Anda di halaman 1dari 44

RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMA
Mata pelajaran : Geografi
Kelas/Semester : X/1
Materi Pokok : Dinamika planet Bumi sebagai ruang kehidupan
Alokasi Waktu : 12 X 45 (4 X Pertemuan)

A. Kompetensi Inti :
1. KI-1 dan KI-2 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja
sama, toleran, damai), santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
2. KI-3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena
dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
3. KI-4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan
mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Pengembangan IPK sampai mencapai KD

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4. Menganalisis
3.4.1 Mengidentifikasi Teori pembentukan planet Bumi.
dinamika planet Bumi
3.4.2 MendeskripsikanTeori pembentukan planet Bumi.
sebagai ruang
3.4.3 Menjelaskan Perkembangan kehidupan di Bumi.
kehidupan 3.4.4 Membandingkan perkembangan kehidupan di
Bumi masa ke masa
3.4.5 Menganalisis dampak rotasi dan revolusi Bumi
terhadap kehidupan di Bumi
3.4.6 Menganalisis karakteristik bumi sebagai ruang
kehidupan

4.4. Menyajikan 4.4.1 Mengasosiasikan karakteristik planet Bumi


karakteristik planet sebagai ruang kehidupan dengan menggunakan
Bumi sebagai ruang peta dan gambar
kehidupan dengan 4.4.2 Menyajikan karakteristik planet Bumi sebagai
ruang kehidupan dengan menggunakan peta, dan
menggunakan peta,
gambar
bagan, gambar, tabel,
grafik, foto, dan/atau
video

1
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui pembelajaran berbasis aktivitas diharapkan peserta didik mampu menganalisis
dinamika planet Bumi sebagai ruang kehidupan dan menyajikan karakteristik planet Bumi
sebagai ruang kehidupan dengan penuh rasa syukur, ingin tahu, teliti dan bertanggung
jawab.

D. Materi Pembelajaran
1) Teori pembentukan Jagat Raya
2) Teori Pembentukan Tata Surya
3) Karakteristik anggota tata surya
4) Karakteristik bumi sebagai anggota tata surya
5) Perkembangan Bumi
6) Rotasi dan revolusi bumi
7) Dampak rotasi dan revolusi bumi terhadap kehidupan di Bumi
8) Karakteristik planet bumi sebagai ruang kehidupan.

E. Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model : INQUIRY LERNING
Metode : Diskusi Kelompok dan Penugasan

F. Media Pembelajaran
Video pembentukan tata surya dan jagat raya
Youtube: My solar system, Birth of the solar system, rotation and revolution
Gambar-gambar anggota tata surya
LCD Projector

G. Sumber Belajar
Buku Geografi Kelas X, Penerbit Erlangga, Artikel, Web, Flash Animasi
Buku \Riwayat Alam Semesta

H. Langkah Langkah Pembelajaran


1. Pertemuan Pertama: (3 JP)
Indikator :
3.4.1. Mengidentifikasi teori pembentukan Jagat Raya
3.4.2. Menjelaskan teori pembentukan Tata Surya
3.4.3. Mendeksripsikan karakteristik anggota tata surya

a. Kegiatan Pendahuluan (20)


1) Memberi salam, berdoa dan mengabsen
2) mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
3) tanya jawab terkait kompetensi yang sudah dipelajari
4) menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dan manfaatnya dalam kehidupan
sehari-hari;

2
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

5) menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan;
dan
6) menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

Religius dan Rasa


ingin tahu

b. Kegiatan Inti (100) (Model Pembelajaran Penyingkapan)


1) Peserta didik diminta memperhatikan permasalahan-permasalahan yang
diberikan, dan mencermati objek-objekyang
diberikanberupa video tentang jagat raya sambil mengajak
mereka untuk mensyukuri karya sang Pencipta

Literasi

2) Setelah melihat tayangan video tentang jagat raya, peserta didik memprediksi
permasalahan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, diharapkan muncul
pertanyaan:
a. Bagaimana jagat raya dan tatasurya tercipta? Adakah teori yang
mendukungnya?
b. Bagaimana berkembangnyateori-teori tersebut sampai saat ini?
Berpikir Kritis

3) Peserta didik dibagi ke dalam kelompok yang beranggotakan 3-4 orang

Teliti, bertanggung jawab

4) Setiap kelompok mencari informasi tentang teori-teori terbentuknya jagat raya


dan teori pembentukan tata suryadengan memanfaatkan buku, informasi internet,
dan sumber lainnya

Literasi dan Kolaborasi

5) Setiap kelompok memvisualisasikan dengan membuat tabel tentang teori teori


terbentuknya jagat raya dan teori pembentukan tata surya

Teori Terbentuknya
Jagat Raya Tata Surya
1) ............................................................................ 1) ..........................................................................
2) ............................................................................ 2) ..........................................................................
3) ............ dst 3) ............ dst

3
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

6) Hasil kerja kelompok didiskusikan bersama-sama


7) Diberikan tayangan slide tentang anggota-anggota tata surya Kreativitas,
Kolaborasi

Literasi

8) Anggota tata surya dibagi ke dalam kelompok untuk dideskripsikan


karakteristiknya melalui berbagai sumber belajar dilengkapi dengan gambar.
9) Setiap kelompok menyimpulkan dan mereview karakteristik anggota tata surya.
Komunikasi

c. Kegiatan Penutup (15)


1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:
a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;
dan
c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
dan
d) mempersiapkan diri untuk materi yang akan datang yaitu karakteristik bumi
berupa rotasi, revolusi dan dampaknya terhadap kehidupan di bumi

2) Kegiatan guru yaitu:


a) melakukan penilaian;
b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dengan memberikan tugas baik individu
maupun kelompok
c) menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

2. Pertemuan Kedua: (3 JP)


3.4.4. Mendeksripsikan karakteristik bumi
3.4.5. Menjelaskan perkembangan Bumi

a. Kegiatan Pendahuluan (20)


1) mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
2) mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan
dikembangkan;
3) menyampaikan kompetensi yang akan dicapai yaitu menggambarkan
karakteristik bumi dan mengemukakan perkembangan Bumi

4
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

4) menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan;
dan
5) menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

PEMBELAJARAN HOTS
b. Kegiatan Inti (100)
Setelah pada pertemuan pertama peserta didik melakukan pembelajaran Discovery
Learning, pada pertemuan ke-2 kegiatan ini melanjutkan pembelajaran pada
pertemuan pertama.
Religius
1) Pemberian Stimulus
Peserta didik menyimak tayangan dinamika/perkembangan bumi

Berpikir Kritis
Critical Thinking, Collaboration, Creativity, Communication, HOTS, Literacy

Aktif

Peserta didik secara berkelompok ditugaskan membaca referensi sesuai topik


masing-masing
Peserta didik mencatat pengetahuan awal tentang topik bahasan

Literasi

Setiap kelompok secara bergiliran mengemukakan hasil diskusinya


Komunikasi

2) Menyiapkan Problem statement

Rasa Ingin Tahu

Peserta didik diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum


diketahui dan hal-hal yang ingin diketahui lebih jauh
Peserta lain diberi kesempatan memberikan jawaban, tanggapan
Peserta didik didorong untuk mengajukan pertanyaan sesuai topik bahasan
setiap kelompok
Berpikir kritis
Teliti

5
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

3) Mengumpulkan Data
Peserta didik diminta mengumpulkan data/informasi sesuai topik masing-
masing kelompok tentang pembagian tugasnya bentuk narasi, gambar,
video dan data Kolaborasi, Inovatif

4) Mengolah Data
Secara berkelompok peserta didik mengolah informasi, mengklasifikasi dan
menganalisis data informasi tentangdinamika perkembangan bumi dalam
bentuk bagan, gambar, grafik, tabel atau peta
Kreatif, Inovatif
5) Menyimpulkan
Masing-masing kelompok berdiskusi merumuskan kesimpulan atas topik
setelah mengolah,mengklasifikasi dan menganalisis data tentang dinamika
perkembangan bumi.
Peserta didik secara berkelompok memajang hasil kerja kelompok
Selanjutnya secara bergilir setiap kelompok diberi kesempatan
mengemukakan/mempresentisikan hasil kerja kelompoknya

Komunikasi

Kelompok lain diberi kesempatan untuk memberikan tanggapan dan


pertanyaan
Berpikir Kritis

c. Kegiatan Penutup (15)


1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:
a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran tentang dinamika perkembangan
bumi
b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;
dan
c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
dan

2) Kegiatan guru yaitu:


a) melakukan penilaian;
b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas baik
individualmaupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; dan
menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.

4. Pertemuan Ketiga: (3 JP)


3.4.6. Membedakan rotasi dan revolusi bumi
3.4.7. Menganalisis dampak rotasi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan di Bumi

a. Kegiatan Pendahuluan (20)


1) mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;

6
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

2) menyampaikan kompetensi yang akan dicapai yaitu membedakan rotasi, revolusi


dan dampaknya terhadap
3) menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan;
dan
4) menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

PEMBELAJARAN HOTS
b. Kegiatan Inti (100)
Peserta didik melanjutkan materi pembelajaran pada pertemuan sebelumnya
1) Guru menampilkan gambar tentang posisi matahari saat pagi, siang dan sore,
siswa diminta mengamati dan bertanya tentang fenmena tersebut
2) Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok dan diberikan tugas mencari
tentang dampak rotasi dan revolusi bumi dengan bantuan internet
3) Setiap kelompok mencatat hasil temuannya dan mengkomunikasikannya di depan
kelas
4) Peserta didik (perwakilan kelompok)
menyampaikan hasil pembelajaran pada
pertemuan sebelumnya yaitu karakteristik
bumi Komunikasi
5) Guru melakukan elaborasi bersama siswa

6) Guru kemudian melakukan penguatan


materi
Kreatif, Literasi
c. Kegiatan Penutup (15) Berpikir kritis, Kolaborasi
1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:
a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran tentang dampak rotasi dan
revolusi bagi kehidupan di bumi
b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;
dan
c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
dan

2) Kegiatan guru yaitu:


a) melakukan penilaian
b) merencanakan kegiatan tindak lanut
c) pemberian tugas
d) menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya

4. Pertemuan Keempat: (3 JP)


3.4.8 Menganalisis karakteristik bumi sebagai ruang kehidupan
4.4.2. Merangkum informasi tentang karakteristik planet bumi sebagai ruang kehidupan
dari berbagai sumber

7
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

4.4.3. Melakukan langkah-langkah pembuatanposter/video/powerpoint tentang


karakteristik planet Bumi sebagai ruang kehidupan.
4.4.4. Menyajikan karakteristik planet bumi menggunakan poster/video/powerpoint

a. Kegiatan Pendahuluan (20)


1) mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan;
2) mendiskusikan kompetensi yang sudah dipelajari dan dikembangkan
sebelumnya berkaitan dengan kompetensi yang akan dipelajari dan
dikembangkan;
3) menyampaikan kompetensi yang akan dicapai yaitu menganalisis karakteristik
bumi sebagai ruang kehidupan
4) menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan;
5) mempersiapkan untuk kegiatan keterampilan; dan
6) menyampaikan lingkup dan teknik penilaian yang akan digunakan.

PEMBELAJARAN HOTS

b. Kegiatan Inti (100)


Peserta didik melanjutkan materi pembelajaran pada pertemuan sebelumnya
Stimulasi
Tanggung jawab

1) Peserta didik (perwakilan kelompok) menyampaikan hasil pembelajaran pada


pertemuan sebelumnya yaitu dampak rotasi dan revolusi bagi kehidupan di bumi

Rasa Ingin Tahu Komunikasi

2) Peserta didik tanya jawab tentang karakteristik bumi


Berpikir kritis

3) Guru menayangkan slide/video tentang karakteristik bumi sebagai ruang


kehidupan

Religius

Kolaborasi, Literasi

4) Peserta didik secara berkelompok membahas tentang karakteristik bumi sebagai


ruang kehidupan(Identifikasi Masalah)
8
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

5) Setiap kelompok mempersiapkan alat dan bahan untuk menyajikan karakteristik


planet bumi menggunakan poster (Mengolah Informasi)
Kreatif

6) Setiap kelompok mengecek kebenaran atau keabsahan hasil pengolahan data


tentang dinamika planet sebagai ruang kehidupan dari berbagai
sumber(Verifikasi Hasil)
Teliti Komunikasi

7) Masing-masing kelompok menyampaikan hasil kinerjanya(Generalisasi)

8) Kegiatan Penutup (15)


1) Kegiatan guru bersama peserta didik yaitu:
a) membuat rangkuman/simpulan pelajaran tentang karakteristik planet bumi
sebagai ruang kehidupan.
b) melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan;
dan
c) memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
dan

2) Kegiatan guru yaitu:


a) melakukan penilaian;
b) merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian pembelajaran
remedial dan sesuai dengan hasil belajar peserta didik.

I. Penilaian Hasil Pembelajaran

Penilaian Teknik Rubrik Instrumen Remedial Pengayaan


Penilaian Penilaian Penilaian ( < KKM) ( >KKM)
Sikap : Observasi 1) Pembelajaran 1) Belajar
Pengetahuan : Tes ulang kelompok
tertulis 2) Pemberian 2) Belajar
Keterampilan : Unjuk bimbingan mandiri
kerja secara 3) Pembelajaran
khusus berbasis
Terlampir 3) Pemberian tema
tugas-tugas
latihan
secara
khusus
4) Pemanfaatan
tutor sebaya

9
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Penilaian Teknik Rubrik Instrumen Remedial Pengayaan


Penilaian Penilaian Penilaian ( < KKM) ( >KKM)

Bekasi, Juni 2017


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

10
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Lampiran Penilaian

Pertemuan 1-4

1. Penilaian Sikap

Observasi melalui Jurnal Guru

Nama Satuan Pendidikan : SMA


Tahun Pelajaran : 2016/2017
Kelas/Semester : X-....../1
Mata Pelajaran : Geografi

No Waktu Nama Kejadian/perilaku Butir sikap Pos Tindak


. /Neg lanjut
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
Aspek yang dinilai : rasa ingin tahu, tanggung jawab, disiplin, menghargai pendapat

11
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Pertemuan 4

2. Penilaian Keterampilan

PENILAIAN KINERJA

Mata Pelajaran : Geografi


Kelas/Semester : X/1
Tahun Pelajaran : 2016/2017
Kompetensi Dasar : 4.4. Menyajikan karakteristik planet Bumi sebagai ruang kehidupan dengan
menggunakan peta, bagan, gambar, tabel, grafik, foto, dan/atau video
Indikator :
4.4.1. Merangkum informasi tentang karakteristik planet bumi sebagai ruang kehidupan dari
berbagai sumber.
4.4.2. Melakukan langkah-langkah pembuatanposter tentang karakteristik planet Bumi
sebagai ruang kehidupan.
4.4.3. Menyajikan karakteristik planet bumi menggunakan poster

Langkah Kerja :
a. Kumpulkan berbagai informasi tentang karakteristik planet bumi
b. Siapkan kertas poster
c. Susun informasi tentang karakteristik planet bumi mulai dari awal pembentukannya
d. Sajikan informasi yang jelas, lengkap dan menarik tentang karakteristik planet bumi
sebagai ruang kehidupan

RUBRIK PENILAIAN KINERJA

Kriteria Skor Indikator


Persiapan 3 Pemilihan alat dan bahan tepat
(skor maks 3) 2 Pemilihan alat atau bahan tepat
1 Pemilihan alat dan bahan tidak tepat
0 Tidak menyiapkan alat dan/atau bahan

Pelaksanaan 3 Menyusun keterangan dan gambar tepat dan rapi


(skor maks 7) 2 Menyusun keterangan dan gambar tepat atau rapi
1 Menyusun keterangan dan gambar tidak tepat dan
tidak rapi
0 Tidak menyusun

2 Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tepat


1 Langkah kerja atau waktu pelaksanaan tepat
12
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Kriteria Skor Indikator


0 Langkah kerja dan waktu pelaksanaan tidak tepat

2 Memperhatikan kerapihan dan kebersihan


1 Memperhatikan kerapihan atau kebersihan
0 Tidak memperhatikan kerapihan dan kebersihan

Hasil 3 Mencatat dan mengolah data dengan tepat


(skor maks 6) 2 Mencatat atau mengolah data dengan tepat
1 Mencatat dan mengolah data tidak tepat
0 Tidak mencatat dan mengolah data

3 Menyampaikan simpulan dengan tepat


2 Menyampaikan simpulan kurang tepat
1 Menyampaikan simpulan tidak tepat
0 Tidak menyampaikan kesimpulan

Format Penilaian kinerja


Skor untuk
No. Nama Jumlah Nilai
Persiapan Pelaksanaan Hasil

13
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

3. PENILAIAN PENGETAHUAN
A. Teknik Penilaian : Tes tertulis
Pertemuan 3
3.4.5 Membedaka rotasi dan Diberikan C4 6 D Budi akan pergi ke amerika serikat pada tanggal 3 januari
n rotasi dan revolusi bumi pernyataan 2017 untuk melakukan penelitian ia berencana kembali ke
peserta didik indonesia pada 30 desember 2017, saat budi kembali ke
revolusi bumi
dapat indonesia amerika serikat sedang mengalami musim . .
menjelaskan A
dampak dari rotasi a. Panas
bumi b. Semi
c. Gugur
d. Dingin
e. Hujan

14
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

B. Pedoman Penskoran

PROGRAM PEMBELAJARAN REMEDIAL

Sekolah : SMA.
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : X
Jenis Remedial : Pemanfaatan tutor sebaya
KKM Mata Pelajaran : 76
Materi : Dinamika bumi sebagai ruang kehidupan

KD:
3.4. Menganalisis dinamika planet Bumi sebagai ruang kehidupan
4.4. Menyajikan karakteristik planet Bumi sebagai ruang kehidupan dengan
menggunakan peta, bagan, gambar, tabel, grafik, foto, dan/atau video
Indikator:
3.4.1. Mengidentifikasi teori pembentukan Jagat Raya
3.4.2. Menjelaskan teori pembentukan Tata Surya
3.4.3. Mendeksripsikan karakteristik anggota tata surya
3.4.4. Mendeksripsikan karakteristik bumi
3.4.5. Menjelaskan perkembangan Bumi
3.4.6. Membedakan rotasi dan revolusi bumi
3.4.7. Menganalisis dampak rotasi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan di Bumi
3.4.8. Menganalisis karakteristik bumi sebagai ruang kehidupan

KD / INDIKATOR YANG NO. IPK


NO NAMA SISWA NU HASlL
BELUM DIKUASAI TES ULANG

15
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

PROGRAM PEMBELAJARAN PENGAYAAN

Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : Geografi
Kelas : X
Rencana Pengayaan : Belajar mandiri mengenai sesuatu yang diminati
KKM Mata Pelajaran : 76

KD:
3.4. Menganalisis dinamika planet Bumi sebagai ruang kehidupan
4.4. Menyajikan karakteristik planet Bumi sebagai ruang kehidupan dengan
menggunakan peta, bagan, gambar, tabel, grafik, foto, dan/atau video

Indikator :
3.4.1. Mengidentifikasi teori pembentukan Jagat Raya
3.4.2. Menjelaskan teori pembentukan Tata Surya
3.4.3. Mendeksripsikan karakteristik anggota tata surya
3.4.4. Mendeksripsikan karakteristik bumi
3.4.5. Menjelaskan perkembangan Bumi
3.4.6. Membedakan rotasi dan revolusi bumi
3.4.7. Menganalisis dampak rotasi dan revolusi Bumi terhadap kehidupan di Bumi
3.4.8. Menganalisis karakteristik bumi sebagai ruang kehidupan

BENTUK
NO. NAMA SISWA NU
PENGAYAAN

16
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Pembelajaran Remedial
Pembelajaran Remedial diberikan bagi siswa yang tidak tuntas (memperoleh
Nilai KD kurang dari nilai KKM yakni 76 dengan mengikuti program
pembelajaran kembali baik dengan memberikan pembahasan soal-soal uji
kompetensi (menjelaskan kembali penyelesaian soal-soal) atau memberikan
tugas yang berkaitan dengan indikator atau kompetensi dasar yang belum
tuntas kemudian melakukan uji pemahaman ulang (ujian perbaikan) sesuai
dengan indikator/kompetensi yang belum tuntas melalui pemanfaatan tutor
sebaya.
b. Pembelajaran Pengayaan
Pembelajaran Pengayaan diberikan bagi siswa yang telah tuntas
(memperoleh Nilai KD KKM = 76) dengan memberikan program
pembelajaran tambahan berupa materi dan pembahasan soal-soal dengan
variasi yang lebih tinggi dan memberikan pembahasan soal-soal olimpiade, uji
kompetensi atau menjelaskan kembali penyelesaian soal-soal) melalui
pembelajaran mandiri.

17
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Materi Pertemuan 1

SEJARAH PEMBENTUKAN BUMI,

TATA SURYA DAN JAGAD RAYA

A. PROSES PEMBENTUKAN JAGAD RAYA

1. Teori Keadaan Tetap (Fred Hoyle, Herman Bondi, dan Thomas Gold)

Alam semesta tidak berawal dan berakhir karena alam semesta selalu memuai dengan
laju tetap dan materi baru terus menerus tercipta. Akibatnya dalam ruang tertentu selalu
dipadati oleh materi yang berjumlah tetap. Agar alam semesta selalu dalam keadaan
tetap, perlu diciptakan bahan baru secara berkesinambungan yang menimbulkan
tekanan dan memaksa semesta memuai secara terus menerus. Bahan baru tersebut
selanjutnya memadat menjadi galaksi untuk mengisi kekosongan yang timbul karena
pemuaian.

2. Teori Ledakan Besar (George Gamow)

Alam semesta bermula dari ledakan dahsyat (Big Bang) dan galaksi meluas tanpa
batas seperti bola raksasa yang sangat padat. Bola raksasa ini terdiri dari neutron dan
tenaga pancaran yang disebut ylem (diucapkan ailem). Sekitar 18 milyar tahun yang
lalu ylem meledak dengan dahsyat. Bola mengembang sehingga berkurang
kepadatannya dan temperaturnya turun dari milyaran derajat hingga jutaan derajat.
Pada temperatur sekitar 60 juta derajat semua neutron berubah menjadi proton dan
elektron. Bersamaan temperatur yang menurun, terbentuklah semua unsur yang ada di
alam sekarang ini. Pada suhu sekitar 300 derajat, semua unsur berubah menjadi gas
yang menjadi awal dari sebuah galaksi.

3. Teori Berayun

Menurut teori ini semua materi saling menjauh dan berasal dari massa yang padat.
Selanjutnya materi itu gerakannya melambat kemudian berhenti dan mulai mengerut
lagi akibat gaya gravitasi, lalu materi tersebut akan memadat dan meledak lagi. Dalam
proses ini tidak ada materi yang rusak atau tercipta tetapi hanya berubah tatanan.

Selain teori-teori diatas, ada juga beberapa anggapan tentang jagat raya yaitu :

1. Anggapan Antroposentris

Antroposentris berasal dari anthropos = manusia dan centrum = pusat yang


beranggapan bahwa manusia adalah pusat segalanya. Anggapan ini di mulai sejak
manusia primitif. Pada waktu manusia menyadari adanya bumi dan langit. Matahari,
bulan, bintang dan bumi dianggap serupa dengan bangsa hewan, tumbuhan, dan
dengan dirinya sendiri.

18
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

2. Anggapan Geosentris

Anggapan GeosentrisGeosentris berasal dari kata geo = bumi dan centrum = pusat
yang beranggapan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Anggapan ini dimulai lebih
kurang abad ke-6 sebelum masehi yang di dukung oleh beberapa ahli yaitu Socrates,
Plato, Aristoteles, Tales, Anaximander, dan Phytagoras.

3. Anggapan Heliosentris

Heliosentris berasal dari kata helios = matahari dan centrum = pusat. Yang
beranggapan bahwa pusat jagat raya adalah matahari. Ini berarti pergeseran
pandangan yang menggantikan kedudukan bumi sebagai akibat majunya alat penelitian
dan sifat ilmuwan yang kritis. Ahli pendukung anggapan ini adalah Nicolaus Copernicus,
Plotomeus, Bruno, Galileo, Johanes Kepler, dan Isaac Newton.

B. PROSES PEMBENTUKAN TATA SURYA

1. Teori Kabut atau Nebula (Kant-Laplace)

Tata surya terbentuk dari sebuah nebula atau kabut besar dan hampir bulat yang
berotasi dengan kecepatan sangat lambat sehingga menyebabkan penyusutan dan
membentuk sebuah cakram di bagian tengahnya. Penyusutan berlanjut hingga
terbentuk Matahari di bagian pusat cakram. Cakram berotasi lebih cepat sehingga
bagian tepi-tepi cakram terlepas membentuk gelang-gelang bahan yang kemudian
memadat menjadi planet-planet yang berevolusi mengitari Matahari.

2. Teori Planetesimal (T.C.Chamberlain dan FR.Moulton)

Dalam teori ini dijelaskan bahwa Matahari telah ada sebagai salah satu bintang. Suatu
ketika sebuah bintang berpapasan dengan Matahari dengan jarak yang tak terlalu jauh
sehingga terjadi tarik menarik pada permukaan Matahari maupun bintang tersebut.
Akibatnya sebagian massa Matahari tertarik ke arah bintang. Pada waktu bintang
tersebut menjauh, sebagian dari massa Matahari jatuh lagi ke permukaan Matahari dan
sebagian lagi terhambur di luar angkasa di sekitar Matahari. Hal ini dinamakan
planetesimal, dimana massa yang terhambur tersebut menjadi planet-planet yang
beredar mengelilingi Matahari.

3. Teori Pasang Surut (Sir James Jeans dan Harold Jeffreys)

Tata surya terbentuk oleh efek pasang gas-gas Matahari akibat gaya gravitasi bintang
besar yang melintasi Matahari. Gas-gas tersebut terlepas dan mengelilingi Matahari,
kemudian berubah menjadi bola-bola cair yang mendingin secara perlahan dan
membentuk lapisan keras menjadi planet-planet dan satelit.

4. Teori Proto Planet (Carl Von Weizsacker dan disempurnakan oleh Gerard P.
Kuiper)

19
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas yang jumlahnya sangat banyak. Suatu
gumpalan mengalami pemampatan dan menarik partikel-partikel debu membentuk
gumpalan bola. Pada saat itulah terjadi pilinan yang membuat gumpalan bola menjadi
pipih meyerupai cakram. Karena bagian tengahnya berpilin lambat mengakibatkan
terjadi tekanan yang menimbulkan panas dan cahaya sehingga terbentuk Matahari.
Bagiana tepi cakram berpilin cepat sehingga terpecah menjadi gumpalan yang lebih
kecil. Gumpalan tersebut membeku menjadi planet dan satelit.

D. TATA SURYA DAN JAGAD RAYA

Tata surya merupakan susunan benda langit yang terdiri dari sebuah bintang yang
disebut Matahari dan semua objek yang mengelilinginya, meliputi planet, komet,
meteor, asteroid, satelit, dan sebagainya. Tata surya hanyalah satu dari jutaan
bintang yang tergabung dalam kelompok bintang yang disebut galaksi.

1. Planet

Merupakan anggota terpenting dalam tata surya. Planet artinya pengembara atau
selalu bergerak, seolah-olah menjelajahi langit dari satu kelompok bintang ke
kelompok bintang yang lain. Cahaya planet bersumber dari pantulan cahaya
Matahari yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan
Neptunus. Planet dapat dikelompokkan berdasarkan:

a. Asteroid sebagai pembatas

1)Planet dalam

Planet yang orbitnya di sebelah dalam lintasan asteroid yaitu Merkurius,


Venus, Bumi dan Mars.

2) Planet luar

Planet yang orbitnya di sebelah luar lintasan asteroid yaitu Jupiter, Saturnus,
Uranus, dan Neptunus.

b. Bumi sebagai pembatas

1) Planet Inferior

Planet yang orbitnya berada di dalam orbit Bumi, yaitu Merkurius dan
Venus.

2) Planet Superior

20
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Planet yang orbitnya berada di luar orbit Bumi yaitu Mars, Jupiter,
Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

c. Komposisi bahan penyusun (massa)

1) Planet Terestrial

Planet-planet yang komposisi penyusunnya adalah batuan. Terdiri dari


Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

2) Planet Jovian

Planet-planet yang berukuran besar, komposisinya adalah es dan


hidrogen. Terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Planet dalam Tata Surya

1) Karakteristik Merkurius

Merkurius adalah planet terkecil dalam tata surya dan juga yang terdekat dengan
Matahari. Mirip dengan Bulan, Merkurius mempunyai banyak kawah dan juga tidak
mempunyai satelit alami serta atmosfer. Merkurius mempunyai inti besi yang
menciptakan sebuah medan magnet dengan kekuatan 0.1% dari kekuatan medan
magnet bumi. Jarak merkurius ke matahari 57 juta km, dan jarak Merkurius dengan
Bumi 92 juta km. Merkurius terdiri dari 70% logam dan 30% silikat serta mempunyai
kepadatan sebesar 5,43 g/cm3 hanya sedikit dibawah kepadatan Bumi. Namun apabila
efek dari tekanan gravitasi tidak dihitung maka Merkurius lebih padat dari Bumi dengan
kepadatan tak terkompres dari Merkurius 5,3 g/cm3 dan Bumi hanya 4,4 g/cm3
Suhu Siang : 430C
Suhu Malam : -170C

NO JENIS HASIL
1 Nama Planet Merkurius
2 Kala Rotasi 59,0 Hari
3 Kala Revolusi 88,0 Hari
4 Atmosfer Uap Natrium, Kalium Yang Tipis
5 Satelit Alam -
6 Jarak Di Matahari 57,9 Juta km
7 Diameter Planet 4,879 km
8 Warna Planet Hitam Keputih-Putihan

21
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

2) Karakteristik Venus

Venus adalah planet terdekat kedua dari matahari setelah planet Merkurius. Planet ini
memiliki radius 6.052 km. Seperti halnya merkurius planet ini juga dapat dilihat dengan
mata telanjang, venus biasanya terlihat di sebelah timur sebelum matahari terbit,
sehingga venus di sebut bintang timur atau bintang pagi. Kadang-kadang juga venus
terlihat di sebelah barat sebelum matahari terbenam, sehingga venus dinamakan
bintang senja, bintang barat, atau bintang kejora.Arah rotasi Venus berlawanan dengan
arah rotasi planet-planet lain yang ada di tatasurya kita ini. Selain itu, jangka waktu
rotasi Venus lebih lama daripada jangka waktu revolusinya dalam mengelilingi
matahari.
Suhu Siang : 500C
Suhu Malam : -200C

NO JENIS HASIL
1 Nama Planet Venus
2 Kala Rotasi 244,0 Hari
3 Kala Revolusi 224,7 Hari
4 Atmosfer Karbon Dioksida (CO2), Nitrogen
5 Satelit Alam -
6 Jarak Di Matahari 108,2 Juta km
7 Diameter Planet 12.140 km
8 Warna Planet Coklat Keputihan

3) KARAKTERISTIK BUMI

Bumi merupakan satu-satunya planet yang sampai saat ini diketahui oleh manusia
terdapat kehidupan makhluk hidup. Diameter bumi ini adalah 12.756 Km (di
khatulistiwa). Jarak bumi dari matahari sekitar 150 Juta Km. Jarak tersebut dikenal
dengan satu Satuan Astronomis (SA). Bumi adalah planet ketiga dari delapan planet
dalam Tata Surya. Beda dengan venus dan merkurius, di bumi terdapat satelit alam
yaitu bulan. Bulan selalu mengelilingi bumi dalam berevolusi mengelilingi matahari.

Suhu Siang :

Suhu Malam :

22
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

NO JENIS HASIL
1 Nama Planet Bumi
2 Kala Rotasi 23,9 Jam
3 Kala Revolusi 365,3 Hari
4 Atmosfer N2, O2, ARGON, CO2, OZON, Gas lain
5 Satelit Alam (1) Bulan
6 Jarak Di Matahari 150 Juta km
7 Diameter Planet 12,756 km
8 Warna Planet Biru Kehijauan

4) KARAKTERISTIK MARS

Mars adalah planet terdekat keempat dari Matahari. Namanya diambil dari nama Dewa
Yunani kuno untuk perang. Namun planet ini juga dikenal sebagai planet merah karena
penampakannya yang kemerah-merahan. Lingkungan Mars lebih bersahabat bagi
kehidupan dibandingkan keadaan Planet Venus. Namun begitu, keadaannya tidak
cukup ideal untuk manusia. Suhu udara yang cukup rendah dan tekanan udara yang
rendah, ditambah dengan komposisi udara yang sebagian besar karbondioksida,
menyebabkan manusia harus menggunakan alat bantu pernapasan jika ingin tinggal di
sana. Misi-misi ke planet merah ini, sampai penghujung abad ke-20, belum menemukan
jejak kehidupan di sana, meskipun yang amat sederhana.

Suhu Siang : 6C Suhu Malam : -70C

NO JENIS HASIL
1 Nama Planet Mars
2 Kala Rotasi 24,62 Jam
3 Kala Revolusi 687 Hari
Karbon Dioksida , Nitrogen, Oksigen, Argon, Gas
4 Atmosfer
lain
5 Satelit Alam (2) Phobos dan Deimos
Jarak Di
6 230 Juta km
Matahari
7 Diameter Planet 6.790 km
8 Warna Planet Merah Kehitaman

5) KARAKTERISTIK YUPITER

Yupiter atau Jupiter adalah planet terdekat kelima dari matahari setelah Merkurius,
Venus, Bumi, dan Mars.Jarak rata-rata antara Jupiter dan Matahari adalah 778,3 juta

23
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

km. Jupiter adalah planet terbesar dan terberat dengan diameter ekuatornya 14.980 km
dan memiliki massa 318 kali massa bumi. Volume Jupiter 1.319 kali volume Bumi.

Suhu Siang : 21C Suhu Malam : -140C

NO JENIS HASIL
1 Nama Planet Jupiter
2 Kala Rotasi 9,8 Jam
3 Kala Revolusi 11,86 tahun
4 Atmosfer Hidrogen, Helium, Metana, Air, Etana, dsb
5 Satelit Alam (63) di antaranya Europa, Ganymede, Callisto
6 Jarak Di Matahari 778,3 Juta km
7 Diameter Planet 14.980 km
8 Warna Planet -

6) KARAKTERISTIK SATURNUS

Saturnus adalah planet bercincin yg di kenal di tatasurya. Jarak Saturnus sangat jauh
dari Matahari, maka dari itu Saturnus tampak tidak terlalu jelas dari Bumi. Saturnus
memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas
dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer
tersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan
di Saturnus.

Suhu Siang : Rata-rata -190C Suhu Malam : Rata-rata -190C

NO JENIS HASIL
1 Nama Planet Saturnus
2 Kala Rotasi 10 Jam 14 menit
3 Kala Revolusi 29,46 Tahun
4 Atmosfer Hidrogen, Helium, Metana, Air, Etana, dsb
5 Satelit Alam (56) di antaranya Dione, Rhea, Titan
6 Jarak Di Matahari 1,4 milyar km lebih
7 Diameter Planet 60.268 km
8 Warna Planet Kuning keputihan

7) KARAKTERISTIK URANUS

Uranus adalah planet ketujuh dari Matahari dan planet yang terbesar ketiga dan
terberat keempat dalam Tata Surya. Jarak rata-rata antara Uranus dan Matahari adalah
sekitar 3 milyar km. Uranus memiliki massa 14,5 kali massa Bumi. Uranus adalah
planet yang paling ringan diantara planet-planet raksasa, sementara itu kerapatannya

24
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

1,27 g/cm membuatnya planet paling tidak padat kedua setelah Saturnus. Meskipun
bergaristengah sedikit lebih besar daripada Neptunus, Uranus memiliki diameter
mencapai 51.118 km.

Suhu Siang : Rata-rata -180C Suhu Malam : Rata-rata -180C

NO JENIS HASIL
1 Nama Planet Uranus
2 Kala Rotasi 17,25 Jam
3 Kala Revolusi 84 tahun
4 Atmosfer Hidrogen, Helium, Metana, Air, Amonia, dsb
5 Satelit Alam (27) di antaranya Miranda, Ariel, Umbriel
6 Jarak Di Matahari 3 milyar km
7 Diameter Planet 51.118 km
8 Warna Planet hijau dan biru

8) KARAKTERISTIK NEPTUNUS

Neptunus merupakan planet terjauh kedelapan jika ditinjau dari Matahari.


Neptunus memiliki jarak rata-rata dengan Matahari sebesar 4.450 juta km. Neptunus
memiliki diameter mencapai 49.530 km dan memiliki massa 17,2 massa Bumi. Bentuk
planet ini mirip dengan Bulan dengan permukaan terdapat lapisan tipis silikat.
Komposisi penyusun planet ini adalah besi dan unsur berat lainnya.

Suhu Siang : Rata-rata -220C

Suhu Malam : Rata-rata -220C

NO JENIS HASIL
1 Nama Planet Neptunus
2 Kala Rotasi 16,1 Jam
3 Kala Revolusi 164,8 tahun
4 Atmosfer Hidrogen, Helium, Metana, Air, Amonia, dsb
5 Satelit Alam (8) di antaranya Triton, Proteus, Nereid
6 Jarak Di Matahari 4.450 juta km
7 Diameter Planet 49.530 km
8 Warna Planet Biru

E. PEMBENTUKAN BUMI

25
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Teori-teori tentang proses terbentuknya bumi

1. Teori Kabut(Nebula)

Teori Kabut Nebula

Sejak jaman sebelum Masehi, para ahli telah memikirkan proses terjadinya
Bumi. Salah satunya adalah teori kabut (nebula) yang dikemukakan
oleh Immanuel Kant (1755) dan Piere De Laplace(1796).Mereka terkenal dengan
Teori Kabut Kant-Laplace. Dalam teori ini dikemukakan bahwa di jagat raya
terdapat gas yang kemudian berkumpul menjadi kabut (nebula). Gaya tarik-
menarik antar gas ini membentuk kumpulan kabut yang sangat besar dan
berputar semakin cepat. Dalam proses perputaran yang sangat cepat ini, materi
kabut bagian khatulistiwa terlempar memisah dan memadat (karena
pendinginan). Bagian yang terlempar inilah yang kemudian menjadi planet-planet
dalam tata surya.Teori nebula ini terdiri dari beberapa tahap,yaitu

Matahari dan planet-planet lainnya masih berbentuk gas, kabut yang


begitu pekat dan besar.
Kabut tersebut berputar dan berpilin dengan kuat, dimana pemadatan
terjadi di pusat lingkaran yang kemudian membentuk matahari. Pada saat
yang bersamaan materi lainpun terbentuk menjadi massa yang lebih kecil
dari matahari yang disebut sebagai planet, bergerak mengelilingi matahari.
Materi-materi tersebut tumbuh makin besar dan terus melakukan gerakan
secara teratur mengelilingi matahari dalam satu orbit yang tetap dan
membentuk Susunan Keluarga Matahari.

26
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

2.Teori Planetisimal

Teori Planetesimal

Pada awal abad ke-20, Forest Ray Moulton, seorang ahli


astronomi Amerika bersama rekannya Thomas C.Chamberlain, seorang ahli
geologi, mengemukakan teori Planetisimal Hypothesis, yang mengatakan
matahari terdiri dari massa gas bermassa besar sekali, Pada suatu saat melintas
bintang lain yang ukurannya hampir sama dengan matahari, bintang tersebut
melintas begitu dekat sehingga hampir menjadi tabrakan. Karena dekatnya
lintasan pengaruh gaya gravitasi antara dua bintang tersebut mengakibatkan
tertariknya gas dan materi ringan pada bagian tepi.
Karena pengaruh gaya gravitasi tersebut sebagian materi terlempar
meninggalkan permukaan matahari dan permukaan bintang. Materi-materi yang
terlempar mulai menyusut dan membentuk gumpalan-gumpalan yang disebut
planetisimal. Planetisimal- Planetisimal lalu menjadi dingin dan padat yang pada
akhirnya membentuk planet-planet yang mengelilingi matahari.

3.Tori Pasang Surut Gas(Tidal)

27
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Teori Pasang Surut Gas

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Harold Jeffreys pada tahun 1918,
yakni bahwa sebuah bintang besar mendekati matahari dalam jarak pendek,
sehingga menyebabkan terjadinya pasang surut pada tubuh matahari, saat
matahari itu masih berada dalam keadaan gas. Terjadinya pasang surut air laut
yang kita kenal di Bumi, ukuranya sangat kecil. Penyebabnya adalah kecilnya
massa bulan dan jauhnya jarak bulan ke Bumi (60 kali radius orbit Bumi). Tetapi,
jika sebuah bintang yang bermassa hampir sama besar dengan matahari
mendekat, maka akan terbentuk semacam gunung-gunung gelombang raksasa
pada tubuh matahari, yang disebabkan oleh gaya tarik bintang tadi. Gunung-
gunung tersebut akan mencapai tinggi yang luar biasa dan membentuk
semacam lidah pijar yang besar sekali, menjulur dari massa matahari dan
merentang ke arah bintang besar itu.

Dalam lidah yang panas ini terjadi perapatan gas-gas dan akhirnya kolom-kolom
ini akan pecah, lalu berpisah menjadi benda-benda tersendiri, yaitu planet-
planet. Bintang besar yang menyebabkan penarikan pada bagian-bagian tubuh
matahari tadi, melanjutkan perjalanan di jagat raya, sehingga lambat laun akan
hilang pengaruhnya terhadap-planet yang berbentuk tadi. Planet-planet itu akan
berputar mengelilingi matahari dan mengalami proses pendinginan. Proses
pendinginan ini berjalan dengan lambat pada planet-planet besar, seperti Yupiter
dan Saturnus, sedangkan pada planet-planet kecil seperti Bumi kita, pendinginan
berjalan relatif lebih cepat.

4.Teori Bintang Kembar

28
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Teori Bintang Kembar

Teori ini dikemukakan oleh seorang ahli Astronomi R.A Lyttleton. Menurut teori
ini, galaksi berasal dari kombinasi bintang kembar. Salah satu bintang meledak
sehingga banyak material yang terlempar. Karena bintang yang tidak meledak
mempunyai gaya gravitasi yang masih kuat, maka sebaran pecahan ledakan
bintang tersebut mengelilingi bintang yang tidak meledak itu. Bintang yang tidak
meledak itu sekarang disebut dengan matahari, sedangkan pecahan bintang
yang lain adalah planet-planet yang mengelilinginya.

5.Teori Big Bang

Teori Big Bang

Berdasarkan Theory Big Bang, proses terbentuknya bumi berawal dari puluhan
milyar tahun yang lalu. Pada awalnya terdapat gumpalan kabut raksasa yang
berputar pada porosnya. Putaran tersebut memungkinkan bagian-bagian kecil
dan ringan terlempar ke luar dan bagian besar berkumpul di pusat, membentuk

29
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

cakram raksasa. Suatu saat, gumpalan kabut raksasa itu meledak dengan
dahsyat di luar angkasa yang kemudian membentuk galaksi dan nebula-nebula.
Selama jangka waktu lebih kurang 4,6 milyar tahun, nebula-nebula tersebut
membeku dan membentuk suatu galaksi yang disebut dengan nama Galaksi
Bima Sakti, kemudian membentuk sistem tata surya. Sementara itu, bagian
ringan yang terlempar ke luar tadi mengalami kondensasi sehingga membentuk
gumpalan-gumpalan yang mendingin dan memadat. Kemudian, gumpalan-
gumpalan itu membentuk planet-planet, termasuk planet bumi.

Dalam perkembangannya, planet bumi terus mengalami proses secara


bertahap hingga terbentuk seperti sekarang ini. Ada tiga tahap dalam
proses pembentukan bumi, yaitu:
Awalnya, bumi masih merupakan planet homogen dan belum mengalami
perlapisan atau perbedaan unsur.
Pembentukan perlapisan struktur bumi yang diawali dengan terjadinya
diferensiasi. Material besi yang berat jenisnya lebih besar akan tenggelam,
sedangkan yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke permukaan.
Bumi terbagi menjadi lima lapisan, yaitu inti dalam, inti luar, mantel dalam,
mantel luar, dan kerak bumi.

Bukti penting lain bagi Big Bang adalah jumlah hidrogen dan helium di ruang
angkasa. Dalam berbagai penelitian, diketahui bahwa konsentrasi hidrogen-
helium di alam semesta bersesuaian dengan perhitungan teoritis konsentrasi
hidrogen-helium sisa peninggalan peristiwa Big Bang. Jika alam semesta tak
memiliki permulaan dan jika ia telah ada sejak dulu kala, maka unsur hidrogen ini
seharusnya telah habis sama sekali dan berubah menjadi helium.
Segala bukti meyakinkan ini menyebabkan teori Big Bang diterima oleh
masyarakat ilmiah. Model Big Bang adalah titik terakhir yang dicapai ilmu
pengetahuan tentang asal muasal alam semesta. Begitulah, alam semesta ini
telah diciptakan oleh Allah Yang Maha Perkasa dengan sempurna tanpa cacat .

Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak


melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak
seimbang. Maka lihtatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang
tidak seimbang. (QS. Al-Mulk, 67:3).

Masih sangat banyak teori lainnya yang Dikemukakan oleh para ahli seperti:

Teori Buffon dari ahli ilmu alam Perancis George Louis Leelere Comte de
Buffon. Beliau mengemukakan bahwa dahulu kala terjadi tumbukan antara
30
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

matahari dengan sebuah komet yang menyebabkan sebagian massa matahari


terpental ke luar. Massa yang terpental ini menjadi planet.

Teori Kuiper atau teori kondensasi dikemukakan oleh Gerald


P.Kuiper mengemukakan bahwa pada mulanya ada nebula besar berbentuk
piringan cakram. Pusat piringan adalah protomatahari, sedangkan massa gas
yang berputar mengelilingi promatahari adalah protoplanet.Pusat piringan yang
merupakan protomatahari menjadi sangat panas, sedangkan protoplanet
menjadi dingin. Unsur ringan tersebut menguap dan menggumpal menjadi planet
planet.Dalam teorinya beliau juga mengatakan bahwa tata surya pada mulanya
berupa bola kabut raksasa. Kabut ini terdiri dari debu, es, dan gas. Bola kabut ini
berputar pada porosnya sehingga bagian-bagian yang ringan terlempar ke luar,
sedangkan bagian yang berat berkumpul di pusatnya membentuk sebuah
cakram mulai menyusut dan perputarannya semakin cepat, serta suhunya
bertambah, akhirnya terbentuklah matahari.

Teori Weizsaecker dimana pada tahun 1940, C.Von Weizsaecker, seorang ahli
astronomi Jerman mengemukakan tata surya pada mulanya terdiri atas matahari
yang dikelilingi oleh massa kabut gas. Sebagian besar massa kabut gas ini terdiri
atas unsur ringan, yaitu hidrogen dan helium. Karena panas matahari yang
sangat tinggi, maka unsur ringan tersebut menguap ke angkasa tata surya,
sedangkan unsur yang lebih berat tertinggal dan menggumpal. Gumpalan ini
akan menarik unsur unsur lain yang ada di angkasa tata surya dan selanjutnya
berevolusi membentuk palnet planet, termasuk bumi.

Teori Whipple oleh seorang ahli astronom Amerika Fred L.Whipple,


mengemukakan pada mulanya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmis
yang berotasi membentuk semacam piringan. Debu dan gas yang berotasi
menyebabkan terjadinya pemekatan massa dan akhirnya menggumpal menjadi
padat, sedangkan kabutnya hilang menguap ke angkasa. Gumpalan yang padat
saling bertabrakan dan kemudian membentuk planet planet.

Menurut seorang astronom asal inggris,pada pertengahan abad 20 yang


bernama Sir Fred Hoyle mengemukakan suatu teori yang disebut Steady-
State.Teori steady-state menyatakan bahwa alam semesta berukuran tak
hingga dan kekal sepanjang masa. Dengan tujuan mempertahankan paham
materialis, teori ini sama sekali berseberangan dengan teori Big Bang, yang
mengatakan bahwa alam semesta memiliki permulaan. Mereka yang
mempertahankan teori steady-state telah lama menentang teori Big Bang.
Namun, ilmu pengetahuan justru meruntuhkan pandangan mereka.

Pada tahun 1948, Gerge Gamov muncul dengan gagasan lain tentang Big
Bang. Ia mengatakan bahwa setelah pembentukan alam semesta melalui
ledakan raksasa, sisa radiasi yang ditinggalkan oleh ledakan ini haruslah ada di
31
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

alam. Selain itu, radiasi ini haruslah tersebar merata di segenap penjuru alam
semesta. Bukti yang 'seharusnya ada' ini pada akhirnya diketemukan. Pada
tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penziaz dan Robert Wilson menemukan
gelombang ini tanpa sengaja. Radiasi ini, yang disebut 'radiasi latar kosmis',
tidak terlihat memancar dari satu sumber tertentu, akan tetapi meliputi
keseluruhan ruang angkasa. Demikianlah, diketahui bahwa radiasi ini adalah
sisa radiasi peninggalan dari tahapan awal peristiwa Big Bang. Penzias dan
Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.Pada tahun 1989,
NASA mengirimkan satelit Cosmic Background Explorer. COBE ke ruang
angkasa untuk melakukan penelitian tentang radiasi latar kosmis. Hanya perlu 8
menit bagi COBE untuk membuktikan perhitungan Penziaz dan Wilson. COBE
telah menemukan sisa ledakan raksasa yang telah terjadi di awal pembentukan
alam semesta. Dinyatakan sebagai penemuan astronomi terbesar sepanjang
masa, penemuan ini dengan jelas membuktikan teori Big Bang.

Dan menurut gagasan kuno yang mengatakan bahwa alam semesta itu kekal.
Gagasan yang umum di abad 19 adalah bahwa alam semesta merupakan
kumpulan materi berukuran tak hingga yang telah ada sejak dulu kala dan akan
terus ada selamanya. Selain meletakkan dasar berpijak bagi paham materialis,
pandangan ini menolak keberadaan sang Pencipta dan menyatakan bahwa alam
semesta tidak berawal dan tidak berakhir.

Materialisme adalah sistem pemikiran yang meyakini materi sebagai satu-


satunya keberadaan yang mutlak dan menolak keberadaan apapun selain
materi. Berakar pada kebudayaan Yunani Kuno, dan mendapat penerimaan
yang meluas di abad 19, sistem berpikir ini menjadi terkenal dalam bentuk
paham Materialisme dialektika Karl Marx.Para penganut materalisme meyakini
model alam semesta tak hingga sebagai dasar berpijak paham ateis mereka.
Misalnya, dalam bukunya Principes Fondamentaux de Philosophie, filosof
materialis George Politzer mengatakan bahwa "alam semesta bukanlah sesuatu
yang diciptakan" dan menambahkan: "Jika ia diciptakan, ia sudah pasti
diciptakan oleh Tuhan dengan seketika dan dari ketiadaan".
Ketika Politzer berpendapat bahwa alam semesta tidak diciptakan dari
ketiadaan, ia berpijak pada model alam semesta statis abad 19, dan
menganggap dirinya sedang mengemukakan sebuah pernyataan ilmiah. Namun,
sains dan teknologi yang berkembang di abad 20 akhirnya meruntuhkan
gagasan kuno yang dinamakan materialisme ini.

Ledakan raksasa yang menandai permulaan alam semesta ini dinamakan 'Big
Bang', dan teorinya dikenal dengan nama tersebut. Perlu dikemukakan bahwa
'volume nol' merupakan pernyataan teoritis yang digunakan untuk memudahkan
pemahaman. Ilmu pengetahuan dapat mendefinisikan konsep 'ketiadaan', yang
berada di luar batas pemahaman manusia, hanya dengan menyatakannya
sebagai 'titik bervolume nol'. Sebenarnya, 'sebuah titik tak bervolume' berarti
32
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

'ketiadaan'. Demikianlah alam semesta muncul menjadi ada dari ketiadaan.


Dengan kata lain, ia telah diciptakan. Fakta bahwa alam ini diciptakan, yang baru
ditemukan fisika modern pada abad 20, telah dinyatakan dalam Alqur'an 14 abad
lampau,yakni :
"Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi" (QS. Al-An'aam, 6: 101)

33
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Materi Pertemuan 2

C.PERKEMBANGAN BUMI

Teori-teori tentang Perkembangan Bumi

1.Teori Kontraksi dari James Dana dan Elie de Baumant


Dalam teori ini dinyatakan bahwa bumi mengalami pengerutan karena
pendinginan di bagian dalam bumi akibat konduksi panas,sehingga
mengakibatkan bumi tidak rata.

Teori Kontrasi Pembentukan Bumi

2.Teori Descartes dan Suess


Dalam teori ini dikatakan bahwa pada saat bola bumi mendingin maka
terjadilah proses pengerutan dan semakin menyusut.Kerutan-kerutan
itulah sebagai pegunungan,lipatan yang kita kenal sampai sekarang.Teori
Descartes dan Suess ini disebut teori kontraksi.

34
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

3.Teori Geosinklin

Teori Geosinklin

Teori ini dikonsep oleh Hall pada tahun1859 yang kemudian dipublikasikan
oleh Dana pada tahun 1873. Teori ini bertujuan untuk menjelaskan
terjadinya endapan batuan sedimen yang sangat tebal, ribuan meter dan
memanjang seperti pada Pegunungan Himalaya, Alpina dan Andes.

Teori geosinklin menyatakan bahwa suatu daerah sempit pada kerak bumi
mengalami depresi selama beberapa waktu sehingga terendapkan secara
ekstrim sedimen yang tebal. Proses pengendapan ini menyebabkan
subsidence (penurunan) pada dasar cekungan. Endapan sedimen yang
tebal dianggap berasal dari sedimen akibat proses orogenesa yang
membentuk pengunungan lipatan dan selama proses ini endapan sedimen
yang telah terbentuk akan mengalami metamorfosa. Batuan yang
terdeformasi didalamnya dijelaskan sebagai akibat menyempitnya
cekungan karena terus menurunnya cekungan, sehingga batuan terlipat
dan tersesarkan. Pergerakan yang terjadi adalah pergerakan vertikal
akibat gaya isostasi.

Teori ini mempunyai kelemahan tidak mampu menjelaskan asal-usul


aktivitas vulkanik dengan baik dan logis. Keteraturan aktivitas vulkanik
sangatlah tidak bisa dijelaskan dengan teori geosinklin. Pada intinya,
golongan ilmuwan menganggap bahwa gaya yang bekerja pada bumi
merupakan gaya vertikal. Artinya, semua deformasi yang terjadi
diakibatkan oleh gaya utama yang berarah tegak lurus dengan bidang
yang terdeformasi.

35
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

4.HIPOTESA PENGAPUNGAN BENUA(CONTINENTAL DRIFT)

Condinental Drift

Tahun 1912, Alfred Wegener seorang ahli meteorologi Jerman mengemukakan


konsep Pengapungan Benua (Continental drfit). Dalam The Origin of Continents
and Oceans. Hipotesa utamanya adalah satu super continent yang disebut
Pangaea (artinya semua daratan) yang dikelilingi oleh Panthalassa (semua
lautan). Selanjutnya, hipotesa ini mengatakan 200 juta tahun yang lalu Pangaea
pecah menjadi benua-benua yang lebih kecil. Dan kemudian bergerak menuju ke
tempatnya seperti yang dijumpai saat ini. Sedangkan hipoptesa lainnya
menyatakan bahwa pada mulanya ada dua super kontinen , yaitu pangea utara
yang disebut juga Laurasia, dan pangea selatan yang disebut juga
Gondwanaland.

36
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Proses Terbentuknya Lapisan Bumi

Setelah planet bumi ini terbentuk dari massa gas, lambat laun mengalami proses
pendinginan. Akibatnya bagian terluarnya menjadi keras, sedangkan, bagian dalamnya
masih tetap merupakan massa zat yang panas dalam keadaan lunak.

Sepanjang proses pendinginan berlangsung dalam jangka waktu jutaan tahun, zat-zat
pembentuk bumi yang terdiri atas berbagai jenis sifat kimia dan fisikanya sempat
memisahkan diri sesuai dengan perbedaan sifat-sifat tersebut. Hasil-hasil penelitian
terhadap fisik bumi menunjukkan bahwa batuan-batuan pembentuk bumi mulai dari
kerak bumi sampai inti bumi mempunyai komposisi mineral dan unsur kimia yang
berbeda-beda.

Pengertian, Fungsi, dan Ciri - Ciri / Karakteristik Lapisan Bumi

Pada dasarnya planet bumi mempunyai struktur utama (dari permukaan sampai ke
dalam), yaitu sebagai berikut.

1. Litosfer (lapisan batuan pembentuk kulit bumi atau crust)

Litosfer berasal dari kata lithos berarti batu dan sfhere/sphaira berarti bulatan
atau lapisan. Dengan demikian Litosfer dapat diartikan lapisan batuan

37
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

pembentuk kulit bumi. Dalam pengertian lain, litosfer adalah lapisan bumi paling
atas dengan ketebalan lebih kurang 70 km yang tersusun dari batuan penyusun
kulit bumi.

2. Astenosfer (lapisan selubung atau mantle)

Astenosfer, yaitu lapisan yang terletak di bawah litosfer dengan ketebalan sekitar
2.900 km berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu sekitar 3.000
derajat C, merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat
dan gas bersuhu tinggi.

3. Barisfer (lapisan inti bumi atau core)

Barisfer, yaitu lapisan inti bumi yang merupakan bagian bumi paling dalam yang
tersusun atas lapisan Nife (Niccolum atau nikel dan ferrrum atau besi). Lapisan
ini dapat pula dibedakan atas dua bagian yaitu inti luar dan inti dalam.

a. Inti luar (Outer core)

Inti luar adalah inti bumi yang ada di bagian luar. Tebal lapisan ini sekitar 2.200
km, tersusun atas materi besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas
berpijar bersuhu sekitar 3.900 derajat Celcius.

b. Inti dalam (Inner core)

Inti dalam adalah inti bumi yang ada di lapisan dalam dengan ketebalan sekitar
2.500 km, tersusun atas materi besi dan nikel pada suhu yang sangat tinggi
yakni sekitar 4.800 derajat C, akan tetapi tetap dalam keadaan padat dengan
densitas sekitar 10 gram/cm3 . Hal itu disebabkan adanya tekanan yang sangat
tinggi dari bagian-bagian bumi lainnya.

Lapisan atas kerak bumi, di daerah daratan, biasanya dilapisi tanah. Tanah,
yang terdiri atas partikel batuan yang ditimpa cuaca, juga mengandung banyak
zat organik yang berasal dari pembusukan makhluk hidup zaman purba. Tanah
mendukung kehidupan tanaman di bumi dan juga binatang karena makanan
hewan, baik langsung maupun tidak berasal dari tanaman.

38
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Materi Pertemuan 3

D. ROTASI DAN REVOLUSI BUMI

Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya. Satu putaran memerlukan waktu
23 jam 56 menit (dibulatkan 24 jam). Rotasi Bumi terjadi dari barat ke timur dengan
kecepatan rotasi yang tidak sama, di equator bergerak dngan cepat namun semakin ke
kutub semakin lambat. Rotasi Bumi menyebabkan:

1. Pergantian siang dan malam


2. Peredaran semu benda-benda langit
3. Perbedaan waktu
4. Bentuk Bumi agak tumpul (pepat Bumi)
5. Penyimpangan arah angin.

Revolusi Bumi adalah peredaran Bumi mengelilingi Matahari yang memerlukan waktu
selama satu tahun (365 1/3 hari). Sesuai dengan hukum Kepler, lintasan peredaran
Bumi mengelilingi Matahari berbentuk elips dan bidang lintasannya dinamakan ekliptika.
Para ilmuwan telah membuktikan bahwa Bumi melakukan revolusi dengan kecepatan
cahaya dan paralaks bintang. Gejala alam akibat revolusi:

1. Pergantian musim
2. Peredaran semu tahunan Matahari
3. Paralaks bintang
4. Perbedaan panjang siang dan malam.
5. Galaksi

39
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Materi Pertemuan 4

Kelayakan Planet Bumi untuk Kehidupan

1. Bumi Punya Air dan Sistem Penjernihannya

Allah SWT menyebutkan bahwa Dia menciptakan kehidupan dariair, sebagaimana


firman-nya berikut ini:

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi
itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara
keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatumenjadi hidup. Maka
mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS. Al-Anbiya: 30)

Allah SWT tidak hanya menurunkan air di muka Bumi, tetapi juga mempertahankan
keseimbangan mekanisme yang ada di dalamnya. Dalam hal penyediaan air bersih
misalnya, Bumi diberiAllah SWT mekanisme penyulingan air yang sangat
mengagumkan. Tidak kurang dari 400 miliar ton air disirkulasi setiap tahunnya.

Air dari seluruh daratan Bumi mengalir ke lautan. Berkumpullah air kotor dari seluruh
aktifitas makhluk hidup daratan. Di lautan itu terjadi berbagai proses biokimiawi dari
ekosistem laut untuk diberisihkan kembali.

Dalam waktu yang bersamaan air samudera itu diuapkan oleh panas matahari
menjadi awan. Maka terjadilah penyulingan air laut besar-besaran sepanjang tahun.

Awan itu kemudian digiring ke wilayah-wilayah yang membutuhkan air bersih di


seluruh permukaan Bumi, dan turun sebagai hujan. Maha suci Allah. Sungguh besar

40
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

energi yang terlibat dalam proses penyulingan dan pendistribusian ratusan miliar ton
air itu.

Dan air dalam jumlah yang cukup itu sampai hari ini hanya ada di bumi, di planet lain
memang ada asumsi ditemukannya air, tetapi jumlah, kandungan dan keadaannya
masih menjadi perdebatan.

Sementara bumi kita ini sangat berkelimpahan dengan air. Sekitar 2/3
permukaannya ditutupi oleh air. Sebuah kondisi yang tidak terjadi pada saudara-
saudara Bumi di tata surya ini. Kalau pun di planet lain ada air, maka air di planet
yang jauh dari matahari membeku, sedangkan yang dekat matahari airnya malah
mendidih dan menguap.

Asal Muasal Air

Menurut para ahli di masa kini, asal muasalkeberadaan air itu sebenarnya bukan
terbentuk di permukaan Bumi, melainkan datang dari luar angkasa.Air yang
sedemikian banyak itu memerlukan proses ledakan raksasa yang bisa
membahayakan Bumi. Reaksi Hidrogen dengan Oksigen dalam tekanan yang sangat
tinggimenimbulkan energi panas yang luar biasa dahsyatnya dan menyemburkan
apilalu menghasilkan H2O alias air.

Beberapa ahli berpendapat ledakan ini bukan di bumi tapidi luar angkasa. Lalu
diturunkan oleh Allah SWT ke bumi dalam bentuk bongkahan-bongkahan es
membeku seperti komet yang menyerbu Bumi. Dan air kiriman itu sengaja
dipertahankan menetap di Bumi. Kalau kita hubungkan teori ini dengan salah satu
firman Allah SWT, mungkin ada benarnya.

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu
menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa
menghilangkannya. (QS. Al-Muminuun: 18)

2. Bumi Punya Udara

Ciri khas makhluk hidup adalah bernafas. Manusia dan hewan butuh Oksigen dan
tumbuhan butuh Karbondiksida. Di Bumi, keduanyatersedia dalam jumlah yang
seimbang.

Atmosfer kitamengandung oksigen dalam kadar yang pas sekali. Tidak terlalu
banyak, dan tidak terlalu sedikit. Jumlahnya sekitar 21% dari udara yang tersedia.
Yang terbanyak adalah Nitrogen, yaitu sekitar 78 persen. Selebihnya adalah gas
karbon dioksida, dan sejumlah kecil gas-gas lainnya.

Kadar oksigen ini, anehnya bertahan sekitar 21 persen sesuai dengan kebutuhan
kehidupan makhluk Bumi. Jika kurang dari itu, akan menyebabkan problem
pernafasan. Sebaliknya, kalau melebihi secara radikal bakal menyebabkan proses

41
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

oksidasi di muka Bumi berjalan tidak terkendali. Di antaranya, tingkat kebakaran dan
kekeroposan logam-logam bakal melonjak secara dramatis.

3. Punya Daratan

Ada beberapa planet besar dalam tata surya kita, seperti planet Yupiter,
Saturnus dan Uranus. Tapi sayangnya ketiga planet itu tidak memiliki daratan,
semuanya gas. Tentu saja tidak mungkin dihuni oleh manusia. Karena tidak ada
tempat berpijak.

Di dalam Al-Quran disebutkan bahwa manusia ditempatkan oleh Allah SWT di


daratan dan juga lautan.

Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan dan di lautan. (QS.
Yunus: 22)

4. Suhu Yang Cocok

Bumi punya sistem pemanasan dan pendingan otomatis yang sangat canggih,
sehingga tidak membeku atau memanas secara ekstim, meski kerjanya keliling
matahari.

Bandingkan dengan pluto yang baru saja dipecat dari keluarga planet tata suryayang
suhunya yang sangat rendah, sekitar minus 328 derajat Celsius. Dengan suhu
sesejuk ini, dijamin tidak ada makhluk hidup yang bisa tinggal di planet dengan
daratan seperti itu.

Atau sebaliknya, daratan di planet Mercurius. Planet ini sangat dekat dengan
matahari, sehingga suhunya sangat tinggi, bisa melelehkan logam Timbal. Tentu
saja, tidak adamanusia atau hewan yangakan tahan tinggal di planet ini.

Konon satu wajah dari planet ini selalu menghadap matahari dan wajah lainnya
selalu membelakanginya. Di bagian yang tidak pernah disinari matahari,
daratanMercuriusmembeku.Dan yang terus menerus menghadap matahari, suhunya
menjadi sangat ekstrim.

5. Bumi Punya Atap Pelindung Buat Penghuninya

Angkasa luar itu ternyata ganas dan mematikan. Setidaknya yang kita tahu ada dua
ancaman, pertama tabrakan benda angkasa (meteorit) dan kedua adalah ancaman
dari sinar matahari.

42
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Di langitternayta banyak bertebaranbendaangkasa, mulai dari yang kecil sampai


yang sebesar gunung. Setiap saatbenda-benda itu melintasi suatu planet dan tertarik
grafitasinya. Sehingga planet itu dihujani benda-benda itu dan menimbulkan ledakah
dahsyat, bahkan tidak jarang akhirnyahancur berkeping-keping. Lihatlah wajah
permukaan bulan kita yang bopeng dengan serbuan meteorit.

Sinar matahari apalagi badai matahari akan membuat semua makhluk hidup mati
seketika. Di mana kita berada, kalau dekat dengan matahari selalu ada resiko
kematian.

Maka diperlukan sebuah atapyang melindungi makhluk hidup dari serbuan meteorit
dandan jugacahaya yang mematikan itu. Dan atap itudimiliki oleh bumi kita tercinta
hasil pemberian Allah SWT. Atmosfer kita initernyata berfungsi sebagai atap yang
melindungi dari cahaya maut matahari.

Lapisan Ozon di bagian atas atmosferberfungsi untuk melindungi makhluk hidup di


planet ini dari serbuan sinar matahari yang mematikan yaitu sinar ultraviolet. Lapisan
magnetosfernya melindungi dari pancaran gelombang elektromagnetik dari angkasa
luar.Atmosfer yang setebal 1000 km ini benar-benar suatu desain atap planet yang
menyelimuti bumi. Sungguh aneh dan luar biasabermanfaat buat kehidupan di
dalamnya.

Maha benarlah Allah SWT ketika berfirman:

Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara , sedang mereka
berpaling dari segala tanda-tanda yang terdapat padanya. (QS. Al-Anbiya: 32)

6. Bumi Punya Gunung dan Lembah

Untuk terjadinya siang dan malam, Allah SWT memutar Bumi pada porosnya seperti
gasing. Kalau dihitung-hitung putaran semu buat penghuni bumi, kecepatannya
mencapai 40.000km/24 jam atau sama dengan 1.666 km/jam. Lebih cepat dari
pesawat jet komersial.

Dan menurut para ahli, perputaran permukaan bum itutelah menyebabkan timbulnya
angin kencang di atmosfernya. Lantas kenapa itu tidak menyebabkan angin badai?
Karena angin itu dihalangi dan diperlambat oleh permukaan Bumi yang tinggi rendah
berbentuk gunung dan lembah.

Dalam waktu yang bersamaan juga dipengaruhi oleh perubahan tekanan udara di
berbagai wilayah Bumi akibat sumbu rotasi Bumi yang miring 23, 5 derajat.

Maka sekilas kalah kita baca ayat berikut ini, kita akan sadar bahwa bumi ini
memang diciptakan untuk manusia dan makhluk hidup.

43
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah
RPP Mata Pelajaran Geografi - Kelas X

Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia
berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan
kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu
kerjakan. (QS. An Naml: 88 )

7. Bumi Mempunyai Pabrik Makanan Buat Makhluk Hidup

Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran:

Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap,
dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu
segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan
sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 22 )

Planet Bumi ini secara sistemik bisa memproduksi dan menyediakan berbagai
kebutuhan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya. Berbagai macam tanaman dan
pepohonan menghasilkan buah-buahan, sayuran, umbi-umbian, biji-bijian, dan
beraneka ragam kebutuhan manusia. Darinyalah kita memperoleh sumber
karbohidrat, protein dan lemak nabati.

Di sisi lain Allah menyediakan berbagai macam hewan dan binatang ternak.
Mulai dari berbagai jenis ikan yang hidup di perairan dan samudera,
binatang-binatang yang hidup di daratan, sampai pada beragam unggas yang
beterbangan. Semuanya memberikan ragam makanan hewani.

Dan anehnya, mereka memiliki mekanisme otomatis untuk bereproduksi secara


berkelanjutan. Kecuali, manusia sudah merusak tatanan keseimbangan ekosistem
yang ada. Maka rusaklah mekanisme alamiah itu. Dan rusak pula sumber-sumber
makanan kita.

Kesimpulan

Sementara ini kalau kita renungkan, rasanya bumi ini adalah tempat yang paling
layak untuk dihuni oleh berbagai makhluk hidup, baik manusia, hewan maupun
tumbuhan.

Planet lain meski banyak memiliki kemiripan, tapi tidak ada satu pun yang memenuhi
kriteria layak untuk dihuni. Demikian kesimpulan para ilmuwan dan rasanya Al-Quran
pun memang selalu menyebutkan bumi untuk tempat tinggal manusia.

Akan tetapi semua itu tidak lantas menutup kemungkinan adanya alien atau makhluk
lain yang bisa hidup di luar sana. Tetapi sampai hari ini temuan ilmiyah dan isyarat
yang ada di dalam Al-Quran belum menunjukkan tanda-tanda keberadaan alien
berupa manusia atau makhluk hidup cerdas lainnya.

44
2017, Dit. Pembinaan SMA, Ditjen. Pendidikan Dasar dan Menengah