Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

Alat Alat Laboratorium dan Fungsinya

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang
Alat Alat Laboratorium ini.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Alat alat yang dipergunakan di leb
kimia, dan juga bagaimana mengetahui berbagai fungsinya. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Cirebon, 12 Agustus 2015

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i


DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ........................................................................ 1
1.2 Tujuan Percobaan .................................................................... 1
1.3 Prinsip Percobaan .................................................................... 1
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Jenis Jenis Alat ..................................................................... 2
2.2 mekanisme Alat alat ............................................................. 2
BAB III ALAT DAN METODE PERCOBAAN
3.1 Alat yang digunakan ............................................................... 5
3.2 Metode Percobaan ................................................................... 5
BAB IV HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Pembahasan ............................................................................. 8
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan.............................................................................. 15
5.2 Saran ........................................................................................ 15
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 16

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Alat adalah suatu benda yang dipakai untuk mengerjakan sesuatu,
perkakas, perabot, yang dipakai untuk mencapai maksud ( Kamus Besar
Bahasa Indonesia, 2005, hal : 30 ).
Hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan dari alat yang
digunakan. Kebersihan dari alat dapat mengganggu hasil pratikum. Apabila
alat yang digunakan tersebut tidak bersih, maka akan terjadi hal- hal yang
tidak diinginkan. Contohnya jika pada alat alat tersebut masih tersisa zat
zat kimia, maka zat tersebut dapat saja bereaksi dengan zat yang kita gunakan
sesudahnya dan dapat mengakibatkan kegagalan dalam pratikum ( Anonim,
2012 )
Kesalahan dalam penggunaan alat dan bahan dapat menimbulkan hasil
yang didapat tidak akurat dalam hal ilmu statistika kesalahan seperti ini
digolongkan dalam galat pasti. Oleh karena itu, pemahaman fungsi dan cara
kerja peralatan serta bahan harus mutlak dikuasai oleh praktikan sebelum
melakukan praktikum di laboratorium kimia. Bukan hal yang mustahil bila
terjadi kecelakaan di dalam laboratorium karena kesalahan dalam pemakaian
dan penggunaan alat alat dan bahan yang dilakukan dalam suatu pratikum
yang berhubungan dengan bahan kimia berbahaya, disamping itu, pemilihan
jenis alat yang akan digunakan dalam penelitian disesuaikan dengan tujuan
penelitian. Agar penelitian berjalan lancar. (Anonim, 2012).

1.2 Tujuan Percobaan


Tujuan pecobaan peralatan di laboratorium ini adalah untuk
mengetahui dan menguasai jenis jenis alat, nama masing masing alat,
prinsip kerja alat, fungsi alat yang baik dan benar. Agar pada praktikum
selanjutnya praktikan tidak melakukan kesalahan.

1.3 Prinsip Percobaan


Prinsip percobaan peralatan di laboratorium adalah berdasarkan
identifikasi alat yang biasa digunakan pada saat pratikum serta fungsi dari
masing masing alat tersebut, dan penggunaan atau cara yang tepat untuk
menggunakannya.

ii
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jenis Jenis Alat


1. Gelas Kimia
2. Labu Erlenmeyer
3. Gelas Ukur
4. Pipet
5. Buret
6. Tabung Reaksi
7. Kaca Arloji
8. Corong
9. Cawan
10. Mortar dan Pastle
11. Spatula
12. Batang Pengaduk
13. Kawat Kasa
14. Kaki Tiga
15. Labu Ukur
16. Termometer
17. Tabung Sentrifuse
18. Penjepit Cawan Krus
19. Pipa U
20. Pipa Kapiler
21. Plat Tetes
22. Rak Tabung reaksi

2.2 Mekanisme Alat alat


A. Gelas Kimia
Gelas tinggi berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya,
terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas, berfungsi untuk mengukur
volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi,
menampung zat kimia, memanaskan cairan dan media pemanasan cairan.
B. Labu Erlenmeyer
Berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin kecil
dengan skala sepanjang dindingnya, berfungsi untuk menyimpan dan
memanaskan larutan, menampung filtrate hasil penyaringan, dan
menampung titran ( larutan yang dititrasi) pada proses filtrasi.
C. Gelas Ukur
Berupa gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya, terbuat
dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas, berfungsi untuk mengukur
volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam
jumlah tertentu.
D. Pipet
Alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun
takaran bebas, berfungsi untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu

ii
secara tepat (pipet seukuran), mengukur dan memindahkan larutan
dengan volume tertentu secara tepat ( pipet berukuran ), dan untuk
mengambil cairan dalam skala kecil (pipet tetes).
E. Buret
Berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran diujungnya,
berfungsi untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya
digunakan untuk titrasi.
F. Tabung Reaksi
Berupa tabung yang terkadang dilengkapi tutup, terbuat dari kaca
borosilikat tahan panas, berfungsi sebagai tempat untuk mereaksikan
bahan kimia dan untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil.
G. Kaca Arloji
Terbuat dari kaca bening dan memiliki berbagai ukuran berfungsi sebagai
penutup gelas kimia saat memanaskan sampel, tempat saat menimbang
bahan kimia, dan tempat untuk mengeringkan padatan dalam desikator.
H. Corong
Terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk
seperti gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan
pendek berfungsi untuk menyaring campuran kimia.
I. Cawan
Terbuat dari porselen, berfungsi untuk menguapkan larutan.
Mortar dan Pastle
Terbuat dari kaca, porselen, atau batu granit berfungsi untuk
menghancurkan dan mencampurkan padatan.
J. Spatula
Berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat dari
stainless steel atau alumunium berfungsi untuk mengambil bahan kimia
yang berbentuk padatan dan dipakai untuk mengaduk larutan.
K. Batang Pengaduk
Terbuat dari kaca tahan panas berfungsi utnuk mengaduk cairan
kimia dalam gelas kimia.
L. Kawat Kasa
Kawat yang dilapisi dengan asbes berfungsi sebagai alas dalam
penyebaran panas yang berasal dari suatu pembatas.
M. Kaki Tiga
Besi penyangga ring berfungsi untuk menahan kawat kasa dalam
pemanasan.
N. Labu Ukur
Labu dengan leher yang panjang dan bertutup, terbuat dari kaca
dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai berfungsi untuk
membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan.
O. Termometer
Terbuat dari kaca yang tahan panas. Thermometer adalah alat
untuk mengukur suhu ataupun perubahan suhu. Thermometer terdapat
berbagai jenis dan satuan derajat yang berbeda, misalnya thermometer
celcius, Fahrenheit dan Kelvin. (Anonim, 2012)

ii
P. Tabung Sentrifuse
Tabung sentrifuse terbuat dari kaca, sama seperti tabung reaksi.
Namun pada ujung bawahnya agak mengecil. Tabung sentrifuse berfungsi
sebagai tabung/perantara untuk memisahkan larutan dan endapan. (
Anonim,2012)
Q. Penjepit Cawan Krus
Penjepit cawan krus terbuat dari besi. Berfungsi untuk menjepit
cawan krus saat dikeluarkan dari tanur pengabuan ataupun untuk
memegang cawan pada saat pembakaran di atas Bunsen.
R. Pipa U
Pipa U terbuat dari kaca, bentuknya melengkung menyerupai huruf
U. pipa U berfungsi sebagai alat untuk menganalisis apakah suatu larutan
terdapat gelembung gelembung gas atau tidak. ( Anonim, 2012 )
S. Pipa Kapiler
Pipa kapiler terbuat dari kaca, bentuknya seperti huruf L. pipa
kapiler berfungsi sebagai alat untuk menentukan titik lebur atau titik leleh
suatu senyawa. (Anonim, 2012).
T. Plat Tetes
Plat tetes terbuat dari porselen berbentuk persegi dengan bulatan
cembung berfungsi untuk menampung objek sampel.
U. Rak Tabung reaksi
Rak tabung reaksi terbuat dari kayu dengan lubang lubang
seukuran tabung reaksi berfungsi sebagai tempat meletakkan tabung
reaksi.

ii
BAB III
ALAT DAN METODE PERCOBAAN

Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Alat yang digunakan, dan (2) Metoda
percobaan.
3.1 Alat yang Digunakan
Alat yang digunakan dalam percobaan pengenalan peralatan
laboratorium adalah gelas kimia, labu erlenmeyer, gelas ukur, pipet, buret,
tabung reaksi, kaca arloji, corong, cawan, Mortar dan Pastle, spatula, batang
pengaduk, kawat kasa, kaki tiga, labu ukur, termometer, tabung sentrifuse,
penjepit cawan krus, pipa U, pipa kapiler, plat tetes, dan rak tabung reaksi.

3.2 Metode Percobaan


A. Gelas Kimia
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan
dengan lap. Simpan larutan didalamnya.
B. Labu Erlenmeyer
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan
dengan lap. Kemudian suatu larutan dimasukkan lalu dititrasi, kemudian
digoyangkan memutar labu erlenmeyernya.
C. Gelas Ukur
Cara menggunakannya yaitu larutan dimasukkan kedalam gelas ukur.
Sesuaikan dengan volume yang diperlukan. Baca ketepatan volume
dengan melihat meniscus ke bawah.
D. Pipet
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dibersihkan
dengan kertas isap. Lalu celupkan ke dalam larutan. Tekan pilernya lalu
longgarkan.
E. Buret
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dikeringkan
dengan batang pengaduk yang ditutupi dengan kertas isap. Periksa
keadaan kerannya dan tetesannya apakah bocor atau tidak. Lalu
dikalibrasi dengan larutan yang akan dimasukkan ke dalam buret, periksa
apakah ada gelembung atau tidak. Buka keran perlahan untuk
mengeluarkan larutannya.
F. Tabung Reaksi
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih dahulu lalu dikalibrasi
dengan aqua DM setelah itu lap dengan lap atau kertas isap. Kemudian
sampel yang akan direaksikan dimasukkan ke dalam tabung reaksi.
G. Kaca Arloji
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih dahulu dengan tissue
atau lap, kemudian letakkan di atas gelas kimia jika akan digunakan
sebagai tutup gelas kimia, atau letakkan bahan kimia yang akan ditimbang
di atas kaca arloji tersebut.

ii
H. Corong
Letakkan corong di atas mulut Erlenmeyer atau buret, masukkan perlahan
lahan ke dalam mulut corong.
I. Cawan
Masukkan bahan atau larutan yang akan diuapkan di atas cawan. Setelah
itu panaskan atau uapkan ke dalam oven.
J. Mortar dan Pastle
Cara menggunakannya yaitu masukkan bahan kimia berupa padatan ke
dalam lumpang (mortar) dan gerus hingga halus menggunakan alu
(pastle).
K. Spatula
Ambil bahan atau zat yang berupa padatan dengan spatula, kemudian
letakkan di tempat menyimpan bahan seperti kaca arloji.
L. Batang pengaduk
Aduk larutan yang ada di dalam gelas kimia dengan batang pengaduk,
lalu amati.
M. Kawat Kasa
Letakkan kawat kasa di atas Bunsen dengan disangga kaki tiga. Lalu
diletakkan alat gelas yang terdapat larutan yang akan dipanaskan.
N. Kaki Tiga
Cara menggunakannya yaitu diletakkan di antara Bunsen dan kawat kasa.
O. Labu Ukur
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan, dikalibrasi, lalu dibersihkan
dengan kain lap. Kemudian dimasukkan larutan yang akan diencerkan
atau masukkan zat dengan bantuan kertas isap, agar zat tidak menempel
pada dinding diatas batas atas. Lalu dimasukkan aquadest untuk
melarutkannya. Lalu paskan dengan batas bawah. Tutup lalu
homogenkan.
P. Termometer
Cara menggunakannya yaitu termometer dimasukkan ke dalam suatu
larutan lalu perhatikan suhu larutan atau perubahan suhu yang terjadi.
Q. Tabung Sentrifuse
Cara menggunkannya yaitu larutan yang akan disentrifuga dimasukkan ke
dalam tabung sentrifuse. Lalu dimasukkan ke alat sentifugase.
R. Penjepit Cawan Krus
Cara menggunakannya yaitu bagian dinding cawan krus dijepit oleh
penjepit cawan.
S. Pipa U
Cara menggunakannya yaitu tabung yang berisi larutan yang akan
dianalisis adanya gas dihubungkan melalui mulut tabungnya memakai
pipa U.
T. Pipa Kapiler
Cara menggunakan pipa kapiler adalah pipa kapiler disanggah dengan
klem dan statif. Lalu larutan atau senyawa yang akan ditentukan titik
lelehnya dimasukkan ke dalam pipa kapiler. Lalu thermometer
dicelupkan ke dalam larutan atau senyawa tersebut. Bunsen diarahkan di

ii
bagian bawah pipa kapiler. Disediakan juga stopwatch untuk menghitung
waktu saat senyawa meleleh. Catat hasilnya.
U. Plat Tetes
Cara menggunakannya yaitu dibersihkan terlebih dahulu plat tetes dengan
tissue. Kemudian teteskan sampel objek kedalam plat tetes.
V. Rak Tabung Reaksi
Cara menggunakannya yaitu letakkan tabung reaksi kedalam lubang
lubang yang ada dalam rak tabung reaksi.

ii
BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Pembahasan
4.1.1 Penyaringan
Tabel 01. Hasil Pengamatan pada proses penyaringan.
Nama Alat Fungsi Alat

Labu takar Untuk membuat larutan dari sejumlah zat

dapat menjadi konsentrasi terendah.

Gelas kimia Untuk mereaksikan zat/cairan,

memanaskan cairan dan membuat

endapan dalam jumlah besar.

Pipet Untuk mengambil sejumlah volume

volumetric tertentu.

Untuk mengambil bermacam-macam

volume.

Pipet skala

Untuk mengukur cairan yang tidak terlalu

tepat.

Gelas ukur

Mengeluarkan aquades, membersihkan

dinding bejana dari sisa-sisa endapan.

Botol semprot

ii
4.1.2 Penimbangan

Tabel 02. Hasil Pengamatan pada proses penimbangan.

Nama Alat Fungsi Alat

Neraca Untuk menimbang sampel dengan angka

Analitik ketelitian 0,0000 atau 4 angka di

belakang koma.

Neraca Digital Untuk menimbang sampel tanpa memper

hatikan ketilitiannya.

Kaca Untuk menutup bejana lain pada waktu

Arloji pemanasan, menguapkan cairan dan

sebagai wadah sampel.

Spatula Mengaduk dan sebagai perantara.

4.1.3 Pemipetan

Tabel 03. Hasil Pengamatan pada proses pemipetan.

Nama Alat Fungsi Alat

Untuk membuat larutan dari sejumlah zat

dapat menjadi konsentrasi terendah.

Labu takar

ii
Untuk mereaksikan zat/cairan,

memanaskan cairan dan membuat

endapan dalam jumlah besar.

Gelas kimia

Untuk mengambil sejumlah volume

tertentu.

Pipet

volumetric

Untuk mengambil bermacam-macam


volume.

Pipet skala

Untuk mengukur cairan yang tidak terlalu

tepat.

Gelas ukur

4.1.4 Pengenceran

Tabel 04. Hasil Pengamatan pada proses pengenceran.

Nama Alat Fungsi Alat

Labu takar Untuk membuat larutan dari sejumlah zat

dapat menjadi konsentrasi terendah.

ii
Gelas kimia Untuk mereaksikan zat/cairan,

memanaskan cairan dan membuat

endapan dalam jumlah besar.

Pipet Untuk mengambil sejumlah volume

volumetric tertentu.

Untuk mengambil bermacam-macam

volume.

Pipet skala

Untuk mengukur cairan yang tidak terlalu

tepat.

Gelas ukur

Mengeluarkan aquades, membersihkan

dinding bejana dari sisa-sisa endapan.

Botol semprot

4.1.5 Pemanasan

Tabel 05. Hasil Pengamatan pada proses pemanasan.

Nama Alat Fungsi Alat

Untuk mereaksikan zat/cairan,

memanaskan cairan dan membuat


Gelas kimia endapan dalam jumlah besar.

ii
Untuk mereaksikan zat dalam

jumlah sedikit.

Tabung reaksi

Untuk menjepit tabung reaksi.

Gegep kayu

Kaki tiga Digunakan pada pemanasan dengan

bunsen.

Bunsen Untuk memanaskan sampel.

Kasa asbes Sebagai alas pembakaran pada kaki

tiga.

4.1.6 Penitrasi

Tabel 06. Hasil Pengamatan pada proses penitrasi.

Nama Alat Fungsi Alat

Buret Untuk mengeluarkan cairan dengan

volume sembarang tetapi tepat.

ii
Erlenmeyer Untuk mereaksikan zat dan

menitrasi.

Corong Untuk membantu memasukkan

cairan kedalam botol yang tertutup

kecil, buret dll, atau untuk

menyaring endapan dengan kertas

saring.

Batang pengaduk Sebagai pengaduk, perantara dan

membersihkan endapan pada

dinding bejana.

Statif dan klem Sebagai penahan dan penjepit buret

pada saat titrasi agar tidak terlepas.

Tabel 06. Hasil Pengamatan pada proses penitrasi.

Nama Alat Fungsi Alat

Buret Untuk mengeluarkan cairan dengan

volume sembarang tetapi tepat.

Erlenmeyer Untuk mereaksikan zat dan menitrasi.

ii
Corong Untuk membantu memasukkan cairan

kedalam botol yang tertutup kecil, buret

dll, atau untuk menyaring endapan

dengan kertas saring.

Batang pengaduk Sebagai pengaduk, perantara dan

membersihkan endapan pada dinding

bejana.

Statif dan klem Sebagai penahan dan penjepit buret pada

saat titrasi agar tidak terlepas.

ii
BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan, semua alat di laboratorium memiliki
nama, fungsi, dan cara kerja masing masing. Sehingga dalam
penggunaannya pun akan berbeda beda sesuai dengan cara kerjanya.
Kesalahan penggunaan alat bisa mempengaruhi konsentrasi larutan, karena
alat memiliki tingkat ketelitian yang berbeda beda.
5.2 Saran
Saran untuk laboratorium, sebaiknya alat-alat yang ada di laboratorium
lebih diperhatikan dan dirawat lagi agar saat praktikum bisa dipergunakan
dengan baik dan maksimal tanpa ada kekurangan

ii
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2012. Alat Alat Kimia beseta Fungsinya. www.sholeh-alamak.blogspot.com.


Accessed : 20 Oktober 2012
Anonim. 2012. Alat alat Pratikum Kimia. www.scribd.com . Acessed: 20 Oktober
2012
Kamus Besar Indonesia, Bahasa, 2005, halaman 30
Sutrisno, E,T. Nurminabari, I,S, 2012. Penuntun Pratikum Kimia Dasar. Universitas
Pasundan : Bandung

ii

Anda mungkin juga menyukai