Anda di halaman 1dari 2

NAMA : MUSTIWAL RAHMAT

NI : 020102179

PRODI : ILMU HUKUM

1. Jelaskan mengapa HPI disebut dengan "conflict of law" dan apa yang dimaksud dari
konflik tersebut!

2. Jelaskan perbedaan antara titik tau primer dengan titik tau sekunder!

3. jelaskan apa yang dimaksud dengan renvoi dan berikan contoh kasusnya!

jawab

1. Terlepas dari penamaan Hukum Perdata Internasional sering dikatakan sebagai hukum
perselisihan (conflict of law), oleh karena ada dua kepentingan hukum yang
dipertentangkan. Menarik untuk melihat ruang lingkup keberlakuan hukum
sebagaimana yang dikemukakan oleh Logeman dan Kelsen. Logeman berbicara
ruang lingkup keberlakuan hukum dalam kaitannya dengan gebeiden atau lingkungan
kekuasaan hukum dari pada ambten (jabatan-jabatan). Demikian halnya Kelsen
menggunakan istilah daya keberlakuan hukum dalam kaitannya dengan norma-
norma hukum yakni kata gebeidsleer. Kelsen membagi lingkungan kekuasan
keberlakuan hukum dalam empat kategori berlakunya hukum, yakni lingkungan
kuasa waktu (W; the sphere of time), lingkungan kuasa ruang atau tempat (T;
territorial sphere/ sphere of space), lingkungan kuasa orang/ pribadi (P; personal
sphere) dan lingkungan kuasa soal-soal (S; material sphere).

2. Dalam HPI dikenal dua jenis titik taut, yaitu:


1. Titik Taut Primer (Primary Points of Contact)
Yaitu fakta-fakta di dalam sebuah perkara atau peristiwa hukum, yang menunjukkan
bahwa peristiwa hukum ini mengandung unsur-unsur asing (foreign elements) dan
peristiwa hukum yang dihadapi adalah peristiwa HPI, bukan peristiwa hukum
intern/domestic semata.
2. Titik Taut Sekunder (Secondary Points of Contact)
Yaitu fakta-fakta dalam perkara HPI yang akan membantu penentuan hukum manakah
yang harus diberlakukan dalam menyelesaikan persoalan HPI yang sedang dihadapi.
Titik taut sekunder ini sering disebut dengan titik taut penentu karena fungsinya akan
menentukan hukum dari tempat manakah yang akan digunakan sebagai the applicable
law dalam menyelesaikan suatu perkara.

3. Renvoi atau penunjukan kembali. Contoh renvoi

Apabila seorang warga inggris yang berdomisili di Indonesia harus ditentukan apakah
ia sudah dewasa atau belum, atau dia hendak menikah, maka menurut HPI Indonesia
berdasarkan pasal 16 AB harus dipakai hokum Inggris. Dengan kata lain perkataan
kaidah HPI Indonesia menunjuk kepada hokum Inggris dan hokum inggris menunjuk
kembalikepada hokum Indonesia ,karena menurut HPI inggris yang harus dipakai
untuk status personil yaitu domisili dari seseorang. Dalam hal ini domisili orang
inggris bersangkutan adalah di Indonesia, maka hokum Indonesialah yang harus
diberlakukan