Anda di halaman 1dari 2

MAKALAH

PERKEMBANGAN PETERNAKAN AYAM RAS BROILER


Oleh :
Kelas F

Juan Dylan Ramadhan 200110150144


Dani Mardiyanto 200110150146
Helmi Muhammad Ilyasa 200110150191
Zahwa Ainul Zeha 200110150194
Afif Muhammad 200110150306
Michael Julio 200110150310

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJAJARAN
SUMEDANG
2017
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengembangan usaha ternak layer (ayam petelur) di Indonesia masih memiliki prospek yang
bagus, terlebih lagi konsumsi protein hewani masih kecil. Sesuai standar nasional, konsumsi
protein per hari per kapita ditetapkan 55 g yang terdiri dari 80% protein nabati dan 20% protein
hewani (www.litbang.deptan.co.id). Hal itu berarti target konsumsi protein hewani sekitar 11
g/hari/perkapita. Namun yang terjadi, konsumsi protein hewani penduduk Indonesia baru
memenuhi 4,7 g/hari/perkapita, jauh lebih rendah dibanding Malaysia, Thailand dan Filipina.
Dalam dunia peternakan, kita tidak asing lagi dengan ayam yang sengaja diternakan untuk
dihasilkan daging atau telurnya, karena sudah banyak peternakan ayam yang menyebar diseluruh
Indonesia bahkan sampai diluar negeri, baik peternkan pabrik ataupun peternakan individu. Ayam
petelur dibudidayakan untuk dihasilkan telur dengan jumlah yang banyak dan kualitas yang baik.
Dalam beternak, kita perlu memperhatikan mulai dari pakan, kandang, penyakit serta
pengobatannya, sifat genetikanya, asal usulnya, vaksinasi dan sebagainya.

1.2 Tujuan
1. Mengetahui sejarah perkembangan ayam petelur.
2. Mengetahui perkembangan industri ayam petelur di Indonesia.
3. Mengetahui kontribusi dalam penyediaan telur.

1.3 Rumusan Masalah


1. Bagaimana sejarah perkembangan ayam petelur?
2. Bagaimana perkembangan industri ayam petelur di Indonesia?
3. Bagaimana kontribusi dalam penyediaan telur?