Anda di halaman 1dari 2

Download Permenkes Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman PPI

Filed under Public Health

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Salah satu pertimbangan diterbitkannya Pemenkes ini, disebutkan dalam bab pertimbangan, adalah
untuk mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan yang bermutu dan profesional khususnya upaya
pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu juga terkait bahwa
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 270 / Menkes / SK/ III/2007 tentang Pedoman Manajerial
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya, dan
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382 / Menkes/ SK/ III/2007 tentang Pedoman Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas Kesehatan Lainnya, sudah perlu dilakukan
perubahan sesuai dengan perkembangan mengenai pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas
pelayanan kesehatan.

Pada bab tentang pengertian (Pasal 1), diuraikan diantaranya :

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) merupakan upaya untuk mencegah dan meminimalkan
terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung, dan masyarakat sekitar fasilitas pelayanan
kesehatan.

Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan (Health Care Associated Infections/HAIs) merupakan infeksi
yang terjadi pada pasien selama perawatan di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
dimana ketika masuk tidak ada infeksi dan tidak dalam masa inkubasi, termasuk infeksi dalam rumah
sakit tapi muncul setelah pasien pulang, juga infeksi karena pekerjaan pada petugas rumah sakit dan
tenaga kesehatan terkait proses pelayanan kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.

Ruang lingkup Permenkes ini (Pasal 2), meliputi pelaksanaan PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
berupa rumah sakit, puskesmas, klinik, dan praktik mandiri tenaga kesehatan. Selanjutnya pada pasal
3 disebutkan bahwa setiap fasilitas pelayanan kesehatan harus melaksanakan PPI, melalui
penerapan prinsip kewaspadaan standar dan berdasarkan transmisi; penggunaan antimikroba secara
bijak; dan penerapan bundles (sekumpulan praktik berbasis bukti sahih yang menghasilkan perbaikan
keluaran poses pelayanan kesehatan bila dilakukan secara kolektif dan konsisten. Dalam pelaksanaan
PPI Fasilitas Pelayanan Kesehatan harus melakukan surveilans serta pendidikan dan pelatihan PPI.
Pada pasal 5, pelaksanaan PPI di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dilakukan melalui pembentukan
Komite atau Tim PPI. Komite atau Tim PPI merupakan organisasi nonstruktural pada Fasilitas
Pelayanan Kesehatan yang mempunyai fungsi utama menjalankan PPI serta menyusun kebijakan
pencegahan dan pengendalian infeksi termasuk pencegahan infeksi yang bersumber dari masyarakat
berupa Tuberkulosis, HIV (Human Immunodeficiency Virus), dan infeksi menular lainnya.

Selanjutnya dalam lampiran Permenkes Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pedoman PPI, diuraikan
beberapa hal berikut:

Penyakit infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infection (HAIs) merupakan
salah satu masalah kesehatan diberbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Secara prinsip,
kejadian HAIs sebenarnya dapat dicegah bila fasilitas pelayanan kesehatan secara konsisten
melaksanakan program PPI. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi merupakan upaya untuk me
mastikan perlindungan kepada setiap orang terhadap kemungkinan tertular infeksi dari sumber
masyarakat umum dan disaat menerima pelayanan kesehatan pada berbagai fasilitas kesehatan.

Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan, khususnya di bidang pelayanan kesehatan, perawatan


pasien tidak hanya dilayani di rumah sakit saja tetapi juga di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya,
bahkan di rumah (home care). Dalam upaya pencegahan dan pengendalian infeksi di fasilitas
pelayanan kesehatan sangat penting bila terlebih dahulu petugas dan pengambil kebijakan
memahami konsep dasar penyakit infeksi.

Beri Nilai