Anda di halaman 1dari 16

POSISI STRATEGIS INDONESIA SEBAGAI POROS

MARITIM DUNIA

Letak, Luas, dan Batas Wilayah Indonesia

a.Letak
Letak merupakan tempat dimana wilayah itu berada.
Letak memiliki ciri-ciri :
(1) Tidak pernah sama persis dan
(2) Tidak pernah bersinggungan atau berhimpitan.
Garis lintang merupakan garis khayal pada peta atau globe yang sejajar
dengan khatulistiwa.Garis khatulistiwa membelah bumi menjadi dua belahan
utara dan belahan selatan.Garis khatulistiwa atau garis equator atau garis lini
adalah garis lintang 0.Garis lintang dipergunakan untuk membagi wilayah iklim
di bumi yang disebut iklim matahari.
Garis bujur adalah Garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe
yang menghubungkan kutub utara dan selatan bumi.Bumi dibagi menjadi 180
garis bujur timur (BT) dan 180 garis bujur barat (BB).Perhitungan garis bujur 0
dimulai dari Kota Greenwich dekat Kota London.Garis bujur dipergunakan untuk
menentukan waktu suatu daerah.Indonesia terletak pada daerah tropis dengan
suhu Rata-rata 27C atau antara 18C-33C. Hal ini tentu saja akibat pengaruh
dari garis lintang, dan banyak penguapan sehingga kelembapan udara tinggi.

Namun wilayah yang sangat menerima dampak disaat kemarau tinggi yaitu
Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku atau dengan kata lain bagian timur Indonesia
(selain Papua).Hal ini dikarenakan daerah tersebut merupakan pulau-pulau
dengan daratan yang kecil sehingga ketika kemarau cadangan air tanah sedikit
akibat kurangnya infiltrasi ketika hujan.Sementara itu hujan masih turun ketika
musim kemarau, hal ini terjadi pada wilayah pesisir barat sumatera, Bengkulu,
Jawa barat. Hujan yang turun ini merupakan hujan Zenit, merupakan suatu proses
hujan yang berdasarkan atas pengembangan dari udara yang dipanasi, jadi akan
terus naik dimana pada waktu naik temperature akan turun sampai suatu saat
terjadi kondensasi,maka timbul hujan (Mudjiono, 1986:18).

b.Luas
Manfaat mengetahui luas suatu Negara yaitu untuk mengetahui batas,
keamanan, kesejahteraan (potensi SDA dan SDM).Karena semakin luas suatu
Negara, potensi nya lebih baik.Selain itu juga untuk mengetahui sejauh mana
pencapaian suatu bangsa.Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil di
antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.Luas daratan Indonesia adalah
1.922.570 km dan luas perairannya 3.257.483 km. Dan dengan batas-batas
sebagai berikut :
Utara : Pulau Rando 6LU-95BT , Pulau Sekating 5LU, dan Pulau Miangas
430LU
Barat : masih berbatasan dengan Pulau Rondo
Selatan : Pemana (Selatan pulau Roti) 11LS -123BT
Timur : Wilayah DAS Fly di Papua 141BT

c.Batas
Indonesia mempunyai batas-batas wilayah yang jelas dan dapat membedakan
dengan wilayah lain. Batas wilayah diperlukan untuk keperluan pengelolaan,
pengawasan, dan perlindungan Negara.
Batas Politik, dilandaskan berdasarkan :
Kesepakatan 1824 antara Beanda dan Kerjaan Inggris , dalam membagi wilayah
kekuasaan
Keputusan Pengadilan tetap Internasional tahun 1928
Ordonasi 1939 (Teritorial ZEE en Maritim Kringen Ordonantie), pembagian
wilayah laut berdasarkan Laut Teritorial dan Laut Pedalaman
Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957 tentang lebar wilayah laut dinyatakan 12
mil
UU no 7 tahun 1976 tentang pengesahan penyatuan Timor Timur ke NKRI
Konvensi Hukum Laut Internasional Tahun 1982, membagi jenis batas laut
berdasarkan batas laut territorial, Batas Landas Kontinen, dan ZEE.
Batas Fisik
Merupakan batas wilayah indonesia berdasarkan daratan dan perairan. Dan batas
Negara Indonesia yaitu :

o Utara : Negara Malaysia dengan perbatasan sepanjang 1.782 km, Singapura, Filipina,
dan Laut Cina Selatan
o Selatan: Negara Australia, Timor Leste, dan Samudra Indonesia
o Barat : Samudra Indonesia
o Timur : Negara Papua Nugini dengan perbatasan sepanjang 820 km, Timor Leste, dan Samudra
Pasifik

Karakteristik di Wilayah Indonesia


KARAKTERISTIK DI WILAYAH DARATAN
Karakteristik di wilayah daratan merupakan bagian dari permukaan
bumi yang tidak digenangi air dan berbentuk padat.Wilayah daratan di Indonesia
memiliki tanah yang subur sehingga menyebabkan curah hujan yang teratur dan
banyaknya gunung berapi sehingga dimanfaatkan sebagai tempat berpijak dan
sumber kehidupan manusia
Karakteristik yang masuk dalam wilayah daratan:

1.Dataran tinggi
Dataran tinggi (disebut juga plateau atau plato) adalah dataran yang
luas terletak pada ketinggian 300-600 meter di atas permukaan laut. Dataran
tinggi berada di daerah pegunungan atau dikelilingi oleh bukit-bukit sehingga
udaranya sangat dingin dan segar.Dataran tinggi terbentuk sebagai hasil erosi dan
sedimentasi.
Dataran tinggi bisa juga terjadi oleh bekas kaldera luas, yang tertimbun
material dari lereng gunung sekitarnya.Daerah pada dataran tinggi memiliki udara yang
sejuk dengan pemandangan yang indah sehingga menyebabkan banyak orang mendirikan
rumah-rumah atau vila sebagai tempat istirahat. Selain itu, dataran tinggi banyak
dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan seperti teh, kopi, bunga, sayuran dan
sebagainya serta sebagai tempat pariwisata dan tempat peristirahatan.

2. Dataran rendah
Dataran rendah merupakan wilayah dataran yang relatif datar, luas dan
memiliki ketinggian kurang dari 200 meter di atas permukaan laut. Di Indonesia
daerah dataran rendah merupakan daerah yang penuh dengan kedinamisan dan
kegiatan penduduk yang sangat beragam.
Daerah dataran rendah cocok dijadikan wilayah pertanian, perkebunan,
peternakan, kegiatan, industri, dan sentra-sentra bisnis.
Lokasi yang datar, menyebabkan pengembangan daerah dapat dilakukan seluas
mungkin.Pembangunan jalan raya dan jalan tol serta kelengkapan saran
transportasi ini telah mendorong daerah dataran rendah menjadi pusat ekonomi
penduduk.Kemudahan transportasi dan banyaknya pusat-pusat kegiatan di daerah
dataran rendah menarik penduduk untuk menetap disana.Oleh karena, itu
penduduknya semakin bertambah dan kebutuhan tempat tinggal serta tempat
usaha juga meningkat.

Lahan-lahan seperti sawah dan hutan sebagai penyangga keseimbangan


alam semakin berkurang digantikan oleh tumbuhnya bangunan bertingkat.Hal ini
banyak menimbulkan permasalahan, seperti daerah resapan air berkurang yang
mengakibatkan banjir pada saat musim hujan dan kekeringan pada saat musim
kemarau.Pada umumnya, daerah dataran rendah terdapat banyak aliran sungai
dan keadaan udaranya panas.Dataran rendah di wilayah Indonesia membentang
luas di sepanjang Pulau Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Bali, Papua,
Nusa Tenggara serta pulau-pulau kecil.
Penduduk kota yang menetap di dataran rendah memanfaatkan daerahnya
sebagai tempat tinggal. Dataran rendah dimanfaatkan sebagai tempat perkebunan
tebu atau kelapa, lahan pertanian, industri dan pemukiman. Contohnya:
1. Pegunungan
2. Gunung
3. Pantai
4. Tanjung
5. Delta

KARAKTERISTIK DI WILAYAH PERAIRAN


Karakteristik di wilayah perairan merupakan bagian dari permukaan bumi
yang digenangi air.Wilayah Indonesia memiliki perairan yang sangat luas yaitu
dua pertiga bagian dari keseluruhan luas wilayah negara.
Karakteristik yang termasuk dalam wilayah perairan:

1. Danau
Danau merupakan permukaan bumi berupa cekungan di darat yang sangat
luas dan digenangi oleh air yang dikelilingi daratan.Danau yang terbentuk berasal
dari letusan gunung berapi yang biasa disebut sebagai danau vulkanik.Danau
tektonik yaitu danau yang terbentuk disebabkan adanya pergeseran muka bumi.
Dan danau buatan yaitu danau yang sengaja dibuat oleh manusia dengan cara
membendung aliran sungai dan danau buatan biasanya sering disebut sebagai
waduk. Serta danau alam merupakan danau yang terbentuk oleh peristiwa alam
yaitu diantara letusan gunung api, pelarutan batuan kapur oleh air hujan dan
gerakan kulit bumi. Danau dimanfaatkan sebagai tempat pengairan sawah, tempat
memelihara dan penangkapan ikan, tempat persediaan air, dan objek wisata.

Berdasarkan proses terjadinya, danau dibedakan menjadi:


Danau tektonik yaitu danau yang terbentuk akibat penurunan muka bumi karena
pergeseran / patahan lapisan bumi.
Danau vulkanik yaitu danau yang terbentuk akibat aktivitas vulkanisme /
gunung berapi.
Danau tektovulkanik yaitu danau yang terbentuk akibat percampuran aktivitas
tektonisme dan vulkanisme.
Danau bendungan alami yaitu danau yang terbentuk akibat lembah sungai
terbendung oleh aliran lava saat erupsi terjadi.
Danau karst yaitu danau yang terbentuk akibat pelarutan tanah kapur.
Danau glasial yaitu danau yang terbentuk akibat mencairnya es / keringnya
daerah es yang kemudian terisi air.
Danau buatan yaitu danau yang terbentuk akibat aktivitas manusia.

2. Sungai
Sungai merupakan bagian dari permukaan bumi yang rendah dan aliran air
yang mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah dan bermuara di
laut.Sungai pada bagian awal berukuran kecil yang bermula dari daerah
pegunungan.Sedangkan yang mengalir ke tempat yang lebih rendah akhirnya
bermuara di danau/laut.Semakin dekat ke arah laut, maka semakin
melebar.Sungai dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat memelihara ikan
dan digunakan untuk irigasi mengairi sawah.
Selain itu, sebagai sarana transportasi yang menghubungkan antar daerah, sumber
tenaga listrik, perikanan, olahraga, dan rekreasi serta digunakan untuk
pengangkutan kayu hasil penebangan dan pasar terapung.

3. Laut
Laut merupakan bagian permukaan bumi yang luas, digenangi air yang
dalam dan paling rendah. Laut menghubungkan antar pulau yang satu dengan
pulau lainnya.Wilayah Indonesia sekitar dua pertiganya merupakan lautan,
namun kondisinya kurang terjaga sehingga mudah mendatangkan ancaman
sengketa batas wilayah dengan negara tetangga.Untuk landas kontinen negara
kita berhak atas segala kekayaan alam yang terdapat di laut sampai dengan
kedalaman 200 meter.
Batas laut teritorial sejauh 12 mil dari garis dasar lurus dan perbatasan laut
zona ekonomi ekslusif (ZEE) sejauh 200 mil dari garis dasar laut.Kedalaman laut
di wilayah Indonesia berbeda-beda, ada yang dalam maupun dangkal. Biasanya
mencapai 1.000 meter atau lebih.Air laut rasanya asin karena mengandung garam.
Di dalam laut terdapat banyak kehidupan antara lain tumbuhan laut, kerang dan
beragam jenis ikan yang dapat diolah menjadi makanan dan obat-obatan.

Beberapa manfaat laut bagi manusia adalah:


Tempat rekreasi dan hiburan
Tempat hidup sumber makanan kita, seperti ikan, cumi-cumi, udang,
rumput laut, dll.
Pembangkit listrik tenaga ombak, pasang surut, angin, dsb.
Tempat budidaya ikan, kerang mutiara, rumput laut, dll.
Tempat barang tambang berada, misalnya tambang minyak bumi lepas
pantai.
Salah satu sumber air minum (tetapi harus melalui proses desalinasi
dahulu)
Sebagai jalur transportasi air
Sebagai tempat cadangan air bumi
Sebagai objek riset penelitian dan pendidikan
Laut merupakan penyumbang terjadinya hujan dan pengatur iklim
Air laut dapat diolah menjadi garam

4. Rawa
Rawa adalah tanah yg rendah (umumnya di daerah pantai) dan digenangi
air, biasanya banyak terdapat tumbuhan air.Rawa terbentuk secara alami,
genangannya dapat bersifat musiman ataupun permanen dan ditumbuhi oleh
tumbuhan.Indonesia memiliki lebih dari 23 juta ha rawa. Ada tiga jenis rawa :
- Hutan rawa air tawar, memiliki permukaan tanah yang kaya akan mineral. Biasanya
ditumbuhi hutan lebat.
- Hutan rawa gambut, terbentuk dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang proses penguraiannya
sangat lambat sehingga tanah gambut memiliki kandungan bahan organik yang sangat tinggi.
- Rawa tanpa hutan, merupakan bagian dari ekosistem rawa hutan. Namun hanya ditumbuhi
tumbuhan kecil seperti semak dan rumput liar.
Peran dan manfaat hutan rawa :
Sumber cadangan air, dapat menyerap dan menyimpan kelebihan air dari daerah
sekitarnya dan akan mengeluarkan cadangan air tersebut pada saat daerah
sekitarnya kering.
Mencegah terjadinya banjir.
Mencegah intrusi air laut ke dalam air tanah dan sungai
Sumber energi
Sumber makanan nabati maupun hewani

5. Teluk
Teluk adalah tubuh perairan yang menjorok ke daratan dan dibatasi oleh
daratan pada ketiga sisinya. Oleh karena letaknya yang strategis, teluk banyak
dimanfaatkan sebagai pelabuhan.
Teluk adalah kebalikan dari tanjung, dan biasanya keduanya dapat
ditemukan pada suatu garis pantai yang sama. Karena Indonesia memiliki
puluhan ribu pulau, maka di Indonesia banyak sekali terdapat
teluk.Teluk adalah laut yang menjorok ke darat. Teluk kebalikan dengan
tanjung.

6. Selat
Selat merupakan perairan/laut sempit yang berada di antara dua
pulau.Kedalamannya berkisar antara 200-1.000 meter.Negara Indonesia dikenal
sebagai Negara Maritim karena memiliki wilayah laut yang terbentang luas.Letak
Indonesia yang dibatasi oleh lautan yang menjadi jarak antara pulau yang satu
dengan lainnya.Selat dimanfaatkan sebagai jalur angkutan antar pulau.Alat
angkutan yang biasa digunakan adalah kapal feri yang termasuk kapal
penumpang.

7. Samudera
merupakan perairan yang luasnya melebihi luas laut dan memiliki
kedalaman lebih dari 1.000 meter.Wilayah Indonesia diapit oleh dua samudera
yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.Manfaat samudera menyebabkan
iklim yang menguntungkan yaitu tidak terlalu panas pada siang hari dan tidak
terlalu dingin pada malam hari.

Perkembangan Transportasi di Indonesia


Transportasi Air
Di Indonesia, sebagai negara bahari, perahu dan kapal merupakan alat
transportasi dan komunikasi penting sejak awal peradaban Nusantara. Tak heran,
alat transportasi yang paling banyak ragamnya di Indonesia adalah perahu dan
kapal.
Setiap daerah berpantai di Indonesia memiliki jenis perahu tradisional
dengan bentuk dan ornamen khas. Misalnya, Pinisi dari Makasar, Sope dari
Jakarta, Alut Pasa dari Kalimantan Timur, Lancang Kuning dari Riau, Gelati dari
Perairan Bali, dan Kora-kora dari Maluku.
Di beberapa daerah di Indonesia, misalnya Kalimantan, jalur penghubung
utama antarwilayah adalah sungai. Transportasi utama yang banyak digunakan
adalah perahu. Mulai dari perahu kecil yang disebut kelotok atau ketingting
yang bisa memuat 10 penumpang, hingga bus air berupa perahu panjang (long
boat) yang bisa mengangkut puluhan penumpang.

Transportasi Darat
Di Pulau Jawa, yang menjadi pusat perkembangan peradaban Nusantara
sejak abad ke-4, jalur perhubungan yang berkembang adalah jalur darat. Kuda
banyak dipakai untuk bepergian karena kekuatan dan kecepatannya. Alat
transportasi yang berkembang pun menggunakan jasa kuda, misalnya, kereta
kuda yang kemudian berkembang menjadi andong atau delman. Sedangkan untuk
mengangkut barang, selain menggunakan jasa kuda, juga ada pedati yang ditarik
sapi atau kerbau.
Awal masuknya transportasi darat modern di Indonesia dimulai pada masa
pendudukan Belanda, di pusat pemerintahannya saat itu yang berada di Batavia
atau Jakarta. Pemerintah Belanda membangun jalur kereta api dengan rute
Batavia-Buitenzorg (Bogor), tahun 1873.
Sedangkan alat transportasi yang digunakan di dalam kota adalah trem
yang digerakkan oleh mesin uap. Trem merupakan angkutan massal pertama yang
ada di Jakarta. Pada 1910, Jakarta sudah mempunyai jaringan trem.
Tahun 1960-an, Presiden Sukarno memerintahkan penghapusan trem
karena dianggap tidak cocok lagi untuk kota sebesar Jakarta. Trem pun digantikan
bus-bus besar.
Untuk transportasi jarak dekat, ada oplet dan becak. Ada pula bemo yang
mulai dipakai sejak tahun 1962. Tahun 1970-an, muncul helicak dan bajaj. Meski
sudah dilarang beroperasi, kita masih bisa menemukan beberapa jenis alat
transportasi ini.
Saat ini, alat transportasi darat yang biasa dimanfaatkan masyarakat adalah
bus dan kereta listrik. Pemerintah pun berusaha mengembangkan transportasi
massal yang modern dan murah seperti bus TransJakarta.
Di masa depan, rencananya, akan ada monorel yang lebih cepat dan
canggih.
Meski sarana transportasi sudah semakin canggih, alat transportasi
tradisional seperti andong atau delman masih banyak kita temui. Misalnya, di
Yogyakarta.

Transpostasi Udara
Sejarah transportasi udara di Indonesia terkait dengan sejarah
kemerdekaan. Untuk kemudahan transportasi, pada 1948, mantan presiden
Soekarno membeli dua pesawat tipe DC-3 dari Singapura. Pembelian pesawat
tersebut didanai para pengusaha asal Aceh. Wilayah Aceh kala itu merupakan
bagian Indonesia yang belum tersentuh Belanda.
Sebagai bentuk penghargaan kepada Aceh, dua pesawat tersebut dinamai
RI-001 Seulawah Agam dan RI-002 Seulawah Inong. Pesawat tersebut
melakukan penerbangan pertama pada 26 Januari 1949 dengan rute penerbangan
Calcutta-Rangoon. Kedua pesawat tersebut menjadi cikal bakal perusahaan
penerbangan pertama tanah air yaitu Garuda Indonesia.Industri penerbangan
nasional dirintis tahun 1946 di Yogyakarta oleh tim Angkatan Udara Republik
Indonesia yang dipelopori Wiweko Soepono, Nurtanio Pringgoadisurjo, dan J.
Sumarsono. Salah satu hasil rancangannya adalah pesawat Si Kumbang yang
melakukan penerbangan pertama pada 1 Agustus 1954.

Perdagangan Internasional Di Indonesia


Perdagangan internasional sudah terjalin sejak masa kuno, ribuan tahun
sebelum Masehi. Ditemukannya peninggalan barang-barang buatan Sumeria di Mesir,
ataupun buatan Babilonia di pesisir Laut Tengah menjadi bukti adanya perdagangan antar
kerajaan. Kemungkinan besar, transaksi dilakukan dengan cara barter, meskipun ada juga yang
sudha menggunakan mata uang dari logam ataupun perak.
Wilayah perdagangan internasional masa kuno mesih terbatas. Alasan utamanya adalah
internasional masa kuno masih terbatas. Alasan utamanya adalah transportasi. Perjalanan jauh,
entah lewat darat ataupun laut, amatlah mahal dan penuh risiko.

Pedaganganan Internasional Abad Pertengahan


Sejak runtuhnya Kekaisaran Romawi, perdagangan di Eropa lambat laun
berkembang, terutama selama abad ke-12 dan 13. untuk menjamin keamanan
perdagangan jarak jauh, para pedagang membentuk semacam asosiasi yang
melindungi pedagang yang bepergian ke luar negeri.
Jalur utama perdagangan jarak jauh ketika itu melawan kawasan Baltik,
sepanjang timur dan tengah wilayah Mediterania, sampai ke bagian utara Eropa.
Selanjutnya kawasan timur Meditrania menjadi penghubung denganAsia.
Barang dagang asal Baltik berupa bahan mentah, seperti kayu, tir, bulu dan
kulit binatang. Sedangkan dari Asia berdatangan barang mewah, seperti
rempah-rempah, berlian dan kain sutera.
Dalam proses transaksi, wilayah barat Eropa mengekspor bahan0bahan
mentah lalu mengolahnya menjasi barang jadi untuk dijual. Inggris menjual
pakaian wol, Belanda menawarkan ikan yang telah telah diasinkan, Spanyol
memproduksi wol, dalam sebelah selatan Eropa menjual aggur, buah-buahan,
dan minyak.
Meskipun perdagangan mulai ramai, hubungan dagang antara Asia dan
Eropa masih terbatas. Alasannya, biaya perjalanan lintas benua masih dirasa
amat mahal. Selain itu, Asia menganggap Eropa belum terlalu bernilai sebagai
wilayah ekspor.

Perdagangan Internasional Masa Penjelajahan


Samudera
Kawasan Eropa abad le-15 dan 16 ditandai oleh perdagangan teknologi
pelayaran dan navigasi. Muncul kepal-kapal berdaya muat besar. Lengkap
dengan perlengkapan militer untuk perlindungan. Perkembangan ini
mengakibatkan semakin mungkin pengangkutan barang dagang dalam jumlah
banyak ke tempat jauh dengan biayalebihmurah.
Perkembangan pelayaran dan navigasi mempercepat meluasnya
perdagangan internasional. Perluasan semakin dipacu oleh penemuan wilayah
baru, seperti Amerika, dan jalur pelayaran baru ke Asia, melewati Tanjung
Harapan. Ditemukannya Amerika memunculkan barang dagang baru , yakni
tembakau dan kayu gelondongan.Perkembangan yang marak itu memunculkan
bentuk baru perdagangan internasional. Bentuk baru itu paling jelas tampak
dalam asosiasi perdagangan. Asosiasi yang tadinya informal berubah menjadi
kemitraan resmi, atau lebih dikenal sebagai persekutuan dagang, teridiri atas para
pemegang saham. Persekutuan inilah yang memiliki kapal-kapal besar, bukan
lagi para kapten kapal. (sebelumnya, para pedagang menyewa jasa kapten kapal
untuk mengangkut barang ke tempat tertentu). Persekutuan ini pun memiliki hak
khusus di bidang militer, politik, dan ekonomi di wilayah eksplorasi kita kenal
antara lain VOC dari belanda dan EIO dari inggris.

Perdagangan Internasional Masa Revolusi Industri


Sampai pertengahan abad ke-18, perdagangan rempah-rempah menduduki
tempat istimewa melebihi komoditas lain.
Sekitar tahun-tahun itulah, perdagangan internasional memperoleh bentuk
baru lagi. Pemicunya kali ini adalah Revolusi Industri.Karena Revolusi pertama
kali mengmukakan di Eropa, kawasan itu menjadi pusat jaringan perdagangan
dunia hampir selama abad ke-19. Kegiatan ekonomi Eropa bergantung pada
pasar luar negeri sebagai pemasok bahan mentah sekaligus pemebli barang jadi
buatan pabrik pemasok bahan mentah sekaligus pembeli barang jadi buatan
pabrik.
Itulah sebabnya, perkembangan industri (berarti perkembangan kebutuhan
ekspansi perdagangan internasional).

Pengaruh Revolusi Industri terhadap perdagangan internasional mencakup


sejumlah hal berikut.
1. Pertumbuhan indutri memacu perdagangan bahan mentah. Misalnya, mekanisasi
produksi tekstil di Eropa memacu ekspor kapas secara besar-besaran dari
Amerika.
2. Pertumbuhan industri mengakibatkan revolusi di bidang transportasi. Akibat itu
tampak dari munculnya alat-alat transportasi bermesin uap. Transportasi yang
semakin cepat dan murah ini pada gilirannya berpegaruh pada perkembangan
perdagangan.
3. Pertumbuhan industri mengakibatkan produksi massal sehingga pasar harus
didefinisikan secara baru. Sebelumnya, wilayah produsen sekaligus juga berperan
sebagai pasar (hasil produksi massal, wilayah produsen yang satu harus menjadi
paar (pelanggan) bagi wilayah produsen yang lain. Akibatnya, suatu wilayah
(negara), harus mengkhususkan dari di bidang produksi tertentu (dibandingkan
dengan konsep keunggulan komparatif).

Perdagangan Internasional Masa Perang Dunia


Secara umum, perdagangan internasional mengalami kemunduran
selama kedua perang dunia. Selain persoalan perang, penyebabnya antara lain
pajak perdagangan dan sejumlah aturan yang membatasi kebebasan berdagang.
Kemunduran paling parah terjadi krisis dunia (The Great Depression) pada
tahun 1929.Banyak perusahaan bengkrut. Lumpuhnya ekonomi dalam negeri
sejumlah negara berakibat lesunya perekonomian dunia. Minimnya transaksi
ekspor impor dan Amerika memperlihatkan betapa anjloknya perdagangan
internasional ketika itu. Pemulihan sudah mulai muncul selama tahun 1930-an,
namun kembali ambruk dengan pecahnya perang dunia.Ekspansi Perdagangan
Internasi' Masa Informasi
Dunia setelah Perang Dunia ditandai perbahan dan pembaruan. Gejala itu
antara lain muncul dan berakhirnya Perang Dingin (Cold War), bersatu dan berpisahnya
negara-negara, serta kritis ekonomi. Di tengah rangkaian itu, dunia menata perekonomiannya.
Upaya itu berlandaskan ke sadaran bahwa tidak ada negara lain.
Perkembangan kerja sama perdagangan lintas batas negara turut ditunjang oleh
perkembangan pesat informasi. Revolusi di bidang balisasi. Salah satu
perkembangan paling kesepakatan transaksi dapat dilakukan dari tempat yang
jauh sekalipun, dalam hitungan detik. Akibatnya, ekspansi perdagangan
internasional semakin cepat.

Potensi dan Persebaran Sumber Daya Laut di


Indonesia Sumber daya laut
Potensi dan Persebaran Sumber Daya Laut di Indonesia Sumber daya
lautadalah unsur hayati dan non hayati yang terdapat di wilayah laut.

Luas laut Indonesia mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia,
yaitu 5,8 juta km2. Di dalam laut tersebut, tersimpan kekayaan alam yang luar
biasa besarnya. Potensi sumber daya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan,
tetapi juga bahan tambang seperti minyak bumi, nikel, emas, bauksit, pasir, bijih
besi, timah, dan lain-lain yang berada di bawah permukaan laut.

Kekayaan yang dapat dimanfaatkan dari sumber daya laut yang lain
adalah sumber daya alam berupa mangrove, terumbu karang, dan lain-lain.
Sumber daya tersebut dikenal dengan sumber daya pesisir. a. Perikanan Potensi
dan Persebaran Sumber Daya Laut di Indonesia Budi Daya Ikan Sumber daya
perikanan laut adalah salah satu potensi sumber daya laut di indonesia yang
sejak dulu telah dimanfaatkan penduduk. Laut Indonesia memiliki angka
potensi lestari yang besar, yaitu 6,4 juta ton per tahun. Yang dimaksud dengan
potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan
bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak
mengurangi populasi ikan. Berdasarkan aturan internasional, jumlah tangkapan
yang diperbolehkan adalah 80% dari potensi lestari tersebut atau sekitar 5,12
juta ton per tahun. Kenyataannya, jumlah hasil tangkapan ikan di Indonesia
belum mencapai angka tersebut.
Ini berarti masih ada peluang untuk meningkatkan jumlah tangkapan
yang diperbolehkan. Jika dibandingkan sebaran potensi ikannya, terlihat adanya
perbedaan secara umum antara wilayah Indonesia bagian Barat dan Timur. Di
Indonesia bagian Barat dengan rata-rata kedalaman laut 75 meter, jenis ikan
yang banyak dtemukan adalah ikan pelagis kecil. Kondisi agak berbeda terdapat
di kawasan Indonesia Timur dengan rata-rata kedalaman laut mencapai 4.000
m.
Di kawasan Indonesia bagian Timur, banyak ditemukan ikan pelagis besar
seperti cakalang dan tuna. Selain ikan yang tersedia di lautan, penduduk
Indonesia juga banyak yang melakukan budi daya ikan, terutama di daerah
pesisir. Di pantai utara Pulau Jawa, banyak masyarakat yang mengembangkan
usaha budi daya ikan dengan menggunakan tambak. Jenis ikan yang
dikembangbiakkan disana adalah ikan bandeng dan udang.

Selain ikan, kekayaan laut Indonesia juga berada di wilayah-wilayah


pesisir berupa hutan mangrove, rumput laut, padang lamun, dan terumbu karang.
Indonesia memiliki lebih dari 13 ribu pulau sehingga garis pantainya sangat
panjang. Garis pantai Indonesia panjangnya mencapai 81.000 km, ukuran ini
merupakan panjang pantai kedua terpanjang di dunia setelah Kanada. Oleh karena
itu, potensi sumber daya alam di wilayah pesisir sangat penting bagi Indonesia.
Tidak salah jika pemerintah di bawah pemerintahan presiden Jokowi
memfokuskan pembangunan maritim di Indonesia. Kekayaan alam kita yang
berupa ikan malah banyak diambil oleh oknum-oknum dari negara lain berupa
praktik pencurian ikan atau illegal fishing.
Ada beberapa wilayah perairan Indonesia yang rawan dengan kegiatan
illegal fishing. Wilayah yang paling rawan dengan praktik pencurian ikan adalah
Laut Arafuru (Papua) di Timur perairan Indonesia. b. Hutan Mangrove Hutan
Mangrove Hutan mangrove (hutan bakau) adalah tipe hutan yang berada di
daerah pasang surut air laut. Saat air pasang, hutan mangrove digenangi oleh air
laut, sedangkan pada saat air surut, hutan mangrove bebas dari genangan air laut.
Umumnya hutan mangrove berkembang baik pada pantai yang terlindung, muara
sungai, atau laguna. Tumbuhan yang hidup di habitat hutan mangrove tahan
terhadap garam yang terkandung di dalam air laut.
Ada dua fungsi hutan mangrove sebagai potensi sumber daya laut di
indonesia yaitu fungsi ekologis dan ekonomis. Fungsi ekologis hutan mangrove
adalah sebagai habitat (tempat hidup) binatang laut untuk berlindung, mencari
makan, dan berkembang biak. Fungsi ekologis yang lain dari hutan mangrove
adalah untuk melindungi pantai dari abrasi air laut. Fungsi ekonomis hutan
mangrove berupa nilai ekonomis dari kayu pepohonan dan makhluk hidup yang
ada di dalamnya. Biasanya penduduk memanfaatkan kayu sebagai bahan kayu
bakar atau bahan pembuat arang. Kayu bakau juga dapat dijadikan bahan
pembuat kertas.
Selain kayu, hutan mangrove juga dihuni oleh beragam jenis fauna yang
bernilai ekonomis, misalnya udang dan jenis ikan lainnya yang berkembang biak
dengan baik di wilayah ini. Di mana sajakah sebaran hutan mangrove di
Indonesia? Hutan mangrove tersebar di pesisir sebelah barat Pulau Sumatra,
beberapa bagian ada di pantai utara Pulau Jawa, sepanjang pesisir Pulau
Kalimantan, Pesisir Pulau Sulawesi, Pesisir sebelah Selatan Papua, dan beberapa
pulau kecil lainnya. Jumlah hutan mangrove di Indonesia mencapai angka
3.716.000 ha (data dari UNESCO). Hutan mangrove Indonesia tidak tersebar
secara merata.

Luas terbesar hutan mangrove berada di Pulau Papua yang mencapai 3,7
juta ha. Berikutnya adalah Kalimantan (165 ribu ha), Sumatra (417 ribu ha),
Sulawesi (53 ribu ha), Jawa (34,4 ribu ha), Bali dan Nusa Tenggara (3,7 ha). c.
Terumbu Karang Terumbu karang adalah terumbu (batuan sedimen kapur di laut)
yang terbentuk dari kapur yang sebagian besar dihasilkan dari koral (binatang
yang menghasilkan kapur untuk kerangka tubuhnya). Jika ribuan koral
membentuk koloni, koral-koral tersebut akan membentuk karang.
Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan negara yang
memiliki terumbu karang terluas di dunia. Luas terumbu karang Indonesia
mencapai 284,3 ribu km2 atau setara dengan 18% dari terumbu karang yang ada
di seluruh dunia. Kekayaan terumbu karang Indonesia tidak hanya dari luasnya,
akan tetapi juga keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Keanekaragaman
hayati terumbu karang sebagai potensi sumber daya laut di indonesia juga yang
tertinggi di dunia. Di dalamnya terdapat 2.500 jenis ikan, 2.500 jenis moluska,
1.500 jenis udang-udangan, dan 590 jenis karang. Mengapa terumbu karang
banyak ditemukan di wilayah Indonesia? Terumbu karang akan dapat tumbuh
dengan baik pada suhu perairan laut antara 21O - 29O C. Pada suhu lebih besar
atau lebih kecil dari itu, pertumbuhan terumbu karang menjadi kurang baik.
Karena Indonesia berada di daerah tropis dan suhu. perairannya hangat,
pantaslah jika terumbu karang banyak ditemukan di Indonesia. Potensi dan
Persebaran Sumber Daya Laut di Indonesia Terumbu Karang Pertumbuhan
terumbu karang juga akan baik pada kondisi air yang jernih dan dangkal.
Kedalaman air yang baik untuk tumbuhnya terumbu karang tidak lebih dari 18
meter. Jika lebih besar dari kedalaman tersebut, pertumbuhan terumbu karang
juga akan menjadi kurang baik.
Selain persyaratan tersebut, terumbu karang juga mensyaratkan salinitas
(kandungan garam air laut) yang tinggi. Oleh karena itu, terumbu karang sulit
hidup di sekitar muara sungai karena kadar garam air lautnya menurun akibat
bercampurnya air sungai ke laut. Mengapa terumbu karang wajib dilindungi dari
kerusakan? Terumbu karang memiliki banyak manfaat, baik manfaat yang
bersifat ekonomis, ekologis, maupun sosial ekonomi.

Adapun gambaran dari manfaat terumbu karang tersebut adalah sebagai


berikut.

Manfaat ekonomi : sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan objek wisata


bahari.
Manfaat ekologis : mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat
berakibat terjadinya abrasi.
Manfaat sosial ekonomi : sebagai sumber perikanan yang dapat meningkatkan
pendapatan para nelayan. Terumbu karang juga dapat menjadi daya tarik objek
wisata yang dapat meningkatkan pendapatan penduduk sekitar dari kegiatan
pariswisata. Terumbu karang banyak ditemukan di bagian tengah wilayah
Indonesia seperti di Sulawesi, Bali, Lombok, dan Papua. Konsentrasi terumbu
karang juga ditemukan di Kepulauan Riau, pantai barat dan ujung barat
Sumatra.