Anda di halaman 1dari 48

MAKALAH FARMAKOGNOSI

KARBOHIDRAT

Disusun Oleh :

Penny Suryaningthias P17335114050

Fitri Rizky Nurjanah P17335114057

Rafika Zahraeni P17335114062

Kelas : II A

POLTEKKES KEMENKES BANDUNG

JURUSAN FARMASI

2015
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulilah, kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya,


kami dapat menyelesaikan makalah farmakognosi yang berjudul Karbohidrat
dengan tepat waktu. Dan terima kasih kami ucapkan kepada dosen farmakognosi
kami yang telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini.
Makalah ini secara keseluruhan berasal dari beberapa literatur. Makalah ini
menjelaskan tentang definisi, sifat, macam dan klasifikasi dari karbohidrat.
Disertai pula dengan berbagai macam gambar rantai pembentuk macam
karbohidrat. Dan kami harapkan makalah ini bermanfaat bagi kita semua, dalam
penambahan literatur belajar kita.
Kami sebagai mahasiswa menyadari bahwa makalah ini belum sempurna.
Karena itu kritik dan saran dari para pembaca selalu kami harapkan dalam
perbaikan pembuatan makalah kami selanjutnya.

Bandung, Desember 2015

Penyusun

1
DAFTAR ISI

Kata pengantar........................................................................................... i

Daftar isi ...................................................................................................ii

Daftar gambar...........................................................................................iii

Isi ..............................................................................................................1

Pendahuluan .................................................................................1

Pembahasan ..................................................................................1

Definisi karbohidrat ..........................................................1

Sifat fisik dan kimia karbohidrat ......................................2

Klasifikasi karbohidrat .....................................................4

Macam macam proses metabolisme karbohidrat ........20

Turunan karbohidrat .......................................................24

Karbohidrat sederhana ....................................................28

Latihan soal .............................................................................................33

Jawaban soal ...........................................................................................34

Rangkuman .............................................................................................37

Tes formatif ............................................................................................38

Jawaban tes formatif ...............................................................................41

Daftar pustaka ........................................................................................ iv

2
DAFTAR GAMBAR

Klasifikasi karbohidrat menurut lokasi gugus karbonil .......................................5

Klasikasi karbohidrat menurut jumlah atom C ....................................................6

Struktur D-glukosa ...............................................................................................7

Struktur D-fruktosa ..............................................................................................8

Perbedaan pokok struktur D-galaktosa dan D-glukosa........................................8

Proyeksi Fischer daru D-glukosa ......................................................................10

Proyeksi haworth atas struktur a-D-glukopiranosa ...........................................11

Struktur sukrosa .................................................................................................12

Struktur -laktosa ...............................................................................................13

Struktrur -maltosa..............................................................................................13

Struktur aimlosa .................................................................................................16

Struktur amilopektin ..........................................................................................16

Struktur glikogen ................................................................................................17

Struktur glikoprotein ..........................................................................................19

Struktur mukopolisakarida .................................................................................19

3
ISI

I. Pendahuluan

Karbohidrat adalah senyawa organik yang mengandung unsur


utama C, H, dan O. Sumber utama karbohidrat di alam adalah hasil
sintesis tumbuh-tumbuhan, seperti padi, jagung, kentang, ubi, dan
sagu.
Karbohidrat, berdasarkan pada massa, merupakan kelas
biomolekul yang paling berlimpah di alam. Lebih lazim dikenal
sebagai gula, karbohidrat merupakan produk akhir utama
penggabungan fotosintetik dari karbon anorganik (CO2) ke dalam zat
hidup. Perubahan energi matahari ini menjadi energi kimiawi dari
biomolekul menjadikan karbohidrat sumber utama dari energi
metabolik bagi organisme hidup. Karbohidrat juga bertindak sebagai
sumber karbon untuk sintesis biomolekul lain dan sebagai bentuk
cadangan polimerik dari energi. Di samping itu, karbohidrat
merupakan komponen dari banyak bahan sekretorik strukural dan
selular serta nukleotida, yang pada gilirannya, juga digunakan untuk
beragam fungsi. Jadi pada sistem kehidupan, karbohidrat digunakan
untuk banyak tujuan yang berbeda dan merupakan contoh terkemuka
dari berbagai kemampuan fungsional yang dapat dimiliki suatu kelas
biomolekul.

II. Pembahasan
A. Definisi Kerbohidrat
Karbohidrat didefinisikan sebagai polihidroksialdehid
atau polihidroksiketon dan derivatnya. Suatu karbohidrat
merupakan suatu aldehid (-CHO) jika oksigen karbonil
berkaitan dengan suatu atom karbon terminal, dan suatu keton
(=C=O) jika oksigen karbonil berkaitan dengan suatu karbon

1
internal. Definisi ini menghindari klasifikasi melalui formula
empirik dan mencakup derivat seperti gula deoksi- dan amino-.
Dalam alam, karbohidrat terdapat sebagai monosakarida
(gula individual atau sederhana), oligosakarida, dan
polisakarida. Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi
hampir seluruh penduduk dunia, khususnya bagi penduduk
negara yang sedang berkembang. Walaupun jumlah kalori yang
dapat dihasilkan oleh 1 gram karbohidrat hanya 4 Kal (kkal) bila
dibanding protein dan lemak, karbohidrat merupakan sumber
kalori yang murah. Selain itu beberapa golongan karbohidrat
menghasilkan serat-serat (dietary fiber) yang berguna bagi
pencernaan.

B. Sifat Fisik dan Kimia

Secara umum, karbohidrat digolongkan menjadi 3


kelompok, yaitu: monosakarida dan turunannya, oligosakarida
serta polisakarida. Masing-masing kelompok memiliki
keunggulan serta fungsi yang khas dalam pangan.
Higroskopisitas karbohidrat bervariasi dan tergantung pada
struktur, isomer dan kemurnian. Sedangkan solubilitas
karbohidrat akan berkurang jika karbohidrat lengket satu sama
lain.
Monosakarida dan oligosakarida larut dalam air.
Monosakarida juga larut dalam etanol tetapi tidak larut dalam
pelarut organic (ether, chloroform, benzene). Monosakarida
merupakan molekul karbohidrat yang tidak dapat dipecah
menjadi bentuk yang lebih sederhana lagi. Molekul ini
merupakan molekul pembentuk oligosakarida dan polisakarida.
Glukosa, fruktosa dan galaktosa merupakan beberapa jenis
karbohidrat yang termasuk ke dalam kelompok monosakarida.
Glukosa dan fruktosa biasa digunakan sebagai pemanis. Gula

2
pereduksi (glukosa, fruktosa) yang bereaksi dengan gugus
amino pada suhu tinggi/water activity rendah akan menimbulkan
warna kecoklatan. Reaksi ini disebut reaksi maillard (berguna
dalam pembuatan roti/bread). Pada proses pemanasan suhu
tinggi dengan katalis asam atau basa, gula pereduksi akan
mengalami karamelisasi. Beberapa turunan monosakarida
adalah D-glucitol/sorbitol (pemberi kesan dingin pada candies),
D-mannitol (non sticky coating pada candies) dan D-xylitol
(pemberi kesan dingin). Reaksi pyrolitik yang terjadi pada
maltol dan isomaltol akan menghasilkan warna dan aroma yang
khas.
Polyols adalah istilah untuk menyebutkan gula-gula
alkohol. Polyols menimbulkan efek/sensasi dingin saat senyawa
tersebut larut di dalam mulut. Semakin kecil ukuran partikel,
maka akan semakin cepat larut dan efek dinginnya lebih terasa.
Xylitol dan sorbitol memberikan cooling effect yang lebih baik
jika dibandingkan dengan maltitol, manitol atau sukrosa. Polyols
tidak menyebabkan pengikisan gigi. Bahkan, xylitol dilaporkan
dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus (bakteri yang
sering dijumpai pada plak gigi). Selain itu, xylitol juga dapat
membuat plak menjadi mudah dihilangkan, membantu
menghambat demineralisasi pada lapisan enamel, dan
menstimulasi keluarnya kelenjar saliva untuk menetralisir asam.
Energi yang dihasilkan oleh polyols antara 2 4 kkal/g (rata-rata
: 2,4 kkal/g). Polyols memiliki efek laksatif. Sorbitol dan
maltitol mempunyai efek humektan yang sangat bagus. Kedua
polyol ini sangat mudah menyerap air pada RH tinggi. Pada RH
rendah, sorbitol dan maltitol akan melepaskan air ke udara dan
membentuk keseimbangan kadar air yang baru.
Oligosakarida merupakan gabungan dari molekul-
molekul monosakarida. Oligosakarida dapat berupa disakarida,
trisakarida, dst. Sebagian besar oligosakarida dihasilkan dari

3
proses hidrolisa polisakarida dan hanya beberapa oligosakarida
yang secara alami terdapat di alam. Oligosakarida yang paling
banyak digunakan dalam industri pangan adalah maltosa,
laktosa dan sukrosa. Maltosa terdiri dari 2 molekul glukosa.
Maltosa diperoleh dari hasil hidrolisa pati. Kegunan maltosa
yang paling menonjol adalah sebagai bahan pemanis. Laktosa
terdiri dari 1 molekul glukosa dan 1 molekul galaktosa.
Secara alami, laktosa terdapat pada air susu. Laktosa
yang terfermentasi akan berubah menjadi asam laktat. Laktosa
dapat menstimulasi penyerapan kalsium. Lactose intolerance
merupakan gangguan ketidakmampuan tubuh mencerna laktosa
akibat kurang/tidak adanya enzim lactase. Sukrosa merupakan
gabungan dari -D-glukopyranosil/glukosa dan -D-
fruktofuranosil/fruktosa. Sukrosa biasa diperoleh di alam
sebagai gula tebu dan gula bit (dalam ekstrak gula bit, sukrosa
bercampur dengan rafinosa dan stakiosa).
Polisakarida merupakan polimer dari monosakarida yang
tersusun dalam rantai bercabang atau lurus. Derajat polimerisasi
polisakarida dinyatakan dalam DP (Degree of Polymerization),
contoh : DP selulosa sebesar 7000 15000. Polisakarida juga
biasa disebut sebagai glikan. Berdasarkan unit pembentuknya,
glikan terbagi menjadi 2 kelompok : homoglikan (selulosa, pati,
amilopektin) dan heteroglikan (algin, guar gum). Polisakarida
yang sering digunakan dalam industri pangan adalah agar,
alginate, carragenan, LBG, pectin, CMC, modified starch dan
xanthan gum.

C. Klasifikasi karbohidrat

Karbohidrat terbagi menjadi 3 kelompok :

4
1. Monosakarida

Monosakarida ialah gula ringkas dan merupakan unit


yang paling kecil (yang tidak dapat dipecahkan oleh
hidrolisis asid kepada unit yang lebih kecil). Monosakarida
terdiri atas 3-6 atom C. Beberapa molekul monosakarida
mengandung unsur nitrogen dan sulfur. Monosakarida yang
penting dalam fisiologi ialah Dglukosa, D-galaktosa, D-
fruktosa, D-ribosa, dan D-deoksiribosa. Monosakarida
digolongkan berdasarkan jumlah atom karbon yang
dikandungnya (triosa, tetrosa,pentosa, dan heksosa) dan
gugus aktifnya, yang bisa berupa aldehida atau keton. Ini
kemudian bergabung, menjadi misalnya aldoheksosa dan
ketotriosa.

Gambar: Klasifikasi karbohidrat menurut lokasi gugus


karbonil

Monosakarida mempunyai rumus kimia (CH2O)n


dimana n=3 atau lebih. Jika gugus karbonil pada ujung
rantai monosakarida adalah turunan aldehida, maka
monosakarida ini disebut aldosa. Dan bila gugusnya
merupakan turunan keton maka monosakarida tersebut
disebut ketosa. Monosakarida aldosa yang paling sederhana
adalah gliseraldehida. Sedangkan monosakarida ketosa
yang paling sederhana adalah dihidroksiaseton.

5
Kedua monosakarida sederhana tersebut masing-
masing mempunyai tiga atom karbon (triosa).
Monosakarida lain mempunyai empat atom karbon
(tetrosa), lima atom karbon (pentosa), dan enam atom
karbon (heksosa).

Gambar: Klasifikasi karbohidrat menurut jumlah atom C


Sifat-sifat monosakarida adalah

1. Semua monosakarida zat padat putih, mudah larut dalam


air.
2. Larutannya bersifat optis aktif.
3. Larutan monosakarida yg baru dibuat mengalami perubahan
sudut putaran disebut mutarrotasi.
4. Contoh larutan alfaglukosa yang baru dibuat mempunyai
putaran jenis + 113` akhirnya tetap pada + 52,7`.
5. Umumnya disakarida memperlihatkan mutarrotasi, tetapi
polisakarida tidak.
6. Semua monosakarida merupakan reduktor sehingga disebut
gula pereduksi.
7. Kebanyakan tidak berwarna, padat kristalin (manis).

Monosakarida dengan rumus umum C6H12O6, terdiri


atas unit glukosa, fruktosa dan galaktosa. Glukosa disebut
juga gula darah. Galaktosa banyak terdapat dalam susu dan
yogurth Fruktosa banyak ditemukan dalam buah-buahan
dan madu.

6
1.1 Monosakarida-monosakarida penting yaitu :

a. D-glukosa (karbohidrat terpenting dalam diet)

Glukosa adalah suatu aldoheksosa dan sering disebut


dekstrosa karena mempunyai sifat dapat memutar cahaya
terpolarisasi ke arah kanan. Monosakarida ini mengandung
lima gugus hidroksil dan sebuah gugus aldehida yang
dilekatkan pada rantai enam karbon. Fungsi utama glukosa
adalah sumber energi dalam sel hidup.

Glukosa disebut juga gula anggur karena terdapat


dalam buah anggur, gula darah karena terdapat dalam darah
atau dekstrosa karena memutarkan bidang polarisasi
kekanan. Glukosa merupakan monomer dari polisakarida
terpenting yaitu amilum, selulosa dan glikogen. Glukosa
merupakan senyawa organik terbanyak terdapat pada
hidrolisis amilum, sukrosa, maltosa, dan laktosa. Di alam,
glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah.

Gambar: D-glukosa (perhatikan bahwa glukosa mengalami


siklisasi membentuk struktur cincin)

7
b. D-fruktosa (termanis dari semua gula)

Fruktosa adalah suatu ketohektosa yang mempunyai


sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya
disebut juga levulosa. Fruktosa mengandung lima gugus
hidroksil dan gugus karbonil keton pada C-2 dari rantai
enam-karbon. Molekul ini kebanyakan berada dalam bentuk
siklik. Fruktosa terdapat dalam buah-buahan, merupakan
gula yang paling manis. Bersama dengan glukosa
merupakan komponen utama dari madu.

Gambar: D-fruktosa (perhatikan bahwa fruktosa


mengalami siklisasi membentuk struktur cincin)
c. D-galaktosa (bagian dari susu) .
Galaktosa merupakan monosakarida yang jarang
terdapat bebas di alam. Umumnya berikatan dengan glukosa
dalam bentuk laktosa, yaitu gula yang terdapat dalam susu.
Galaktosa mempunyai rasa kurang manis dari pada glukosa
dan kurang larut dalam air. Galaktosa mempunyai sifat
memutar bidang polarisasi kekanan.

8
Gambar: Perbedaan pokok antara D-glukosa dan D-
galaktosa (perhatikan daerah berarsis lingkaran)

d. D-gliseraldehid (karbohidrat paling sederhana)

Karbohidrat ini hanya memiliki 3 atom C (triosa),


berupa aldehid (aldosa) sehingga dinamakan aldotriosa.

Gambar: D-gliseraldehid (perhatikan bahwa gula ini hanya


memiliki 3 atom C sehingga disebut paling sederhana)
e. D-ribosa (digunakan dalam pembentukan RNA)

Karena merupakan penyusun kerangka RNA maka


ribosa penting artinya bagi genetika bukan merupakan
sumber energi. Jika atom C nomor 2 dari ribosa kehilangan
atom O, maka akan menjadi deoksiribosa yang merupakan
penyusuna kerangka DNA.

Gambar: D-ribosa (perhatikan gula ini memiliki 5 atom C)


1.2 Penulisan Struktur Monosakarida

a. Proyeksi Fischer

9
Proyeksi Fischer sangat bermanfaat dalam penulisan
struktur molekul gula (monosakarida). Ada beberapa hal
yang harus diperhatikan dalam penulisan proyeksi Fischer.
Proyeksi Fischer adalah penggambaran struktur 3-D dalam
bentuk 2-D (dua dimensi). Pada proyeksi Fischer rantai
karbon ditulis dari atas kebawah, dimana gugus yang paling
tinggi prioritasnya diletakkan pada bagian atas. Setiap
persilangan garis mengandung satu atom karbon. Atom atau
gugus atom disebelah kiri dan kanan dari rantai karbon
berarti berada dibagian depan bidang (mengarah kedepan
kearah pembaca) dan yang bagian atas atau bawah dari
atom karbon yang manjadi perhatian berada di belakang
bidang (menjauhi pembaca).

Gambar: Proyeksi Fischer dari D-glukosa

b. Proyeksi Haworth

Proyeksi Haworth ialah cara umum menggambarkan


struktur lingkar monosakarida dengan perspektif tiga
dimensi sederhana. Proyeksi Haworth dinamai menurut
kimiawan Inggris Sir Walter N. Haworth.
Proyeksi Haworth memiliki ciri-ciri sebagai berikut

a) Karbon ialah jenis implisit atom. Dalam contoh di


kanan, atom-atom yang diberi angka 1 hingga 6
semuanya atom karbon. Karbon 1 dikenal sebagai
karbon anomer.

10
b) Atom hidrogen pada karbon itu implisit. Dalam contoh
ini, atom 1 sampai 6 memiliki atom hidrogen akstra
yang tak digambarkan.
c) Garis yang dipertebal menandai atom yang lebih dekat
ke pengamat. Dalam contoh ini di kanan, atom 2 dan 3
(dan grup OH yang berhubungan) paling dekat ke
pengamat, atom 1 dan 4 lebih jauh dari pengamat dan
akhirnya atom sisanya (5, dsb.) ialah yang terjauh.

1.

2. Gambar: Proyeksi Haworth atas struktur -D-


glukopiranosa

2. Disakarida

Disakarida adalah senyawa yang terbentuk dari dua


molekul monosakarida yang sejenis atau tidak. Disakarida
dapat dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga
terurai menjadi dua molekul monosakarida.

Disakarida terdiri atas unit sukrosa, maltosa, laktosa


dan selobiosa.Keempat disakarida ini mempunyai rumus
molekul sama (C12H22O11) tetapi struktur molekulnya
berbeda. Disakarida disusun oleh dua unit gula, seperti
sukrosa disusun oleh glukosa dan fruktosa, maltoda
dibangun oleh dua unit glukosa, dan laktosa dibangun oleh
glukosa dan galaktosa.

Sifat-sifat disakarida :

1. Bersifat optis aktif putar kanan

11
2. Derajat kemanisan : Sukrosa > Maltos > Laktosa

3. Dapat mengalami hidrolisis menjadi 2 molekul


monosakarida

4. Mudah larut dalam air.

2.1 Disakarida-disakarida penting yaitu

a. Sukrosa

Sukrosa ialah gula yang kita kenal sehari-hari,


baik yang berasal dari tebu maupun dari bit. Selain
pada tebu dan bit, sukrosa terdapat pula pada turnbuhan
lain, rnisalnya dalarn buah nanas dan dalam wortel.
Dengan hidrolisis sukrosa akan terpecah dan
menghasilkan glukosa dan fruktosa. Sukrosa terbentuk
dari ikatan glikosida antara karbon nomor 1 pada
glukosa dengan karbon nomor 2 pada fruktosa.

Gambar: Sukrosa (berbeda dengan maltosa


dan laktosa, ikatan yang menghubungkan kedua
monosakarida adalah ikatan C1-2)

b. Laktosa

Laktosa merupakan hidrat utama dalam air susu


hewan. Laktosa bila dihidrolisis akan menghasilkan D-

12
galaktosa dan D-glukosa, karena itu laktosa adalah
suatu disakarida. Ikatan galaktosa dan glukosa terjadi
antara atom karbon nomor 1 pada galaktosa dan atom
karbon nomor 4 pada glukosa. Oleh karenanya molekul
laktosa masih mempunyai gugus OH glikosidik.
Dengan demikian laktosa mempunyai sifat mereduksi
dan merotasi.

Gambar: -laktosa (ikatan antara kedua


monosakarida merupakan ikatan C1-4)

c. Maltosa

Maltosa adalah suatu disakarida yang


terbentuk dari dua molckul glukosa. Maltosa terbentuk
melalui ikatan glikosida antara atom karbon nomor 1
dari glukosa satu dengan atom karbon nomor 4 dari
glukosa yang lain. Ikatan yang terjadi ialah antara atom
karbon nomor I dan atom karbon -nomor 4, oleh
karenanya maltosa masih mempunyai gugus -OH
glikosidik dan dengan demikian masih mempunyai sifat
mereduksi. Maltosa merupakan hasil antara dalam
proses, hidrolisis amilum dengan asam maupun dengan
enzim.

13
Gambar: -maltosa (ikatan antara kedua
monosakarida merupakan ikatan C1-4.
Atom C nomor 1 yang tak berikatan dengan glukosa
lain dalam posisi beta)

d. Selobiosa

Selobiosa merupakan unit ulangan dalam


selulosa. Selobiosa tersusun dari dua monosakarida
glukosa yang berikatan glikosida antara karbon 1
dengan karbon 4.

3. Polisakarida

Polisakarida merupakan kelas karbohidrat yang


mempunyai lebih daripada delapan unit monosakarida. Pada
umumnya polisakarida mempunyai molekul besar dan lebih
kompleks daripada monosakarida dan oligosakarida.
Polisakarida dapat dihidrolisis menjadi banyak molekul
monosakarida. Polisakarida yang terdiri atas satu macam
monosakarida saja disebut homopolisakarida (contohnya
kanji, glikogen dan selulusa), sedangkan yang mengandung
senyawa lain disebut heteropolisakarida (contohnya
heparin).

Rumus kimia polisakarida adalahn (C6H10O5)n.


Molekul ini dapat digolongkan menjadi polisakarida
struktural seperti selulosa, asam hialuronat, dan sebagainya.
Dan polisakarida nutrien seperti amilum (pada tumbuhan

14
dan bakteri), glikogen (hewan), dan paramilum (jenis
protozoa).

Umumnya polisakarida berupa senyawa berwarna


putih dan tidak berbentuk kristal, tidak mempunyai rasa
manis dan tidak mempunyai sifat mereduksi. Berat molekul
polisakarida bervariasi dari beberapa ribu hingga lebih dari
satu juta. Polisakarida yang dapat larut dalam air akan
membentuk larutan koloid. Beberapa polisakarida yang
penting di antaranya ialah amilum, glikogen, dekstrin dan
selulosa. Amilum Polisakarida ini terdapat banyak di alam,
yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Amilum atau dalam
bahasa sehari-hari disebut pati terdapat pada umbi, daun,
batang dan biji-bijian.

Polisakarida adalah senyawa dalam mana molekul-


molekul mengandung banyak satuan monosakarida yang
disatukan dengan ikatan gukosida. Polisakarida memenuhi
tiga maksud dalam sistem kehidupan sebagai bahan
bangunan, bahan makanan dan sebagai zat spesifik.
Polisakarida bahan bangunan misalnya selulosa yang
memberikan kekuatan pada kayu dan dahan bagi tumbuhan,
dan kitin, komponen struktur kerangka luar serangga.
Polisakarida makanan yang lazim adalah pati (starch pada
padi dan kentang) dan glikogen pada hewan. Sedangkan
polisakarida zat spesifik adalah heparin, satu polisakarida
yang mencegah koagulasi darah.

3.1 Contoh-contoh polisakarida adalah

a. Amilum

15
Amilum terdiri dari dua macam polisakarida, yaitu
amilosa dan amilopektin. Kedua-duanya merupakan
polimer glukosa. Amilosa terdiri atas 250-3000 unit D-
glukosa. Sedangkan amilopektin terdiri atas lebih dari 1000
unit glukosa. Unit glukosa amilosa dirangkaikan dalam
bentuk linier oleh ikatan glikosida (1 4). Amilosa
mempunyai ujung non reduksi dan ujung reduksi. Berat
molekulnya bervariasi dari beberapa ratus sampai 150.000.
Amilopektin adalah polisakarida bercabang. Dalam molekul
ini, rantai pendek dari rangkaian glikosida (1 4) unit
glukosa digabungkan dengan rangkaian glikosida lain
melalui ikatan glikosida (1 6).

Sifat-sifat amilum (pati) adalah sebagai berikut :

1. Pati tidak larut dalam air dan memberi warna biru


dengan larutan iodium

2. Pati terdiri dari dua bagian, bagian yang lurus disebut


amilosa dan bagian yang bercabang disebut
amilopektin

3. Tidak dapat mereduksi fehling

4. Hidrolisis pati dengan asam encer menghasilkan


glukosa.

16
Gambar: Struktur amilosa (perhatikan bahwa amilosa tidak bercabang)

Gambar: Struktur amilopektin (bandingkan dengan amilosa)

b. Asam Healuronik

Asam healuronik merupakan mukopolisakarida


(heteropolisakarida) yaitu suatu senyawa gelatin dengan
berat molekul tinggi. Asam hialuronik disusun oleh unit
asam glukuronik dan asetil-glukosamin. Dua monosakarida
berbeda tersebut dirangkaikan oleh ikatan (1 3) untuk
membentuk disakarida yang terikat (1 4) dengan unit
ulangan berikutnya.

c. Glikogen

Glikogen merupakan bentuk cadangan glukosa pada


sel-sel hewan dan manusia yang disimpan di hati dan otot
sebagai granula. Glikogen merupakan polimer -1 dari
glukosa dan umumnya mempunyai ikatan cabang -1,6
untuk setiap satuan glukosa.
Sifat-sifat glikogen antara lain :

17
1. Glikogen disebut juga pati hewan yang tidak
larut dalam air

2. Reaksi glikogen dengan iodium memberi warna


merah

3. Pada hidrolisis dengan enzim amilosa (dari


pankreas) glikogen terurai menjadi maltosa dan
kemudian menjadi glukosa

4. Tidak dapat mereduksi fehling.

Gambar: Struktur glikogen (bandingkan dengan


amilum)

d. Selulosa

Selulosa terdapat dalam tumbuhan sebagai bahan


pembentuk dinding sel. Serat kapas seluruhnya adalah
selulosa. Selulosa tidak dapat dicerna dalam tubuh manusia,
sehingga tidak dapat digunakan sebagai bahan makanan.
Akan tetapi selulosa yang terdapat sebagai serat tumbuhan,

18
sayurt-sayuran, atau buah-buahan berguna untuk
memperlancar pencernaan makanan. Kegunaan selulosa
adalah untuk rayon dan kertas.

Sifat-sifat selulosa :

1. Aelulosa tidak larut dalam air, tetapi larut dalam


pereaksi Scheitzer, yaitu larutan tetramino tembaga (II)
hidroksida

2. Selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia tetapi dapat


dicerna oleh sapi dan hewan lain dengan bantuan
bakteri. Dengan asam encer dapat terhidrolisis menjadi
glukosa.

3. Dengan HNO3 pekat dan H2SO4 pekat terbentuk


selulosa nitrat yang digunakan untuk pembuatan lilin.

3.2 Polisakarida lain yang dihasilkan oleh sel-sel eukariot adalah

1. Glikoprotein

Glikoprotein adalah protein yang mengandung


polisakarida. Karbohidrat ini terikat pada protein melalui
ikatan glikosidik- ke serin, treonin, hidrosilisin atau
hidroksiprolin. Glikoprotein ialah suatu protein yang
mengikat unit karbohidrat dengan ikatan kovalen. Struktur
ini memainkan beberapa peran penting di antaranya dalam
proses proteksi imunologis, pembekuan darah, pengenalan
sel-sel, serta interaksi dengan bahan kimia lain.

19
Gambar: Glikoprotein

2. Mukopolisakarida

Proteoglikan atau mukopolisakarida terdiri atas


rantai protein dengan polisakarida
berulang.Mukopolisakarida adalah suatu materi tipis,
kental, menyerupai jelly dan melapisi sel.

Gambar: Stuktur dari mukopolisakarida

3. Glikosaminoglikan

Glikosaminoglikan adalah satuan berulang


polisakarida proteoglikan tanpa rantai proteinnya.

4. Oligosakarida

Oligosakarida ialah kelas karbohidrat yang


mengandungi dua hingga delapan unit monosakarida. Setiap
unit monosakarida ini dihubungkan oleh ikatan glikosida.

20
Oligosakarida dapat digolongkan menjadi kumpulan
disakarida, trisakarida, dan seterusnya menurut bilangan
unit monosakarida yang terdapat dalam molekulnya.

D. Macam-Macam Proses Metabolisme Karbohidrat

1. Glikolisis

Glikolisis adalah sebuah rangkaian reaksi biokimia


dimana glukosadioksidasi menjadi molekul asam piruvat.
Proses glikolisis sendiri menghasilkan lebih
sedikit energi per molekul glukosa dibandingkan dengan
oksidasi aerobik yang sempurna. Energi yang dihasilkan
disimpan dalam senyawa organik berupa adenosine
triphosphate atau yang lebih umum dikenal dengan
istilah ATP dan NADH
- Terjadi dalam semua sel tubuh manusia
- Degradasi an-aerob glukosa menjadi laktat

Glikolisis berlangsung di dalam sitosol semua sel.


Lintasan katabolisme ini adalah proses pemecahan glukosa
menjadi asam piruvat dan asam laktat. Keseluruhan
persamaan reaksi untuk glikolisis yang menghasilkan laktat
adalah:

Glukosa + 2ADP +2Pi 2L(+)-Laktat +2ATP


+2H2O

Secara rinci, tahap-tahap dalam lintasan glikolisis


adalah sebagai berikut:

21
1. Oksidasi piruvat

Dalam jalur ini, piruvat dioksidasi (dekarboksilasi


oksidatif) menjadi Asetil-KoA, yang terjadi di dalam
mitokondria sel. Reaksi ini dikatalisir oleh berbagai enzim
yang berbeda yang bekerja secara berurutan di dalam suatu
kompleks multienzim yang berkaitan dengan membran
interna mitokondria. Secara kolektif, enzim tersebut diberi
nama kompleks piruvat dehidrogenase dan analog dengan
kompleks -keto glutarat dehidrogenase pada siklus asam
sitrat.

Jalur ini merupakan penghubung antara glikolisis


dengan siklus Krebs. Jalur ini juga merupakan konversi
glukosa menjadi asam lemak dan lemak dan sebaliknya dari
senyawa non karbohidrat menjadi karbohidrat.

22
Rangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam lintasan
oksidasi piruvat adalah sebagai berikut:

1. Dengan adanya TDP (thiamine diphosphate),


piruvat didekarboksilasi menjadi derivate hidroksietil
tiamin difosfat terikat enzim oleh komponen kompleks
enzim piruvat dehidrogenase. Produk sisa yang
dihasilkan adalah CO2.
2. Hidroksietil tiamin difosfat akan bertemu
dengan lipoamid teroksidasi, suatu kelompok prostetik
dihidroksilipoil transasetilase untuk membentuk asetil
lipoamid, selanjutnya TDP lepas.
3. Selanjutnya dengan adanya KoA-SH, asetil
lipoamid akan diubah menjadi asetil KoA, dengan hasil
sampingan berupa lipoamid tereduksi.
4. Siklus ini selesai jika lipoamid tereduksi direoksidasi
oleh flavoprotein, yang mengandung FAD, pada
kehadiran dihidrolipoil dehidrogenase. Akhirnya
flavoprotein tereduksi ini dioksidasi oleh NAD +, yang
akhirnya memindahkan ekuivalen pereduksi
kepada rantai respirasi.

Piruvat + NAD+ + KoA Asetil KoA + NADH +


H+ + CO2

2. Siklus Krebs

Siklus ini juga sering disebut sebagai siklus Krebs


dan siklus asam trikarboksilat dan berlangsung di dalam
mitokondria. Siklus asam sitrat merupakan jalur bersama
oksidasi karbohidrat, lipid dan protein.

23
Siklus asam sitrat merupakan rangkaian reaksi yang
menyebabkan katabolisme asetil KoA, dengan
membebaskan sejumlah ekuivalen hidrogen yang pada
oksidasi menyebabkan pelepasan dan penangkapan
sebagaian besar energi yang tersedia dari bahan baker
jaringan, dalam bentuk ATP. Residu asetil ini berada dalam
bentuk asetil-KoA (CH3-CO~KoA, asetat aktif), suatu ester
koenzim A. Ko-A mengandung vitamin asam pantotenat.

Fungsi utama siklus asam sitrat adalah sebagai


lintasan akhir bersama untuk oksidasi karbohidrat, lipid dan
protein. Hal ini terjadi karena glukosa, asam lemak dan
banyak asam amino dimetabolisir menjadi asetil KoA atau
intermediat yang ada dalam siklus tersebut.

3. Glukoneogenesis

Glukoneogenesis terjadi jika sumber energi dari


karbohidrat tidak tersedia lagi. Maka tubuh adalah
menggunakan lemak sebagai sumber energi. Jika lemak
juga tak tersedia, barulah memecah protein untuk energi

24
yang sesungguhnya protein berperan pokok sebagai
pembangun tubuh.

Jadi bisa disimpulkan bahwa glukoneogenesis


adalah proses pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa
non karbohidrat, bisa dari lipid maupun protein.

E. Turunan karbohidrat

1. Glikoprotein

Glikoprotein adalah senyawa organik yang


mengandung protein dan karbohidrat yang bergabung
bersama dalam ikatan kimia kovalen. Definisi lain
menyebutkan senyawa molekul protein dengan substansi
yang mengandung kelompok karbohidrat. Kelompok
karbohidrat mungkin dalam bentuk monosakarida,
disakarida, oligosakarida, polisakarida atau turunannya
(seperti substitusi sulfo- atau fosfo). Proteoglikan adalah
sub kelas dari glikoprotein yang unit karbohidratnya adalah
polisakarida yang mengandung gula amino sehingga disebut
juga sebagai glikosaminoglikan. Bagian karbohidrat pada
glikoprotein biasanya adalah komponen gula sederhana
yang tidak lebih dari 8 10 unit monosakarida.

Bentuk lain dari glikoprotein berkisar seluruh tubuh.


Salah satu contohnya adalah hormon set glikoprotein,
termasuk human chorionic gonadotropin, yang berfungsi
selama reproduksi, dan eritropoietin, yang membantu
mengontrol kadar sel darah merah. Berbagai glikoprotein
juga dapat bekerja untuk membawa molekul yang berguna
di sekitar tubuh, seperti vitamin.

25
2. Glukosamin

Glukosamin (C6H13NO5) merupakan gula amino


dan prekursor penting dalam sintesis biokimia dari protein
glikosilasi dan lemak. Glukosamin ditemukan sebagai
komponen utama dari rangka luar krustasea, artropoda, dan
cendawan. Glukosamin merupakan salah satu monosakarida
yang banyak dijumpai. Dalam industri, glukosamin
diproduksi dengan cara hidrolisis rangka luar krustasea.

Glukosamin ditemukan secara alami dalam tubuh,


yang tersusun dari glukosa dan asam amino glutamin.
Glukosamin diperlukan untuk menghasilkan
glycosaminoglycan, yang penting dalam pembentukan dan
perbaikan tulang dan jaringan tubuh lainnya. Produksi
glukosamin akan menurun seiring dengan pertambahan
usia.

3. Kondroitin Sulfat

Kondroitin yang lebih dikenal dengan nama


Kondroitin sulfat adalah glikosaminoglikan (GAG)
tersulfatisasi yang tersusun atas rantai gula bercabang (N-
asetilgalaktosamin dan asam glukuronat). Ia biasanya
ditemukan menempel pada protein sebagai bagian dari
senyawa proteoglikan. Rantai kondrotin dapat memiliki
lebih dari 100 gula individual yang dapat tersulfatisasi di
setiap bagian variabel. Kondroitin sulfat merupakan
komponen struktural penting penyusun jaringan kartilago

26
dan berperan dalam meningkatkan ketahanannya terhadap
tekanan. Bersama dengan glukosamin, kondroitin sulfat
digunakan secara luas sebagai suplemen makanan untuk
mencegah osteoartritis.

Kondroitin sulfat secara alami ditemukan dalam


tulang rawan. Kebanyakan kondroitin dibuat dari jaringan
kartilago sapi dan babi (trakea sapi dan telinga serta hidung
babi). Beberapa sumber lain seperti kartilago hiu, ikan dan
unggas.
Fungsi Kondroitin Sulfat dalam Tubuh:

1. Kondroitin memberikan elastisitas tulang rawan dan


mencegah kerusakan tulang rawan.

2. Untuk meringankan gejala osteoarthitis, seperti nyeri


dan kelemahan fungsi akibat osteoarthritis.

3. Mengontrol fungsi kandung kemih. Kondroitin sulfat


dapat membantu pada pasien dengan kandung kemih
terlalu aktif atau kontrol kandung kemih yang tidak
stabil.

4. Asam Muramat

Asam-N-asetil muramat (kiri) dan asam-N-asetil


glukosamin (kanan) merupakan unit penyusun struktur
molekul peptidoglikan, dimana dihubungkan oleh ikatan -
1,4.Peptidoglikan (murein) adalah polisakarida yang terdiri
dari dua gula turunan yaitu asam-N-asetil glukosamin serta
asam-N-asetil muramat yang dihubungkan ikatan -1,4, dan
sebuah rantai peptida pendek yang contohnya terdiri dari
asam amino l-alanin, d-alanin, d-asam glutamat, dan baik l-

27
lisin atau asam diaminopimelik (DAP)-asam amino langka
yang hanya ditemukan pada dinding sel prokariot.
Peptidoglikan adalah komponen utama dinding sel bakteri
yang bersifat kaku dan bertanggungjawab untuk menjaga
integritas sel serta menentukan bentuknya.

Struktur dasar peptidoglikan adalah sebuah selubung


yang menyelimuti sel yang tersusun dari utas-utas
peptidoglikan yang berdampingan satu sama lain dan
dihubungkan dengan ikatan silang tetrapeptida yang terbuat
dari asam amino.

5. Asam Sialat

Asam sialat adalah karbohidrat yang pembentuk


gangliosida pada sel otak. Gangliosida berperan
merangsang saraf bekerja optimal dan membentuk memori
jangka panjang. Gangliosida dibutuhkan dalam
pertumbuhan, perkembangan, migrasi dan pamatangan sel
saraf otak, serta pembentukan synaps (hubungan antarsel
saraf). Sialic Acid (asam sialat) adalah nutrisi otak selain
DHA (Docosahexaenoic Acid) dan AA (Arracidonic Acid).

Menurut penelitian, suplementasi gangliosida dapat


meningkatkan kemampuan belajar dan mengingat pada
anak. Gangliosida banyak terkonsentrasi diarea abu-abu
otak, otak besar dan cerebral cortex yang merupakan area
penting dalam pembentukan memori. Asam sialaat bekerja
sienergis dengan asam lemak Omega-3 (asam dokosahek-
saenoat/DHA) dan asam lemak Omega-6/ (asam
arakhidonat/ARA). Ketiganya merupakan zat pembangun
independent jaringan saraf untuk fungsi otak yang lebih

28
baik. Hati mampu mensintesis asam sialat tapi dalam
jumlah kecil, sehingga perlu asupan dari luar seperti ASI.
Produk susu formula banyak yang menambahkan asam
sialat.

F. Karbohidrat Sederhana
Karbohidrat sederhana terdiri dari:

1. Monosakarida,
Ssebagian besar monosakarida dikenal sebagai
heksosa, karena terdiri atas 6-rantai atau cincin karbon.
Atom-atom hidrogen dan oksigen terikat pada rantai atau
cincin ini secara terpisah atau sebagai gugus hidroksil (OH).
Ada tiga jenis heksosa yang penting dalam ilmu gizi, yaitu
glukods, fruktosa, dan galaktosa. Ketiga macam
monosakarida ini mengandung jenis dan jumlah atom yang
sama, yaitu 6 atom karbon, 12 atom hidrogen, dan 6 atom
oksigen. Perbedaannya hanya terletak pada cara penyusunan
atom-atom hidrogen dan oksigen di sekitar atom-atom
karbon. Perbedaan dalam susunan atom inilah yang
menyebabkan perbedaan dalam tingkat kemanisan, daya
larut, dan sifat lain ketiga monosakarida tersebut.
Monosakarida yang terdapat di alam pada umumnya terdapat
dalam bentuk isomer dekstro (D). gugus hidroksil ada karbon
nomor 2 terletak di sebelah kanan. Struktur kimianya dapat
berupa struktur terbuka atau struktur cincin. Jenis heksosa
lain yang kurang penting dalam ilmu gizi adalah manosa.
Monosakarida yang mempunyai lima atom karbon disebut
pentosa, seperti ribosa dan arabinosa.

29
1.1 Glukosa, dinamakan juga dekstrosa atau gula anggur,
terdapat luas di alam dalam jumlah sedikit, yaitu di
dalam sayur, buah, sirup jagung, sari pohon, dan
bersamaan dengan fruktosa dalam madu. Glukosa
memegang peranan sangat penting dalam ilmu gizi.
Glukosa merupakan hasil akhir pencernaan pati,
sukrosa, maltosa, dan laktosa pada hewan dan manusia.
Dalam proses metabolisme, glukosa merupakan bentuk
karbohidrat yang beredar di dalam tubuh dan di dalam
sel merupakan sumber energi.

1.2 Fruktosa, dinamakan juga levulosa atau gula buah,


adalah gula paling manis. Fruktosa mempunyai rumus
kimia yang sama dengan glukosa, C6H12O6, namun
strukturnya berbeda. Susunan atom dalam fruktosda
merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga
menimbulkan rasa manis.

1.3 Galaktosa, tidak terdapat bebas di alam seperti halnya


glukosa dan fruktosa, akan tetapi terdapat dalam tubuh
sebagai hasil pencernaan laktosa.
1.4 Manosa, jarang terdapat di dalam makanan. Di gurun
pasir, seperti di Israel terdapat di dalam manna yang
mereka olah untuk membuat roti.
1.5 Pentosa, merupakan bagian sel-sel semua bahan
makanan alami. Jumlahnya sangat kecil, sehingga tidak
penting sebagai sumber energi.
2. Disakarida
Ada empat jenis disakarida, yaitu sukrosa atau
sakarosa, maltosa, laktosa, dan trehaltosa.

30
Trehaltosa tidak begitu penting dalam milmu gizi, oleh
karena itu akan dibahas secara terbatas. Disakarida terdiri atas
dua unit monosakarida yang terikat satu sama lain melalui
reaksi kondensasi. kedua monosakarida saling mengikat
berupa ikatan glikosidik melalui satu atom oksigen (O). ikatan
glikosidik ini biasanya terjadi antara atom C nomor 1 dengan
atom C nomor 4 dan membentuk ikatan alfa, dengan
melepaskan satu molekul air. hanya karbohidrat yang unit
monosakaridanya terikat dalam bentuk alfa yang dapat
dicernakan. Disakarida dapat dipecah kembali mejadi dua
molekul monosakarida melalui reaksi hidrolisis. Glukosa
terdapat pada ke empat jenis disakarida; monosakarida lainnya
adalah fruktosa dan galaktosa.

2.1 Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga gula tebu atau gula
bit. Secara komersial gula pasir yang 99% terdiri atas
sukrosa dibuat dari keuda macam bahan makanan
tersebut melalui proses penyulingan dan kristalisasi.
Gula merah yang banayk digunakan di Indonesia dibuat
dari tebu, kelapa atau enau melalui proses penyulingan
tidak sempurna. Sukrosa juga terdapat di dalam buah,
sayuran, dan madu.
2.2 Maltosa (gula malt) tidak terdapat bebas di alam. Maltosa
terbentuk pada setiap pemecahan pati, seperti yang
terjadi pada tumbuh-tumbuhan bila benih atau bijian
berkecambah dan di dalam usus manusia pada
pencernaan pati.
2.3 Laktosa (gula susu) hanya terdapat dalam susu dan terdiri
atas satu unit glukosa dan satu unit galaktosa.
Kekurangan laktase ini menyebabkan ketidaktahanan
terhadap laktosa. Laktosa yang tidak dicerna tidak dapat

31
diserap dan tetap tinggal dalam saluran pencernaan. Hal
ini mempengaruhi jenis mikroorgnaisme yang tumbuh,
yang menyebabkan gejala kembung, kejang perut, dan
diare. Ketidaktahanan terhadap laktosa lebih banyak
terjadi pada orang tua. Mlaktosa adalah gula yang
rasanya paling tidak manis (seperenam manis glukosa)
dan lebih sukar larut daripada disakarida lain.
2.4 Trehalosa seperti juga maltosa, terdiri atas dua mol
glukosa dan dikenal sebagai gila jamur. Sebanyak 15%
bagian kering jamur terdiri atas trehalosa. Trehalosa juga
terdapat dalam serangga.

3. Gula Alkohol
Gula alkohol terdapat di dalam alam dan dapat pula
dibuat secara sintesis. Ada empat jenis gula alkohol yaitu
sorbitol, manitol, dulsitol, dan inositol.

3.1 Sorbitol, terdapat di dalam beberapa jenis buah dan secara


komersial dibuat dari glukosa. Enzim aldosa reduktase
dapat mengubah gugus aldehida (CHO) dalam glukosa
menjadi alkohol (CH2OH). Struktur kimianya dapat
dilihat di bawah.
Sorbitol banyak digunakan dalam minuman dan
makanan khusus pasien diabetes, seperti minuman
ringan, selai dan kue-kue. Tingkat kemanisan sorbitol
hanya 60% bila dibandingkan dengan sukrosa, diabsorpsi
lebih lambat dan diubah di dalam hati menjadi glukosa.
Pengaruhnya terhadap kadar gula darah lebih kecil
daripada sukrosa. Konsumsi lebih dari lima puluh gram
sehari dapat menyebabkan diare pada pasien diabetes.

32
3.2 Manitol dan Dulsitol adalah alkohol yang dibuat dari
monosakarida manosa dan galaktosa. Manitol terdapat di
dalam nanas, asparagus, ubi jalar, dan wortel. Secara
komersialo manitol diekstraksi dari sejenis rumput laut.
Kedua jenis alkohol ini banyak digunakan dalam industri
pangan.
3.3 Inositol merupakan alkohol siklis yang menyerupai
glukosa. Inositol terdfapat dalam banyak bahan
makanan, terutama dalam sekam serealia.
4. Oligosakarida
Oligosakarida terdiri atas polimer dua hingga sepuluh
monosakarida.

4.1 Rafinosa, stakiosa, dan verbaskosa adalah oligosakarida


yang terdiri atas unit-unit glukosa, fruktosa, dan
galaktosa. Ketiga jenis oligosakarida ini terdapat du
dalam biji tumbuh-tumbuhan dan kacang-kacangan serta
tidak dapat dipecah oleh enzim-enzim perncernaan.
4.2 Fruktan adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang
terdiri atas beberapa unit fruktosa yang terikat dengan
satu molekul glukosa. Fruktan terdapat di dalam serealia,
bawang merah, bawang putih, dan asparagus. Fruktan
tidak dicernakan secara berarti. Sebagian ebsar di dalam
usus besar difermentasi.

33
LATIHAN SOAL

1. Jelaskan mengenai glikoprotein !

2. Sebutkan Fungsi Kondroitin Sulfat dalam Tubuh !

3. Jelaskan secara singkat mengenai fruktan !

4. Jelaskan secara singkat mengenai fruktosa !

5. Sebutkan proses-proses pada metabolisme karbohidrat !


6. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara aldosa dan ketosa !
7. Tuliskan persamaan reaksi hidrolisis maltosa, laktosa, dan sukrosa !
8. Jelaskan persamaan dan perbedaan antara amilum, glikogen, dan selulosa !
9. Apakah arti dari istilah hemi asetal? Jelaskan!
10. Sebut dan jelaskan macam-macam polisakarida !

34
35
JAWABAN LATIHAN SOAL
1. Glikoprotein adalah senyawa organik yang mengandung protein dan
karbohidrat yang bergabung bersama dalam ikatan kimia kovalen. Definisi
lain menyebutkan senyawa molekul protein dengan substansi yang
mengandung kelompok karbohidrat.

2. 1. Kondroitin memberikan elastisitas tulang rawan dan mencegah


kerusakan tulang rawan.
2.Untuk meringankan gejala osteoarthitis, seperti nyeri dan kelemahan
fungsi akibat osteoarthritis.
3. Mengontrol fungsi kandung kemih. Kondroitin sulfat dapat membantu
pada pasien dengan kandung kemih terlalu aktif atau kontrol kandung
kemih yang tidak stabil.

3. Fruktan adalah sekelompok oligo dan polisakarida yang terdiri atas


beberapa unit fruktosa yang terikat dengan satu molekul glukosa. Fruktan
terdapat di dalam serealia, bawang merah, bawang putih, dan asparagus.
Fruktan tidak dicernakan secara berarti. Sebagian besar di dalam usus
besar difermentasi.
4. Fruktosa, dinamakan juga levulosa atau gula buah, adalah gula paling
manis. Fruktosa mempunyai rumus kimia yang sama dengan glukosa,
C6H12O6, namun strukturnya berbeda. Susunan atom dalam fruktosda
merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis.
5.
a) Glikolisis
b) Glikogenesis dan glikogenesis otot dan hati
c) Glukogeogenesis
d) HMP Shunt (Hexose Mono Phosphate Shunt)
e) Metabolisme asam uronat
f) Metabolisme fruktosa
g) Metabolisme galaktosa
h) Pengaturan metabolisme karbohidrat

i) Pengaturan glukosa darah

36
6. Persamaan dan perbedaan antara aldosa dan ketosa
Persamaan : Aldosa dan ketosa yang memiliki jumlah atom C sama,
rumus molekulnya juga sama, contoh senyawa heksosa, C6H12O6.
Keduanya tergolong monosakarida.
Perbedaan : Aldosa adalah monosakarida yang memiliki gugus fungsi
aldehid, -CHO sedang ketosa merupakan monosakarida yang mengandung
gugus fungsi keton, yaitu gugus karbonil, -CO-.

7. Persamaan reaksi hidrolisis maltosa, laktosa, dan sukrosa


Maltosa + air glukosa + glukosa
Laktosa + air glukosa + galaktosa
Sukrosa + air glukosa + fruktosa

8. Persamaan dan perbedaan antara amilum, glikogen, dan selulosa


Persamaan : Ketiganya polisakarida, gabungan dari D-glukosa, rumus
molekulnya sama, rantai polimer {-C6(H2O)5-}n
Perbedaan :
o Amilum memiliki 2 isomer, amilosa dan amilopektin. Amilosa berantai
terbuka dan tak bercabang. Amilopektin juga rantai terbuka, namun
sebagian kecil rantainya bercabang. Molekul amilopektin lebih besar
dari amilosa. Amilum tidak larut dalam air, namun ketika dipanaskan
membentuk suatu koloid kental.
o Glikogen berantai terbuka dan bercabang mirip amilopektin dan dapat
memutar bidang getar cahaya terpolarisasi ke kanan.
o Selulosa berantai terbuka dan bercabang banyak, sukar larut dalam air.

9. Hemi asetal adalah rantai lingkar sakarida yang terbentuk dari gabungan
gugus aldehid, -CHO dengan gugus hidroksil, -OH menjadi rantai lingkar
yang mengandung -C-O-C-. Misalnya glukosa, rantai hemi asetalnya
membentuk segi 6 yang terdiri atas 5 atom C dan satu atom O.

37
10. Polisakarida adalah senyawa yang memgandung satuan monosakarida yang
dipersatukan dengan ikatan glukosida. Hidrolisis lengkap akan menghasilkan
monosakarida. Beberapa yang penting yaitu ; selulosa, pati, glikogen dan
kitin.
Selulosa; adalah polimer tak bercabang dari glukosa yang dihubungkan
melalui ikatan 1,4 -glikosida 300-15000 unit D-glukosa membentuk
rantai lurus. Manusia tidak dapat mencerna selulosa karena sistem
pencernaan manusia tidak mempunyai enzim untuk menghidrolisis -
glikosida ( glukosidase).
Pati; merupakan polisakarida yang banyak terdapat pada padi-padian,
kentang, jagung dan lainnya. Serta berfungsi sebagai penyimpan energi.
Pati dapat dipisahkan menjadi dua komponen utama berdasarkan kelarutan
bila dibubur dalam air panas. Sekitar 20% pati adalah amilosa (larut) dan
80% amilopektin (tidak larut).
Glikogen; polisakarida yang berfungsi sebagai penyimpan glukosa dalam
hewan (terutama dalam hati dan otot). Strukturnya mengandung rantai
glukosa yang terikat 1,4 dengan percabangan 1,6 . Glikogen membantu
mempertahankan keseimbangan gula dalam tubuh, dengan jalan
menyimpan kelebihan gula yang dicerna dari makanan dan mensuplainya
ke dalam darah jika diperlukan.
Kitin; adalah polisakarida linier yang mengandung N-asetil-D-glukosamin
terikat . Hidrolisis kitin menghasilkan 2-amino-2-deoksi-D-glukosa. Kitin
banyak terikat dalam protein dan lipida, merupakan komponen utama
dalam bangunan serangga.

38
RANGKUMAN

Karbohidrat didefinisikan sebagai polihidroksialdehid atau polihidroksiketondan


derivatnya. Suatu karbohidrat merupakan suatu aldehid (-CHO) jika oksigen
karbonil berkaitan dengan suatu atom karbon terminal, dan suatu keton (=C=O)
jika oksigen karbonil berkaitan dengan suatu karbon internal. Definisi ini
menghindari klasifikasi melalui formula empirik dan mencakup derivat seperti
gula deoksi- dan amino-.Dalam alam, karbohidrat terdapat sebagai monosakarida
(gula individual atau sederhana), oligosakarida, dan polisakarida. Oligosakarida
umumnya didefinisikan sebagai suatu molekul yang mengandung dua hingga
sepuluh unit monosakarida, beberapa diantaranya mempunyai berat molekul
beberapa juta. Secara umum, karbohidrat digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu:
monosakarida dan turunannya, oligosakarida serta polisakarida. Masing-masing
kelompok memiliki keunggulan serta fungsi yang khas dalam pangan.
Karbohidrat terbagi menjadi 3 kelompok :
1. Monosakarida: glukosa, galaktosa dan fruktosa

2. Disakarida : sukrosa, maltosa, laktosa

3. Polisakarida : pati, asam healuronik, glikogen, selulosa

Secara sederhana dapat diartikan bahwa karbohidrat ialah suatu senyawa yang
terdiri dari molekul-molekul karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O) atau
karbon dan hidrat (H2O) sehingga dinamaka karbo-hidrat. Dalam tumbuhan
senyawa ini dibentuk melaui proses fotosintesis antara air (H2O) dengan
karbondioksida (CO2) dengan bantuan sinra matahari (UV) menghasilkan
senyawa sakarida dengan rumus (CH2O)n. Karbohidrat merupakan pusat
metabolisme tanaman hijau dan organisme fotosintetik lain yang menggunakan
energi matahari untuk melakukan pembentukan karbohidrat. Pada tumbuhan
terdapat cadangan glukosa bentuk lain seperti amilosa, milopektin atau selulosa.

39
TES FORMATIF

1. Glukosa dan fruktosa berbeda secara struktur sebab . . . . .


A. Glukosa aldehid dan fruktosa eter
B. Glukosa keton dan fruktosa aldehid
C. Glukosa aldehid dan fruktosa keton
D. Glukosa aldehid dan fruktosa ester
E. Glukosa amida dan fruktosa asam

2. Karbohidrat yang tergolongdisakaridaadalah .


A. Pati
B. Glukosa
C. Galaktosa
D. Fruktosa
E. Maltosa

3. Berikut ini adalah fungsi karbohidrat, kecuali . . . . .


A. Sumberkarbon
B. Sebagaicadanganmakanan
C. Penyusundindingsel
D. Penggantisel yang rusak
E. Pelumassendikerangka

4. Unit yang menyusun amilosa dalam sebuah rantai adalah . . . . .


A. D-glukosa yang terikat dengan ikatan 1,4-glikosidik

B. D-glukosa yang terikat sebagian besar dengan ikatan 1,4-glikosidik dan

sebagian kecil dengan ikatan 1,6-glikosidik.

C. D-glukosa yang terikat dengan ikatan 1,6-glikosidik

40
D. D-glukosa yang terikat sebagian besar dengan ikatan 1,6-glikosidik dan

sebagian kecil dengan ikatan 1,4-glikosidik.

E. D-fruktosa yang terikat dengan ikatan 1,5-glikosidik

5. Struktur glukosa atau karbohidrat dapat digambarkan dalam berbagai


bentuk. Salah satunya adalah bentuk siklik atau cincin sederhana, yang
disebut dengan...
A. Proyeksi Fisher
B. Proyeksi Haworth
C. Konfigurasi kursi
D. Konfigurasi perahu
E. Konformasi
6. Rumus umum karbohidrat yang benar adalah . . .

A. CnH2Om
B. Cn(H2O)m

C. CnH2O

D. CmH2O

E. Cm(H2O)n

7. Gula yang ditemukan di alam, merupakan gula dalam bentuk . . . .

A. Isomer D

B. Isomer L

C. Isomer

D. Isomer

E. Semua benar

41
8. Salah satu bentuk Monosakarida adalah Galaktosa , bisanya dtemukan

dalam kehidupan sehari-hari dalambentuk . . .

A. Amilum Susu

B. Madu

C. Sagu

D. Gula

E. Kayu

9. Senyawa karbohidrat yang memiliki struktur Glukosa tipe adalah . . .

A. Amilum

B. Glukosa

C. Selulosa

D. Amilopektin

E. Manosa

10. Gugus aldehida pada struktur molekul monosakarida selalu berada pada

atom C bernomor :

A. Satu

B. Dua

C. Tiga

D. Empat

E. Lima

42
JAWABAN TES FORMATIF

1. C

2. E

3. D

4. A

5. B

6. B

7. A

8. A

9. C

10. A

43
DAFTAR PUSTAKA

Anna Poedjiadi, (1994), Dasar-dasar Biokimia, UI Press, Jakarta.


Hart, Craine, Hart, Kimia Organik Suatu Kuliah Singkat, Edisi
Kesebelas,Erlangga,
Jakarta, 2003.
Muhammad Wirahadikusumah (1985), Biokimia: Metabolisme Energi,
karbohidrat
dan Lipid. Institut Teknologi Bandung.
Panil, Zulbadar. 2004. Memahami Teori dan Praktek Biokimia Dasar Medis.
Jakarta: Buku Kedokteran EGC
Page, D., (1989), Prinsip-Prinsip Biokimia,Penerbit Erlangga, Jakarta.
Winarno, F. G. 1984. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT Gramedia
PustakaUtama.

iv

Anda mungkin juga menyukai