Anda di halaman 1dari 19
SISTEM EKONOMI INDONESIA Perbedaan Sistem Ekonomi 10 Negara di Asean (Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sistem Ekenomui Indonesia) Oleh Kelompok 6 : 1. Herlambang Bagus P (071111061) 2. Achmad Ardiansyah $.P. (071211131015) 3. Ariani (071211131092) 4. Lia Safitri (071211131106) 5. Faustina Me W. (071211132002) 6. Zahra Wani (071211132016) 7. Achmad Baharudinsyah (071211133037) 8. Samekto AdiNugroho (071211133051) 9. Achmad Diesmi Krisyar (071211133057) 10.Rizky Satiti Tinolah (071211133059) Program Studi SI imu Administrasi Negara Fakultas Imu Sosial dan mu Politik Universitas Airlangga Surabaya 2014 L Filipina: a. Penguasaan Terhadap Aset Negara Ekonomi Filipina merupakan keempat terbesar di Asia Tenggara dan ketiga puluh enam di dunia berdasarkan PDB. Filipina menganut sistem ekonomi campuran dengan industri utama bergerak pada bidang pengolahan makanan, tckstil, elektronik dan otomotif. Pusat industri umumnya berada di daerah Metro Manila dan Metro Cebu. Agrikultur masih memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi di Filipina b. Peran Swasta dan Masyarakat Dalam Ekonomi Negara Di Filipina, sektor swasta telah _mendominasi perekonomian, memberikan kontribusi sekitar 95 persen dari PDB, tetapi belum tinggal sampai dengan potensinya. Tidak seperti negara-negara lain di Asia Timur, Filipina tidak mengalami partisipasi sektor swasta diantisipasi dan transformasi ekonomi yang menyertai model keterbukaan pembangunan. Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan perluasan dari paradigma ini Perusahaan yang berbasis di Filipina yang ditemukan memiliki rendahnya pemanfaatan pengaturan dalam perjanjian perdagangan bebas ASEAN dan investasi sektor swasta sebagai persentase dari PDB diamati relatif rendah dan memiliki konsisten menurun sejak tahun 2000. Tulisan ini dimaksudkan untuk menjelaskan alasan respon sektor swasta relatif leah Filipina ke peluang yang disediakan oleh keterbukaan dan memperdalam integrasi ekonomi regional. Makalah ini mengutip beberapa faktor yang meliputi kendala di sisi pasokan struktural dan kelemahan institusional. Beberapa faktor tersebut tidak esensial bagi sektor swasta tetapi beberapa berasal dari perilaku sektor swasta. Faktor- faktor ini diharapkan dapat mengurangi dampak dari kebijakan yang terkait dengan pembentukan AEC. Namun, ada kantong-kantong sukses sebagai hasil dari langkah menuju AEC seperti peluncuran National Single Window. c. Penerapan Sistem Politik di Filipina Pemerintah Filipina mengikuti Pemerintah Amerika Serikat. Filipina ditata sebagai sebuah republik, di mana Presiden berfungsi sebagai kepala negara, kepala pemerintahan, dan Panglima Tertinggi angkatan bersenjata. Presiden dipilih dalam pemilu untuk masa jabatan 6 tahun, dan memilih dan mengepalai kabinet. Dewan Legislatif Filipina mempunyai dua kamar: Kongres terdiri dari Senat dan De\ anggota keduanya dipilih oleh pemilu, Ada 24 senator yang menjabat selama 6 tahun Senat, sedangkan Dewan Perwakilan terdiri dari tidak lebih dari 250 anggota kongres yang melayani selama 3 tahun, Cabang yudikatif pemerintah dikepalai oleh Mahkamah ‘Agung, yang memiliki seorang Ketua Mahkamah Agung sebagai kepalanya dan 14 Hakim Agung, semuanya ditunjuk oleh Presiden. in Perwaki mn; 4, Tingkat GDP Filipina Perekonomian Filipina telah berkembang terus selama beberapa dekade dan Dana Moneter Internasional pada tahun 2011 melaporkan sebagai ekonomi terbesar ke-45 di dunia. Namun pertumbuhannya telah tertinggal dari beberapa negara tetangga di Asia, yang disebut Macan Asia , dan bukan merupakan bagian dari Kelompok 20 negara. Sebaliknya itu terbuka dikelompokkan pada lapis kedua dari pasar negara berkembang industri baru . Tergantung pada analis, lapis kedua ini bisa pergi dengan nama Berikutnya Eleven atau Ekonomi Tiger Cub Pada tahun-tahun 2012 dan 2013, Filipina membukukan tingkat pertumbuhan PDB yang tinggi, mencapai 68% pada 2012 dan 7.2% pada 2013, (29 27) 251 yang tertinggi tingkat pertumbuhan GDP di Asia untuk dua kuartal pertama tahun 2013, diikuti oleh China dan Indonesia atau neg: 2. Indonesia a. Penguasaan Terhadap Aset Negara Dalam tiga tahun terakhir pasar dalam negeri tumbuh cukup tinggi dibanding negara tetangga. Sehingga, ditengah kondisi ekonomi global yang belum kondusif akan ‘membuat investor asing melakukan perlindungan asetnya, kondisi itu akan menimbulkan potensi “capital inflow” terhadap negara yang memiliki pertumbuhan positif. Pertumbuhan sektor wirausaha dalam negeri pun dikatakan cukup baik. Hal i ditunjukkkan dengan tumbuhnya jumlah wi jawan di Indonesia yang melonjak tajam dari 0,24% menjadi 1,56% dari jumlah penduduk. Saat ini Badan Pusat Statistik (BPS) nasional mengungkapkan di Indonesia kini ada 55, 53 juta UMKM dan 54 juta lebih diantaranya adalah usaha mikro. Kemenkop optimistis tahun 2014 pertumbuhan wirausaha ke titik ideal minimal 2% dapat tercapai. Masyarakat kelas menengah di Indone: jumbuh ifikan. Selama lebih dari 10, tahun pertumbuhannya dua kali lipat. Ini artinya pertumbuhan kelas menengah yang semakin besar akan meningkatkan permintaan pelayanan yang lebih baik, menuntut pendidikan lebih baik, infrastruktur lebih baik, dan konsumsi lebih besar. b, Peran Swasta dan Masyarakat Dalam Ekonomi Negara & Peran masyarakat (koperasi): Sesuai dengan UU No, 25 Tahun 1992 pasal 4 menyatakan bahwa fungsi dan peran koperasi seperti berikut ini * Membangun dan mengembangkan potensi serta kem: pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ‘ekonomi dan sosial mereka. © Turut serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat, © Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya. © Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi npuan ekonomi anggota % Peran pemerintah (bumn): a) b) Pemerintah sebagai Pelaku Kegiatan Ekonomi Peran pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berarti pemerintah melakukan kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi BUMN didirikan pemerintah untuk mengelola cabang-cabang produksi_ dan sumber kekayaan alam yang strategis dan menyangkut hajat hidup orang banyak. Misalnya PT Dirgantara Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara, PT Kereta Api Indonesia (PT KAD, PT Pos Indonesia, dan lain sebagainya, Perusahaan perusahaan tersebut didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, serta untuk mengendalikan sektor-sektor yang strategis dan yang kurang menguntungkan. Kegiatan konsumsi Seperti halnya yang telah kalian pelajari pada bab 8 mengenai_pelaku-pelaku. ekonomi, pemerintah juga berperan sebagai pelaku konsumsi, Pemerintah juga membutuhkan barang dan jasa untuk menjalankan tugasnya. Seperti halnya ketika menjalankan tugasnya dalam rangka melayani masyarakat, yaitu mengadakan pembangunan gedung-gedung sekolah, rumah sakit, atau jalan raya. Tentuny pemerintah akan membutuhkan bahan-bahan bangunan seperti semen, pas aspal, dan sebagainya. Semua barang-barang tersebut harus dikonsumsi pemerintah untuk menjalankan tugasnya. Contoh-contoh mengenai kegiatan konsumsi yang dilakukan pemerintah masih banyak, seperti membeli barang- ‘a barang untuk administrasi pemerintahan, menggaji pegawai-pegawai pemerintah, dan sebagainya. *Kegiatan Distribusi Selain kegiatan konsumsi dan produksi, pemerintah juga melakukan kegiatan distribusi. Kegiatan distribusi yang dilakukan pemerintah dalam rangka menyalurkan barang-barang yang telah diproduksi oleh perusahaanperusahaan negara kepada masyarakat, Misalnya pemerintah menyalurkan sembilan bahan pokok kepada masyarakat-masyarakat miskin melalui BULOG. Penyaluran sembako kepada masyarakat dimaksudkan untuk membantu masyarakat miskin memenuhi kebutuhan hidupnya, Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh pemerintah harus lancar. Apabila kegiatan distribusi tidak lancar akan memengaruhi banyak faktor seperti terjadinya kelangkaan barang, harga barang- barang tinggi, dan pemerataan pembangunan kurang berhasil. Oleh karena itu, peran kegiatan distribusi sangat penting. Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi Pemerintah dalam melaksanakan pembangunan di bidang ekonomi tidak hanya berperan sebagai salah satu pelaku ekonomi, akan tetapi pemerintah juga an dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan terhadap