Anda di halaman 1dari 16

PAPER

SISTEM INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF

Oleh Kelompok 7 :

Henri T (A21115035)
Alfian. S (A21115003)
Hamran Hammad (A21115017)
Muh.Yusuf Setio Susila (A21115317)

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS HASANUDDIN

2017
PENDAHULUAN

Model sistem umum perusahaan akan dapat menjadi contoh pola yang baik untuk
menganalisis sebuah organisasi. Model ini akan menyoroti unsur-unsur yang seharusnya ada
dan bagaimana unsur-unsur tersebut seharusnya berinteraksi. Dalam hal yang sama, model
delapan unsur lingkungan sebuah perusahaan dapat menjadi suatu cara yang baik untuk
memahami kompleksitas dari bagaimana perusahaan akan berinteraksi dengan
lingkungannya. Interaksi antara model sistem umum dan model delapan unsur lingkungan
akan menjadi dasar dari suatu konsep yang menerima banyak perhatian dewasa ini-
manajemen rantai pasokan (supply chain management).

Selama beberapa tahun terakhir ini, topik keunggulan kompetitif telah menjadi fokus
dari banyak diskus. Biasanya, keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui pengelolaan
sumber daya fisik, akan tetapi sumber daya virtual ternyata juga dapat memainkan peranan
yang besar. Paper ini akan membahas lebih jelas mengenai sistem informasi untuk
keunggulan kompetitif.

2
PEMBAHASAN

PERUSAHAAN DAN LINGKUNGANNYA

McLeod dan George P.Schell, (2007:30-31) Perusahaan adalah suatu sistem fisik
yang dikelola melalui penggunaan sebuah sistem virtual. Sistem fisik perusahaan
merupakan suatu sistem terbuka di mana ia berhadapan dengan lingkungannya, mengubah
sumber daya tersebut menjadi produk dan jasa, dan mengembalikan sumber daya yang
telahdi ubah kembali ke lingkungan.

Gambar 1. Model Sistem Umum Perusahaan

Gambar tersebut menunjukkan aliran sumber daya dari lingkungan melalui


perusahaan dan kembali ke lingkungan. Aliran sumber daya fisik berada dibagian bawah,
aliran sumber daya virtual berada dibagian atas. Bagian ini menggambarkan model sistem
umum perusahaan, model ini menampilkan arsitektur bagian seluruh jenis organisasi dalam
bentuk sebuah sistem.

ALIRAN SUMBER DAYA FISIK

Sumber daya fisik sebuah perusahaan meliputi pegawai, bahan baku, mesin, dan uang.
Pegawai dipekerjakan oleh perusahaan, diubah ke tingkat keahlian yang lebih tinggi melalui

3
pelatihan dan pengalaman, dan pada akhirnya meninggalkan perusahaan. Bahan baku
memasuki perusahaan dalam bentuk input mentah dan diubah menjadi barang jadi, yang
kemudian dijual kepada para pelanggan perusahaan. Mesin dibeli, digunakan dan pada
akhirnya dijual dalam bentuk penerimaan penjualan investasi pemegang saham, dan pinjaman
lalu diubah menjadi pembayaran kepada pemasok, pajak kepada pemerintah, dan
pengembalian kepada para pemegang saham. Ketika berada di dalam perusahaan, sumber
daya fisik dipergunakan untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijual oleh perusahaan
kepada para pelanggannya.

ALIRAN SUMBER DAYA VIRTUAL

Gambar 1 menunjukkan aliran dari sumber daya virtual-data, informasi, dan infromasi
dalam bentuk keputusan. Aliran dua-arah, data dan informasi yang menghubungakan
perusahaan dengan lingkungannya ditujunkkan di bagian sebelah kanan.

MEKANISME PENGENDALIAN PERUSAHAAN

Unsur-unsur yang memungkinkan dipenuhi oleh perusahaan mengendalikan


operasinya sendiri meliputi

1) Standar kinerja yang harus dipenuhi oleh perusahaan jika ia ingin mencapai tujuannya
secara keseluruhan.
2) Manajemen perusahaan.
3) Suatu pemroses informasi yang mengubah data menjadi informasi.

LINGKARAN UMPAN BALIK

Lingkungan umpan balik (feedback loop) terdiri atas sumber-sumber daya virtual.
Data dikumpulkan dari perusahaan dan dari lingkungan lalu dimasukkan ke dalam pemroses
informasi, yang mengubahnya menjadi informasi. Informasi ini kemudiaan diberikan kepada
para manajer, yang melakukan pengambilan keputusan yang akan memengaruhi perubahan-
perubahan yang dibutuhkan pada sistem fisk.

Manajemen akan dipandu dalam pengambilan keputusannya oleh standar-standar


kinerja perusahaan. Standar kinerja ini juga dapat dipergunakan oleh pemroses informasi

4
untuk mengetahui apabila perusahaan tidak memberikan kinerja sesuai dengan yang
diharapkan.

PERUSAHAAN DI DALAM LINGKUNGANNYA

Model sistem umum sebuah perusahaan membuat kita dapat dengan lebih mudah
melihat arti penting lingkungan bagi kesuksesan sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan
tercipta atas dasar tujuan untuk memberikan produk dan jasa yang memenuhi kebutuhan
lingkungannya. Sama pentingnya, sebuah perusahaan tidak akan dapat berfunsi tanpa sumber
daya yang diberikan oleh lingkungannya.

Lingkungan dapat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya. Sebuah


bank memiliki lingkungan yang berbeda dari sebuah toko alat-alat olahraga atau sebuah
gereja. Meskipun begitu, kita dapat mengidentifikasikan delapan unsur utama yang terdapat
di dalam lingkungan seluruh perusahaan.

Unsur-unsur lingkungan adalah organisasi dan individu yang berada diluar


perusahaan dan memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung atas perubahan.
Kedelapan unsur ini terdapat di dalam suatu sistem yang lebih besar yang disebut masyarakat
(society). Gambar 2 menunjukkan model delapan unsur lingkungan.

Gambar 2. Delapan Unsur Lingkungan

5
1) Pemasok (supplier), memasok bahan baku, mesin, jasa, orang, dan informasi yang
digunakan oleh perusahaan untuk menghasilkan produk dan jasanya. Produk dan jasa
ini lalu dipasarkan kepada pelanggan.
2) Pelanggan (customer), orang atau kelompok yang membeli barang dan jasa.
3) Serikat pekerja (labor union) adalah organisasi dari para pekerja terampil maupun
tidak terampil dari berbagai jenis bidang usaha dan industri.
4) Komunitas keuangan (financial community), terdiri atas institusi-institusi seperti bank
dan institusi pemberian pinjaman lainnya yang memengaruhi sumber daya keuangan
yang tersedia bagi perusahaan.
5) Pemegang saham dan pemilik (stockholder and owner) adalah orang-orang yang
menginvestasikan uang ke dalam perusahaan, mereka pemilik perusahaan yang
sebenarnya.
6) Pesaing (competitor), mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan
di dalam pasar.
7) Pemerintah (government), baik itu di tingkat nasional, provinsi, lokal, akan
memberikan pembatasan dalam bentuk peraturan dan perundang-undangan dan juga
memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi, dan dana.
8) Komunitas global (global community) adalah wilayah geografis di mana perusahaan
menjalankan operasinya. Perusahaan menunjukkan tanggungjawabnya kepada
masyarakat global dengan menghargai lingkungan hidup, memberikan produk dan
jasa dan memberikan kontribusi kepada mutu kehidupan, dan melakukan operasinya
secara etis.

ALIRAN SUMBER DAYA LINGKUNGAN

Mcleod dan p.Schell (2007:32) Perusahaan terhubung dengan unsur-unsur


lingkungannya melalui aliran sumber daya lingkungan (environmental resource flows).
Beberapa sumber daya mengalir lebih sering daripada sumber daya lain. Aliran-aliran yang
umum terjadi meliputi aliran informasi dari pelanggan, aliran bahan baku kepada pelanggan,
aliran uang kepada pemegang saham, dan aliran bahan baku dari pemasok.

Aliran yang lebih jarang terjadi meliputi aliran uang dari pemerintah (seperti uang
penelitian), aliran bahan baku kepada pemasok (pengembalian barang dagangan), dan aliran
pegawai kepada pesaing (karyawan yang dibajak perusahaan lain).

6
Tidak semua aliran sumber daya terjadi diantara perusahaan dan seluruh unsur
lingkungannya. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan seluruh
unsur adalah informasi, dan perusahaan berusaha untuk menjadikan hubungan informasi
dengan pesaing sebagai sesuatu aliran satu arah.

MENGELOLA ALIRAN SUMBER DAYA FISIK MANAJEMEN RANTAI


PASOKAN (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT)

Rantai pasokan (supply chain) merupakan jalur yang memfasilitasi aliran sumber daya
fisik dari pemasok kepada kepada perusahaan dan selanjutnya kepada pelanggan.
Manajemen rantai pasokan (supply chain management) merupakan aliran sumber
daya melalui rantai pasokan harus dikelola untuk memastikan bahwa aliran tersebut
terjadi dengan cara yang tepat waktu dan efisien.
Manajemen rantai pasokan terdiri dari beberapa aktivitas berikut ini:
Meramalkan permintaan pelanggan.
Membuat jadwal produksi.
Menyiapkan jaringan transportasi.
Memesan persediaan pengganti dari para pemasok.
Menerima persediaan dari pemasok.
Mengelola persediaan-bahan mentah, barang dalam proses, dan barang jadi.
Melakukan produksi.
Melakukan transportasi sumber daya kepada pelanggan.
Melacak aliran sumber daya dari pemasok, di dalam perusahaan, dan kepada
pelanggan.

Sistem informasi perusahaan dapat digolongkan dalam melaksanakan tiap-tiap


aktivitaas diatas.

KEUNGGULAN KOMPETITIF
Seiring dengan perusahaan memenuhi kebutuhan produk dan jasa para pelanggannya,
maka perusahaan akan berusaha untuk mendapatkan keunggulan di atas para pesaingnya.
Mereka dapat mencapai keunggulan ini dengan memberikan produk dan jasa pada harga yang
lebih rendah, kualitas yang lebih tinggi, dan memenuhi kebutuhan khusus dari segmen-
segmen pasar tertentu.

7
Satu hal yang tidak terlalu terlihat jelas adalah adanya fakta bahwa sebuah perusahaan
juga akan dapat mencapai keunggulan kompetitif melalui penggunaan sumber daya
virtualnya. Di dalam bidang sistem informasi, keunggulan kompetitif (competitive
advantage), mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan pengungkitan
(leverage), di dalam pasar. Ingat bahwa para manajer perusahaan menggunakan sumber daya
virtual sekaligus juga fisik dalam memenuhi tujuan-tujuan strategis perusahaan.

ANALISIS RANTAI NILAI


Porter yakin bahwa sebuah perusahaan meraih keunggulan kompetitif dengan
mencitapkan suatu rantai nilai (value chain), seperti yang diperlihatkan pada gambar 3
yang terdiri dari aktivitas-aktivitas utama dan pendukung yang memberikan
kontribusi kepada margin.
Margin adalah nilai dari produk dan jasa perusahaan setelah dikurangi harga
pokoknya, seperti yang diterima oleh pelanggan perusahaan. Meningkatkan margin
adalah tujuan dari rantai nilai
Perusahaan menciptakan nilai dengan melakukan apa yang disebut oleh porter sebagai
aktivitas nilai (value activities). Aktivitas nilai terdiri dari dua jenis aktivitas

1) Aktivitas nilai utama (primary value activities) ditunjukkan pada lapisan bagian
bawah gambar 3 dan meliput logistik input yang mendapatkan bahan baku dan
persediaan dari pemasok, operasi perusahaan yang mengubah bahan baku
menjadi barang jadi, logistik input yang memindahkan barang kepada pelanggan,
operasi pemasaran dan penjualan yang mengidentifikasi kebutuhan pelanggan dan
mendapatkan pesanan, dan aktivitas-aktivitas jasa yang menjaga hubungan
pelanggan yang baik setelah penjualan. Aktivitas nilai utama ini mengelola aliran
sumber daya fisik di sepanjang perusahaan.
2) Aktivitas nilai pendukung (support value activities ) terlihat pada lapisan bagian
atas gambar 3 dan mencakup infrastruktur perusahaan bentuk organisasi yang
secara umum akan memengaruhi seluruh aktivitas utama. Selain itu, tiga aktivitas
akan memengaruhi utama secara terpisah maupun bentuk terkombinasi yaitu
manajemen sumber daya manusia, pengembangan teknologi, dan pengadaan (atau
pembelian).Masing-masing aktivitas nilai, baik utama maupun pendukung , akan
mengandung tiga unsur penting : input yang dibeli , sumber daya manusia,dan
teknologi.Setiap aktivitas juga akan menggunakan dan menciptakan

8
informasi.Sebagai contoh , spesialis informasi didalama unit jasa informasi dapat
menggabungkan basis data pembelian komersial,peralatan komputasi yang
disewa,dan program program yang dikembangkan sendiri untuk menghasilkan
informasi pendukung keputusan bagi para eksekutif perusahaan.

Gambar 3. Rantai Nilai

MEMPERLUAS RUANG LINGKUP RANTAI NILAI

Manajemen harus waspada terhadap tambahan keunggulan yang dapat dicapai dengan
mengaitkan rantai nilai perusahaan ke rantai organisasi lain, kaitan seperti ini dapat
menghasilkan suatu sistem interorganisasional (interorganizational system IOS).
Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi disebut sebagai sekutu bisnis (business partner),
mereka bekerja sama sebagai suatu unit tunggal yang terkoordinasi, sehingga menimbulkan
suatu sinergi yang tidak dapat dicapai jika masing-masing bekerja sendirian.

Sebuah perusahaan dapat mengaitkan rantai nilainya kepada rantai nilai pemasoknya
dengan mengimplementasikan sistem yang membuat sumber daya input tersedia bila
dibutuhkan. Salah satu contoh adalah kesepakatan just in time (JIT) dengan pemasok untuk
mengirimkan bahan baku sehingga bahan baku akan tiba beberapa jam sebelum digunakan di
dalam proses produksi. JIT akan membantu meminimalkan biaya penyimpangan bahan baku.

9
Perusahaan juga dapat mengaitkan rantai nilainya dengan rantai nilai para anggota jalur
distribusinya, sehingga menciptakan suatu sistem niali (value system).

Ketika para pembeli produk perusahaan adalah organisasi, rantai nilai mereka akan
juga dapat dikaitkan dengan rantai nilai perusahaan dan para anggota distribusinya. Sebagai
contoh, sebuah perusahaan produsen farmasi dapat melampirkan label harga pengecer kepada
produk. Produknya sebelum pengiriman, sehingga dapat menghemat biaya yang harus
dikeluarkan pengecer nantinya. Ketika pembeli adalah pelanggan individual, mereka dapat
menggunakan komputer mereka untuk masuk ke dalam situs web perusahaan untuk mendapat
informasi dan melakukan pembelian. Gambar 4 menunjukkan suatu sistem nilai

Rantai nilai Rantai nilai Rantai nilai


pemasok perusahaan pelanggan

Gambar. 4 Sistem nilai

Karena setiap aktivitas mencakup komponen infromasional, mengelola sumber daya


informasi sebuah perusahaan adalah langkah penting dalam meraih keunggulan kompetitif.

DIMENSI-DIMENSI KEUNGGULAN KOMPETITIF

Keunggulan kompetitif dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan


strategis, taktis, maupun operasional. Pada tingkat manajerial yang tertinggi, tingkat
perencanaan strategis - sistem informasi dapat digunakan untuk mengubah arah sebuah
perusahaan dalam mendapatkan keunggulan strategisnya. Pada tingkat kendali manajemen
(menengah), manajer dapat memberikan spesifikasi mengenai bagaimana rencana strategis
akan diimplementasikan sehingga menciptakan suatu keunggulan taktis. Pada tingkat kendali
operasional (lebih rendah), manajer dapat menggunakan teknologi informasi dalam berbagai
pengumpulan data dan penciptaan informasi yang akan memastikan efisiensi operasi,
sehingga mencapai keunggulan operasional.

1) Keunggulan Strategis (strategic advantage)

Keunggulan strategis adalah keunggulan yang dimiliki dampak fundamental dalam


membentuk operasi perusahaan. Sistem informasi dapat digunakan untuk menciptakan

10
keunggulan strategis. Sebagai contoh, sebuah perusahaan dapat memutuskan untuk
mengubah seluruh datanya menjadi basis data dengan alat penghubung standar (seperti alat
penghubung browser Web) guna kemungkinan berbagi dengan sekutu-sekutu bisnis dan
pelanggannya.

Basis data yang terstandardisasi dan dapat diakses melalui browser Web
mencerminkan pergeseran posisi perusahaan secara strategis. Strategi ini menyebabkan
operasi perusahaan akan dipengaruhi oleh beberapa cara secara fundamental. Pertama, akses
yang ada saat ini bisa jadi dilakukan melalui peranti lunak komputer buatan perusahaan
sendiri, sehingga perubahan tersebut akan menyebabkan perusahaan harus
mempertimbangkan untuk membeli peranti lunak pelaporan standar dari vendor luar atau
mempekerjakan perusahaan luar untuk merancang dan mengembangkan suatu sistem
pelaporan baru. Mobilitas akses laporan juga akan ikut terpengaruh, karena para pengguna
tidak lagi membutuhkan akses laporan juga akan ikut terpengaruh, karena para pengguna
tidak membutuhkan akses langsung ke sumber daya komputer perusahaan. setiap sambungan
ke internet akan memungkinkan pengguna menggunakan sebuah browser Web untuk
mengakses laporan dari hampir seluruh tempat di manapun di dunia ini.

Para pemasok dan pelanggan potensial di manapun di seluruh dunia akan memiliki
potensi akses atas tingkat persediaan bahan baku dan barang jadi perusahaan, sehingga akan
mempercepat transaksi pembelian dan penjualan perusahaan.

Keamanan juga tidak dapat diabaikan dalam contoh terjadinya perubahan sistem
informasi secara strategis ini. Dengan semakin besarnya keuntungan yang terkait dengan
akses Web kepada informasi perusahaan maka tingkat bahayanya pun akan semakin besar
pula. Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap masih
terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu strategi yang menyadari
arti penting dari keamanan.

2) Keunggulan Taktis (tactical advantage)

Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis ketika perusahaan tersebut


mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Dalam
contoh kita, layanan pelanggan dapat ditingkatkan dengan menawarkan kepada pelanggan
akses langsung ke informasi. Semua perusahaan ingin memuaskan pelanggan, karena
kepuasan pelanggan akan menghasilkan pengulangan pembelian.

11
Perusahaan mendapatkan keunggulan taktis dalam beberapa hal, yaitu :

Pelanggan melihat potongan harga sebagai alasan untuk terus membeli produk dari
perusahaan. Potongan itu sendiri merupakan insentif bagi pelanggan, namun juga
dapat memberikan keuntungan ekonomis bagi perusahaan.
Sistem informasi dapat menyarankan produk mana yang mungkin ingin dibeli oleh
pelanggan. Perusahaan tidak hanya akan mendorong kesetiaan pelanggan, namun
juga dapat meningkatkan keuntungan dari penjualan.

Keputusan strategis adalah menjadikan sistem informasi perusahaan tersedia bagi para
pelanggan untuk meningkatkan layanan pelanggan. Perusahaan mengembangkan suatu sistem
informasi taktis yang tidak hanya akan meningkatkan kepuasan pelanggan, namun juga akan
meningkatkan profitabilitas.

3) Keunggulan Operasional (Operational advantage)

Keunggulan Operasional adalah keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan


proses sehari-hari. Di sinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan
proses.

Suatu situs Web yang mengingat pelanggan dan preferensi mereka dari transaksi-
transaksi masa lalu akan mencerminkan suatu keunggulan operasional. Browser sering
memiliki cookies, file-file kecil berisi informasi yang terdapat di dalam komputer pengguna,
yang dapat menyimpan nomor akun, kata sandi, dan informasi lain yang berhubungan dengan
transaksi pengguna. Ini merupakan kemudahan yang berharga bagi pelanggan, bahwa para
pelanggan yang menggunakan Web untuk menempatkan pembelian mereka akan menghemat
beban perusahaan membayar seorang juru tulis untuk memasukkan data, tetapi ini hanyalah
keuntungan yang bersifat minor saja.

Data yang dimasukkan oleh pengguna kemungkinan besar akan lebih akurat. Karena
data tidak dikomunikasikan secara lisan kepada orang lain, maka tidak akan terjadi
kesalahpahaman di dalam komunikasi. Ketika informasi (nama, alamat, dan seterusnya) dapat
diambil dari catatan sebelumnya, data tersebut bahkan akan memiliki atas data yang
dimasukkan oleh pengguna. Jika data tidak akurat, pengguna tidak akan menyalahkan
perusahaan. Karena berbagai alasan operasional, akses Web ke sistem informasi perusahaan
akan dapat meningkatkan hubungan dengan pelanggan.

12
Tiga tingkat keunggulan kompetitif di atas akan bekerja bersama-sama. Sistem
informasi yang terpengaruh oleh ketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk
meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara substansial.

TANTANGAN DARI PESAING-PESAING GLOBAL

Perusahaan multinasional (multinational corporation-MNC)

adalah perusahaan yang beroperasi lintas produk, pasar, negara, dan budaya yang
terdiri atas perusahaan induk dan sekelompok anak perusahaan. Anak perusahaan-anak
perusahaan tersebut dapat tersebar secara geografis, dan masing-masing dapat memiliki
sasaran, kebijakan dan prosedurnya sendiri.

Pemikiran akan pesaing-pesaing global bukan hanya untuk organisasi-organisasi lain


saja. kalangan profesional dan staf yang bekerja di negara lain yang bersaing untuk pekerjaan
yang sama seperti yang terjadi di negara tuan rumah juga dapat dianggap sebagai pesaing.

Alasan utama melakukan outsource adalah ekonomi. Namun, oustourcing juga


memiliki kelemahannya sendiri. Satu hal yang khususnya sangat penting bagi oustourcing TI
adalah perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang di beberapa negara tidak
mendapat perlindungan yang memadai. Satu cara untuk mengatasi masalah HAKI adalah
dengan mengakuisisi perusahaan outsourcee asing.

Kebutuhan Khusus untuk Pemrosesan Informasi di Perusahaan Multinasional

Meskipun semua perusahaan memiliki kebutuhan pemrosesan informasi dan


koordinasi, kebutuhan-kebutuhan ini merupakan hal yang sangat penting artinya bagi
perusahaan multinasional (MNC). MNC adalah sebuah sistem terbuka yang berusaha untuk
meminimalkan ketidakpastian yang terdapat dalam lingkungannya.

Kebutuhan Khusus untuk Koordinasi di Perusahaan Multinasional

Koordinasi adalah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif di dalam pasar


global. Perusahaan yang tidak mampu mendapatkan kendali strategis atas operasinya di
seluruh dunia dan mengelolanya dengan cara yang terkoordinasi secara global, tidak akan
dapat meraih kesuksesan dalam perekonomian internasional.

13
Keuntungan Koordinasi

Banyak keuntungan yang diperoleh oleh MNC adalah karena memiliki kemampuan
pemrosesan informasi yang baik yang didasarkan pada kemampuannya dalam berkoordinasi.
Keuntungan koordinasi antara lain meliputi :

Fleksibilitas dalam merespons pesaing di berbagai negara dan pasar.


Kemampuan untuk merespons perubahan yang terjadi di satu negara pada satu negara
lain atau satu wilayah dalam satu negara lain.
Kemampuan untuk menyamai kebutuhan pasar di seluruh dunia.
Kemampuan untuk berbagi pengetahuan antarunit di berbagai negara.
Mengurangi biaya operasi secara keseluruhan.
Peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Kemampuan untuk meraih dan mempertahankan keragaman produk perusahaan dan juga
bagaimana produk diproduksi dan didistribusikan.

Semua keunggulan di atas disebabkan oleh adanya pengurangan waktu dan biaya
komunikasi yang dimungkinkan melalui penggunaan sumber daya informasi perusahaan.

TANTANGAN DALAM MENGEMBANGKAN SISTEM INFORMASI GLOBAL

Pengembangan semua jenis sistem informasi dapat menjadi suatu tantangan, tetapi
ketika sistem yang dibuat mencakup batas internasional, para pengembangnya harus
mengatasi beberapa kendala yang unik. Istilah sistem informasi global (global information
system-GIS) diberikan untuk suatu sistem informasi yang terdiri atas beberapa jaringan yang
melintasi batas negara.

Berikut adalah beberapa kendala yang harus diatasi oleh pengembang GIS, yaitu :

1) Kendala-kendala Politis

Pemerintah nasional di suatu negara di mana anak perusahaan berada dapat


menerapkan beragam pembatasan yang menjadikan perusahaan induk mengalami kesulitan
untuk memasukkan anak perusahaan tersebut ke dalam jaringan. Pembatasan yang umum
adalah akses yang terbatas ke komunikasi berkecepatan tinggi.

14
2) Rintangan Budaya dan Komunikasi

Interaksi dengan teknologi dapat sangat bervariasi di beberapa budaya. Antarmuka


(interface) GIS harus tetap konsisten meskipun menggunakan bahasa yang berbeda-beda.
Sebagai akibatnya, kebanyakan antarmuka GIS mengandalkan grafik dan icon untuk
berinteraksi dengan pengguna dan tidak terlalu bergantung pada perintah yang diketikkan ke
dalam field.

Di dalam beberapa masyarakat tertentu, penggunaan teknologi dianggap sebagai suatu


pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian, sedangkan di masyarakat lainnya dipandang
sebagai suatu pertanda tingkat sosial.

Pembatasan Pembelian dan Impor Peranti Keras.


Pembatasan Pemrosesan Data.
Pembatasan Komunikasi Data.

3) Masalah-masalah teknologi

MNC sering kali didera dengan masalah yang berhubungan dengan tingkat teknologi
yang terdapat di negara-negara anak perusahaannya. Di beberapa negara, sumber listrik yang
dapat diandalkan mungkin tidak tersedia, sehingga mengakibatkan seringnya terjadi
gangguan listrik. Sirkuit telekomunikasi sering kali hanya dapat mengirimkan data dengan
kecepatan yang rendah, dan kualitas transmisinya juga buruk.

4) Kurangnya Dukungan dari Manajemen Anak Perusahaan

Manajemen kantor anak perusahaan sering kali ikut menjadi masalah. Beberapa
merasa yakin bahwa mereka dapat menjalankan anak perusahaannya tanpa harus mendapat
bantuan, dan mereka memandang peraturan yang ditetapkan oleh kantor pusat sebagai suatu
hal yang tidak perlu. Beberapa manajer anak perusahaan mendapat imbalan berdasarkan
profitabilitas, dan mereka akan berusaha untuk menghambat solusi korporat yang mereka
anggap akan dapat mengurangi pendapatan mereka. Mcleod dan p.Schell (2007:42)

15
DAFTAR PUSTAKA

McLeod, Raymond dan George P Schell. (2007), Management Information System-Sistem


Informasi Manajemen. Ed.10. Salemba Empat:Jakarta.

16