang dinyatakan lulus diberikan Ijazah, Surat Keterangan
Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (SKHU
UASBN), dan rapor.
Peserta Ujian dinyatakan tidak lulus jika memperoleh hasil
penilaian tidak mencapai Kriteria kelulusan yang ditetapkan
oleh Sekolah.
Siswa yang tidak lulus dapat mengulang kelas yang sama pada
tahun berikutnya.
Nilai hasil ujian akhir sekolah baik praktek maupun tertulis
setiap mata pelajaran sekurang-kurangnya 50 untuk setiap mata
pelajaran yang diujikan dengan rata-rata nilai ujian rata-rata
minimal 60
Berbudi pekerti baik sesuai dengan penilaian sekolah.
Menguasai baca tulis AlQuran bagi yang beragama Islam

4) Remidial dan Pengayaan


Remidial adalah bentuk program yang dilakukan oleh guru untuk membantu
siswa yang belum mencapai KKM masing-masing kompetensi dasar.
Remidial dilaksanakan setelah siswa melaksanakan ulangan harian, ulangan
tengah semester dan ulangan umum. Bagi siswa yang belum mencapai KKM
di tingkat ulangan tersebut maka siswa wajib mengikuti program remidial
yang telah dibuat oleh guru. Pengayaan adalah suatu program yang
dilakukan oleh guru untuk memberikan layanan terhadap siswa yang
memiliki nilai mencapai KKM ke atas maksimal 90%

63
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

7. Pendidikan Karakter dan Budaya Sekolah


a. Pendidikan Kecakapan Hidup
1) Latar Belakang
Undang-undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah
mengamanatkan pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam
penyelenggaraan pendidikan. Hal ini berdampak pada sistem
penyelenggaraan pendidikan dari sentralistik menuju desentralistik.
Desentralisasi penyelenggaraan pendidikan ini terwujud dalam UU No. 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Salah satu substansi yang
didesentralisasi adalah kurikulum. Lebih lanjut Pasal 36 ayat (1) dinyatakan
bahwa pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar
Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Sekolah harus menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan
silabusnya dengan cara melakukan penjabaran dan penyesuaian Standar Isi
dan Standar Kompetensi Lulusan. Untuk itu, sekolah/daerah harus
mempersiapkan secara matang, karena sebagian besar kebijakan yang
berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan
oleh sekolah/daerah.
Penyusunan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan jenjang
pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun
oleh BSNP (Pasal 16 ayat 1). Lebih lanjut dalam PP nomor 19 tahun 2005
Pasal 13 ayat (1) dinyatakan bahwa kurikulum untuk SMP/MTs/SMPLB
atau bentuk lain yang sederajat, SMA/MA/SMALB atau bentuk lain yang
sederajat, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat dapat memasukkan
pendidikan kecakapan hidup. Ayat (2) pendidikan kecakapan hidup
sebagaimana dimaksudkan pada ayat (1) mencakup kecakapan personal
(pribadi), kecakapan sosial, kecakapan akademik, dan kecakapan vokasional.
Sementara dalam panduan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP, kurikulum
untuk SD/MI/SDLB, SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB, SMK/SMAK
dapat memasukkan pendidikan kecakapan hidup. Atas dasar itu, baik sekolah
formal maupun non-formal memiliki kepentingan untuk mengembangkan
pembelajaran berorientasi kecakapan hidup.
Konsep kecakapan hidup sejak lama menjadi perhatian para ahli dalam
pengembangan kurikulum. Tyler (1947) dan Taba (1962) misalnya,

64
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

mengemukakan bahwa kecakapan hidup merupakan salah satu fokus analisis


dalam pengembangan kurikulum pendidikan yang menekankan pada
kecakapan hidup dan bekerja. Pengembangan kecakapan hidup itu
mengedepankan aspek-aspek berikut: (1) kemampuan yang relevan untuk
dikuasai peserta didik, (2) materi pembelajaran sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik, (3) kegiatan pembelajaran dan kegiatan peserta
didik untuk mencapai kompetensi, (4) fasilitas, alat dan sumber belajar yang
memadai, dan (5) kemampuan-kemampuan yang dapat diterapkan dalam
kehidupan peserta didik. Kecakapan hidup akan memiliki makna yang luas
apabila kegiatan pembelajaran yang dirancang memberikan dampak positif
bagi peserta didik dalam membantu memecahkan problematika
kehidupannya, serta mengatasi problematika hidup dan kehidupan yang
dihadapi secara proaktif dan reaktif guna menemukan solusi dari
permasalahannya.
Berdasarkan pernyataan di atas, sekolah/daerah memiliki kewenangan
yang luas untuk mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan sesuai
dengan kondisi peserta didik, keadaan sekolah, potensi dan kebutuhan
daerah. Berkenaan dengan itu, Indonesia yang terdiri dari berbagai macam
suku bangsa yang memiliki keanekaragaman multikultur (adat istiadat, tata
cara, bahasa, kesenian, kerajinan, keterampilan daerah, dll) merupakan ciri
khas yang memperkaya nilai-nilai kehidupan bangsa. Keanekaragaman harus
selalu dilestarikan dan dikembangkan dengan tetap mempertahankan nilai-
nilai luhur bangsa Indonesia melalui upaya pendidikan kecakapan hidup.
Pengenalan keadaan lingkungan, sosial, dan budaya kepada peserta didik
memungkinkan mereka untuk lebih mengakrabkan dengan lingkungan
kehidupan peserta didik. Pengenalan dan pengembangan lingkungan melalui
pendidikan diarahkan untuk menunjang peningkatan kualitas sumber daya
manusia, dan pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kompetensi
peserta didik.
Kebijakan yang berkaitan dengan dimasukkannya program pendidikan
kecakapan hidup dalam Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan
(SKL) dilandasi kenyataan bahwa dalam pendidikan tidak hanya mengejar
pengetahuan semata tetapi juga pada pengembangan keterampilan, sikap,
dan nilai-nilai tertentu yang dapat direfleksikan dalam kehidupan peserta

65
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

didik. Sekolah tempat program pendidikan dilaksanakan merupakan bagian


dari masyarakat. Oleh karena itu, program pendidikan kecakapan hidup di
sekolah perlu memberikan wawasan yang luas pada peserta didik mengenai
keterampilan-keterampilan tertentu yang berkaitan dengan pengalaman
peserta didik dalam keseharian pada lingkungannya. Untuk memudahkan
pelaksanaan program pendidikan kecakapan hidup diperlukan adanya model
pengembangan yang bersifat umum untuk membantu guru/sekolah dalam
mengembangkan muatan kecakapan hidup dalam proses pembelajaran.
Pendidikan kecakapan hidup bukan merupakan mata pelajaran yang berdiri
sendiri melainkan terintegrasi melalui matapelajaran-matapelajaran,
sehingga pedidikan kecapakan hidup dapat merupakan bagian dari semua
mata pelajaran yang ada.
Di samping itu perlu kesadaran bersama bahwa peningkatan mutu
pendidikan merupakan komitmen untuk meningkatkan mutu sumberdaya
manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai modal dasar pembangunan
bangsa, dan pemerataan daya tampung pendidikan harus disertai dengan
pemerataan mutu pendidikan sehingga mampu menjangkau seluruh
masyarakat. Oleh kerenanya pendidikan harus dapat mengembangkan
potensi peserta didik agar berani menghadapi problema yang dihadapi tanpa
merasa tertekan, mau dan mampu, serta senang mengembangkan diri untuk
menjadi manusia unggul. Pendidikan juga diharapkan mampu mendorong
peserta didik untuk memelihara diri sendiri, sambil meningkatkan hubungan
dengan Tuhan YME, masyarakat, dan lingkungannya. Dengan demikian
jelas bahwa perlu dirancang suatu model pendidikan kecakapan hidup untuk
membantu guru/sekolah dalam membekali peserta didik dengan berbagai
kecakapan hidup, yang secara integratif memadukan potensi generik dan
spesifik guna memecahkan dan mengatasi problema hidup peserta didik
dalam kehidupan di masyarakat dan lingkungannya baik secara lokal
maupun global. Panduan ini merupakan suatu model atau contoh yang dapat
digunakan sebagai acuan sekolah atau guru dalam mengembangkan
pembelajaran berorientasi kecakapan hidup sesuai dengan situasi dan kondisi
sekolah bersangkutan.

66
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

2) Tujuan
Tujuan dari pendidikan kecakapan hidup terdiri atas, tujuan umum dan
tujuan khusus. Secara umum pendidikan kecakapan hidup bertujuan
memfungsikan pendidikan sesuai dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan
potensi peserta didik dalam menghadapi perannya di masa mendatang.
Secara khusus bertujuan untuk:
a) mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk
memecahkan problema yang dihadapi, misalnya: masalah narkoba,
lingkungan sosial, dsb
b) memberikan wawasan yang luas mengenai pengembangan karir peserta
didik
c) memberikan bekal dengan latihan dasar tentang nilai-nilai yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari
d) memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembangkan
pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual
e) mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di lingkungan sekolah, dengan
memberi peluang pemanfaatan sumberdaya yang ada di masyarakat
sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah

3) Landasan Hukum
Peraturan perundang-undangan yang dijadikan landasan dalam
mengembangkan kurikulum kecakapan hidup adalah sebagai berikut.
a) UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 36
ayat (1, 2, danpasal 38 ayat (2)
b) UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah.
c) PP No. 19 Tahun 2005, Pasal 13 ayat (1, 2, 3, dan 4)
d) Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan
e) Panduan Pengembangan KTSP oleh BSNP

4) Ruang Lingkup
Lingkup pengembangan model pendidikan kecakapan hidup ini
mencakup jenjang pendidikan dasar dan menengah (SD/MI/SDLB,
SMP/MTs/SMPLB, SMA/MA/SMALB/SMK/SMAK).

67
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

b. Pengertian Dan Konsep Pendidikan Kecakapan Hidup


1) Pengertian
Banyak pendapat dan literatur yang mengemukakan bahwa pengertian
kecakapan hidup bukan sekedar keterampilan untuk bekerja (vokasional)
tetapi memiliki makna yang lebih luas. WHO (1997) mendefinisikan
bahwa kecakapan hidup sebagai keterampilan atau kemampuan untuk
dapat beradaptasi dan berperilaku positif, yang memungkinkan seseorang
mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan
secara lebih efektif. Kecakapan hidup mencakup lima jenis, yaitu: (1)
kecakapan mengenal diri, (2) kecakapan berpikir, (3) kecakapan sosial, (4)
kecakapan akademik, dan (5) kecakapan kejuruan.
Barrie Hopson dan Scally (1981) mengemukakan bahwa kecakapan hidup
merupakan pengembangan diri untuk bertahan hidup, tumbuh, dan
berkembang, memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dan berhubungan
baik secara individu, kelompok maupun melalui sistem dalam menghadapi
situasi tertentu. Sementara Brolin (1989) mengartikan lebih sederhana
yaitu bahwa kecakapan hidup merupakan interaksi dari berbagai
pengetahuan dan kecakapan sehingga seseorang mampu hidup mandiri.
Pengertian kecakapan hidup tidak semata-mata memiliki kemampuan
tertentu (vocational job), namun juga memiliki kemampuan dasar
pendukung secara fungsional seperti: membaca, menulis, dan berhitung,
merumuskan dan memecahkan masalah, mengelola sumber daya, bekerja
dalam kelompok, dan menggunakan teknologi (Dikdasmen, 2002).
Dari pengertian di atas, dapat diartikan bahwa pendidikan kecakapan hidup
merupakan kecakapan-kecakapan yang secara praksis dapat membekali
peserta didik dalam mengatasi berbagai macam persoalan hidup dan
kehidupan. Kecakapan itu menyangkut aspek pengetahuan, sikap yang
didalamnya termasuk fisik dan mental, serta kecakapan kejuruan yang
berkaitan dengan pengembangan akhlak peserta didik sehingga mampu
menghadapi tuntutan dan tantangan hidup dalam kehidupan. Pendidikan
kecakapan hidup dapat dilakukan melalui kegiatan intra/ekstrakurikuler
untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan karakteristik,
emosional, dan spiritual dalam prospek pengembangan diri, yang
materinya menyatu pada sejumlah mata pelajaran yang ada. Penentuan isi

68
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

dan bahan pelajaran kecakapan hidup dikaitkan dengan keadaan dan


kebutuhan lingkungan agar peserta didik mengenal dan memiliki bekal
dalam menjalankan kehidupan dikemudian hari. Isi dan bahan pelajaran
tersebut menyatu dalam mata pelajaran yang terintegrasi sehingga secara
struktur tidak berdiri sendiri.

2) Konsep
Menurut konsepnya, kecakapan hidup dapat dibagi menjadi dua jenis
utama, yaitu:
a) Kecakapan hidup generik (generic life skill/GLS), dan
b) Kecakapan hidup spesifik (specific life skill/SLS).
Masing-masing jenis kecakapan itu dapat dibagi menjadi sub kecakapan.
Kecakapan hidup generik terdiri atas kecakapan personal (personal skill),
dan kecakapan sosial (social skill). Kecakapan personal mencakup
kecakapan dalam memahami diri (self awareness skill) dan kecakapan
berpikir (thinking skill). Kecakapan mengenal diri pada dasarnya
merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa,
sebagai anggota masyarakat dan warga negara, serta menyadari dan
mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimiliki sekaligus sebagai
modal dalam meningkatkan dirinya sebagai individu yang bermanfaat bagi
lingkungannya. Kecapakan berpikir mencakup antara lain kecakapan
mengenali dan menemukan informasi, mengolah, dan mengambil
keputusan, serta memecahkan masalah secara kreatif. Sedangkan dalam
kecakapan sosial mencakup kecakapan berkomunikasi (communication
skill) dan kecakapan bekerjasama (collaboration skill).
Kecakapan hidup spesifik adalah kecakapan untuk menghadapi pekerjaan
atau keadaan tertentu. Kecakapan ini terdiri dari kecakapan akademik
(academic skill) atau kecakapan intelektual, dan kecakapan vokasional
(vocational skill). Kecakapan akademik terkait dengan bidang pekerjaan
yang lebih memerlukan pemikiran atau kerja intelektual. Kecakapan
vokasional terkait dengan bidang pekerjaan yang lebih memerlukan
keterampilan motorik. Kecakapan vokasional terbagi atas kecakapan
vokasional dasar (basic vocational skill) dan kecakapan vokasional khusus
(occupational skill).

69
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Menurut konsep di atas, kecakapan hidup adalah kemampuan dan


keberanian untuk menghadapi problema kehidupan, kemudian secara
proaktif dan kreatif mencari dan menemukan solusi untuk mengatasinya.
Pendidikan berorientasi kecakapan hidup bagi peserta didik adalah sebagai
bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan kehidupan,
baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai
warga negara. Apabila hal ini dapat dicapai, maka ketergantungan terhadap
ketersediaan lapangan pekerjaan, yang berakibat pada meningkatnya angka
pengangguran, dapat diturunkan, yang berarti produktivitas nasional akan
meningkat secara bertahap. (Depdiknas, diolah)

Konsep kecakapan hidup sebagaimana telah dijelaskan di atas, dapat


diilustrasikan sebagai berikut:

c. Pola Pengembangan Desain Program Pendidikan Kecakapan Hidup


1) Kedudukan Kecakapan Hidup dalam Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan
Konsep pendidikan kecakapan hidup atau life skill education dalam kurun
waktu 3-4 tahun menjadi wacana yang gencar dikumandangkan jajaran
Departemen Pendidikan Nasional yang bahkan sampai hari ini telah
menjadi suatu kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan. Tidak
kalah pentingnya, dalam rancangan kurikulum berbasis kompetensi
(KBK) secara tersirat telah mengakomodasi kegiatan-kegiatan yang
mengarah kepada pencapaian kecakapan hidup bagi setiap peserta didik.
Hal ini diperkuat dengan terbitnya PP nomor 19 Tahun 2005 Pasal 13 dan
Panduan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang
dikeluarkan oleh BSNP, bahwa pada tingkat pendidikan dasar dan
menengah atau sederajat dapat memasukkan pendidikan kecakapan
hidup. Baik PP maupun dalam panduan BSNP tersebut tidak memberikan
ketegasan bahwa sekolah diharuskan memasukkan pendidikan kecakapan
hidup. Namun demikian, apabila sekolah akan mengimplementasikan
pendidikan kecakapan hidup dalam proses pembelajaran, hal ini
berimplikasi terhadap perlunya sekolah menyiapkan seperangkat

70
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

pendukung pelaksanaan pembelajaran yang mengembangkan kegiatan-


kegiatan yang berorientasi kepada kecakapan hidup.
Pengembangan tersebut menyangkut pengembagan dimensi manusia
seutuhnya yaitu pada aspek-aspek moral, akhlak, budi pekerti,
pengetahuan, keterampilan, kesehatan, seni dan budaya. Pengembangan
aspek-aspek tersebut bermuara pada peningkatan pengembangan
kecakapan hidup yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi
peserta didik untuk bertahan hidup serta menyesuaikan diri agar berhasil
dalam kehidupan. Oleh karena itu, pendidikan kecakapan hidup dalam
KTSP terintegrasi melalui kegiatan-kegiatan pembelajaran yang ada pada
setiap mata pelajaran, sehingga tidak berdampak pada alokasi waktu yang
ditetapkan.

2) Pendidikan Kecakapan Hidup dan Standar Isi


Pendidikan kecakapan hidup sudah menjadi suatu kebijakan seiring
dengan berlakunya Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan. Standar
isi dan standar kompetensi lulusan tersebut menjadi acuan daerah/sekolah
dalam mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)
pada masing-masing jenjang pendidikan. Oleh karena itu, pengembangan
kecakapan hidup dengan sendirinya harus mengacu kepada standar-
standar yang telah ditetapkan pemerintah. Standar isi dan standar
kompetensi lulusan merupakan salah satu bagian dari Standar Nasional
Pendidikan. Standar isi terdiri dari: ruang lingkup materi dan tingkat
kompetensi yang dituangkan dalam kriteria tentang kompetensi tamatan,
kompetensi bahan kajian, kompetensi mata pelajaran, dan silabus
pembelajaran yang harus dipenuhi oleh satuan pendidikan. Dokumen
standar isi mencakup: (1) kerangka dasar kurikulum, (2) struktur
kurikulum, (3) standar kompetensi dan kompetensi dasar, (4) beban
belajar, dan (5) kalender pendidikan.
Muatan wajib yang harus ada dalam kurikulum adalah: pendidikan
agama; pendidikan kewarganegaraan; bahasa; matematika; ilmu
pengetahuan alam; ilmu pengetahuan sosial; seni dan budaya; pendidikan
jasmani, olahraga, dan kesehatan; keterampilan/kejuruan; muatan lokal;
dan pengembangan diri. Masing-masing muatan memiliki tujuan

71
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

pendidikan yang berbeda dan berpeluang untuk memasukkan kecakapan


hidup secara terintegratif. Berikut ini disajikan format tabel analisis untuk
mengintegrasikan kecakapan hidup dalam materi muatan wajib yang
mengacu pada tujuan pendidikan.

a) Kecakapan Personal Kecakapan Sosial Kecakapan Akademik


Kecakapan Vokasional
(1) Pendidikan agama Membentuk peserta didik menjadi manusia
yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
(2) Pendidikan Kewargane-garaan Membentuk peserta didik menjadi
warga negara yang memiliki wawasan dan rasa kebersamaan,
cinta tanah air, serta bersikap dan berperilaku demokratis
(3) Bahasa Membentuk peserta didik mampu berkomunikasi secara
efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara
lisan maupun tulisan
(4) Matematika Mengembangkan logika dan kemampuan berpikir
peserta didik
(5) Ilmu Pengetahuan Alam Mengembangkan pengetahuan, dan
kemampuan analisis peserta didik terhadap lingkungan alam dan
sekitarnya
(6) Ilmu Pengetahuan Sosial Mengembangkan pengetahuan,
pemahaman, dan kemampuan analisis peserta didik terhadap
kondisi sosial masyarakat
(7) Seni dan Budaya Membentuk karakter peserta didik menjadi
manusia yang memiliki rasa seni dan pemahaman budaya
(8) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan Membentuk
karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, serta
menumbuhkan rasa sportivitas
(9) Keterampilan/Bahasa Asing/TIK Membentuk peserta didik
menjadi manusia yang memilikiketerampilan
(10) Muatan Lokal Membentuk pemahaman terhadap potensi sesuai
dengan ciri khas di daerah tempat tinggalnya

72
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

(11) Pengembangan Diri Memberikan kesempatan kepada peserta


didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai
dengan kebutuhan, minat, dan bakat
b) Pengembangan Model Pembelajaran Pendidikan Kecakapan
Hidup
Keberhasilan pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup sangat
ditentukan oleh program/rancangan yang disusun sekolah dan
kreativitas guru dalam merumuskan dan menentukan metode
pembelajarannya. Langkah-langkah yang ditempuh dalam penyusunan
program pembelajaran sebagai berikut:
(1) Mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar.
(2) Mengidentifikasi bahan kajian/materi pembelajaran
(3) Mengembangkan indikator
(4) Mengembangkan kegiatan pembelajaran yang bermuatan
kecakapan hidup
(5) Menentukan bahan/alat/sumber yang digunakan
(6) Mengembangkan alat penilaian yang sesuai dengan aspek
kecakapan hidup

c) Prinsip-prinsip Pengembangan Model Kecakapan Hidup


Pendidikan kecakapan hidup dikembangkan dengan memperhatikan
beberapa hal berikut:
(1) Pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh baik keimanan,
ketaqwaan, dan akhlak mulia
(2) Mengakomodasi semua mata pelajaran untuk dapat menunjang
peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia, serta
meningkatkan toleransi dan kerukunan antar umat beragama
dengan mempertimbangkan norma-norma agama yang berlaku
(3) Memungkinkan pengembangan keragaman potensi, minat dan
bakat, kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan kinestetik
peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat
perkembangannya
(4) Sesuai tuntutan dunia kerja dan kebutuhan kehidupan
Program kecakapan hidup hendaknya memungkinkan untuk

73
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

membekali peserta didik dalam memasuki dunia kerja/usaha serta


relevan dengan kebutuhan kehidupan sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik
(5) Kecakapan-kecakapan yang perlu dikembangkan mencakup:
kecakapan personal, sosial, akademis, dan vokasional
(6) Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
(7) Mempertimbangkan lima kelompok mata pelajaran berikut:
a) Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
b) Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
c) Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
d) Kelompok mata pelajaran estetika
e) Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

d) Pengembangan Silabus
Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi
dasar ke dalam materi pembelajaran/bahan kajian, kegiatan
pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk proses
penilaian. Dalam mengembangkan silabus dan perangkat lainnya
mengacu pada Standar Isi yang ditetapkan oleh BSNP. Langkah-
langkah pengembangan silabus secara umum mencakup:
1. Menentukan standar kompetensi
2. Menentukan kompetensi dasar
3. Mengembangkan indikator, sebagai penjabaran dari SK dan KD
4. Menentukan materi pembelajaran
5. Merumuskan dan mengembangkan kegiatan pembelajaran yang
berorientasi kecakapan hidup
6. Mempertimbangkan alokasi waktu
7. Menentukan media/alat/sumber/bahan yang sesuai
8. Menentukan jenis dan bentuk penilaian

74
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Uraian masing-masing langkah dalam pengembangan silabus adalah


sebagai berikut:
a. Menentukan Standar Kompetensi
Standar kompetensi adalah kualifikasi kemampuan minimal peserta
didik yang menggambarkan penguasaan sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang diharapkan dicapai. Standar kompetensi yang
dipilih atau digunakan sesuai dengan yang terdapat dalam standar
kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran. Sebelum
menentukan atau memilih standar kompetensi, terlebih dahulu
mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran
dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1) urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau
tingkat kesulitan materi;
2) keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar
dalam mata pelajaran;
3) keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar
mata pelajaran.

b. Menentukan Kompetensi Dasar


Kompetensi dasar merupakan sejumlah kemampuan yang harus
dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan
untuk menyusun indikator kompetensi. Kompetensi dasar yang
digunakan atau dipilih sesuai dengan yang tercantum dalam standar
kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran. Sebelum
menentukan atau memilih kompetensi dasar, terlebih dahulu
mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran
dengan memperhatikan hal-hal berikut:
1) urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau
tingkat kesulitan materi;
2) keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar
dalam mata pelajaran;
3) keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar
mata pelajaran.

75
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

c. Merumuskan Indikator
Indikator merupakan penjabaran dari kompetensi dasar yang
menunjukkan tanda-tanda, perbuatan dan atau respon yang dilakukan
atau ditampilkan oleh peserta didik. Indikator dirumuskan sesuai
dengan karakteristik satuan pendidikan, potensi peserta didik, dan
dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan atau dapat
diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar dalam menyusun alat
penilaian. Kriteria merumuskan indikator:
1) sesuai tingkat perkembangan berpikir peserta didik.
2) berkaitan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.
3) memperhatikan aspek manfaat dalam kehidupan sehari-hari
4) harus dapat menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik
secara utuh [kognitif (pengetahuan dan pengembangan konsep),
afektif (sikap), dan psikomotor (keterampilan)
5) memperhatikan sumber-sumber belajar yang relevan
6) dapat diukur/dapat dikuantifikasi
7) memperhatikan ketercapaian standar lulusan secara nasional
8) berisi kata kerja operasional
9) tidak mengandung pengertian ganda (ambigu)

d. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran


Dalam mengidentifikasi materi pembelajaran harus
mempertimbangkan:
1) tingkat perkembangan fisik
2) tingkat perkembangan intelektual
3) tingkat perkembangan emosional
4) tingkat perkembangan sosial
5) tingkat perkembangan spritual
6) nilai guna dan manfaat
7) struktur keilmuan
8) kedalaman dan keluasan materi
9) relevansi dengan kebutuhan dan tuntutan lingkungan
10) alokasi waktu

76
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Selain itu juga harus memperhatikan beberapa hal berikut:


1 validitas materi; artinya materi harus teruji kebenaran dan
kesahihannya
2 tingkat kepentingan; materi yang diajarkan memang benar-benar
diperlukan oleh peserta didik
3 kebermanfaatan : materi memberikan dasar-dasar pengetahuan
dan keterampilan pada jenjang berikutnya
4 layak dipelajari : materi layak dipelajari baik dari aspek tingkat
kesulitan maupun aspek pemanfaatan bahan ajar
5 menarik minat (interest): materinya menarik minat peserta didik
dan memotivasinya untuk mempelajari lebih lanjut

e. Mengembangkan Kegiatan pembelajaran


Kegiatan pembelajaran adalah kegiatan fisik maupun mental yang
dilakukan peserta didik dalam berinteraksi dengan bahan ajar. Kriteria
dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran sebagai berikut:
i. kegiatan pembelajaran disusun bertujuan untuk memberikan bantuan
kepada guru, agar mereka dapat bekerja dan melaksanakan proses
pembelajaran secara profesional sesuai dengan tuntutan kurikulum
ii. kegiatan pembelajaran disusun berdasarkan atas satu tuntutan kompetensi
dasar secara utuh
iii. kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan
oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar
iv. kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik (student centered)
v. mengandung kegiatan-kegiatan yang mendorong peserta didik mencapai
kompetensi
vi. materi kegiatan pembelajaran dapat berupa pengetahuan, sikap, dan
keterampilan
vii. perumusan kegiatan pembelajaran harus jelas materi/konten yang ingin
dikuasai peserta didik
viii. penentuan urutan langkah pembelajaran sangat penting artinya bagi materi-
materi yang memerlukan prasyarat tertentu

77
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

ix. pendekatan pembelajaran yang digunakan bersifat spiral (mudah-sukar;


konkret-abstrak; dekat-jauh) dan juga memerlukan urutan pembelajaran
yang terstruktur
x. rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung
dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan kegiatan pembelajaran
peserta didik, yaitu kegiatan peserta didik dan materi

Dalam memilih kegiatan peserta didik perlu mempertimbangkan hal-hal


sebagai berikut:
memberikan peluang bagi peserta didik untuk mencari, mengolah
dan menemukan sendiri pengetahuan, di bawah bimbingan guru
mencerminkan ciri khas dalam pengembangan kemampuan mata
pelajaran.
disesuaikan dengan kemampuan peserta didik, sumber belajar dan
sarana yang tersedia
bervariasi dengan mengkombinasikan kegiatan individu atau
perorangan, berpasangan, kelompok, dan klasikal
memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual peserta
didik seperti: bakat, minat, kemampuan, latar belakang keluarga,
sosial-ekonomi dan budaya serta masalah khusus yang dihadapi
peserta didik yang bersangkutan.

2. Menentukan Jenis dan Bentuk Penilaian


1. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh,
menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar
peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan,
sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan
keputusan. Kriteria penilaian:
2. penulisan jenis penilaian harus disertai dengan aspek-aspek yang akan
dinilai sehingga memudahkan dalam pembuatan soal-soalnya
3. penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian indikator.
4. penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa
dilakukan peserta didik setelah peserta didik mengikuti proses

78
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap


kelompoknya.
5. sistem penilaian yang berkelanjutan, artinya semua indikator ditagih,
kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang
telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan peserta
didik.
6. hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindakan perbaikan, berupa
program remedi. Apabila peserta didik belum menguasai suatu
kompetensi dasar, ia harus mengikuti proses pembelajaran lagi (remedial),
sedang bila telah menguasai kompetensi dasar, ia diberi tugas pengayaan.
7. dalam sistem penilaian berkelanjutan, guru harus membuat kisi-kisi
penilaian dan rancangan penilaian secara menyeluruh untuk satu semester
dengan menggunakan teknik penilaian yang tepat
8. penilaian dilakukan untuk menyeimbangkan berbagai aspek pembelajaran:
kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan menggunakan berbagai model
penilaian, formal dan tidak formal secara berkesinambungan.
9. penilaian merupakan suatu proses pengumpulan pelajaran dan penggunaan
informasi tentang hasil belajar peserta didik dengan menerapkan prinsip
penilaian berkelanjutan, bukti-bukti otentik, akurat dan konsisten sebagai
akuntabilitas publik.
10. penilaian merupakan proses identifikasi pencapaian kompetensi dan hasil
belajar yang dikemukakan melalui pernyataan yang jelas tentang standar
yang harus dan telah dicapai disertai dengan peta kemajuan hasil belajar
peserta didik.
11. penilaian berorientasi pada standar kompetensi, kompetensi dasar dan
indikator Dengan demikian hasil penilaian akan memberikan gambaran
mengenai perkembangan pencapaian kompetensi.
12. penilaian dilakukan secara berkelanjutan (direncanakan dan dilakukan
terus-menerus) guna mendapatkan gambaran yang utuh mengenai
perkembangan penguasaan kompetensi oleh peserta didik, baik sebagai
efek langsung (main effect) maupun efek pengiring (nurturant effect) dari
proses pembelajaran.
13. sistem penilaian harus disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran yang
ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran

79
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus


diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik
wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang
berupa informasi yang dibutuhkan.

3. Mempertimbangkan Alokasi Waktu


Alokasi waktu adalah waktu yang dibutuhkan untuk ketercapaian satu
kompetensi dasar, dengan memperhatikan:
i. minggu efektif per semester
ii. alokasi waktu per mata pelajaran
iii. jumlah kompetensi per semester
Apabila pendidikan kecakapan hidup dilakukan secara terintegrasi dengan
mata pelajaran.

4. Menentukan Sumber/Bahan/Alat/Media
1) Sumber
Merupakan rujukan, referensi atau literatur yang digunakan dalam penyusunan
silabus atau pembelajaran.
2) Bahan
Bahan adalah segala sesuatu yang diperlukan dalam proses praktikum atau
pembelajaran lain, misalnya: milimeter blok, benang, daun, kertas, tanah liat,
glukosa, dan bahan lain yang relevan
3) Alat/Media
Alat/media adalah segala sesuatu yang digunakan dalam proses pembelajaran
baik melalui praktikum maupun pembelajaran lainnya, misalnya: slide, alat
bantu belajar, mikroskop, gelas ukur, globe, harmonika, matras, dan
sebagainya.

Dalam implementasinya, silabus perlu dijabarkan dalam rencana pelaksanaan


pembelajaran. Oleh karena itu, silabus harus dikaji dan dikembangkan secara
berkelanjutan dengan memperhatikan masukan dari evaluasi hasil belajar, evaluasi
proses (pelaksanaan pembelajaran), dan evaluasi rencana pembelajaran.
Pola Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup

80
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Pada intinya pendidikan kecakapan hidup membantu peserta didik dalam


mengembangkan kemampuan belajar, menyadari dan mensyukuri potensi diri untuk
dikembangkan dan diamalkan, berani menghadapi problema kehidupan, serta
memecahkannya secara kreatif. Pendidikan kecakapan hidup bukanlah mata pelajaran,
sehingga dalam pelaksanaannya tidak perlu merubah kurikulum dan menciptakan mata
pelajaran baru. Yang diperlukan disini adalah mereorientasi pendidikan dari mata
pelajaran ke orientasi pendidikan kecakapan hidup melalui pengintegrasian kegiatan-
kegiatan yang pada prinsipnya membekali peserta didik terhadap kemampuan-
kemampuan tertentu agar dapat diterapkan dalam kehidupan keseharian peserta didik.
Pemahaman ini memberikan arti bahwa mata pelajaran dipahami sebagai alat dan bukan
tujuan untuk mengembangkan kecakapan hidup yang nantinya akan digunakan oleh
peserta didik dalam menghadapi kehidupan nyata. Prinsip-prinsip pelaksanaan pendidikan
kecakapan hidup sebagai berikut:
1. Tidak mengubah sistem pendidikan yang berlaku
2. Tidak mengubah kurikulum yang berlaku
3. Pembelajaran menggunakan prinsip empat pilar, yaitu: belajar untuk tahu, belajar
menjadi diri sendiri, belajar untuk melakukan, dan belajar untuk mencapai kehidupan
bersama
4. Belajar konstekstual (mengkaitkan dengan kehidupan nyata) dengan menggunakan
potensi lingkungan sekitar sebagai wahana pendidikan
5. Mengarah kepada tercapainya hidup sehat dan berkualitas, memperluas wawasan dan
pengetahuan, dan memiliki akses untuk memenuhi standar hidup secara layak.

A. Prinsip Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup


Keempat dimensi kecakapan hidup secara berkelanjutan harus dimiliki oleh
peserta didik sejak TK hingga sekolah menengah, dan bahkan perguruan tinggi
sekalipun. Akan tetapi dalam praktik pengembangannya, penekanan pendidikan
kecakapan hidup tetap mempertimbangkan tingkat perkembangan peserta didik
sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan. Kecakapan hidup pada TK dan
sekolah dasar (SD) berbeda dengan sekolah menengah pertama (SMP), demikian
pula kecakapan hidup pada sekolah menengah pertama berbeda dengan sekolah
menengah atas (SMA), bergantung kepada tingkat perkembagan psikologis dan
fisiologis peserta didik. Gambar berikut ini merupakan contoh dominasi

81
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

pendidikan kecakapan hidup pada jenis/jenjang pendidikan TK/SD/ SMP, SMA,


dan SMK.

B. Pendidikan Kecakapan Hidup di Tiap Jenjang Pendidikan


Peningkatan mutu pendidikan merupakan sebuah komitmen bersama yang harus
dipegang teguh. Oleh karena itu, pendidikan kecakapan hidup sebagai salah satu
upaya dalam melahirkan generasi yang bukan hanya mampu hidup tetapi juga
mampu bertahan hidup, dan bahkan dapat unggul (excel) dalam kehidupan
dikemudian hari. Contoh dominasi pendidikan kecakapan hidup sebagaimana
dipaparkan dalam gambar di atas, memperlihatkan bahwa pendidikan kecapakan
hidup pada jenjang TK/SD/SMP lebih menekankan kepada kecakapan hidup
umum (generic life skill), yaitu mencakup aspek kecakapan personal (personal
skill) dan kecakapan sosial (social skill). Hal ini memberikan gambaran bahwa
untuk jenjang yang lebih rendah lebih berorientasi pada kecakapan hidup yang
bersifat dasar/umum sesuai dengan tingkat perkembangannya. Bukan berarti
bahwa pada jenjang ini tidak perlu dikembangkan kecakapan hidup spesifik
(specific life skill), yakni kecakapan akademik dan vokasional, akan tetapi
apabila dikembangkan maka baru pada tataran awal, misalnya berpikir kritis dan
rasional, menumbuhkan sikap jujur dan toleransi.
Aspek dasar yang harus dimiliki peserta didik pada jenjang pendidikan
TK/SD/SMP adalah kecakapan personal dan sosial yang sering disebut sebagai
kecakapan generik (generic life skill). Proses pembelajaran dengan pembenahan
aspek personal dan sosial merupakan prasyarat yang harus diupayakan
berlangsung pada jenjang ini. Peserta didik pada usia TK/SD/SMP tidak hanya
membutuhkan kecakapan membaca-membaca-berhitung, melainkan juga butuh
suatu kecakapan lain yang mengajaknya untuk cakap bernalar dan memahami
kehidupan secara arif, sehingga pada masanya peserta didik dapat berkembang,
kreatif, produktif, kritis, jujur untuk menjadi manusia-manusia yang unggul dan
pekerja keras. Pendidikan kecakapan hidup pada jenjang ini lebih menekankan
kepada pembelajaran akhlak sebagai dasar pembentukan nilai-nilai dasar
kebajikan (basic goodness), seperti: kejujuran, kebaikan, kepatuhan, keadilan,
etos kerja, kepahlawanan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta
kemampuan bersosialisasi.

82
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

6. Kecakapan personal (personal skill)


Kecapakan personal mencakup kesadaran diri dan berpikir rasional. Kesadaran diri
merupakan tuntutan mendasar bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi
dirinya di masa mendatang. Kesadaran diri dibedakan menjadi dua, yaitu: (1)
kesadaran akan eksistensi diri sebagai makhluk Tuhan YME, makhluk sosial, dan
makhluk lingkungan, dan (2) kesadaran akan potensi diri dan dorongan untuk
mengembangkannya. (Dikdasmen, 2004 diolah).
(1) Kesadaran diri difokuskan pada kemampuan peserta didik untuk melihat sendiri
potret dirinya
Pada tataran yang lebih rendah peserta didik akan melihat dirinya dalam
hubungannya dengan lingkungan keluarga, kebiasaannya, kegemarannya, dan
sebagainya. Pada tataran yang lebih tinggi, peserta didik akan semakin memahami
posisi drinya di lingkungan kelasnya, sekolahnya, desanya, kotanya, dan seterusnya,
minat, bakat, dan sebagainya.
(2) Kecakapan berpikir merupakan kecakapan dalam menggunakan rasio atau pikiran.
Kecakapan ini meliputi kecakapan menggali informasi, mengolah informasi, dan
mengambil keputusan secara cerdas, serta mampu memecahkan masalah secara tepat
dan baik. Pada jenjang pendidikan menengah (SMP dan SMA) ketiga kecakapan
tersebut jauh lebih kompleks ketimbang dengan tingkat sekolah dasar (SD).
Sebagaimana diketahui bahwa dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK),
kemampuan berpikir mengambil keputusan secara cerdas dan memecahkan masalah
secara baik dan tepat menjadi isue utama dalam pembelajaran kecakapan hidup pada
peserta didik sekolah menengah (Wasino 2004, diolah).

7. Kecakapan sosial (social skill)


Kecakapan sosial dapat dipilah menjadi dua jenis utama, yaitu (1) kecakapan
berkomunikasi, dan (2) kecakapan bekerjasama
(1) Kecakapan berkomunikasi
Kecakapan berkomunikasi dapat dilakukan baik secara lisan maupun tulisan.
Sebagai makhluk sosial yang hidup dalam masyarakat tempat tinggal maupun
tempat kerja, peserta didik sangat memerlukan kecakapan berkomunikasi baik
secara lisan maupun tulisan. Dalam realitasnya, komunikasi lisan ternyata tidak
mudah dilakukan. Seringkali orang tidak dapat menerima pendapat lawan
bicaranya, bukan karena isi atau gagasannya tetapi karena cara penyampaiannya

83
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

yang kurang berkenan. Dalam hal ini diperlukan kemampuan bagaimana memilih
kata dan cara menyampaikan agar mudah dimengerti oleh lawan bicaranya.
Karena komunikasi secara lisan adalah sangat penting, maka perlu
ditumbuhkembangkan sejak dini kepada peserta didik. Lain halnya dengan
komunikasi secara tertulis. Dalam hal ini diperlukan kecakapan bagaimana cara
menyampaikan pesan secara tertulis dengan pilihan kalimat, kata-kata, tata
bahasa, dan aturan lainnya agar mudah dipahami orang atau pembaca lain.
(2) Kecakapan bekerjasama
Bekerja dalam kelompok atau tim merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat
dielakkan sepanjang manusia hidup. Salah satu hal yang diperlukan untuk bekerja
dalam kelompok adalah adanya kerjasama. Kemampuan bekerjasama perlu
dikembangkan agar peserta didik terbiasa memecahkan masalah yang sifatnya
agak kompleks. Kerjasama yang dimaksudkan adalah bekerjasama adanya saling
pengertian dan membantu antar sesama untuk mencapai tujuan yang baik, hal ini
agar peserta didik terbiasa dan dapat membangun semangat komunitas yang
harmonis.
(3) Kecakapan akademik (academic skill)
Kecakapan akademik seringkali disebut juga kecakapan intelektual atau
kemampuan berpikir ilmiah yang pada dasarnya merupakan pengembangan dari
kecakapan berpikir secara umum, namun mengarah kepada kegiatan yang bersifat
keilmuan. Kecakapan ini mencakup antara lain kecakapan mengidentifikasi
variabel, menjelaskan hubungan suatu fenomena tertentu, merumuskan hipotesis,
merancang dan melaksanakan penelitian. Untuk membangun kecakapan-
kecakapan tersebut diperlukan pula sikap ilmiah, kritis, obyektif, dan transparan.

(4) Kecakapan vokasional (vocational skill)


Kecakapan ini seringkali disebut dengan kecakapan kejuruan, artinya suatu
kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di
masyarakat atau lingkungan peserta didik. Kecakapan vokasional lebih cocok
untuk peserta didik yang menekuni pekerjaan yang mengandalkan keterampilan
psikomotorik daripada kecakapan berpikir ilmiah. Namun bukan berarti peserta
didik tidak layak untuk menekuni bidang kejuruan seperti ini. Misalnya
merangkai dan mengoperasikan komputer. Kecakapan vokasional memiliki dua
bagian, yaitu: kecakapan vokasional dasar dan kecakapan vokasional khusus

84
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

yang sudah terkait dengan bidang pekerjaan tertentu seperti halnya pada peserta
didik dalam Kecakapan dasar vokasional bertalian dengan bagaimana peserta
didik menggunakan alat sederhana, misalnya: obeng, palu, dsb; melakukan gerak
dasar, dan membaca gambar sederhana. Kecakapan ini terkait dengan sikap taat
asas, presisi, akurasi, dan tepat waktu yang mengarah kepada perilaku produktif.
Sedangkan vokasional khusus hanya diperlukan bagi mereka yang akan
menekuni pekerjaan yang sesuai dengan bidangnya. Misalnya pekerja montir,
apoteker, tukang, tehnisi, atau meramu menu bagi yang menekuni pekerjaan tata
boga, dan sebagainya.

8. Penekanan Pendidikan Kecakapan Hidup di Tiap Jenjang Pendidikan


Secara umum dapat dikatakan bahwa pendidikan kecakapan hidup yang diberikan
sampai dengan jenjang sekolah menengah lebih berorientasi pada upaya
mempersiapkan peserta didik menghadapi era informasi dan era globalisasi. Pada
intinya pendidikan kecakapan hidup ini membantu dan membekali peserta didik
dalam pengembangan kemampuan belajar, menyadari dan mensyukuri potensi diri,
berani menghadapi problema kehidupan, serta mampu memecahkan persoalan secara
kreatif. Pendidikan kecakapan hidup bukan mata pelajaran baru, akan tetapi sebagai
alat dan bukan sebagai tujuan. Penerapan konsep pendidikan kecakapan hidup terkait
dengan kondisi peserta didik dan lingkungannya seperti substansi yang dipelajari,
karakter peserta didik, kondisi sekolah dan lingkungannya.
Lebih lanjut penekanan pembelajaran kecakapan hidup pada masing-masing jenjang
dapat digambarkan sebagai berikut
Pendidikan kecakapan hidup bukan sebagai mata pelajaran melainkan bagian dari
materi pendidikan yang terintegrasi dalam mata pelajaran. Perangkat pembelajaran
untuk semua jenis baik mata pelajaran maupun jenjang pendidikan yang
mengintegrasikan kecakapan hidup, dirancang/disusun secara kontekstual,
sebagaimana digambarkan dalam ilustrasi berikut ini.

C. Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup


Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup terintegrasi dengan beragam mata
pelajaran yang ada di semua jenis dan jenjang pendidikan. Misalnya pada mata
pelajaran Matematika yang mengintegrasikan pendidikan kecakapan hidup di
dalamnya, selain mengajarkan peserta didik agar pandai matematika, juga pandai

85
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari, seperti: membaca data, menganalisis


data, membuat kesimpulan, mempelajari ilmu lain, dan sebagainya.
Langkah-langkah yang dapat ditempuh dalam menjabarkan kecakapan hidup yang
terintegrasi dalam mata pelajaran, antara lain:
a. melakukan identifikasi unsur kecakapan hidup yang dikembangkan dalam
kehidupan nyata yang dituangkan dalam bentuk kegiatan pembelajaran
b. melakukan identifikasi pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang
mendukung kecakapan hidup
c. mengklasifikasi dalam bentuk topik/tema dari mata pelajaran yang sesuai dengan
kecakapan hidup
d. menentukan metode pembelajaran
e. merancang bentuk dan jenis penilaian

SD Negeri Hambalang 05 Kabupaten Bogor memberikan pendidikan kecakapan hidup,


yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan
kecakapan vokasional, secara terpadu dan merupakan bagian integral dari pendidikan
semua mata pelajaran, muatan lokal dan pengembangan diri.

8) Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Secara umum pendidikan kecakapan hidup bertujuan memfungsikan pendidikan sesuai


dengan fitrahnya, yaitu mengembangkan potensi manusiawi peserta didik untuk
menghadapi perannya di masa datang. Secara khusus pendidikan yang berorientasi
pada kecakapan hidup bertujuan untuk: 1. mengaktualisasikan potensi peserta didik
sehingga dapat digunakan untuk memecahkan problema yang dihadapi; 2. merancang
pendidikan agar fungsional bagi kehidupan peserta didik dalam menghadapi
kehidupannya di masa datang; 3. memberikan kesempatan kepada sekolah untuk
pengembangkan pembelajaran yang fleksibel, sesuai dengan prinsip pendidikan
berbasis luas, dan; 4. mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya di lingkungan
sekolah, dengan memberi peluang pemanfaatan sumberdaya yang ada di masyarakat,
sesuai dengan prinsip manajemen berbasis sekolah. Sementara itu, buku ini ditulis
dengan tujuan menjelaskan konsep pendidikan kecakapan hidup (PKH/fe skill
education) dan penerapannya pada tiap jenis dan jenjang pendidikan. G. Manfaat

86
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Secara umum manfaat pendidikan berorientasi pada kecakapan hidup bagi peserta
didik adalah sebagai bekal dalam menghadapi dan memecahkan problema hidup dan
kehidupan, baik sebagai pribadi yang mandiri, warga masyarakat, maupun sebagai
warga negara. Jika hal itu dapat dicapai, maka faktor ketergantungan terhadap
lapangan pekerjaan yang sudah ada dapat diturunkan, yang berarti produktivitas
nasional akan meningkat secara bertahap. Buku singkat ini diharapkan dapat
dimanfaatkan, baik oleh kalangan pendidikan maupun masyarakat luas sebagai
panduan dalam memahami konsep kecakapan hidup dan menerapkannya sesuai
prinsip pendidikan berbasis luas. Sebagai suatu konsep, pendidikan kecakapan hidup
tentu terbuka dan memang akan terus berkembang, namun dengan adanya buku ini,
paling tidak semua pihak terkait dapat menyamakan persepsi tentang apa itu
kecakapan hidup, pendidikan kecakapan hidup, serta pendidikan berbasis luas dan
pendidikan berbasis masyarakat.
a. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang
memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam
aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi,
ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan
kompetensi peserta didik.
b. Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan
pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.
c. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian
dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan
lokal.
d. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari
satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh
akreditasi.

Keterampilan lokal dan global SD Negeri Hambalang 05 adalah mempromosikan Home


Industri alas kaki Sepatu dan Sandal

87
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

1. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global SD Negeri Hambalang


05

Kelas
Materi
Memperkenalkan Industri Alas Kaki
Memperkenalkan Industri Kreatif Alas Kaki
Memperkenalkan Industri Hand made Alas Kaki sebagai sebuah kerajian
Memperkenalkan Cara Pembuatan Alas Kaki
4, 5, 6
Memperkenalkan Cara Pemasasaran Alas Kaki
Memperkenalkan Cara Pendistribusian Alas Kaki

88
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

9) Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Latar Belakang

Persoalan budaya dan karakter bangsa kini menjadi sorotan tajammasyarakat.


Sorotan itu mengenai berbagai aspek kehidupan, tertuang dalam berbagai tulisan di
media cetak, wawancara, dialog, dan gelar wicara di media elektronik. Selain di
media masa, para pemuka masyarakat, para ahli, dan para pengamat pendidikan, dan
pengamat sosial berbicara mengenai persoalan budaya dan karakter bangsa di
berbagai forum seminar, baik pada tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Persoalan yang muncul di masyarakat seperti korupsi, kekerasan, kejahatan seksual,
perusakan, perkelahian massa, kehidupan ekonomi yang konsumtif, kehidupn politik
yang tidak produktif, dan sebagainya menjadi topik pembahasan hangat di media
massa, seminar, dan di berbagai kesempatan. Berbagai alternatif penyelesaian
diajukan seperti peraturan, undang-undang, peningkatan upaya pelaksanaan dan
penerapan hukum yang lebih kuat.

Alternatif lain yang banyak dikemukakan untuk mengatasi, paling tidak


mengurangi, masalah budaya dan karakter bangsa yang dibicarakan itu adalah
pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai alternatif yang bersifat preventif karena
pendidikan membangun generasi baru bangsa yang lebih baik. Sebagai alternatif yang
bersifat preventif, pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kualitas generasi
muda bangsa dalam berbagai aspek yang dapat memperkecil dan mengurangi
penyebab berbagai masalah budaya dan karakter bangsa. Memang diakui bahwa hasil
dari pendidikan akan terlihat dampaknya dalam waktu yang tidak segera, tetapi
memiliki daya tahan dan dampak yang kuat di masyarakat.

Kurikulum adalah jantungnya pendidikan (curriculum is the heart of education).


Oleh karena itu, sudah seharusnya kurikulum saat ini, memberikan perhatian yang
lebih besar pada pendidikan budaya dan karakter bangsa dibandingkan kurikulum
masa sebelumnya. Pendapat yang dikemukakan para pemuka masyarakat, ahli
pendidikan, para pemerhati pendidikan dan anggota masyarakat lainnya di berbagai
media massa, seminar, dan sarasehan yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan
Nasional pada awal tahun 2010 menggambarkan adanya kebutuhan masyarakat yang
kuat akan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Apalagi jika dikaji, bahwa

89
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

kebutuhan itu, secara imperatif, adalah sebagai kualitas manusia Indonesia yang
dirumuskan dalam Tujuan Pendidikan Nasional.

Kepedulian masyarakat mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa telah


pula menjadi kepedulian pemerintah. Berbagai upaya pengembangan pendidikan
budaya dan karakter bangsa telah dilakukan di berbagai direktorat dan bagian di
berbagai lembaga pemerintah, terutama di berbagai unit Kementrian Pendidikan
Nasional. Upaya pengembangan itu berkenaan dengan berbagai jenjang dan jalur
pendidikan walaupun sifatnya belum menyeluruh. Keinginan masyarakat dan
kepedulian pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter bangsa, akhirnya
berakumulasi pada kebijakan pemerintah mengenai pendidikan budaya dan karakter
bangsa dan menjadi salah satu program unggulan pemerintah, paling tidak untuk
masa 5 (lima) tahun mendatang. Pedoman sekolah ini adalah rancangan
operasionalisasi kebijakan pemerintah dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa.

Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan
nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di
Indonesia. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan, Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan
menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Tujuan pendidikan
nasional itu merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus
dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan
pendidikan nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan
karakter bangsa.

Untuk mendapatkan wawasan mengenai arti pendidikan budaya dan karakter bangsa
perlu dikemukakan pengertian istilah budaya, karakter bangsa, dan pendidikan.
Pengertian yang dikemukakan di sini dikemukakan secara teknis dan digunakan
dalam mengembangkan pedoman ini. Guru-guru Antropologi, Pendidikan
Kewarganegaraan, dan mata pelajaran lain, yang istilah-istilah itu menjadi pokok

90
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

bahasan dalam mata pelajaran terkait, tetap memiliki kebebasan sepenuhnya


membahas dan berargumentasi mengenai istilah-istilah tersebut secara akademik.

Budaya diartikan sebagai keseluruhan sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan
keyakinan (belief) manusia yang dihasilkan masyarakat. Sistem berpikir, nilai, moral,
norma, dan keyakinan itu adalah hasil dari interaksi manusia dengan sesamanya dan
lingkungan alamnya. Sistem berpikir, nilai, moral, norma dan keyakinan itu
digunakan dalam kehidupan manusia dan menghasilkan sistem sosial, sistem
ekonomi, sistem kepercayaan, sistem pengetahuan, teknologi, seni, dan sebagainya.
Manusia sebagai makhluk sosial menjadi penghasil sistem berpikir, nilai, moral,
norma, dan keyakinan; akan tetapi juga dalam interaksi dengan sesama manusia dan
alam kehidupan, manusia diatur oleh sistem berpikir, nilai, moral, norma, dan
keyakinan yang telah dihasilkannya. Ketika kehidupan manusia terus berkembang,
maka yang berkembang sesungguhnya adalah sistem sosial, sistem ekonomi, sistem
kepercayaan, ilmu, teknologi, serta seni. Pendidikan merupakan upaya terencana
dalam mengembangkan potensi peserta didik, sehingga mereka memiliki sistem
berpikir, nilai, moral, dan keyakinan yang diwariskan masyarakatnya dan
mengembangkan warisan tersebut ke arah yang sesuai untuk kehidupan masa kini dan
masa mendatang.

Karakter adalah watak, tabiat, akhlak, atau kepribadian seseorang yang terbentuk
dari hasil internalisasi berbagai kebajikan (virtues) yang diyakini dan digunakan
sebagai landasan untuk cara pandang, berpikir, bersikap, dan bertindak. Kebajikan
terdiri atas sejumlah nilai, moral, dan norma, seperti jujur, berani bertindak, dapat
dipercaya, dan hormat kepada orang lain. Interaksi seseorang dengan orang lain
menumbuhkan karakter masyarakat dan karakter bangsa. Oleh karena itu,
pengembangan karakter bangsa hanya dapat dilakukan melalui pengembangan
karakter individu seseorang. Akan tetapi, karena manusia hidup dalam ligkungan
sosial dan budaya tertentu, maka pengembangan karakter individu seseorang hanya
dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang berangkutan. Artinya,
pengembangan budaya dan karakter bangsa hanya dapat dilakukan dalam suatu
proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial,budaya
masyarakat, dan budaya bangsa. Lingkungan sosial dan budaya bangsa adalah
Pancasila; jadi pendidikan budaya dan karakter bangsa haruslah berdasarkan nilai-
nilai Pancasila. Dengan kata lain, mendidik budaya dan karakter bangsa adalah

91
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati,
otak, dan fisik.

Pendidikan adalah suatu usaha yang sadar dan sistematis dalam mengembangkan
potensi peserta didik. Pendidikan adalah juga suatu usaha masyarakat dan bangsa
dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan
masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan. Keberlangsungan itu ditandai
oleh pewarisan budaya dan karakter yang telah dimiliki masyarakat dan bangsa. Oleh
karena itu, pendidikan adalah proses pewarisan budaya dan karakter bangsa bagi
generasi muda dan juga proses pengembangan budaya dan karakter bangsa untuk
peningkatan kualitas kehidupan masyarakat dan bangsa di masa mendatang. Dalam
proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik
mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan
nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat,
mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, serta mengembangkan
kehidupan bangsa yang bermartabat.

Atas dasar pemikiran itu, pengembangan pendidikan budaya dan karakter sangat
strategis bagi keberlangsungan dan keunggulan bangsa di masa mendatang.
Pengembangan itu harus dilakukan melalui perencanaan yang baik, pendekatan yang
sesuai, dan metode belajar serta pembelajaran yang efektif. Sesuai dengan sifat suatu
nilai, pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah usaha bersama sekolah; oleh
karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua guru dan pemimpin sekolah,
melalui semua mata pelajaran, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya
sekolah.

Landasan Pedagogis Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Pendidikan adalah suatu upaya sadar untuk mengembangkan potensi peserta


didik secara optimal. Usaha sadar itu tidak boleh dilepaskan dari lingkungan peserta
didik berada, terutama dari lingkungan budayanya, karena peserta didik hidup tak
terpishkan dalam lingkungannya dan bertindak sesuai dengan kaidah-kaidah
budayanya. Pendidikan yang tidak dilandasi oleh prinsip itu akan menyebabkan
peserta didik tercerabut dari akar budayanya. Ketika hal ini terjadi, maka mereka
tidak akan mengenal budayanya dengan baik sehingga ia menjadi orang asing

92
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

dalam lingkungan budayanya. Selain menjadi orang asing, yang lebih


mengkhawatirkan adalah dia menjadi orang yang tidak menyukai budayanya.

Budaya, yang menyebabkan peserta didik tumbuh dan berkembang, dimulai dari
budaya di lingkungan terdekat (kampung, RT, RW, desa) berkembang ke lingkungan
yang lebih luas yaitu budaya nasional bangsa dan budaya universal yang dianut oleh
ummat manusia. Apabila peserta didik menjadi asing dari budaya terdekat maka dia
tidak mengenal dengan baik budaya bangsa dan dia tidak mengenal dirinya sebagai
anggota budaya bangsa. Dalam situasi demikian, dia sangat rentan terhadap pengaruh
budaya luar dan bahkan cenderung untuk menerima budaya luar tanpa proses
pertimbangan (valueing). Kecenderungan itu terjadi karena dia tidak memiliki norma
dan nilai budaya nasionalnya yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan
pertimbangan (valueing).

Semakin kuat seseorang memiliki dasar pertimbangan, semakin kuat pula


kecenderungan untuk tumbuh dan berkembang menjadi warga negara yang baik.
Pada titik kulminasinya, norma dan nilai budaya secara kolektif pada tingkat makro
akan menjadi norma dan nilai budaya bangsa. Dengan demikian, peserta didik akan
menjadi warga negara Indonesia yang memiliki wawasan, cara berpikir, cara
bertindak, dan cara menyelesaikan masalah sesuai dengan norma dan nilai ciri ke-
Indonesiaannya. Hal ini sesuai dengan fungsi utama pendidikan yang diamanatkan
dalam UU Sisdiknas, mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Oleh karena itu, aturan dasar yang mengatur pendidikan nasional (UUD 1945 dan
UU Sisdiknas) sudah memberikan landasan yang kokoh untuk mengembangkan
keseluruhan potensi diri seseorang sebagai anggota masyarakat dan bangsa.

Pendidikan adalah suatu proses enkulturasi, berfungsi mewariskan nilai-nilai dan


prestasi masa lalu ke generasi mendatang. Nilai-nilai dan prestasi itu merupakan
kebanggaan bangsa dan menjadikan bangsa itu dikenal oleh bangsa-bangsa lain.
Selain mewariskan, pendidikan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan nilai-
nilai budaya dan prestasi masa lalu itu menjadi nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai
dengan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang, serta mengembangkan
prestasi baru yang menjadi karakter baru bangsa. Oleh karena itu, pendidikan budaya
dan karakter bangsa merupakan inti dari suatu proses pendidikan.

93
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Proses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itu


menghendaki suatu proses yang berkelanjutan, dilakukan melalui berbagai mata
pelajaran yang ada dalam kurikulum (kewarganegaraan, sejarah, geografi, ekonomi,
sosiologi, antropologi, bahasa Indonesia, IPS, IPA, matematika, agama, pendidikan
jasmani dan olahraga, seni, serta ketrampilan). Dalam mengembangkan pendidikan
karakter bangsa, kesadaran akan siapa dirinya dan bangsanya adalah bagian yang
teramat penting. Kesadaran tersebut hanya dapat terbangun dengan baik melalui
sejarah yang memberikan pencerahan dan penjelasan mengenai siapa diribangsanya
di masa lalu yang menghasilkan dirinya dan bangsanya di masa kini. Selain itu,
pendidikan harus membangun pula kesadaran, pengetahuan, wawasan, dan nilai
berkenaan dengan lingkungan tempat diri dan bangsanya hidup (geografi), nilai yang
hidup di masyarakat (antropologi), sistem sosial yang berlaku dan sedang
berkembang (sosiologi), sistem ketatanegaraan, pemerintahan, dan politik
(ketatanegaraan/politik/ kewarganegaraan), bahasa Indonesia dengan cara
berpikirnya, kehidupan perekonomian, ilmu, teknologi, dan seni. Artinya, perlu ada
upaya terobosan kurikulum berupa pengembangan nilai-nilai yang menjadi dasar bagi
pendidikan budaya dan karakter bangsa. Dengan terobosan kurikulum yang
demikian, nilai dan karakter yang dikembangkan pada diri peserta didik akan sangat
kokoh dan memiliki dampak nyata dalam kehidupan diri, masyarakat, bangsa, dan
bahkan umat manusia.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau
kebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. Kebajikan yang
menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. Oleh karena itu pendidikan
budaya dan karakter bangsa pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang
berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia, agama, budaya, dan
nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional.

Fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:

1. pengembangan: pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi pribadi


berperilaku baik; ini bagi peserta didik yang telah memiliki sikap dan perilaku
yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa;

94
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

2. perbaikan: memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk bertanggung jawab


dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih bermartabat; dan
3. penyaring: untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya bangsa lain yang
tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang bermartabat.

Tujuan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah:

1. mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan


warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;
2. mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan
dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;
3. menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai
generasi penerus bangsa;
4. mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri,
kreatif, berwawasan kebangsaan; dan
5. mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar
yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan, serta dengan rasa
kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).

Nilai-nilai dalam Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa


diidentifikasi dari sumber-sumber berikut ini.

1. Agama: masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Oleh karena


itu, kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada
ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan
pun didasari pada nilai-nilai yang berasal dari agama. Atas dasar
pertimbangan itu, maka nilai-nilai pendidikan budaya dan karakter
bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai dan kaidah yang berasal dari
agama.

2. Pancasila: negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-


prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila.
Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih

95
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

lanjut dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-
nilai yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur
kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni.
Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan
peserta didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara
yang memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupannya sebagai warga negara.

3. Budaya: sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup
bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui
masyarakat itu. Nilai-nilai budaya itu dijadikan dasar dalam pemberian
makna terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antaranggota
masyarakat itu. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan
masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam
pendidikan budaya dan karakter bangsa.

4. Tujuan Pendidikan Nasional: sebagai rumusan kualitas yang harus


dimiliki setiap warga negara Indonesia, dikembangkan oleh berbagai
satuan pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan
nasional memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga
negara Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah
sumber yang paling operasional dalam pengembangan pendidikan
budaya dan karakter bangsa.

Berdasarkan keempat sumber nilai itu, teridentifikasi sejumlah nilai untuk


pendidikan budaya dan karakter bangsa sebagai berikut ini.

Tabel 1. Nilai dan Deskripsi Nilai Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa
NILAI DESKRIPSI
1. Religius Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama
yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain,
dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain
2. Jujur Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai
orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan
pekerjaan.
3. Toleransi Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku,
etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari
dirinya.
4. Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada

96
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

berbagai ketentuan dan peraturan.


5. Kerja Keras Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam
mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta
menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.
6. Kreatif Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau
hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.
7. Mandiri Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain
dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8. Demokratis Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban dirinya dan orang lain.
9. Rasa Ingin Tahu Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih
mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat,
dan didengar.
10. Semangat Kebangsaan Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan
kelompoknya.
11. Cinta Tanah Air Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan,
kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadap bahasa,
lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12. Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan
sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta
menghormati keberhasilan orang lain.
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul,
13. Bersahabat/Komuniktif
dan bekerja sama dengan orang lain.
14. Cinta Damai Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain
merasa senang dan aman ataskehadiran dirinya.
15. Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan
yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16. Peduli Lingkungan Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan
pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-
upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17. Peduli Sosial Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada
orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18. Tanggung-jawab Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan
kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri,
masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan
Tuhan Yang Maha Esa.

Prinsip dan Pendekatan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter


Bangsa

Pada prinsipnya, pengembangan budaya dan karakter bangsa tidak dimasukkan


sebagai pokok bahasan tetapi terintegrasi ke dalam mata pelajaran-mata pelajaran,
pengembangan diri, dan budaya sekolah. Oleh karena itu, guru dan sekolah perlu

97
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

mengintegrasikan nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan


karakter bangsa ke dalam Kurikulum , Silabus dan Rencana Program Pembelajaran
(RPP) yang sudah ada.

Prinsip pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya


dan karakter bangsa mengusahakan agar peserta didik mengenal dan menerima nilai-
nilai budaya dan karakter bangsa sebagai milik mereka dan bertanggung jawab atas
keputusan yang diambilnya melalui tahapan mengenal pilihan, menilai pilihan,
menentukan pendirian, dan selanjutnya menjadikan suatu nilai sesuai dengan
keyakinan diri. Dengan prinsip ini, peserta didik belajar melalui proses berpikir,
bersikap, dan berbuat.Ketiga proses ini dimaksudkan untuk mengembangkan
kemampuan peserta didik dalam melakukan kegiatan sosial dan mendorong peserta
didik untuk melihat diri sendiri sebagai makhluk sosial.

Berikut prinsip-prinsip yang digunakan dalam pengembangan pendidikan budaya


dan karakter bangsa.

1. Berkelanjutan; mengandung makna bahwa proses pengembangan nilai-nilai


budaya dan karakter bangsa merupakan sebuah proses panjang, dimulai dari awal
peserta didik masuk sampai selesai dari suatu satuan pendidikan. Sejatinya, proses
tersebut dimulai dari kelas 1 SD atau tahun pertama dan berlangsung paling tidak
sampai kelas 9 atau kelas akhir SMP. Pendidikan budaya dan karakter bangsa di
SMA adalah kelanjutan dari proses yang telah terjadi selama 9 tahun.

2. Melalui semua mata pelajaran, pengembangan diri, dan budaya sekolah;


mensyaratkan bahwa proses pengembangan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa
dilakukan melalui setiap mata pelajaran, dan dalam setiap kegiatan kurikuler dan
ekstrakurikuler. Gambar 1 berikut ini memperlihatkan pengembangan nilai-nilai
melalui jalur-jalur itu:

Pengembangan nilai budaya dan karakter bangsa melalui berbagai mata pelajaran yang
telah ditetapkan dalam Standar Isi (SI), digambarkan sebagai berikut ini.

98
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Gambar 3.Pengembangan Nilai Budaya dan Karakter Bangsa melalui Setiap Mata
Pelajaran

2. Nilai tidak diajarkan tapi dikembangkan; mengandung makna bahwa materi


nilai budaya dan karakter bangsa bukanlah bahan ajar biasa; artinya, nilai-nilai itu
tidak dijadikan pokok bahasan yang dikemukakan seperti halnya ketika
mengajarkan suatu konsep, teori, prosedur, ataupun fakta seperti dalam mata
pelajaran agama, bahasa

Materi pelajaran biasa digunakan sebagai bahan atau media untuk


mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Oleh karena itu, guru tidak
perlu mengubah pokok bahasan yang sudah ada, tetapi menggunakan materi pokok
bahasan itu untuk mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa. Juga, guru
tidak harus mengembangkan proses belajar khusus untuk mengembangkan nilai.
Suatu hal yang selalu harus diingat bahwa satu aktivitas belajar dapat digunakan
untuk mengembangkan kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

Konsekuensi dari prinsip ini, nilai-nilai budaya dan karakter bangsa tidak
ditanyakan dalam ulangan ataupun ujian. Walaupun demikian, peserta didik perlu
mengetahui pengertian dari suatu nilai yang sedang mereka tumbuhkan pada diri
mereka. Mereka tidak boleh berada dalam posisi tidak tahu dan tidak paham makna
nilai itu.

Proses pendidikan dilakukan peserta didik secara aktif dan menyenangkan

99
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Prinsip ini menyatakan bahwa proses pendidikan nilai budaya dan karakter bangsa
dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. Guru menerapkan prinsip tut wuri
handayani dalam setiap perilaku yang ditunjukkan peserta didik. Prinsip ini juga
menyatakan bahwa proses pendidikan dilakukan dalam suasana belajar yang
menimbulkan rasa senang dan tidak indoktrinatif.

Diawali dengan perkenalan terhadap pengertian nilai yang dikembangkan maka guru
menuntun peserta didik agar secara aktif. Hal ini dilakukan tanpa guru mengatakan
kepada peserta didik bahwa mereka harus aktif, tapi guru merencanakan kegiatan
belajar yang menyebabkan peserta didik aktif merumuskan pertanyaan, mencari
sumber informasi, dan mengumpulkan informasi dari sumber, mengolah informasi
yang sudah dimiliki, merekonstruksi data, fakta, atau nilai, menyajikan hasil
rekonstruksi atau proses pengembangan nilai, menumbuhkan nilai-nilai budaya dan
karakter pada diri mereka melalui berbagai kegiatan belajar yang terjadi di kelas,
sekolah, dan tugas-tugas di luar sekolah.

Perencanaan Pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa


Perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan oleh
kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan (konselor) secara bersama-sama sebagai
suatu komunitas pendidik dan diterapkan ke dalam kurikulum melalui hal-hal berikut
ini.

1. Program Pengembangan Diri

Dalam program pengembngan diri, perencanaan dan pelaksanaan pendidikan budaya


dan karakter bangsa dilakukan melalui pengintegrasian ke dalam kegiatan sehari-hari
sekolah yaitu melalui hal-hal berikut.

a. Kegiatan rutin sekolah

Kegiatan rutin merupakan kegiatan yang dilakukan peserta didik secara terus menerus
dan konsisten setiap saat. Contoh kegiatan ini adalah upacara pada hari besar
kenegaraan, pemeriksaan kebersihan badan(kuku, telinga, rambut, dan lain-lain)
setiap hari Senin, beribadah bersama atau shalat bersama setiap dhuhur (bagi yang
beragama Islam), berdoa waktu mulai dan selesai pelajaran, mengucap salam bila
bertemu guru, tenaga kependidikan, atau teman.

100
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

b. Kegiatan spontan

Kegiatan spontan yaitu kegiatan yang dilakukan secara spontan pada saat itu juga.
Kegiatan ini dilakukan biasanya pada saat guru dan tenaga kependidikan yang lain
mengetahui adanya perbuatan yang kurang baik dari peserta didik yang harus
dikoreksi pada saat itu juga. Apabila guru mengetahui adanya perilaku dan sikap
yang kurang baik maka pada saat itu juga guru harus melakukan koreksi sehingga
peserta didik tidak akan melakukan tindakan yang tidak baik itu. Contoh kegiatan itu:
membuang sampah tidak pada tempatnya, berteriak-teriak sehingga mengganggu
pihak lain, berkelahi, memalak, berlaku tidak sopan, mencuri, berpakaian tidak
senonoh.

Kegiatan spontan berlaku untuk perilaku dan sikap peserta didik yang tidak
baik dan yang baik sehingga perlu dipuji, misalnya: memperoleh nilai tinggi,
menolong orang lain, memperoleh prestasi dalam olah raga atau kesenian, berani
menentang atau mengkoreksi perilaku teman yang tidak terpuji.

c. Keteladanan

Keteladanan adalah perilaku dan sikap guru dan tenaga kependidikan yang lain dalam
memberikan contoh terhadap tindakan-tindakan yang baik sehingga diharapkan
menjadi panutan bagi peserta didik untuk mencontohnya. Jika guru dan tenaga
kependidikan yang lain menghendaki agar peserta didik berperilaku dan bersikap
sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa maka guru dan tenaga
kependidikan yang lain adalah orang yang pertama dan utama memberikan contoh
berperilaku dan bersikap sesuai dengan nilai-nilai itu. Misalnya, berpakaian rapi,
datang tepat pada waktunya, bekerja keras, bertutur kata sopan, kasih sayang,
perhatian terhadap peserta didik, jujur, menjaga kebersihan.

d. Pengkondisian

Untuk mendukung keterlaksanaan pendidikan budaya dan karakter bangsa maka


sekolah harus dikondisikan sebagai pendukung kegiatan itu. Sekolah harus
mencerminkan kehidupan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa yang diinginkan.
Misalnya, toilet yang selalu bersih, bak sampah ada di berbagai tempat dan selalu
dibersihkan,sekolah terlihat rapi dan alat belajar ditempatkan teratur.

101
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Pengintegrasian dalam mata pelajaran


Pengembangan nilai-nilai pendidikan budaya dan karakater bangsa diintegrasikan
dalam setiap pokok bahasan darisetiap mata pelajaran. Nilai-nilai tersebut
dicantumkan dalam silabus dan RPP. Pengembangan nilai-nilai itu dalam silabus
ditempuh melalui cara-cara berikut ini:

1. mengkaji Standar Komptensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) pada


Standar Isi (SI) untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya dan karakter
bangsa yang tercantum itu sudah tercakup di dalamnya;
2. menggunakan tabel 1 yang memperlihatkan keterkaitan antara SK dan
KD dengan nilai dan indikator untuk menentukan nilai yang akan
dikembangkan;
3. mencantumkankan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa dalam tabel 1
itu ke dalam silabus;
4. mencantumkan nilai-nilai yang sudah tertera dalam silabus ke dalam
RPP;
5. mengembangkan proses pembelajaran peserta didik secara aktif yang
memungkinkan peserta didik memiliki kesempatan melakukan
internalisasi nilai dan menunjukkannya dalam perilaku yang sesuai;
danmemberikan bantuan kepada peserta didik, baik yang mengalami
kesulitan untuk menginternalisasi nilai maupun untuk menunjukkannya
dalam perilaku.

10) Budaya Sekolah

Budaya sekolah cakupannya sangat luas, umumnya mencakup ritual,


harapan, hubungan, demografi, kegiatan kurikuler, kegiatan ekstrakurikuler,
proses mengambil keputusan, kebijakan maupun interaksi sosial antarkomponen
di sekolah. Budaya sekolah adalah suasana kehidupan sekolah tempat peserta
didik berinteraksi dengan sesamanya, guru dengan guru, konselor dengan
sesamanya, pegawai administrasi dengan sesamanya, dan antaranggota kelompok
masyarakat sekolah. Interaksi internal kelompok dan antarkelompok terikat oleh

102
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

berbagai aturan, norma, moral serta etika bersama yang berlaku di suatu sekolah.
Kepemimpinan, keteladanan, keramahan, toleransi, kerja keras, disiplin,
kepedulian sosial, kepedulian lingkungan, rasa kebangsaan, dan tanggung jawab
merupakan nilai-nilai yang dikembangkan dalam budaya sekolah.

Pengembangan nilai-nilai dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa dalam


budaya sekolah mencakup kegiatan-kegiatan yang dilakukan kepala sekolah,
guru, konselor, tenaga administrasi ketika berkomunikasi dengan peserta didik
dan menggunakan fasilitas sekolah.

Pengembangan Proses Pembelajaran


Pembelajaran pendidikan budaya dan karakter bangsa menggunakan pendekatan
proses belajarpeserta didik secara aktif dan berpusat pada anak; dilakukan
melalui berbagai kegiatan di kelas, sekolah, dan masyarakat.

1. Kelas, melalui proses belajar setiap mata pelajaran atau kegiatan yang
dirancang sedemikian rupa. Setiap kegiatan belajar mengembangkan
kemampuan dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Oleh karena itu,
tidak selalu diperlukan kegiatan belajar khusus untuk mengembangkan nilai-
nilai pada pendidikan budaya dan karakter bangsa. Meskipun demikian,
untuk pengembangan nilai-nilai tertentu seperti kerja keras, jujur, toleransi,
disiplin, mandiri, semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan gemar membaca
dapat melalui kegiatan belajar yang biasa dilakukan guru. Untuk
pegembangan beberapa nilai lain seperti peduli sosial, peduli lingkungan,
rasa ingin tahu, dan kreatif memerlukan upaya pengkondisian sehingga
peserta didik memiliki kesempatan untuk memunculkan perilaku yang
menunjukkan nilai-nilai itu.
2. Sekolah, melalui berbagai kegiatan sekolah yang diikuti seluruh peserta
didik, guru, kepala sekolah, dan tenaga administrasi di sekolah itu,
direncanakan sejak awal tahun pelajaran, dimasukkan ke Kalender
Akademik dan yang dilakukan sehari-hari sebagai bagian dari budaya
sekolah. Contoh kegiatan yang dapat dimasukkan ke dalam program sekolah
adalah lomba vocal group antarkelas tentang lagu-lagu bertema cinta tanah
air, pagelaran seni, lomba pidato bertema budaya dan karakter bangsa,
pagelaran bertema budaya dan karakter bangsa, lomba olah raga antarkelas,

103
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

lomba kesenian antarkelas, pameran hasil karya peserta didik bertema


budaya dan karakter bangsa, pameran foto hasil karya peserta didik bertema
budaya dan karakter bangsa, lomba membuat tulisan, lomba mengarang
lagu, melakukan wawancara kepada tokoh yang berkaitan dengan budaya
dan karakter bangsa, mengundang berbagai narasumber untuk berdiskusi,
gelar wicara, atau berceramah yang berhubungan dengan budaya dan
karakter bangsa.
3. Luar sekolah, melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kegiatan lain yang
diikuti oleh seluruh atau sebagian peserta didik, dirancang sekolah sejak
awal tahun pelajaran, dan dimasukkan ke dalam Kalender Akademik.
Misalnya, kunjungan ke tempat-tempat yang menumbuhkan rasa cinta
terhadap tanah air, menumbuhkan semangat kebangsaan, melakukan
pengabdian masyarakat untuk menumbuhkan kepedulian dan
kesetiakawanan sosial (membantu mereka yang tertimpa musibah banjir,
memperbaiki atau membersihkan tempat-tempat umum, membantu
membersihkan atau mengatur barang di tempat ibadah tertentu).

Penilaian Hasil Belajar


la pencapaian pendidikan nilai budaya dan karakter didasarkan pada indikator.
Sebagai contoh, indikator untuk nilai jujur di suatu semester dirumuskan dengan
mengatakan dengan sesungguhnya perasaan dirinya mengenai apa yang
dilihat, diamati, dipelajari, atau dirasakan maka guru mengamati (melalui
berbagai cara) apakah yang dikatakan seorang peserta didik itu jujur mewakili
perasaan dirinya. Mungkin saja peserta didik menyatakan perasaannya itu secara
lisan tetapi dapat juga dilakukan secara tertulis atau bahkan dengan bahasa tubuh.
Perasaan yang dinyatakan itu mungkin saja memiliki gradasi dari perasaan yang
tidak berbeda dengan perasaan umum teman sekelasnya sampai bahkan kepada
yang bertentangan dengan perasaan umum teman sekelasnya.

Penilaian dilakukan secara terus menerus, setiap saat guru berada di kelas atau di
sekolah. Model anecdotal record (catatan yang dibuat guru ketika melihat adanya
perilaku yang berkenaan dengan nilai yang dikembangkan) selalu dapat
digunakan guru. Selain itu, guru dapat pula memberikan tugas yang berisikan
suatu persoalan atau kejadian yang memberikan kesempatan kepada peserta didik
untuk menunjukkan nilai yang dimilikinya. Sebagai contoh, peserta didik

104
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

dimintakan menyatakan sikapnya terhadap upaya menolong pemalas,


memberikan bantuan terhadap orang kikir, atau hal-hal lain yang bersifat bukan
kontroversial sampai kepada hal yang dapat mengundang konflik pada dirinya.
Dari hasil pengamatan, catatan anekdotal, tugas, laporan, dan sebagainya, guru
dapat memberikan kesimpulan atau pertimbangan tentang pencapaian suatu
indikator atau bahkan suatu nilai. Kesimpulan atau pertimbangan itu dapat
dinyatakan dalam pernyataan kualitatif sebagai berikut ini.
BT : Belum Terlihat (apabila peserta didik belum memperlihatkan tanda-tanda
awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator).
MT : Mulai Terlihat (apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya
tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum
konsisten).
MB : Mulai Berkembang (apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai
tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten).
MK : Membudaya (apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku
yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten).

Indikator Sekolah dan Kelas


Ada 2 (dua) jenis indikator yang dikembangkan dalam pedoman ini.
Pertama, indikator untuk sekolah dan kelas. Kedua, indikator untuk mata pelajaran.
Indikator sekolah dan kelas adalah penanda yang digunakan oleh kepala sekolah,
guru, dan personalia sekolah dalam merencanakan, melaksanakan, dan
mengevaluasi sekolah sebagai lembaga pelaksana pendidikan budaya dan karakter
bangsa. Indikator ini berkenaan juga dengan kegiatan sekolah yang diprogramkan
dan kegiatan sekolah sehari-hari (rutin). Indikator mata pelajaran menggambarkan
perilaku afektif seorang peserta didik berkenaan dengan mata pelajaran tertentu.

Indikator dirumuskan dalam bentuk perilaku peserta didik di kelas dan


sekolah yang dapat diamati melalui pengamatan guru ketika seorang peserta didik
melakukan suatu tindakan di sekolah, tanya jawab dengan peserta didik, jawaban
yang diberikan peserta didik terhadap tugas dan pertanyaan guru, serta tulisan
peserta didik dalam laporan dan pekerjaan rumah.

Perilaku yang dikembangkan dalam indikator pendidikan budaya dan


karakter bangsa bersifat progresif. Artinya, perilaku tersebut berkembang semakin

105
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

kompleks antara satu jenjang kelas ke jenjang kelas di atasnya ( 1-3; 4-6; 7-9; 10-
12), dan bahkan dalam jenjang kelas yang sama. Guru memiliki kebebasan dalam
menentukan berapa lama suatu perilaku harus dikembangkan sebelum ditingkatkan
ke perilaku yang lebih kompleks. Misalkan,membagi makanan kepada teman
sebagai indikator kepedulian sosial pada jenjang kelas 1 3. Guru dapat
mengembangkannya menjadi membagi makanan, membagi pensil, membagi
buku, dan sebagainya.

Indikator berfungsi bagi guru sebagai kriteria untuk memberikan


pertimbangan tentang perilaku untuk nilai tertentu telah menjadi perilaku yang
dimiliki peserta didik.

Untuk mengetahui bahwa suatu sekolah itu telah melaksanakan pembelajaran yang
mengembangkan budaya dan karakter bangsa, maka ditetapkan indikator sekolah
dan kelas.

Kesimpulan

Karakter bangsa merupakan identitas bangsa yang mana kita harus menjaga
agar seluruh komponen bangsa ini menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam
Pancasila, agama, dan norma agar kita menjadi bangsa yang memiliki identitas
yang luhur dimata bangsa lain.Karakter bangsa dapat luntur manakala tidak terus
dibina dalam implementasi pendidikan secara utuh. Oleh karena itu, sekolah harus
memikirkan pelaksanaan pembelajaran nilai dan karakter ke dalam praktik
pembelajaran yang padu.

Aplikasi Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa dalam proses


pembelajaran di SD Negeri Hambalang 05, yaitu terdiri dari :
1. Setiap hari senin, para peserta didik dan tenaga pendidik kumpul dihalaman
Sekolah untuk mengikuti Upacara Bendera, adapun petugasnya berasal dari
peserta didik Kelas VI, (Semester I) dan Kelas V (Semester II), bergantian
dengan SD N .................
2. Siswa yang masuk pagi hadir Pukul 07.00 WIB peserta didik sudah berada di
Sekolah, untuk mengikuti Program Kegaitan Keagamaan yang berupa Kultum,
adapun pelaksanaannya setiap hari menjelang Proses Belajar Mengajar petugas
pelaksana terdiri dari Guru khusus dibidang Pembinaan Keagamaan dan Guru
guru terutama Guru Sukwan. Dan Peserta Didik ada yang bertugas sebagai

106
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

MC, Pembaca Shalawat Pembuka (Muqadimah) sedangkan Peserta didik yang


lainnya berada diruangan kelas yang telah disediakan Audionya, sehingga dapat
terdengar dan dapat diterima dengan baik nilai-nilai karakter keagaaannya yang
berupa lantunan ayat suci al Quran dan Puji-pujian beserta zikir dan doa,
sehingga pada saat proses pembelajaran, para peserta didik lebih tenang PBM
berjalan kondusif.,
3. Sedangkan siswa yang masuk siang, hadir pukul 12.00 WIB, nilai karakter
yang diterapkan adalah berbaris rapih sebelum masuk kelas, dengan dipimpin
oleh Ketua Kelas dan didampingi Guru Kelas., setelah itu para peserta didik
mengucapkan salam sambil cium tangan Guru. Dan ketika hendak duduk
dikelas, para peserta didik dipimpin oleh ketua kelas berdoa sebelum belajar
dimulai.
4. Setiap hari keagamaan, Sekolah mengadakan Kegiatan Keagamaan disetiap
hari besar Islam (Isra Miraj, Maulid Nabi Muhammas SAW) acaranya
meliputi Tausiyah Keagamaan dan memlibatkan peserta didik melalui
Penampilan kreasi peserta didik.
5. Setiap hari besar Nasional, Sekolah juga mengadakan Kegiatan Hari Besar
Nasional (Hari Kartini, HUT RI, HUT PGRI) acaranya meliputi kegiatan
merias diri, fashion show, dan penampilan kreatifitas anak ditiap-tiap
kelasnya.selain itu juga bisa berbentuk lomba ketangkasan olahraga.

107
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran


peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun
ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

Setiap permulaan tahun pelajaran, tim pengembang sekolah menyusun kalender


pendidikan untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran selama satu tahun ajaran yang
mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif
dan hari libur. Pengaturan waktu belajar di sekolah/madrasah mengacu kepada Standar Isi
dan disesuaikan dengan kebutuhan daerah, karakteristik sekola, kebutuhan peserta didik
dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.

Beberapa aspek penting yang menjadi pertimbangan dalam menyusun kalender


pendidikan sebagai berikut :

- permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada


awal tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. Permulaan tahun pelajaran telah
ditetapkan oleh Pemerintah yaitu bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni
tahun berikutnya.

- minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap
tahun pelajaran. Sekolah dapat mengalokasikan lamanya minggu efektif belajar
sesuai dengan keadaan dan kebutuhannya.

- waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi
jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal,
ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.

- waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan
pembelajaran terjadwal. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan
Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Agama dalam hal yang terkait
dengan hari raya keagamaan, Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan/atau
organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

- waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester, libur akhir
tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar
nasional, dan hari libur khusus.

108
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

- libur jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran digunakan
untuk penyiapkan kegiatan dan administrasi akhir dan awal tahun.

- Sekolah-sekolah pada daerah tertentu yang memerlukan libur keagamaan lebih


panjang dapat mengatur hari libur keagamaan sendiri tanpa mengurangi jumlah
minggu efektif belajar dan waktu pembelajaran efektif.
A. ALOKASI WAKTU BELAJAR

Bulan Hari Efektif Minggu Efektif Hari Libur


Juli 2017 15 2 16
Agustus 2017 13 2 18
September 2017 25 4 5
Oktober 2017 26 4 5
November 2017 25 4 5
Desember 2017 12 2 19
Januari 2018 21 3 10
Februari 2018 24 3 4
Maret 2018 25 4 6
April 2018 25 4 5
Mei 2018 24 4 7
Juni 2018 18 3 12
Jumlah

B. Penetapan Kalender Pendidikan

Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaranpada awal


tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan.
1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir padabulan
Juni tahun berikutnya.
2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan
Nasional dan/atau Keputusan Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari
raya keagamaan. Kepala Daerah Tingkat Kabupaten/Kota dan/atau organisasi
penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.

109
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

3. Pemerintah pusat/provinsi/kabupaten/kota dapat menetapkan hari libur serempak


untuk satuan-satuan pendidikan.
4. Kalender pendidikan untuk setiap satuan pendidikan disusun oleh masing masing
satuan pendidikan berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada
dokumen standar isi dengan memerhatikan ketentuan darpemerintah/pemerintah
daerah.
5. Hari belajar efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk kegiatan
pembelajaran, sesuai dengan ketentuan kurikulum.
6. Jumlah hari belajar efektif semester I 109 hari, dan untuk semester II 138 hari,
jadi dalam 1 (satu) tahun pelajaran adalah 247 (dua ratus empat puluh empat) hari
sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
7. Hari belajar Efektif Fakultatif 15 hari
8. Jam belajar efektif adalah jam belajar yang betul-betul digunakan dalam proses
pembelajaran sesuai dengan tuntutan kurikulum. Jumlah jam belajar efektif setiap
minggu untuk kelas IIII (dengan model pembelajaran tematik) adalah 2628 jam
pelajaran, sedangkan untuk kelas IVVI adalah 36 jam pelajaran.
Berdasarkan ketentuan tersebut, maka kalender pendidikan SDN ................adalah
seperti berikut.

ALOKASI WAKTU PADA KALENDER PENDIDIKAN

1. Minggu efektif belajar 3438 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran


efektif pada setiap satuan pendidikan
2. Jeda tengah semester Maksimum 2 setiap semester
3. Jeda semester I dan II Maksimum 2 minggu digunakan untuk penyiapan kegiatan dan
administrasi akhir dan awal tahun pelajaran.
4. Libur akhir tahun Ajaran Maksimum 3 minggu
5. Hari libur keagamaan
6. Hari libur umum/nasional
7. Hari libur khusus
8. Kegiatan khusus sekolah Maksimum 2 minggu

110
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

No Kegiatan Alokasi Waktu Keterangan

1. Hari efektif belajar Minimum 34 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran


dan maksimum 38 efektif pada setiap satuan pendidikan
minggu

2. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester

3. Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran


dan maksimum 38 efektif pada setiap satuan pendidikan
minggu

4. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester

5. Jeda antarsemester Maksimum 2 minggu Antara semester I dan II

6. Libur akhir tahun Maksimum 3 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan
pelajaran administrasi akhir dan awal tahun
pelajaran

7. Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran


dan maksimum 38 efektif pada setiap satuan pendidikan
minggu

8. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester

9. Minggu efektif belajar Minimum 34 minggu Digunakan untuk kegiatan pembelajaran


dan maksimum 38 efektif pada setiap satuan pendidikan
minggu

10. Jeda tengah semester Maksimum 2 minggu Satu minggu setiap semester

11. Jeda antarsemester Maksimum 2 minggu Antara semester I dan II

12. Libur akhir tahun Maksimum 3 minggu Digunakan untuk penyiapan kegiatan dan
pelajaran administrasi akhir dan awal tahun
pelajaran

13. Hari libur keagamaan 2 4 minggu Daerah khusus yang memerlukan libur
keagamaan lebih panjang dapat
mengaturnya sendiri tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif

14. Hari libur Maksimum 2 minggu Disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah


umum/nasional

15. Hari libur khusus Maksimum 1 minggu Untuk satuan pendidikan sesuai dengan
ciri kekhususan masing-masing
111
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

Maksimum 3 minggu Digunakan untuk kegiatan yang


16. Kegiatan khusus diprogramkan secara khusus oleh
sekolah
sekolah/madrasah tanpa mengurangi
jumlah minggu efektif belajar dan waktu
pembelajaran efektif

112
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

KALENDERPENDIDIKAN
SD NEGERI HAMBALANG 05
TAHUN PELAJARAN2017/2018
JULI
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3 4 5 6
7 8 9 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

9 1 Ramadhan 1434
15 Hari Pertama masuk sekolah
AGUSTUS
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

5 libur Idul Fitri


8 1 Syawal 1434
9 2 Syawal 1434
Kemerdekaan RI
17
ke- 68
SEPTEMBER
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

OKTOBER
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31
Perkiraan Ulangan Tengah
7
Semester I
15 10 Dzulhijjah 1434

113
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

NOPEMBER
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30

5 1 Muharam 1435

DESEMBER
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Perkiraan Ulangan Akhir


9
Semester I
Pembagian Raport Semester
21
Ganjil
23 libur semester
25 Natal

JANUARI
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

1 Tahun Baru 2017


6 Hari Pertama masuk sekolah
12 Rabi'ul Awal
14
1435
Tahun Baru Imlek
31
2017

FEBRUARI
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
114
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

23 24 25 26 27 28

MARET
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31
13 Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1936
Perkiraan Ulangan Tengah
17
Semester II

APRIL
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30

Libur Wafat Isa


18
Almasih
Prakiraan Ujian Nasional dan Ujian
21
Sekolah

MEI
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3
4 5 6 7 8 9 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31

Prakiraan Ujian Nasional dan Ujian


1
Sekolah
27 27 Rajab 1435
28 Hari raya Waisak
Kenaikan Isa Al
29
Masih
JUNI
MINGGU SENIN SELASA RABU KAMIS JUMAT SABTU
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14

115
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30

9 Perkiraan Ulangan Kenaikan Kelas (UKK)


Pembagian Raport Semester
21
Genap
23 libur semester

BAB V
PENUTUP

Penilaian merupakan suatu usaha untuk mengumpulkan berbagai informasi secara


berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar mengajar yang telah ditetapkan dan
dilaksanakan.

Penilaian hasil belajar siswa yang dilakukan guru dapat dijadikan umpan balik proses belajar
mengajar baik bagi guru untuk memperbaiki cara dan strategi mengajar maupun bagi siswa untuk
memperbaiki cara belajar.

Dengan hasil analisis guru, bahkan dapat pula digunakan sebagai masukan bagi peningkatan mutu
pendidikan secara umum oleh pengambil keputusan termasuk kepala sekolah, dinas pendidikan dan
Komite sekolah. Sehingga dapat dilakukan perencanaan program pembelajaran selanjutnya yang lebih
baik.

116
KURIKULUM SDN HAMBALANG 05 Tahun Pelajaran
2017-2018

DAFTAR PUSTAKA

Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat


Satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta:
Depdiknas.

Depdiknas. 2006. Permendiknas Nomor 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.

. 2006. Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan


untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.

. 2006. Permendiknas Nomor 24/2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas


Nomor 22/2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah dan Permendiknas Nomor 23/2006 tentang Standar Komptensi
Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Depdiknas.
Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
Depdiknas. 2002. Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Kecakapan Hidup. Buku I, II, dan III. Jakarta:

117