Anda di halaman 1dari 3

PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK

1. Anamnesa
Riwayat kehamilan
Riwayat persalinan
Nutrisi
Vaksinasi
Terpapar dengan penyakit
2. Pemeriksaan tanda-tanda vital
Suhu oral = 36,7 37,2 C
Suhu axilla = 36,2 36,8 C
Suhu rectal = 36,8 37,5 C
3. Ukur lingkar kepala
Letakkan meteran melingkari kepala tepat di atas alis dan pinna dan melingkari
oksipital yang menonjol.
4. Pengukuran berat badan
Baju bayi dilepas pada saat pengukuran berat badan.
5. Pengukuran panjang badan
Pada bayi diukur dari tumit sampai ujung kepala.
6. Pemeriksaan fisik head to toe
a. Jantung dan sirkulasi
Inspeksi: dada simetris, ada tidak pembesaran, ada tidak kardiomegali.
Palpasi: punctum maximum anak ICS 4-5, punctum maximum bayi ICS 4, ada
tidak cardiac trill (normal tidak teraba
Auskultasi: seluruh lapang dada, ICS 2 kanan dan kiri, ICS 3 kiri (erbs poin), ICS
4 kiri.
Yang diamati : heart rate, rhythm, suara bunyi jantung, murmur, murmur
sistolik/diastolik: durasi, intensitas, kualitas.
Sirkulasi: palpasi nadi femoralis, capilari refil (menekan jari kuku dan tibia
selama 3 detik)
Tekanan Darah: Pada tangan setinggi jantung, sesuaikan besar manset, tekan
pompa pelan-pelan, manset 2/3 lengan atas.
Bayi : TD 50-70 mmHg
Anak : TD 70-110 mmHg

b. Paru-paru
Inspeksi: kecepatan nafas, RR 20-60 x/menit
Identifikasi tanda tachypnea, sternal recessions, intercostal recessions, dan supra
recessions, ada tidak nafas cuping hidung, ada tidak croup dan asthma.
Auskultasi: auskultasi seluruh lapang pandang paru depan dan belakang, dimulai
dari daerah apek sampai ke bawah. Dengarkan suara nafas tambahan seperti:
ronchi, wheezing, rales, coarse rales.
Perkusi: seluruh lapang paru dari daerah apek sampai ke bawah dengan cara di
ketok di ICS.

c. Abdomen
Inspeksi: bentuk, kesimetrisan, ada tidak umbilical hernia.
Auskultasi: 4 kuadran abdomen dimulai dari kuadran kiri atas, dengarkan bising
usus.
Palpasi: tekuk kedua kaki, palpasi tiap kuadran untuk menentukan
Abdominal walls, tenderness, tumor, hernia
Palpasi organ: hepar ( batas, ukuran, konsistensi, permukaan)
Limpha ( batas, ukuran, konsistensi, tenderness, nyeri)
Ginjal (resistensi, tenderness).

d. Kulit
Inspeksi:
Lihat warna kulit, scar, rambut.
Rash: kuantitas, lokasi, warna, dermaticum, distribusi
Rubella
Reaksi alergi
Dermatitis atopik
Hematoma, petechie, bleeding
Jaundice
Cyanosis
Keloid
Rambut: alopecia
Sindroma turner (rambut sampai leher)
Infeksi jamur: pada kuku (paniculus exiccosis)
Clabbing fingers
Palpasi: temperatur, turgor, elastisitas, edema (sindroma nefrotik), kelembaban

e. Muskuloskeletal
Simetris
Achondroplasia: kelainan postur tubuh
Postur tubuh: funnel chest, kaki bentuk O atau X
Pes valgoplanus: telapak kaki miring
Spinal coloumb: spina bifida, skoliosis, lordosis, kifosis
Kekuatan otot
ROM (rentang gerak sendi)
Identifikasi adanya nyeri/tidak saat digerakkan
Squalting test dan stretching test

f. Kepala
Bentuk kepala (shapochepally), sutura, fontanella
Hidung: ada tidak pengeluaran sekret, sinusitis, ethmoiditis.
Mata: [ergerakan bola mata, fungsi penglihatan
Kelainan mata: strabismus, abduscans never palsy
Penyakit pada mata: joundice, conjungtivitis, retinoblastoma
Telinga: kesejajaran dengan mata dari puncak telinga
Tanda-tanda kelainan akibat down syndroma yaitu daun telinga jatuh
Keutuhan membran timpani
Otitis media: gendang telinga berwarna kemerahan dan bengkak
Mastoiditis
Mulut dan trachea
Bibir sumbing/clefl lip pallatum, mukosa mulut, tonsilitis,
Faring diidentifikasi
Pertumbuhan gigi susu, inspeksi ada caries/tidak, gigi tanggal
Thrachea dan kelenjar thyroid
Anak disuruh menengadah dan kemudian dipalpasi daerah trachea.
Anak disuruh minum dan menelan rasakan gerakan trachea, naik/turun.
Ditemukan adanya goiter tidak
Inspeksi adanya lateral cervical fistula tidak.

g. Nodus lymphe
Periksa pada daerah belakang telinga, depan telinga, daerah mandibula, bawah dagu,
dekat leher, sekitar bahu atas, daerah axila, siku, daerah inguinal.
Periksa: ukuran, lokasi, tenderness, konsistensi, surface.
Ditemukan tidak lymphadenitis.

h. Genetalia
Perempuan:
Vagina: labia mayora dan minora, kebersihannya, pengeluaran sekret
Payudara: ukuran
Pubertas praecox: anak dengan payudara besar seperti orang dewasa
Adrenogenital syndroma: genitalia ganda
Laki-laki:
Penis: glans penis, kebersihan, ukuran
Testis: ukuran, retractile testis
Ada tidak hipospadia/epispadia

i. Anus
Identifikasi apakah ada anus
Ada tidak atresia ani