Anda di halaman 1dari 8

Contoh 1

Laporan No : /././2015

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Pemilik Dirah Motor


I Made Budiana
Jl.Raya Abiantuwung
Kediri Tabanan

Kami telah mengaudit laporan keuangan Dirah Motor terlampir, yang terdiri atas neraca
tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 dan laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan
laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tahun-tahun tersebut, serta suatu ringkasan
kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya.

Tanggung jawab manajemen atas laporan keuangan


Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan
tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, dan
atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan
penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang
disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan.

Tanggung jawab Auditor


Tanggung jawab kami adalah untuk menyatakan suatu opini atas laporan keuangan tersebut
berdasarkan audit kami. Kami melaksanakan audit berdasarkan Standar Audit yang
ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami
untuk mematuhi ketentuan etika serta merencanakan dan melaksanakan audit untuk
memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan penyajian
material.
Suatu audit mencakup pelaksanaan prosedur untuk memperoleh bukti-bukti tentang jumlah-
jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Prosedur yang dipilih tergantung pada
pertimbangan auditor, termasuk penilaian atas risiko kesalahan penyajian material dalam

I
laporan keuangan, yang disebabkan oleh kecurangan atau kesalahan. Dalam melakukan
penilaian atas risiko tersebut, auditor mempertimbangkan pengendalian internal yang relevan
dengan penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan untuk merancang prosedur audit
yang tepat sesuai dengan kondisinya, namun tidak untuk tujuan menyatakan suatu opini atas
efektivitas pengendalian internal entitas. Suatu audit juga mencakup pengevaluasian atas
ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan dan kewajaran estimasi akuntansi yang dibuat
oleh manajemen, serta pengevaluasian atas penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
Kami yakin bahwa bukti audit yang telah kami peroleh adalah cukup dan tepat untuk
menyediakan dasar bagi opini audit kami.

Basis untuk Opini Wajar dengan Pengecualian


Pencatatan mutasi beban pemeliharaan kendaraan dan penambahan harga perolehan
persediaan kendaraan yang diakibatkan karena perbaikan untuk menambah nilai jual
persediaan kendaraan belum memadai. Pemilik melakukan taksiran atas penambahan nilai
persediaan kendaraan tahun 2014 sebesar Rp2.400.000.000 yang semestinya menambah nilai
persediaan kendaraan namun dibebankan ke biaya administrasi dan umum. Kami tidak dapat
melakukan prosedur audit lainnya untuk memperoleh keyakinan memadai atas taksiran biaya
pemeliharaan persediaan kendaraan tersebut. Dalam Tahun 2014 UD. Dirah Motor
menggunakan Norma Perhitungan kewajiban pajak terhutang tahun 2014. Disamping itu,
perusahaan tidak mengakui beban dan kewajiban imbalan pasca kerja. Sesuai dengan SAK
ETAP Bab 23 tentang imbalan kerja, entitas harus mengakui beban atas seluruh imbalan kerja
yang menjadi hak pekerja termasuk imbalan pascakerja sebagai akibat dari jasa yang
diberikan kepada entitas selama periode pelaporan. Belum memadainya pengendalian intern
terhadap persediaan kendaraan, penggunaan norma dalam melaporkan kewajiban perpajakan
di tahun 2014 dan tidak diakuinya beban dan kewajiban imbalan pascakerja mengakibatkan
laba tahun berjalan disajikan terlampau tinggi dan kewajiban disajikan terlampau rendah.

Opini Wajar dengan Pengecualian


Menurut opini kami, kecuali dampak yang mungkin timbul dari angka angka korespondensi
yang telah dijelaskan dalam paragraf Basis Opini Wajar dengan Pengecualian, laporan
keuangan menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan UD.
Dirah Motor tanggal 31 Desember 2014 serta kinerja keuangan dan arus kas untuk tahun

II
yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).

Kantor Akuntan Publik


Drs. Sri Marmo Djogosarkoro & Rekan

I Gede Oka.,S.E.,Ak.,MM.,CPA.,CA
Nomor Registrasi Akuntan Publik : AP.0463.

Denpasar, . 2015

Contoh 2

Yth.
Direksi dan Dewan Komisaris
PT. Sejahtera Jaya Bahagia
Jl. Cikalang Girang No. 12a
Tasikmalaya

Kami telah mengaudit neraca PT Sejahtera Jaya Bahagia per 31 Desember 2015 dan 2016
dan laporan rugi-laba, perhitungan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen
perusahaan. Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan
tersebut berdasarkan proses audit yang kami lakukan.
Kami melaksanakan auditing berdasarkan standar auditing yang ditetapkan oleh Ikatan
Akuntan Indonesia. Standar tersebut mewajibkan kami untuk merencanakan dan

III
melaksanakan auditing agar kami memperloleh keyakinan yang memadai bahwa laporan
keuangan bebas dari salah jadi yang material. Suatu proses audit meliputi pemeriksaan atas
dasar pengujian, bahan bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam
laporan keuangan. Audit juga meliputi penilaian atas standar akuntansi yang digunakan dan
estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen perusahaan, serta penilaian terhadap
penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit kami memberikan
dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas tersaji secara wajar, dalam
semua hal yang material, posisi keuangan PT. Sejahtera Jaya Bahagia per 31 Desember 2015
dan 2016, dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Kantor Akuntan,
Rolif Fatkur, SE., MMSI
10 Maret 2017

Contoh 3

Laporan Auditor Independen

No. 230500 LSI HT SA


Pemegang Saham, Dewan Komisaris dan Direksi
P.T. Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk

Kami telah mengaudit neraca konsolidasi P.T. Perusahaan Perkebunan London Sumatra
Indonesia Tbk dan anak perusahaan tanggal 31 Desember 1999 dan 1998, serta laporan laba
rugi, perubahan ekuitas dan arus kas konsolidasi untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan.
Tanggung jawab kami terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan
audit kami. Kami tidak mengaudit laporan keuangan Lonsum Finance BV, anak perusahaan
yang dikonsolidasi iuntuk tahun yang berakhir 31 Desember 1999, yang laporan keuangannya
mencerminkan jumlah aktiva sebesar 6,66% dari jumlah aktiva konsolidasi pada tanggal 31

IV
Desember 1999 dan rugi bersih sebesar Rp 83.913.507 untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut.Laporan keuangan anak perusahaan tersebut diaudit oleh auditor independen
lain dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. Laporan auditor independen tersebut telah
diserahkan kepada kami, dan pendapat kami, sejauh yang berkaitan dengan jumlah-jumlah
untuk Lonsum Finance BV, didasarkan semata-mata atas laporan auditor independen lain
tersebut.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar
kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji
material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang
mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi
penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh
manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami
yakin bahwa audit kami dan laporan auditor independen lain tersebut memberikan dasar
memadai untuk menyatakan pendapat.
Sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 37 atas laporan keuangan konsolidasi, Perusahaan
belum mencatat tagihan oleh lembaga keuangan tertentu sebagai akibat dari pemutusan dini
kontrak berjangka valuta asing, kontrak swap extention dengan opsi pembatalan dan kontra
par forward komiditi, seluruhnya sejumlah US$ 92.947.156 pada saat tagihan diajukan dan
hasil rundingan tagihan terakhir yang belum disepakati. Perusahaan telah merundingkan
tagihan tersebut pada tahun 1998, akan tetapi belum mencapai suatu kesepakatan sampai
dengan saat ini. Menurut pendapat kami, Perusahaan seharusnya mencatat kewajiban tersebut
dalam laporan keuangan tersebut dicatat, kewajiban dan defisit akan meningkat masing-
masing sebesar Rp 659.924.807.600 dan Rp 745.900.926.900 pada tanggal 31 Desember
1999 dan 1998.
Sebagaimana dijelaskan pada Catatan 12 atas laporan keuangan konsolidasi, Perusahaan
mempunyai piutang sejumlah Rp 142.446.772.308 dan wesel tagih sejumlah Rp
27.554.212.500 kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa pada tanggal 31
Desember 1999. Pada tanggal 1 Desember 1999, Perusahaan telah menjadualkan kembali
piutang tersebut sehubungan ketidakmampuan pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa membayar piutang tersebut berikut bunganya. Penjadualan kembali piutang tersebut
tergantung hasil restrukturisasi Perusahaan dan persetujuan para pemegang saham minoritas.
Karena belum adanya kepastian hasil restrukturisasi Perusahaan dan persetujuan para
pemegang saham minoritas, kami berpendapat, bahwa Perusahaan seharusnya mencatat
V
penyisihan atas kemungkinan tidak tertagihnya piutang tersebut sesuai dengan prinsip
akuntansi yang berlaku umum.Bila penyisihan piutang diatas dicatat maka aktiva akan
menurun sebesar Rp 170.000.984.808 dan defisit akan meningkat dalam jumlah yang sama
pada tanggal 31 Desember 1999.
Dalam laporan kami bertanggal 27 April 1999, kami memberikan pendapat wajar dengan
pengecualian atas laporan keuangan konsolidasi tahun 1998, antara lain karena tidak
dibuatnya penyisihan piutang ragu-ragu atas piutang pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa yang timbul sehubungan dengan penggunaaan deposito berjangka Perusahaan
sejumlah Rp 20.000.000.000 sebagai agunan atas hutang pihak yang mempunyai hubungan
istimewa kepada bank, serta piutang kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa yang berjumlah Rp 249.506.049.125 yang berasal dari pencairan oleh bank tertentu
atas deposito berjangka dan rekening giro Perusahaan yang diagunkan. Sebagaimana
dijelaskan pada Catatan 39 atas laporan keuangan konsolidasi, deposito berjangka dan
piutang kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa tersebut telah dialihkan
kepada pihak lain dan sebagai kompensasi pembayarannya, pihak lain tersebut melepaskan
hak dan kepentingan atas sebidang tanah sesuai dengan perjanjian pendahuluan pelepasan
hak dan kepentingan atas tanah. Dengan perjanjian ini, Perusahaan memperoleh kuasa yang
tidak akan berakhir oleh sebab apapun juga, untuk melakukan tindakan-tindakan
kepengurusan dan kepemilikan atas tanah tersebut. Oleh karena itu pendapat kami sekarang
atas laporan keuangan konsolidasi tahun 1998 mengenai penyisihan piutang ragu-ragu
tersebut, berbeda dengan laporan kami sebelumnya.
Menurut pendapat kami, berdasarkan audit kami dan laporan auditor independen lain
tersebut, kecuali untuk dampak belum dicatatnya kewajiban atas tagihan lembaga keuangan
pada tahun 1999 dan 1998 serta tidak dibuatnya penyisihan piutang dan wesel tagih kepada
pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa untuk tahun 1999 sebagaimana dijelaskan
pada paragraf ketiga dan keempat sebelumnya, laporan keuangan konsolidasi yang kami
sebut diatas, menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan P.T.
Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk dan anak perusahan tanggal 31
Desember 1999 dan 1998, dan hasil usaha, perubahan ekuitas, serta arus kas untuk tahun-
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku
umum.
Sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasi, pada tahun 1999
Perusahaan dan anak perusahaan mengubah metode akuntansi pajak penghasilan untuk

VI
disesuaikan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 46, dan secara restrospektif,
menyajikan kembali laporan keuangan konsolidasi tahun 1998 atas perubahan tersebut.
Laporan keuangan konsolidasi terlampir disusun dengan anggapan bahwa Perusahaan dan
anak perusahaan dapat melanjutkan operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya. Catatan 38 atas laporan keuangan konsolidasi
berisi pengungkapan dampak kondisi ekonomi Indonesia terhadap Perusahaan dan anak
perusahaan. Tingginya kurs valuta asing dan tingkat bunga pinjaman, ketatnya likuiditas dan
kesulitan keuangan yang dialami pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa
berdampak buruk pada kemampuan Perusahaan dan anak perusahaan untuk melunasi pokok
pinjamannya. Perusahaan dan anak perusahaan juga menangguhkan pembayaran sebagian
besar bunga pinjaman yang sudah jatuh tempo, tidak dapat memenuhi ketentuan rasio-rasio
keuangan yang disyaratkan dalam perjanjian pinjaman. Disamping itu, Perusahaan juga
mengalami ketidakpastian penyelesaian piutang kepada pihak-pihak yang mempunyai
hubungan istimewa dan belum mencapai kesepakatan atas pembayaran tagihan lembaga
keuangan seperti dijelaskan dalam paragraf ketiga dan keempat sebelumnya. Hal-hal tersebut
telah menimbulkan ketidakpastian yang signifikan mengenai kemampuan Perusahaan dan
anak perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Rencana manajemen yang
konsisten dan lebih intensif sehubungan dengan masalah-masalah tersebut diatas juga di
uraikan dalam Catatan 38 atas laporan keuangan konsolidasi. Kemampuan Perusahaan dan
anak perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya tergantung pada
keberhasilan manajemen untuk melakukan restrukturisasi pinjaman dan keuangan Perusahaan
secara keseluruhan, mencapai kesepakatan atas pembayaran tagihan oleh lembaga keuangan
tersebut diatas, dan menghasilkan arus kas yang cukup dari kegiatan usaha dimasa yang akan
datang.Laporan keaungan konsolidasi belum mencakup penyesuaian-penyesuaian yang
mungkin timbul dari ketidakpastian tersebut.

HANS TUANAKOTTA & MUSTOFA


Izin usaha / Business License No. 98.2.0240
Drs. Henky Agus Tedjasukmana
Izin / License No. 98.1.0148
23 Mei 2000 / May 23, 2000

VII
Contoh 4

Laporan Audit Independen

Kepada Yth.
Direksi dan Dewan Komisaris
PT. GUNADARMA
Jl. Margonda Raya No 100
Pondok Cina Depok

Kami telah mengaudit neraca PT. GUNADARMA per 31 Desember 2001 serta laporan rugi
laba, laporan perubahan laba ditahan, dan laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen perusahaan.
Tanggung jawab kami adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan
audit kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan
Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami merencanakan dan melaksanakan audit agar
kami memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji
material. Suatu audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang
mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan. Audit juga meliputi
penilaian atas standar akkuntansi yang digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh
manajemen, serta penilaian terhadap penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami
yakin bahwa audit kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas menyajikan secara wajar,
dalam semua hal yang material, posisi keuangan PT. GUNADARMA per 31 Desember 2001,
dan hasil usaha, serta arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Kantor akuntan
Eliya Isfaatun, SE., MMSI
(Eliya Isfaatun, SE., MMSI)
Reg. Neg-D110369
Tanggal, 13 Maret 2002

VIII

Anda mungkin juga menyukai