Anda di halaman 1dari 4

FOSFOR

Fosfor terutama berada dalam mineral keluarga apatit, Ca9(PO4)6 . CaX2 : X = F, Cl atau OH, yang
merupakan komponen bantuan fosfat amorf, di mana jutaan ton per tahun di proses. Kulit valensi
atomnya ns2 np3, mirip dengan konfigurasi elektron N, namun dibalik kesamaan dalam stokiometri
senyawaan seperti NH3, PH3 dan sebagainya, hanya ada sedikit kemiripan antara P maupun N dalam
kimiawinya. Fosfor benar-benar bukan bersifat logam dalam kimiawinya, namun As, Sb, dan Bi
memperlihatkan suatu kenaikan kecendrungan sifat logam dan perilaku sebagai kation.

Faktor-faktor prinsip yang bergantung jawab bagi perbedaan antara kimiawi keluarga nitrogen dan
fosfor adalah juga faktor yang bergantung jawab bagi perbedaan C Si yaitu, (a) ketidakmampuan unsur
deret kedua untuk membentuk ikatan ganda p p, dan (b) kemungkinan pemanfaatan orbital 3d yang
terletak lebih rendah.

Yang pertama menjelaskan keistimewaan seperti kenyataan bahwa nitrogen membentuk ester O =
NOR, sedangkan fosfor memberikan P(OR)3. Nitrogen oksida dan asam okso semuanya mengandung
ikatan ganda sedangkan fosfor oksida mempunyai ikatan tunggal P O seperti dalam P4O6, dan asam
fosfat adalah PO(OH)+3+ berada dengan NO2(OH).

Pemanfaatna orbital d mempunyai tiga pengaruh. Pertama, ia mengizinkan adanya beberapa ikatan
p-d seperti dalam R3P = O atau R3P = CH2. Jadi amina oksida R3N O dan reaktif secara kimia,
sedangkan ikatan P O lebih pendek daripada yang diharapkan bagi jumlah jari-jari ikatan tunggal,
menandakan adanya kemungkinan perluasan kulit valensi, sedangkan nitrogen mempunyai kekovalenan
maksimum empat. Jadi dimiliki senyawaan seperti PF5, PPh5, P(OMe)6- dan PF6-.

A. Unsur-unsur
Fosfor diperoleh melalui reaksi bantuan fosfat dengan batu-bara dan pasir dalam suatu pembakar
listrik. Fosfor didistilasi dan terkondensasi di bawah air sebagai P4.
2Ca3(PO4)2 + 6SiO2 + 10C = P4 + 6CaSiO3+ 10CO

P4 disimpan di alam air untuk melindunginya dari udara di mana ia akan menyala. P merah dan hitam
stabil dalam udara namun akan terbakar pada pemanasan. P4 larut dalam CS2, bersena dan pelarut organik
yang mirip ; ia sangat beracun.

B. Hidrida, MH3
Fosfin, PH3 dibuat dengan pemberian asam pada seng fosfida. Bilamana murni, tidak menyala secara
spontan, namun seringkali menyala dengan adanya runutan uap P2H4 atau P4. Ia sangat beracun. Tidak
seperti NH3, ia tidak bergabung dalam keadaan cair. Ia hanya larut sebagian dalam air dan merupakan
basa yang sangat lemah. Afinitas proton PH3 dan NH3 cukup berbeda :
EH3 (g) + H+(g) = EH4+(g)
H = - 770 kJ mol-1 bagi E = P
H = - 866 kJ mol-1 bagi E = P

namun PH3 dan HI gas bereaksi menghasilkan PH4I sebagai kristal tidak berwarna yang tak stabil. Dari
segi kebasaan yang rendah, hidrolisis sempurna terjadi dalam air.
PH4I(S) + H2O = H3O+ + I- + PH3 (g)

PH3 larut dalam asam yang sangat kuat misalnya BF3 . H2O menghasilkan PH4+. PH3 digunakan dalam
industri untuk membuat senyawaan organofosfor.

C. Halida, MX3, MX5, dan Oksohalida


Trihalida kecuali PF3 diperoleh melalui halogenasi langsung, dengan membiarkan unsurnya berlebih.
Halogen berlebih menghasilkan MX5. Trihalidanya terhidrolisis secara tepat dengan air dan agak mudah
menguap ; molekul gas mempunyai struktur piramidal. Klorida dan bromidnya demikian juga PF3 dan PI3
mempunyai kisi molekul.
Fosfor trifluorida ini adalah suatu gas tidak berwarna dan beracun, dibuat dari fluorinasi PCI3. Ia
membentuk kompleks dengan logam transisi serupa dengan kompleks yang di bentuk oleh karbon
monoksida. Tidak seperti trihalida yang lain, PF3 dihidrolisis hanya secara lambat oleh air, tetapi diserang
secara cepat oleh alkali . Ia tidak memiliki sifat kesamaan Lewis.
Fosfor triklorida ini adalah sebuah cairan yang beritik didih rendah yang terhidrolisis kuat oleh air
menghasilkan asam fosfit. Ia mudah bereaksi dengan oksigen memberikan OPCl3. Fosfor pentafluorida
(PF5) dibuat dengan interaksi PCl5 dengan CaF2 pada 300 sampai 400C. Ia adalah asam Lewis yang
sangat kuat dan membentu kompleks dengan amina, eter, dan basa lain demikian pula dengan F-, dimana
fosfor menjadi terkoordinasi -6. Meskipun demikian, kompleks organik ini kurang stabil daripada
kompleks organik BF3, dan terdekomposisi secara cepat oleh air dan alkohol.
AsF5, SbF5, dan PF5 adalah ekseptor ion fluorida yang potensial, membentuk ion MF6-. Ion PF6-
adalah anion yang biasa dan bukan pengompleks yang baik. Fosfor (V) klorida mempunyai struktur
bipiramidal trigonal dalam gasnya, lelehan, dan ,larutan dalam pelarut nonpolar, namun padatannya
adalah [PCl4]+ [PCl6]-; dalam pelarut polar seperti CH3NO2, ia terionisasi. Ion tetrehedral PCl4+ dapat
dianggap timbul di sini oleh adanya pemindahan Cl- ke ekspektor Cl-, PCl5. Dengan demikian tidaklah
mengherankan bahwa banyak garam ion PCl4+ diperoleh bilamana PCl5 bereaksi dengan ekseptor Cl- lain,
yaitu :

PCl5 + TiCl4 [PCl4]2+ [Ti2Cl10]2- dan [PCl4]2+ [Ti2Cl9]-

PCl5 + NbCl5 [PCl4] [NbCl6]-

Padatan fosfor pentabromida juga ionoik, namun berebeda bentuknya yakni PBr4+Br-. Antimion, tetapi
bukan arsen, membentuk suatu pentaklorida yang merupakan suatu cairan berasap, tidak berwarna
bilamana murni biasanya berwarna kuning. Ia adalah suatu zat pengklorinasi yang kuat.

Fosforil halida (X3PO) di mana X mungkin F, Cl, Br. Salah satu yang terpenting adalah Cl3PO, dapat
diperoleh dengan reasksi :

2PCl3 + O2 2Cl3PO

P4O10 + 6PCl5 10Cl3PO


Reaksi Cl3PO sangat mirip dengan PCl+3+. hidrolisis dengan air menghasilkan asam fosfat. Cl 3PO
juga mempunyai sifat donor dan banyak kompleksnya dikenal, dimana oksigen adalah atom yang menjadi
ringan.

D. Oksida
Oksida fosfor. Fosfor pentoksida disebut demikian karena alasan historis namun rumus molekul
yang benar adalah P4O10. Ia dibuat dengan pembakaran fosfor dalam oksigen berlebih. Ia mempunyai
paling sedikit tiga bentuk padatan. Dua adalah polimer namun yang satu adalah bahan kristal putih yang
menyublim pada 360 dan 1 atm. Penyubliman adalah suatu acara yang sangat baik bagi pemurnian,
karena produk hidrolisis yang baru di mulai, yang merupakan pengotor yang umum, agak sukar menguap.
Bentuk ini dan uapnya mengandung molekul-molekul di mana atom-atom P terletak pada sudut-sudur
tetrahedron dengan enam atom oksigen sepanjang sisinya. Empat atom O sisanya terletak sepanjang
sepertiga sumbu tetrahedron. Ikatan P O P adalah tunggal namun panjang keempat ikatan P O apikal
menandakan adanya ikatan p- d yaitu; P = O.
P4O10 adalah salah satu zat pengering yang paling efektif dan dikenal pada suhu di bawah 100C. Ia
bereaksi dengan air membentuk suatu campuran asam fosfat yang kompisisinya bergantung kepada
banyaknya air dan kondisi lainnya. Ia akan mengekstraksi komponen air dari banyak senyawan lain, dan
ia dianggap sebagai zat pendehidrasi yang baik; sebagai contoh, zat itu mengubah HNO3 murni menjadi
N2O5 dan H2SO4 menjadi SO3. Ia juga mendehidrasi banyak senyawa organik, misalna; mengubah amida
menjadi nitril.
Trioksida adalah juga polimorf : suatu bentuk yang mengandung molekul diskret P4O6. Strukturnya
sama dengan P4O10 kecuali bahwa keempat oksigen apikal tak berjembatan yang terdapat pada yang
terakhir hilang. P4O6 adalah senyawaan tidak bewarna dan mudah menguap, yang terbentuk dengan hasil
sekitar 50% bilamana P4 dibakar dalam keadaan kekurangan oksigen. As4O6 dan Sb4O6 sama dengan P4O6
baik dalam struktur maupun sifat keasamannya. Bi2O3 san hidroksidanya Bi(OH)3 yang diendapkan dari
larutan bismuth (III) tidak mempunyai sifat asam.
E. Asam Okso
Asam fosfat diperoleh bilaman PCl3 atau P4O6 dihgidrolisis dengan air. Ia adalah padatan tidak
bewarna yang mudah mencair di udara ( titik leleh 70 pk = 1,8). Asamnya serta mono dan diesternya
beberapa dari PCl3 dalam hal bahwa terdapat empat ikatan pada P, yang satu menjadi P H . adanya H
yang terikat pada P dapat diperagakan oleh nmr atau teknik spektroskopi lainnya. Asam fosfat paling baik
ditulis HP(O)(OH)2. Asam hhipofosfit (H3PO2) juga mempunyai ikatan P H . sebaliknya trester hanya
mempunyai tiga ikatan pada fosfor, jadi menjadi analog dengan PCl3. Trialkil dan aril fosfit [P(OR)3]
mempunyai sifat donor yang sangat baik terhadap logam transisi dan banyak kompleks dikenal.
Asam fosfit mungkin dioksidasi oleh klorb atau zat lain memjadi asam fosfat, namun reaksinya
lambat dan rumit. Meskipun demikian triester sangat mudah dioksidasi dan hars dilindungi dari udara.
2(PO)3P + O2 = 2(PO)3PO

Mereka juga menjalani reaksi Michaelis-Arbusov dengan alkil halida, membentuk dialkil fosfonat :
O

P(OR)3 + RX [(RO)3PR]X ROPR + RX


Intermediet
fosforium OR

Trimetilfosfit mudah menjalankan isomerisasi menjadi dimetilester dari asam metilfofonat :

P(OCH3)3 CH3PO(OCH3)2

Asam Ortofosfat (H3PO4) biasanya disebut asam fosfat adalah salah satu senyawaan fosfor yang paling
lama dikenal dan paling penting. Ia dibuat dalam jumlah yang sangat besar, biasanya 85% sebagai asam
sirup, oleh reaksi langsung batuan dasar fosfat dengan asam sulfat dan juga dengan pemanasan langsung
fosfor dari hidrasi bertahap P4O10. Asam pirofosfat juga dihasilkan :

2H3PO4 H2O + H4P2O7