Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN

DATA DATA HASIL TEST CBR LAPANGAN


PROYEK SUVARNA JAKARTA GOLF
HALIM II JAKARTA
LOKASI TEST : JALAN CARPATH

TANGGAL TEST : 7 AGUSTUS 2017


MATERIAL : TANAH & BASE COURSE
KONTRAKTOR : PT. FLORA TJIPTA SARANA
PELAKSANA TEST : PT. FLORA TJIPTA SARANA

1
LAPORAN TEST CBR LAPANGAN
UNTUK MATERIAL BASE COURSE
1. PENDAHULUAN
1.1 Maksud dan Tujuan
Test ini dimaksudkan untuk memeriksa nilai CBR (California Bearing
Ratio) langsung di tempat/lokasi pemadatan
CBR lapangan merupakan perbandingan antara beban penetrasi suatu
lapisan/bahan tanah atau lapisa perkerasan terhadap bahan standar
dengan kedalaman dan kecepatan penetrasi yang sama.

1.2 Persiapan Tempat


Bersihkan semua bahan yang lepas untuk tempat pengujian pada
lapisan tanah/perkerasan yang telah dipadatkan, segeralah pengujian
CBR setelah alat terpasang, untuk menghindari berubahnya kadar air.

1.3 Prosedur Pengujian


Tempatkan truk/kendaraan berat dengan bobot bagian belakang
minimal 5 ton, tepat di atas pemeriksaan.
Pasang rangkaian peralatan CBR pada bagian dudukan pemberat
(counter weight) dengan panjang piston diatur sesuai tinggi tempat
dudukan.
Setelah terpasang dengan benar atur dial proving ring dan dial penetrasi
agar menunjikan angka nol
Putar engkol jack dengan kecepatan konstan, agar kecepatan penetrasi
mencapai kecepatan rata-rata 1.25 mm/menit.
Baca dial proving ring pada waktu dan penetrasi yang telah ditentukan.

1.4 Perhitungan dan Penggambaran Grafik


Rumus untuk mendapat nilai CBR adalah sebagai berikut :

Untuk Penetrasi 0.1

Nilai CBR = Hasil Pembacaan DPR x Faktor Kalibrasi x 100%


3 x 1000
Untuk penetrasi 0.2

Nilai CBR = Hasil Pembacaan DPR x Faktor Kalibrasi x 100%


3 x 1000
Ket :
DPR = Dial Proving Ring

Penggambaran grafik CBR diperoleh dari data hasil bacaan dial proving
ring yang dikalikan dengan faktor kalibrasi proving ring menghasilkan

2
nilai berat beban penetrasi (lbs) sebagao ordinat, sedangkan kedalaman
penetrasi sebagai absis.
Untuk menentukan nilai CBR melalui grafik dapat dihitung dengan
memplotkan penetrasi 0.1 dan 0.2 ersus beban (lbs) kemudian dibagi
3000 (untuk 0.1) dan 4500 (untuk 0.2) dikalikan 100%.
Untuk kondisi gambar grafik dengan separasi (lengkung grafik yang
tidak teratur maka perlu ada koreksi untuk menentukan nilai CBR 0.1
dan 0.2 melalui gambar grafik yang kita hasilkan, sedang pada kondisi
lengkung grafik yang mencerminkan lengkungan kenaikan dengan nilai
yang teratur maka nilai CBR yang didapatkan akan sama dengan nilai
CBR dengan menggunakan rumus yang tercantum diatas.