Anda di halaman 1dari 4

PENGELOLAAN LIMBAH

INFEKSIUS DAN NON-


INFEKSIUS, BENDA
TAJAM&JARUM,
DARAH&KOMPONEN
No. Dokumen :
8.1.2.13/245/PKM Sukamara
/2016

No. Revisi :
SOP
TanggalTerbit : 08 September
2016

Halaman : 1/4

UPTD PUSKESMAS
DARMADI
SUKAMARA
NIP.19721202 199303
1 011

1. PENGERTIAN 1) Limbah rumah sakit/ Puskesmas adalah semua limbah yang


dihasilkan dari kegiatan rumah sakit/ puskesmas baik medis
maupun non-medis dalam bentuk padat, cair maupun gas
kategori infeksius maupun non-infeksius.
2) Limbah medis adalah segala bentuk limbah yang terkait
dengan dengan tindakan medis.
3) Medis padat berupa limbah padat infeksius, limbah patologi,
limbah benda tajam, limbah farmasi, kimiawi, radioaktif, dll.
4) Medis cair berupa air buangan seperti bahan kimia beracun,
radioaktif berbahaya, tinja, darah, air seni dll yang berpotensi
mengandung mikroorganisme bahan beracun yang dapat
membahayakan kesehatan.
5) Limbah non-medis merupakan segala bentuk limbah yang
merupakan hasil pembuangan dari kegiatan diluar tindakan
medis, seperti kegiatan perkantoran, taman, dll.
6) Limbah infeksius adalah limbah yang terkontaminasi darah,
cairan tubuh pasien yang mengandung organisme patogen yang
tidak secara rutin ada di lingkungan dan organisme tersebut
dalam jumlah dan virulensi yang cukup untuk menularkan
penyakit pada manusia rentan.
7) Limbah benda tajam dan jarum suntik, jarum jahit bedah,
pisau, skalpel, gunting, benang kawat, pecahan kaca dan benda
lain yang dapat menusuk atau melukai
8) Limbah darah dan komponen
1) Melindungi petugas pembuangan limbah dari perlukaan
2) Melindungi penyebaran infeksi terhadap para petugas
kesehatan
2. TUJUAN
3) Mencegah penularan infeksi pada masyarakat sekitarnya
4) Membuang bahan-bahan berbahaya (bahan toksik dan
radioaktif) dengan aman.
Surat keputusan Kepala UPTD Puskesmas Sukamara Tahun 2015
3. KEBIJAKAN
tentang uraian tugas petugas laboratorium.
1) Permenkes No. 37 Tahun 2012 Tentang Penyelenggaraan
4. REFERENSI Laboratoriym Pusat Kesehatan Masyarakat
2) Pedoman Nasional Pemeriksaan Laboratorium
5. HAL-HAL YANG Pemberian label dan pemisahan wadah untuk jenis-jenis limbah
PERLU DI resiko tinggi atau infeksius.
PERHATIKAN Persyaratan wadah berupa harus tertutup, tahan bocor, tidak
berkarat, ,mudah dikosongkan atau diangkat, mudah
dibersihkan, tidak terisi terlalu penuh (cukup ), diletakkan di
tempat yang terlindungi.
Penyimpanan limbah tidak boleh melebihi 24 jam
Limbah benda tajam dikumpulkan dalam satu wadah anti bocor
dan tahan tusukan (safety box).
Pengangkutan limbah harus menggunakan troli yang
tertutup.Pengangkutan dilakukan 2 kali.Apabila harus
menggunakan jalur tersendiri
Pemusnahan limbah medis padat harus dilakukan di tempat
pengelolaan sampah medis dalam hal ini Rumah Sakit
bekerjasama dengan pihak ketiga
Petugas yang menangani limbah harus mengunakan APD
seperti sarung tangan khusus,masker,sepatu
boot,apron,pelindung mata,dan bila perlu helm
1. Identifiasi Limbah: Padat, Cair, Tajam, Infeksius, atau
Non infeksius
2. Pemisahan
- Pemisahan dimulai dari awal penghasil limbah
- Pisahkan limbah sesuai dengan jenis limbah
- Tempatkan limbah sesuai dengan jenisnya
- Limbah cair segera dibuang ke wastafel di spoelhoek
3. Labeling
4. Penampungan:
a. Limbah padat infeksius: plastik kantong kuning atau
kantong warna lain tapi diikat tali warna kuning
b. Limbah padat non infeksius: plastik kantong warna
hitam
c. Limbah benda tajam: wadah tahan tusuk dan air
(safety box)
d. Kantong pembuangan diberi label biohazard atau
sesuai jenis limbah
5. Packing
a. Tempatkan dalam wadah limbah tertutup
b. Tutup mudah dibuka, sebaiknya bisa dengan
6. PROSEDUR
menggunakan kaki
PELAKSANAAN
c. Kontainer dalam keadaan bersih
d. Kontainer terbuat dari bahan yang kuat, ringan dan
tidak berkarat
e. Tempatkan setiap kontainer limbah pada jarak 10
20 meter
f. Ikat limbah jika sudah terisi 3/4 penuh
g. Kontainer limbah harus dicuci setiap hari
6. Penyimpanan
a. Simpan limbah di tempat penampungan sementara
khusus
b. Tempatkan limbah dalam kantong plastik dan ikat
dengan kuat
c. Beri label pada kantong plastik limbah - Setiap hari
limbah diangkat dari tempat penampungan sementara
d. Mengangkut limbah harus menggunakan kereta
dorong khusus
e. Kereta dorong harus kuat, mudah dibersihkan,
tertutup
f. Tidak boleh ada yang tercecer
g. Sebaiknya lift pengangkut limbah berbeda dengan lift
pasien
h. Gunakan alat pelindung diri ketika menangani limbah
i. Tempat penampungan sementara harus di area
terbuka, terjangkau (oleh kendaraan), aman dan selalu
dijaga kebersihannya dan kondisi kering.
7. Pengangkutan
a. Mengangkut limbah harus menggunakan kereta
dorong khusus
b. Kereta dorong harus kuat, mudah dibersihkan,
tertutup
c. Tidak boleh ada yang tercecer
d. Sebaiknya lift pengangkut limbah berbeda dengan lift
pasien
e. Gunakan alat pelindung diri ketika menangani
limbah.
8. Penanganan/pemusnahan
a. Limbah infeksius di masukkan dalam incenerator
b. Limbah non infeksius dibawa ke tempat pembuangan
limbah umum
c. Limbah benda tajam dimasukkan dalam incenerator
d. Limbah cair dalam wastafel di ruang spoelhok
e. Limbah feces, urine kedalam WC.

Penanganan Limbah Benda Tajam


Jangan menekuk atau mematahkan benda tajam
Jangan meletakkan limbah benda tajam sembarang
tempat
Segera buang limbah benda tajam ke kontainer yang
tersedia tahan tusuk dan tahan air dan tidak bisa
dibuka lagi
Selalu buang sendiri oleh si pemakai
Tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis
pakai
Kontainer benda tajam diletakkan dekat lokasi
tindakan.

Penanganan Limbah Terkontaminasi


Untuk limbah terkontaminasi, pakailah wadah plastik
atau disepuh logam dengan tutup yang rapat.
Gunakan wadah tahan tusukan untuk pembuangan
semua benda-benda tajam
Cuci semua wadah limbah dengan larutan pembersih
disinfektan (larutan klorin 0,5% + sabun) dan bilas
teratur dengan air.
Jika mungkin, gunakan wadah terpisah untuk limbah
yang akan dibakar dan yang tidak akan dibakar
sebelum dibuang.
Gunakan Alat Perlindungan Diri (APD) ketika
menangani limbah (misalnya sarung tangan utilitas
dan sepatu pelindung tertutup).
Cuci tangan atau gunakan penggosok tangan
antiseptik berbahan dasar alkohol tanpa air setelah
melepaskan sarung tangan apabila menangani limbah.

Teknik pemusnahan limbah


Enkapsulasi: Benda tajam dikumpulkan dalam
wadah tahan tusukan dan antibocor, diisi dengan
bahan-bahan seperti pasir, semen, dll, kemudian
dikubur di lobang sedalam 2,5 m, setiap tinggi limbah
75 cm ditutupi kapur tembok, kemudian diisi lagi
dengan limbah sampai 75 cm ditutupi kapur tembok,
kemudian diisi lagi dengan limbah sampai 75 cm,
kemudian dikubur
Insenerasi: proses dengan suhu tinggi untuk
mengurangi isi dan berat limbah.
Pembakaran terbuka Pada fasilitas kesehatan
dengan sumberdaya terbatas dan insinerator bersuhu
tinggi tidak tersedia, maka limbah dapat diinsenerasi
dalam insinerator tong.

Laboratorium
7. UNIT TERKAIT

8. DOKUMEN
TERKAIT
9. REKAMAN No Yang diubah Isi Perubahan Tgl mulai diberlakukan
HISTORIS
PERUBAHAN