Anda di halaman 1dari 5

e-J.

Agrotekbis 2 (6) : 676-680, Desember 2014 ISSN : 2338-3011

PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI TERHADAP


PRODUKSI USAHA INDUSTRI KERAJINAN TANGAN
MUTIARA RATU DI KOTA PALU

The Influence of the Production Factors on the Production of the Mutiara Ratu
Handicrafts Industrial Enterpriseat Palu City

Khamilan Hamidi1), Arifuddin Lamusa2)


1)
Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
2)
Staf Dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Palu
e-mail :khamilan_hamidi@yahoo.co.id
e-mail : lamusa.arif@yahoo.com

ABSTRACT

This study aims to determine the influence of the production factors on the production of the
Mutiara Ratu handicraft industry at Palu City. The research was conducted at Makagili street,
Pantoloan Village, Tawaeli Sub Districts, Palu City. This study uses primary data and secondary data.
The analytical tool used is the Cobb-Douglas production function which use multiple linear regression
equation in its calculations. The results showed that all variables simultaneously have significant effect
on handicraft production in Mutiara Ratu industrial enterprises in the Palu City. Capital variable
(X1), labor (X2) and raw materials (X3) significantly effect on the production of handicrafts, while
the equipment variable (X4) had no significant effect on the production of handicrafts.

Key words: Production, capital, labor, row material, equipment

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi terhadap produksi usaha
industri kerajinan tangan Mutiara Ratu di Kota Palu. Penelitian dilaksanakan di Jl. Makagili,
Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Penelitian ini menggunakan data primer dan
data sekunder. Alat analisis yang dipakai adalah fungsi produksi Cobb-Douglas yang perhitungannya
menggunakan persamaan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh
variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi kerajinan tangan pada usaha
industri Mutiara Ratu di Kota Palu. Variabel modal (X1), tenaga kerja (X2) dan bahan baku (X3)
berpengaruh nyata/signifikan terhadap produksi kerajinan tangan, sedangkan variabel peralatan (X4)
berpengaruh tidak nyata/non signifikan terhadap produksi kerajinan tangan.

Kata kunci : Produksi, modal, tenaga kerja, bahan baku, peralatan

PENDAHULUAN eboni yang diperdagangkan adalah


berbentuk gergajian dan sisanyasekitar 5%
Kayu eboni atau kayu hitam merupakan diperdagangkan dalam bentuk barang jadi
jenis kayu yang ada di daerah panas atau di yang diproduksi oleh para perajin lokal
daerah tropis seperti di Sulawesi Tengah maupun perajin.
(Bakri, 2008). Kayu eboni biasanya digunakan Perkembangan teknologi dalam pengolahan
sebagai bahan meubel, patung, ukiran, kayu eboni berkembang sangat pesat saat ini
hiasandinding, alat musik, kipas dan kayu lapis baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini
mewah. Tidak kurang dari 95(%) kayu dibuktikan dengan banyaknya industri yang

676
mengolah kayu eboni menjadi berbagai macam karyawan dengan pertimbangan bahwa responden
produk seperti furniture dan souvenir. Pemasaran mengetahui segala kegiatan proses produksi
eboni di Sulawesi Tengah lebih dikenal dalam pada usaha industri Mutiara Ratu.
bentuk souvenir. Kisaran harga souvenir berbahan Data yang digunakan dalam penelitian
baku eboni pada berbagai toko di Palu umumnya ini bersumber dari data primer dan data sekunder.
relatif murah. Satu model pinisi ukuran kecil Pengumpulan data primer dilakukan dengan
ditawarkan senilai Rp. 150.000,- dan ukuran besar cara observasi dan wawancara langsung dengan
bisa mencapai Rp. 350.000,- sampai Rp. 400.000,. menggunakan daftar pertanyaan (questionary),
Satu set kursi tamu ditawarkan dengan harga sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur-
Rp. 1.000.000,- sampai Rp. 3.000.000,- sedangkan literatur dan instansi yang ada kaitannya dengan
satu buah kursi malas atau kursi goyang seharga penelitian ini.
Rp. 750.000,-. Pendekatan analisis yang digunakan
Mutiara Ratu merupakan salah satu dalam penelitian ini adalah fungsi produksi
industri kerajinan tangan yang menghasilkan Cobb-Douglas, yang secara sistematis dirumuskan
2.000 buah souvenir per bulan. Jumlah ini sebagai berikut (Gujarati and Damodar, 1997):
tergolong besar jika dibandingkan dengan
jumlah produksi industri lainnya. Y= . X . X .X . X .e
Industri Mutiara Ratu tidak lepas dari Untuk memudahkan pendugaan dinyatakan
faktor-faktor produksi seperti tenaga kerja, modal, dengan mengubah bentuk linier berganda
bahan baku dan teknologi dalam menjalankan ditransformasikan dalam bentuk logaritma natural
proses produksi pengolahan kayu eboni menjadi
(ln), sehingga persamaannya berubah menjadi:
berbagai macam souvenir. Faktor produksi
adalah sumber daya yang digunakan dalam ln Y = ln 0 + b1 ln X1+ b2 ln X2 + b3 ln X3+
sebuah proses produksi barang dan jasa. b4 ln X4 +
Kebutuhan modal, tenaga kerja yang terampil, Di mana
bahan baku yang berkualitas dan teknologi yang Y = produksi (Buah/Minggu)
beroperasi dengan baik memegang peranan = modal (Rp)
penting dalam menjalankan proses produksi = tenaga kerja (HOK)
sehingga mampu menghasilkan produk yang = bahan baku (Rp)
optimal sesuai dengan volume yang diharapkan. = teknologi (Rp)
Hal ini yang mendasari penulis untuk meneliti b1 - b4 = koefisien regresi;
tentang Pengaruh Faktor-faktor Produksi
Tehadap ProduksiUsaha Industri Kerajinan = intersep;
Tangan Mutiara Ratu di Kota Palu. = error term.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi HASIL DAN PEMBAHASAN
terhadap produksi usaha industri Mutiara Ratu
Sejarah Industri Mutiara Ratu. Industri Mutiara
di Kota Palu.
Ratu adalah industri rumah tangga yang bergerak
METODE PENELITIAN dibidang kerajinan tangan, yang mengolah
limbah kayu eboni menjadi produk kerajinan
Penelitian ini dilaksanakan pada usaha dalam hal ini kayu menjadi souvenir. Industri
industri kerajinan tangan kayu eboni Mutiara ini didirikan pada tanggal1 Januari 1991
Ratu bertempat di Jl. Makagili, Kelurahan yangberlokasi di jalan Sungai Makagili,
Pantoloan, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu. Kelurahan Pantoloan, Kecamatan Tawaeli,
Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara Kota Palu. Bapak Prayit Sarnam
sengaja. Penelitian dilaksanakan pada bulan mempertimbangkan bahwa potensi hasil
Mei sampai dengan bulan Agustus 2013. kerajinan tangan di Kota Palu cukup besar dan
Penentuan responden ditentukan secara dapat meningkatkan pendapatan dengan cara
sengaja (purposive).Responden dipilih sebanyak mengolah limbah kayu eboni menjadi
4 orang yang terdiri dari pimpinan dan 3 souvenir.

677
Bapak Prayit Sarnam memulai usahanya Tabel 1. menunjukkan Fhitung sebesar
dengan modal awal sebesar Rp. 500.000.- 11,535 dengan nilai signifikan sebesar
dengan memproduksi gantungan kunci. Adanya 0,001yang membuktikan menolak H0 dan
kemajuan dan peningkatan omset penjualan menerima H1, artinya variabel bebas modal
maka pada tahun 2000 industri ini menambah (X1), tenaga kerja (X2), bahan baku (X3),
produksinya dengan membuat berbagai macam teknologi (X4) secara simultan (bersama-sama)
kerajinan tangan seperti papan nama, jam mempengaruhi produksi kerajinan tangan
dinding, lampu hias, asbak dan hiasan meja. (Y) pada industri kerajinan tangan Mutiara
Awal didirikannya perusahaan ini Ratu di Kota Palu. Hal ini terlihat dengan
memiliki kapasitas produksi yang relatif masih nilai Fhitung 11,535 > Ftabel2,61 pada 1%
kecil dengan pemasaran yang sederhana yakni dengan tingkat kepercayaan 90%.
dengan cara menjual produksi di pelabuhan Tabel 1. Anova Faktor-faktor yang Mempengaruhi
pantoloan dengan menggunakan gerobak seperti Produksi pada Usaha Industri Kerajinan
halnya pedagang kaki lima. Seiring dengan Tangan Mutiara Ratu
minat dan permintaan konsumen yang semakin
Jumlah Kuadrat
meningkat setiap tahun memacu industri ini Uraian DB
Kuadrat Tengah
Fhitung Probabilitas

untuk meningkatkan kapasitas produksi. Produksi Regresi 4 45,148 11,287 11,5 0,001
Residual 10 9,785 ,979 35
pada industri Mutiara Ratu mengalami kenaikan Total 14 54,983
cukup besar karena produk yang mereka Sumber : Hasil Analisis Data Primer, 2013
tawarkan sangat diminati oleh masyarakat kota
Palu maupun di luar kota Palu. Akan tetapi Nilai koefisien Determinasi (R2)
masalah lain timbul karena mereka mulai sebesar75,1. Hal ini menunjukan bahwa 0,751%
mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan variasi produksi kerajinan tangan (Y)
para konsumen karena masih terbatasnya dipengaruhi olehbebas yakni modal, tenaga
peralatan produksi yang mereka miliki pada kerja, variabel bahanbaku dan teknologi.
saat itu sehingga kondisi ini memaksa mereka Sedang sisanya 2,49% dipengaruhi oleh variabel
mempergunakan keuntungan industri untuk lain yang tidak dimasukan dalam model ini.
menambah peralatan produksi. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh dari
Proses produksi pada usaha industri masing-masing variabel independen (X)
kerajinan tangan Mutiara Ratu tidak lepas dari terhadap variabel dependen (Y) dapat
beberapa faktor yang mempengaruhi produksi, digunakan uji t. Adapun hasil pengujian
yakni modal, tenaga kerja, bahan baku dan tersebutdapat dilihat pada Tabel 2.
peralatan. Faktor tersebut menentukan banyaknya
Tabel 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi
jumlah produk yang diproduksi pada industri
Mutiara Ratu, namun tidak semua faktor produksi Produksi pada Usaha Industri
mempengaruhi produksi. Kerajinan Tangan Mutiara Ratu di
Kota Palu
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Koefisien
Produksi pada Usaha Industri Kerajinan Variabel t hitung Signifikan
Regresi
Tangan Mutiara Ratu di Kota Palu. Penelitian Intersep 1,9613 0,001
ini menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas Modal (X1) 0,5460 2,573*** 0,010
untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi Tenaga Kerja 0,4272 7,305*** 0,000
(X2)
produksi pada usaha industri kerajinan tangan Bahan Baku (X3) 0,3336 3,188*** 0,001
Mutiara Ratu, dimana variabel dependent (Variabel Teknologi (X4) 0,1170 0,411ns 0,681
terikat) Y adalah pendapatan dan variabel X R2 0,7506
adalah Modal (X1), Tenaga Kerja (X2), Bahan F-hitung 11,5350 2,610*** 0,001
Baku (X3) dan Teknologi (X4). Anova faktor- Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2013.
faktor yang mempengaruhi produksi pada usaha Keterangan :
***): signifikan pada derajat kepercayaan
industri kerajinan tangan Mutiara Ratu dapat 99% ( = 1%)
dilihat pada Tabel 1. ns: non signifikan
678
Tabel 2. menunjukan bahwa F- yang berarti semakin banyak penambahan jumlah
hitung(11,535)> F-tabel (2,61), sehingga tenaga kerja, maka produksi semakin meningkat.
secara simultan variabel modal, tenaga kerja dan Koefisien input produksi pada faktor
bahan baku berpengaruh nyata pada = 1% produksi tenaga kerja sebesar 0,42721yang
terhadap produksi kerajinan tangan Mutiara berarti jika ada penambahan tenaga kerja sebesar
Ratu, maka H0 ditolak dan Ha diterima 1% maka produksi kerajinan tangan pada usaha
Berdasarkan hasil uji t bahwa secara industri Mutiara Ratu meningkat sebesar 0,42721%.
parsial terdapat tiga variabel yang berpengaruh Hasil uji statistik (t-test) diperoleh nilai t-hitung
nyata terhadap produksi, yaitu modal (X1), sebesar 7,305> t-tabel (1,37) pada tingkat
tenaga kerja (X2) dan bahan baku (X3). 1% sehingga variabel tenaga kerja berpengaruh
nyata dan signifikan terhadap produksi kerajinan
Modal (X1). Berdasarkan hasil analisis yang
tangan industri Mutiara Ratu sehingga H0 ditolak
dilakukan, nilai t-hitung pada tingkat kepercayaan
dan Haditerima.
99% menunjukkan bahwa variabel modal (X1)
Tenaga kerja di industri Mutiara Ratu
berpengaruh nyata terhadap produksi usaha
terdiri dari empat orang termasuk pimpinan
kerajinan tangan pada tingkat kepercayaan 99%.
usaha. Tenaga kerja adalah salah satu faktor
Artinya, semakin besar modal yang di
penting yang harus dipertimbangkan dalam
gunakan maka akan meningkatkan produksi pada
proses produksi, setiap pengurangan tenaga kerja
usaha industri kerajinan tangan Mutiara Ratu.
berarti pengurangan hasil produksi
Koefisien regresi sebesar 0,5460 artinya
(Mubyarto,1989). Tenaga kerja bukan saja
apabila dilakukan penambahan modal sebesar
dilihat dari ketersediaan tenaga kerja tetapi
1% maka produksi kerajinan tangan pada usaha
juga kualitas dan macam tenaga kerja perlu
industri Mutiara Ratu meningkat sebesar 0,5460 %.
diperhitungkan (Soekartawi, 2003).
Hasil ini dapat menjelaskan bahwa peningkatan
modal akan meningkatkan pendapatan pada Bahan Baku (X3). Berdasarkan hasil analisis
industri tersebut. Hal ini sesuai dengan teori menunjukkan bahwa nilai t-hitung variabel
bahwa modal sebagai salah satu faktor penentu sebesar 3,188 pada tingkat kepercayaan 99%.
produksi yang merupakan penghasilan bagi Hal ini menunjukan bahwavariabel bahan baku
suatu industri (Sujarno, 2008). Hasil uji statistik (X3) berpengaruh nyata pada tingkat kepercayaan
(t-test) diperoleh nilai t-hitung sebesar 99%. Artinya makin banyak penambahan
2,573>t-tabel (1,37) pada tingkat 1%sehingga bahan baku, maka akan meningkatkan
variabel modal berpengaruh nyata dan signifikan produksi pada industri Mutiara Ratu.
terhadap produksi kerajinan tangan industri Koefisien variabel bahan baku sebesar
Mutiara Ratu sehingga H0 ditolak dan 0,3336 yang berarti bahwa jika ada penambahan
Haditerima. bahan baku sebesar 0.3336 maka produksi pada
Pemimpin usaha industri Mutiara Ratu industri tersebut meningkat sebesar 0,3336%.
memulai usahanya dengan modal awal sebesar Hasil uji statistik (t-test) diperoleh nilai t-hitung
Rp. 500.000.- dengan memproduksi gantungan sebesar 3,188 > t-tabel 1,37 pada tingkat 1%,
kunci. Adanya kemajuan dan peningkatan omset maka variabel bahan baku berpengaruh nyata
penjualan maka pada tahun 2000 industri ini terhadap produksi kerajinan tangan industri
menambah produksinya dengan membuat berbagai Mutiara Ratu sehingga H0 ditolak dan Ha diterima.
macam kerajinan tangan seperti papan nama, Bahan baku yang digunakan dalam
jam dinding, lampu hias, asbak dan hiasan meja.
proses produksi kerajinan tangan di industri
Tenaga Kerja (X2). Berdasarkan hasil analisis Mutiara Ratu adalah limbah kayu eboni yang
menunjukkan bahwa, nilai t-hitung sebesar berasal dari perusahaan besar pengolah kayu
7,305 pada tingkat signifikan sebesar 99%, eboni yang ada di kota Palu. Dengan hasil
menunjukkan bahwa variabel tenaga kerja (X2) tersebut dapat diintepretasikan bahwa dalam
berpengaruh nyata dan signifikan terhadap sekali pengadaan bahan baku dapat digunakan
produksi kerajinan tangan industri Mutiara Ratu, hingga dua belas kali proses produksi,
denganasumsi variabel lain dianggap tetap.
679
Adanya pengaruh bahan baku terhadap produksi KESIMPULAN
kerajinan tangan menunjukkan bahwa usaha
industri Mutiara Ratu sangat tergantung dari (i). Semua variabel secara simultan
bahan baku yang tersedia. Bahan baku berpengaruh signifikan terhadap produksi
merupakan bahan dasar utama yang digunakan kerajinan tangan pada usaha industri Mutiara
untuk memproduksi kerajinan tangan. Artinya, Ratu di Kota Palu pada = 1%. (ii). Secara
apabila bahan baku kurang tersedia maka parsial faktor yang mempengaruhi
akan berdampak pada terhambatnya terhadapproduksi usaha industri Mutiara Ratu
produksi yang dihasilkan oleh produsen. meliputi modal, tenaga kerja dan bahan
Hasil penelitian ini sejalan dengan yang baku,sedangkan peralatan berpengaruh tidak
dilakukan oleh Mintaroem (2003) yang nyata.
menyimpulkan bahwa ketersediaan bahan baku
berpengaruh terhadap jumlah produksi. DAFTAR PUSTAKA
Peralatan (X4). Berdasarkan hasil analisis, Bakri, 2008. Analisis Sifat Mekanis Kayu Eboni di
nilait-hitung sebesar 0,4112 pada tingkat Sulawesi Tengah. Jurnal Smartek Vol. 6
signifikan sebesar 33,9%. Hal ini No. 1 hal: 9-17.
menunjukan bahwa variabel peralatan (X4) Gujarati and N. Damodar, 1997. Basic Economitrics.
berpengaruh tidak nyata terhadap produksi. Third Edition. McGraw-Hill International
Koefisien variabel sebesar 0,0000011. Edition, Economic Series.
Hasil uji statistik (t-test) diperoleh nilai t-hitung
sebesar 0,4112 t-tabel 1,37 berpengaruh tidak Mintaroem, K., 2003. Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Pertumbuhan Industri Kecil
nyata terhadap produksi kerajinan tangan di Wilayah Segitiga Industri di Jawa Timur
industri Mutiara Ratu sehingga H0 diterima (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik). Majalah
dan Ha ditolak. Ekonomi. Tahun XIII No.2.
Peralatan yang digunakan dalam
prosesproduksi kerajinan tangan di industri Mubyarto. 1989. Pengantar Ekonomi Pertanian
Edisi Ketiga. Yogyakarta. LP3ES. 1994.
Mutiara Ratu terdiri dari mesin bubut, Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta.
router, mesin penghalus kayu, jigsaw, bor LP3ES.
dan sebagainya. Berdasarkan hasil analisis t-
hitung < t-tabel maka peralatan berpengaruh Rangkuti, dan N. Ferdi, 2005. Mencari Alternatif
tidak nyata terhadap produksi. Hal ini Ekonomi Lokal. Center for International
Forestry Research, Jakarta.
disebabkan oleh penggunaan peralatan yang
belum maksimal karena sebagian besar produk Soekartawi, 2003. Teori Ekonomi Produksi dengan
dihasilkan masih menggunakan peralatan Pokok Bahasan Analisis Fungsi Cobb
manual. Douglas. CV Rajawali. Jakarta.
Berdasarkan hasil estimasi koefisien
Sujarno, 2008. Analisi Faktor-faktor yang
regresi pada Tabel 2, dapat dituliskan dalam Mempengaruhi Produksi Industri Kecil di
bentuk persamaan matematik sebagai berikut: Kabupaten Bangkalan. Tesis USU.
lnY = ln 1,9613 + ln 0,5460 X1 + ln 0,4272
X2 + ln 0,3336 X3 + ln 0,1170 X4

680