Anda di halaman 1dari 1

E U G E NE

Saat mata Eugene menjadi terbiasa dengan asap dari rokok dan cerutu yang mengumpul seperti
racun, dia melihat seorang wanita, dengan pakaian wol dan sarung tangan yang merambat seperti
sulur hidup menutupi tangannya yang terlihat berwarna gading,.

Tapi sekarang sinar matahari mulai terpancar.....

Seperti suatu yang berwarna merah muda ditemukan didalam kerang, yang terlihat pertama kalinya
oleh Zoologi yang kebingungan...seolah olah ia merubah kemerahannya, menjanjian warna merah
yang lebih muda.

Itu adalah lengannya..

Tapi matanya yang membuat nafasnya berhenti dan membuat jantungnya berdegup cepat. Warna
biru yang terlihat. Meski melalui kumpulan asap dengan mantel yang panjang, dan rangkaian
kesombongan. Dia melihat matanya yang berwarna biru terang, layaknya lautan.

Biru, yang sangat terang...

Biru yang bisa direnangi selamanya...

Di seberang ruangan itu, warna biru ini, mata itu...

Melahapnya, terlihat berlalu dan tak pernah meihatnya, dan tak pernah ingin,

Dan itu sudah pasti. Sejak saat itu Eugene paham, apa makna syair yang telah ditulis selama ini.

Semua jiwa hilang, kesepian dan berkeliaran sekarang adalah saudaranya. Dia tahu sebuah cinta tak
akan menjadi miliknya. Begitu cepat dia terjatuh untuknya..hingga tak satupun orang diruangan
mendengarnya.

Deru saat dia terjatuh.

Gemercang hatinya yang petah.

Hanya suasana yang sunyi, namun hatinya telah hancur.