Anda di halaman 1dari 2

NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KISAH

MASA KECIL KEN ANGROK

Abstrak: Masa anak-anak merupakan masa yang baik untuk pembentukan karakter
yang baik sebelum mereka beranjak dewasa. Peran orang tua turut serta dalam
menanamkan akhlak anak di masa mendatang. Apabila orang tua lengah dalam
mendidik anaknya, imbasnya anak akan mengikuti semua arahan dari orang tuanya,
entah itu didikannya baik maupun buruk. Sama halnya dengan kehidupan Ken
Angrok semasa kecilnya. Ken Angrok tumbuh kembang layaknya anak kecil pada
umumnya, kepribadiannya juga tak jauh berbeda dengan anak seusianya. Sedari kecil,
Ken Angrok dididik oleh orang tua yang berbeda, hal ini disebabkan oleh pola pikir
orang tua asuh dengan dirinya sudah berbeda sehingga dia kerap bergonta-ganti orang
tua. Akibat beragamnya pola didik orang tua asuh membuat kepribadian Ken Angrok
menjadi beragam. Dalam kitab Pararaton terjemahan Pitono dijelaskan tentang asal
usul Ken Angrok yang mana ia lahir di sekitar desa Sumberputjang, Malang Selatan
dari pasangan Gajahpara dan Ken Endok, hingga akhirnya ia dibuang oleh ibunya
sendiri dan diangkat oleh Lembong yang merupakan seorang pencuri. Semasa
kecilnya dengan Lembong, ia terkenal dengan kenakalannya dan meniru orang tuanya
yang saat itu berprofesi sebagai pencuri. Kenakalan seorang anak seperti Ken Angrok
ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya kasih sayang dan
didikan dari orang tua, serta lingkungan. Pada masa ini, karakter dan psikologi anak
dapat dibentuk dan diarahkan lebih baik. Sosialisasi yang kurang sempurna yang
terjadi pada diri Ken Angrok ketika kecil. Pengambilan peran sangat dibutuhkan tak
lain untuk proses sosialisasi anak pada usia dua hingga empat tahun merupakan tahap
permainan (play stage). Dalam teori ini dijelaskan oleh Charles Horton C bahwa
seseorang dapat menjadi sama dengan orang lain melalui proses bercermin kepada
orang lain. Inilah yang dilakukan oleh Ken Angrok yang masih diasuh oleh Lembong.
Mencuri dan berbuat jahat membuat Ken Angrok kecil dikenal oleh banyak orang,
termasuk petinggi di kerajaan Dhaha yang pegang oleh Tunggul Ametung. Karakter
anak pada masa Ken Angrok tak jauh berbeda dengan karakter anak di masa sekarang
dimana anak-anak suka meniru apa yang dilakukan oleh orang lain. Mereka tak
segan-segan meniru perilaku yang tidak baik meskipun sudah diperingati karena pada
dasarnya rasa ingin tahu anak sangatlah tinggi. Sebenarnya lumrah anak-anak
melakukan kesalahan seperti itu, namun apabila dibiarkan secara terus menerus, maka
anak tersebut akan membawa sifat tersebut hingga mereka dewasa nanti. Kisah masa
kecil Ken Angrok bisa diaplikasikan di masa sekarang, khusunya untuk orang tua.
Pada dasarnya pendidikan awal anak berasal dari orang tua bukan orang lain,
meskipun lingkungan nanti juga ikut campur dalam perkembangan anak. Yang paling
penting pendidikan karakter harus berasal dari orang tua agar anak-anak mengerti
sopan santun dan norma-norma sehingga mereka siap ketika terjun ke dunia luar.
Selain itu, dalam kisahnya Ken Angrok juga berambisi untuk menjadi seorang raja di
kemudian hari sehingga Ken Angrok berusaha keras untuk mewujudkan mimpinya
tersebut dengan caranya sendiri. Hal ini dapat juga dimasukkan dalam pendidikan
karakter dalam diri anak, namun dengan catatan harus ada nilai-nilai positif
didalamnya.