Anda di halaman 1dari 2

Nama : Renodipta Dwida Hudoyo

Kelas : F-4
Npm : 200110150032
Matkul : agrostologi

CAJANUS CAJAN

NAMA LOKAL
Binatung (Makassar), Fouhate (Ternate dan Tidore), Gude, Kacang kayu, Kacang gude (Jawa),
Kacang bali (Bahasa Melayu), Kacang hiris (Sunda), Kance (Bugis), Kekace, Undis (Bali), Kacang
iris, Kacang turis, Lebui, Legui, Puwe jai (Halmahera), Tulis (Rote), Tunis (Timor), Ritik lias
(Batak Karo), dan Koloure (Tomia-Wakatobi)
CIRI CIRI MORFOLOGIS
Gude merupakan perdu, tinggi mencapai 3 m. Merupakan kacang tahunan dengan umur yang
stidak terlalu panjang (1-5 tahun). Batangnya berbulu halus, dan bercabang banyak. Berbentuk
bulat, beralur, berbulu, hijau kecokelatan. Daunnya ganda, beranak daun berjumlah tiga. Ada
bulu-bulu halus baik pada bagian atas maupun bawahnya. Helai daun bulat telur sampai elips,
tersebar, ujung dan pangkalnya runcing, tepinya rata, bentuk pertulangannya menyirip, dan
warnanya hijau. Tangkainya pendek berwarna hijau. Bunganya berbentuk kupu-kupu,
berwarna jingga, ataupun kecoklat-coklatan, dan ungu. berjumlah majemuk, karangan bunga
sepanjang 15-30 cm, serbuk sarinya berwarna kuning, putiknya satu, bengkok, mahkotanya
berwarna kuning dan juga berbentuk kupu-kupu. Buahnya polong, dapat mencapai 7,5 cm,
lurus/membengkok seperti sabit, membulat, memipih, menjorong/agak persegi. Biji berwarna
putih, krim, coklat, ungu kehitaman, dan juga kecil. Akarnya tunggang, dan berwarna putih
kotor.
DAERAH ASAL
Gude ditemukan di ditemukan di Afrika. Pusat keanekaragamannya yang kedua
adalah berada diIndia. Sekarang, tumbuhan ini acapkali bisa ditemui di wilayah-
wilayah tropis dan subtropis. [Setijati Sastrapradja dkk. (1981)]
Menurut catatan Prosea, gude berasal dari India, dan menyebar hingga Asia
Tenggara. Gude sampai ke Afrika 2000 SM atau lebih awal daripada itu, dan
mencapai Amerika lewat jalan perdagangan budak-budak Afrika dan sejumlah
penaklukan di sana, dan datangnya gude ini diperkirakan
melalui Atlantik dan Pasifik. Ia kini tumbuh di seluruh wilayah tropis,
termasuk Anakbenua India dan Afrika Selatan, kemungkinan abad ke-17 Masehi.
LINGKUNGAN TEMPAT HIDUP YANG COCOK
Tanah
Tanaman Gude dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang kering
Curah hujan
dengan daya dukung air yang cukup dengan PH ( Derajat Keasaman 5 -7). Tanaman ini
tidak tahan terhadap hujan salju. Suhu yang baik bagi pertumbuhannya berkisar antara
18 dan 38 derajat celcius.
Ketinggian tempat
Dapat tumbuh dari dataran rendah hingga pada ketinggian 2000 mdpl
Iklim
Suhu yang baik bagi pertumbuhannya berkisar antara 18 dan 38 derajat celcius.
Tumbuh baiki dalam iklim tropis
PRODUKSI HIJAUAN
Tumbuhan ini berbuah setengah tahun setelah ditanam. Setelah tumbuhan dipanen,
dan dalam sekali panen, bisa menghasilkan 716 kg/ha -untuk di India-. Di Indonesia,
hasilnya dapat mencapai 2-6 ton/ha polong tua dan 0,6-1,2 ton/ha biji kering. Setelah
panen, hendaknya ia harus diletakkan di tempat kedap udara.
KANDUNGAN ZAT ZAT MAKANAN